Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 36 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Muhammad Rizky Ardiansah
"Terbukti bahwa karakteristik ibu berpengaruh secara uji statistik untuk menyebabkan terjadinya BBLR. Dampak yang ditimbulkan sangatlah fatal, BBLR berisiko tinggi mengalami kecacatan organ hingga kematian. Pada masa kehidupan selanjutnya, BBLR berisiko menderita penyakit degeneratif. Penelitian ini bertujuan mendapatkan sistem skoring faktor risiko kejadian BBLR berdasarkan model akhir analisis multivariat penelitian terdahulu. Sistem skoring tersebut digunakan untuk uji skrining kejadian BBLR pada responden penelitian ini sehingga menghasilkan cut off point dengan sensitivitas dan spesifisitasnya. Penelitian ini menggunakan desain studi skrining retrospektif. Penelitian dilakukan dengan mengobservasi data sekunder formulir antenatal care di PKM Jagakarsa Jakarta Selatan tahun 2010. Hasil studi ini mendapatkan sebuah sistem skoring untuk empat faktor risiko kejadian BBLR dengan cut off point 2,0 dan memiliki nilai sensitivitas 60% dan spesifisitas 53%. Dengan demikian studi ini merekomendasikan sistem skoring prediksi BBLR menggunakan karakteristik ibu untuk digunakan sebagai skrining non-invasif.
Proved that maternal characteristics have an effect on the statistic test for the cause of low birthweight. The Impact of low birthweight is fatal, lowbirthweight have a high risk in experiencing disability organ up to death. In the future, low birthweight risk of suffering from degenerative diseases. This research aims to obtain a scoring system of low birthweight risk factors based on Last Model Multivariate Analysis of old research. That scoring system applying for low birthweight screening test to the sample of this research and with that result produce a cut off point with sensitivity and specificity. This research used a retrospective screening study design. This research done by observing the secondary data of antenatal care form at Puskesmas Kecamatan Jagakarsa South Jakarta in 2010. The Result of this research is found out a scoring system for four risk factors of low birthweight with the cut off point 2,0 and have 60% sensitivity and 53% specificity. Thus, this research recommends the scoring system in predicting low birthweight using maternal characteristics to be used as a noninvasive screening test."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2011
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Danes, Popo
Jakarta: Imaji Media Pustaka, 2011
R 720.959 86 DAN n
Buku Referensi  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Rayhan Fathoni Aziz
"Manuver u-turn oleh kendaraan berat memiliki waktu tempuh serta dampak terhadap lalu lintas berbeda dengan manuver u-turn oleh kendaraan ringan disebabkan perbedaan karakteristik antara kedua tipe kendaraan tersebut, sehingga analisis mengenai dampak manuver u-turn oleh kendaraan berat secara spesifik diperlukan. Teori shock wave dipilih sebagai pendekatan analisis pada penelitian ini karena dianggap lebih cocok digunakan untuk menganalisis dampak manuver u-turn pada jalan dengan lalu lintas kendaraan berat yang tinggi dibandingkan dengan pendekatan lain seperti tundaan dan tingkat layanan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis panjang antrian akibat manuver u-turn kendaraan berat pada jalur asal serta pada jalur tujuan kendaraan berat yang melakukan u-turn untuk berbagai kondisi komposisi kendaraan berat dan rasio kendaraan berat yang melakukan u-turn terhadap seluruh kendaraan berat yang melintas pada jalur asal kendaraan berat yang melakukan u-turn.
Dalam metodologi penelitian ini, data panjang antrian diperoleh dari hasil simulasi lalu lintas mikroskopik menggunakan VISSIM, di mana model lalu lintas mikroskopik yang digunakan pada simulasi dikalibrasi serta divalidasi menggunakan data lapangan yang didapatkan dari survei di salah satu bukaan median Jalan Marunda Bidara, Jakarta Utara. Berdasarkan tujuan penelitian, variabel bebas, terikat, dan terkontrol yang digunakan yaitu komposisi kendaraan berat (%KB), panjang antrian, serta arus kendaraan dari hulu yang melintas dalam skr dan rasio jumlah kendaraan berat yang melakukan manuver u-turn terhadap jumlah seluruh kendaraan berat yang melintas pada jalur asal kendaraan berat yang melakukan u-turn (%KB u-turn) secara berturut-turut.
Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa di bukaan median yang lalu lintas u-turn kendaraannya didominasi oleh kendaraan berat, pada jalur asal kendaraan berat yang melakukan u-turn, apabila komposisi arus kendaraan berat dan rasio jumlah kendaraan berat yang melakukan u-turn terhadap jumlah seluruh kendaraan berat yang melintas pada jalur tersebut diketahui, maka panjang antrian dapat dirumuskan dengan model linier. Sedangkan pada jalur tujuan kendaraan berat yang melakukan u-turn, panjang antrian tidak dapat dirumuskan berdasarkan komposisi arus kendaraan berat dan rasio jumlah kendaraan berat yang melakukan u-turn terhadap jumlah seluruh kendaraan berat yang melintas pada jalur asal kendaraan yang melakukan u-turn.

