Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 15 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Ananda Putri Swastinitya
"Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia Tahun 2017 menunjukkan peningkatan pada nilai bahaya percepatan gempa terutama di wilayah sekitar Jakarta. Gempa menghasilkan pergerakan tanah yang unik, maka satu jenis loading protocol pada uji eksperimental tidak dapat menggambarkan variabilitas dari earthquake demand. Dengan mengeneralisasi penggunaan loading protocol pada suatu komponen struktur dapat mengakibatkan misleading dalam menyimpulkan seismic demand-nya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan loading protocol pada kinerja struktur serta merupakan bagian dari penelitian skala besar terkait seismic performance pada sambungan antara spun pile dengan pile cap di Indonesia. Metode penelitian dilakukan dengan metode elemen hingga nonlinier menggunakan SAP2000 dan OpenSees dengan objek penelitiannya adalah spun pile hollow serta spun pile dengan beton pengisi. Pada spesimen tersebut, loading protocol pembebanan siklik diberikan dalam bentuk drift ratio dengan tipe loading protocol yang memiliki jumlah siklus serta pola kenaikan/penurunan nilai drift ratio yang berbeda. Pada penelitian ini diketahui bahwa tipe loading protocol pembebanan siklik yang berbeda mempengaruhi kinerja struktur dalam segi penurunan kekakuan (stiffness degradation), kekuatan (strength degradation) serta penyerapan energinya dengan trend yang kurang lebih sama. Berdasarkan penelitian ini, tipe loading protocol yang direkomendasikan untuk digunakan dalam mengetahui kinerja struktur secara optimal adalah tipe TP-01 sama dengan panduan pada ACI 364 di mana tipe loading protocol yang disarankan adalah tipe loading protocol dengan pengulangan pembebanan dalam bentuk drift ratio selama beberapa siklus sebelum pembebanan dilanjutkan dengan kenaikan nilai drift ratio selanjutnya. Pada tipe loading protocol TP-01 walaupun jumlah siklusnya cukup banyak akibat pengulangan pembebanan, tetapi penurunan kekuan dan kekuatan yang terjadi tidak terlalu besar dan penyerapan energinya cukup besar jika dibandingkan dengan tipe loading protocol lainnya.

There is an increase of hazard value on earthquake acceleration around Jakarta. Earthquake produce unique ground movements, so one type of loading protocol for experimental test cannot determine the variability of earthquake demand. By generalizing the use of loading protocols on a structural component can lead to misleading in fulfilling its seismic demand. This study aims to determine the effect of differences in loading protocols on a structure performance, also this study is also a part of a large-scale research related to seismic performance in the connection between spun pile and pile cap in Indonesia. The research method is carried out by the nonlinear finite element method using SAP2000 and OpenSees with the research object is a spun pile hollow and spun pile with concrete infill. In these specimens, the cyclic loading with loading protocol is given in the form of a drift ratio with several type of loading protocol that has a different number of cycles, drift ratio pattern (increasing/decreasing) and the sequence of the loading protocol. Based on this research, it is known that different type of loading protocols affects the structure performance in terms of stiffness degradation, strength degradation and energy dissipation, the degradation has a similar trend. The result also shows that the recommended type of loading protocol that can be used on assessing a structure seismic performance optimally is the loading protocol TP-01, this type of loading protocol is same as the recommended type from ACI 364, where in this type of loading protocol there are a repetition of loading in the form of drift ratio for several cycles before the loading followed by an increase in the next value of drift ratio. With loading protocol TP-01, eventhough the number of cycles is quite a lot due to repetiotion loading, the stiffness and strength degradation that occurs is not too large and the energy dissipation of the structure is quite large, compared to the other types of loading protocol."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Geraldie Lukman Wijaya
"Indonesia termasuk daerah dengan tingkat risiko gempa yang cukup tinggi. Hal ini disebabkan karena wilayah Indonesia berada di antara empat lempeng tektonik yang aktif yaitu lempeng Eurasia, lempeng Indo-Australia, lempeng Filipina, dan lempeng Pasifik. Pada tahun 2011 pemerintah menyusun peraturan perencanaan bangunan tahan gempa yang baru, yaitu SNI 03-1726-2011, untuk menggantikan peraturan sebelumnya SNI 03-1726-2002. Objek pada penelitian ini adalah bangunan tingkat rendah di Jakarta. Struktur dimodelkan secara tiga dimensi dengan menggunakan program ETABS ver. 9.5, dan dengan beban gempa yang diperoleh dari peraturan perencanaan bangunan tahan gempa maka akan diperoleh gaya geser dasar gempa dan simpangan antar lantai bangunan.
