Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 41 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Henri Dunan Achiruddin
"ABSTRAK
PT. Kapurindo Sentana Baja (KSB) memiliki beberapa customer yang telah
melakukan pembelian secara rutin, diantaranya perusahaan air minum, waste water treatment,
pabrik-pabrik peleburan baja, pabrik-pabrik gula rafinasi, concrete dan lain-lain. Konsumen
utama dari KSB ini adalah pabrik peleburan baja PT. Krakatau Steel (KS) yang melakukan
pembelian berupa Quick Lime. Pada bulan Juli tahun 2006, KS menghentikan pembeliannya
dari KSB karena KS sudah memiliki Bisnis Unit (pabrik) yang dapat menghasilkan sendiri
produk Quick Lime. Walaupun demikian KS tetap membeli Quick Lime dari pemasok-
pemasok kecil lain yaitu industri tradisional yang menggunakan metode pembakaran
konvensional. Padahal sebagian besar penjualan KSB ditujukan kepada KS. Akibatnya KSB
saat ini mengalami permasalahan yaitu kehilangan pasar utamanya dan kapasitas mesin idle
sebesar 68,5% dari seluruh kapasitas produksinya.
KSB berdiri pada tahun 1990 yang merupakan anak perusahaan dari KS. Pada saat
terjadi krisis ekonomi tahun 1998, KSB dinyatakan pailit dan vakum selama kurang lebih
setahun. Pada tahun 1999 pihak manajemen KSB menjual saham-sahamnya kepada group
Wasa Mitra Engineering sebanyak 80% dan kepada Narakita Mitra Sarana sebanyak 20%.
Kemudian perusahaan kembali berproduksi pada bulan Mei tahun 2000 sampai dengan
sekarang. Di bawah Pengelolaan manajemen baru KSB berkomitmen untuk berupaya
menghasilkan produk-produk kapur yang berkualitas tinggi (High Grade Lime Product) dan
memberikan service yang Iengkap untuk memenuhi kebutuhan dan permintaan pelanggan.
Kehilangan utilisasi kapasitas produksi ini mendorong perusahaan untuk melakukan
tindakan antisipasi yang dapat mengembalikan perusahaan kepada kondisi awal dan
menciptakan profit. Manajemen KSB dihadapkan oleh dua inisiatif yang mungkin dapat
dijalankan bersamaan yaitu menawarkan produk Slaked Lime secara Iebih agresif dan tetap
bersaing dengan perusahaan kapur tradisional dengan tetap menjual Quick Lime."
2007
T21235
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Erni Yoesry
"Penerbangan menjadi salah satu media transportasi yang paling penting dalam era globalisasi. Terdapat beberapa perusahaan penerbangan yang menerapkan pola penerbangan berbiaya murah yang disebut dengan low cost carrier. Namun dalam beberapa bulan terakhir, jumlah penumpang transportasi udara mengalami penurunan. Hal ini diakibatkan kebijakan tarif penerbangan domestik di Indonesia mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Konsumen yang selama ini mendapatkan insentif melalui perang tarif yang diterapkan oleh maskapai, kini perlu beradaptasi dengan tarif baru yang lebih tinggi. Pemerintah dalam hal ini diwakili oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia mengundangkan 2 (dua) peraturan baru terkait tarif tiket pesawat yaitu Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 20 Tahun 2019 dan Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor KM 106 Tahun 2019. Peraturan ini dibuat untuk melindungi kepentingan masyarakat/penumpang angkutan udara dan untuk menjamin kelangsungan hidup perusahaan angkutan udara niaga berjadwal. Penelitian ini membahas mengenai pengaturan tarif penerbangan di Indonesia khususnya pada pelayanan low cost carrier (LCC) yang mengalami kenaikan tarif yang tinggi. Dan juga membahas mengenai praktik low cost carrier (LCC) di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif dengan menggunakan metode pendekatan perundang-undangan.

