Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 31 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Littlejohn, Stephen W.
Illinois: Scott, Foresman and Company, 1987
800.51 LIT p
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Edwita Meriyana
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2010
S5318
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Ayu Tiara Maretha
"Tesis ini membahas kontruksi identitas aktor politik melalui iklan kampanye politik dalam kontestasi pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia tahun 2019. Objek penelitian adalah video iklan kampanye politik pasangan calon 01, Joko Widodo dan Maruf Amin yang diunggah oleh akun kanal Youtube Komisi Pemilihan Umum (KPU). Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan multimodalitas buah pemikiran Kress dan van Leuween (2001) sebagai teknik analisis. Hasil penelitian menunjukan bahwa Joko Widodo selaku kandidat Presiden di Pilpres 2019 menampilkan identitas keagamaan dan sosial yang kuat pada video iklan kampanye politiknya. Selain itu iklan kampanye politik berkontribusi pada upaya aktor politik mempersuasi khalayak menggunakan emotional appeal daripada rational appeal.

This thesis discusses the construction of political actors identity through political campaign advertisements in the 2019 presidential and vice presidential election of Republic of Indonesia . This research analyzing the political campaign video for candidate 01, Joko Widodo and Maruf Amin, uploaded by General Election Commission (KPU) Youtube channel. It is a qualitative study using multimodality by Kress and van Leuween (2001) as a tool analysist. The results of research shows that Joko Widodo in his political campaign advertisements expresses the moral-ethic identity including his beliefs as well as social-self identity. Besides, the identity of political actor also contributes more to public persuasion using the emotional appeal rather than rational appeal.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2019
T55320
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nurusyifa
"Sebagai sebuah wacana persuasi, ceramah motivasi Mario Teguh ?Golden Ways? mengandung persuasi yang ingin disampaikan. Persuasi tersebut berupa pernyataan yang didukung oleh pernyataan pendukung lainnya agar persuasi yang disampaikan dapat diterima. Kesatuan pernyataan-pernyataan itulah yang disebut argumen, yang merupakan bagian dari persuasif. Penelitian ini bertujuan menemukan unsur argumen, pola argumen, teknik argumen, serta pemarkah linguistik dari unsur argumen dan teknik argumen dalam ceramah "Golden Ways". Tema yang dipilih sebagai data, yaitu 1) "Superfriendship", 2) "Happiness Starts from Home", 3) ?Wanitaku Pemuliaku?, dan 4) "Guru Penumbuh Bangsa". Data diambil dari laman Youtube. Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan teori Toulmin untuk membedah unsur argumen. Toulmin mengungkapkan ada enam unsur argumen yaitu Claim, Ground, Warrant, Backing, Qualifier, dan Possible. Sementara itu, penelitian ini juga menggunakan pendapat Renkema untuk menemukan teknik argumen. Rengkema menyatakan ada empat teknik yang dapat digunakan untuk membangun sebuah argumen, yaitu (1) memberikan penjelasan; (2) membuat analogi; (3) memberikan contoh; dan (4) menyebutkan sumber otoritatif. Hasil penelitian menunjukkan ada empat unsur argumen dalam ceramah "Golden Ways", yaitu claim, ground, warrant, backing, sedangkan teknik argumen, yakni teknik menggunakan contoh, teknik menjelaskan, dan teknik analogi. Unsur argumen, teknik argumen, dan pemarkah linguistik baik yang ditemukan atau tidak memberikan gambaran kekhasan Mario Teguh sebagai seorang motivator.

