Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 90 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Nanik Retnowati
"Bahasantara merupakan bahasa transisi yang dihasilkan oleh pemelajar bahasa kedua atau bahasa asing untuk berkomunikasi, baik kepada sesama pemakai bahasantara maupun penutur asli atau pemakai bahasa kedua atau asing yang telah mencapai bahasa sasaran. Banyak hal yang dapat dipelajari bari bentuk bahasantara untuk kebutuhan kajian teoretis maupun untuk kebutuhan praktis karena bahasantara merupakan cermin proses pemerolehan bahasa kedua atau bahasa asing. Pemahaman terhadap pemerolehan bahasa kedua atau asing dapat memperkaya pengetahuan teoretis tentang bahasa secara umum selain berguna pula sebagai landasan bagi praktek pemelajaran dan pembelajaran bahasa kedua atau bahasa asing.
Karena pentingnya pemahaman yang mendalam tentang proses pemerolehan bahasa kedua atau asing, maka kajian bahasantara pada semua tataran analisis harus terus menerus dilakukan. Kajian itu dapat meliputi tataran fonologis, morfologis, sintaksis. Semantik, maupun pragmatis. Sementara itu, kajian tentang bahasantara di Indonesia tidak banyak. Tesis ini merupakan salah satu upaya mengkaji bahasantara pada tataran sintaksis, yaitu dengan mendeskripsikan kompleksitas kalimat bahasantara secara formal berdasarkan tingkat pendidikan. Deskripsi kompleksitas kalimat ini dilihat dari tiga segi, yaitu panjang kalimat, jenis kalimat, dan pola kalimat. Subyek yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas dua, empat, dan enam sekolah dasar Madania yang berlokasi di perumahan Kahuripan Parsing, Bogor. Setiap jenjang pendidikan dibagi menurut kelompok kemampuan, yaitu kelompok atas, tengah, dan bawah, yang diamati adalah tulisan responden yang ditulis di buku harian. Jumlah keseluruhan responden adalah 76 siswa dan jumlah keseluruhan kalimat yang dianalisis sebanyak 757 kalimat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompleksitas kalimat yang dihasilkan oleh siswa dari latar jenjang pendidikan kelas dua, empat, dan enam berbeda. Tulisan siswa kelas dua lebih banyak menggunakan kalimat sederhana. Kalimat panjang banyak disebabkan oleh penggunaan konjungsi and then, pengulangan penggunaan frasa nomina yang seharusnya dapat diganti dengan pronomina, serta ekspresi-ekspresi baku misalnya judul-judul film, anggota keluarga, dan sebagainya. Pada tulisan kelas empat, banyak didapati jenis kalimat majemuk setara dan bersusun. Kalimat panjang banyak disebabkan oleh perluasan frasa nomina.
Pada tulisan kelas enam didapati jenis kalimat majemuk setara dan majemuk bersusun yang lebih banyak daripada kelas dua dan kelas empat. Kalimat panjang disebabkan terdapat perluasan konstituen dengan menggunakan klausa
Secara umum dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi jenjang pendidikan, semakin kompleks kalimat yang dihasilkan. Hasil penelitian ini dapat memberikan gambaran pola kalimat yang umumnya muncul pada tiap jenjang pendidikan. Gambaran itu penting sebagai acuan pengembangan materi pembelajaran dan evaluasi."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2004
T11909
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hilda Rusiana
"Penelitian ini bertujuan menyusun rancangan silabus Bahasa Inggris untuk mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta Jurusan Teknik Mesin semester satu. Silabus ini merupakan silabus yang terintegrasi yaitu perpaduan topik (content areas) dan penguasaan berbahasa (language requirements). Topik dan penguasaan berbahasa yang mencakup kosakata, struktur dan fungsi disusun berlandaskan analisis kebutuhan yang dilakukan dengan melakukan survei. Survei dilaksanakan dengan menyebarkan kuesioner dan mengadakan wawancara serta menganalisis dokumen. Kuesioner diberikan kepada alumni Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), pihak industri, pihak PNJ yaitu pengajar Bahasa Inggris, Direktur, Pembantu Direktur, Ketua Jurusan, Ketua Program Studi dan dosen senior mata kuliah bidang teknik. Dokumen yang dianalisis adalah kurikulum Jurusan Teknik Mesin, silabus sementara, tiga buku materi ajar Bahasa Inggris dan tiga buku materi ajar bidang teknik.
