Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 20 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Dimas Ramananda
"ABSTRAK

Kebutuhan energi listrik dari tahun ke tahun semakin meningkat. Peningkatan ini sejalan dengan meningkatnya laju pertumbuhan ekonomi, laju pertumbuhan penduduk, dan pesatnya perkembangan di sektor industri. Kebutuhan energi Indonesia, salah satunya energi listrik saat ini terpusat di Jawa-Bali. Untuk memenuhi kebutuhan listrik sistem Jawa-Bali ke depan, sebagian besar akan disuplai dengan PLTU berbahan bakar batubara yang telah direncanakan akan dibangun di Pulau Jawa.

Sumber energi primer batubara di Pulau Jawa hampir dapat dikatakan tidak ada. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan batubaranya harus didatangkan dari Pulau Sumatera dan Kalimantan yang memiliki sumber batubara. Disamping itu ada rencana pembangunan transmisi HVDC sebagai sistem interkoneksi Sumatera-Jawa dengan membangkitkan energi listrik di Mulut Tambang Sumatera Selatan kemudian energi listriknya ditransmisikan langsung ke Pulau Jawa. Skripsi ini bertujuan menganalisis keekonomian penggunaan transmisi HVDC untuk sistem interkoneksi Sumatera-Jawa dalam penyedia tenaga listrik di Jawa dibanding dengan pengiriman batubara dari Sumatera untuk PLTU di Jawa.


ABSTRACT

Electricity needs from year to year increase. This increase is in line with the increasing pace of economic growth, population growth, and rapid development in the industrial sector. Indonesia's energy demand, one of which electrical energy is currently concentrated in Java-Bali. For Supply demand of the Java-Bali electricity system in the future, most will be supplied by coal-fired power plant planned to be built in Java.

Primary energy sources of coal in Java almost nothing can be said. So as to meet the needs of the coal must be imported from the island of Sumatra and Kalimantan, which has a coal resource. Besides, there are plans to build a HVDC transmission system with a Java-Sumatra interconnection generate electricity in South Sumatra Mine Mouth then electrical energy is transmitted directly to Java. This study aims to analyze the economical use of HVDC transmission system for the Java-Sumatra interconnection of electric power provider in Java than with the delivery of coal to the power plant in Sumatra, Java

"
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2014
S56831
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mochamad Mardi Marta Dinata
"ABSTRAK
Luasnya wilayah, keadaan geografis dan tidak meratanya infrastruktur di menjadi
penyebab tingginya biaya operasional menara telekomunikasi, terutama untuk
energi. Teknologi hybrid energy system (HES) panel surya merupakan salah satu
alternatif sumber energi yang bisa digunakan oleh operator untuk menurunkan
biaya listrik pada site-site mereka yang berada pada area rural. Tesis ini bertujuan
untuk membangun model perhitungan untuk HES dengan panel surya sebagai
sumber energi utama pada site-site telekomunikasi di rural area agar mencapai cost
effective operation, meningkatkan reliability dan efisiensi, yang pada akhirnya
dapat menurunkan harga listrik/kWh (COE). Melihat kondisi industri saat ini,
efisiensi menjadi hal yang sangat penting bagi bagi operator telekomunikasi di
Indonesia. Pada penelitian tesis ini, terbukti bahwa HES dapat memberikan
efisiensi pengeluaran operasional sehingga berpengaruh pada penurunan harga
listrik/kWh sampai 67%.

