Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 66 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Dawud Ramdhani Rozali
"ABSTRAK
Penelitian ini memberikan sebuah gambaran mengenai Forum Ar-Robithoh, sebuah forum yang berada dan berkembang di Jakarta namun masih tetap mempunyai hubungan dengan daerah asal masyarakat Dukuh Kemuren. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah menjelaskan dan menganalisa bagaimana dinamika relasi kota-desa yang tercermin pada kasus Forum Ar-Robithoh. Tujuan penelitian ini antara lain untuk mendeskripsikan
kegiatan-kegiatan dalam Forum Ar-Robithoh yang merefleksikan dinamika relasi kota-desa serta menganalisa dinamika relasi kota-desa yang tercermin pada forum ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan pengamatan secara tidak terlibat. Hasil penelitian ini menunjukkan dinamika relasi kota-desa pada kasus Forum Ar-Robithoh terefleksikan dari kegiatan internal dan kegiatan eksternal dan dinamika relasi kota-desa bergerak dalam arus uang dan barang, arus orang, dan arus ide dan informasi. Kesimpulan penelitian ini relasi kota-desa dilihat sebagai dua hal yang saling berkaitan dan terintegrasi (hubungan fungsional). Sehingga pembedaan antara desa dengan kota secara eksklusif agaknya sudah tidak relevan lagi di saat ini.

Abstract
This study provides an overview of the Forum Ar-Robithoh, a forum that
grows in Jakarta and still has a relationship with the origin of their hometown, Kemuren Hamlet. Issue raised in this study are explaining and analyzing how the dynamics of urban-rural relations reflected in the case of this forum. The objectives of this study are to describe about the activities in the Forum Ar- Robithoh that reflects the dynamics of relationships and to analyze the dynamics of urban-rural relations reflected in this forum. This study uses is a qualitative method of data collection techniques through in-depth interviews and nonparticipation
observation. The results of this study show the dynamics of urbanrural
relations in the case of Forum Ar-Robithoh reflected from its internal
activities and external activities and the dynamics of urban-rural relations move in
the flow of money and goods, flow of people, and flow of ideas and information.
The conclusion of this research that the dynamics of urban-rural relations as two
things are intterelated and integrated (functional relationship). So the distinction
between village and city seems to be exclusive is now no longer relevant."
2012
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Mirna Desira
"Penelitian ini merupakan studi yang bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan gaya hidup nongkrong remaja di 7-Eleven, yang diantaranya adalah faktor sosialisasi keluarga dan konformitas terhadap peer group. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data survey terhadap 100 responden. Penelitian ini dilakukan di 6 gerai 7-Eleven yang berlokasi di Jakarta Selatan dengan teknik penarikan sampel purposive sampling.
Hasil dari penelitian ini adalah kebiasaan nongkrong yang dimiliki remaja Jakarta di 7-Eleven dapat terbentuk menjadi gaya hidup dengan dipengaruhi oleh sosialisasi yang tinggi dari keluarga mengenai kebiasaan nongkrong serta konformitas yang tinggi terhadap peer group mereka yang memiliki kebiasaan nongkrong. Berdasarkan status sosial ekonomi, mereka pada kelompok SSE rendah cenderung lebih signifikan untuk memiliki gaya hidup nongkrong di 7-Eleven disbanding dengan kelompok menengah dan atas.

This research aimed to find out the factors that influence the formation of teenagers hangout lifestyle in 7-Eleven, which include family socialization factors and conformity to peer group. This research uses quantitative approach with survey data collection method to 100 respondents. This research take place at six 7-Eleven stores, which is located in South Jakarta with purposive sampling technique.