Data yang diperoleh dari penyebaran kuesioner dianalisis dengan menggunakan metode kuantitatif. Temuan yang diperoleh adalah bahwa pihak industri mengharapkan lulusan PNJ mampu berbahasa Inggris sesuai dengan kebutuhan di lingkungan pekerjaan. Bahasa Inggris yang berkaitan dengan tujuan pekerjaan disebut bahasa Inggris untuk tujuan kerja (English for Occupational Purposes/EOP).
Dokumen yang ada dianalisis dengan menggunakan metode kualitatif. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan diketahui bahwa silabus yang ada adalah silabus fungsional. Silabus sementara ini masih menekankan pada Bahasa Inggris untuk tujuan umum. Buku-buku materi ajar Bahasa Inggris yang ada disusun berlandaskan pada silabus berbasis gagasan, topik dan silabus fungsional. Buku-buku yang disusun berdasarkan silabus berbasis gagasan dan berbasis topik tidak mengajarkan kosakata, struktur dan fungsi yang digunakan secara efektif. Topik yang termuat tidak lengkap seperti yang diuraikan pada kuesioner. Buku yang disusun berlandaskan silabus fungsional juga tidak menguraikan topik, kosakata dan struktur dengan jelas.
Rancangan silabus yang telah dihasilkan dari penelitian ini diharapkan dapat melengkapi rumpang yang ada. Rancangan silabus yang baru menyajikan topik yang dibutuhkan pihak industri dan topik tersebut dilengkapi dengan language requirements yang mencakup kosakata, struktur dan fungsi yang sesuai. Bahasa Inggris yang digunakan menekankan pada bahasa Inggris untuk tujuan kerja (EOP).

The aim of this research is to design a proposed English syllabus for the first semester students of the Mechanical Engineering Department, State Polytechnic of Jakarta. The syllabus which combines content areas and language requirements is called an integrated syllabus. The content areas and language requirements which cover vocabulary, structure and functions were designed on the basis of needs analysis gained through a survey. The survey was conducted by distributing questionnaires, having interview and analyzing documents. The questionnaires were given to State Polytechnic of Jakarta (PHI) graduates, personnel of PT. Trakindo and Indonesia Power, and PNJ English lecturers, Director, Assistant Director of Academic Affair, Head of Mechanical Engineering Department, Head of Study Program and senior lecturers of technical subjects. The documents which were analyzed were mechanical engineering curriculum, existing English syllabus, three English lesson books and three technical lesson books.
The data were obtained by analyzing the questionnaires using a quantitative method. Thy findings show that the stakeholders need PNJ graduates who have the ability to use English in accordance with the needs in the workplace. The English related to the workplace is usually called English for Occupational Purposes (EOP).
The documents were analyzed using qualitative methods. On the basis of the analysis which was carried on, it can be concluded that the existing syllabus is a functional syllabus. This syllabus focuses on English for general purposes, The English lesson books are designed on the basis of topical, notional and functional syllabi. The books which are based on topical and notional syllabi do not teach vocabulary, structure and functions effectively. Also, they do not provide all topics mentioned in the questionnaire and needed by the stakeholders. The other which is based on the functional syllabus does not also teach vocabulary and structure clearly.
The proposed syllabus design is expected to replace the existing one. The reason is that the proposed syllabus offers topics which are needed by stakeholders and the topics are integrated with vocabulary, structure and functions which are included in the language requirements. The integrated syllabus concentrates on English for Occupational Purposes (EOP).
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2005
T15352
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sriyeti
"Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kesesuaian penerapan kurikulum bahasa Inggris 1994 dalam buku ajar bahasa Inggris untuk SMP. Di samping itu, tujuan penelitian ini juga untuk mengidentifikasi tingkat signifikansi kesesuaian penerapan Kurikulum Bahasa Inggris 1994 tersebut dalam Buku Ajar Bahasa Inggris untuk SMP.
