Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 1996
S7151
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2005
S6997
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Meinil Santina
"Remaja menurut WHO adalah masa transisi dari masa kanak-kanak ke masa dewasa yaitu batasan usia 10 sampai 19 tahun. Permasalahan remaja begitu kompleks. Pengaruh media massa memancing remaja untuk mengadaptasi kebiasaan tidak sehat. Akibatnya remaja rawan terjangkit penyakit Menular seksual, aborsi dan ketergantungan Napza. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku remaja dan faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku remaja terhadap kesehatan reproduksi siswa Paket B Setara SMP PKBM Bina Insan Mandiri, Kota Depok. Jenis penelitian ini adalah kuantitaif dengan desain cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan 54,6% responden pernah berperilaku berisiko dan faktor personal yang berhubungan secara signifikan adalah pada variabel jenis kelamin, pengetahuan responden tentang kesehatan reproduksi dan faktor lingkungan yang berhubungan signifikan adalah variabel akses terhadap media informasi. Berdasarkan hasil penelitian, perlunya diselenggarakan pendidikan kesehatan bagi remaja dan program pelayanan kesehatan peduli remaja di PKBM Bina Insan mandiri, Kota Depok.
WHO defined adolescent period refery to stage aged 10-19 years. Some common issues related to adolescent reproductive health are sexually transmitted disease, abortion dan drug dependenc. This study aims to issues the adolescent behavior and factor associated with adolescent reproductive health behavior among the students PKBM Bina Insan Mandiri Depok. This Survey was a cros-sectional design the result showed 54,6% of responden had performed risk behavior such as smoking, substance abused, drinking alkohol, and sexual engagement. Personal factor such as sex, knowledge of reproductive health and enviromental factors i.e mass media exposure the pornographic mentioned significantly related civil the adolescent behavior."
Depok: Universitas Indonesia, 2011
S-Pdf
UI - Skripsi Open Universitas Indonesia Library
Simanjuntak, Merida
"Masa remaja merupakan suatu tahap antara masa kanak-kanak dengan masa dewasa. Masa transisi ini ditandai dengan terjadinya perubahan pada fisik, intelektual, seksual dan emosional. Menarche pada perempuan menandakan bahwa remaja sudah memasuki tahapan kedewasaan dalam sistem reproduksinya. Terdapat perbedaan respon dalam menghadapi menarche sesuai dengan nilai dan budaya masyarakat termasuk dalam suku Batak. Tujuan dari penelitian ini adalah dikembangnya kerangka teoritis tentang pola perilaku remaja putri dalam menghadapi menarche sesuai dengan nilai dan budaya keluarga Batak di Jakarta. Penelitian kualitatif ini dilakukan dengan pendekatan grounded theory dengan metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi dan studi literatur. Enam orang partisipan direkrut dengan cara purposive sampling di wilayah Jakarta Timur. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan constant comparative analysis sampai tercapai saturasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku remaja putri dalam menghadapi menarche sesuai dengan nilai dan budaya Batak, yang dipengaruhi oleh informasi yang diterima, pola asuh dalam keluarga dan pandangan orangtua terhadap menarche. Oleh karena itu perawat diharapkan dapat memberikan informasi yang komprehensif kepada remaja tentang proses perkembangan reproduksi remaja dan perawatan saat menarche dengan mengikutsertakan orangtua dalam pemberian pendidikan kesehatan pada anak.
Adolescence is a phase between childhood and adulthood. There are some changes occur due to this transitional phase including physical, intellectual, sexual and emotional changes. Menarche in woman means that developing of reproductive system has started. The responses of this situation based on her culture and community value. The purpose of this study is to explore a concept about menarche adolescent girl behavioral pattern according to Batak?s culture and traditional value in Jakarta. The qualitative study was conducted using grounded theory approach, by collecting data from interviews, observation and literature study. Six respondents were recruited using purposive sampling in East Jakarta. The data was analyzed using constant comparative analysis until data saturation was achieved. Research result shows that menarche adolescent girl behavioral pattern according to Batak?s culture and traditional value that was influenced by information adopted, mothering pattern in the family and parent?s perception of view about menarche phase. Regarding this, a nurse is expected to be able to give comprehensive information to adolescent girl about its reproductive system development and nursing in menarche phase. In addition, parent?s involvement is recommended in giving health education to children."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2008
T-Pdf
UI - Tesis Open Universitas Indonesia Library