Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 15 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Erwin Ardiansyah
"Kemampuan sebuah perusahaan dalam menjalankan kegiatan bisnisnya biasanya dinilai dari kemampuan kinerjanya dalam meningkatkan nilai profitabilitas dan solvabilitasnya. Profitabilitas dan solvabilitas merupakan suatu besaran yang penting dalam proses analisa keuangan yang didasarkan pada laporan-laporan hasil kegiatan dan laporan keuangan sebuah perusahaan. Profitabilitas adalah tolak ukur kemampuan dan kelayakan sebuah perusahaan dalam mendapatkan keuntungan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang mereka kelola. Sedangkan solvabilitas menunjukkan reliability sebuah perusahaan untuk jangka panjang.
Berdasarkan rasio-rasio profitabilitas yang dihitung dari tahun 1999 sld tahun 2003, secara garis besar kondisi keuangan PT. Garuda Indonesia yang paling baik adalah pada tahun 1999 dimana pencapaian ROE sebesar 18,94%, ROA sebesar 8,78% lalu ROTC, NPM (Net Profit Margin) dan OPM (Operating Profit Margin) masing-masing 56,84%, 6,3% dan 86,63%. Lalu kemudian diikuti pada tahun 2002 dimana rasio ROA, ROE, ROTC, NPM dan OPM masing-masing sebesar 8,37%; 5,94%; 5,24%; 5,14% dan 94,16%. Prestasi tahun 1999 dan 2002 ini mengakibatkan PT. Garuda Indonesia mendapatkan net income sebesar 548 milyar dan 572,6 milyar. Untuk tahun 2000 hasilnya keseluruhan cukup bagus meskipun masih dibawah pencapaian tahun 1999 dan 2002. Lalu pada tahun 2001 meskipun rasio OPM yang didapat mencapai 96,21% tapi ROA, ROE, ROTC dan NPM yang didapat sangat kecil, hanya sebesar 0,04%; 0,03%; 0,03% dan 4,03% saja. Ini terjadi karena net incomeyang didapat hanya 2,8 milyar dengan operating income hanya 60 milyar. Dan pencapaian terburuk terjadi pada tahun 2001 dimana rasio ROA, ROE, ROTC dan NPM yang didapat bernilal negatif yaitu -2,62%; -1,27%; -1,64% dan -1,18% karena saat itu PT. Garuda Indonesia merugi sebesar 130 milyar.
Hasil perhitungan rasio-rasio solvabilitas menunjukkan bahwa derajat solvabilitas PT. Garuda Indonesia secara umum semakin baik dari tahun 1999 sampai tahun 2003, yang terburuk pada tahun 2000. Rasio Total Debt To Total Capital, Debt To equity, Long-Term Debt To equity dan Long-Term Debt to Asset Rasio semakin mengecil yaitu dari sebesar 109,76%; 366,71%; 109,03% dan 40,51% di tahun 2000 menjadi hanya 73,16%; 88,33%; 42% dan 33,38% ditahun 2003. Hasil yang bagus ini akibat restrukturisasi hutang yang dilakukan oleh PT. Garuda Indonesia sehingga komposisi hutang dalam permodalan dan asetnya semakin mengecil.
Berdasarkan hasil analisa Dupont didapat bahwa rasio Profit Margin-nya menjadi lebih besar daripada hasil perhitungan dengan rasio profitabilitas. Profit Margin pada tahun 1999, 2000, 2002 dan 2003 yang didapat adalah sebesar 43,5%; 9,792%; 12,311% dan 0,053%.Ini karena dalam perhitungan Dupont menggunakan faktor Asset Utilization sebagai variabel tambahan dan juga faktor Leverage Multiplier sebagai variabel tambahan dalam menghitung ROA berdasarkan ROE. Hasil perhitungan ROA juga lebih besar menjadi 34,38% ditahun 1999; 11,8% ditahun 2000; 10,162% ditahun 2002 dan 0,05% pada tahun 2003. Sedangkan untuk tahun 2001 hasil Profit Margin dan ROA nya semakin kecil karena memang pada saat itu kondisinya sudah negatif akibat net loss yang besar (130 milyar)."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2006
T18193
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
I Wayan Sudiarta
"High return high risk. Investasi pada corporate bonds mengandung resiko (risky asset). Return berbanding lurus dengan resiko. Pemahaman yang baik terhadap resiko investasi merupakan salah satu langkah penting dalam mengantisipasi potensi kerugian yang dapat membahayakan niiai investasi dan kesejahteraan investor. Pada obligasi, resiko secara umum dicerminkan oleh peringkat obligasi. Peringkat yang makin tinggi menandakan kualitas obligasi yang semakin baik.
