Ditemukan 28 dokumen yang sesuai dengan query
Lianita
"Pemakaman San Diego Hills adalah sebuah bentuk pemakaman baru yang cukup menarik saat ini. Bentuk arsitektur yang terdapat pada pemakaman ini berbeda dengan pemakaman-pemakaman yang terdapat di Indonesia pada umumnya. Sehingga skripsi ini bertujuan untuk mengungkap ide-ide arsitektural sebuah pemakaman dari Pemakaman San Diego Hills milik Lippo Grup di Karawang, dikaitkan dengan gejala hiper-realitas yang terjadi ditengah masyarakat.
Metode analisa yang digunakan dalam pembahasan Pemakaman San Diego Hills pada skripsi ini lebih melihat pada citra dan budaya pemakaman yang terdapat di beberapa tempat serta bentuk hiper-realitas pada arsitektur makam yang mempengaruhi perilaku masyarakat di dalamnya, yang berhubungan dengan teori tentang kapitalisme, citra, dan representasi.
Hipotesis dari skripsi ini adalah bahwa Pemakaman San Diego Hills ini merupakan salah satu bentuk dari kapitalisme yang memicu terjadinya gejala hiperrealitas. Pada akhirnya, kondisi-kondisi inilah yang membuat masyarakat percaya bahwa Pemakaman San Diego Hills adalah bentuk pemakaman yang ideal saat ini.
San Diego Hills Funeral Park and Memorial Homes is new attractive funeral architecture nowadays. Architectural form in this funeral is different with the other commonly funeral architecture in Indonesia. So, this thesis is offer to pronounce the architectural idea of funeral in San Diego Hills as the fate of Lippo Group, Karawang, connected to hyper-reality symptons that happens in people life.The method of analysis which used in the discussion of San Diego Hills of this thesis is by seeing the images and funeral cultures from several places and hyper-reality in funeral architecture that influence the life style of society inside, related to the capitalism, images and representative theory.The hippotesis of this thesis is San Diego Hills which has been a part of capitalism, be able to stimulate hyper-reality. In the end, all of these conditions make people believe that San Diego Hills is the ideal of funeral architecture form nowadays."
2008
S48401
UI - Skripsi Open Universitas Indonesia Library
Mirza Shahrani
"Masjid Kubah Emas di Depok adalah sebuah fenomena yang baru-baru ini menghebohkan dunia baik nusantara maupun mancanegara. Bukan hanya karena skalanya yang besar dan banyaknya penggunaan material emas pada masjid tersebut, namun juga karena letak dari masjid yang jauh dari pusat kota. Reka bentuk masjid yang merujuk pada masjid di kawasan Timur Tengah seakan-akan ingin menunjukkan bahwa reka bentuk masjid yang tepat hanyalah reka bentuk masjid di kawasan tersebut. Demikian pula dengan material emas yang melekat pada kubah masjid, seolah-olah ingin menunjukkan bahwa kubah adalah lambang dari sebuah masjid yang harus didesain semenarik dan seindah mungkin.
Skripsi ini bertujuan untuk menganalisa ide-ide arsitektural dari Masjid Kubah Emas, khususnya dilihat dari aspek ?reproduksi bentuk? yang disenarai merupakan simulasi dari masjid-masjid bercorak Timur Tengah, sedangkan pembahasan skripsi dilakukan dengan menyentuh tentang makna kesakralan masjid dan gekala hiper-realitas.
Peran dari pemberi tugas dan pemberi tugas atau pemilik sangat besar dalam pembangunan masjid ini. Oleh karena itu skripsi ini juga mengupas profil masjid berkaitan dengan profil pemiliknya yaitu Ibu Dian Djuriah. Pada akhirnya kondisi-kondisi itulah yang menjadi pemicu terjadinya pergeseran makna masjid pada Masjid Kubah Emas.
Golden Dome Mosque in Depok is a phenomenon that get people?s attention these day. The beautiful design and a lot of gold that used in this mosque makes it a new icon of mosque in Indonesia. The Golden Dome Mosque design that copying mosque design in Middle East country as if to show that the exact mosque design are only the design from that region. Either do with the gold material that stick to the dome, as if to show that dome is the symbol of a mosque, so it have to be designed as beautiful as possible.This thesis have purpose to analize the architectural ideas from Golden Dome Mosque, especially from ?form reproduction? aspect that show the simulation of mosque in Middle East country. Besides that, this thesis also discuss about sacred in mosque dan hyper-reality symptom.The role of the owner is very big for the development of this mosque and because of that this thesis also discuss about the profile of the owner, that is Miss Dian Djuriah. In the end, it is this condition that cause the mosque meaning shift in Golden Dome Mosque."