U-turn manuvers by heavy vehicles have travel times and effects towards traffic that differ from that of light vehicles due to the differences in the characterstics of the two vehicle types, therefore an analysis on the effects of u-turn manuvers by heavy vehicles specifically is deemed necessary. Shock wave theory has been chosen as the approach for analysis in this study due to it being considered more suitable for analyzing the impact of u-turn maneuvers on roads with high heavy vehicle traffic compared to other approaches such as delay and level of service. The purpose of this study is to analyze the lengths of queues caused by heavy vehicle u-turn manuvers on the u-turning heavy vehicles’ initial and final carriageways for various heavy vehicle compositions and ratios of u-turing heavy vehicles to total heavy vehicles passing through the initial carraigeway.
In the methodology of this study, queue length data is obtained from the results of microscopic traffic simulation using VISSIM, where the microscopic traffic model used for simulations is calibrated and validated using field data from one of the median openings on Jalan Marunda Bidara, North Jakarta. Based on the purpose of the study, the free, bound, and control variables used are heavy vehicle composition (%KB), queue length, and upstream traffic volume in pcu along with the ratio of u-turning heavy vehicles to total heavy vehicles passing through the u-turning heavy vehicles’ initial carriageway (%KB u-turn), respectively.
Based on the analysis, it can be concluded that, on median openings where the u-turn traffic is dominated by heavy vehicles, on the initial carriageway of u-turning heavy vehicles, if the heavy vehicle composition and the ratio of u-turning heavy vehicles to total heavy vehicles passing through the carriageway are known, the queue length can be formulated with a linear model. Whereas on the final carriageway of u-turning heavy vehicles, the queue length cannot be formulated based on heavy vehicle composition and ratio of u-turning heavy vehicles to total heavy vehicles passing through the carriageway
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hasudungan, Jose Isai
"Kinerja lalu lintas di jalan raya Narogong memiliki permasalahan dengan kecepatan yang diinginkan dari jalan raya tersebut, sehingga pengguna jalan melakukan penurunan kecepatan akibat dari banyaknya kendaraan berat yang melewati ruas jalan raya Narogong, oleh karena itu penulis melakukan kajian dampak dari kerapihan jalan dari ruas jalan raya Narogong untuk mendapatkan kecepatan jalan yang diinginkan oleh pemerintah, penelitian ini dilakukan untuk melihat apakah desain jalan yang dilakukan oleh penulis dapat memberikan kenaikan dari kinerja jalan yang ditinjau, dimana akan dilihat dari volume dan kecepatannya, apakah dengan volume yang sama bisa didapatkan kenaikan kecepatan apabila dilakukan kerapihan jalan yang diolah penulis.

Kerapihan jalan merupakan kerapihan dari kendaraan yang melewati suatu ruas jalan yang ditinjau, dimana kendaraan yang melewati suatu ruas jalan apabila tetap berada satu ruas lajur yang ada dan tidak melakukan pindah lajur dapat meningkatkan kinerja jalan yang ditinjau. Kendaraan yang dibatasi perpindahan lajurnya adalah kendaraan berat, dan diharapkan dari kerapihan dari kendaraan berat dapat meningkatkan kinerja jalan yang ditinjau.

Pengolahan data menggunakan simulasi mikroskopis untuk mendapatkan simulasi jalan yang diinginkan, dari simulasi ini dilakukan kalibrasi dan validasi terlebih dahulu untuk mendapatkan kondisi simulasi eksisting yang mirip dengan kondisi observasi ruas jalan yang ditinjau. Dari hasil kondisi eksisting yang sudah divalidasi, dilakukan simulasi model jalan desain untuk melihat apakah ada perubahan yang berpengaruh dari desain yang dilakukan oleh penulis, dari hasil tersebut akan didapatkan data-data yang dapat dibandingkan apakah dengan melakukan perubahan desain dapat meningkatkan kinerja lalu lintas dari ruas jalan yang ditinjau.