Sumber data dalam penelitian ini diambil dari tiga buah buku ajar bahasa Inggris untuk SMP yang terdiri dari dua puluh lima tema, yaitu kelas satu terdiri dari delapan tema, kelas dua terdiri dari sembilan tema, dan kelas tiga terdiri dari delapan tema. Buku ajar tersebut dianalisis dengan menggunakan daftar pertanyaan. Dana pertanyaan tersebut diperoleh melalui sintesis kriteria yang dikemukakan oleh Cunningsworth (1984), Rivers (1981), Nurhadi (1995) dengan memperhatikan kegiatan-kegiatan pembelajaran yang terdapat dalam kurikulum bahasa Inggris 1994.
Untuk menjelaskan prosentase kesesuaian penerapan kurikulum bahasa Inggris 1994 dalam Buku Ajar Bahasa Inggris untuk SMP digunakan skala Likert. Selanjutnya, untuk mengidentifikasi tingkat signifikansi kesesuaian penerapan kurikulum bahasa Inggris 1994 dalam buku ajar bahasa Inggris untuk SMP digunakan Uji-beda T-test.
Proporsi tingkat kesesuaian berdasarkan uji deskriptif (skala lima) adalah 65%. Artinya, kurikulum bahasa Inggris 1994 yang sudah diterapkan dalam buku ajar bahasa Inggris untuk SMP kelas 1, 2, dan 3 adalah 65%.
Hasil Uji-beda dengan menggunakan T-test dengan taraf signifikansi 5% dan derajat kebebasan 9 menunjukkan bahwa T-hitung < T-tabel yaitu 0,370 < 2,262. Artinya, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kurikulum bahasa Inggris 1994 dengan buku ajar bahasa Inggris untuk SMP.
Jadi berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa kurikulum bahasa Inggris 1994 cukup baik diterapkan dalam buku ajar bahasa Inggris untuk SMP.

The purpose of this research is to describe the compliance of English Language Textbook for Junior High Schools with the 1994 English Curriculum. In addition, this research aims at identifying the level of significance of the compliance of English Language Textbooks to the 1994 Curriculum.
Three Junior High School English Textbooks were used as the source of data for this research. These books comprised twenty-five different themes: eight themes in the first grade, nine themes in the second grade and eight themes in the third grade. These textbooks were analyzed using a checklist. This checklist was compiled by synthesizing criteria put forwards by Cunningsworth (1984), Rivers (1981), Nurhadi (1995) by looking the learning activities that there were in 1994 English Curriculum.
The Likert scale was used to measure the percentage of compliance with the 1994 English Language Curriculum; The Differential T-test was used to identify the significance of the implementation of the 1994 English Language Curriculum in English Language Textbooks for Junior High School.
The percentage of compliance based on the descriptive test (on a scale of five) is 65%. In other words, 65% of the 1994 English Language Curriculum has been implemented in English Language Textbooks for grade 1 through 3 of Junior High School.
The results of the T-test use a significant difference of compliance of 5% and a degree of difference of 9. This means that there is no significant difference between the 1994 English Language Curriculum and the English Language Textbooks for SMP.
Therefore based on the research findings it can be concluded that the 1994 English Language Curriculum for Junior High School has been implemented quite well in the English Language Textbooks for Junior High School.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2005
T15337
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rima Andriani Sari
"This study focuses on evaluating vocabulary in textbook for elementary school students. It aims to answer three questions about the vocabulary: First, how far does the vocabulary in the textbook cover the vocabulary in General Service List of English Words (GSL), a word list suggested for beginners of English? Second, is the frequency of the vocabulary in the textbook suitable with the theory about it in teaching vocabulary? Third, are the written input of the exercises in the textbook parallel to the theory of teaching vocabulary?
Data were collected from the vocabularies and the written input in the textbook Get Ready for Beginners, published by Erlangga in 1996. This book is a textbook for elementary school students. Other data were collected from the words in the GSL word list.
Data were analysed in three ways. First, the vocabulary in the textbook and in GSL were compared and analysed by using two computer programs. The first program, Rimal.BAS, was used to gain the comparison between the vocabulary in the textbook and GSL. The second program, Rima2.BAS, was used to see the context of the vocabulary. With this program, the writer can sort out any ambiguous words. Second, by using program Rimal.BAS, the frequency of each word was counted and described. The vocabulary in the textbook were categorized into words with frequency>6 and words with frequency <6. Third, the written input in the textbook was identified and sorted.
