Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 209 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Elonka, Stephen Michael
"Buku yang berjudul "Standard plant operator's questions & answers" ini ditulis oleh Stephen Michael Elonka dan Joseph Frederick Robinson. Buku ini berisikan pertanyaan serta jawaban mengenai standar operator."
New York: McGraw-Hill, 1981
R 621.4 ELO s II (1)
Buku Referensi  Universitas Indonesia Library
cover
Elonka, Stephen Michael
"Buku yang berjudul "Standard plant operator's questions & answers" ini ditulis oleh Stephen Michael Elonka dan Joseph Frederick Robinson. Buku ini berisikan pertanyaan serta jawaban mengenai standar operator."
New York: McGraw-Hill, 1981
R 621.4 ELO s II (1)
Buku Referensi  Universitas Indonesia Library
cover
Elonka, Stephen Michael
"Buku yang berjudul "Standard plant operator's questions & answers" ini ditulis oleh Stephen Michael Elonka dan Joseph Frederick Robinson. Buku ini berisikan pertanyaan serta jawaban mengenai standar operator."
New York: McGraw-Hill, 1981
R 621.4 ELO s II (1)
Buku Referensi  Universitas Indonesia Library
cover
Elonka, Stephen Michael
"Buku yang berjudul "Standard plant operator's questions & answers" ini ditulis oleh Stephen Michael Elonka dan Joseph Frederick Robinson. Buku ini berisikan pertanyaan serta jawaban mengenai standar operator."
New York: McGraw-Hill, 1981
R 621.4 ELO s II (1)
Buku Referensi  Universitas Indonesia Library
cover
Elonka, Stephen Michael
"Buku yang berjudul "Standard plant operator's questions & answers" ini ditulis oleh Stephen Michael Elonka dan Joseph Frederick Robinson. Buku ini berisikan pertanyaan serta jawaban mengenai standar operator."
New York: McGraw-Hill, 1981
R 621.4 ELO s II (1)
Buku Referensi  Universitas Indonesia Library
cover
Nasrul Isa
"Memasuki millenium baru yang dikuasai oleh integrasi teknologi komputer dengan leknologi telekomunikasi menandakan tidak dapatnya dunia diiutup lagi dengan selimut paradigma lama. Disamping itu tekanan globalisasi perdagangan yang dimotori oleh negara maju seperti Amerika Seiikat dan Eropa Barat, membawa Indonesia untuk melakukan perubahan Di dalam kekuatan pembahan yang demikian
besar, Direktorat Metrologi beserta jajarannya di daerah selaku pengembang misi tertib ukur di segala bidang, menempati peran suategis dalam bidang industri dan perdagangan. Khususnya di bidang industri, peran startegis dari institusi metrologi legal sejalan dengan Melrology Standard Tesring Quality (MSTQ) yang rnenjadi salah satu determinan dalam pemgembangan telcnologi pada proses industrialisasi
yang sedang dikejar pemerinmh. Untuk ilu institusi kemetrologian harus menunjukan kinerjanya dengan memtilikasi standar intemasional clan mengimplementasikannya lewat slandarisasi UTTP (ukuran, takaran, timbangan dan perlengkapannya).
Secara substansi, eksisitensi kemetrologian tidak terlepas dari masalah tera ulang, dan pada saat ini kondisi tera ulang UTTP metrologi legal sangat memprihatinkan, di mana jumlah dari peneraulangan UTTP seharusnya setiap tahun
semakin besar sesuai dengan sifatnyg mengingat UTTP yang ditera tahun ini akan secara berkala akan menempati posisi sebagai UTTP yang akan di tera ulang pada tahun-lahun berikutnya.
Fenomena di atas menjadikan alasan untuk penelitian ini, yang menitik
beratkan pada kegiatan intemal dari institusi metrologi legal, untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi peneraulangan UTTP metrologi legal. Dan kemudian sampai sejauh mana pengamh dari faktor-faktor tersebut Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif, dimana lazimnya digunakan operasi matematis dalam mengolah data masukan. Selanjutnya dapat diidentilikasi
faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas peneraulangan UTTP metrologi legal tersebut, serta sampai sejauh mana relevansi pengaruhnya.
Hasil penelitian dapat dirumuskan bahwa umumnya terdapat kendala yang bersifat teknis dan yang paling besar bersifat non teknis kemetrologian Hal ini digambarkan oleh tiga faktor utama yang meliputi 1 Faktor Pengawasan Kemetrologian dengan kontribusi sebesar l4,81%; Faktor Volume Kerja Kemetrologian dengan kontribusi sebesar 14,8l%l; dan Falctor Database Kemetrologian dengan kontribusi sebesar 11,1 1%."