Resiko likuiditas adalah salah satunya. Frekuensi transaksi obligasi mencerminkan potensi resiko likuiditas yang ada, Frekuensi transaksi semakin sering, resiko likuiditas semakin kecil. Resiko tersebut penting baik bagi investor dengan orientasi investasi jangka pendek maupun jangka panjang. Potensi resiko tersebut dapat dicermati melalui kualitas masing-masing obligasi. Melalui penelitian sederhana, dilakukan pengujian mengenai hubungan/korelasi antara kualitas obligasi dengan potensi resiko likuiditas dalam upaya mengetahui pengaruh perubahan kualitas obligasi terhadap perubahan likuiditas. Pengujian lain adalah menguji pengaruh kualits terhadap harga obligasi yang terjadi di pasar. Pengujian dilakukan dengan menggunakan metode statistik parametik (regresi). Hasil pengujian memberikan kesimpulan bahwa secara umum resiko likuiditas berbeda secara signifikan pada perbedaan tingkat kualitas obligasi. Semakin bagus kualitas/peringkat obigasi maka tingkat likuiditasnya makin baik yang berarti tingkat resiko likuiditas semakin rendah. Namun demikian perubahan kualitas peringkat yang tidak berlebihan (ertrent) tidak akan banyak berpengaruh pada tingkat likuiditas obligasi investor.
Melalui pengujian diketahui pula bahwa resiko mempengaruhi harga obligasi dengan sifat hubungan negatif. Pada bagian akhir, penulis juga menganalisis bahwa tingkat kestabilan resiko likuiditas obligasi yang dipegang investor mengikuti stabilitas peringkat menurut transition analysis dari Pefindo. Penelitian ini hanya memberikan gambaran awal adanya resiko likuiditas di pasar. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mendalami potensi resiko tersebut.
"
Depok: Universitas Indonesia, 2005
T18482
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Joshua Dipatama P.
"ABSTRAK
Laporan ini ditulis untuk menganalisis proses pengujian ICoFR yang dilakukan PT. Pertamina di dalam siklus Pengeluaran, khususnya di sub proses pengakuan hutang. Penemuan didalam laporan magang ini menunjukkan bahwa proses pengujian yang dilakukan sudah sesuai dengan pedoman internal dan hasil pengujian ICoFR menunjukkan bahwa hampir semua proses bisnis di dalam sub proses Pengakuan Hutang sudah efisien, namun tetap ada proses bisnis yang mendapat kesimpulan control deficiency.

ABSTRACT
This report was written to analyze the ICoFR testing process conducted by PT. Pertamina in the Expenditure cycle, especially in the subprocess of debt recognition. The findings in this apprenticeship report indicate that the testing process performed in accordance with internal guidelines and ICoFR test results indicates that almost all business processes in the Debt Recognition sub process are efficient, but there are business processes that are inferred from the control deficiency."