This research produces description as follows: the vocabulary in the textbook covers 80,135% of the vocabulary in the GSL; in analysing the frequency, the writer found out that 86,90% of the whole words in the textbook. occur more than 6 times, but only 76,469% of the words covered in GSL occur the same; The written input in the textbook covers 87,20% of the theory about teaching vocabulary and about 91% of the written input suit to the goal of the lesson unit. However, about 37,93% of the dialogues in the textbook do not meet the requirements of good dialogues.
The writer suggests some revisions of the book. First, the writer of the book should add more occurrences of the words with high frequency as suggested by GSL. Second, there should be less number of names of people in the textbook and a story making of the characters to make this book interesting. Third, there should be a revision of some of the written input, especially dialog. Most of the dialogues are not good.
In spite of the fact that the textbook Get ready for Beginners fulfils the requirements needed about selecting vocabulary and the frequency of the words, dealing with the designing of the written input of the vocabulary, the writer strongly suggests revisions of the textbook."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2004
T20457
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Alvin Taufik
"Karya proyek ini bertujuan merancang skema penilaian performansi untuk kelas Talking English tingkat dasar di ILP. Skema dirancang dengan menggunakan langkah penyusunan yang dikemukakan oleh Mertler (2001). Langkah itu terdiri atas penentuan tujuan pembuatan skema penilaian, penentuan objek penilaian, penentuan bentuk skema, penentuan kriteria, skala dan deskripsi naratif, percobaan skema dan diakhiri dengan penyempurnaan skema penilaian. Penyusunan kriteria di dalam skema ini diformulasikan berdasarkan konsep kemampuan bahasa komunikatif (Communicative Language Ability/ CLA) yang dikemukakan oleh Lyle Bachman (1990). Berdasarkan formulasi penyusunan itu diperoleh suatu bentuk skema penilaian deskriptif dengan metode check list yang digunakan untuk penilaian yang dilakukan secara berkelanjutan.

The aim of this project work is to design a marking scheme that will be used in assessing the performance of the students in Talking English Basic class in ILP. The scheme was designed using the stages proposed by Mertler (2001). The stages start with the process of deciding the aim of marking scheme creation in order to acknowledge the importance of the proposed scheme. It is then continued with the process of deciding the object of the assessment, the type, criteria, scale and performance description of the scheme. The steps end with the testing of the scheme. The tested scheme is improved through discussion of the results of the testing. The criteria of the scheme are formulated based on the concept of Communicative Language Ability as proposed by Bachman (1990). Based on the formulation, the writer has created a descriptive marking scheme, which can be used to assess students? daily performance through the use of checklist method."
Depok: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2008
T25300
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Redika Riasari
"ABSTRAK
Rumah adalah salah satu tema paling menonjol dalam sastra anak-anak dalam memperoleh dan menemukan kembali identitas mereka. Dengan demikian, penelitian ini menganalisis bagaimana pembebasan rumah dicapai oleh Max, protagonis dari buku bergambar anak-anak terkenal Maurice Sendak "Where the Wild Things Are", melalui perjalanan chronotopic-nya; berdasarkan pada teori chronotope Mikhail Bakhtin di mana keterkaitan waktu dan ruang dimanifestasikan dalam bentuk agensi manusia. Kronotop utama yang digunakan adalah mikronotron dengan kronotop ambang yang lebih besar, yaitu: mimpi dan kronotop melingkar. Kedua chronotop ini bermanfaat untuk kontribusinya yang signifikan terhadap perjalanan melingkar Max dalam mengejar rumah, agen Max dalam kaitannya dengan kronotop menjadi jelas, dream chronotope berfungsi sebagai sarana untuk melepaskan dominasi Max di dunia mimpi di mana sama sekali berbeda dari dunia nyata. Sementara itu, kronotop sirkular dimanifestasikan dalam keputusan Max untuk kembali ke rumah setelah kesadaran yang tiba-tiba. Rumah bagi Max akhirnya adalah ketika dia memiliki seseorang dengan perhatian dan cinta abadi untuknya, ibunya, yang akan memberinya jaminan rutin atas kebutuhan utamanya.

