Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 69 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Desky Wijaya
"Tesis ini membahas dampak kebijakan non hold harmless Dana Alokasi Umum terhadap pemerataan pendapatan daerah di provinsi dan kabupaten/kota serta sekaligus mengevaluasi formula DAU. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan indeks williamson dan regresi berganda terboboti. Hasil penelitian menyarankan bahwa Pemerintah perlu terus melanjutkan kebijakan non hold harmless dalam pengalokasian DAU kepada provinsi dan kabupaten/kota pada tahun-tahun yang akan datang. Selain itu Pemerintah juga diharapkan terus mengembangkan formula DAU dengan meninjau kembali bobot masing-masing variabel yang digunakan dalam penghitungan dan pengalokasian DAU agar DAU lebih dapat berfungsi memeratakan pendapatan provinsi maupun kabupaten/kota.

The focus of this study is on the impact of non hold harmless policy on general allocation grant toward revenue equalization on province and regency/city and also evaluating the formula. This research is quantitative research with Williamson Index and weighted square regression tools. The researcher suggests that Central govemment have to continue this non hold harmless policy in allocating general allocation grant to province and regency/city. And also central govemment is expected to extend that general allocation grant formula through evaluating each variable weight that used on calculating and allocating general allocation grant in order that grant could more ftinction as a tools to equalize revenue in province and regency/city."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2009
T26299
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Ambarita, Erik Manson
"Tesis ini membahas tentang dampak reformasi perpajakan terhadap efisiensi sistem pemungutan pajak Indonesia. Dengan teknik pengolahan data panel, maka akan diperoleh perubahan-perubahan rasio pajak (tax ratio) untuk tiap jenis pajak (PPh Non Migas, PPN, PBB, Cukai, Bea Masuk, Pajak Ekspor, Pajak Lainnya). Dari hasil pembentukan model ekonometrika diperoleh bahwa reformasi perpajakan tahun 2000 mempunyai dampak paling signifikan dalam peningkatan efisiensi sistem pemungutan pajak Indonesia jika dibandingkan dengan reformasi-reformasi perpajakan tahun 1983 dan 1994. Meskipun reformasi perpajakan berdampak positif terhadap peningkatan efisiensi sistem pemungutan pajak, namun jika dilihat dari pertumbuhan rasio pajak dan penerimaan pajak itu sendiri cenderung mengalami perlambatan. Kondisi ini memberikan indikasi bahwa perlu dilakukan langkahlangkah perbaikan di masa mendatang terkait dengan pelaksanaan reformasi perpajakan tersebut. Untuk mengusulkan strategi-strategi yang perlu dilakukan untuk memperbaiki proses reformasi perpajakan di masa mendatang dilakukan analisis kualitatif deskriptif dengan alat analisis SWOT.

This thesis discussed about the impact of the tax reforms on the efficiency of the Indonesia tax system. By using data panel method, the change of tax ratio for each kind of tax (PPh Non Migas, PPN, PBB, Cukai, Bea Masuk, Pajak Ekspor and Pajak Lainnya) was able to calculated. From the econometric model, the conclusion was the tax reform 2000 was the most significant to improve the efficiency of the Indonesia tax system. Although the tax reforms can improve the efficiency of the Indonesia tax system but the indication of the slight growth of the tax ratio and tax revenue could be used as a signal for tax authority to make improvement for the next tax reforms. For this purpose, this thesis also discussed how to rebuild the next tax reform by using SWOT analysis to formulate the strategies needed as an improvement."
Depok: Universitas Indonesia, 2009
T 26279
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Andri Satria Masri
"This thesis analyzes the determinants of investment attraction in Padang Pariaman by considering the post-earthquake conditions, through: 1) the investor characteristics and perception about factors influence the determinants of investment attractiveness, 2) potential and the dominant sectors of the economy the potential and 3) investor perceptions of the factors influence the decisions making.
Research method used is a combination of qualitative approach to the survey prepared by Analytic Hierarchy Process (AHP) and quantitative analysis of economic structure, economic growth, economic base (Location Quotient) and Shift Share.
Obtain qualitative approach factors of physical infrastructure, especially roads most positively perceived countries by the respondents. While local government service factors are the most negatively perceived. Both findings are consistent with the results of AHP which also given the highest priority for local government services and the availability of physical infrastructure which is a subcriteria of economic criteria.
Meanwhile, sectors that have a comparative advantage are essentially the same except the Mining and Quarrying sector. These sectors are: Agriculture, Mining and Quarrying; Electricity, Gas and Water Supply; Transport and Communication as well as services.