Hasil yang diperoleh adalah nilai normalisasi gaya geser SNI 03-1726- 2011 lebih besar 31,65% dibandingkan nilai normalisasi gaya geser SNI 03-1726- 1989, dan nilai normalisasi gaya geser SNI 03-1726-2011 lebih kecil 21,18% dibandingkan nilai normalisasi gaya geser SNI 03-1726-2002. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini hanya berlaku untuk bangunan tingkat rendah dengan struktur beton bertulang yang berada di Jakarta dengan kondisi tanah lunak.

Indonesia is one of the areas with high level of seismic risk. The reason is because Indonesia is located between four active tectonic plates, namely Eurasian plate, Indo-Australian plate, Philippine plate, and the Pacific plate. In 2011, the government of Indonesia formulated SNI 03-1726-2011, the new regulation of earthquake-resistant buildings planning to replace the previous regulation, SNI 03-1726-2002. The object of this research is low-level buildings in Jakarta. The stucture is modeled in 3 dimension by using ETABS ver. 9.5. The model is loaded by earthquake load which is obtained from the regulation of earthquake-resistand buildings. The seismic base shear and the story drift is then obtained by the analysis of ETABS.
The results obtained are the average normalized shear force value of SNI 03-1726-2011 has the greater value of 31.65% compared to the average value of SNI 03-1726-1989 normalized shear force, and the average normalized shear force of SNI 03-1726-2011 is smaller by the value of 21.18% compared to the value of the normalized shear force of SNI 03-1726-2002. The results obtained in this study are only applicable to low-level buildings with reinforced concrete structure located in Jakarta with soft soil conditions.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2011
S1062
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Gilang Wibowo Aji
"Sifat mekanik mortar yang terdiri dari Kuat Tekan, Densitas, Absorpsi dan Modulus Elastisitas merupakan sifat utama yang sangat penting bagi mortar dalam penggunaan sebagai bahan konstruksi. Seiring dengan sumber daya alam yang terus berkurang, maka bahan untuk membentuk mortar pun dapat diganti dengan bahan buangan limbah pertanian dan baja, yang secara kualitas tidak kalah dengan bahan pengganti agregat halus (pasir). Adapun bahan pengisi yang digunakan adalah abu sekam padi (ASP) dan precious slag ball (PSB). Penelitian ini terdiri dari 2 komposisi, yaitu komposisi 30% PCC dan 70% PSB dan komposisi 30% PCC, 20% ASP, dan 50% PSB dan memakai 2 type semen. Dari penelitian yang telah dilakukan, diperoleh mortar dengan kuat tekan komposisi 1: 79.074 MPa dan 79.960 MPa dan kuat tekan komposisi 2: 14.99 MPa dan 15.95 MPa, densitas komposisi 1: 2,811 gram/cm3 dan 2,781 gram/cmdan densitas komposisi 2: 1,848 gram/cm3 dan 1,907 gram/cm3, absorpsi komposisi 1: 7.2, 10.8, 27.76, 36 gram/100cm2 dan 8.8, 18, 36.4, 47.2 gram/100cm2, dan absorpsi komposisi 2: 12, 21.6, 61.6, 146 gram/100cm2 dan 16, 26.4, 86.72, 135.2 gram/100cm2, modulus elastisitas komposisi 1: 43592.44, 43592.44, 37134.33, 37292.94 MPa dan 39438.58, 39438.58, 33858.25, 33769.86 MPa, dan modulus elastisitas komposisi 2: 10321.9, 4423.7, 9144.2, 9350.1 MPa dan 11662.4, 4423.7, 10275.8, 9879.6 MPa. Nilai-nilai sifat mekanik yang telah memenuhi persyaratan ASTM C 579¬01, ASTM C 905-01, ASTM C 1403-00 dan ASTM C 580-02 diharapkan dapat meminimalisir bahkan meniadakan penggunaan pasir serta memaksimalkan penggunaan limbah yang ramah lingkungan.

