Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 10 dokumen yang sesuai dengan query
cover
"Oessofago-gastro-duodenoscopy (OGD) dilakukan pada pasien yang diterima melalui sistem "open access" dan sistem biasa."
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Sharma, B.
"Oesofago-Gastro-Duodenoscopy (OGD) dilakukan pada pasien yang diterima melalui sistem "open acces " dan sistem biasa. Keluhan dapat berbeda pada pasien yang berumur < 45 tahun atau yang berumur > 45 tahun. Diagnosis rujukan, umur, gender dan faklor lingkungan dapat menimbulkan implikasi penting. Studi ini ditujukan untuk mempelajari profil pasien yang datang untuk OGD berdasarkan usia (< 45 tahun atau > 45 tahun) antara Januari 2004 - Desember 2004 yang dirujuk berdasarkan "open acces system" di wilayah sub-Himalaya, India Utara. Studi ini dilakukan di Indira Gandhi Medical College. Pasien dibagi dua kelompok: kelompok I usia < 45 tahun dan kelompok II usia > 45 tahun. Dari 1186 pasien, 451 (38%) adalah perempuan, 735 (62%) adalah laki-laki. Enam ratus enambelas pasien (52%) berusia < 45 tahun dan 570 (48%) berusia > 45 tahun. Dari kelompok /, 431 (70%) menunjukkan gambaran endoskopi yang normal dan 185 (30%) menunjukkan kelainan. Pada kelompok II 302 (53%) menunjukkan gambaran endoskopi yang normal, dan 268 (47%) memperlihatkan kelainan pada endoskopi. Ulkus gaster dan masa lebih sering terlihat pada kelompok > 45 tahun. "Gastro-esophageal reflex disease" (GERD) lebih sering pada usia muda. Gejala subjektif sama pada kedua kelompok. Disimpulkan bahwa untuk gejala yang sama, kelainan OGD lebih sering pada kelompok usia > 45 tahun. Hasil positif meningkat dari 30% menjadi 47% antara usia < 45 dan > 45 tahun. Disimpulkan bahwa semua pasien usia > 45 Tahun perlu dirujuk untuk endoskopi pada kali pertama kelainan gastrointestinal atau adanya alarm simtom. (MedJ Indones 2006; 15:90-3).

The Oesophago-Gastro-Duodenoscopy (OGD) is done in patients received by either open access system or the conventional system. The presenting complaints and OGD findings may differ among patients with age < 45 yrs and those who are more than 45 yrs old. The referral diagnosis, age, sex, and environmental factors have important implications on the chances of finding and objective abnormality on endoscopy in a patient. This study was aimed to evaluate to evaluate the profile of ! 186 patients divided into younger (<45 yrs) and older age (45 or > 45 yrs) groups presenting for oesophago gastroduodenoscopy through open access referral system in sub-Himalayan region of North India. This is a retrospective study carried out on patients who underwent the OGD from Jan, 2004-Dec, 2004. The study was conducted in Indira Gandhi Medical College situated at a moderate altitude in North India. All patients presenting in Medical College during the study period for OGD were taken into study. The patients were divided into two groups based on age; less than 45 yrs and 45 yrs or more than 45 yrs. Their presenting complaint, age, sex, and OGD findings were recorded. The profile was compared between the two groups. A total of 7186 patients underwent OGD; the females were 451(38%) and males were 735(62%); 616(52%) were < 45 yrs old and 570(48%) of the patients were 45 yrs or older. In the group I 431(70%) had a normal endoscopy and 185(30%) showed abnormal endoscopic findings. In group II 302(53%) had a normal endoscopy, and 268(47%) had abnormal findings on endoscopy. Gastric ulcers, mass lesion/new growth were more common in elderly group, Gastro-esophageal reflux disease (GERD) was more common in younger group. The presenting complaints were similar in both groups. It is concluded that for the same presenting diagnosis the yield of OGD was more in patients > 45 yrs old. The positivity rate increased from 30% in < 45 yrs to 47% in the elderly cohort. So, all people >45 yrs should go for endoscopy at the first hint of upper Gl pathology, or appearance of alarm symptoms. (MedJ Indones 2006; 15:90-3)."