Flight has become one of the most important transportation media in the era of globalization. There are several airlines that implement low-cost flight patterns called low cost carriers. But in recent months, the number of air transportation passengers has decreased. This is due to the policy of domestic flight tariffs in Indonesia which experienced a fairly high increase. Consumers who have been getting incentives through the tariff war implemented by the airlines, now need to adapt to the new higher tariffs. The government, in this case represented by the Ministry of Transportation of the Republic of Indonesia, enacted 2 (two) new regulations relating to airline ticket tariffs, namely the Minister of Transportation Regulation of the Republic of Indonesia Number PM 20 of 2019 and Decree of the Minister of Transportation of the Republic of Indonesia Number KM 106 of 2019. This regulation is designed to protect interests air transport community/passengers and to ensure the survival of scheduled commercial air transport companies. The focus of this thesis includes: first, about regulation of flight tariffs in Indonesia, especially in low cost carrier (LCC) service which experience high tariff increase. And also the practice of low cost carrier (LCC) implementation in Indonesia. This research is a normative legal research and using the statue approach method."
Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2019
T52867
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Kianty Yunaztia Puteri
"ABSTRAK
Sebuah proyek tidak akan berhasil jika tidak menganalisa biaya dari proyek tersebut. Tesis ini membahas laporan biaya dari dua proyek yang berbeda. Saya akan menjelaskan tentang analisa biaya dari proyek pemerintah dan proyek dari perusahaan swasta. Tesis ini akan menjelaskan biaya dan manfaat dari dua proyek dari sisi penduduk, lingkungan, dan lain-lain kemudian akan menentukan satu proyek yang memiliki biaya paling sedikit atau manfaat yang lebih besar.

ABSTRACT
A project will not succeed if it does not analyse the costs of the project. This thesis discusses the cost report of two different projects. I will explain the cost analysis of government projects and projects from private companies. This thesis will explain the costs and benefits of the project from the side of the population, the environment, etc. then, it will determine one project that has the least cost or the more borne benefits."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2019
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Silangit, Yudhistira Adi Nugraha
"Pertumbuhan industri penerbangan di Indonesia berjalan dengan sangat pesat sejak dikeluarkannya Peraturan Pemerintah No 40 Tahun 1999. Hal ini dapat kita lihat dengan munculnya perusahaan penerbangan baru, yang menurut data dari Departemen Perhubungan sampai dengan tahun 2002 sudah ada terdaftar 30 perusahaan penerbangan baru. Persaingan antar perusahaan penerbangan yang semakin kompetitif, membuat perusahaan semakin gencar dalam memformulasikan strateginya, strategi tiket murah atau low cost carrier merupakan strategi yang umum digunakan oleh perusahaan penerbangan di Indonesia. Berdirinya perusahaan yang menawarkan konsep biaya rendah mengakibatkan terjadinya pergeseran jumlah penumpang angkutan udara, yakni pengguna jasa perusahaan penerbangan konvensional seperti Garuda Indonesia Airlines ke perusahaan perusahaan baru yang memberikan harga lebih rendah untuk rute yang sama seperti Lion air, Adam Air dan sebagainya. Secara tidak langsung akan mengakibatkan penurunan jumlah penumpang yang akhirnya berpengaruh terhadap kinerja perusahaan itu sendiri, hal ini dapat terjadi karena pada industri penerbangan faktor jumlah penumpang, faktor harga tiket dan faktor musim sangat mempengaruhi kinerja perusahaan itu sendiri, disamping faktor faktor yang berkaitan dengan operasional perusahaan seperti harga bahan bakar dan nilai tukar.
Berdasarkan data data yang diperoleh, karya akhir ini bertujuan untuk melihat apakah faktor musim mempengaruhi harga tiket dan jumlah isian penumpang pada industri penerbangan. Dalam penelitian ini kita menggunakan pengujian cross sectional dengan menggunakan data setiap bulan dari PT GIA periode tahun 2002-2003. Pengujian dilakukan atas variabel musim dan dihubungkan dengan variabel jumlah penumpang dan harga sebagai variabel terikatnya, yang dipisahkan berdasarkan rute rute yang dijadikan sample yakni rute Jakarta-Surabaya, Jakarta-Denpasar, Jakarta-Ujungpandang, dan Jakarta-Medan. Pengolahan data selain dengan menggunkan analisa grafik juga menggunakan SPSS versi 12 yang menghasilkan persamaan regresi dari variabel penelitian.