Mechanical properties of mortar consisting of Compressive Strength, Density, Absorption and Modulus of Elasticity is the main character are very important for the mortar to be used as construction material. Along with the decreasing of natural resources, the material used for the mortar mix can be replaced by agricultural and steel waste materials, which is not inferior in replacing material for natural sand. The filler material used are rice husk ash (RHA) and precious slag ball (PSB). This study consisted of two mortar compositions, namely the composition of 30% PCC and 70% PSB and the composition of 30% PCC, 20% RHA, 50% PSB and two different products of a type of cement were used in this experimental study consisted of two type of composition. The research outcomes exhibited that the compressive strength of composition 1: 79 074 MPa and 79,960 MPa and compressive strength of composition 2: 14.99 MPa and 15.95 MPa, the density of composition 1: 2.811 and 2.781 gram/cm3 gram/cm3 and density of composition 2: 1.848 gram/cm3 and 1.907 gram/cm3, the absorption of composition 1: 7.2, 10.8, 27.76, 36 gram/100cm2 and 8.8, 18, 36.4, 47.2 gram/100cm2, and absorption of composition 2: 12, 21.6, 61.6, 146 gram/100cm2 and 16, 26.04, 86.72, 135.2 gram/100cm2, modulus elasticity of composition 1: 43592.44, 43592.44, 37134.33, 37292.94 and 39438.58 MPa, 39438.58, 33858.25, 33769.86 MPa, and modulus elasticity of composition 2: 10321.9, 4423.7, 9144.2, 9350.1 MPa and 11662.4, 4423.7, 10275.8, 9879.6 MPa. The values of mechanical properties that meet the requirements of ASTM C 579-01, ASTM C 905-01, ASTM C 1403-00 and ASTM C 580-02 is expected to minimize and even eliminate the use of sand and maximize the use of environmentally friendly waste.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2011
S870
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Hendri Novialdi
"ABSTRAk
Kabel/Hanger merupakan elemen yang sangat krusial pada keamanan jembatan dengan kabel pengantung, itu keakuratan perhitungan gaya tarik hanger memiliki peranan penting dalam tahap konstruksi dan perawatan. peristiwa runtuhnya jembatan Mahakam II akibat kesalahan pada pengencangan hanger merupakan pelajaran yang sangat berharga untuk structur jembatan dimasa mendatang. Skripsi ini membahas tentang pengukuran gaya tarik hanger pada jembatan pelengkung baja di lapangan dengan metode pengukuran frekuensi, dan percobaan laboratorium untuk mengetahui validasi hasil pengukuran, serta pemodelan struktur dengan dan tanpa tahapan konstruksi untuk mengetahui gaya tarik rencana hanger.
Dari hasil pengukuran, gaya tarik hanger tidak terdistribusi merata. Hanger ujung/yang pendek menerima gaya yang paling besar sedangkan hanger yang tengah menerima gaya yang lebih kecil. Percobaan laboratorium menunjukan string theory lebih tepat digunakan pada hanger yang pendek, dari percobaan ini juga didapatkan breaking load dari hanger lebih besar 1.28 kali breaking load rencana. Pemodelan struktur dengan program Midas Civil distribusi hanger yang cukup merata baik untuk pemodelan dengan tahapan konstruksi dan tanpa tahapan konstruksi. Jika gaya tarik hasil dibandingkan dengan breaking load rencana sebesar 1631 kN dan percobaan sebesar 2094 kN ada beberapa hanger yang perlu diganti terutama pada hanger ujung, karena didapatkan safety factor lebih kecil dari 3.

ABSTRACT
Since Cables/hangers are a crucial element of cable supported bridges, the accuracy estimation tension of tension force is of major importance on both construction and maintenance. The collapse of Mahakam II bridge caused improper hanger retightening, it?s become a good priceless lesson for us for future structure. In this final project present a field study estimation tension force on steel arch bridge with frequency identification method, experimental study in laboratorium for validation the estimation, and modelling the bridge with dan without construction stage to identify hangers design tension force.
