Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 7 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Fry, Ron
Jakarta: Gramedia, 2006
153.12 FRY m
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Yudi Harianto
"PeneIitian ini berfokus pada analisis kinerja karyawan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual pada tiga variabel yang mempengaruhinya yaitu: motivasi, kesempatan untuk berprestasi, dan kemampuan.
Populasi pada penelitian ini adalah karyawan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Ukuran sampel didasarkan atas tabe! dari populasi tertentu yang dikembangkan oleh Isaac dan Michael, dengan ukuran sampel sejumlah 176 responden dengan teknik insidental. Penelitian ini memakai metode riset lapangan melalui penyebaran kuesioner penelitian dan secara keseluruhan kegiatan pengolahan dan analisis data ini dilakukan dengan menggunakan komputer dan program yang dipergunakan adalah SPSS versi 11.0
Dari basil penelitian diketahui bahwa variabel bebas balk secara individual maupun secara keseluruhan memiliki pengaruh yang positif atau mempunyai korelasi yang kuat dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Diantara variabel bebas yang mempunyai korelasi dan pengaruh yang paling signifikan terhadap peningkatan kinerja karyawan adalah motivasi, baik secara individual maupun secara keseluruhan.Serdasarlcan kesimpulan tersebut maka Direktorat Jenderal Hak Kekayaan lntelektual perlu menyelenggarakan program-program yang dapat meningkatkan motivasi karyawan dalam rangka meningkatkan kinerja karyawan. Peningkatan motivasi karyawan diantaranya dapat dilakukan dengan memberikan imbalan finansial (insenlf dan dengan memberikan dorongan yang diwujudkan tidak dalam bentuk finansial, akan tetapi berupa hal-hal seperti pujian, penghargaan, pendekatan manusiawi dan lain sebaginya.
This Research was focused to employee's performance analysis in The Directorate General of Intellectual Property (DGIP), which is based on three variables that influenced it such as: motivation, chance to improve themselves, and skills. Population of the research is employees of The Directorate General of Intellectual Property. Sample measurement was based on the certain population from the table developed by Isaac and Michael, as much as I76 respondents with incidental technique. The research is using field research method by spreading some questioners and the entire process of analysis data was calculated by using a Computer Program, SPSS version 11.0.
The results of the research are known that free variables, even as individual one or as the holistic variable had positive influences or having strong and significant correlation to the employee's performance. Among those free variables, motivation is become the most significant and have strong correlation to the improvement of employee's performance both as individual or holistic one.
Therefore based on the above result, DGIP needs some programs to increase the employee's motivations in order to improving the employee's performance. The improvement could be achieved by adding some financial bonus (incentives) and giving motivation spirit such as complements, gratitude, humanity approach and etc.
"
Depok: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2007
T20882
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Eko Hendro Saputra
"Kinerja petugas sanitasi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi rendahnya mutu/kualitas lingkungan, khususnya sanitasi dasar yang berdampak terhadap timbulnya penyakit-penyakit yang berbasis lingkungan seperti diare, kulit, ISPA dan lain-lain. Selain itu peningkatan kinerja merupakan salah satu upaya dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia di daerah yang mandiri dan berkualitas.
Dalam penelitian ini, rendahnya cakupan ISPA dan tingginya jumlah penyakit yang berbasis lingkungan dijadikan latar belakang timbulnya rnasalah. Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya kinerja petugas sanitasi puskesmas di Kabupaten Lampung Tengah. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kinerja petugas sanitasi di Kabupaten Lampung Tengah dan faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan kinerja tersebut. Populasi dan sampel penelitian adalah seluruh petugas sanitasi di Kabupaten Lampung Tengah yang berjumlah 30 petugas. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Analisis data yang dilakukan adalah analisis univariat dan bivariat. Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dengan ukuran persentase, sedangkan analisa bivariat menggunakan uji chi square. Nilai alpha yang digunakan adalah 5% (CI 95%).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara kinerja dengan tingkat pendidikan, aktifitas sosial, sarana dan prasarana, imbalan, struktur, dukungan pimpinan, desain pekerjaan, kontrol dan motivasi.
Disarankan kepada Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Tengah untuk meningkatkan kinerja petugas sanitasi dengan upaya-upaya antara lain: peningkatan pendidikan, peningkatan aktifitas sosial, pengadaan sarana dan prasarana, pernberian imbalan, peningkatan kerjasama lintas program, dukungan pimpinan, pengurangan tugas rangkap secara bertahap, peningkatan kontrol terhadap petugas sanitasi dan peningkatan motivasi kerja petugas sanitasi.