[place of publication not identified]: Medical Journal of Indonesia, 2006
MJIN-15-2-AprilJune2006-90
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Bulqis Khumairo
"OA menjadi model baru dalam proses komunikasi ilmiah. Dalam berbagai penelitian menunjukkan bahwa OA memberikan dampak meningkatnya penelitian dengan memberikan akses pada artikel secara gratis untuk semua orang yang tertarik. Gerakan OA tidak hanya terbatas pada proses penyebaran dan promosi karya dari komunitas penelitian, namun telah berkembang pada repositori institusi individu, arsip elektronik dari hasil penelitian staf yang bekerja pada institusi tersebut.Beberapa perpustakaan akademik mulai mengembangkan Open Access Institutional Repository (OAIR). Seiring dengan perkembangan OAIR, civitas akademika dituntut untuk produktif dalam melakukan publikasi ilmiah. Perkembangan OAIR dan publikasi ilmiah merupakan komponen yang sangat penting dalam komunikasi ilmiah. Penelitian ini bertujun untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara ketersediaan dan keteraksesan OAIR dengan produktivitas ilmiah dosen. Metode penelitian ini adalah kuntitatif deskriptif. Responden berjumlah 70 orang dosen dari 3 Perguruan Tinggi yang mendapatkan SINTA Awards 2018 yaitu Universitas Indonesia, UIN Sunan Gunung Djati dan Poltekkes Kemenkes II Jakarta. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dalam bentuk online maupun offline. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa ketersediaan dan keteraksesan pada sistem OAIR mendapat nilai koefesien korelasi berganda sebesar 0,812 dan nilai signifikansi sebesar 0,000, sehingga terdapat pengaruh positif dan memiliki hubungan yang sangat kuat terhadap produktivitas ilmiah pada kalangan dosen."
Jakarta: Perpustakaan Nasional RI, 2019
020 PUS 26:4 (2019)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Eko Handoyo
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan kebijakan akses terbuka (open access) pada repositori institusi. Sampel yang diambil yaitu Perpustaakaan Perguruan Tinggi Negeri yang ada di Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara. Analisis data menggunakan empat tahap yaitu tahap pengumpulan data, tahap reduksi data, tahap penyajian data, tahap verifikasi serta penarikan kesimpulan. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling purposive dengan
menetapkan dua kriteria sampel yaitu1). memiliki repositori perpustakaan, 2) memiliki kebijakan pengelolaan repositori perpustakaan. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa seluruh perpustaakaan PTN di Jawa Tegah telah menggunaan repositori. Adapaun software yang digunakan rata-rata menggunakan Eprints, selebihnya Slims dan membuat aplikasi sendiri. Konten yang terdapat di repositori adalah karya tulis ilmiah karya sivitas akademika baik dalam bentuk TA, Skripsi, disertasi, jurnal, dan majalah ilmiah. Kebijakan akses yang diterapkan informan menggunakan kebijakan open
access sebanyak 25%, partial access sebanyak 66,67% dan close access sebanyak 8,3%. Faktor yang memperngaruhi pelaksanaan open acces adalah 1). Hak cipta masih ada pada penulis 2). Belum ada kebijakan tertulis 3). Kepala perpustakaan tidak memiliki hak penuh untuk menentukan kebijakan 4). terdapat perbedaan pandangan antar pemangku jabatan terhadap repositori institusi akses terbuka berdampak pada kebijakan akses dan aksesibilitas ke repositori institusi, bahwa dalam rangka perlindungan karya akademik diterapkan pembatasan akses. Payung hukum yang digunakan untuk melaksanakan kebijakan akses repositori pada institusi yaitu dengan menerbitkan Surat Keputusan Rektor (SK), Standard Operating Procedure (SOP) dan kebijakan perguruan tinggi. Sedangkan peran kepala perpustakaan dalam penerapan repositori sebagai fasilitator dalam penyusunan payung hukum dan kebijakan akses konten repositori."