ABSTRACT
The vast area, various geographical conditions and the uneven infrastructure
development in Indonesia are several reasons why the operational cost of
telecommunications sites are very high, especially the cost of electricity. Solar cell
hybrid energy system (HES) technology is one of the alternative energy resources
that can be used by operators to reduce their cost of electricity (COE) for sites in
rural areas. This thesis aims to establish the most effective HES calculation model
for rural sites to achieve operational costs efficiency, improve reliability and
efficiency and reduce COE. In telecommunication industry nowadays, efficiency
has become important factor for operators. The result show that HES can improve
the efficiency of operation expenditure in which COE can be reduced up to 67%."
2016
T45667
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Zie Zie Zia Sabtama
"ABSTRAK
Tesis ini menganalisis pengaruh Kualitas SMS Gateway sebagai media informasi
terhadap Kepuasan dan Komitmen Pelanggan di PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten
Bogor. Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut : 1) menganalisis berapa banyak
peningkatan kepuasan dan komitmen pelanggan dalam menggunakan SMS Gateway
berdasarkan persamaan regresi linier 2) menganalisis berapa kuat hubungan antara
kualitas pelayanan SMS Gateway beserta aspek-aspeknya dengan kepuasan pelanggan
dan 3) menganalisis berapa kuat hubungan antara kepuasan pelanggan atas
penggunaan SMS Gateway beserta aspek-aspeknya atas kualitas pelayanan SMS
Gateway beserta dengan komitmen pelanggan 4) menganalisis berapa besar pengaruh
kualitas pelayanan SMS Gateway terhadap kepuasan pelanggan dan menganalisis
berapa besar pengaruh kepuasan pelanggan atas kualitas pelayanan SMS Gateway
terhadap komitmen pelanggan.
Metode pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner sedangkan untuk
pengolahan data menggunakan pengukuran skala likert. Adapun untuk analisis data
menggunakan persamaan regresi linier, korelasi pearson dan koefisien penentu
dengan bantuan software SPSS. Jumlah responden yang diteliti adalah sebanyak 100
orang. Berdasarkan hasil penelitian, pengaruh kualitas pelayanan SMS Gateway
terhadap kepuasan pelanggan diperoleh nilai koefisien penentu (z hitung) yaitu
sebesar 8,4672 dan untuk aspek-aspeknya diperoleh nilai koefisien penentu yaitu
sebesar 9,365. Sedangkan pengaruh kepuasan pelanggan atas kualitas SMS Gateway
terhadap komitmen pelanggan diperoleh nilai koefisien penentu yaitu sebesar 6,93
dan untuk aspek-aspeknya diperoleh nilai koefisien penentu yaitu sebesar 6,55.
Berdasarkan data tersebut menunjukan bahwa nilai z hitung lebih besar daripada nilai
z table dimana nilai z tabel adalah sebesar 5,18. Dapat disimpulkan bahwa terdapat
pengaruh yang kuat antara kualitas pelayanan SMS Gateway terhadap kepuasan dan
komitmen pelanggan di PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor.
ABSTRACT
This thesis analyzes the influence of SMS Gateway Quality service as information
media toward Customer’s Satisfaction and Commitment at PDAM Tirta Kahuripan
Kabupaten Bogor. The purpose of this research are. 1) to analyze the improvement of
customer’s satisfaction and commitment after using SMS Gateway by Linier
Regression Equation 2) to analyze how strong the correlation between SMS Gateway
quality service with it’s aspects and PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor
customer’s satisfaction and 3) to analyze how strong the correlation between
customer’s satisfaction with it’s aspects and customer’s commitment 4) to analyze
how strong the influence of SMS Gateway quality service with it’s aspects toward
customer’s satisfaction and the influence of customer’s satisfaction with it’s aspects
toward customer’s commitment .
This research uses survey method for data gathering, whereas uses likert scale, linier
regression, pearson correlation, determinant coeficcien and SPSS Software for data
processing. The total respondent of this research are 100 respondents. The result of
data processing shows that determinant coefficien value (z value) of SMS Gateway
quality service toward customer’s satisfaction is 8,4672, whereas it’s aspect is 9,365.
The result of data processing shows that determinant coefficien value (z value) of
customer’s satisfaction toward customer’s commitment is 6,93, whereas it’s aspect is
6,55. The result shows that z value is higher than z table where z table value is 5,18.
It can be concluded that there is strong influence of SMS Gateway quality service
toward customer’s satisfaction and commitment at PDAM Tirta Kahripan Kabupaten
Bogor."
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2013
T35153
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Simbolon, Richard Tohap
"ABSTRAK
Dunia telekomunikasi saat ini semakin penting dan diperlukan. Berbagai jenis produk dan layanan ditawarkan pada pelanggan memaksa pelanggan lebih selektif untuk memilih layanan yang digunakan. Karena itu usaha untuk mengembangkan jaringan dengan teknologi dan kapabilitas serta performansi yang baik yang menjadi program yang gencar dilakukan tiap operator termasuk Indosat. Peremajaan jaringan dengan modernisasi jaringan oleh Indosat merupakan salah satu upaya meningkatkan layanan pada pelanggan dengan maksud meningkatkan performansi jaringan. Dengan modernisasi jaringan diharapkan performansi, reliabilitas dan kapasitas jaringan menjadi lebih baik. Selanjutnya diharapkan modernisasi akan memberikan keuntungan dengan meningkatnya trafik. Namun implementasi suatu teknologi bukan tidak mempunyai resiko. Modernisasi yang sedang berjalan menunjukkan tanda-tanda penurunan performansi pada jaringan existing. Turunnya CSSR, SCR, CDR dan HOSR, dengan menurunnya availability BTS dan munculnya komplain pelanggan menjadi resiko yang patut diperhatikan untuk dikendalikan. Tujuan dari Tesis ini adalah untuk mengidentifikasi dan menginventarisasi resiko-resiko yang mungkin muncul dalam modernisasi jaringan. Menggunakan teori Manajemen Resiko sebagai alat analisis, Tesis ini menyimpulkan faktor-faktor dominan yang menyebabkan turunnya performansi jaringan. Resiko availability dan degraded coverage merupakan resiko utama yang paling banyak yang disebabkan oleh hardware problem dan kegiatan proyek. Dengan mengetahui faktor -faktor tersebut Tesis ini akan memberikan rekomendasi mitigasi dan langkah-langkah pengendalian serta evaluasi pelaksanaannya. Performansi jaringan eksisting dapat dipertahankan dan ditingkatkan dengan mengontrol aktivitas proyek modernisasi dan resiko yang muncul.