Factor Related to the Sanitation Officials Performance of Public Health in Order to Improve Coverage Waste Water Treatment System in Central Lampung Region 2003The sanitation officials performance is one factors which influence low environmental quality, Especially the basic sanitation which causes the disease from environment such as : Diarrhea, Scabies, ISPA, etc. Besides the improvement of performance is one way to improve human resources in region which is qualified and self relied on.
In this research, low coverage of waste water treatment system and the high number of diseases which are environment based is the back ground. The problem of this research is the low performance of sanitation officials in Public Health Centre in Central Lampung. The objectives of this research were to find out the performance of sanitation officials in Central Lampung and factor related to performance. The population and sample of the research were all sanitation officials of thirty Central Lampung. This research is quantitative using cross sectional. The data were analyzed univariate and bivariate. Univariate used frequent distribution with percentage, while bivariate analysis used chi square test. Alpha being used was 5 % (Cl 95 % ).
The result of the research shows that there is a meaningful correlation between the sanitation officials performance with educational level, social activities, accommodation, incentive, divisional relationship inter organizational, leader support, work design, control and motivation.
It is suggested to public Health Centre and Health Institution of Central Lampung to improve the sanitation officials performance with some efforts such as : the improvement of education, the improvement of social activities, providing accommodation, providing financial support, the better cooperation across program, leader support, the step by step reduction of double functions, better control to the sanitation officials and their motivation.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2002
T12770
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Arief Rachman Hakim
"Skripsi ini bertujuan untuk mendapatkan solusi dan alternatif perbaikan masalah keluhan konsumen kopling terbakar yang terjadi pada sepeda motor tipe manual kopling yang berdampak pada akselerasi mesin menjadi kurang, susah melakukan perpindahan gigi, dan suara mesin berisik. Metode yang digunakan digunakan adalah Six Sigma yang terdiri dari tahapan Define, Measure, Analyze, Improve, Control (DMAIC). Aktivitas yang dilakukan pada tahap define adalah identifikasi masalah, menetukan Critical To Quality (CTQ), Logic Tree Diagram, SIPOC diagram.
Tahap measure melakukan pemetaan proses, pengukuran terhadap kemampuan proses (Cp). Tahap analyze melakukan analisa terhadap kemungkinankemungkinan yang menyebabkan masalah dengan diagram tulang ikan (sebabakibat), Failure Tree Analysis (FTA) dan Failure Mode Effect and Analysis (FMEA). Tahap improve melakukan perbaikan dari hasil-hasil analisa penyebab masalah. Tahap control melakukan monitoring terhadap perbaikan-perbaikan yang telah dilakukan, dengan menggunakan Statistical Process Control (SPC).
Dari tahapan perbaikan diatas didapatkan faktor yang mempengaruhi terjadinya kopling terbakar adalah working load spring clutch lemah, jarak pengarah rod clutch lifter pada Cover R Crank Case menyimpang dan jarak dudukan Lever Comp, Clutch pada Cover R Crank Case menyimpang. Berdasarkan tahap perbaikan yang dilakukan, metode six sigma sangat efektif dalam menyelesaikan masalah keluhan konsumen diatas ini diidentifikasikan dengan naiknya nilai indeks kemampuan proses (Cp), menurunnya angka kegagalan proses dalam Part Per Million (PPM) dan naiknya nilai sigma level.

The purpose of this final project is to get the solution and the alternative corrective actions on market quality claim's burned clutch which occurs to the manual clutch type motorcycle. It has negative effects on engine acceleration decline, difficulty in changing gear position, and higher level of engine noise. The method used in analyzing and solving the problem is Six Sigma, which includes the phases of Define, Measure, Analyze, Improve, Control (DMAIC). The activities on Define phase are problem identification, Critical to Quality decision making, Logic Tree Diagram and SIPOC Diagram formulation.
The next step is Measure phase, which involves the activities of process mapping and Capability Process Index (Cp) measurement. The third step is Analyze phase. The activities done on this step are potential problem analysis using Fishbone diagram (cause and effect diagram), Failure Tree Analysis (FTA) and Failure Mode Effect and Analysis (FMEA). The phase is followed by Improve phase, including the activities of corrective action execution on the basis of potential problem analysis done on prior step. The final step is Activity Control phase; that is performing the monitoring action to the improvement outcome, using Statistical Process Control (SPC).