Hasil penelitian yang dilakukan atas variabel yang tersedia untuk masing masing sektor menunjukan bahwa pengaruh musim tidak signifikan terhadap jumlah penumpang kecuali untuk rute rute tertentu seperti Jakarta-Denpasar, hal ini dapat terjadi karena faktor tujuan wisata. Sedangkan variabel musim mempunyai pengaruh terhadap harga tiket dan secara statistik hubungan tersebut siknifikan walaupun dalam kategori sedang.
Berdasarkan hasil penelitian secara umum faktor musim lebih kuat mempengaruhi harga dibandingkan mempengaruhi jumlah penumpang. Karena keterbatasan data yang tersedia, penelitian juga dilakukan untuk melihat pengaruh simultan antara variabel musim dan harga tiket terhadap variabel jumlah penumpang, dari hasil pengujian diperoleh hasil yang tidak jauh berbeda dengan hasil uji sedarhana terhadap jalur jalur yang dijadikan pengujian, dimana jumlah penumpang tidak semuanya dipengaruhi oleh variabel musim dan harga tiket pada rute rute tertentu, sehingga diperoleh hasil bahwa disamping musim dan harga tiket faktor rute juga berpengaruh terhadap jumlah penumpang tersebut. Hasil dari penelitian ini masih dapat berubah, ini disebabkan karena keterbatasan data yang dijadikan sebagai variabel parameternya. Untuk penelitian selanjutnya bila memungkinkan untuk menambahkan variabel bebas yang berbeda agar diperoleh hasil yang berbeda dan lebih baik dari penelitian ini."
2007
T 23846
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Problems to provide the latest geo - information data in Indonesia that has characteristics of land - sea and cloud region remain a challenge to researchers..."
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Siskanita
"The airlines in Indonesia at this moment are deeloping very fast. Since the establishment of the Aviation Deregulatation in 1999, a lot of airlines have been entering the airlines world. Each airline owns its own method to attract customers. Some airlines remain in the Full Service Airlines (FSA) concept which offers good service with normal pricing, but some choose the Low Cost Airlines (LCA) method which offers low fare flights.
The objective of this research is to compare the ticket fare between Air Asia, which uses the low cost concept, with Garuda Indonesia, wich uses the full service concept, based on the ticket reservation method used.
Researcher also analysed the effects of reservation methods and timing to the low fare tickets for both AirAsia low cost concept and Garuda Indonesia full service concept This Research was conducted during December 2007. 80 questions was distributed, consisted 14 questions that related to all indicators as mentioned above. This research used accidental convenience sampling.
Researcher used the quantitative dan descriptive methods by using T-Test Independent Samples to analyse the comparison and Anova to analyse the effect by using SPSS Version 15.0.
This research found that the comparison of the effect of flight ticket
reservation method option to the price level between low cost airlines, represented by Garuda Indonesia has a significant influence. The reservation method and time reservation have a significant influence to the price."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2008
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Iza Yuliza
"Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang signifikan mempengaruhi penurunan profitabilitas PT XY selama tahun 2016-2017 dan memberikan rekomendasi untuk membantu perusahaan dapat memperbaiki dan mengoptimalkan kinerja keuangannya di tengah ketatnya persaingan industri penerbangan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode studi kasus pada salah satu perusahaan penerbangan berbiaya rendah (LCC) di Indonesia. Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari data internal perusahaan berupa laporan kinerja keuangan dan kinerja operasional perusahaan, selain itu juga menggunakan data-data operasional industri yang diperoleh dari Departemen Perhubungan RI dan Badan Pusat Statistik.
Berdasarkan hasil penelitian, penuruanan profitabilitas perusahaan pada tahun 2016-2017 terutama dipengaruhi oleh pertumbuhan output yang rendah, perubahan harga input yang meningkat, tingkat keterisian pesawat yang belum optimal, serta faktor-faktor eksternal lainnya yang sangat mempengaruhi penurunan profitabilitas maskapai. Penelitian ini juga memberikan beberapa rekomendasi kepada perusahaan dalam upaya untuk meningkatkan pendapatan usahanya dan upaya terhadap efisiensi biaya perusahaan.