Tesis ini menganalisis faktor-faktor penentu daya tarik investasi di Kabupaten Padang Pariaman dengan mempertimbangkan kondisi pasca gempa bumi, melalui: 1) karakteristik dan persepsi investor terhadap faktor-faktor penentu daya tarik investasi dan keputusan investasi, 2) potensi dan sektor-sektor unggulan perekonomian yang potensial dikembangkan serta 3) persepsi investor terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan berinvestasi di Kabupaten Padang Pariaman.
Metode penelitian yang digunakan adalah kombinasi antara pendekatan kualitatif melalui survey yang diolah dengan Analytic Hierarchy Process (AHP) dan kuantitatif menggunakan analisis struktur ekonomi, pertumbuhan ekonomi, basis ekonomi (Location Quotient) dan Shift Share.
Pendekatan kualitatif memperoleh faktor infrastruktur fisik terutama jalan negara dipersepsi paling positif oleh responden. Sedangkan faktor pelayanan pemerintah daerah dipersepsi paling negatif oleh responden. Kedua temuan ini sesuai dengan hasil AHP yang juga memberikan prioritas tertinggi untuk pelayanan pemerintah daerah dan ketersediaan infrastruktur fisik yang merupakan sub kriteria dari kriteria perekonomian.
Sedangkan melalui pendekatan kuantitatif diperoleh hasil bahwa, sektorsektor memiliki keunggulan komparatif terhadap perekonomian Propinsi Sumatera Barat dan Nasional pada dasarnya sama kecuali sektor Pertambangan dan Penggalian. Sektor-sektor itu adalah: Pertanian, Pertambangan dan Penggalian; Listrik, Gas dan Air Bersih; Pengangkutan dan Komunikasi serta Jasa-jasa."
Depok: Universitas Indonesia, 2009
T28768
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Desy Rosmerya
"Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis daya saing karet alam Indonesia di pasar dunia, Amerika Serikat, Jepang dan Cina dengan menggunakan Revealed Comparative Advantage (RCA), Indeks Spesialisasi Ekspor (ESI) dan Competitiveness Matrix. Produk yang dipilih adalah Natural Rubber, Balata, Gutta-Percha, Guayule, Chicle and Similar Natural Gums, in Primary Forms or in Plates, Sheets or Strip (HS 4001). Analisis penelitian dilakukan pada tahun 2004 sampai dengan tahun 2008 dengan negara tujuan adalah Amerika Serikat, Jepang dan Cina.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya saing dari komoditi karet alam Indonesia lebih kuat dibandingkan dengan rata-rata dunia, daya saing dari komoditi karet alam Indonesia lebih kuat dibandingkan dengan ratarata ekspor karet alam dari negara-negara lain ke pasar Amerika Serikat, Jepang dan China, karet alam Indonesia memiliki posisi yang baik untuk dipertahankan di pasar Amerika Serikat, Jepang dan Cina dan strategi harus difokuskan pada strategi penetrasi pasar.

