Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 10 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Eva Murlian
"Akibat terjadinya krisis ekonomi atau ketidak pastian ekonomi global, banyak perusahaan yang tidak mampu lagi membayar hutangnya bahkan hanya untuk membayar bunga pinjaman saja tidak cukup. Oleh karena itu, banyak perusahaan yang melaksanakan restrukturisasi. Restrukturisasi adalah salah satu upaya penyelamatan bagi perusahaan yang mengalmi kerugian secara material. Akan tetapi perusahaan yang melakukan restrukturisasi membutuhkan biaya yang mahal, prosedur yang rumit, dan memakan waktu yang cukup lama. Pilihan penyelamatan lainnya adalah melalui Kuasi Reorganisasi. Kuasi Reorganisasi sebenarnya merupakan salah satu metode restrukturisasi perusahaan. Pada Kuasi Reorganisasi tidak ada aliran dana dalam penilaian kembali aktiva dan kewajiban yang dinilai menurut nilai wajar. Demikian juga defisit dieliminasi pada perkiraan ekuitas yang lain tidak memerlukan tambahan arus dana selama total ekuitas sebelum Kuasi Reorganisasi bernilai positif. Dalam Kuasi Reorganisasi yang ada hanyalah suatu prosedur restrukturisasi ekuitas dengan prosedur akuntansi. Akhir dari Kuasi Reorganisasi ini akan menyebabkan defisit perusahaan menjadi nol dan perusahaan seperti baru kembali (fresh start).
Penelitian ini sebagian besar dilakukan melalui penelitian kepustakaan dengan didukung oleh beberapa data primer dari wawancara. Aspek hukum terkait Kuasi Reorganisasi penting untuk dibahas mengingat semakin seringnya Kuasi Reorganisasi dilakukan oleh perusahaan. Kuasi Reorganisasi juga akan melibatkan beberapa pengaturan terutama bila dilakukan oleh perusahaan terbuka. Selain itu Kuasi Reorganisasi dapat berdiri sendiri atau dibarengi dengan restrukturisasi perusahaan secara nyata yang membutuhkan upaya kreatif untuk penyehatan perusahaan dengan masuknya investor baru atau dengan jalan menambah modal setoran. Literatur-literatur mengenai Kuasi Reorganisasi saat ini sangat terbatas sehingga pembahasan dan penelitian mengenai Kuasi Reorganisasi penting untuk dilakukan.

Due to the economic crisis or global economic uncertainty, many companies are no longer able to pay its debts even just to pay interest on the loan is not enough. Therefore, many companies are engaged in restructuring. Restructuring is one of the rescue efforts for the company that accumulates in a material loss. However, significant corporate restructuring are very expensive, complicated procedures, and takes a long time. Other saving options is through Quasi Reorganization. Quasi Reorganization actually is one of the methods of corporate restructuring. Quasi Reorganization difference is there is no flow of funds due to the revaluation of assets and liabilities, assets and liabilities are valued at fair value as well as the elimination of the deficit, the deficit is eliminated on equity estimate to another. Elimination of the deficit on the other equity estimates do not require additional funding stream for a total equity before the Quasi Reorganization is positive. Quasi Reorganization in which there is only an equity restructuring procedure with accounting procedures. End of Quasi Reorganization will cause the deficit becomes zero and the company's enterprise as new again (fresh start).
This research is largely done through library research, supported by some primary data from interviews. Legal aspects related to Quasi Reorganization important to be discussed considering the more frequent Quasi Reorganization done in practice. Quasi Reorganization will also involve some settings, especially when done by a public company. Also Quasi Reorganization can stand alone or coupled with significant corporate restructuring that requires creative efforts for restructuring the company, among others, with the entry of new investors or by way of capital increase deposit. It is unfortunate that the literature on the Quasi Reorganization is limited so that discussions and research on Quasi Reorganization important thing to do.
"
Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2011
S24994
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Eko Budi Setianto
"Krisis moneter atau krisis ekonomi yang terjadi saat ini telah mengakibatkan menurunnnya nilai penghasilan masyarakat Indonesia dan meningkatkan biaya operasional rumah sakit. Pelayanan Ambulatory surgery diperkirakan dapat meringankan beban biaya pasien.
Penelitian yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran implikasi pelayanan Ambulatory surgery di sebuah rumah sakit milik BUMN terhadap beban biaya pasien yang akan diperolah melalui simulasi menggunakan metode eksperimental kuasi tipe simulatif dengan desain eksperiman before & after atau one group pretest postest desing melalui 151 sampel (januari 1998 - Mei 1998).
Dari hasil penelitian ini diperoleh bahwa penghematan biaya per pasien rata-rata sebesar 26.4%.
Disarankan agar melakukan upaya upaya lainnya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan Ambulatory surgery, melakukan efisiendi penggunaan obat, alat dan bahan habis pakai penyesuaian pola dari eksperimental kuasi serta pengusulan adanya kebijakan tentang pelayanan Ambulatory surgery bagi pasien perusahaan."
1999
JMAR-1-2-Jun1999-81
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Purwowibowo
"Telah berhasil dibuat sebuah digital read out (DRO) berbasis mikrokontroler 80C5I7A yang mempunyai kemampuan untuk mengkompensasi kesalahan kuasi-statik pada sistem posisi mekanik. Kesalahan kuasi-statik adalah kesalahan posisi yang berubah secara perlahan, yang merupakan perpaduan antara kesalahan geometrik dan termal. Kompensasi dilakukan melalui piranti lunak di dalam DRO dengan menggunakan dua buah polinomial, orde-7 untuk geometrik dan orde-1 untuk termal. Hasil uji menunjukan peningkatan akurasi sebesar 26,97 %.