The research findings show that the teenagers’ habit of hanging out at 7-Eleven can be formed into a lifestyle, influenced by high family socialization regarding their habits to hang out, and conformity high against their peer group who have a habit of hanging out. Based on socio-economic status, those who belong to low status group tend to be more significant to have a lifestyle of hanging out at the 7-Eleven compared with the middle and upper status group.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2013
S53329
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Jihan Febrianti
"Penelitian ini bertujuan menggali konstruksi identitas pelaku street fashion di kalangan anak muda perkotaan, dan mengidentifikasi apakah mereka merupakan kelompok sosial yang membangun subkultur ditandai dengan simbol-simbol identitas tertentu. Studi-studi sebelumnya mengategorikan pelaku street fashion sebagai subkultur anak muda, sementara di Indonesia tergolong sebagai fenomena budaya baru yang muncul pada pertengahan tahun 2022. Sebab itu, kehadiran pelaku street fashion remaja pinggiran kota menarik untuk diteliti dan dikaji secara sosiologis. Studi oleh Wardhana (2022) atas pelaku Citayam Fashion Week (CFW) hanya melihat potensi ekonomi bagi industri UMKM. Melalui kajian kualitatif ini, menempatkan pelaku CFW sebagai kasus dan diwawancara secara mendalam, serta diobservasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para pelaku CFW membentuk kelompok yang bersifat cair. Adanya pihak-pihak luar “menginterupsi” upaya mereka berproses menjadi kelompok dan membangun subkultur, dalam hal ini salah satunya termasuk media sosial. Mereka tidak memiliki aturan/norma dan tujuan yang disepakati bersama. Selain itu, tidak ada kegiatan yang terstruktur dan terpola sehingga identitas yang ditampilkan para pelaku bukanlah hasil konstruksi secara kolektif, melainkan lebih individual. Kalaupun ada atribut yang terkesan sebagai ciri khas kelompok, pada dasarnya lebih karena adanya sikap saling meniru. Media sosial menjadi menjadi ruang bagi para pelaku untuk menunjukkan identitas dan seolah merupakan kelompok sosial yang membangun subkultur.

This study aims to explore the identity construction of street fashion doers among urban youth, and identify whether they are a social group that builds a subculture characterized by certain identity symbols. Previous studies have categorized street fashion doers as a youth subculture, while in Indonesia they are classified as a new cultural phenomenon that emerged in mid-2022. Therefore, the presence of suburban youth street fashion doers is interesting to study and study sociologically. Wardhana's (2022) study of Citayam Fashion Week (CFW) doers only looks at the economic potential for the MSME industry. Through this qualitative study, CFW doers were placed as cases and were interviewed in depth, as well as observed. The results of the study show that CFW doers form groups that are fluid. The existence of outsiders "interrupts" their efforts to process into groups and build subcultures, in this case one of which includes social media. They do not have rules/norms and mutually agreed goals. In addition, there are no structured and patterned activities so that the identities displayed by the actors are not the result of collective construction, but are more individual. Even if there are attributes that seem to be the characteristics of a group, basically it is more due to mutual imitating. Social media has become a space for actors to show their identity and as if they are social groups that build subcultures."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yonathan Krista Abadi
"Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana proses perubahan perilaku merokok dari perokok sosial ke perokok aktif serta mengggali faktor-faktor yang melatarinya. Studi-studi sebelumnya membahas tipe perokok dan karakteristiknya, dan perokok sosial merupakan salah satu dari 8 (delapan) tipe perokok. Tipe perokok bisa dinamis, namun belum banyak studi yang membahas bagaimana perubahan dari satu tipe perokok ke tipe lain serta faktor yang melatarinya. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus pada pemuda (21-24 tahun) yang teridentifikasi bergeser dari perokok sosial ke perokok aktif. Argumentasi studi ini adalah perokok sosial yang menjadi perokok aktif lebih karena terpapar perilaku merokok dari kelompok teman sebaya dan mendapatkan tekanan baik secara langsung (direct peer pressure) ataupun tidak langsung (indirect peer pressure). Temuan penelitian menunjukan bahwa proses perubahan perokok sosial ke perokok aktif dapat terjadi melalui empat tahap yaitu; (1) paparan perilaku merokok; (2) inisiatif perilaku merokok aktif; (3) proses pemantapan diri; dan (4) pengukuhan sebagai perokok aktif. Temuan tentang faktor-faktor terkait, menunjukan bahwa tekanan teman sebaya sebagai faktor eksternal berposisi hanya sebagai pendorong, sedangkan faktor internal merupakan pemicu utama pada proses perubahan perokok sosial ke perokok aktif. Faktor internal yaitu keinginan untuk menghilangkan stres melalui rokok dan rokok untuk menemani aktivitas sehari-hari. Sedangkan faktor eksternal yaitu adanya dorongan, tawaran, tantangan, dan paksaan dari lingkungan pertemanan sebaya.