2008
R.05.08.54 Sha m
UI - Skripsi Open Universitas Indonesia Library
Bernadt Jimmy
"Arsitektur merupakan suatu karya yang perlu dikomunikasikan kepada orang lain yang butuh informasi tentangnya. Fotografi merupakan salah satu media penyampai informasi yang efektif dalam mengkomunikasikan obyek arsitektur, seperti melalui pameran foto, artikel di surat kabar, majalah, buku-buku, promosi, dan lain-lain, kepada setiap orang yang melihat karya fotografi arsitekur tersebut. Disamping itu, karya fotografi arsitektur juga dapat merepresentasikan ekspresi dari seorang fotografer baik itu emosi dan perasaannya terhadap obyek arsitektur yang pernah dilihatnya. Dengan kata lain, fotografi memiliki kemampuan untuk merekam suatu momen tertentu secara natural dan menginformasikan suatu obyek arsitektur sesuai dengan realitas sesungguhnya. Informasi yang paling utama dari suatu bangunan atau suatu fenomena alam yang harus disampaikan fotografer kepada masyarakat melalui karya fotografinya adalah pengalaman ruang dari bangunan atau tempat tersebut. Pengalaman ruang ini adalah sesuatu yang kita alami , kita hayati, dan kita rasakan pada saat kita memasuki suatu bangunan atau mengunjungi tempat tertentu. Namun terdapat kebimbangan apakah karya fotografi arsitektur yang bersifat dua dimensional tersebut dapat merepresentasikan pengalaman ruang yang bersifat tiga dimensional.
Architecture is a work that needs to be communicated to those who need the information of it. Photography can be an effective media to communicate architecture objects, for example through photo's exhibition, newspaper article, magazines, books, promotion, etc, to those who enjoy the architectural photography. Besides, architectural photography can represent the expression of the photographer, both emotion and personal feelings that this person has ever seen. In other words, photography has an ability to memorize a specific moment naturally and to inform and architecture object that refers to the reality. The main information of a building or a nature phenomenon that has to be sent by the photographer through his works is the space experience from that building or that place. This space experience is something that we experience of, involve, and feel when we are entering a building or visiting a specific place. But there occurs a doubt whether the two-dimensional architectural photography work can represent the three-dimensional space experience."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2006
S48622
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Ira Sophia
"Tanpa disadari, sungai telah menjadi salah satu bagian penting bagi kelangsungan hidup umat manusia. Dalam dunia arsitektur, sungai memiliki peranan yang berbeda-beda di setiap kota yang berbeda-beda juga juga lokasinya. Hal ini mempengaruhi tampilan serta wujud fisik sungai yang berbeda-beda. Pada abad ke-17, Kota Jakarta yang sekarang kita kenal sebagai Ibu Kota Negara RI, mengawali kebesarannya di kawasan Jakarta Kota Lama, dengan menjadi pusat perhatian dunia perdagangan intemasional. Kawasan ini dahulu lebih dikenal dengan sebutan Kota Batavia. Kota Batavia terbentuk seiring dengan keberadaan dan perkembangan Kali Besar serta kanal-kanal di dalamnya. Kanal-kanal yang ada di Kota Batavia memiliki banyak peranan bagi pembentukan dan perkembangan Kota Batavia, yang pada periode 1619-1799 merupakan kota kolonisasi Bangsa Belanda di bawah Pemerintahan VOC (Verenigde Oost Indische Compagnie). Mengenai penyebab yang mempengaruhi keberadaan Kali Besar dan kanal-kanal di dalam Kota Batavia, ada beberapa pendapat yang membahas konsep ide pembentukannya. Yang pertama adalah bahwa Kota Batavia dibangun VOC semata-mata agar sama dengan Kota Amsterdam di Belanda, sebagai usaha VOC menciptakan nuansa "e;nostalgia of homeland"e; bagi bangsa Belanda yang tinggal di Kota Batavia. Pendapat lain mengatakan bahwa Kota Batavia dibangun dengan mengikuti kaidah pola kota ideal untuk sebuah kota kolonial yang berlaku di Eropa. Dan pendapat yang terakhir adalah bahwa Kota Batavia merupakan kota hasil peleburan antara kota di Eropa dengan kota tradisional di Indonesia. Untuk membantu menelusuri pola pembentukan dan perkembangan Kota Batavia, dalam tulisan ini dilakukan tinjauan historis yang berhubungan dengan teori kolonialisme. Melalui tinjauan ini akan dilakukan studi banding antara Kota Batavia dengan Kota Amsterdam di Belanda, Kota Batavia dengan kota kolonial pada umumnya, Kota Batavia dengan kota kuno di Eropa serta Kota Batavia dengan kota tradisional di Jawa. Analisis lebih lanjut akan memaparkan perkembangan Kota Batavia sehubungan dengan pengaruh serta peran strategis Kali Besar serta kanal-kanal di dalam perkembangan Kota Batavia, khususnya dari sisi politik, sosial-budaya dan ekonomi."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2006