A digital read out (DRO) has been made based on 80C5 17A microcontroller. The DRO able to compensated quasi-static error for mechanical positioning system. Quasi-static error is position error that changes slowly, this error is combination of geometric error and thermal error. The compensation had done via software inside DRO uses two polynomials, order-7 for geometric error and order-I for thermal error. The result showed that position accuracy increased 26,97 %.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2001
T5790
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Armada
"Beton de chanvre merupakan material yang dibentuk dengan mencampurkan serpihan chenevotte (limbah pengolahan chanvre/cannabis sativa) dengan kapur dan air. Penelitian yang sudah dilakukan dan dipublikasikan saat ini berkaitan dengan keunggulannya sebagai bahan isolasi thermik dan akustik, namun belum ada laporan tetang penyelidikan perilaku beton de chanvre terhadap pembebanan dinamik. Penelitian prilaku beton de chanvre terhadap pengaruh beban dinamik dilakukan dengan menggunakan uji Bar Hopkinson dengan batang viscoelastik (Plastik) yang memiliki impedancy terdekat tehadap beton de chanvre.
Secara umum hasil pengujian menunjukkan bahwa kuat tekan terhadap beban dinamik beton de chanvre lebih tinggi daripada terhadap beban kuasi-statik. Kuat tekan meningkat sehubungan dengan meningkatnya gaya tekan pemadatan saat pencetakan benda uji, arah pembebanan dinamik yang tegak lurus terhadap arah pemadatan menunjukkan adanya perbedaan kuat tekan dinamik, serta pengaruh pengeringan absolute terhadap benda uji dapat juga menurunkan kuat tekan dinamik.