This research?s purposes are analyzing the competitiveness of Indonesian natural rubber in the global, the USA?, Japan?s and China's market using Revealed Comparative Advantage (RCA), Export Specialization Index (ESI) and Competitiveness Matrix. The product that selected is Natural Rubber, Balata, Gutta-Percha, Guayule, Chicle and Similar Natural Gums, in Primary Forms or in Plates, Sheets or Strip (HS 4001). Analysis of research conducted in 2004 until 2008 with the countries of destination are the United States, Japan and China.
The results of this research show that the competitiveness of Indonesian natural rubber commodity is stronger than the world average, the competitiveness of Indonesia's natural rubber commodity is stronger than the average natural rubber exports from other countries to the United States, Japan?s and China's market, Indonesian natural rubber has a good position to be maintained in the United States, Japan's and China's market and the strategy should be focused on market penetration strategy.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2009
T28795
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Mardiyat Usman
"Sektor energi menjadi kontributor utama penghasil emisi karbondioksida (CO2) dalam kawasan ASEAN. Pertumbuhan populasi penduduk dan aktivitas ekonomi yang pesat hampir dua dekade terakhir memicu kenaikan permintaan energi yang tinggi dalam kawasan ASEAN. Kenaikan permintaan energi mendorong peningkatan emisi CO2, mengingat sumber energi fosil mendominasi bauran energi di negara-negara ASEAN. Studi ini menganalisis fenomena emisi CO2 berdasarkan aspek demografi, aktivitas ekonomi, dan teknologi dengan pendekatan model STIRPAT yang telah dimodifikasi. Studi ini dilakukan mengingat keterbatasan studi empiris terkait emisi CO2 dalam konteks ASEAN. Studi ini menemukan bahwa populasi penduduk, pendapatan per kapita, dan intensitas energi menjadi penggerak utama emisi CO2 di kawasan ASEAN. Penggunaan energi yang efisien dilihat dari seberapa besar intensitas energi yang dapat diturunkan. Konsumsi energi fosil berhubungan positif dengan emisi CO2, meskipun besaran kenaikan emisi yang ditimbulkan tergolong kecil dalam studi ini. Kenaikan persentase konsumsi energi terbarukan terbukti mampu mereduksi emisi CO2 di kawasan ASEAN. Hanya saja besaran kemampuan reduksi yang dihasilkan cenderung lebih kecil dibandingkan dengan studi serupa diluar konteks ASEAN. Temuan mengejutkan dalam studi ini adalah fenomena urbanisasi dan industrialiasi secara statistik tidak signifikan untuk menjelaskan emisi CO2 di kawasan ASEAN.

The energy sector is the most significant contributor to carbon dioxide (CO2) emissions in ASEAN countries. Rapidly growth in population and economy in the last two decades has driven up energy demand in ASEAN countries. The increase in energy demand leads to an increase in CO2 emissions due to fossil energy dominating the energy mix in ASEAN countries. This study analyzes the phenomenon of CO2 emissions based on aspects of demography, economic activity, and technology with a modified STIRPAT model. This study conducted because of the limited empirical studies related to CO2 emissions in ASEAN. This study found that population, per capita income, and energy intensity as the main drivers of CO2 emissions in ASEAN countries. Energy intensity has a positive impact on CO2 emissions and indicates the inefficiency of energy use. The consumption of fossil energy is positively related to CO2 emissions, although the magnitude is small. An increase in the share consumption of renewable energy proved to reduce CO2 emissions. However, the amount of emission reduction tends to be smaller than similar studies. Surprisingly, this study found that urbanization and industrialization were statistically not significant to explain CO2 emissions in ASEAN countries.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan BIsnis Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fitria Pusposari
"Tujuan umum penelitian mi adalah untuk mengetahui faktor - faktor yang mémpengaruhi permintaan pangan rumah tangga khususnya pangan sumber karbohidrat di Provinsi Maluku dan mengetahui komoditas pangan lokal apa yang berpotensi menjadi pengganti beras sebagai sumber pangan pokok masyarakat di Provinsi Maluku. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode analisis model Almost Ideal Demand System (AIDS). Data yang digunakan dalam penelitian mi adalah data hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) untuk Provinsi Maluku Tahun 2010. Pola perrnintaan sumber karbohidrat di Provinsi Maluku secara umurn dipengaruhi oleh pendapatan dan harga komoditas baik harga sendiri maupun harga silang dan secara spesifik untuk masing-masing komoditas dipengaruhi faktor sosial demografi yang berbeda-beda. Koinoditas yang bersifat substitusi terhadap beras dalam penelitian mi adalah komoditas sagu dan pangan lokal lain (jagung, talas, ubijalar dan kentang). Namun kendalanya, komoditas-komoditas tersebut termasuk dalam komoditas inferior di Provinsiini. Selain itu, terigu yang merupakan produk impor menjadi salah satu ancaman dalam penyediaan pangan bagi masyarakat di Provinsi Maluku karena komoditas mi bersifat substitusi terhadap seluruh kelompok komoditas yang diteliti selain beras.