S48600
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Hery Kuntarto
"Di masa pemerintahan negara kolonial Hindia-Belanda pada abad XIX, kota Batavia mengalami pembangunan yang pesat diberbagai aspek kehidupan masyarakatnya. Salah satunya adalah melalui pendirian Museum Masyarakat Seni dan Ilmu Pengetahuan Batavia (Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen) atau yang kita kenal dengan nama Museum Nasional sekarang. Museum ini merepresentasikan beberapa aspek yang berkaitan dengan pembangunan dan perkembangan yang terjadi di kota Batavia pada abad XIX. Sebagai sebuah institusi sosial-budaya dan ilmu pengetahuan, museum kolonial merupakan bagian yang tak terpisahkan dari struktur masyarakat di Batavia. (Lalu bagaimana bentuk representasi museum ini terhadap kehidupan sosial budaya masyarakat kolonial?) Skripsi ini mencoba untuk menelusuri sebuah obyek arsitektur melalui pengamatan sejarah, baik menyangkut aspek perancangan bangunan, aspek waktu, aspek ilmu pengetahuan maupun aspek identitas kota. Skripsi ini bertujuan agar nantinya kita memperoleh gambaran yang jelas tentang bagaimana representasi dari museum ini terhadap perkembangan sosial-budaya dan ilmu pengetahuan di masyarakat serta perkembangan kota Batavia ditinjau dari aspek fisik pada abad XIX."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2006
S48614
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Neneng Churiah
"Migrasi Cina ke Batavia merupakan salah satu rangkaian dari diaspora Cina ke Asia Tenggara. Migrasi terjadi secara bergelombang dengan latar belakang faktor yang berbeda dari masa ke masa. Untuk memudahkan pembahasan dalam skripsi ini, gelombang migrasi Cina ke Batavia dibagi dalam dua periode utama, yaitu pada sebelum masa kolonial Belanda (pra kolonial), dan selama masa pemerintahan VOC (sampai dengan 1799). Keberadaan pemerintahan kolonial VOC sebagai penguasa atau pemimpin di batavia pada saat itu memberi pengaruh besar dalam pembentukan Pecinan di Batavia dengan dikeluarkannya beberapa kebijakan selain untuk mempertahankan kedudukannya sebagai penguasa terbesar di Batavia. Keberadaan migrasi orang Cina ke Batavia memberi pengaruh dan perubahan keadaan di Batavia. Dalam jumlah banyak, para migran ini akan membentuk koloni atau perkampungan sendiri dengan membawa tradisi dan kebudayaannya dari daerah asal mereka. Keadaan ini yang kemudian membuat perkampungan mereka memiliki ciri khas yang menyerupai perkampungan yang ada di Cina, berbeda dengan daerah lain di Batavia. Proses asimilasi sebenarnya yang dapat terjadi secara perlahan, tetapi dengan adanya kebijakan segregasi yang dibuat pemerintahan Belanda, hal itu menjadi semakin sulit untuk dilakukan. Sehingga seperti yang dapat kita lihat sekarang di Jakarta terdapat suatu pemukiman komunitas Cina (terkonsentrasi) dengan ciri khas tertentu baik dari arsitektur maupun tradisi dan kebudayaan yang menggambarkan suatu keterkaitan kuat dengan kebudayaan dan tradisi yang dibawa oleh leluhur mereka.
Skripsi ini bertujuan untuk memberikan gambaran dan mengetahui kaitan antara migrasi masyarakat Cina dan juga kolonialisme dalam pembentukan Pemukiman Cina (Pecinan) di Batavia seperti yang sudah digambarkan diatas. Sebagai awalnya dilakukan tinjauan teori tentang migrasi dan arsitektur kota yang dilanjutkan dengan tinjauan historis yang berkaitan dengan teori tentang sejarah migrasi Cina. Melalui pembahasan identifikasi bangunan Cina yang ada di Batavia, studi pada kawasan Glodok sebagai kawasan Pecinan tertua di Batavia pada masa pemerintahan VOC, dapat juga dilihat tentang gambaran keterkaitan kuat antara pemukiman Cina tersebut dengan kebudayaan dan tradisi dari daerah asal (Cina).