ABSTRACT
Nowadays, telecommunications has become something important and a necessity. Various types of products and services offered force the customers to more selective choose the services in use. Therefore, efforts to develop the technology and network capabilities as well as the good performance became a serious program conducted by operators including Indosat. Network modernization by Indosat is one way to improve on customer service with the intention of improving network performance. Network modernization expected for the better performance, reliability and network capacity. Further modernization is expected to provide benefit with increased traffic. However, the implementation of a technology is always risk. Ongoing modernization showing signs of decline in performance on existing networks. Degraded CSSR, SCR, CDR and HOSR, with the decline in availability of BTS and the emergence of customer complaints is a risk that should be considered to be controlled. Objectives of this research are to identify, asses, and inventory risks that may arise in the network modernization. Using the theory of risk management as a tool of analysis, this study shows that the dominant factors cause a decline in network performance. Availability and the risk of degraded coverage are the key risks that most problems are caused by hardware and project activities. By knowing these factors this study will provide recommendations mitigation and control measures as well as the evaluation of its implementation. Network performance of existing network can be maintained and improved by controlling the activity of the modernization project and emerging risks."
2013
T35081
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Eko Hariyanto
"ABSTRAK
Cadangan batubara Indonesia hanya sebesar 3,25% atau terbesar kesepuluh
didunia, namun pada kenyataannya produksi batubara semakin tahun jumlahnya
semakin besar dan Indonesia merupakan pengekspor batubara terbesar. Jika
kondisi dibiarkan akan mengikis sisa cadangan terbukti dari batubara semakin
cepat. Perusahaan batubara sebagai pengelola pertambangan dalam kurun waktu
2008-2013 mengalami penurunan margin laba bersih sehingga tingkat
pengembalian investasi (ROI) mengalami penurunan sebesar 9,1% yaitu pada
tahun 2008 sebesar 8,6% menjadi minus 0,5% pada tahun 2013.
Pada pihak lain pemerintah sedang merencanakan banyak pembangunan
PLTU untuk memenuhi kebutuhan energi listrik semakin besar sehingga
membutuhkan volume batubara dalam jumlah semakin besar. Perusahaan
pembangkit tenaga listrik sebagai penghasil dan penjual energi listrik dalam kurun
waktu 2008 – 2012 mengalami kenaikan margin laba bersih sehingga tingkat
pengembalian investasi (ROI) juga mengalami peningkatan sebesar 0,31% yaitu
pada tahun 2008 sebesar 1,98% menjadi 2,29% pada tahun 2012.
Terkait cadangan batubara yang terbatas, maka diperlukan rancangan
kebijakan dalam pemanfaatan batubara untuk menunjang kelistrikan nasional
yaitu dengan mengkonversi perusahaan batubara menjadi perusahaan energi
dengan diberikan kemudahan insentif yaitu berupa menjaminkan IRR nya sebagai
tingkat pengembalian yang pasti bukan menjamin harga jual, sehingga perusahaan
batubara dapat meningkatkan ROI nya.