The result of estimation hanger tension force not distribute properly. Hanger at end of bridge have a bigger tension force than hanger at middle of bridge. Experimental study shows string theory more accurate for shorter hanger and breaking load is 1.28 times form design breaking load. From Modelling with Midas Civil shows the hanger distributed properly along the bridge for both model. If the estimation result compare with design (1631 kN) and experimental breaking load (2094 kN), hanger no. 1, 2, 17, 18, 18 for upstream and hanger no. 2 and 10 for downstream must be replaced, because safety factor less than 3."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2012
S42744
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Kennard Georgius Summakwan
"Bekisting merupakan salah satu komponen dalam proyek yang memakan biaya cukup besar. Penggunaan bekisting berbahan woven polyethylene menjadi salah satu alternatif untuk menekan biaya bekisting. Penelitian ini berfokus pada wiremesh yang di gunakan sebagai penguat bekisting berbahan woven polyethylene, khususnya pada tie beam, di mana terdapat berbagai jenis jarak spasi wiremesh dan sudut putar pemasangan wiremesh hingga berbentuk intan. Identifikasi material yang di gunakan di lapangan, pembebanan akibat beton berdasarkan ACI 347-04 dan DIN 18218:2010, dan cara pemasangan wiremesh dan spreader cleats menjadi parameter yang perlu di dapatkan. Perhitungan deformasi akibat parameter tersebut di lakukan dengan bantuan aplikasi SAP2000 untuk memudahkan permodelan. Perbandingan nilai deformasi pada variasi permodelan jarak spasi wiremesh dan bentuk intan wiremesh perlu di bandingkan juga dengan data eksperimen yang telah di lakukan dalam penelitian sebelumnya oleh Novena pada tahun 2019 yaitu eksperimen Evaluasi Kinerja Bekisting Berbahan Dasar Woven Polyethylene pada Struktur Tie Beam dan Pile Cap. Selain itu, penggunaan aplikasi SAP 2000 juga berguna untuk mengetahui variabel yang di duga sensitif terhadap deformasi bekisting woven polyethylene. Variabel sensitif di tentukan dengan menggunakan sensitivity analysis terhadap variabel input pada aplikasi SAP2000, di mana metode yang di gunakan adalah koefisien korelasi Pearson dan analisa regresi.

Formwork is one of components in the project that requires a large enough cost. The use of polyethylene woven formwork is an alternative to minimize the cost of formwork. This study discusses wiremesh which is used as a formwork reinforcement made from woven polyethylene, especially on tie beams, where there are various types of wiremesh spacing and rotational angles of wiremesh mounting to form diamond shape wiremesh. Identification of materials used in the field, loading using concrete based on ACI 347-04 and DIN 18218: 2010, and how to install wiremesh and spreader cleats are parameters that need to be obtained. Assessment of the required parameters above with the help of the SAP2000 application to facilitate modeling. Comparison of reform values ​​in the variation of distance modeling of wiremesh spacing and diamond shape wiremesh needs to be compared also with experimental data that have been carried out in research previously conducted by Novena in 2019, namely the experiment The Performance Evaluation of Woven Polyethylene on Tie Beam and Pile Cap Structure. In addition, the use of SAP2000 application is also useful for studying variables that are assumed to be sensitive to woven polyethylene formwork deformation. Sensitive variables are determined by using sensitivity analysis of input variables in SAP2000 applications, where it uses Pearson correlation coefficient method and regression analysis."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Selly Aprianna
"Fly ash merupakan limbah hasil pembakaran batubara pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), yang saat ini belum dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk memanfaatkan fly ash agar menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis dan tidak mencemarkan lingkungan. Salah satu pemanfaatannya adalah digunakan sebagai material tambahan pada beton.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kuat tekan beton yang menggunakan fly ash, dimana sampel yang digunakan berasal dari 5 proyek dan hasil bor inti. Beton yang diambil dari 5 proyek tersebut memiliki mutu (fc - ) antara 15 - 45 MPa dengan persentase fly ash berkisar 5-20%. Perawatan benda uji dalam penelitian ini dilakukan dengan 2 perlakuan, yakni perawatan beton sesuai standar dan yang diterapkan di lapangan. Pengujian kuat tekan beton fly ash sampel silinder dilakukan pada hari ke-3, 7, 14, 21, 28, 56, dan 90. Sedangkan untuk pengujian kuat tekan terhadap hasil bor inti dilakukan pada saat beton berumur ke-28, 56, dan 90 hari.
Pada penelitian ini kuat tekan beton yang menggunakan fly ash menunjukkan hasil yang mendekati kekuatan beton normal yang terdapat dalam SNI. Selain itu, nilai kuat tekan beton akan memiliki nilai yang lebih tinggi jika beton dirawat dengan cara standar dibandingkan jika dirawat sesuai dengan yang diterapkan di lapangan. Untuk nilai kuat tekan beton hasil bor inti juga menunjukkan nilai yang tidak berbeda jauh dengan nilai kuat tekan beton silinder sehingga dapat disimpulkan bahwa sampel hasil bor inti dapat dilakukan dan diterapkan pada kondisi eksisting di lapangan.