Concrete is a mixture of particle of hemp (plant aggregate), binder and water. In the literature, no studies concerning the behaviour of hemp concrete under dynamic loading is available to date. The behaviour of material under dynamic loading test can experiment by method Split Hopkinson Pressure Bar (SHPB) by using of viscous-elastic bar (plastic) with impedance close to that of hemp concrete.
In general, we found that the mechanical strength of hemp concrete under dynamic loading is higher than that under quasi-static loading. The compressive strength will increase same with force of compaction. The experiment result shows that the dynamic strength under loading perpendicular to the direction of compaction is lower than the parallel end effect of drying may also reduce the strain compressive strength.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2012
T31599
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Ni Made Chyntia Trisna Eva Dewi
" "ABSTRAK
"
Nama : Ni Made Chyntia Trisna Eva DewiNPM : 1406609053Program Studi : Ilmu HukumJudul : Kekuatan Mengikat Supporting Letter Surat Dukungan dalam Pengadaan Barang dan Jasa Ditinjau sebagai Kuasi Kontrak dan Perjanjian Studi Kasus antara PT MA Melawan PT SI Tulisan ini membahas kekuatan mengikat surat dukungan, apakah sebagai kuasi kontrak ataukah perjanjian. Untuk itu, perlu diketahui kaitan antara perjanjian dengan kuasi kontrak, kekuatan mengikat surat dukungan, serta kesesuaian pertimbangan Majelis Hakim yang menyatakan Supporting Letter sebagai kuasi kontrak dengan konsep/pengertian menurut teori dan hukum. Jenis penelitian hukum yang digunakan adalah penelitian hukum normatif, jenis data sekunder dengan bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Tipologi penelitiannya adalah deskriptif dan preskriptif. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah studi dokumen dengan metode analisis data kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah kuasi kontrak merupakan varian atau bentuk khusus dari kontrak dan memiliki perbedaan dari segi prinsip umum, syarat, dan tuntutannya. Berdasarkan KUHPerdata, kuasi kontrak dapat dipersamakan dengan perwakilan sukarela dan pembayaran yang tidak diwajibkan. Perjanjian dan kuasi kontrak sama-sama merupakan sumber perikatan. Surat dukungan dapat memiliki kekuatan mengikat apabila memenuhi syarat sah perjanjian. Surat dukungan dalam kasus ini tidak memenuhi ciri-ciri kuasi kontrak karena tidak memenuhi unsur perwakilan sukarela dan pembayaran yang tidak diwajibkan, melainkan dapat dikategorikan sebagai perjanjian. Perikatan yang lahir adalah perikatan dengan syarat tangguh. Syarat-syarat yang terkandung dalam surat dukungan ini tidak tergolong syarat yang dilarang. Dengan demikian, PT SI tidak dapat dikatakan wanprestasi karena prestasinya belum dapat ditagih. Kedepannya, pemberi dukungan yang ingin terikat secara hukum, sebaiknya membuat dukungan dalam bentuk perjanjian. Kata kunci: perjanjian, kuasi kontrak, surat dukungan, syarat tangguh, dan penafsiran perjanjian.

ABSTRACT
Name Ni Made Chyntia Trisna Eva DewiStudent Number 1406609053Program Legal StudiesTitle Legal Binding of Supporting Letter in Procurement of Goods and Services Reviewed as Quasi Contract and Agreement Case Study between PT MA Against PT SI This paper discusses legal binding of supporting letter, whether as an agreement or quasi contract. To answer this, it is necessary to know the relation between agreement with quasi contract, legal binding of supporting letter, and compliance of the Judges rsquo consideration that supporting letter as quasi contract with the concept definition according to theory and law. Types of legal research being used are normative, secondary data types with primary, secondary, and tertiary legal materials. Approaches being used are legal, conceptual, and case approach. Research typology are descriptive and prescriptive. Data collection tool being used is document study with qualitative data analysis method. The result is quasi contract is variant or special form of contract and have differences in general principles, terms and remedies. Base on KUHPerdata, quasi contract may be equivalent to voluntary representation and non mandatory payments. Agreement and quasi contract are both sources of legal engagement. Basically, supporting letter can have legal binding if it meets legitimate requirements of an agreement. Supporting letter in this case, does not meet the quasi contract characteristic because it does not meet requirement of voluntary representation and non mandatory payments. Instead, it can be classified as an agreement. Engagement that exist is engagement with diferred conditions. Contained terms are not prohibited. Thus, PT SI can not be concluded to be in breach of contract because its obligations can not be collected. Furthermore, supporter who wants to be legally binded, he she should give support in the form of agreement. Keywords agreement, quasi contract, supporting letter, diferred condition, and interpretation of the agreement."
2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Annissa Novalia
"Pengambilan keputusan klinis merupakan hal yang esensial dan dianggap sebagai ciri khas perawat profesional karena keputusan klinis yang ditetapkan akan memengaruhi kualitas asuhan yang diberikan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran pengambilan keputusan klinis mahasiswa program S1 Ners Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross-sectional dengan melibatkan 216 mahasiswa dari beberapa program pendidikan di FIK UI yang dipilih dengan teknik stratified random sampling. Instrumen yang digunakan yaitu Nursing Decision Making Instrument-Revised 2014 (NDMI-R2014). Hasil penelitian menunjukkan kemampuan pengambilan keputusan klinis mahasiswa sebanyak 59,2% berada dalam kategori analisis, 40,3% dalam kategori kuasi-rasional, dan hanya 0,5% dalam kategori intuitif. Penelitian ini merekomendasikan adanya upaya untuk terus meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan klinis mahasiswa agar mampu membuat keputusan yang tepat sesuai dengan situasi dan kondisi klinis yang beragam.