ABSTRACT
Indonesian coal reserves amounted to only 3.25% or the tenth largest in the
world, but in fact the production of coal increasingly greater number of years and
Indonesia is the largest exporter of coal. If the condition continues, it will erode
the rest of proven reserves of coal more quickly. Coal mining company as a
manager in the period 2008-2013 net profit margin decreased to the level of return
on investment (ROI) decreased by 9.1% in 2008 ie by 8.6% to minus 0.5% in
2013.
On the other hand the government is planning many power plant to meet the
electrical energy needs of the greater volume of coal and thus require greater
amounts. Power company as a manufacturer and seller of electric energy in the
period 2008 - 2012 increased net profit margin so that the return on investment
(ROI) increased by 0.31% in 2008 ie 1.98% to 2.29% in 2012.
Related to the limited reserves of coal, it is necessary to design policies to
support the use of coal in the national electricity company is to convert coal into
energy company with ease given incentives in the form of its IRR offers a rate of
return that is certainly not guarantee a fair price, so that coal companies can
improve the value of ROI."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2014
T42053
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Beni Agus Permana
"Industri baja merupakan industri padat energi yang memerlukan energi dalam jumlah yang sangat besar dalam proses produksi baja. Dari sisi intensitas energi, industri baja di Indonesia memiliki intensitas energi yang lebih besar dibandingkan industri sejenis di kawasan Asia, hal ini berarti konsumsi energi untuk menghasilkan satu ton produk baja di Indonesia lebih besar dibandingkan produk impor. Mengacu pada biaya energi, dengan konsumsi energi yang lebih tinggi dari negara lain di Asia, dapat menyebabkan produk baja Indonesia kurang kompetitif di pasar Asia.
Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian telah menetapkan target produksi baja dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan baja nasional dan meminimalisir ketergantungan terhadap produk impor. Hal ini perlu diikuti dengan perencanaan kebutuhan energi dan upaya untuk menurunkan biaya energi agar produk baja Indonesia lebih kompetitif di pasar Asia dan dapat memenuhi kebutuhan baja nasional secara optimal.
Penelitian ini bertujuan untuk memperkirakan jumlah energi yang diperlukan dalam bauran energi yang optimal dan menemukan cara menurunkan intensitas energi oleh industri baja dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan baja nasional.
Dari hasil penelitian diperoleh bahwa pada tahun 2020 diperkirakan industri baja dalam negeri memerlukan energi sebesar 57,75 juta MSCF gas alam; 14,91 TWh listrik dan 1,49 milyar liter bahan bakar diesel untuk menghasilkan produk baja sesuai target Restra Kementerian Perindustrian yaitu sebesar 5 juta ton besi sponge, 20 juta ton baja kasar dan 20 juta ton baja akhir. Terdapat potensi efisiensi energi pada tahun 2020 diperkirakan sebesar 29,80 juta GJ atau setara dengan 8,28 TWh. Potensi ini dapat direalisasikan dengan menerapkan teknologi hemat energi antara lain adalah teknologi zero reformer DRI pada pembuatan besi sponge, yang dapat menurunkan intensitas energi sebesar 3,77 GJ/ton besi sponge atau dapat menurunkan biaya energi sebesar Rp. 200.068,00 per ton besi sponge.