ABSTRACT
Home is one of the most prominent themes in children literature in acquiring and reinventing their identities. As such, the research analyzed how the acquition of home is attained by Max, the protagonist of Maurice Sendak`s renowned children picture book `Where the Wild Things Are`, through his chronotopic journey; based on Mikhail Bakhtin theory of chronotope in which the interconectedness of time and space are manifested in a form of human agency. The major chronotope in use will be that of microchronotopes of larger chronotope of threshold, those of: dream and circular chronotopes. These two chronotopes are of use for its significant contribution to Max‟s circular voyage in the pursuit of home, Max agency in regard to the chronotopes is becoming evident, dream chronotope serves as a means to unleash Max`s dominance in the dream world in which entirely different from the real world. Meanwhile, the circular chronotope manifested in Max`s decision to return back home after a sudden realization. Home to Max at last is when he has someone with undying care and love for him, that of his mother, who will provide him with regular assurance of his primary needs.
"
2020
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Apriliya Dwi Prihatinningtyas
"Karya proyek ini merupakan basil evaluasi terhadap bahan ajar Hanyu Tingli .Jiaocheng ip Alr ii yang digunakan sebagai buku wajib mata kuliah pemahaman lisan yang diperuntukkan bagi mahasiswa semester 3 dan 4 di Universitas Darma Persada. Evaluasi ini bertujuan menemukan kelebihan dan kekurangan buku ajar guna menilai kesesuaian buku tersebut dengan tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. Evaluasi terhadap HTJ dilakukan dengan menggunakan skema yang dikemukakan oleh Littlejohn (1998) sebagai landasan dalam menganalisis bahan ajar dan target pembelajaran. Kriteria yang digunakan dalam evaluasi dijabarkan secara rinci dengan menggunakan sintesis teori yang disampaikan oleh Cunningsworth (1995), Liu (2002), dan Chang (1995). Data mengenai persepsi pengajar dan pemelajar terhadap buku ajar HTJ diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada pengajar dan pemelajar yang telah menggunakan buku ajar tersebut.
Data dianalisis dengan menggunakan tabulasi data yang direkomendasikan oleh Arikunto (2002) untuk menentukan kategori jawaban responden atas pertanyaan. Evaluasi ini menghasilkan temuan-temuan yang menunjukkan bahwa HTJ memiliki banyak kelebihan daripada kekurangan. Sebagai hasil dari evaluasi ini, penggunaan HTJ di Universitas, Darma Persada dapat dipertahankan karena sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Kekurangan yang ditemukan dalam evaluasi ini diharapkan dapat membantu pengajar dan institusi dalam meningkatkan mutu bahan ajar.

This project is the result of an evaluation of teaching material titled Hanyu Tingli Jiaocheng {R ;; ph )7 ( f5l used as a compulsory reference for listening comprehension course given in the third and fourth semesters at Darma Persada University. The aim of this evaluation is to find the strengths and weaknesses of the book in order to see whether or not the contents can guide teachers and students to reach the objectives of the course. The evaluation on HTJ was done using the scheme proposed by Littlejohn (1998) as a base in analyzing the material and the learning target. To specify the evaluation, criteria were set by synthesizing theories proposed by Cunningsworth (1995), Liu (2002), and Chang (1995). A questionnaire was given to the students and teachers who had used the material to gather information on students and teachers perception of HTJ.
The data were analyzed using a tabulation recommended by Arikunto (2002) to categorize respondents' answers to each question. This evaluation leads to findings showing that HTJ has more strengths than weaknesses. As a result of this evaluation, HTJ is appropriate to be used as it can guide teachers and students to reach the objectives of listening comprehension course in Darma Persada University. The weaknesses found, in the evaluation is expected to help teachers and institution in ipproving the quality of the material.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2009
T37497
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Anne Tarania Martani
"Tesis ini mencoba untuk menjawab permasalahan terjadinya kesenjangan pencapaian pemelajaran yang diraih pemelajar bahasa Mandarin sebagai bahasa kedua di Indonesia dengan meneliti strategi belajar hanzi yang digunakan oleh pemelajar Indonesia, faktor¬faktor yang mempengaruhi pemilihan suatu strategi belajar tertentu serta perbedaan strategi belajar yang digunakan oleh pemelajar yang berhasil dan pemelajar yang kurang berhasil.
Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus yang menggunakan instrumen kuesioner, verbal report, wawancara, dan tes dengan jumlah subjek penelitian sebanyak 13 orang. Data dianalisis dengan menggunakan teknik tipologi.