2017
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Wenny Cahyani
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan efisiensi modal intelektual beserta
komponennya yaitu Value Added Capital Employed Coefficient (VACA), Value Added
Human Capital (VAHU), Structural Capital Value Added (STVA) terhadap kinerja
perusahaan. Penelitian ini menggunakan Value Added Intellectual Coefficient
(VAICTM) sebagai pengukuran efisiensi modal intelektual. Hasil dari penelitian ini di
temukan nya pengaruh signifikan dan positif antara modal intelektual dan juga
komponennya terhadap kinerja perusahaan, Komponen VACA adalah yang paling
berpengaruh signifikan pada kinerja perusahaan manufaktur di Indonesia

The purpose of this study to examine the relationship of intellectual capital efficiency
and its components which are Value Added Capital Employed (VACA), Value Added
Human Capital (VAHU), Structural Capital Value Added (STVA) on firms
performance. This research uses Value Added Intellectual Coefficient (VAICTM) as a
measurement of intellectual capital efficiency. The results of this research there is a
positive and significant relationship between intellectual capital and firm performance,
VACA is the most significant variable of intellectual capital component on the firm
performance on manufacturing companies in Indonesia"
Jakarta: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2018
T52166
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Joko Tri Santoso
"Kerangka kerja konseptual mengenai praktik Audit Internal telah dikeluarkan oleh The Institute of Internal Auditor dimana Auditor Internal harus memiliki pengetahuan yang memadai untuk mengevaluasi risiko fraud dan cara organisasi mengelola risiko tersebut. Sehingga Audit Internal turut mempunyai peran dalam mencegah dan mendeteksi fraud. Walaupun pencegahan dan pendeteksian fraud merupakan tanggung jawab manajemen perusahaan, Auditor Internal diharapkan dapat melakukan dua hal tersebut sebagai bagian dari pelaksanaan tugas manajemen.
Penelitian ini mengkaji penerapan program pencegahan dan pendeteksian fraud serta peran Audit Internal dalam mendukung efektivitas Fraud Management Program yang ada di perusahaan dengan metode penelitian kualitatif deskriptif dan pendekatan studi kasus. Observasi, wawancara dan studi dokumentasi digunakan dalam proses pengumpulan data.
Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa manajemen telah memiliki struktur pengendalian yang cukup baik dalam pencegahan dan pendeteksian fraud dan Audit Internal sudah berperan secara menyeluruh dalam semua komponen pembentuk effective Fraud Management Program.

Internal Audits Professional Practices Framework has been issued by The Institute of Internal Auditors, stated that Internal Auditors must have sufficient knowledge to evaluate the risk of fraud and the manner in which it is managed by the organization. Thus, Internal Audit also has a role in fraud prevention and detection. Although the responsibility in fraud prevention and detection addressed to the management, Internal Audit is expected to conduct those activities as part of the managements task force.
This study examines the application of fraud prevention and detection program and the role of Internal Audit in improving the effectiveness of Fraud Management Program in place by using qualitative descriptive research method and using case study approach. Observation, interview and documentation studies are used in data collection method.
As result explains that currently the management already has sufficient control structure in preventing and detecting fraud and Audit Internal has played a comprehensive role in all components that forming the effective Fraud Management Program.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nadhira Ayu Savitri
"[ABSTRAK
Laporan ini membahas proses pembentukan harga pada bisnis baru PT. XYZ yaitu bisnis jual beli mobil bekas. Mobil bekas yang dibeli oleh PT. XYZ adalah semua merek mobil bekas yang ditukar-tambah oleh pelanggannya untuk membeli mobil baru merek X. Sedangkan mobil bekas yang dijual oleh jual beli mobil bekas PT. XYZ hanyalah mobil bekas merek X. Dalam proses serta cara pembentukan harganya, PT. XYZ menggunakan pendekatan pasar dan melakukan delapan langkah untuk membuat daftar harga yang disimulasikan pada mobil merek X model 1 dari tahun 2005 sampai dengan tahun 2014. Cara dan langkah pembentukan harga yang digunakan PT. XYZ tidak sepenuhnya sesuai dengan teori pembentukan harga namun perbedaan ini dianggap wajar karena jenis barang yang diperjual-belikan bersifat unik (mobil bekas) dan bisnis ini masih dalam perencanaan.

ABSTRACT
This report discussess about pricing process for PT. XYZ?s newly established used car business. This business include all used car from any brands bought by PT. XYZ from customer trade-in for new brand X cars. The used car sold by PT. XYZ used car business only includes second-hand brand X cars. In developing the pricing for this used car business, PT. XYZ used market-based pricing method. PT. XYZ went through eight steps in creating the price list simulated using brand X, model 1, within the period from 2005 to 2014. The results show the pricing practice do not completely adhere to the pricing theory. However, this finding is acceptable due to the nature of the seconf-hand product., This report discussess about pricing process for PT. XYZ’s newly established used car business. This business include all used car from any brands bought by PT. XYZ from customer trade-in for new brand X cars. The used car sold by PT. XYZ used car business only includes second-hand brand X cars. In developing the pricing for this used car business, PT. XYZ used market-based pricing method. PT. XYZ went through eight steps in creating the price list simulated using brand X, model 1, within the period from 2005 to 2014. The results show the pricing practice do not completely adhere to the pricing theory. However, this finding is acceptable due to the nature of the seconf-hand product.]"