Fly ash is a waste of coal combustion results in Steam Power Plant (power plant), which is currently not used optimally. Therefore, there is need efforts to use fly ash to be a valuable economic material and not pollute the environment. One of its utilization is used as additional material on the concrete.
This study aims to determine the compressive strength of concrete using fly ash, where the sample came from five projects and the results of core drilling (coring). Concrete taken from five projects which have the quality (fc') between 15-45 MPa, with percentages of fly ash ranging from 50-20%. Curing of the samples in this study conducted with two treatments, by concrete maintenance standards and like applied in the field. Testing the strength of concrete cylinders samples was done at days 3, 7, 14, 21, 28, 56, and 90. Whereas the compressive strength testing for concrete by results of coring when the concrete at 28, 56, and 90 days.
In this study the compressive strength of concrete using fly ash showed the results of which approximates the strength of normal concrete contained in the Standard. In addition, the value of compressive strength of concrete will have a higher value if the concrete was treated with a standard way than if treated in accordance with the application in the field. To value the strength of concrete coring results also show that the value does not differ much with the value of concrete cylinder compressive strength so it can be concluded that the results of coring samples can be introduced and applied in the existing condition in the field.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2010
S50603
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Badia Mahar Priguna
"Tesis ini membahas tentang perilaku dan kinerja dari bangunan tinggi fungsi perkantoran yang didisain sesuai peraturan yang berlaku di Indonesia menggunakan sistem struktur penahan beban lateral kombinasi SRPMK beton dan rangka bresing baja prategang. Sistem struktur didisain dalam dua model. Model yang mengaplikasikan tension-only pada komponen diagonal bresingnya (model TO) dan yang tidak (model non-TO). Selanjutnya, struktur bangunan dianalisa menggunakan metode pushover FEMA 356 untuk kemudian dianalisa perilaku dan kinerjanya. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa model yang mengaplikasikan tension-only pada komponen diagonal bresingnya (model TO) menghasilkan dimensi komponen diagonal bresing yang lebih ekonomis dan gaya prategang yang jauh lebih kecil tanpa mengurangi kinerja dari struktur itu sendiri.

This thesis discusses about the behavior and the performace of a office high rise building that be designed according Indonesian code by using lateral load resisting structure system combination concrete sway special frame and prestressing steel brace frame. Structure system is designed in two models. Model that apply tension-only to the diagonal member of brace (TO model) and not (non-TO model). Furthermore, the building structure is been analysis by using FEMA 356 pushover to be analysing its behavior and performance. From the result of the research is obtained model that apply tension-only to the diagonal member of brace (TO model), produces more economical dimension of diagonal member of brace and smaller prestressing force without decreasing the performance of the structure."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2011
T29357
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Geovanie Lukas Wijaya
"ABSTRAK
Pembangunan di Indonesia yang berkembang pesat setiap tahunnya, menimbulkan persaingan yang ketat di antara penyedia jasa konstruksi. Dewasa ini, banyaknya perusahaan yang menawarkan jasa konstruksi menimbulkan persaingan yang ketat untuk mendapatkan kepercayaan dari masyarakat agar menggunakan jasanya. Namun terkadang dalam realitanya terjadi persaingan yang tidak sehat, dimana terjadi perusahaan yang menawarkan jasa konstruksi yang tidak sesuai dengan bidangnya. Hal ini menandakan masih lemahnya pengawasan dari pemerintah terhadap perusahaan penyedia jasa konstruksi yang ada di Indonesia, khususnya di kota ? kota kecil. Dalam penelitian ini penyusun menganalisis suatu kasus kegagalan struktur pada bangunan pengeringan karet, yang diidentifikasikan sebagai kegagalan tekuk pada kolom ? kolomnya. Struktur bangunan dimodelkan secara tiga dimensi dengan menggunakan program SAP2000, dan analisis yang digunakan adalah statis nonlinear, dikarenakan tidak terjadi gempa sewaktu struktur bangunan mengalami keruntuhan. Dari penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa struktur bangunan memang tidak dapat menahan pembebanan yang direncanakan. Hal ini diperparah dengan terjadinya korosi pada elemen-elemen struktur bangunan.