The steel industry is an energy intensive industry that requires energy in very large quantities in the steel production process. In terms of energy intensity, the steel industry in Indonesia have greater energy intensity than similar industries in the Asian region, this means that the energy consumption to produce one ton of steel products in Indonesia is higher than imported products. Referring to the cost of energy, the energy consumption is higher than other countries in Asia, may cause Indonesian steel products less competitive in the Asian market.
The Government through the Ministry of Industry has set a target of domestic steel production to fulfill national steel demand and minimize dependence on imported products. It is necessary be followed by the energy demand planning and efforts to reduce the cost of energy that Indonesian steel products more competitive in the Asian market and can fulfill national steel demand optimally.
This study aims to estimate the amount of energy required in the optimal energy mix and find a way of reducing energy intensity in the domestic steel industry to fulfill the national steel demand.
The result showed that in 2020 the domestic steel industry is estimated to require an energy of 57.75 million mscf natural gas; 14.91 TWh of electricity and 1.49 billion liters of diesel fuel to produce steel products as targeted the Ministry of Industry of 5 million tonnes of sponge iron, 20 million tons of crude steel and 20 million tons of finished steel product. There is the potential for energy efficiency in 2020 was estimated at 29.80 million GJ, equivalent to 8.28 TWh. This potential can be realized by implementing energy-saving technologies include zero reformer DRI technology in the manufacture of sponge iron, which can reduce the energy intensity of 3.77 GJ / tonne of sponge iron or can reduce energy costs by Rp. 200,068.00 per tonne of sponge iron.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2014
T42180
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Arif Zakaria Kapa
"Kajian perencanaan pembangkitan listrik tenaga gas (PLTG) di anjungan Krisna-P CNOOC SES Ltd, dilandasi pertimbangan terbuangnya raw associated gas (RAG). Disisi lain, CNOOC SES Ltd memiliki kontrak penjualan non associated gas ke PLN untuk PLTGU Cilegon. Sebagian non associated gas (gas ekonomis) juga dimanfaatkan sendiri oleh CNOOC SES Ltd untuk pembangkit listrik menggunakan generator turbin gas. Karena kebutuhan akan listrik yang cukup besar maka konsumsi gas untuk pembangkitan sendiri juga besar. Keadaan ini memberi peluang untuk menghemat penggunaan gas bilamana merencanakan pembangkitan listrik yang tidak mengkonsumsi gas ekonomis ini.
Kenyataan bahwa anjungan Krisna-P memiliki sambungan listrik dengan jala-jala kelistrikan CNOOC SES Ltd, memungkinkan perencanaan pembangkitan di anjungan Krisna-P memanfaatkan gas buang ini. Dengan masuknya suplai listrik dari anjungan Krisna-P, membuat penghematan gas ekonomis, sehingga mobilisasi gas ke PLN bisa lebih besar lagi dan memberi keuntungan kepada CNOOC SES Ltd. Dengan demikian kajian keekonomian perencanaan pembangkitan di Krisna-P perlu dilakukan, dengan membandingkan keuntungan ekonomis dari tambahan gas yang di jual ke PLN, karena penghematan ini terhadap biaya investasi yang di perlukan.