Jakarta: Pusat Jasa Perpustakaan dan Informasi, 2020
020 VIS 22:1 (2020)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Marlon Arthur Huwae
"ABSTRAK
To develop tourism sustainably in an emerging tourism destination especially Raja Ampat, there is a need to manage regional identity and develop governance arrangements that bond tourism development and community together. the government as a key initiator of community empowerment, needs to ensure its governance arrangements are efficient. this paper develops a framework to measure the effectiveness of regional governance for sustainable tourism development based on two main elements: sustainable development plus and tourism governance. sustainable development plus consists of two core named internal and external layers. the tourism governance is then measured by data triangulation, and analysis. The result of the analysis is articulated into tourism governance index and management strategy based on Boston Consulting Group Matrix. this framework which later transformed into governance matrix can be used to set up governance index to help the government improve the governance performance. the android based app open access is also developed to bring policy making process closer to the community and global sphere."
Jakarta: Badan Perencanaan PembangunaN Nasional (BAPPENAS), 2018
330 JPP 2:3 (2018)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Irman Siswadi
"Komunikasi ilmiah (scholarly communication) dapat berjalan lancar apabila kelompok kepentingan sebagai satu mata rantai berfungsi dengan baik. Seluruh komponen memiliki peran penting untuk menciptakan suatu komunikasi ilmiah yang sehat. Perpustakaan sebagai salah satu kelompok kepentingan memiliki posisi strategis di dalamnya.Tulisan ini menekankan pada peran perpustakaan sebagai salah satu kelompok kepentingan dalam mata rantai komunikasi ilmiah.
Berbagai kelompok kepentingan mewarnai proses komunikasi ilmiah. Fungsi perpustakaan sebagai pusat informasi yang mengumpulkan dan menyebarkan berbagai jenis karya baik dalam yang dikategorikan ilmiah maupun yang tidak.Agar supaya seluruh karya tersebut dapat dikomunikasikan kembali kepada pemustaka diperlukan beberapa langkah dalam bentuk kebijakan lanjutan. Perpustakaan perlu membuat kebijakan dalam hal jenis koleksi yang akan didigitalisasikan, hal akses, infrastruktur jaringan dan internet sampai dengan SDM yang dalam hal ini pustakawan. Apabila seluruh unsur di atas diperhatikan dengan baik maka perpustakaan secara langsung sudah dapat menjalankan perannya dengan baik sebagaimana yang diharapkan satu sistem komunikasi ilmiah."
Jakarta: Pusat jasa Perpustakaan dan Informasi ( Perpustakaan Nasional RI), 2009
020 VIS 11:1 (2009)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Sulistyo Elly Hariyanto
"ABSTRAK
Pengendalian Energi merupakan salah satu tantangan terbesar bagi umat manusia. Gas Bumi khususnya semakin berperan dalam iklim dimana cadangan minyak bumi yang semakin menipis sebagai salah satu alternatif yang dapat menggantikan BBM, selain harganya murah juga bersahabat dengan lingkungan.
Dalam pengembangannya masalah letak geografis sebagai kendala yang harus diatasi karena letak sumber gas bumi yang berskala besar jauh terpisah dari pengguna gas bumi, oleh karena itu diperlukan suatu jaringan pipa gas untuk menghubungkan dari sumber gas ke sentra - sentra konsumen.
PT. Perusahaan Gas Negara (Persero ) salah satu Badan Usaha Milik Negara dibawah Departemen Pertambangan dan Energi yang mempunyai peran dalam mendayagunakan pemanfatan gas baik gas bumi maupun gas buatan sebagai bahan bakar gas di dalam negeri bagi kepentigan masyarakat luas dengan memanfaatkan sitem Jaringan Pipa Transmisi dan Distribusi disertai pelayanan teknis sampai titik bakarnya.
Namun demikian dalam mengantisipasi persaingan dipasar bebas dimana menerapkan prinsip usaha terpisah ( unbundling) akan muncul pesaing baik swasta nasional maupun asing dibidang distribusi gas yang juga sebagai pemasar ( Marketer ) maka diperlukan strategi pemasaran yang cocok.
Untuk mengetahui seberapa besar daya saing perusahaan dilakukan Analisis secara makro maupun makro. Analisis makro yaitu menganalisis sumberdaya perusahaan untuk mengetahui kompetensi yang dimiliki dengan mengaudit sumberdaya yang ada. Sedangkan analisis makro untuk mengetahui dimana posisi kompetitif perusahaan berada, dengan melihat kekuatan, kelemahan, peluang dan kendala ( SWOT) kemudian dipetakan dalam suatu model dari Boston Consulting Group ( BCG matrix).