Clinical decision making is essential and is considered a characteristic of professional nurses because the clinical decisions that are determined will affect the quality of care provided. The purpose of this research is to find out the picture of the clinical decision making of Nursing Undergraduate and Profession students at the Faculty of Nursing, Universitas Indonesia. This study used a cross-sectional research design involving 216 students from several educational programs at FIK UI selected by a stratified random sampling technique. The instrument used was Nursing Decision Making Instrument-Revised 2014 (NDMI-R2014). The results showed that 59.2% of students' clinical decision-making abilities were in the analysis category, 40.3% were in the quasi-rational category, and only 0.5% were in the intuitive category. This study recommends that there are efforts to continuously improve students' clinical decision-making abilities to be able to make the right decision according to various clinical situations and conditions.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Adityawardhana Putra
"Kitab Undang-Undang Hukum Perdata yang berlaku di Indonesia tidak mengenal secara eksplisit mengenai Kuasi Kontrak. Namun, Kuasi Kontrak dapat dipersamakan dengan ketentuan yang mengatur mengenai Negotiorum Gestio (Perwakilan Sukarela) dan Solutio Indebiti (Pembayaran yang tidak wajib) pada Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Skripsi ini akan membandingkan hukum kontrak di Indonesia dengan sistem hukum Common law yakni mengenai ketentuan mengenai Negotiorum Gestio dan Solutio Indebiti dengan Kuasi Kontrak sebagai Equitable Remedies di Inggris dan Amerika Serikat. Penelitian ini adalah penelitian yuridis normatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat persamaan dan perbedaan kuasi kontrak dalam hal pengertian, syarat, dan bentuk pemulihannya. Adanya perbedaan dan persamaan yang ditermukan dalam penelitian ini adalah akibat dari adanya perbedaan tradisi hukum yang dianut oleh ketiga negara.

Indonesian Civil Code did not openly recognize the term of Quasi Contract. However, the concept of Quasi Contract are identical with the provisions regarding Negotiorum Gestio (Managements of another's affais) and Solutio Indebiti in the Indonesian Civil Code. This Paper compares the law of contracts in Indonesia with Common Law, regarding the provisions of Negotiorum Gestio and Solutio Indebiti (Payment of Something not Owed) with Quasi Contract as an Equitable Remedies in England and United States. This study is a normative juridical research. Results of this study shows that there are similarity and differences concerning Quasi Contract in sense of Definition, Terms, and Remedies. Similaritis and differences found, are the results of the difference law tradition that the three countries abide to."
Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sucipto Adhetama
"ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menurunkan konsumsi kantong plastik yang terjadi di minimarket 212Mart, Bojongkulur, Bogor. Penelitian dilakukan melalui penerapan teknik persuasive normative message yaitu membuat sebuah promosi melalui poster dengan isi pesan yang bersifat persuasif dan memiliki aspek normatif sehingga mengundang konsumen untuk tidak memakai kantong plastik. Selain itu, juga digunakan teknik nudge dengan menetapkan sebuah pilihan standar kepada konsumen untuk tidak memakai kantong plastik melalui penawaran yang diberikan oleh petugas kasir. Berdasarkan penerapan teknik intervensi yang sudah dilakukan, hasilnya penerapan teknik nudge dapat memberikan efek lebih baik pada penurunan konsumsi kantong plastik di 212Mart.