ABSTRACT
Development in Indonesia is growing rapidly every year, creating intense competition among providers of construction services. Nowadays, many companies offering construction services create strict competition to earn public trust to use their services. However, sometimes in practice happens unfair competition, where company offers construction services which do not correspond to its specialty. This indicates the weakness of government oversight of the construction services provider company in Indonesia, especially in the small town regions. In this study the author analyzes a case of structural failure in the crumb rubber factory that is identified as buckling in the columns. The building structure is modeled in three dimensions by using SAP2000, and the analysis used is a nonlinear static, because no earthquake occurs when the structure collapsed. From the research conducted, it is known that structures are not able to withstand the planned loading. This is exacerbated by the occurrence of corrosion on the elements of building structures. "
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2011
S378
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Andre
"Dalam penelitian ini meninjau penggunaan serbuk kerang sebagai substitusi perekat semen sedangkan agregat halus untuk Campuran mortar dengan bahan limbah berupa Concrete Sludge Waste (CSW) sebagai substitusi pasir. Sifat mekanik Paving block yang diuji dengan total benda uji sebanyak 180 buah. Yang meliputi kuat tekan sebanyak 60 benda uji sesuai SNI 03-0691-1996, kuat lentur sebanyak 60 benda uji sesuai standar ASTM C 78-94, absorpsi sebanyak 60 benda uji sesuai SNI 03-0691-1996.
Pengujian kuat tekan hingga umur benda uji 28 hari, dibagi menjadi 4 variasi pengujian sehingga didapat variasi optimum untuk komposisi semen, agregat halus 1:4,5 , yang terdiri dari 98 % semen, 2 % serbuk kerang dan 100 % CSW didapatkan nilai kuat tekan optimum sebesar 10.05 MPa. Pengujian kuat lentur hingga umur benda uji 28 hari dengan variasi yang sama didapatkan kuat lentur optimum sebesar 6.42 MPa. Pengujian absorpsi hingga umur benda uji 56 hari dengan variasi yang sama didapatkan nilai absorpsi sebesar 5.51 %. Dengan nilai yang diharapkan maka paving block dapat diaplikasikan dalam pembuatan bata beton (paving block) kelas pedestrian.
This reseach aims to observe the use of shell powder as a substitute of adhesive cement while Concrete Sludge Waste (CSW) as a substitute of sand for paving block. The mechanical properties tested in the laboratory with 180 samples of total samples. Comprising 60 samples for testing of the compressive strength refers to SNI 03-0691-1996, 60 sample for testing of flexural strength refers to C 78-94, 60 samples for testing of absorption refer to SNI 03-0691-1996.
Testing of the compressive strength performed up to 28 days is divided into 4 variations. From this research, variation for composition cement, Aggregate 1:4,5, consist of 98% cement 2% shell powder as an adhesive materials and 100% CSW as an aggregate getting 10.05 MPa as an optimum compressive strength. Testing of the flexural strength performed up to 28 days with the same variation getting 6.42 MPa as an optimum flexural strength. Testing of the absorption performed up to 56 days with the same variation getting 4,84 % as an optimum absorption. With this value, hoped can be applied in the manufacture of concrete bricks (paving blocks) for pedestrian class.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2012
S42726
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Giwangkara Ricky Perdana
"Pada proses pengadukan beton, akan menghasilkan limbah beton yang mengering pada tempat adukan dan air sisa dari adukan beton. Dari hasil limbah adukan beton tersebut, timbullah ide penelitian untuk memanfaatkan kembali limbah tersebut sebagai campuran paving block. Paving block tersebut dicampur bahan tambahan berupa serat ijuk. Parameter yang diuji adalah kuat tekan, kuat lentur dan penyerapan. Dari hasil penelitian, paving block tersebut memiliki kuat tekan serta kuat lentur yang rendah dan penyerapan yang tinggi. Dengan menambahkan serat ijuk ke dalam campuran, kuat tekan dan kuat lentur paving block tersebut dapat meningkat.

In the process of concrete mixing, concrete sludge waste will be produced from dry concrete and remaining water in place of concrete mixing. There is an idea to recycle concrete sludge waste as the material for paving block. That paving block will be added with palm fiber. The parameters that will be tested are compressive strength, flexural strength and absorption. As the results of research, the paving block has low compressive strength and flexural strength. But its absorption is high. By adding palm fiber into the mix, compressive strength and flexural strength of paving block can be increased."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2012
S42824
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>