Sedangkan untuk pemetaan produknya dilakukan dengan melalui kajian terhadap daya tarik pasar dan daya saing perusahaan yang digambarkan dalam GE 9 cell.
Dari hasil analisa BCG, posisi perusahaan pada kwadran I yang artinya Strategi yang ditempuh saat ini adalah " Rapid Growth Strategy ", sedangkan pemetaan produknya posisi perusahaan berada pada " Selective Growth "."
1998
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dian Wijayanto
"Secara kuantitas, perikanan demersal adalah produksi utama perikanan pesisir Semarang,. Sedangkan pemanfaatan sumberdaya perikanan Semarang, termasuk sumberdaya ikan demersal, diduga telah mengalami gejala overfishing. Penelitian ini dimaksudkan untuk meneliti gejala overfishing sumberdaya perikanan demersal pesisir Semarang, menganalis s faktor-faklor yang menyebabkan overfishing serta menganalisis tingkat pemanfaatan yang optimal sumberdaya perikanan demersal di perairan pesisir Semarang dengan pendekatan Maximum Sustainable Yield (MSY), Open Access Equilibrium (OAE) dan Maximum Econc mic Yield (MEY).
Kegiatan utama penelitian ini dimulai dengan pengumpulan dan penyusunan data Catch per Unit Effort (CPUE) perikanan demersal beserta upaya penangkapan (trip) yang diurutkan secara runtut waktu (time series). Data CPUE dan upaya penangkapan yang digunakan adalah data setelah dilakukan standarisasi alat tangkap dengan alat tangkap dogol sebagai basis. Selanjutnya dilakukan uji stasioneritas terhadap data CPUE perikanan demersal dan upaya penangkapan terstandarisasi. Kemudian dilakukan pendugaan parameter (a dan b), serta survei mengenai rata-rata harga ikan demersal dan biaya per trip alat tangkap dogol. Selanjutnya dilakukan penghitungan tingkat pemanfaatan yang optimal sumberdaya perikanan demersal dengan pendekatan MSY, DAE dan MEY.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perikanan demersal pesisir Semarang telah mengalami overfishing yang dimulai pada tahun 1596. Faktor penyebab overfishing adalah operasi penangkapan ikan yang berlebihan, prnggunaar slat tangkap yang tidak ramah lingkungan dan degradasi lingkungan perairan pes sir Serr arang. Berdasarkan pendekatan MSY, tingkat pemanfaatan optimal sumberdaya ikan demersal di perairan pesisir Semarang adalah catch 2.091 tonltahun dan effort 843 trip dogol/tahun, , sedangkan berdasarkan pendekatan UAE, tingkat pemanfaatan optimal adalah catch 127 ton/tahun dan effort 1661 trip dogolltahun, Berdasarkan pendekatan MEY, tingkat pemanfaatan optimal adalah catch 2.090 tonltahun dan effort 830 trip dogolltahun. Pendekatan MEY terbukti paling optimal dalam menghasilkan rente atau profit terbesar dan tetap memperhatikan aspek kelestarian karena tingkat pemanfantannya tidak melampaui MSY.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2006
T 20408
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"This open access book summarizes research being pursued within the Manutelligence project, the goal of which is to help enterprises develop smart, social and flexible products with high value added services. Manutelligence has improved Product and Service Design by developing suitable models and methods, and connecting them through a modular, collaborative and secure ICT Platform. The use of real data collected in real time by Internet of Things (IoT) technologies underpins the design of product-service systems and makes it possible to monitor them throughout their life cycle. Available data allows costs and sustainability issues to be more accurately measured and simulated in the form of Life Cycle Cost (LCC) and Life Cycle Assessment (LCA). Analysing data from IoT systems and sharing LCC and LCA information via the ICT Platform can help to accelerate the design of product-service systems, reduce costs and better understand customer needs. Industrial partners involved in Manutelligence provide a clear overview of the project’s outcomes, and demonstrate how its technological solutions can be used to improve the design of product-service systems and the management of product-service life cycles."
Switzerland: Springer Cham, 2019
e20502501
eBooks  Universitas Indonesia Library
cover
Jakarta: Pusat Jasa Perpustakaan dan Informasi, {s.a.}
020 VIS
Majalah, Jurnal, Buletin  Universitas Indonesia Library