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2000
T3150
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Roberts, John
London: Spon Press, 2001
R 693.5 ROB c
Buku Referensi  Universitas Indonesia Library
cover
Black, Geoff
London: Prentice-Hall, 2002
R 657 BLA s
Buku Referensi  Universitas Indonesia Library
cover
Sari Ramadhani
"Pendidikan gizi merupakan suatu bidang pengetahuan yang memungkinkan sesorang memilih dan mempertahankan pola makan berdasarkan prinsip-prinsip ilmugizi. Pendidikan gizi secara formal ditujukan kepada siswa sekolah dan akan lebih baik jika diberikan pada usia sedini mungkin. Salah satu sarana yang digunakan dalam pendidikan gizi di sekolah dasar adalah buku pelajaran. Di sekolah dasar, materi gizi salah satunya terintegrasi di dalam pelajaran sains. Materi gizi yang terdapat di dalam buku pelajaran haruslah mengikuti aturan-aturan yang diberlakukan oleh pemerintah. Aturan tersebut antara lain standar untuk aspek materi, aspek penyajian dan aspek bahasa dari buku teks. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan analisis materi gizi berdasarkan materi, aspek penyajian, aspek bahasa dan mengetahui tingkat pengetahuan gizi siswa kelas V di Sekolah Dasar Standar Nasional Kelas I-V tahun 2008. Penelitian ini dilakukan di SDSN Pasar Minggu 01 Pagi dan SDSN Pasar Minggu 02 Pagi.
Alasan pemilihan sekolah karena kedua sekolah tersebut merupakan Sekolah Dasar Standar Nasional, di mana buku pelajaran yang digunakan tentu berstandar nasional pula.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengetahui informasi mendalam tentang materi gizi berdasarkan aspek materi, aspek penyajian dan aspek bahasa. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk mendapatkan skor pengetahuan gizi siswa kelas V. Penelitian ini dilakukan selama bulan Mei-Juli 2008.
Hasil penelitian untuk aspek materi ditemukan bahwa materi gizi yang disajikan kelas I dan kelas V kurang sesuai dengan indikator standar kompetensi karena adanya materi yang diberikan melebihi indikator yang ditentukan. Materi gizi kelas I teridentifikasi kurang sesuai dengan perkembangan kognitif siswa yang baru mencapai tahap konkret operasional. Sementara itu, materi gizi kelas II, III dan IV sudah sesuai dengan indikator standar kompetensi dan perkembangan kognitif. Aspek penyajian materi gizi dilihat dari dua indikator yaitu kegiatan praktek tentang gizi dan tampilan umum ilustrasi. Materi gizi kelas I sampai dengan kelas IV kurang sesuai dengan teori perkembangan kognitif siswa karena tidak memasukkan praktek untuk materi gizi. Pada materi gizi kelas V sudah terdapat kegiatan praktek untuk menguji karbohidrat, hal ini sudah sesuai dengan teori perkembangan kognitiff siswa. Diidentifikasi bahwa pada materi gizi kelas I digunakan ilustrasi gambar, kelas II ilustrasi foto, kelas III ilustrasi gambar dan foto, kelas IV ilustrasi bagan berupa foto dan ilustrasi yang digunakan di kelas V berupa foto.
Pada penelitian ini aspek bahasa yang diidentifikasi pada materi gizi adalah materi gizi pada kelas I sampai dengan kelas V telah sesuai dengan indikator standar kompetensi, yaitu tidak menggunakan jenis huruf hias dan menggunakan dua jenis huruf. Materi gizi kelas IV dan V kurang sesuai untuk penggunaan ukuran huruf dan jenis huruf.
Pengetahuan gizi siswa sebanyak 89,5 % siswa kelas V SDSN Pasar Minggu 01 Pagi dan 86,3% siswa kelas V SDSN Pasar Minggu 02 Pagi memiliki pengetahuan gizi yang baik. Sementara itu, 10,5% siswa kelas V SDSN Pasar Minggu 01 Pagi dan 13,7% siswa kelas V SDSN Pasar Minggu 02 Pagi memiliki pengetahuan gizi yang kurang baik.
Saran yang penulis berikan adalah Departemen Pendidikan Nasional, khususnya Pendidikan Dasar perlu melakukan pembaruan terhadap konten materi gizi agar sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, sekolah perlu bekerjasama Dinas Kesehatan untuk menyediakan kelengkapan media promosi gizi di sekolah seperti poster, leaflet, booklet dan lainnya untuk diinformasikan kepada siswa dan guru. Materi gizi yang diintegrasikan kedalam kurikulum atau mata pelajaran di sekolah dasar sebaiknya sudah dibahas oleh ahli gizi, kompetensi dasar harus sesuai dengan perkembangan anak, sekolah perlu berperan aktif dalam menjalankan program program yang berhubungan dengan gizi, misalnya menyediakan kantin sehat dan menjalankan Usaha Kesehatan Sekolah. Guru perlu mengembangkan cara pengajaran yang sesuai dengan tahap perkembangan anak untuk menambah pemahaman siswa tentang materi seperti kegunaan telur, kandungan dan kegunaan susu, daging dan keju dan pelengkap menu sehari-hari dan perlu adanya pengembangan dan sosialisasi mengenai pedoman konsumsi makanan kepada siswa sekolah dasar dan masyarakat sekolah."
Depok: Universitas Indonesia, 2008
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Harper, Erica
Jakarta: Grasindo, 2009
341 HAR h
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>