This study aims to understand how the process of changing smoking behavior from social smokers to active smokers and explore the underlying factors. Previous studies discussed the types of smokers and their characteristics, and social smoking is one of the 8 (eight) types of smokers. The type of smoker can be dynamic, but there are not many studies that discuss how the changes from one type of smoker to another and the underlying factors, especially peer pressure. This research is a case study study on youth (21-24 years old) who were identified as shifting from social smokers to active smokers. The argument of this study is that social smokers become active smokers more because they are exposed to smoking behavior from their peer group and get pressure either directly (direct peer pressure) or indirectly (indirect peer pressure). The research findings show that the process of changing social smokers to active smokers can occur through four stages, namely; (1) initial process: exposure to smoking behavior; (2) smoking behavior change initiatives; (3) the self-establishment process; and (4) confirmation as an active smoker. Findings about the underlying factors indicate that there are internal and external factors. External factors according to the argument of the study, namely the existence of peer pressure in the form of encouragement, offers, challenges, and coercion. While internal factors are in the form of a desire to relieve stress through cigarettes and cigarettes to accompany daily activities."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Adi Kurnia
"Tesis ini berisi tentang studi kurikulum tersembunyi madrasah. Studi ini dilakukan di Madrasah Ibtidaiyah Assubkiyah, yang merupakan salah satu Sekolah Islam Unggulan di Kota Bekasi, Jawa Barat. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus, data-data yag dikumpulkan dalam studi ini berasal dari wawancara mendalam, observasi dan studi dokumen. Dengan menggunakan kerangka teori praktik Piere Bourdieu, pembahasan kurikulum tersebunyi dikaitkan dengan posisi objektif agen-agen madrasah yang ditentukan berdasarkan modal yang dimiliki juga terkait dengan habitus agen-agen madrasah yang memberikan pengaruh terhadap implementasi kurikulum tersembunyi madrasah serta produk yang dihasilkan dari berbagai dinamika yang terjadi dalam implementasi kurikulum tersembunyi madrasah.
Berdasarkan hasil studi, ditemukan bahwa kepala madrasah memiliki posisi dominan dalam konteks implementasi kurikulum tersembunyi madrasah karena memiliki modal yang relatif besar dibandingkan dengan guru dan orang tua yang berada dalam posisi marjinal. Dominasi tersebut, pada gilirannya, mengontrol skema tindakan agen-agen madrasah lainnya kendati dalam berbagai prosesnya dibuka berbagai ruang partisipasi yang memungkinkan agen-agen marjinal mengambil peran dalam proses pendidikan madrasah yang dapat meminimalisasi tensi-tensi yang dapat menyebabkan konflik di antara mereka. Skema tindakan tersebut merupakan habitus agen-agen madrasah yang lebih menekankan pada aspek keislaman kendati masingmasing agen tersebut memiliki bobot yang berbeda terkait dengan aspek keislaman tersebut.
Lain dari itu, bahwa dominasi kepala madrasah secara tidak sadar ditentukan juga oleh keengganan agen-agen marjinal untuk mengambil peran dalam proses pendidikan karena berbagai alasan yang memungkinkan agen-agen marjinal bertahan dan dapat menjaga kepentingannya. Namun demikian, adanya dominasi itu juga tidak serta merta menjadikan kepala madrasah semena-mena dalam menjalankan proses pendidikan. Bahkan, dominasi tersebut berujung pada beban kerja kepala madrasah yang lebih banyak ketimbang agen-agen madrasah lainnya agar tidak keluar dari nilainilai keislaman yang merupakan habitus madrasah dan sesuai dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh negara.
Dominasi tersebut juga memungkinkan agen dominan untuk melakukan barbagai penyesuaian aturan main yang didasarkan pada habitus keislaman madrasah untuk meminimalisasi konflik di antara para agen madrasah dan sebagai strategi untuk meningkatkan posisi tawar madrasah di masyarakat dan negara. Hasil dari semua itu, terjadinya proses pendidikan yang sepenuhnya fokus pada penanaman aspek-aspek keislaman tetapi masih dapat memenuhi berbagai kebijakan-kebijakan negara terkait kurikulum yang telah ditetapkan. Bahkan, mencapai hasil yang relatif baik.

