Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Cut Nabella Husaini Agustina
"Studi pustaka yang telah lalu menunjukkan bahwa media menampilkan gaydalam stereotip dan stigma yang buruk. Pada awal Januari 2020, muncul kasus yang ramai diberitakan dalam media, yaitu mengenai Reynhard Sinaga, seorang gay yang melakukan tindakan kriminal di Inggris. Setelah diamati, ditemukan perbedaan pemberitaan yang dilakukan pada media di Inggris dengan media di Indonesia. Media di Inggris hanya menekankan pemberitaan pada tindak kriminal yang dilakukan Reynhard, sementara media di Indonesia justru malah fokus membahas orientasi seksual, keluarga, lingkungan, hingga tempat tinggalnya. Kasus Reynhard pun akhirnya menarik perhatian Kota Depok sebagai dasar untuk mengeluarkan kebijakan pencegahan LGBT.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode analisis framing terhadap artikel berita di media daring, yaitu Tempo.co. Setelah dilakukan penelitian, hasil menunjukkan bahwa terdapat pro dan kontra terhadap gayyang ditampilkan media. Kelompok pro, yaitu dari Komnas HAM. Sementara kelompok kontra, yaitu Pemerintah Kota Depok, menolak gay berdasarkan nilai agama. Tampaknya, tempo tak hanya membingkai pro dan kontra, tetapi juga membingkai rencana kebijakan dan pencegahan LGBT dari pemerintah Kota Depok sebagai penyebab diskriminasi pada kelompok gay.

Past literature studies have shown that the media potrays gays in bad stereotypes and stigma. In early January 2020, there was a case which was widely reported in the media, about Reynhard Sinaga, a gay man who committed criminal acts in the UK. After making observations, it was found that there was a difference in the news coverage between the the UK media and Indonesian media. The media in the UK only emphasizes reporting on criminal acts committed by Reynhard, while the media in Indonesia, instead, focuses on another issues such as sex orientation, family, the environment, to where he lives.
This research was conducted using the method of framing analysis of news articles in online media, Tempo.co. After conducting research, the results of the study prove that there were pros and cons of gays in the media. Pro groupsisfrom Komnas HAM. While the cons groups, which is from Depok Government, are against gays with religious values. It seems that the tempo not only frames the pros and cons, but also frames the LGBT governments policy and prevention plans as a cause of discrimination against gay groups.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Laura Brigitta Ludju
"Penelitian ini mengadopsi penelitian yang dilakukan oleh Pradhan, Duraipandan dan Sethi (2014) di India. Objek penelitian tersebut adalah brand sepatu olahraga seperti Adidas, Nike, Puma dan Reebok. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh kesesuaian kepribadian konsumen dengan merek  (UP-BP congruence), kesesuaian merek dengan selebriti (BP-CP congruence), dan kesesuaian selebriti dan konsumen (CP-UP congruence) terhadap sikap brand (brand attitude atau BA) dan dampaknya pada minat beli (brand purchase intention atau BPI). Pengaruh celebrity-brand-user personality congruence terhadap brand purchase intention dimediasi oleh brand attitude (BA).
Pada penelitian ini, objek penelitian dikembangkan menjadi produk kosmetik lokal indie. Sebanyak 119 responden perempuan, yang familiar dengan Tyna Kanna Mirdad dan brand lipstik lokal indie SAS C, serta mengetahui lipstik Truly Mazing berpartisipasi dalam penelitian ini. Data dalam penelitian ini, dianalisa menggunakan Path Analysis, yang diolah menggunakan program SPSS 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UP-BP congruence, BP-CP congruence, dan CP-UP congruence secara langsung tidak berpengaruh signifikan terhadap BA dan BPI. Akan tetapi, brand attitude (BA) berpengaruh signifikan terhadap brand purchase intention (BPI). Sehingga, melalui mediasi BA, UP-BP congruence, BP-CP congruence dan CP-UP congruence, berpengaruh signifikan terhadap brand purcase in tention (BPI).

This study adopted research conducted by Pradhan, Duraipandan and Sethi (2014) in India. The object of the research is sport footwear brand such as Adidas, Nike, Puma and Reebok. The purpose of the study is to find out the influence of consumer-brands personality congruence (UP-BP congruence), brand-celebrities personality congruence (BP-CP congruence), and celebrities-user personality congruence (CP-UP congruence) on brand attitudes (BA) and their impact on brand purchase intention (BPI). The influence of celebrity-brand-user personality congruence on brand purchase intention is mediated by brand attitude (BA).
In this study, the object of research was developed into indie local cosmetic products. A total of 119 female respondents, who were familiar with Tyna Kanna Mirdad, the local indie lipstick brand SAS C and the Truly Mazing lipstick participated in this study. The data in this study were analyzed using Path Analysis, which was processed using the SPSS 24 program. The results showed that UP-BP congruence, BP-CP congruence, and CP-UP congruence did not significantly influence BA and BPI. However, brand attitude (BA) has a significant effect on brand purchase intention (BPI). Thus, through mediation BA, UP-BP congruence, BP-CP congruence and CP-UP congruence, have a significant effect on brand purcase tention (BPI).
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library