As a persuasion discourse, "Golden Ways" motivational speech by Mario Teguh contains persuasion wanted to be conveyed. Persuasion is a statement supported by other supporting statements for persuasion delivered to be acceptable. Unity of the statements so-called an argument, is part of persuasion. This study aims to find the element of the argument, the pattern of the argument, argument techniques, and linguistic markers in "Golden Ways". The theme chosen as the data are "Superfriendship", "Happiness Starts from Home", "Wanitaku Pemuliaku", and "Guru Penumbuh Bangsa". Data are taken from Youtube page. This study is a qualitative descriptive research. This study used Toulmin's theory to find the elements of the arguments. According to Toulmin's theory there are six elements of argument namely, that Claim, Ground, Warrant, Backing, Qualifier, and Possible. Meanwhile, this study uses Renkema's theory to dissect the argument techniques. Renkema stated four techniques that can be used to build an argument namely, (1) providing explanation, (2) making analogy, (3) providing example, and (4) providing authoritative source,. The results showed there are four elements of the argument in the speeches of "Golden Ways" by Mario Teguh. Those are claim, ground, warrant, and backing. This study also showed there are three techniques of argument used namely, providing example, providing explanation, and making analogy. Thus, the elements of argument, the techniques of argument, and linguistic markers whether they are found or not in the "Golden Ways" speech by Mario Teguh show the uniqueness of Mario Teguh as a motivator."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2011
T28370
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Vira Primanugrah Shakanti
"ABSTRACT
Skripsi ini membahas mengenai ujaran persuasi dalam wacana dakwah bahasa Jepang. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran teknik persuasi dakwah dalam bahasa Jepang. Gambaran teknik persuasi dakwah diperoleh melalui realisasi ujaran pada dakwah. Bagaimana teknik persuasi dilakukan dapat dilihat dari pemarkah linguistik yang digunakan. Pemarkah linguistik yang diamati ialah pemarkah linguistik secara leksikal dan gramatikal. Penelitian ini bersifat kualitatif. Data penelitian ini diperoleh dari transkripsi video dakwah lisan. Pendakwah merupakan penutur asli bahasa Jepang. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan teknik persuasi dengan menggunakan (i) argumen (ii) referensi (iii) repetisi, dan (iv) pemarkah pronomina persona jamak.

ABSTRACT
This study discusses about persuasive utterance in sermon discourse in Japanese. This study aims to provide the illustration of persuasion techniques in sermon delivered in Japanese. The illustration of persuasion techniques in sermon are found in realization of utterance in sermon. How the persuasion techniques are done can be seen from the linguistics markers used. The linguistics markers observed are lexical and grammatical markers. This is a qualitative study. The data used in this study are sourced from video transcriptions of spoken sermon. The preacher is a native Japanese speaker. Based on the analysis, persuasion techniques found are persuasion using (i) arguments, (ii) reference, (iii) repetition, and (iv) first-person plural personal pronoun."
2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hanna Latifani Daniarsa
"Media di setiap negara Asia Tenggara beroperasi dengan cara yang berbeda-beda. Hal ini disebabkan oleh faktor-faktor tidak terhindarkan seperti ekonomi, politik, masyarakat, dan budaya yang kemudian menciptakan tingkat kebebasan pers yang berbeda di setiap negara Asia Tenggara. Tujuan utama pada penelitian ini adalah untuk menginvestigasi strategi persuasi dalam tajuk rencana pada media berbahasa Inggris pilihan di Asia Tenggara. Untuk mencapai tujuan tersebut, peneliti menelaah struktur organisasi genre tajuk rencana The Jakarta Post (Indonesia), Bangkok Post (Thailand), dan New Straits Times (Malaysia) serta menyelisik pola pemilihan jenis attitude di tiap tiga media pilihan. Strategi persuasi yang digunakan media Asia Tenggara ini digali dengan menggunakan analisis genre (Iedema, dkk., 1994) dan appraisal, spesifiknya sistem attitude (Martin dan White, 2005). Hasil analisis menunjukkan bahwa genre yang diadopsi oleh The Jakarta Post, Bangkok Post, dan New Straits Times adalah eksposisi media (media exposition) dengan struktur organisasi teks yang melibatkan Tesis^Argumen^Penguatan Tesis. Struktur tersebut menunjukkan bahwa ketiga media cenderung eksplisit dalam menunjukkan posisi pro atau kontra terhadap sebuah isu. Sementara itu, pola pemilihan jenis attitude yang ditemukan pada ketiga media cenderung berbeda. The Jakarta Post cenderung fokus secara eksplisit menilai negatif peristiwa, benda, serta fenomena ketika membahas isu yang berkaitan dengan pemerintahan di Indonesia. Hal ini terlihat dari pola penggunaan appreciation negatif inscribe pada tajuk rencana yang mengangkat permasalahan dalam negeri. Bangkok Post cenderung melibatkan penilaian negatif implisit mengenai perilaku tokoh yang bersangkutan khususnya dari kalangan pemerintahan ketika membahas isu dalam negeri. Strategi ini ditunjukkan melalui pola penggunaan judgment negatif invoke yang ditemukan pada tajuk rencana Bangkok Post yang membahas isu domestik. New Straits Times cenderung secara implisit menilai negatif perilaku seseorang ketika membahas masalah yang berkaitan dengan ras tertentu. Hal ini terlihat dari pola penggunaan judgment negatif invoke pada teks dengan topik yang berkaitan dengan komunitas sebuah ras di Malaysia.