Traffic performance on the Narogong highway has problems with the desired speed from the highway, so that road users make a decrease in speed due to the large number of heavy vehicles that pass through the Narogong highway, therefore the authors conduct a study of the impact of road tidiness on the highway Narogong to get the road speed desired by the government, this study was conducted to see whether the road design carried out by the author can provide an increase in the performance of the road being reviewed, which will be seen from the volume and speed, whether with the same volume an increase in speed can be obtained if done the neatness of the road processed by the author.

Road tidiness is the tidiness of vehicles that pass a road section under review, where vehicles that pass a road section if there is still one existing lane and do not change lanes can improve the performance of the road being reviewed. Vehicles that are restricted in lane displacement are heavy vehicles, and it is hoped that the tidiness of heavy vehicles can improve the performance of the road under review. Data processing uses microscopic simulations to obtain the desired road simulation, from this simulation calibration and validation are carried out first to obtain the existing simulation conditions which are similar to the observed conditions of the road section being reviewed. From the results of the existing conditions that have been validated, a simulation of the design road model is carried out to see if there are any changes that affect the design made by the author, from these results will be obtained data that can be compared whether making changes to the design can improve traffic performance from the section the path under review."

Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Siraj Kalamullah Sudjudi
"Kereta cepat pertama di Indonesia, Kereta Whoosh, telah selesai dikonstruksi pada Oktober 2023. Akibat dari munculnya Kereta Whoosh, mode choice perjalanan Jakarta – Bandung mengalami perubahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa efek dari jumlah pelaku perjalanan (okupansi) di dalam kendaraan pribadi terhadap mode choice Kereta Whoosh, Kereta Argo Parahyangan, dan kendaraan pribadi mobil di jalan tol. Perhitungan penelitian ini akan menggunakan regresi multinomial logit untuk memunculkan fungsi utilitas yang kemudian akan digunakan untuk perhitungan probabilitas mode choice. Alat bantu SPSS akan digunakan untuk mengolah data regresi multinomial logit.

The first high-speed train in Indonesia, Woosh Train, was completed in October 2023. Surveys and reports were conducted to understand the preference of Jakarta - Bandung travelers regarding the Whoosh Train. The construction of the Whoosh Train raised questions on whether this transportation mode would survive the competition as a transportation mode. As high-speed trains usually have a high maintenance cost, the need of adequate profits is important. One of the ways is by selling the ticket and gain profits through it. Due to the importance of profits, the tickets were set at a higher price. On the other hand, the existing train Kereta Argo Parahyangan for Jakarta - Bandung travel has dominated the market with lower prices. The private transportation car on the other hand has a travel cost-sharing option. Due to all of this, understanding how travel occupancy affects the mode choice can help identify how society reacts to Whoosh Train's appearance. The reaction of the society will be seen using the mode choice probability based on the travel occupancy. The research will use the Multinomial Logistic Regression method to create a model that predicts the mode shift probability."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Abdul Chalim Muntasir
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2007
T39483
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Saint Fabia Chantic
"ABSTRAK
Latar belakang: Maloklusi adalah ketidaksesuaian susunan gigi geligi. Bentuk maloklusi antar lain gigi berjejal yang disebabkan oleh beberapa faktor. Gigi berjejal dapat berupa gigi yang rotasi, tumpang tindih dan berpindah tempat. Maloklusi gigi berjejal disebabkan oleh faktor dental sepertikehilangan dini gigi, persistensi gigi, gigi berlebih dan kelainan bentuk gigi.
Tujuan: Mengetahui prevalensi (angka kejadian) faktor dental, yaitu kehilangan dini gigi, persistensi gigi, gigi berlebih dan kelainan bentuk gigi sebagai penyebab maloklusi gigi berjejal pada siswa kelas I-VI SDN 10 Kelurahan Johar Baru, Jakarta.
Metode: Digunakan 298 siswa dan dilakukan pemeriksaan intraoral melihat ada tidaknya maloklusi gigi berjejal dan faktor dental. Diperoleh 81 siswa dengan maloklusi gigi berjejal yang memiliki faktor dental kehilangan dini gigi 39 siswa, persistensi gigi 47 siswa, gigi berlebih 8 siswa, dan kelainan bentuk gigi 8 siswa. Dilakukan perhitungan prevalensi pada seluruh kategori.
Hasil: Prevalensi faktor dental penyebab maloklusi gigi berjejal adalah kehilangan dini gigi 13,09%, persistensi gigi 15,77%, gigi berlebih 2,68% dan kelainan bentuk gigi 2,68%. Ditemukan pula penyebab maloklusi gigi berjejal lebih dari satu faktor dental (kombinasi). Prevalensi faktor dental kombinasi kehilangan dini gigi dengan persistensi gigi 3,36%; kehilangan dini gigi dengan kelainan bentuk gigi 0,67%; persistensi gigi dengan gigi berlebih 1,34%, persistensi gigi dengan kelainan bentuk gigi 1,01%; dan gigi berlebih dengan kelainan bentuk gigi 0,67%.
Kesimpulan: Prevalensi faktor dental penyebab maloklusi gigi berjejal paling tinggi adalah persistensi gigi kemudian kehilangan gigi dini, gigi berlebih dan kelainan bentuk gigi. Sedangkan prevalensi faktor dental kombinasi terbesar adalah kehilangan gigi dini dengan persistensi gigi pada siswa SDN 10 Kelurahan Johar Baru, Jakarta.