Chinese migration to Batavia represents one of the networks from Chinese Diaspora to South-East Asia. Migration happened by surging with different background factor from time to time. To facilitate solution in this thesis, waving Chinese migration to Batavia divided into two especial periods that is at before a period of Dutch colonial, and during VOC era (1619-1799). existence of VOC colonial as leader or power with some policy to keep footing him as biggest power, give major effect in forming of Chinatown in Batavia. Existence of Chinese migration to Batavia gave influence and change situation in Batavia. In big population, these migrants will form new settlement with their tradition and culture from the original place (China). These situations which later make their settlement have unique feature similar with settlement exist in Chinese, differ from other area in Batavia. Processes assimilate in fact able to happen slowly, but with existence of segregation policy of VOC, that thing become progressively difficult to be done. So that such as those which earn us see now in Jakarta there are a Chinese settlement with certain individuality either from tradition and also architecture and culture depicting is related of with tradition and culture brought by their ancestor.This thesis aim is to give image of connection between Chinese?s migration as well as colonialism in forming of Chinese Settlement (China Town) in Batavia. Experiences evaluate theory about migration and architecture, continued with historical evaluation related to theory about Chinese migration history. Through identify Chinese building exist in Batavia, study at Glodok area as eldest Chinatown area in Batavia during VOC era, also seen about related between Chinese settlement (China Town) with tradition and culture from original place."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2007
S48610
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Bima Ario Bagaskoro
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2007
S48384
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Priatna Sudrajat
"Pada Al qur'an dan Sunnah Rasul, tidak terdapat definisi yang jelas mengenai bentuk masjid. Oleh karena itu penerjemahan bentuk masjid ke dalam wujud arsitektur lebih disebabkan oleh bagaimana ia menerjemahkan kata masjid itu sendiri. Kehadiran masjid berarsitektur modern merupakan sebuah pertanda bahwa sebuah bangunan masjid dapat dibangun berdasarkan trend gaya arsitektur yang sedang berkembang. Kehadirannya dilatarbelakangi oleh munculnya kalangan masyarakat muslim modern. Mereka mempunyai pemikiran yang terbuka dan mau menerima adanya pembaharuan dalam hidup mereka. Selain faktor masyarakat, faktor lingkungan baik secara umum maupun khusus juga melatarbelakangi timbulnya masjid jenis ini. Walau bagaimana pun juga, penggunaan arsitektur modern sebagai arsitektur masjid bukanlah suatu hal umum / biasa. Karena pada saat ini arsitektur modern lebih banyak diterapkan pada bangunan komersial seperti pada gedung perkantoran maupun pada bangunan rumah tinggal. Oleh karena akan sangat menarik sekali apabila kita dapat mengkaji bagaimana penerapan kaidah-kaidah arsitektur modern pada bangunan masjid tersebut.
Skripsi ini membahas mengenai sejauh mana pengaruh arsitektur modern terhadap desain bangunan masjid. Pembahasan dalam skripsi ini melalui studi literature dan studi kasus, dengan meninjau pada kondisi lingkungan dan masyarakat sekitar, prinsip serta ciri yang diterapkan pada masjid berarsitektur modern, serta yang menjadi permasalahan utama mengenai pengaruh arsitektur modern terhadap desain bangunan masjid. Studi kasus yang diambil adalah masjid yang benar-benar menggunakan arsitektur modern sebagai arsitektur masjidnya. Dari tinjauan yang dilakukan, terlihat bahwa ternyata arsitektur modern sangat mempengaruhi wujud fisik dari bangunan masjid tersebut, yang dapat terlihat pada bentuk bangunannya, denahnya, tampaknya, pengolahan ruang dalam, dan bahkan juga mempengaruhi komponen arsitektur masjidnya itu sendiri.