The conclusion obtained from doing those former activities is that the factors causing the burned clutch problem are as follows (1) the lack of spring clutch's working load, (2) the inappropriate distance between rod clutch lifter's hole's position to the surface of Cover R Crank Case, and (3) the inappropriate distance between Bracket Lever Comp, Clutch position to the surface of Cover R Crank Case. Due to the completion of problem identification and corrective action, it can be concluded that six sigma method is very effective on problem solving, especially on the case of market quality claim's burned clutch. It is indicated by the increase of capability index value (Cp), the decrease of defect process index value in parts per million (PPM) and the increase of sigma level value.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2008
S52011
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Hendra
"Skripsi ini bertujuan untuk mendapatkan solusi dan alternatif perbaikan masalah produksi part cylinder head terhadap claim next process yaitu permasalahan lubang NG yang berdampak pada tidak efisiennya proses produksi itu sendiri. Metode yang digunakan digunakan adalah Six Sigma yang terdiri dari tahapan Define, Measure, Analyze, Improve, Control (DMAIC). Aktivitas yang dilakukan pada tahap define adalah identifikasi masalah, menetukan Critical To Quality (CTQ), Logic Tree Diagram, SIPOC diagram. Tahap measure melakukan pemetaan proses, pengukuran terhadap proses-proses yang telah diidentifikasi menjadi factor penyebab dari permasalahan dan juga mengukur kemampuan proses (Cp) dari proses machining cylinder head. Tahap analyze melakukan analisa terhadap kemungkinan-kemungkinan yang menyebabkan masalah dengan diagram tulang ikan (sebab-akibat), Failure Tree Analysis (FTA) dan Failure Mode Effect and Analysis (FMEA). Tahap improve melakukan perbaikan dari hasilhasil analisa penyebab masalah. Tahap control melakukan monitoring terhadap perbaikan-perbaikan yang telah dilakukan. Dari tahapan perbaikan diatas didapatkan faktor yang mempengaruhi terjadinya permasalahan lubang NG adalah proses dari pemotongan gate (cutting gate) dan proses pembersihan casting dari scrap dan burrs (trimming) yang kurang sempurna. Berdasarkan tahap perbaikan yang dilakukan, metode six sigma sangat efektif dalam menyajikan tahapan analisis yang sistematis dan logis sehingga dapat mencari akar permasalahan dan rencana perbaikan dalam menyelesaikan permasalahan ini. Walaupun penelitian ini tidak sampai pada tahap evaluasi dari hasil perbaikan yang dilakukan, langkah-langkah DMAIC yang ada cukup memperlihatkan penyelesaian masalah dengan sistematis sehingga hasilnyapun akan dapat dipertanggunjawabkan.

The purpose of this final project is to get the solution and the alternative corrective actions on next process claim's of lubang NG which occurs to the cylinder head of motorcycle. It has negative effects production efficiency. The method used in analyzing and solving the problem is Six Sigma, which includes the phases of Define, Measure, Analyze, Improve, Control (DMAIC). The activities on Define phase are problem identification, Critical to Quality decision making, Logic Tree Diagram and SIPOC Diagram formulation. The next step is Measure phase, which involves the activities of process mapping and Capability Process Index (Cp) measurement. The third step is Analyze phase. The activities done on this step are potential problem analysis using Fishbone diagram (cause and effect diagram), Failure Tree Analysis (FTA) and Failure Mode Effect and Analysis (FMEA). The phase is followed by Improve phase, including the activities of corrective action execution on the basis of potential problem analysis done on prior step. The final step is Activity Control phase; that is performing the monitoring action to the improvement outcome. The conclusion obtained from doing those former activities is that the factors causing the lubang NG problem are as follows (1) defectiveness of gate cutting dan trimming in production process itself. Due to the completion of problem identification and corrective action, it can be concluded that six sigma method is very effective on systematic and logic problem solving, so the routcauses of the problem could be founded. Although the evaluation of this analysis could not be done, the methode can show us how to analyze and solve the problem in a systematic way."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2009
S51979
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Firman Syahroni Gustaman
"Skripsi ini bertujuan untuk mendapatkan solusi dan alternatif perbaikan masalah kasus repair engine dikarenakan terjadinya gangguan pada putaran pompa oli yang akan berdampak pada temperatur mesin motor yang panas (over heat) yang bisa menyebabkan kerusakan pada komponen part engine lainnya. Metode yang digunakan digunakan adalah Six Sigma yang terdiri dari tahapan Define, Measure, Analyze, Improve, Control (DMAIC). Aktivitas yang dilakukan pada tahap define adalah identifikasi masalah, menetukan Critical To Quality (CTQ), Logic Tree Diagram, SIPOC diagram. Tahap measure melakukan pemetaan proses, pengukuran terhadap kemampuan proses (Cp). Tahap analyze melakukan analisa terhadap kemungkinan-kemungkinan yang menyebabkan masalah dengan diagram tulang ikan (sebab akibat), Failure Tree Analysis (FTA) dan Failure Mode Effect and Analysis (FMEA). Tahap improve melakukan perbaikan dari hasil-hasil analisa penyebab masalah. Tahap control melakukan monitoring terhadap perbaikan-perbaikan yang telah dilakukan, dengan menggunakan Statistical Process Control (SPC).