The general objective of this study was to determine the factors that affect the household food demand on source of carbohydrate and the commodities of local resources that could potentially be a substitute for rice as a staple food source for communities in Maluku. The analysis is using the Almost Ideal Demand System (AIDS) model. The data used in this study is data from the National Socioeconomic Survey (Susenas) of Maluku Province in 2010. The pattern of demand for carbohydrate sources in Maluku Province in general influenced by income and price. The social demographic variables influenced specifically on each commodity. Commodities that are substitutes for rice in this study are sagu and other local foods (corn, talas, sweet potato, and potato). But these commodities are inferior in this province based on income elasticity. In addition, wheat commodities that is imported become one of the threats on food providing specially for Maluku communities, because this commodities are substitutes of all commodities group in this study, except for rice"
Jakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, 2012
T23017
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
M. Syarul Fuady
"Tesis ini membahas hasil survai terhadap karyawan PT Madu Baru, Bantul - Daerah Istimewa Yogyakarta yang telah melakukan uji coba Kompor Spiritus Madu Baru (KOSPRIMA), kompor berbahan bakar bioetanol/spiritus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengeluaran total rumah tangga per bulan, tingkat pendidikan tinggi dan jumlah penghuni dalam satu rumah tangga terhadap peluang pemakaian kompor bioetanol/spiritus. Penelitian menggunakan desain Model Logit. Di dalam model hanya memiliki satu variabel terikat yaitu indikator satu-nol (terus memakai kompor bioetanol/spiritus=I, berhentti memakai kompor bioetanol/spiritus=0) dan tiga variabel bebas. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pendapatan berpengaruh signifikan terhadap peluang pemakaian kompor KOSPRIMA.

This thesis discuss the result of survey to the PT Madu Baru, Bantul - Daerah Istimewa Yogyakarta’s employees that have done the trial of Spiritus Madu Baru Stove (KOSPRIMA), stove with bioethanol/spiritus as the fuel. The purpose of this research is to know the influence of househoid expenditure per month, the level of education that has done, and the total of occupant in one househoid to the chance of bioethanol/spiritus stove consumption. The research uses Logit Model Design. In the model only has one bounded variable, that is one - zero indicator (keep using bioethanol/spiritus stove=l, stop using bioethanol/spiritus stove=0) and three independent variables. The result of the research summarizes that househoid expenditure per month has a significant influence to the chance of KOSPRIMA stove consumption."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2009
T26275
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Sulistyono
"Berdasarkan data, porsi terhadap total unit usaha dan pertumbuhan tahunan UKM di Indonesia cukup besar. Namun demikian sektor ini temyata belum mampu memberikan konstribusi yang signifikan terhadap perekonomian nasional. Sampai saat ini, kemampuan untuk mengenali pasar ekspor, mengembangkan produk dan memasuki pasar asing masih menjadi tantangan utama UKM Indonesia. Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN) sebagai lembaga promosi ekspor nasional telah melaksanakan beragam program untuk mendukung UKM dalam hal memposisikan produk dan layanan jasa di pasar global yang sangat kompetitif. Karenanya, tesis ini bertujuan untuk menyusun skala prioritas pada berbagai program pengembangan ekspor UKM yang telah dilaksanakan oleh BPEN maupun dilakukan oleh UKM secara mandiri. Selanjutnya dilakukan analisa atas berbagai kombinasi strategi BPEN dan UKM yang mampu meningkatkan performa ekspor UKM di Indonesia secara optimal. Skala prioritas dan kombinasi strategi tersebut dikaji dengan menggunakan AHP dan Game Theory dengan berdasar pada persepsi BPEN, pelaku usaha dan akademisi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kombinasi strategi U KM dan BPEN tidak mampu meraih titik keseimbangan tertinggi, dan karenanya keseimbangan Parelo maupun Nash tidak terwujud. Ini disebabkan adanya perbedaan sudut pandang antara UKM dan BPEN dalam proses pengembangan strateginya masing-masing.

Base on existing data, the share and the annual growth of SMEs in total number of Indonesian enterprises relatively high. However, the export of Indonesian SMEs has not contributed a significant value added to Indonesian economy yet. Until now, capability to recognize exporting market, improving variety of products and accessing foreign market are still major challenges for Indonesian SMEs. The National Agency for Export Development (NAFED) as nalional trade promotion organization has already implemented various programs in order to assist Indonesian SME exporters for positioning their products and Services better, so that they are enabling to survive in the high competitive global markets. Thus, the objective of this study is to make a rating priority on various SMEs export promotion programs that have been executed by NAFED and actualized by the SMEs and to analyze various strategy combinations of NAFED and SMEs which are able to enhance export performance of the Indonesian SMEs optimally. These rating priorities and strategic balance which are commonly called as combination of strategy developed by using Analytical Hierarchy Process (AHP) and Game Theory Model based on NAFED, the business community (SMEs exporters) and academician perceptions. This study concludes that the combination strategies of SMEs and NAFED is unable to reach highest strategic balance, hence Pareto or Nash Equilibrium does not exist. It is caused by different point of view between SMEs and NAFED’s strategy development process for each party."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2009
T26294
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Florence Yeanne S.
"Proposal thesis ini membahas tentang Pengaruh Makroekonomi Terhadap Pertumbuhan Kredit Perbankan. Penelitian ini menggunakan metode Ordinary Least Square yang dapat mengestimasi dampak perubahan variabel-variabel independen yaitu Inflasi, Dana Pihak Ketiga, Nilai Tukar, NPL, SBI Rate, dan PDB terhadap variabel dependen yaitu pertumbuhan kredit perbankan. Hasil yang diperoleh dari analisis ini dapat digunakan oleh pengambil kebijakan dalam mengambil keputusan yang tepat dalam mengatasi permasalahan ekonomi makro yang terjadi.