On holly Qur'an and Sunnah Rasul there isn't any clear definition on the form of mosque. Because of that, the translation of mosque form into architectural form was based on how he / she translates the word of mosque by his or herself. The existence of modern architectured mosque is an indication that a mosque can be build based on architecture style which is popular at that time. It existence was based on the appearance of modern moslem society. They have an open minded mind and also can accept the transformation on their life. Besides that, environment , generally or specifically, also become a background on the appearance of this kind of mosque. However, the implementation of modern architecture on mosque architecture is an uncommon / unusual thing. Since in the present day, modern architecture is more implemented on commercial building like office building or a residence building. Because of that it will be an interesting subject if we can investigate on the implementation of modern architecture principle on that mosque.This writing discusses how far it could be a modern architecture will effects the design of the mosque. Literature and case study are used to explore the condition of society and environment around, principles an characteristic which is implemented to the modern architecture mosque, and also which become the main question which is the effects of modern architecture on mosque design. The case study was conducted on a mosque which is truly use modern architecture as it's mosque architecture. The case study indicates that modern architecture is give a great effects on physical form of that mosque, which can be seen on it's form, it's ground plan, it's facade, on the way the architect arrange the mosque inside space, and also the component of the mosque architecture itself."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2007
S48360
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Elmas Ageng
"Pada beberapa kawasan heritage keberadan pedagang kaki lima di dalam ruang publiknya dirasakan oleh pemerintah mengganggu, sehingga dibuatlah keputusan untuk mengalokasikan para pedagang kaki lima tersebut sebagai bentuk pengelolaan objek heritage, hal inilah yang sedang terjadi di dalam Kawasan Candi Borobudur. Pada kelanjutannya pemerintah mengeluarkan keputusan untuk merelokasi para pedagang kaki lima keluar dari Taman Wisata Candi Borobudur. Namun Keputusan ini ditolak oleh pedagang kaki lima yang menggantungkan kehidupannya kepada Candi Borobudur. Kemudian muncul pertanyaan apakah tindakan pemerintah ini tepat dan perlu untuk dilakukan.
Hasil pengamatan penulis justru membuktikan bahwa keberadaan pedagang kaki lima di dalam Taman Wisata Candi Borobudur ini tidak mengurangi kualitas lingkungan Kawasan Candi Borobudur dan tidak menganggu kualitas ruang public yang dibutuhkan oleh Candi Borobudur serta pengunjungnya. Sehingga penulis mengajukan sebuah kesimpulan bahwa relokasi pedagang kaki lima keluar dari Taman Wisata Candi Borobudur ini tidak tepat dan tidak perlu untuk dilakukan bila dilihat dari sudut pandang arsitektural.
In some heritage areas the government feels that the presence of cadgers are somewhat disturbing, thus the decision to relocate those cadgers is being made as an embodiment of the conservation of heritage object, this exact thing is happening inside the Area of Borobudur Temple. Furthermore the government releases the decision to relocate the street vendors to the outside of Taman Wisata Candi Borobudur. But this decision is refused by the cadgers themselves who is actually depending their lives on The Borobudur Temple. Then the writer starts questioning whether this government's act is right or necessary. The result from the writer research says that the presence of the cadgers inside The Taman Wisata Candi Borobudur doesn't decrease the environmental quality of The Area of Borobudur Temple and it also doesn't disturb the quality of public space needed by both The Borobudur Temple and its visitors. Thus, the writer proposes a conclusion that the relocation of the cadgers to the outside of Taman Wisata Candi Borobudur is not right and not necessary."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2009
S51571
UI - Skripsi Open Universitas Indonesia Library
Manurung, Frestiana
"Melalui SK Gubernur No. 36/2002, Pemerintah DKI Jakarta melakukan pemagaran terhadap Monumen Nasional, sebuah ruang publik yang salah satu fungsinya adalah sebagai ruang demokrasi. Skripsi ini akan mengungkap fenomena pemagaran Moumen Nasional sebagai sebuah representasi kuasa dalam ruang publik, khususnya ruang demokrasi. Metode analisa yang digunakan dalam pembahasan pemagaran Monas ini, lebih melihat kepada hubungan antara representasi kuasa dalam ruang publik, khususnya ruang demokrasi, serta pemaparan sejarah kuasa dan representasinya di Jakarta, untuk menunjukkan hadirnya kuasa dalam ruang publik sebagai ruang demokrasi dan mengetahui latar belakang pemagaran Monumen Nasional. Hipotesis dari skripsi ini adalah bahwa kuasa hadir dalam ruang demokrasi dengan berbagai bentuk. Pemagaran Monas merupakan salah satu bentuk representasi kuasa dalam ruang publik, khususnya ruang demokrasi.
Using SK Gubernur No.36/2002, the government of DKI Jakarta framing Monumen Nasional, a public space that have a function as a democratic space. This thesis will pronounce the phenomenon of framing Monumen Nasional as a representation of power in a public space , especially democratic space. The method of analysis which used in the discussion of framing Monumen NAsional is by seeing relation of representation of power in a public space, especially democratic space, also explained about the history of power and the representation of power in Jakarta, for showing the power in a public space as democratic space and know the reason of framing Monumen Nasional. The hippotesis of this thesis is framing Monas is a form of representation of power ini a public space, especially democratic space."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2009
S51625
UI - Skripsi Open Universitas Indonesia Library