This thesis contains a study of the hidden curriculum of madrasah. This study was conducted at Madrasah Ibtidaiyah Assubkiyah, one of excellent Islamic Schools in Bekasi, West Java. By using a qualitative approach with case study, the data collected in this study came from in-depth interviews, observation and document study. By using Piere Bourdieu's practice theory framework, the discussion of hidden curriculum is connected to the objective position of madrasah agents determined based on the owned capital and also related to madrasah agents habitus giving influences upon the implementation of the hidden curriculum of madrasah and the products produced from various dynamics occurring in the implementation of madrasah hidden curriculum.
Based on the result of the study, it is found that the principal has a dominant position in the context of the implementation of madrasah hidden curriculum because he has relatively large capital compared to teachers and parents existing in a marginal position. The domination, in turns, controls the action schemes of other madrasah agents even though in the various processes, various spaces of participation allowing marginal agents to take part in the education process of madrasah that can minimize tension that can lead to conflicts among them is opened. The action scheme is madrasah agents habitus providing more emphasis on Islamic aspects although each agent has different weights dealing with the Islamic aspects.
Furthermore, the domination of the headmaster is unconsciously determined also by the reluctance of marginal agents to take part in the education process for various reasons allowing marginal agents to survive and maintain their interests. However, the domination does not necessarily make the headmaster run the educational process arbitrarily. In fact, the domination leads to the workload of headmaster more than the other madrasah agents so that it is not out of Islamic values as madrasah habitus and in accordance with the rules set by the state.
The domination also allows dominant agents to perform various rule adjustments based on madrasah Islamic habitus to minimize conflicts among the madrasah agents and as a strategy to improve the bargaining position of madrasah in the community and the state. The overall result, the educational process is fully focused on the growing of Islamic aspects but still can meet various state policies dealing with the curriculum that has been established. In fact, it achieves relatively good results.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2013
T35130
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Azis Amriwan
"ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk melihat model dan tahapan program
pemberdayaan nelayan yang ada di Kecamatan Pelabuhanratu. Selain itu,
penelitian ini juga ingin menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi keterlibatan
nelayan dalam program pemberdayaan, serta menjelaskan proses reproduksi
praktik dominasi yang terjadi dalam program pemberdayaan. Penelitian ini
menggunakan teori strukturasi dari Anthony Giddens untuk melihat seperti apa
relasi yang terbangun antar agen dalam mereproduksi praktik-praktik kekuasaan
dalam program pemberdayaan nelayan tersebut berlangsung. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Pengembangan Usaha Mina
Perdesaan (PUMP) Perikanan Tangkap bersifat charity atau bantuan langsung
masyarakat (BLM). Konsep pemberdayaan semacam ini hanya bersifat sementara
dan tidak memberdayakan nelayan. Namun persoalan-persoalan struktural yang
mengekang (constraint) membentuk kesadaran nelayan untuk terlibat dalam
program pemberdayaan. Akibat model pemberdayaan dan faktor-faktor struktural
diatas, maka keterlibatan nelayan hanya sebatas mobilisasi. Kondisi ini juga
memicu pragmatisme nelayan terhadap program-program pemerintah. Kondisi ini
diperparah dengan praktik kekuasaan yang dimungkinkan terjadi dalam KUB
sebagai wadah pemberdayaan. Di internal KUB, nelayan mengalami dominasi
oleh taweu dan atau bakul. Relasi sosial yang dibangun oleh nelayan dalam
tahapan dan mekanisme pengajuan bantuan dalam program PUMP menyebabkan
ketergantungan nelayan terhadap pemerintah dan anggota DPRD sebagai elit
nelayan yang memiliki otoritas politik.

ABSTRACT
This study aims to look at the model and stages of fishermen
empowerment programs in Palabuhanratu. This study also wants to explain the
determinan factors of the fishermen 's involvement in that project. As well as the
practice of domination describes the reproduction process that occurs in the
empowerment program. This study uses structuration theory of Anthony Giddens
to see what kind of relationship that is built between agents in reproducing the
practices of power in the ongoing development programs fishermen. This study
used a qualitative approach with descriptive methods.
The results showed that PUMP program in Palabuhanratu is a charity
model of program for fisheries or community grants ( BLM ). Such empowerment
concept is only temporary and does not empower fishermen. But the structural
problems that curb (constraints) forming the awareness of fishermen to engage in
empowerment programs. Due to empowerment models and structural factors
above, the involvement of fishermen is only shows the practice of mobilization.
