Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 155 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Sri Rantauwati
"ABSTRAK
Kebutuhan dan anggaran obat riil di RSUD Pemangkat diakhir tahun selalu lebih
besar dari anggaran obat yang disediakan di awal perencanaan. Tujuan penelitian
ini mengidentifikasi permasalahan yang berkaitan dengan perencanaan kebutuhan
dan anggaran obat di RSUD Pemangkat melalui metode kualitatif. Hasil dari
penelitian ini menunjukkan perencanaan kebutuhan dan anggaran obat di RSUD
Pemangkat tidak sesuai dengan perencanaan yang dibuat. Hal ini disebabkan
karena kurangnya kemampuan tenaga farmasi dalam perencanaan obat dan
pengelolaan perbekalan farmasi dan keterlibatan tenaga medis dalam perencanaan
kebutuhan obat dan data pemakaian obat yang belum akurat. Selain itu, Rumah
sakit juga belum mempunyai Standar Prosedur Operasional untuk perencanaan
anggaran obat , formularium rumah sakit dan kurangnya komunikasi antara
instalasi farmasi dan manajemen rumah sakit selama proses penyusunan anggaran.
Akibatnya menghasilkan perencanaan anggaran dan persediaan item obat yang
tidak sesuai dengan kebutuhan. Penelitian ini menyarankan RSUD Pemangkat
membentuk tim penyusun anggaran dan pelatihan sumber daya manusia di
instalasi farmasi dan menyusun formularium rumah sakit. Instalasi farmasi dan
manajemen harus selalu berkonsolidasi dalam penyusunan maupun pelaksanaan
anggaran obat sehingga tercapai perencanaan kebutuhan dan anggaran obat yang
efisien dan efektif sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan operasional rumah
sakit.

ABSTRACT
The real need for drug item and budget at Pemangkat Hospital has always been
larger than the initiated budget at planning stage. The purpose of this study is to
identify problems of drug planning and budgeting that have been implemented in
Pemangkat Hospital, using qualitative method. The study shows that the drug
planning and budgeting at Pemangkat hospital were not in accordance with the
planning has been made. This was caused by the lack of ability of pharmaceutical
personnel in the planning and management of pharmaceutical drugs, lack of
involvement of medical personnel in the drug planning and inaccurate drug
consumption data. The hospital also does not have Standard Operating Procedures
for budget planning and hospital formularies and lack of communication between
hospital pharmacy and hospital management during preparation budgeting
process. Consequently, the drug budget and supply was not in accordance with the
hospital needs. This study suggests that Pemangkat Hospital need to have the
budgeting team, provide training for human resources in pharmacy instalation and
formularies. Pharmacy instalation and the hospital management should always
consolidate in the drug need planning and implementation in order to make
planning and drug budgeting according to the needs and operational capability of
Pemangkat Hospitals."
Universitas Indonesia, 2013
T36143
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Devina Agustin
"ABSTRAK
Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi faktor internal dan
eksternal, posisi serta rancangan strategi dari layanan rawat inap RS Yadika
Pondok Bambu. Analisis yang digunakan adalah analisis SWOT, Matriks TOWS
dan Matriks IE. Hasil dari analisis SWOT adalah diidentifikasinya kekuatan,
kelemahan, peluang dan ancaman yang dimiliki oleh rumah sakit. Berdasarkan
matriks TOWS posisi layanan rawat inap RS Yadika Pondok Bambu saat ini
berada pada internal fix it quadrant dengan rancangan strategi yang digunakan
adalah strategi WO yaitu dengan cara meminimalkan kelemahan untuk
memanfaatkan peluang. Dari matriks IE layanan rawat inap berada pada posisi sel
I yaitu grow and build dengan strategi yang dapat dilakukan adalah penetrasi
pasar, pengembangan produk dan pengembangan pasar. Setelah dilakukan
pencocokan dari kedua matriks tersebut maka strategi yang tepat adalah
pengembangan pasar dan pengembangan produk. Selain itu dari strategi ini
dibuatkan juga strategi untuk program bauran pemasaran yaitu berdasarkan 4P
(produk, harga, tempat dan promosi).