Media in each Southeast Asian country operates differently due to a number of factors such as economics, politics, social, and culture, which eventually lead to different levels of press freedom in each Southeast Asian country. The aim of this research is to investigate persuasion strategies in editorials of selected English-language media in Southeast Asia. To achieve this goal, the researcher examined the organizational structure of the editorial text genres of The Jakarta Post (Indonesia), Bangkok Post (Thailand), and New Straits Times (Malaysia) and examined the pattern of selecting types of attitudes in each of the three selected media. The persuasion strategies used by Southeast Asian media were explored using genre analysis for media discourse (Iedema, et al., 1994) and appraisal framework specifically the sub-system attitude (Martin dan White, 2005). The results of the analysis show that the genre adopted by The Jakarta Post, Bangkok Post, and New Straits Times is media exposition with the organizational structure involving Thesis^Argument^Reiteration of Thesis. This structure shows that the three media tend to be explicit in showing a pro or con position on an issue since they persuade the readers by focusing on explaining one point of view without offering another. Meanwhile, the patterns of choosing the type of attitude found in the three media tend to be different. The Jakarta Post tends to focus explicitly on negatively assessing events, objects and phenomena when discussing issues related to government in Indonesia. This can be seen from the pattern of using negative inscribed appreciation in editorials that discuss domestic problems. The Bangkok Post tends to involve implicit negative judgments regarding the behavior of actors involved, especially from the government when discussing domestic issues. This strategy is demonstrated through the pattern of using invoked negative judgment found in Bangkok Post editorials discussing issues within the country. The New Straits Times tends to implicitly judge someone's behavior negatively when discussing issues related to certain race. This can be seen from the pattern of using invoked negative judgment in texts with topics related to a community of a race in Malaysia."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2024
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Yollanda
"Menurut teori Elaboration Likelihood Model, ada dua rute persuasi yang dilalui individu dalam membentuk atau merubah sikapnya. Maka, rute persuasi perlu diperhatikan dalam mempengaruhi orang untuk merubah sikap atau tingkah lakunya ke arah yang diinginkan. Berdasarkan hal tarsebut penelitian ini bertujuan untuk mencari rute persuasi mana yang lebih efektif untuk merubah sikap remaja terhadap tawuran. Operasionalnya, penelitian ini menguji efektifitas rute persuasi yang divariasikan menjadi rute central dan peripheral dengan melihat perbandingan gain score yang dicapai. Selain itu, penelitian ini juga mencari rute persuasi mana dalam iklan yang ditanggapi positif. Dugaan penulis, iklan dengan rute central lebih efektif dalam merubah sikap terhadap tawuran menjadi lebih negatif, sebaliknya iklan dengan rute peripheral akan lebih disukai oleh partisipan. Partisipan penelitian diusahakan sehomogen mungkin, untuk mendapatkan validitas internal. Karakteristik partisipan penelitian adalah siswa SMU, berjenis kelamin laki-laki, dan berusia 15-20 tahun. Disain penelitian yang dipakai adalah pretest-postest control group design. Jumlah kelompok partisipan terbagi 3, yaitu 2 kelompok eksperimen yang mendapatkan treatment tampilan iklan dengan rute persuasi central dan peripheral, dan 1 kelompok kontrol. Setelah data terkumpul, diseleksi dan diolah. Hasilnya, 4 hipotesa yang diuji tidak terbukti secara signifikan terjadi counter intuitive, yaitu sikap remaja terhadap tawuran justru menjadi lebih positif. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa tidak ada perbedaan rute persuasi dalam iklan pada perubahan sikap remaja terhadap tawuran. Dari hasil analisa dan interpretasi, diduga terjadinya sensitisasi pada partisipan dengan adanya pretest dan positest. Namun, dari hasil pengukuran sikap terhadap iklan, ternyata kedua rute persuasi ditanggapi positif oleh partisipan."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 1999