The objective of this research are to identify significant factors that affect company profitability for the year 2016 sd. 2017 and to give recommendations to support company performance in order to optimization and improvement in the middle of tight competition in airline industry. This research conducted using case study in one of Indonesian Low cost carrier airlines. The data obtained is from internal company data, particularly financial and operation performance report, besides there are also operational performance data obtained from Ministry of Transportations and Central Bureau of Statistic.
The result of this research indicate that decrement company profitability for the year 2016-2017 mainly affected by low output growth, increment of input price, load factor that has not reached optimal yet, and other external factors that significantly affect airline profitability. This research also gives recommendations for company in attempt to increase their operating revenues and cost efficiency program. 
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2019
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
William Yeremia
"Tesis ini membahas pengaruh country of origin, product quality, dan self-congruity terhadap repurchase intention konsumen kendaraan LCGC Indonesia. Peneliti juga meneliti apakah terdapat moderasi dari self-congruity terhadap pengaruh country of origin dan product quality terhadap repurchase intention konsumen kendaraan LCGC Indonesia. Dari hasil penelitian, peneliti menyarankan kepada produsen kendaraan LCGC untuk mengubah strategi pemasaran mereka, dan mengubah image pengguna LCGC untuk dapat meningkatkan penjualan kendaraan LCGC. Peneliti juga telah memberikan saran untuk penelitian berikutnya untuk mengingkatkan kualitas dari penelitian terhadap repurchase intention konsumen kendaraan LCGC Indonesia.

This thesis discusses the influence of country of origin, product quality, and self-congruity consumer intention to repurchase the vehicle LCGC Indonesia. Researcher wants to know which factors that most affecting the consumer intention to repurchase the LCGC vehicle Indonesia. From the results of the study, the researcher suggests the LCGC vehicle manufacturers to change their marketing strategies, and change the image of LCGC users to be able to increase vehicle sales LCGC. Researchers have also provided suggestions for subsequent research to remind the quality of research on repurchase intention vehicle LCGC Indonesian consumers."
Depok: Universitas Indonesia, 2015
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sinaga, Lee Klein
"Radiant infant warmer adalah perangkat medis yang menjaga bayi tetap hangat sekaligus memungkinkan intervensi medis tanpa mengganggu akses tenaga medis. Perangkat di pasaran umumnya membutuhkan daya minimal 700 Watt, berat 120 kg, dan harga sekitar Rp 40 juta. Studi ini bertujuan mengembangkan prototipe radiant infant warmer yang lebih murah, ringan, dan mampu menjaga suhu bayi dalam rentang 35-36ºC. Prototipe dibuat menggunakan material kayu multiplex dan dikendalikan mikrokontroler yang mengatur daya lampu pemanas berdasarkan sensor DS18B20. Pengujian dilakukan pada suhu ambient 26ºC dan kelembapan 62%, menggunakan lampu PX Infrared 100 Watt dan PX Spot Beam 60 Watt. Lampu dipasang pada reflektor downlight 130 mm. Hasil menunjukkan lampu PX Infrared mencapai suhu 35ºC di titik tengah dalam 2 menit 50 detik dengan daya awal 101,5 Watt, lalu mencapai kondisi tunak pada rata-rata 35,41ºC dengan daya 36,5 Watt. Lampu PX Spot Beam membutuhkan waktu 11 menit 25 detik, dengan untuk mencapai kondisi tunak dengan rata-rata temperatur 35,71ºC dengan daya 57,5 Watt. Distribusi panas lebih merata pada Spot Beam, sedangkan Infrared lebih cepat memanaskan. Prototipe ini berhasil dibuat dengan biaya Rp 2.344.150.