ABSTRACT
This study is conducted in order to identify the internal and external
factors, positioning and design marketing strategies for inpatient rooms of Yadika
Pondok Bambu Hospital. This study uses SWOT analysis, TOWS matrix, and IE
matrix. The SWOT analysis identified strength, weaknesses, opportunities and
threats of the hospital. Based on TOWS matrix, the position of inpatient room is
currently at internal fix it quadrant that can use WO strategies by minimizing the
weaknesses to take advantage of the opportunities. Based on IE matrix the
position is on grow and build cell that makes strategies that can be implemented
are market penetration, product development and market development. After the
matching of two matrices, the appropriate strategy is product development and
market development. In addition to this strategy, another strategy was designed
for marketing mix program based on 4P (product, price, place, promotion)."
Universitas Indonesia, 2013
T36080
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muthia Sari
"ABSTRAK
Tesis ini bertujuan untuk menguji faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi
perawat mengenai kualitas komunikasi antara dokter dan perawat, yaitu dengan
melihat hubungan antara karakteristik perawat (umur, lama kerja, pendidikan,
pelatihan, posisi dalam pekerjaan) dan pemberdayaan di tempat kerja
(kesempatan, informasi, dukungan, sumber daya) dengan kualitas komunikasi
antara dokter dan perawat. Penelitian dilakukan secara potong lintang dengan
pendekatan kuantitatif dan kualitatif, dengan menyebarkan kuesioner kepada 91
orang perawat yang telah bekerja minimal tiga bulan di RS HGA serta melakukan
wawancara kepada dua orang perawat pelaksana dan satu orang sebagai
perwakilan dari manajemen. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan
yang signifikan antara umur, lama kerja, pelatihan dan kesempatan dengan
kualitas komunikasi dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara
pendidikan, posisi dalam pekerjaan, informasi, dukungan dan sumber daya dengan
kualitas komunikasi antara dokter dan perawat. Kesempatan adalah variabel yang
memiliki keterikatan paling besar dengan kualitas komunikasi antara dokter dan
perawat.

ABSTRACT
This study aimed at examining factors influencing nurses perception about doctornurse
communication quality, by testing the relationship between nurses
characteristics (age, working period, education, training and job position) and
workplace empowerment (opportunity, information, support and resources) with
doctor-nurse communication quality. This study used cross sectional design with
quantitative and qualitative approach by spreading the questionnaire to 91 nurses
who have been working minimum of three months at HGA hospital, and
interviewing two nurses and one person as management representative. This study
revealed that there was significant relationship between age, working period,
training and opportunity with communication quality and there was no significant
relationship between education, job position, information, support and resources
with doctor-nurse communication quality. The dominant influencing factor is
opportunity."
Universitas Indonesia, 2013
T36120
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ginting, Desriana Elisabeth
"Penelitian ini menguji hubungan antara variabel indikator kinerja mutu pelayanan, kepedulian kepada masyarakat, dan kepedulian terhadap lingkungan dengan kepuasan pelanggan terhadap 14 rumah sakit vertikal di Indonesia. Untuk melihat kinerja dan hubungan di antara indikator-indikator tersebut, digunakan analisis deskriptif dan uji korelasi regresi dengan bootstrapping. Selain itu, dilakukan pula pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam. Dari hasil penilaian kinerja, didapatkan sebagian dari sasaran strategik belum mencapai nilai optimum. Sementara dari hasil analisis bivariat, didapatkan tidak ada hubungan antara variabel indikator kinerja mutu pelayanan, kepedulian kepada masyarakat, kepedulian terhadap lingkungan yang berkorelasi dengan kepuasan pelanggan. Dengan demikian, diperlukan adanya perbaikan manajemen dan sistem di internal rumah sakit, maupun Kementerian Kesehatansebagai regulatorterkait indikator kinerja yang digunakan dalam penilaian BLU, termasuk indikator sasaran strategik di dalamnya.

This study examines relationship between the variables of service quality performance indicators, public awareness and concern for the environment and customer satisfaction among 14 vertical hospitals in Indonesia. To see the performance and the relationship between these indicators, used descriptive analysis and correlation regression with bootstrapping. In addition, a qualitative approach through in-depth interviews was also applied. Performance evaluation results obtained from a portion of the strategic objectives have not yet reached the optimum value. The results of the bivariate analysis, found no association between the variables of service quality performance indicators, public awareness, environmental awareness is correlated with customer satisfaction. Thus, it is necessary improve management and internal systems in hospitals, and the Ministry of Health as a regulator on the performance indicators used in the hospital autonomy (BLU) assessment, including its strategic targets.
"
Depok: Fakultas Kesahatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2013
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rahmani Sakina
"Tesis ini menganalisis sistem pencatatan dan pelaporan Practical Approach to Lung Health (PAL) pada 6 Puskesmas di Kabupaten Bogor pada tahun 2013. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam pada 11 informan dan memeriksa laporan PAL selama bulan Januari-April 2013 pada 6 Puskesmas dengan memperhatikan ketepatan waktu laporan, kelengkapan laporan, dan keakuratan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan dalam beberapa faktor input, proses dan output dalam pelaksanaan pencatatan dan pelaporan PAL di Puskesmas yang diteliti. Puskesmas yang memenuhi indikator tampak lebih terorganisasi dengan adanya Tim PAL yang disahkan oleh Kepala Puskesmas, semua pihak tampak berkerjasama dalam melaksanakan pencatatan dan pelaporan PAL setiap hari, dan mempunyai komitmen yang tinggi baik Kepala Puskesmas, kordinator PAL, pelaksana harian dan petugas pencatatan dan pelaporan. Untuk itu, masih dibutuhkan perbaikan secara komprehensif dan terintegrasi melibatkan banyak pihak yang terkait sistem pencatatan dan pelaporan PAL di Puskesmas Kabupaten Bogor.