S2005
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Diah Ayu Puji Astuti
"Untuk dapat bertahan hidup, suatu organisasi harus melakukan peberubahan. Pembahan organisasi akan menimbulkan berbagai reaksi dari orang yang terlibat di dalamnya. Organisasi akan mampu mencapai perubahan yang diinginkan apabila anggota organisasi bersedia menerima pembahan tersebut. Reaksi seseorang dapat berlangsung pasif, maupun aktif. Sikap penolakan terhadap pembahan dapat disebabkan karena tidak mengetahui, tidak mampu, atau tidak memiliki keinginan untuk berubah. Komunikasi informasi mengenai pembahan dalam organisasi akan efektif bila dilakukan oleh unsur penting dalam pembahan, yaitu agen pembahan, salah satunya adalah pemimpin. Pemimpin berperan dalam pemberian informasi, yang akan berpengaruh pada pembentukan sikap dari bawahannya. Pemimpin berperan dalam pembahan karena bertugas mempengaruhi orang lain untuk mencapai suatu tujuan, di mana akan mampu menghasilkan pembahan yang efektif apabila mampu mempersuasi orang lain untuk ikut terlibat dalam proses pembahan. Persuasi yang dilakukan oleh seseorang dapat dibedakan menjadi empat macam gaya persuasi, yaitu Logis, Insentif, Empati dan Kelompok.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran penyebab sikap terhadap pembahan, gambaran gaya persuasi pemimpin, gambaran sikap terhadap pembahan, serta hubungan antara gaya persuasi pemimpin dengan sikap terhadap pembahan. Responden penelitian adalah karyawan dari perusahaan X yang mengalami pembahan dalam struktur organisasi dan kebijakan SDM yang telah dipilih dengan teknik purposive sampling sebanyak 76 orang.
Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 2, yaitu alat ukur gaya persuasi atasan dan alat ukur sikap terhadap pembahan. Alat ukur gaya persuasi dibuat berdasarkan teori dari Eales-White (1994) dengan menggunakan metode rating, sedangkan alat ukur sikap disusun berdasarkan teori dari Judson (2000), Hultinan (1999) dan Galpin (1996) dan menggunakan skala sikap dengan skala 1-6.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signfikan antara gaya persuasi atasan dengan sikap terhadap pembahan organisasi. Selain itu ditemukan juga bahwa gaya persuasi dominan yang dimiliki oleh pemimpin pada pemsahaan X adalah gaya persuasi Logis, sikap yang dimiliki oleh karyawan perusahaan X adalah sikap menerima aktif dan penyebab dari sikap tersebut adalah karena subyek telah mendapat informasi yang memadai mengenai pembahan. Penelitian ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut dengan menambah jumlah responden, menyeimbangkan jumlah item favourable dan unfavourable, menambah jumlah subyek elisitasi, melakukan elisitasi untuk alat ukur gaya persuasi, serta menyamakan proporsi sampel."
Depok: Universitas Indonesia, 2003
S3274
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nuri Aprillia Ramadhona
"ABSTRAK
Wacana persuasi muncul tak hanya dalam komunikasi lisan tetapi juga tulisan.
Dalam perkembangannya, wacana persuasi terdapat juga dalam karya-karya sastra
seperti novel yang menitikberatkan elemen persuasi dalam alur cerita. Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis wacana persuasi yang terdapat dalam novel The
Alchemist karya Paolo Coelho. Novel ini mengisahkan tentang seorang
penggembala domba bernama Santiago yang sering dipersuasi untuk terus
meneruskan perjalanannya menuju Mesir demi menemukan harta karun di sekitar
Piramida yang pernah berulang kali hadir dalam mimpinya. Lebih khususnya,
penelitian ini akan meneliti strategi persuasi yang dipraktikkan oleh para tokoh
pemersuasi, relasi kuasa masing-masing tokoh dengan Santiago, dan identitas
tokoh Santiago dalam keseluruhan wacana persuasi. Penelitian ini adalah
penelitian berbasis Analisis Wacana Kritis (AWK) dari Norman Fairclough yang
diikuti oleh teori persuasi dari Ehninger, Monroe, dan Gronbeck. Hasil penelitian
ini menunjukkan bahwa terdapat strategi persuasi dan relasi kuasa yang berbedabeda
yang digunakan oleh para tokoh pemersuasi. Tokoh Santiago pun
ditokohkan pengarang sebagai tokoh yang inferior dalam keseluruhan data. Hasil
penelitian ini diharapkan dapat memperkaya penelitian dalam karya fiksi yang
berbasis AWK dan berguna untuk mendalami kajian ilmu komunikasi, khususnya
persuasi, secara lebih mendalam.