This condition also triggers pragmatism fishermen against government programs.
This condition is going badly by the practice of power relation that made in the
KUB. In the internal, fishermen has a domination by taweu or bakul. Social
relations that built on the PUMP mechanism caused dependency fishermen
against the government and political elite."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2014
T38705
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Julia Kalmirah
"ABSTRAK
Tesis ini membahas Model Pengelolaan Dana Bantuan Lingkungan yang
dilakukan KEHATI dengan menggunakan metode kualitatif dan strategi penelitian
studi kasus. KEHATI merupakan organisasi non profit yang mendukung
pelestarian lingkungan dan pencapaian kesejahteraan masyarakat yang
didukungnya. Penelitian ini fokus pada lembaga KEHATI dengan kurun waktu
2007 hingga 2011 dimana KEHATI menerima dana hampir mencapai 200 milyar
rupiah dari berbagai sumber seperti lembaga donor, pemerintah, dan swasta dan
telah menyalurkan dana bantuan kepada 265 mitra di seluruh Indonesia. Konsep
reflexive modernity digunakan untuk menjelaskan bagaimana world risk society
menerima pencerahan untuk memiliki wawasan global (tidak berbatas), memaksa
setiap individu untuk saling berkomunikasi untuk mencegah risiko dan
berpartisipasi mengurangi kerugian/resiko global dengan memobilisasi dana-dana
bantuan untuk lingkungan. KEHATI sebagai lembaga grantmaking
mengembangkan Model Pengelolaan Bantuan Lingkungan yang berasal dari
beragam lembaga donor secara transparan dan akuntabel. Penelitian ini
merekomendasikan bahwa dengan pengalaman KEHATI sebagai lembaga
pengelola dan penyalur dana bantuan untuk lingkungan, maka Model Pengelolaan
Dana Bantuan Lingkungan KEHATI bisa menjadi rujukan bagi organisasi non
pemerintah untuk mereplikasi model tersebut dalam pengelolaan dana bantuan
yang tidak terbatas bagi dana-dana bantuan untuk lingkungan.

ABSTRACT
This thesis applied the qualitative method and case study as the strategy of
research to discuss the Model Pengelolaan Dana Bantuan Lingkungan
(Environmental Grants Management Model) developed by KEHATI. KEHATI
Foundation is a non-profit organization supporting sustainable environment and
community empowerment. This research focuses on the grants management done
by KEHATI during 2007-2011 where KEHATI received alomost 200 billion
Rupiah from various sources including donor, government, and private sectors.
These grants have been disbursed to 265 partners throught Indonesia.The
reflexive modernity concept is used to outline the awareness of the word risk
society to have have the global and unlimited vision that urges each individual to
communicate each other to avoid risks and to participate in reducing the global
risks/losses by mobilizing environment grants. As a grant making institution,
KEHATI develops the Model Pengelolaan Dana Bantuan Lingkungan
(Environmental Grants Management Model) to manage the fund from various
donor institutions by upholding the the transparent and accountable principles.
Considering KEHATI’s experiences as an institution that manages and disburses
environment grants, this study recommends that this model can be the reference
for non-governmental organizations to replicate the way they manage the
unlimited grants for environment."
2013
T39269
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fadlia Hana
"ABSTRAK
Street art sudah menjadi bagian dari ruang publik Yogyakarta dan Jakarta. Hal ini
tidak lepas dari street artist yang mencoba berdialog dengan masyarakat dan
pemerintah melalui karya-karyanya di ruang publik. Memori kolektif akan street
art di ruang publik pun terbentuk di dalam masyaraat Yogyakarta dan Jakarta.
Studi ini secara umum membahas mengenai dialog yang dilakukan oleh street
artist dengan masyarakat dan pemerintah dalam membentuk memori kolektif akan
street art di ruang publik dan bagaimana strategi street artist untuk
mempertahankan street art di ruang publik Yogyakarta dan Jakarta. Penelitian
dengan metode kualitatif ini menunjukkan usaha street artist dalam membentuk
wacana pelupaan dan pengingatan memori kolektif masyarakat akan ruang publik
dengan membawa perubahan, penambahan dan pergeseran memori kolektif akan
street art di ruang publik Yogyakarta dan Jakarta. Karakterisitik masyarakat dan
pemerintah Yogyakarta dan Jakarta yang berbeda juga meyebabkan perbedaan
strategi yang dipakai street artist Yogyakarta dan Jakarta dalam usaha
mempertahankan street art di ruang publik Yogyakarta dan Jakarta.

