Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Ibrahim Aji Nugroho
"Kesehatan merupakan kebutuhan hidup dasar manusia, pemerintah wajib menjamin ketersediaan kesehatan bagi setiap masyarakat khusunya pasien lansia. Pasien lansia mempunyai kebutuhan yang berbeda dengan kelompok umur lainnya. Pasien lansia yang membutuhkan pelayanan kesehatan terkendala oleh akses mereka untuk mendapatkan pelayanan tersebut. Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dan Pemerintah Daerah berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan hidup lansia, terutama di bidang kesehatan. Untuk itu dijalankan program Puskesmas Keliling dengan tujuan untuk meningkatkan akses pasien lansia dalam memperoleh pelayanan kesehatan. Kota Administrasi Jakarta Selatan merupakan salah satu wilayah dengan jumlah lansia terbanyak di Provinsi DKI Jakarta. Penelitian ini memilih lokus penelitian pasien lansia di wilayah Kecamatan Setia Budi Jakarta Selatan, karena jumlah lansia yang lebih sedikit sehingga lebih mudah dievaluasi pelaksanaan program tersebut.Penelitian ini menggunakan pendekatan post positivist dengan teknik pengumpulan data wawancara mendalam dan studi kepustakaan. Penelitian ini menggunakan teori yang menyatakan bahwa akses dapat ditinjau dari 5 dimensi yakni, availability, acessability, affordability, adequacy, dan acceptability. Hasil penelitian menemukan bahwa beberapa indikator akses telah terpenuhi pada semua dimensi kecuali dimensi acessability.

Health is a basic human necessity, the government is obliged to guarantee the availability of health for every community especially elderly patients. Elderly patients have needs that are different from other age groups. Elderly patients who need health services are constrained by their access to these services. The Government through the Ministry of Health and Local Government seeks to improve the welfare of the lives of the elderly, especially in the health sector. For this reason, the Mobile Health Centers program was established with the aim of increasing the access of elderly patients in obtaining health services. The South Jakarta area is one of the regions with the highest number of elderly people in DKI Jakarta Province. This study chooses the locus of research for elderly patients in the Setia Budi sub-district of South Jakarta, because the number of elderly is smaller so it is easier to evaluate the implementation of the program. This research uses an approach post positivist with in-depth interview data collection techniques, observation and literature study. This study uses a theory which states that access can be viewed from 5 dimensions namely, availability, accessibility, affordability, adequacy, and acceptability. The results found that access indicators were met in all dimensions except affordability dimensions."
Depok: Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia, 2019
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Bella Theresia Harianja
"ABSTRAK
Mobile Health adalah bentuk inovasi dari teknologi e-health yang dimanfaatkan dalam dunia kesehatan dimana inovasi ini dapat menjangkau lapisan masyarakat dengan menggunakan media komunikasi yang saat ini sangat dekat dengan manusia. Aktivitas mHealth semakin tersebar secara luas di seluruh dunia. Sejak tahun 2016, tercatat ada 259.000 aplikasi mhealth tersedia di App store, seperti Halodoc. Jabodetabek sebagai area megapolitan terbesar di dunia dapat menjadi target penerapan mHealth yang potensial dengan menargetkan Generasi Y sebagai pengguna potensial. Tingkat penerimaan terhadap penerapan mobile health berbeda untuk setiap generasi. Generasi Y yang merupakan generasi dengan kelompok umur 18-39 tahun memiliki karakter yang unik seperti melek teknologi dan sebagian besar secara suka rela dapat mengadopsi teknologi baru. Namun menurut Deloitte Indonesia hanya sekitar 10% dari jumlah penduduk di Indonesia yang sudah menggunakan aplikasi digital berbasis kesehatan sehingga penelitian ini menggunakan Model UTAUT yang telah diperluas untuk menemukan faktor yang berpengaruh terhadap penggunaan aktual mobile health di Jabodetabek. Faktor performance expectancy, social influence, perceived reliability menjadi faktor yang dapat mempengaruhi keinginan seseorang dalam menggunakan aplikasi mobile health. Faktor-faktor ini kemudian digunakan untuk merancang rekomendasi strategi dalam meningkatkan adopsi aplikasi Halodoc di Jabodetabek dan divalidasi menggunakan Diagram Importance-Performance Analysis.

ABSTRACT
Mobile Health is an innovation from e-health technology that is utilized in the world of health where this innovation can reach the layers of society by using trend communication media. MHealths activities are increasingly widespread throughout the world. Since 2016, there have been 259,000 health applications available on the App store, such as Halodoc. Jabodetabek as the largest megapolitan area in the world can be a target of potential mHealth implementation by targeting Generation Y as a potential user. The level of acceptance of the application of mobile health is different for each generation. Generation Y, which is the 18-39 age group, has unique characteristics such as technology literacy and most can voluntarily adopt new technologies. However, according to Deloitte Indonesia, only about 10% of the population in Indonesia already uses health based digital applications, so this study uses the expanded UTAUT Model to find factors that influence the actual use of mobile health in Jabodetabek. Performance expectancy factors, social influence, perceived reliability become factors that can influence ones desire to use mobile health applications. These factors are then used to design strategy recommendations in increasing the adoption of Halodoc applications in Jabodetabek and are validated using the Importance-Performance Analysis Diagram.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library