Dari penelitian ini, ditemukan 64 buah strategi belajar hanzi yang terbagi dalam enam buah kelompok strategi. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan strategi belajar tertentu dapat dilihat dari faktor pemelajar dan faktor ortografi. Selain itu, penelitian ini juga menemukan adanya strategi-strategi tertentu yang digunakan oleh pemelajar yang berhasil untuk mendukung pemelajarannya namun tidak digunakan oleh pemelajar yang kurang berhasil.

This study tried to answer why there was a gap in learning achievements among Indonesian learners who studied Mandarin Chinese Language as a second language. A research on the hanzi learning strategies used by the Indonesian learners, the factors that influenced the selection of a particular learning strategy and the differences of learning strategies applied by successful learners and unsuccessful learners was conducted to answer the question.
This research was a case study research with 13 research subjects. The instruments used for collecting the data were questionnaires, verbal reports, interviews as well as tests. The data were analyzed by using typology technique.
Based on the data collected, this research identified 64 harrzi learning strategies which were divided into six main categories. There were two factors that influenced the application of these strategies: learner factor and orthography factor. Furthermore, this research also found several particular strategies that were used effectively by the successful learners to enhance their studies, but they were not used by the unsuccessful learners.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2009
T37526
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Nur Utami Sari`at Kurniati
"Penelitian mengenai pengaruh balikan pengajar dalam revisi tulisan siswa ini dilakukan untuk mengetahui bentuk balikan fasilitatif yang lebih efektif dalam memotivasi siswa melakukan revisi positif terhadap tulisannya, bentuk revisi yang dilakukan siswa setelah menerima balikan pengajar dan sejauh mana siswa mampu mempergunakan balikan pengajar sebagai acuan dalam melakukan revisi. Data utama penelitian ini adalah tulisan siswa dan hasil kuesioner yang disebarkan kepada 28 pemelajar bahasa Inggris pada sebuah perguruan tinggi.
Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa balikan pengajar berupa saran lebih efektif dibanding balikan berupa pertanyaan. Revisi yang dilakukan siswa berupa penambahan, penghapusan, penggantian, dan penyusunan kembali dan di samping mampu menindaklanjuti balikan pengajar, siswa juga melakukan revisi secara mandiri.

The study on the effectiveness of teacher facilitative feedback on student revision is conducted to find out effective teacher feedback in motivating students to do positive revisions on their writing, student revisions after having the feedback and how students employ this feedback in doing the revisions. The primary data of this study are student writings and the questionnaires given to 28 English learners in a university.
The research shows that suggestions turn to he more effective than questions. Student revisions cover addition, deletion, substitution, and re-arrangement. in this research, students show not only their ability in employing teacher feedback but also in doing self-revision.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2009
T39665
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Pratiwi Sekar Sari
"Objektifikasi wanita dalam media visual masih menjadi suatu perdebatan seiring dengan banyaknya media visual yang menjadikan wanita sebagai objek. Media visual mengarahkan wanita untuk mempertunjukkan diri mereka untuk mengundang tatapan pria (Male Gaze), dan menawarkan kepuasan kepada mereka. Pretty Little Liars, serial TV dimana alur ceritanya bergantung pada aktivitas tatapan, merupakan salah satunya. Terdapat dua hal yang digarisbawahi dalam jurnal ini. Pertama, permasalahan mengenai objektifikasi perempuan dan tatapan pria muncul dalam serial TV Pretty Little Liars. Kedua, tatapan yang dilakukan oleh karakter-karakter pria dalam serial TV ini memberi sebuah dampak negatif terhadap karakter-karakter wanita di ruang publik dan ruang privat mereka. Dengan mengacu kepada konsep male gaze yang dipaparkan oleh Mulvey, jurnal ini menunjukkan bahwa tatapan pria dan objektifikasi wanita dalam media visual masih ada hingga saat ini.

The objectification of women in visual media still becomes a debate since there are many visual media display women as the object. Visual media arrange women to exhibit themselves to invite male gaze and offer them pleasures. Pretty Little Liars, TV series which the storyline depends on the gaze activity, is one of them. There are two major points that this paper attempts to highlight. First, the issue of women’s objectification and male gaze occur in the TV series Pretty Little Liars. Second, the gaze done by the male characters in this TV series gives a significant negative impact to the female characters in their public and private space. Using Mulvey’s concept of male gaze, this paper shows that the male gaze and women objectification in visual media still exist nowadays.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2013
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9   >>