Dari tahapan perbaikan diatas didapatkan faktor yang mempengaruhi terjadinya ganguan pada putaran pompa olir adalah adanya penyimpangan pada concentricity spindle cam chain dan juga cacat pada permukaan diameter 8 dan 9 dari spindle. Berdasarkan tahap perbaikan yang dilakukan, metode six sigma sangat efektif dalam menyelesaikan masalah diatas ini diidentifikasikan dengan naiknya nilai indeks kemampuan proses (Cp), menurunnya angka kegagalan proses dalam Part Per Million (PPM) dan naiknya nilai sigma level.

The purpose of this final project is to get the solution and the alternative corrective actions on repair engine claim's that cause of problem in oil pump wheeling. This problem has negative effects on engine temperature (engine over heat) that can appear damaged to the other engine component. The method used in analyzing and solving the problem is Six Sigma, which includes the phases of Define, Measure, Analyze, Improve, Control (DMAIC). The activities on Define phase are problem identification, Critical to Quality decision making,logic Tree Diagram and SIPOC Diagram formulation. The next step is Measure phase, hich involves the activities of process mapping and Capability Process Index (Cp) measurement. The third step is Analyze phase. The activities done on this step are potential problem analysis using Fishbone diagram (cause and effect diagram), Failure Tree Analysis (FTA) and Failure Mode Effect and Analysis (FMEA). The phase is followed by Improve phase, including the activities of corrective action execution on the basis of potential problem analysis done on prior step. The final step is Activity Control phase; that is performing the monitoring action to the improvement outcome, using Statistical Process Control (SPC).
The conclusion obtained from doing those former activities is that the factors causing the stucked oil pump wheeling problem are concentricity of spindle cam chain out of specification and scrath on the surface diameter 8 and 9 spindle cam chain. Due to the completion of problem identification and corrective action, it can be concluded that six sigma method is very effective on problem solving. It is indicated by the increase of capability index value (Cp), the decrease of defect process index value in parts per million (PPM) and the increase of sigma level value.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2009
S51988
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Deny Arnos Kwary
"Belajar kosakata seharusnya menjadi landasan belajar bahasa kedua. Tanpa tata bahasa, sangat sedikit yang dapat disampaikan, namun tanpa kosakata tidak ada yang dapat disampaikan (Wilkins 1972: 111). Nation (2001:11-12) menyebutkan empat jenis kosakata di dalam teks: kata-kata berfrekuensi tinggi, kosakata akademis, kosakata teknis, dan kata-kata berfrekuensi rendah. Bagi mahasiswa, pengajaran dan pembelajaran kosakata seharusnya difokuskan pada kosakata teknis. Ada dua alasan untuk pendapat ini. Alasan pertama adalah bahwa lulusan sekolah menengah atas (SMA) telah menguasai 4.700 kata, menurut kurikulum nasional. Jumlah tersebut telah mencakup kata-kata berfrekuensi tinggi dan kosakata akademis. Alasan kedua adalah kenyataan bahwa mahasiswa lebih sering menemukan kosakata teknis selama mereka belajar di universitas. Oleh sebab itu, penguasaan kosakata teknis memainkan peranan yang penting dalam studi mereka.