This thesis discusses Recording and Reporting System of Practical Approach to Lung Health (PAL) in 6 Primary Health Center (Puskesmas) at Bogor District 2013. This research uses qualitative method by conducting in-depth interview to 11 key informants and checking PAL report for 6 Puskesmas since January until April 2013, by considering the timeliness, the completeness of the report, and accuracy. The result shows that there are differences in input, process and output in the the implementation of recording and reporting system. Puskesmas that meet the indicator are more organized with the PAL team authorized by the Head of Puskesmas, all parties cooperate in implementing the PAL recording and reporting every day, and everybody has commitment. Therefore, it is need to have comprenhensive and integrated improvements by involving others stakeholders related to recording and reporting PAL system in Puskesmas.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2013
T38421
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nita Kartika
"Kegiatan PKPA ini bertujuan agar mahasiswa profesi apoteker dapat mengetahui dan memahami pelaksanaan CPOB di PT. Sterling Products Indonesia, mengetahui gambaran umum mengenai tugas dan fungsi dari tiap divisi di PT. Sterling Products Indonesia, serta mengetahui peran dan tanggung jawab seorang apoteker, terutama dalam penerapan CPOB di industri farmasi. Judul tugas khusus di PT. Sterling Products Indonesia adalah Pembuatan Dokumen Qualification Review Report (QRR) pada Mesin Granulator yang digunakan di PT. Sterling Products Indonesia. Tugas khusus ini bertujuan untuk membandingkan dan memastikan bahwa spesifikasi alat yang digunakan saat ini masih sesuai dengan dokumen kualifikasi terakhir, mengetahui apakah alat memerlukan kualifikasi ulang atau tidak, dan mempelajari cara pembuatan

PKPA activity is intended for pharmacist professions students can learn and understand the implementation of GMP in PT. Sterling Products Indonesia, knowing the general overview of the duties and functions of each division at PT. Sterling Products Indonesia, and knowing the roles and responsibilities of a pharmacist, especially in the implementation of GMP in the pharmaceutical industry. The title of a special task in PT. Sterling Products Indonesia is the Qualification Document Creation Review Report (QRR) in the granulator machine used in PT. Sterling Products Indonesia. This task aims to compare and ensure that the specifications used tool is still in accordance with the final qualification documents, determine whether the appliance requires requalification or not, and learn how to create a document Qualification Review Report (QRR).
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2013
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Irfan Hasan
"Praktek Kerja Profesi Apoteker dilaksanakan di PT. Sterling Products Indonesia Jl. Raya Bogor Km. 35, Cimanggis, Bogor. Kegiatan PKPA ini bertujuan agar mahasiswa profesi apoteker dapat melihat langsung aktivitas yang berlangsung dalam suatu industri farmasi, memperoleh pengetahuan dan wawasan tentang segala aspek yang terkait di industri farmasi terutama dalam hal penerapan CPOB di PT. Sterling Products Indonesia dan dapat memiliki pemahaman yang mendalam mengenai peran dan tugas apoteker di industri farmasi. Tugas khusus yang diberikan berjudul Penilaian Mesin Uhlmann UPS-300 di Ruang Blistering PT. Sterling Products Indonesia terhadap Pemenuhan Kriteria GxP Spare Parts. Tugas khusus ini bertujuan untuk membandingkan keadaan aktual yang terjadi pada ruang blistering PT. Sterling Products Indonesia dengan standar global serta melakukan rekomendasi untuk peningkatan sistem perawatan alat pada mesin blistering.