2015
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Nadesha Quadonya
"[ABSTRAK
Laporan magang ini membahas tentang praktik penetapan formula perhitungan harga jasa perbaikan bodi dan cat mobil pada bengkel dealer Bali yang dibawahi PT ABC berdasarkan data periode Januari-Juni 2014. Penetapan harga tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan bersaing bengkel bodi dan cat resmi dan meningkatkan keadilan bagi pelanggan dengan menetapkan harga yang berbeda bagi berbagai tingkat kerusakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan menggunakan metode penetapan harga berbasis biaya khususnya pendekatan penetapan harga berbasis tingkat pengembalian investasi dalam menetapkan harga jasa perbaikan bodi dan cat mobil. Melalui harga jasa perbaikan bodi dan cat baru, kedua tujuan tersebut diperkirakan dapat dicapai PT ABC.

ABSTRACT
This internship report discusses about the pricing developed by PT ABC based on data from the period January to June 2014 for automobile body and paint repair service performed by dealer Bali?s authorized workshop. The objectives of the pricing are to enhance authorized workshop?s competitiveness in a market with stiff competition and to increase fairness to customers through price differentiation based on levels of damage.The result shows that PT ABC utilized cost-plus pricing method, specifically target rate of return method, to determine the price of body and paint repair service. Using the newly standardized price, it is projected that PT ABC would be able to achieve said objectives., This internship report discusses about the pricing developed by PT ABCbased on data from the period January to June 2014 for automobile body and paint repair service performed by dealer Bali’s authorized workshop. The objectives of the pricing are to enhance authorized workshop’s competitiveness in a market with stiff competition and to increase fairness to customers through price differentiation based on levels of damage.The result shows that PT ABC utilized cost-plus pricing method, specifically target rate of return method, to determine the price of body and paint repair service. Using the newly standardized price, it is projected that PT ABC would be able to achieve said objectives.]"
2015
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Riska Fitriani
"Laporan magang ini mendeskripsikan proses audit atas akun kas dan utang usaha pada PT XYZ, sebuah perusahaan pertambangan aggregate. Prosedur audit yang dilakukan terdiri atas pengujian pengendalian, prosedur substantif dan pengujian terinci atas saldo. Prosedur audit yang dilakukan oleh auditor didasarkan atas pedoman audit RSM AAJ yakni RSM Audit Manual. Setelah prosedur audit dilakukan dan bukti audit dikumpulkan, ditemukan salah saji material sehingga beberapa penyesuaian diajukan atas akun-akun tersebut. Pada akhirnya, akun kas dan utang usaha PT XYZ untuk laporan keuangan yang berakhir per 31 Desember 2014 disimpulkan telah disajikan secara wajar dan sesuai standar yang berlaku di Indonesia.