ABSTRACT
Street art has become the part of the public space of Yogyakarta and Jakarta. It is
because of the street artist who tried to dialogue with the community and
government through his works in public spaces. Collective memory of street art in
public space was formed in Yogyakarta and Jakarta. These studies generally
discuss about the dialogue conducted by the street artist with communities and
governments in shaping collective memory of street art in public space and what
is the strategy that street artist use to maintain street art in public space of
Yogyakarta and Jakarta.. This qualitative research shows the effort of street artists
in shaping the discourse of forgetting and remembering people's collective
memory of public space with changing, adding and shifting the collective memory
of street art in public spaces of Yogyakarta and Jakarta. The differences
characteristics of society and the government of Yogyakarta and Jakarta also led
to differences in the strategies employed by street artist of Yogyakarta and Jakarta
in the retention of street art in public spaces of Yogyakarta and Jakarta."
2015
S58081
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Kaharjanu Fajar Respati
"[Skripsi ini membahas sebuah komunitas bernama Kineforum. Komunitas Kineforum merupakan sebuah komunitas yang menyediakan ruang pemutaran bagi film?film yang termajinalkan. Penelitian ini melihat apa latar belakang munculnya komunitas Kineforum, bagaimana komunitas dapat bertahan dan bagaimana peran komunitas bagi masyarakat Indonesia. Studi ini memakai pendekatan kualitatif dengan menggunakan wawancara mendalam, observasi dan data sekunder. Hasil studi ini menunjukan bahwa kineforum ini muncul sebagai sebuah respon dari kondisi Cultural Industries perfilman di Indonesia. Kemudian Kineforum ini dapat bertahan dikarenakan bentuknya yang merupakan sebuah komunitas subkultur. Terakhir Peran kineforum bagi masyarakat Indonesia adalah menyediakan ruang pemutaran film dan juga mereproduksi pengetahuan tentang film.
;This study discuss about Kineforum Community. Kineforum is a community that provides a screening room for films are marginalized. This study explore how this community emergence, survive and the role of this community for the film community in Indonesia. This study use a qualitative approach using in-depth interviews, observation and secondary data. Results of this study showed that Kineforum emerged as a response to the Cultural Industries. Kineforum can survive because the shape of this association is a community. Lastly, the role of Kineforum for the film community in Indonesia is to provide a screening room and also reproduce knowledge about movies.
, This study discuss about Kineforum Community. Kineforum is a community that provides a screening room for films are marginalized. This study explore how this community emergence, survive and the role of this community for the film community in Indonesia. This study use a qualitative approach using in-depth interviews, observation and secondary data. Results of this study showed that Kineforum emerged as a response to the Cultural Industries. Kineforum can survive because the shape of this association is a community. Lastly, the role of Kineforum for the film community in Indonesia is to provide a screening room and also reproduce knowledge about movies.
]"
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2015
S59378
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tito Juliansyah
"ABSTRAK<>br>
Studi ini membahas mengenai psikedelik di Indonesia yang dalam beberapa tahun belakangan ini menjadi sebuah scene tersendiri. Fenomena hippies yang terjadi di Amerika dan menular ke Indonesia setengah abad silam kini mulai bangkit kembali. Seiring dengan perkembangan zaman, Flower Generation pun membaur mengikuti tren yang ada saat ini. Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini berkaitan dengan penelitian yang bersifat deskriptif. Studi ini berusaha menggambarkan bagaimana peran anak muda dalam membangkitkan kembali scene psikedelik dan kaitannya dengan musik mainstream serta representasi psikedelik sebagai sebuah karya seni bagi penggiat maupun penikmat.

ABSTRACT<>br>
This study discusses about psychedelic in Indonesia which in recent years has become a specific scene. The phenomenon of hippies that occurred in USA and spread to Indonesia half a century ago is now starting to rise again. As the times goes by, Flower Generation has blended with the current trend. Qualitative method used in this research relates to descriptive research. This study attempts to illustrate how the role of young people in reviving psychedelic scene and its relation to mainstream music and psychedelic representation as a work of art for the enthusiasts and connoisseurs."
2017
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7   >>