Pharmacists Professional Practice implemented in PT. Products Indonesia Jl. Raya Bogor Km. 35, Cimanggis, Bogor. PKPA activity is intended that students can see the direct profession pharmacists activity that takes place in the pharmaceutical industry, gaining knowledge and insight into everything related aspects in the pharmaceutical industry, especially in terms of the implementation of GMP in PT. Sterling Products Indonesia and may have a deep understanding of the role and duties of the pharmacist in the pharmaceutical industry. Special task that given is assesment of Uhlmann UPS-300 machine in PT. Sterling Products Indonesia’s blistering room in comparison with GxP spare parts criteria. This particular assignment aims to provide analytical comparison between actual condition in PT. Sterling Products Indonesia’s blistering room with global standard, and giving recommendation for improvement of equipment maintenance system.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2013
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Nina Muhamad Kadri
"Health is good health, physically, mentally, spiritually and socially to enable more people to live socially and economically productive. Pharmaceutical Industry is an entity that has a permit from the Minister Health to the manufacture of drugs or drug ingredients. In order for the resulting drug quality, have good efficacy, quality, and safe and consistent we need a guide for the pharmaceutical industry on the Good Manufacturing Practices (GMP). Pharmacists are required to have insight, extensive knowledge and good practical experience and ability to lead in order to overcome the problems of the pharmaceutical industry. Pharmacists Internship Program (PIP) conducted on September 2 – November 1, 2013 at PT. AstraZeneca Indonesia Jababeka Phase III Technopark Jl. Tekno Raya Blok B1a-B1b Cikarang, Bekasi to develop the new generations in the pharmaceutical industry.

Kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Industri Farmasi adalah badan usaha yang memiliki izin dari Menteri Kesehatan untuk melakukan kegiatan pembuatan obat atau bahan obat. Agar obat yang dihasilkan berkualitas, mempunyai efikasi yang baik, bermutu, dan aman serta konsisten maka dibutuhkan suatu pedoman bagi industri farmasi tentang Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB). Apoteker dituntut untuk mempunyai wawasan, pengetahuan yang luas dan pengalaman praktis yang memadai serta kemampuan dalam memimpin agar dapat mengatasi permasalahanpermasalahan yang ada di industri farmasi. Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) dilakukan pada 2 September – 1 November 2013 di PT. AstraZeneca Indonesia Jababeka Phase III Technopark Jl. Tekno Raya Blok B1a-B1b Cikarang Bekasi Dalam rangka pembinaan terhadap generasi baru di bidang industri farmasi.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2014
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Putri Ayuningtyas
"Praktek Kerja Profesi Apoteker di PT. AstraZeneca Indonesia Cikarang-site bertujuan untuk memahami peran dan tanggung jawab Apoteker dalam Industri Farmasi serta memahami aspek penerapan CPOB di PT. AstraZeneca Indonesia. Tugas Khusus yang diberikan berjudul Penentuan dan Pendokumentasian Standar Defect Pada Incoming Material Secara Visual. Tugas khusus ini bertujuan untuk mengetahui defect yang sering ditemukan pada incoming material serta membuat standar defect pada incoming material yang akan digunakan pada saat sortir awal incoming material.

Practice Pharmacist at PT. AstraZeneca Indonesia Cikarang-site aims to understand the roles and responsibilities of the Pharmacist in the Pharmaceutical Industry as well as to understand the aspects of the implementation of CPOB in PT. AstraZeneca Indonesia. Special task given entitled Determination and Documentation Standards Incoming Material Defect In Visually. specific tasks aimed to find defects that are often found on the incoming materials and create standard defect on the incoming materials to be used during the initial sorting of incoming material.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2014
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Tika Sartika
"Praktek Kerja Profesi Apoteker di Apotek Kimia Farma No. 96 Slipi bertujuan untuk memahami tugas dan fungsi manajer apoteker farmasi (APA) di apotek dan apoteker memahami kegiatan dalam kegiatan farmasi baik teknis dan non-teknis. Tugas khusus yang diberikan berjudul penilaian mutu pelayanan Apotek Kimia Farma No. 96 Slipi. Tujuan dari tugas khusus ini adalah untuk meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan di Apotek Kimia Farma No. 96 Slipi.

Pharmacists Professional Practice at Kimia Farma Drug Store No. 96 Slipi aims to understand the duties and functions of pharmacists pharmacy manager (APA) in pharmacies and pharmacist understand the activities in both technical and nontechnical pharmacy activity. Given a special assignment titled service quality assessment at Kimia Farma Drug Store No. 96 Slipi. The purpose of this special task is to improve the quality of service to customers at Kimia Farma Drug Store No. 96 Slipi.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2014
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>