This thesis proposal is about the influence of macroeconomics to credit growth of banking. This research use Ordinary Last Square Method that can estimate the change of independent variable that is Inflation, DPK, Exchange Rate, Non Performing Loan, SBI Rate, and PDB to dependent variable that is credit growth of banking. The result of this research can be used by economic analyst to make the best solution that can solve economic problem."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2009
T26314
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Raden Rara Eulis Hendraswati
"Cikoromoy merupakan obyek wisata alam dengan komoditas wisata utamanya adalah perairan darat atau biasa disebut obyek wisata tirta. Kabupaten Pandeglang sebagai daerah tujuan wisata utama di wilayah Propinsi Banten berusaha mengoptimalkan potensi-potensi wisata yang dimiliki antara lain adalah obyek wisata Cikoromoy.
Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi nilai ekonomi sumber daya wisata Cikoromoy dari sisi demand pengunjung. Dengan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penilaian ekonomi sumber daya wisata Cikoromoy, maka dapat ditentukan hal-hal harus diperbaiki atau perlu diadakan agar mampu meningkatkan kepuasan / utility pengunjung sehingga frekuensi kunjungan wisata ke Cikoromoy meningkat.
Pada penelitian ini jumlah responden yang diobservasi adalah 197 orang wisatawan. Dengan menggunakan metode Travel Cost Method dapat diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi frekuensi kunjungan wisata Cikoromoy adalah biaya perjalanan, waktu perjalanan, pendapatan, zona asal pengunjung, persepsi mengenai Cikoromoy sebagai bagian dari Gunung Karang berfungsi mengurangi polusi dan persepsi fungsi ekologi bahwa ekosistem Gunung Karang termasuk didalamnya Cikoromoy membantu mengurangi efek global warming.
Hasil penelitian ini menunjukkan nilai WTP wisatawan Cikoromoy adalah Rp 4.651, sedangkan harga tiket masuk Cikoromoy saat ini adalah Rp 2.000, terdapat selisih sebesar Rp 2.651,- per harga tiket per orang. Dengan memberikan peningkatan mutu layanan dan jenis fasilitas dalam kawasan wisata Cikoromoy maka akan meningkatkan kepuasan / utility pengunjung sehingga pada akhirnya nilai willingness to pay juga akan meningkat. Nilai WTP inilah yang dapat dijadikan alternatif dasar penentuan tarif tiket masuk yang baru.

Cikoromoy is one of eco-tourism destinations whose main commodity is land water or known as water tourism. Pandeglang District, the major tourism destination in Banten Province, had optimized its tourism competency such as Cikoromoy water tourism.
This research tried to estimate economic value of Cikoromoy water tourism based on visitor's demand. There is a need to identify factors that influence economic value of Cikoromoy water tourism in order to improve visitor's satisfaction and to increase visiting frequency to this resort.
This research had 197 respondents as the same as visitors to Cikoromoy water tourism. Travel Cost Method has been used to identify factors that influence visiting frequency to this resort such as travel cost, travel schedule, income, visitor's place of origin, visitor's perception on Cikoromoy, and visitor's knowledge on other tourism destinations as a substitute to Cikoromoy.
The result of WTP value of Cikoromoy visitor's was Rp 4,651 while the present entrance ticket was Rp 2,000 there was a gap of Rp 2,651 in each person. By improving the quality of hospitality and varied facilities in Cikoromoy, it will improve the visitor's satisfaction and increase the willingness to pay among visitors. The WTP value can be used as an alternative to consider the basis of new entrance ticket.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2009
T26309
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7   >>