ABSTRACT
This study aimed to reduced the consumption of plastic bags in 212Mart, Bojongkulur, Bogor. The research had done through the application of persuasive normative message technique that was making a promotion through posters with persuasive message content and has normative aspect so that invite consumer not to use plastic bag. In addition, nudge techniques are also used by setting a default option for consumers not to use plastic bags through the offer provided by the cashier. Based on the application of intervention techniques that have been done, the application of nudge technique can give a better effect on the decrease of plastic bag consumption in 212Mart."
2018
T50878
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Roufan Naqib
"Saat ini, tidak jarang teknologi berupa algoritma digunakan untuk meminimalkan bias manusia dalam proses pengambilan keputusan dikarenakan pemrosesan dan prediksi algoritma dapat dikalkulasi, mendorong prediksi yang netral, tidak melibatkan bias, dan non-diskriminatif dalam membantu manusia mengambil keputusan. Kendati demikian, melalui langkah dekonstruksi Derrida dan mekanisme différance, penulis berargumen wacana tersebut secara inheren merupakan hal mustahil. Melalui analisis dekonstruktif, penulis membongkar gagasan tentang algoritma netral dan non-diskriminatif yang pada dasarnya dioperasikan sistem yang akan selalu terikat dengan jejak-jejak yang-lain, menyebabkan algoritma prediktf selalu parsial dan tidak penuh. Oleh sebab itu, penelitian ini mengungkapkan bahwa pengejaran terhadap netralitas algoritma prediktif akan selalu secara kuasi-transendental, mungkin-sekaligus-mustahil, dengan proses prediksi dan pemaknaan algoritma secara erat terkontekstualisasi dengan klasifikasi-klasifikasi data-data dan konteks makna yang dimunculkan.

Today, it is not uncommon for technology in the form of algorithms to be used to minimize human bias in the decision-making process within reason algorithmic processing and predictions could be calculated, thus encouraging neutral, unbiased, and non-discriminatory predictions in helping humans to make decisions. However, through Derrida's deconstruction and the mechanism of différance, the author argues that such discourse is inherently impossible. Through deconstructive analysis, the author dismantles the idea of a neutral and non-discriminatory algorithm that essentially operates a system that will always be bound by traces of the-other, causing predictive algorithms to always be partial and incomplete. Therefore, this research reveals that the pursuit of the neutrality of predictive algorithms will always be quasi-transcendental, possible-and-impossible, as the process of prediction and the meaning of the algorithm closely contextualized with the classifications of data and the context of meaning that is generated."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2025
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Harry Purnama
"Desain keselamatan kendaraan berbasis listrik dari tabrakan depan sangat diperlukan untuk keselamatan penumpang dan kompartemen baterai. Salah satu komponen struktur berdinding tipis yang berpengaruh untuk menyerap energi kinetik adalah crash box. Struktur berdinding tipis berpenampang top hat dengan variasi jarak las dan pemicu rusak merupakan salah satu terbosan untuk dapat meningkatkan kriteria kelaiktabrakan. Simulasi numerik dengan analisis kuasi statik dilakukan menggunakan perangkat lunak ABAQUS yang kemudian divalidasi dengan uji eksperimental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh struktur berdinding tipis berpenampang top hat dengan variasi jarak las dan pemicu rusak terhadap kriteria kelaiktabrakan. Tujuan selanjutnya adalah untuk mengetahui peletakan kompartemen baterai yang sesuai dengan desain keselamatannya. Dengan menambahkan pemicu rusak tipe long hole (LH) energi penyerapan (EA) meningkat 5.66% dan gaya maksimum (Pmaks) menurun 1.01%. Selain itu pada uji tumbukan depan penuh kendaraan mobil listrik, karena adanya deformasi pada bagian depan kendaraan, tidak disarankan meletakkan kompartemen baterai pada zona sekunder.

Electric vehicle safety design from the front collision is indispensable for passenger safety and battery compartment. One of the thin-walled structural components that affect absorbing kinetic energy is the crash box. A thin-walled structure with a top hat cross-section with variations in weld pitch and crush initiator is a breakthrough to improve crashworthiness criteria. Numerical simulations with quasi-static analysis were performed using ABAQUS software and then validated by experimental tests. This study aims to determine the effect of a thin-walled structure with a top hat cross-section with variations in welding distance and trigger damage on the criteria for crashworthiness. The next goal is to find out the placement of the battery compartment following its safety design. Adding a long hole type crush initiator (LH), the absorption energy (EA) increases by 5.66%, and the maximum force (Pmax) decreases by 1.01%. In the full front collision test of electric car vehicles, the following result is not recommended to place the battery compartment in the secondary zone due to deformation of the vehicle's front. "
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2021
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library