ABSTRACT
Background: malocclusion is a misalignment of teeth. One kind of malocclusion is crowding that caused by some factor. The characteristic of crowding is teeth that have rotated, overlapping, or displacement. Crowding can be caused by dental factor such as premature loss, retained teeth, supernumerary teeth and shape anomaly.
Purpose: To know the prevalence of dental factor that caused crowding malocclusion on student of SDN 10 Kelurahan Johar Baru, Jakarta.
Method: 298 students checked if they have crowding malocclusion and the dental factor. From 298 students, 81 students have crowding malocclusion and the dental factor which consist 39 students with premature loss, 47 students with retained teeth, 8 students with supernumerary teeth and 8 students with shape anomaly. Find the prevalence of every dental factor.
Result: Prevalence of dental factor that caused crowding malocclusion is 13.09% for premature loss, 15.77% for retained teeth, 2.68% for supernumerary teeth and 2.68% for shape anomaly. some crowding malocclusion can cause by more than one dental factor which make some combination. Prevalence from combination of dental factor are 3.36% for premature loss with retained teeth, 0.67% for premature loss with shape anomaly, 1.34% for retained teeth with supernumerary teeth, 1.01% for retained teeth with shape anomaly and 0.67% for supernumerary teeth with shape anomaly.
Conclusion: Dental factor that caused crowding malocclusion with the highest prevalence are retained teeth and combination between premature loss with retained teeth."
2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dhira Rama Haidar Prakasita
"ABSTRAK
Latar belakang: Maloklusi adalah ketidaksesuaian susunan gigi geligi, salah satu bentuknya adalah protrusi gigi anterior atas dengan overjet lebih besar dari normal (>3mm). Protrusi gigi anterior atas dapat disebabkan oleh kebiasaan buruk di rongga mulut, antara lain menghisap ibu jari, bernafas melalui mulut, dan menghisap bibir bawah. Tujuan: Mengetahui hubungan faktor kebiasaan buruk di rongga mulut dengan protrusi gigi anterior atas pada siswa-siswi kelas IV-VI SD Negeri 10 Johar Baru, Jakarta, Indonesia. Metode: Digunakan 157 anak dan dilakukan pemeriksaan intraoral dan ekstraoral terhadap dugaan kebiasaan buruk serta pengukuran overjet. Didapatkan 60 anak dengan kebiasaan buruk dan protrusi anterior atas; menghisap ibu jari 28 anak, bernafas melalui mulut 7 anak, menghisap bibir bawah 25 anak, dan 25 anak sebagai kontrol yang dipilih secara acak. Dilakukan uji korelasi padasemua kelompok. Hasil: Hasil uji korelasi kelompok kebiasaan buruk menghisap ibu jari dengan protrusi gigi anterior atas p=0.001; kelompok kebiasaan buruk menghisap bibir bawah dengan protrusi gigi anterior atas p=0.001. Besarnya overjet pada protrusi gigi anterior atas yaitu 3-6mm. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kebiasaan buruk di rongga mulut menghisap ibu jari dan menghisap bibir bawah dengan protrusi gigi anterior atas pada siswa-siswi kelas IV-VI SD Negeri 10 Johar Baru, Jakarta.