ABSTRACT
Discourses of persuasion are issued not only in spoken but also written means of
communication. Nowadays, such discourses are discovered in a number of
fictional works like novel, whose narration focuses on persuasion theme. The aim
of this research is to analyze discourse of persuasion issued in The Alchemist, a
novel by a well-known author Paolo Coelho. The novel provides a story about a
shepherd named Santiago, who is frequently persuaded to continue his journey to
Egypt in order to discover treasure nearby the Pyramid that has been recurrently
appeared in his dream. This research is specifically purposed to examine three
points; strategies of persuasion practiced by persuaders in the narrative; power
relations among characters; and Santiago?s identity in the whole persuasive
discourse. The research uses Critical Discourse Analysis (CDA) method proposed
by Norman Fairclough and persuasion theory from Ehninger, Monroe, and
Gronbeck. The result of this study shows that there is variation in the use of
persuasion strategies and the construction of power relation imposed to Santiago.
Moreover, Santiago is also known to be depicted as an inferior character
throughout the discourse.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2012
S43841
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Tyana Rahestrie
"[ ABSTRAK
Wacana persuasi dilakukan tidak hanya dalam bentuk komunikasi tertulis tetapi juga dalam bentuk lisan.
Wacana tersebut ditemukan dalam beberapa karya fiksi seperti film, yang narasinya berfokus pada tema
persuasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa wacana persuasi yang terdapat pada Ocean Eleven,
sebuah film komedi Amerika yang disutradarai oleh Steven Soderbergh. Film tersebut berkisah tentang Danny
Ocean dan sebelas rekannya, termasuk rekan kriminalnya, yang merampok tiga kasino Las Vegas, the Bellagio,
the Mirage, dan MGM Grand secara bersamaan. Penelitian ini khususnya bertujuan untuk meneliti dua hal :
strategi persuasi yang dipraktikan oleh pihak yang mempersuasi dalam naratif dan relasi kuasa antar karakter.
Penelitian ini menggunakan teori strategi persuasi dari Crusius dan Channel. Hasil dari studi yang dilakukan
menunjukkan bahwa beberapa strategi persuasi dapat digunakan sesuai dengan tujuannya untuk menyukseskan
persuasi. Lebih lanjut lagi, pada akhir persuasi, relasi kuasa diantara pihak yang melakukan tindakan persuasi
dan pihak yang dipersuasi tidak berubah, yaitu pihak yang melakukan persuasi memiliki posisi yang lebih tinggi
dan dominan.

ABSTRACT
Discourses of persuasion are issued not only in written means of communication but also in spoken forms. Such
discourses are discovered in a number of fictional works like films, whose narration focuses on persuasion
theme. The aim of this research is to analyze discourse of persuasion issued in Oceans’s Eleven, an American
comedy movie directed by Steven Soderbergh. The movie tells about Danny Ocean and his eleven accomplices,
including his partner-in-crime, who rob three Las Vegas casinos, the Bellagio, the Mirage, and the MGM Grand
simultaneously. This research is specifically purposed to examine two points: strategies of persuasion practiced
by persuaders in the narrative and power relation among characters. The research uses the persuasive strategy
theory from Crusius & Channel. The result of this study shows that several persuasive strategies can be used in
accordance in order to succeed the persuasion. Moreover, by the end of the persuasion, the power relation
between the persuader and the person being persuaded does not change, as the persuader holds a higher and more
dominant position., Discourses of persuasion are issued not only in written means of communication but also in spoken forms. Such
discourses are discovered in a number of fictional works like films, whose narration focuses on persuasion
theme. The aim of this research is to analyze discourse of persuasion issued in Oceans’s Eleven, an American
comedy movie directed by Steven Soderbergh. The movie tells about Danny Ocean and his eleven accomplices,
including his partner-in-crime, who rob three Las Vegas casinos, the Bellagio, the Mirage, and the MGM Grand
simultaneously. This research is specifically purposed to examine two points: strategies of persuasion practiced
by persuaders in the narrative and power relation among characters. The research uses the persuasive strategy
theory from Crusius & Channel. The result of this study shows that several persuasive strategies can be used in
accordance in order to succeed the persuasion. Moreover, by the end of the persuasion, the power relation
between the persuader and the person being persuaded does not change, as the persuader holds a higher and more
dominant position.]"
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2015
MK-PDF
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4   >>