Lokasi penelitian ini adalah Fakultas Ekonomi, Universitas Airlangga. Daftar kata kosakata teknis dibuat berdasarkan buku teks mata kuliah yang digunakan di fakultas tersebut. Ada tiga buku teks yang dianalisis, yaitu: Economics oleh Samuelson dan Nordhaus, Management oleh Daft, dan Accounting oleh Warren, Reeve, dan Fess. Untuk lebih fokus pada kosakata teknis, tidak semua kata-kata yang ada di indeks diambil. Kosakata non-teknis, seperti kata-kata berfrekuensi tinggi, kosakata akademis, kata-kata fungsi, nama, singkatan, dan angka, tidak dimasukkan. Proses pemilihan dan pembuatan daftar kata kosakata teknis dilakukan dengan menggunakan program RANGE.
Ada tiga hasil utama dari tesis ini: (1) Daftar Kata Kosakata Teknis, (2) Afiks Derivasional untuk Kosakata Teknis, dan (3) Materi Belajar Kosakata dengan Bantuan Komputer. Ada empat daftar kata kosakata teknis: (1) Daftar Kata Ekonomi yang terdiri atas 51 kata, (2) Daftar Kata Manajemen yang terdiri atas 56 kata, (3) Daftar Kata Akuntansi yang terdiri atas 75 kata, dan (4) Daftar Kata Kosakata Teknis untuk Mahasiswa Ekonomi, yang terdiri atas 62 kata. Afiks derivasional yang ditemukan dalam daftar kata, diklasifikasikan menjadi lima tahap berdasarkan Nation (2001:268). Tahap tersebut mengindikasikan urutan mengajar dan belajar yang akan memberikan hasil yang terbaik bagi usaha belajar. Dalam setiap tahap, setiap afiks ditampilkan dengan artinya dan contoh dari daftar kata. Hasil materi belajar yang lain adalah Computer-Assisted Language Learning 'Belajar Bahasa dengan Menggunakan Komputer' (CALL) untuk Kosakata Teknis. Materi belajar ini dikonstruksi dengan menggunakan Macromedia Dreamweaver 4.0 dan file-nya dapat di-download gratis dari www.kwary.net/vocabulary.html. Isi file tersebut adalah lima tahap afiks derivasi yang dijelaskan dalam tesis ini ditambah dengan istilah yang ditemukan di glosarium dan definisinya.

Abstract
Learning vocabulary should become the basis of second language learning. Without grammar, very little can be conveyed, but without vocabulary, nothing can be conveyed (Wilkins 1972: 111). Nation (2001:11-12) mentions four kinds of vocabulary in a text: high-frequency words, academic vocabulary, technical vocabulary, and low-frequency words. For university students, vocabulary teaching and learning should be focused on technical vocabulary. There are two main reasons for this opinion. The first reason is high school graduates have mastered 4,700 words, according to the national curriculum. This number has covered high-frequency words and academic vocabulary. The second reason is the fact that students mostly encounter technical vocabulary during their studies at university. Hence, a mastery of technical vocabulary plays a significant role in their studies.
The location of this research is the Faculty of Economics of Airlangga University. The technical vocabulary word lists created are based on the core content subject textbooks used in that faculty. There are three core textbooks analyzed: Economics by Samuelson and Nordhaus, Management by Daft, and Accounting by Warren, Reeve, and Fess. To be more focused on technical vocabulary, not all of the words found in the indices are taken into account. Non-technical vocabulary, such as high-frequency words, academic vocabulary, function words, proper names, abbreviations, and numbers, are not included. The process of selecting and making the technical vocabulary word lists is accomplished by using the RANGE program.
There are three main yields in this thesis: (1) Technical Vocabulary Word Lists, (2) Derivational Affixes for Technical Vocabulary, and (3) Computer-Assisted Vocabulary Learning material. There are four technical vocabulary word lists: (1) the Economics Word List comprising 51 words, (2) the Management Word List comprising 56 words, (3) the Accounting Word List comprising 75 words, and (4) the Technical Vocabulary Word List for Students of Economics comprising 62 words. The derivational affixes found in the word lists have been classified into five stages based on Nation (2001:268). The stages indicate an order of teaching and learning that will give the best return for learning effort. In every stage, each affix is presented with its meaning(s) and examples from the word lists. Another yield of learning materials is a Computer-Assisted Language Learning (CALL) for Technical Vocabulary. This learning material has been constructed using Macromedia Dreamweaver 4.0 and the files can be downloaded for free from www.kwary.net/vocabulary.html. The content of the files includes the five stages of derivational affixes explained in this thesis plus the terms found in the glossary and their definitions."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2004
T14840
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library