A radiant infant warmer is a medical device designed to keep infants warm while allowing medical interventions without obstructing access for healthcare providers. Commercial devices typically require a minimum of 700 watts of power, weigh 120 kg, and cost around Rp 40 million. This study aims to develop a prototype of a radiant infant warmer that is more affordable, lightweight, and capable of maintaining an infant’s temperature within the range of 35–36°C. The prototype was constructed using multiplex wood materials and controlled by a microcontroller that adjusts the heater lamp's power based on DS18B20 sensor readings. Testing was conducted at an ambient temperature of 26°C and 62% humidity, utilizing a 100-watt PX Infrared lamp and a 60-watt PX Spot Beam lamp. The lamps were mounted on a 130 mm downlight reflector. Results showed that the PX Infrared lamp reached 35°C at the center point in 2 minutes and 50 seconds with an initial power of 101.5 watts, then hold steady at an average temperature of 35.41°C with a power of 36.5 watts. The PX Spot Beam lamp required 11 minutes and 25 seconds to get steady at averaging temperature 35.71°C with a power of 57.5 watts. The Spot Beam provided more uniform heat distribution, while the Infrared lamp heated faster. The prototype was successfully built at a  cost of Rp 2,344,150."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Palupi Satya Kusuma
"Salah satu alternatif untuk memecahkan kebutuhan rumah di perkotaan yang hannya terbatas adalah dengan mengembangkan model hunian secara vertikal berupa bangunan rumah susun. Untuk kelompok masyarakat berpendapatan menengah dan rendah disediakan rumah susun sederhana (Rusuna). Melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Nasional Tahun 2004 -2009 mengamanatkan pembangunan Rumah Baru Layak Huni sebesar 1.350.000 unit yang antara lain terdiri dari 25.000 unit Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) dengan mengundang peran serta swasta. Kesesuaian lahan yang menjadi lokasi pembangunan rusunami merupakan salah satu daya tarik bagi konsumen untuk membeli rusunami. Variabel terkait lokasi lahan inilah yang akan diidentifikasi untuk mendapatkan gambaran tentang ekspektasi konsumen.
Identifikasi variabel dominan terkait lokasi lahan yang mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli rusunami merupakan topik penelitian yang diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah untuk mencari dan memutuskan lokasi lahan yang tepat untuk dibangun rusunami. Teknik Delphi digunakan untuk memperoleh konsensus pakar berkenaan dengan faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih lahan rusunami. Sedangkan pembobotan faktorfaktor untuk mendapatkan kriteria pemilihan lahan rusunami dilakukan dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP).
Dari hasil pembobotan diambil 10 (sepuluh) peringkat teratas untuk dijadikan kriteria pemilihan lahan rusunami sekaligus digunakan sebagai alat penilaian lokasi lahan yang ditetapkan pemerintah untuk pembangunan rusunami dengan sampel lokasi di kotamadya Jakarta Timur. Dari hasil penilaian dapat diambil kesimpulan tentang peringkat lahan yang layak untuk dibangun rusunami dari sudut pandang konsumen. Adapun skoring penilaian lahan perlu ditindaklanjuti melalui penelitian yang lebih tajam pada masa pasca konstruksi untuk mendapatkan batas minimum skor lahan yang mewakili kelayakan lahan untuk dijadikan investasi.

One alternative to solve the housing needs in the big city with limited land and high density is to develop a vertical living model such as apartments or flats. For the poor, the government tend to facilitate the construction of low-cost apartments. Through the Housing Constuction Middle Plan Year 2004-2009, the Government announce 1,350,000 units low-cost housing construction including 25,000 low-cost privat-apartment in cooperation with private developers. The land suitability where the low-cost privat-apartment buildings located will become one point of attraction for consumer to buy. These variables related to land will be identificate to perceive the consumer expectation about an ideal land for their property.
The identification of dominant variables related land that affect consumer decision to buy low-cost privat-apartment is the research topics which could be a suggestion for the government to acquire the suitable land for low-cost privatapartment. Delphi technique is used to get the expert consensus related to factors that should be consider in selecting low-cost privat-apartment land. Followed by using the Analytical Hierarchy Process (AHP) method to weighting those factors.
The 10 (ten) upper ranks from the weighting result then being used as a land selection criteria also as an evaluation tool which can be adopted in some location, for example in East Jakarta. These land evaluation using scoring system need to have further deep research after construction phase to get the minimum land score representing the feasibility for investment."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2008
T25055
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5   >>