Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Ria Resti Agustina
"Walaupun manfaat pemberian ASI eksklusif sangat banyak terutama untuk ibu dan bayinya, prevalensi pemberian ASI eksklusif di Indonesia masih jauh dibawah target Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (80%). Permasalahan yang kerap di alami oleh wanita primipara adalah kegagalan proses let down yang menyebabkan tidak keluarnya ASI. Inisisasi menyusu dini (IMD) merupakan salah satu cara untuk merangsang pengeluaran hormon oksitosin yang memproduksi ASI. Penelitian ini merupakan analisis data sekunder dari Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012 dengan desain penelitian crossectional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara inisiasi menyusu dini (IMD) dengan pemberian ASI eksklusif 6 bulan pada wanita primipara di Indonesia. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 604 responden dengan kriteria inklusi adalah ibu primipara yang memiliki bayi berusia 6 sampai 12 bulan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pelaksanaan inisiasi menyusu dini (IMD) dengan pemberian ASI eksklusif 6 bulan. Ibu yang melakukan inisiasi menyusu dini (IMD) memiliki peluang 21,868 kali lebih tinggi untuk memberikan ASI eksklusif 6 bulan dibandingkan dengan ibu yang tidak melakukan inisiasi menyusu dini setelah dikontrol oleh variabel pekerjaan ibu, kuintil kekayaan, dan berat badan lahir (95% CI: 8,956 sampai dengan 53,394). Sementara itu, ibu yang tidak bekerja memiliki peluang 1,717 kali lebih tinggi untuk memberikan ASI eksklusif 6 bulan dibandingkan dengan ibu yang bekerja setelah dikontrol oleh variabel inisiasi menyusu dini (IMD), kuintil kekayaan, dan berat badan lahir bayi (95% CI: 0,986 sampai dengan 3,026). Pada variabel kuintil kekayaan semakin kaya cenderung memiliki peluang yang semakin kecil untuk melakukan pemberian ASI eksklusif dan pada variabel berat badan lahir (BBL) bayi bayi yang lahir dengan berat badan lahir rendah memiliki peluang yang lebih banyak untuk memberikan ASI eksklusif. Oleh karena itu, disarankan intervensi pemberian ASI eksklusif 6 bulan melalui inisiasi menyusu dini (IMD) pada wanita primipara oleh tenaga kesehatan perlu dilakukan di fasilitas kesehatan.

Although benefit exclusive breastfeeding is so many especially for mother and his child, prevalence of exclusive breasfeeding in Indonesia is still far from target of Ministry Health of Republic Indonesia (80%). The problem in women population of primiparas is failed let down process that is less of breastfeeding production. Breast carwl is stimulate excretion oksitosin hormone. This study is a secondary data from data Indonesia Demographic Health Survey 2012 with crosssectional study design. The study was conducted to determine the relationship of breast crawl and exclusive breastfeeding sixth month in women population of primiparas in Indonesia. The number of sample was obtain 604 with inclusion criteria which is mother of primiparas who have infant ages among 6 to 12 month.
Result showed there is a relationship of breast crawl and exclusive breastfeeding sixth month in women population of primiparas who have infant ages among 6 to 12 month. Mother of primiparas who are breast crawl can increase 21,868 times higher for exclusive breastfeeding sixth month compared with mother of primiparas who aren’t breast crawl after maternal employment, wealth quintile, and birth weight infant variable controlled. Mother of primiparas who work can increase 1,717 times higher for exclusive breastfeeding sixth month compared with mother of primiparas who does not work after breast crawl, wealth quintile, and birth weight infant variable controlled. Wealth quintile variable richer sloping to more be given exclusive breastfeeding sixth month and birth weight infant variable, an infant with low weight have more many changes to be given exclusive breastfeeding sixth month. Therefore, it’s suggestion to intervention exclusive breastfeeding sixth month through breast crawl in women population of primiparas from health labour in health facility.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2014
S55990
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dhiena Nurazizah
"Pemberian ASI eksklusif dan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dapat menurunkan angka kematian bayi (AKB) dan ibu (AKI). Salah satu upaya dalam meningkatkan cakupan pemberian ASI eksklusif dan IMD adalah dengan memberikan sarana pendidikan dan promosi kesehatan. Salah satu metode promosi pendidikan dan promosi kesehatan melalui penyuluhan. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan melalui media KIE mengenai ASI eksklusif dan IMD terhadap pengetahuan ibu hamil di Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan Depok. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan rancangan one group pretest dan posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil di Kelurahan Pengasinan, dengan sampel ibu hamil sebanyak 62 ibu hamil.