Study of planning of electrical power generation by gas resources at Krisna-P platform is based on consideration of raw associated gas (RAG) wasting. At the other side, CNOOC SES Ltd have contract of gas selling to PLN for Gas and Steam Power Generation (PLTGU) Cilegon. Some of non associated gas (economic gas) that being sold to PLN is also utilized by CNOOC SES Ltd for own power generation using gas turbine generators. Due to the high requirement of electrical power the gas consumption for own generation is also high. This condition give an opportunity to save the gas upon there is a plan to make power generation that is not consuming this economic gas.
The fact that Krisna-P platform has electrical connection to CNOOC SES Ltd grid give possibility to have planning for electrical power generation at Krisna-P that consuming this uneconomic gas. By this Krisna-P electrical supplying, there will save the economic gas, so that gas mobilization to PLN can be increased and give more advantage to CNOOC SES Ltd. Therefore, the economic study of power generation planning at Krisna-P platform need to conduct to compare the economic advantage of gas sell to PLN with the investment required.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2014
T42628
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Lia Astari
"Saat ini operator telekomunikasi menghadapi berbagai tantangan yang mempengaruhi profit. Untuk menghadapi tantangan-tantangan tersebut operator memerlukan strategi yang tepat. Strategi kepeminpinan biaya dapat direalisasikan dalam efisiensi capex dan opex. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan efisiensi penggunaan biaya investasi BTS tanpa mengesampingkan kualitas layanan. Untuk tercapainya laba bersih yang diharapkan, dibutuhkan perancangan ambang batas kapasitas sebagai pedoman ekspansi BTS. Investasi yang berlebihan dapat menyebabkan penurunan laba bersih. Sebaliknya investasi yang terlambat dapat menyebabkan rendahnya Quality of Experience (QoE). Perhitungan ambang batas menggunakan teori Probabilistic Risk Analysis Discrete Random Variables, dengan membandingkan probabilitas tingkat pengembalian investasi dan risiko antar alternatif agregasi utilisasi menggunakan mean 80%, mean 90%, peak 80%, dan peak 90%. Hasil analisis menunjukkan berdasarkan analisis probabilitas tingkat pengembalian investasi dan tingkat risiko, maka agregasi mean dengan threshold 90% lebih baik.

Nowadays, the operators have faced some challenges which impact to net profit. To overcome the challenges, operators need proper strategy. Cost leadership strategy can be realized in efficient capex and opex. This research is purposed to make BTS investment cost efficient without set the quality of service aside. To get the expected profit, operators need to design the capacity threshold as BTS expansion guidance. Over investment can cause net profit decrement. Otherwise, late investment can cause low Quality of Experience (QoE). Threshold design uses Probabilistic Risk Analysis Discrete Random Variables theory, with comparing return of investment probability and risk between alternatives using mean 80%, mean 90%, peak 80%, dan peak 90%. The result shows that base on return of investment probability and risk, mean aggregate with threshold 90% is better than others.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2014
T42516
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Panji Narputro
"Letak geografis negara Indonesia yang berada di jalur khatulistiwa membuat Indonesia memiliki potensi besar terpapar sinar matahari sepanjang tahun. Dengan potensi energi sebesar 4.8 kWh/m2/hari, Indonesia memiliki potensi 6 hingga 10 kali lebih besar untuk membangkitkan listrik melalui sel surya dibandingkan dengan negara-negara di Eropa. Oleh karena itu Indonesia perlu untuk lebih mengoptimalkan pemanfaatan energi matahari sebagai sumber energi alternatif selain minyak dan gas. Dengan tujuan untuk bisa lebih mendorong pemanfaatan energi matahari tersebut maka diperlukan data dan informasi mengenai ketersediaan energi matahari di wilayah Indonesia. Salah satunya adalah data dan informasi penentuan sudut kemiringan sel surya untuk mendapatkan potensi energi matahari yang optimal. Data dan informasi yang dimaksud adalah data dan informasi terkait meteorologi (radiasi langsung, radiasi tidak langsung, radiasi global, dan temperatur lingkungan) serta letak lokasi (lintang dan bujur) dari panel sel surya. Dengan data dan informasi tersebut, kita bisa menentukan sudut kemiringan yang optimal sehingga didapatkan energi potensial matahari yang optimal dan juga didapatkan pula desain sistem sel surya yang lebih efisien serta biaya energi yang lebih optimal.