ABSTRACT
One form of malocclusion is maxillary protrusion of the anterior teeth and its distinctive feature such as an overjet of 3mm. It is commonly caused by bad oral habits such as thumb sucking, mouth breathing, and lower lip biting. Objective: Analyze the relationship between bad oral habits and maxillary protrusion of the anterior teeth in primary students grade 4 to 6 in SD Negeri 10 Johar Baru, Jakarta. Method: Out of 157 students who were examined, only 60 students that fits the criteria and were divided based on their bad oral habits with 28 students on thumb sucking, 7 students on mouth breathing, 25 students on lower lip biting, and 25 as case control. Correlation test is used to determine the relationship between each group. Result: Test results shows that there is a significant correlation between thumb sucking and lower lip biting toward maxillary protrusion of the anterior teeth. (p=0.001) Teeth protrusion range around 3 to 6 mm. Conclusion: Bad oral habits such as thumb sucking, and lower lip biting has significant correlation towards maxillary protrusion of the anterior teeth in primary students grade 4 to 6 in SD Negeri 10 Johar Baru, Jakarta."
2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Febby Sitti Nur Rakhmayanti
"Latar belakang: Janji temu perawatan ortodonti merupakan sesuatu yang dianggap penting karena mempengaruhi lama waktu perawatan ortodonti, perawatan ortodonti memerlukan waktu berbulan-bulan hingga tahunan untuk menyelesaikan perawatan dengan interval kunjungan rutin 4-6 minggu. Ortodontis merupakan salah satu pekerjaan yang sangat rentan terpapar Covid-19 karena berkontak langsung dengan pasien. Dengan adanya pandemi Covid-19 mempengaruhi segala aspek kehidupan salah satunya adalah psikologis seseorang yaitu kecemasan terhadap terpaparnya virus Covid-19. Kecemasan adalah munculnya sebuah perasaan yang tidak menyenangkan, tidak enak, khawatir dan gelisah pada diri seseorang yang dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain usia, jenis kelamin, dan lingkungan sosial. Belum ada penelitian yang membahas hubungan kecemasan di era pandemi Covid-19 terhadap janji temu perawatan ortodonti di kota kendari. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan mengenai pandemi virus corona terhadap kesediaan untuk menghadiri janji temu perawatan ortodonti. Metode: Penelitian ini dilakukan di Kota Kendari menggunakan metode cross-sectional. Kuesioner dari disebar kepada 72 pasien ortodonti dari beberapa klinik di Kota Kendari, menggunakan kuesioner daring. Hasil: Didapati adanya hubungan yang bermakna antara tingkat kecemasan di era pandemi Covid-19 terhadap janji temu perawatan ortodonti di Kota Kendari dan terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat kecemasan di era pandemi Covid-19 terhadap janji temu perawatan ortodonti di Kota Kendari dilihat berdasarkan usia dan jenis kelamin Kesimpulan: Pandemi Covid-19 terbukti berdampak pada kecemasan pasien menghadiri janji temu perawatan ortodonti kecemasan pasien

Background: Orthodontic care appointments are important because they affect the length of orthodontic care, orthodontic care take months to years to complete with regular visit intervals of 4-6 weeks. Orthodontist is one of the jobs that are very vulnerable to exposure to covid-19 due to direct contact with patients. With covid-19 pandemic affects all aspects of life, one of which is an individual's psychological anxiety against exposure to the covid-19 virus. Anxiety is the appearance of an unpleasant, uncomfortable, worried and restless feeling in a person that is influenced by several factors including age, gender, and social environment. There has been no research that discusses the relationship of anxiety in the covid-19 pandemic era to orthodontic care appointments in the city of kendari. Objective: To determine the relationship of anxiety levels regarding the coronavirus pandemic to the willingness to attend orthodontic care appointments. Method: This research was conducted in Kendari City using cross-sectional method.¬ Questionnaires were circulated to 72 orthodontist patients from several clinics in Kendari City, using online questionnaires. Result: There was a meaningful relationship between anxiety levels in the Covid-19 pandemic era to orthodontic care appointments in Kendari City and there was a meaningful relationship between anxiety levels in the Covid-19 pandemic era to orthodontic care appointments in Kendari City viewed based on age and gender Conclusion: Pandemic Covid-19 proved to have an impact on the anxiety of patients attending orthodontic care appointments of emergency patients."
Depok: Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, 2021
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hanumah Basalim
"Wanita yang mengalami menarche dini memiliki risiko yang lebih tinggi untuk menderita kanker payudara dibandingkan wanita dengan menarche normal. Tujuan penelitian mengetahui determinan menarche dini Siswi SMP X di Jakarta Tahun 2009, dengan menggunakan rancangan cross sectional. Analisis data menggunakan uji regresi logistic dan uji interaksi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hormonal adalah faktor dominan (B=2,6; p= 0,005, OR= 12,97) yang mempengaruhi terjadinya menarche dini. Disarankan tinggi badan dipakai untuk salah satu skrining kanker payudara.

Woman who had early menarche has higher risk to get breast cancer compare to woman who had normal menarche. Purpose of this cross sectional study is to know determinant of early menarche in Junior High School X student, year 2009. Logistic regression and interaction test were statistic methods for data analysis.
Result showed hormonal was a dominant factor that influence early menarche (B=2,6; p= 0,005; OR: 12,97). It was suggested to include body height as one of breast cancer screenning.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2009
T29374
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4   >>