Intervensi yang dilakukan yaitu memberikan penyuluhan mengenai ASI eksklusif dan IMD kepada ibu hamil oleh kader yang telah diberikan pelatihan terlebih dahulu dengan menggunakan media lembar balik. Untuk mengetahui adanya perbedaan pengetahuan ibu hamil sebelum dan sesudah penyuluhan digunakan uji statistik paired sample t-test. Hasil uji statistik menunjukkan ada perbedaan yang bermakna antara tingkat pengetahuan ibu hamil sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan mengenai ASI eksklusif dan IMD. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa penyuluhan sebagai sarana pendidikan dan promosi kesehatan dapat memengaruhi peningkatan pengetahuan ibu hamil khususnya mengenai ASI eksklusif dan IMD. Untuk itu diharapkan bagi petugas kesehatan dan kader posyandu dapat memberikan penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai ASI eksklusif dan IMD."
Depok: Universitas Indonesia, 2012
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Yuyun Setyorini
"Inisiasi menyusu dini merupakan suatu perilaku berdasarkan naluri alamiah dari bayi baru lahir. Salah satu manfaat inisiasi menyusu dini adalah mempertahankan suhu tubuh bayi. Untuk itu peneliti ingin mengetahui tentang pengaruh inisiasi menyusu dini terhadap suhu tubuh bayi baru lahir dan suhu tubuh ibu di PKD Pandes dan RBG Solo Peduli Surakarta. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh inisiasi menyusu dini terhadap suhu tubuh bayi baru lahir dan ibu di PKD Pandes dan RBG Solo Peduli Surakarta. Desain penelitian adalah "quasi eksperimen" dengan rancangan "nonequivalent control group design". Sampel berjumlah 35 responden. Responden diberi tindakan IMD sampai bayi dapat menemukan puting dan menyusu sendiri.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara suhu tubuh bayi baru lahir sebelum dan sesudah pelaksanaan tindakan IMD (p value = 0.000). Terdapat perbedaan yang bermakna antara suhu tubuh ibu sebelum dan sesudah dilakukan tindakan IMD (p value = 0.000). Terdapat perbedaan yang bermakna suhu tubuh bayi baru lahir antara yang dilakukan tindakan IMD dengan yang tidak dilakukan IMD (p value = 0.000). Terdapat perbedaan yang bermakna antara suhu tubuh ibu yang dilakukan tindakan IMD dengan yang tidak dilakukan IMD (p value = 0.005). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara kelompok intervensi dengan kelompok kontrol.

Early breastfeeding initiation is the natural instinctive behaviour of the newborn. One of the benefit from early breastfeeding initiation is importance for newborn to maintenance the body temperature. So the researcher need to know the effect of early breastfeeding initiation toward the newborn temperature and the mother temperature at PKD Pandes and RBG Solo Peduli in Surakarta. The aim of this study was the effect of early initiation program to the newborn temperature and the mother temperature at PKD Pandes and RBG Solo Peduli in Surakarta. A Quasi eksperimental research design with nonequivalent control group design was used in this study. Thirty five responden were selected using acidental sampling technique as the sample of the study. Early initiation were given to the responden until the baby found the mothers putting and the baby can be breastfeeding.
The result of this study was indicated that any different of significant between pretest and postest of the newborn temperature after early breastfeeding initiation (p value = 0.000). There is different of significant between pretest and postest of the mother temperature after early breastfeeding initiation (p value = 0.000). There is different of significant from the newborn temperature between eksperimen group and control group. There is different of significant from the mother temperature between eksperimen group and control group. The finding of this study was different of significant between eksperimen group and control group.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2008
T24892
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library