This internship report describes the audit process over cash and accounts payable of PT XYZ, an aggregate mining company. Audit procedures conducted during audit process include test of control, substantive procedures and tests of details of balances. Audit procedures performed are based on RSM AAJ?s audit guidelines, RSM Audit Manual. Had the procedures performed and audit evidences gathered, material misstatements are found and adjustments are proposed. In conclusion of this internship report, cash and accounts payable of PT XYZ's financial statement for the year ended December 31, 2014 has been presented fairly and in accordance with accounting standard in Indonesia.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2015
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Yulistia Mairiza
"ABSTRAK
Dalam menjalankan usaha, setiap organisasi maupun individu akan menghadapi suatu keadaan ketidakpastian yang berakibat munculnya risiko. Risiko tersebut perlu dikendalikan menjadi risiko yang dapat diterima melalui perancangan manajemen risiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis daan merancang langkah-langkah yang dapat diambil oleh koperasi simpan pinjam dalam melakukan manajemen risiko. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui focus group discussion dan studi lapangan yang dilakukan bersama narasumber yakni pengurus, pengawas serta karyawan KSP Lumbuang Pusako. Perancangan manajemen risiko dilakukan dengan pendekatan kerangka COSO ERM. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 12 risiko yang terdiri atas risiko beban utang tak tertagih, risiko anggota berhenti dan menarik simpanan, risiko kegagalan perolehan modal, risiko keterlambatan pencairan modal, risiko ketidaktersediaan manajemen, risiko pengetahuan dan kemampuan sumber daya manusia, risiko pemahaman masyarakat, risiko dana yang tidak mencukupi, risiko keterbatasan koperasi terkomputerisasi, risiko alur perolehan pinjaman, risiko keterlambatan opini audit, risiko kerusakan sistem serta risiko potensi fraud. Penerapan manajemen risiko memberikan dampak pada tingkat kematangan risiko, yakni naik dari naif terhadap risiko menjadi telah melakukan penentuan risiko

ABSTRACT
To run a business, every organization or individual will deal with uncertain conditions which create a risk. The risk needs to be manage into an acceptable risk through risk management planning. This research aimed to identify, analyze, and design steps to take for save and loan cooperation to do risk management. It uses qualitative approach with focus group discussion data collecting technique and field study to interviewees consisted of organizer, supervisor, and employees of KSP Lumbuang Pusako. The risk management planning complies with COSO ERM framework approach. The result shows there are 12 risks which are bad debt expense risk, resign member and withdraw saving risk, capital acquisition failure risk, delay of capital disbursement risk, management unavailability risk, knowledge and human resource capability risk, society comprehension risk, insufficient fund risk, limitation of computerized cooperation risk, saving acquisition flow risk, delay of audit opinion risk, system breakdown risk, and fraud potential risk. The implementation of risk management provides impact to risk maturity level which increases from being na ve towards risk to being engaged in risk determination."
2017
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Johan
"Pada akhir tahun 2015, PT Data Citra Mandiri “Perusahaan” dengan merek dagang iBox membuka gerai retail Apple Authorized Reseller di Pulau Lombok dengan target Payback Period adalah 1,39 tahun atau 1 tahun 4 bulan 20 hari. Namun dari data aktual, Perusahaan tidak memenuhi target yang telah disepakati. Hal ini terjadi karena tidak tercapainya target penjualan dan varians yang terjadi antara data aktual dan anggaran terutama pada beban operasional seperti biaya pengiriman. Oleh karena itu, Perusahaan sedang merumuskan tindak lanjut atas proyek ekspansi ini apakah layak dilanjutkan. Sebagai dasar dalam pengambilan keputusan, dilakukan studi kelayakan dengan memperhitungkan proyeksi arus kas yang masuk ke Perusahaan dan proyeksi arus kas yang keluar berdasarkan data aktual untuk memberikan gambaran yang sebenarnya. Selisih antara nilai arus kas masuk dan keluar dilakukan proses diskonto dengan tingkat diskon tertentu sesuai dengan periode terjadinya. Dari hasil penelitian yang sudah dilakukan memperlihatkan bahwa nilai net present value proyek ini sebesar Rp1.471.969.556 dengan discounted payback period 2 tahun 10 bulan dan 6 hari.

At the end of 2015, PT Data Citra Mandiri “the Company” while having iBox brand made an opening of retail outlet Apple Authorized Reseller with Payback Period target of 1.39 year or 1 year 4 months 20 days. Unfortunately, from the actual data, the Company is unable to achieve the target. This happens because the Company is having under target for the sales performance and variance of operating expenses between actual data and budget such as distribution expenses. Therefore, the Company is having a formulation to respond regarding to continue or not on the project. As the basis of the decision making, feasibility study is performed by calculated the projection of cash inflow and cash outflow based on the actual data to represent the reality. The difference between cash inflow and outflow being discounted with certain discount rate in accordance with the period incurred. From the research done show that the net present value for this project is Rp1,471,969,556 with discounted payback period 2 years 10 months and 6 days."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2017
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>