Indonesian position along the equator line makes Indonesia has a huge exposure of solar radiation potential throughout the year. With 4.8 kWh/m2 potential energy, compare to Europe, Indonesia has 6 to 10 times potential energy to generate electricity through solar cell system. For that purpose, Indonesia needs to further optimize the utilization of solar energy as an alternative source of energy other than oil and gas. In order to encourage the use of solar energy, data and information concerning to the availability of solar energy in Indonesia is very important. Data and information for this paper are information of meteorological data (direct radiation, diffuse radiation, global radiation, and environment temperature) and location (latitude and longitude) of Photovoltaic (PV) cell. With both data, we can determine optimum PV tilt to obtain optimum solar energy and get an efficiency of PV system with optimal energy cost."
Salemba: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2014
T41710
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ayu Nova Era Jayanti
"[ABSTRAK
Kinerja keuangan operator X mengalami penurunan di sisi net profitnya, dan
menunjukkan cost atau beban usaha yang meningkat di tiap tahunnya sehingga
mengurangi pendapatan revenue perusahaan. Untuk meningkatkan profit
perusahaan yang paling mungkin untuk dilakukan pada kondisi industri
telekomunikasi saat ini yang merupakan pasar oligopoly, adalah perlunya
efisiensi di sisi cost, yaitu dalam hal ini adalah investasi perusahaan. Trafik data
berkembang semakin pesat belakangan ini, mempengaruhi kebutuhan akan
jaringan data. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan ini diperlukan adanya
ekspansi kapasitas, dalam hal ini kapasitas SGSN (Serving GPRS Support Node).
Perancangan model kontrol untuk investasi dan threshold atau ambang batas
disini akan menjadi kunci dalam pengambilan keputusan berapa besar dan waktu
yang tepat untuk melakukan ekspansi. Sehingga menjamin tidak terjadinya over
investment (investasi berlebihan), serta menghindari terjadinya keterlambatan
ekspansi yang dapat menyebabkan hilangnya pasar potensial.

ABSTRACT
The financial performance of operator X, has decreased especially in term of net
profit and shows that costs or operating expenses increased each year and
therefore reducing company?s revenue earnings. To increase company?s earnings
in Olygopoly market, efficiency cost need to be maintained, in this case
company?s investment. Data traffic is growing more rapidly these days, affecting
the need of network capacities for data traffic. Therefore to meet the
requirements, it is necessary to expand the capacity, and in this case the capacity
of the SGSN (Serving GPRS Support Node). Design control model of investment
and threshold are needed in decision making on how much the capacity will be
added and when the proper time to expand the capacity. Therefore, it avoid over
investment and to be sure the proper time to expand the capacity so the company
does not losing their potential market.;The financial performance of operator X, has decreased especially in term of net
profit and shows that costs or operating expenses increased each year and
therefore reducing company?s revenue earnings. To increase company?s earnings
in Olygopoly market, efficiency cost need to be maintained, in this case
company?s investment. Data traffic is growing more rapidly these days, affecting
the need of network capacities for data traffic. Therefore to meet the
requirements, it is necessary to expand the capacity, and in this case the capacity
of the SGSN (Serving GPRS Support Node). Design control model of investment
and threshold are needed in decision making on how much the capacity will be
added and when the proper time to expand the capacity. Therefore, it avoid over
investment and to be sure the proper time to expand the capacity so the company
does not losing their potential market.;The financial performance of operator X, has decreased especially in term of net
profit and shows that costs or operating expenses increased each year and
therefore reducing company’s revenue earnings. To increase company’s earnings
in Olygopoly market, efficiency cost need to be maintained, in this case
company’s investment. Data traffic is growing more rapidly these days, affecting
the need of network capacities for data traffic. Therefore to meet the
requirements, it is necessary to expand the capacity, and in this case the capacity
of the SGSN (Serving GPRS Support Node). Design control model of investment
and threshold are needed in decision making on how much the capacity will be
added and when the proper time to expand the capacity. Therefore, it avoid over
investment and to be sure the proper time to expand the capacity so the company
does not losing their potential market., The financial performance of operator X, has decreased especially in term of net
profit and shows that costs or operating expenses increased each year and
therefore reducing company’s revenue earnings. To increase company’s earnings
in Olygopoly market, efficiency cost need to be maintained, in this case
company’s investment. Data traffic is growing more rapidly these days, affecting
the need of network capacities for data traffic. Therefore to meet the
requirements, it is necessary to expand the capacity, and in this case the capacity
of the SGSN (Serving GPRS Support Node). Design control model of investment
and threshold are needed in decision making on how much the capacity will be
added and when the proper time to expand the capacity. Therefore, it avoid over
investment and to be sure the proper time to expand the capacity so the company
does not losing their potential market.]"
Jakarta: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2014
T43230
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>