Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 11 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Yudha Tri Utama
"Mobile banking sebagai suatu bentuk inovasi dari layanan pendukung yang disediakan oleh pihak bank memiliki nilai tambah karena menawarkan mobilitas dan kepraktisan untuk bertransaksi. Akan tetapi, tidak semua konsumen menganggap bahwa mobile banking merupakan sesuatu yang harus mereka konsumsi. Salah satu bukti fenomena ini ditunjukkan dari rasio pengguna layanan mobile banking yang disediakan oleh Bank Central Asia (BCA) pada semester ke-dua tahun 2007 yang baru mencapai 6.9 % jika dibandingkan dari total nasabah BCA. Hal tersebut dapat diakibatkan oleh adanya innovation resistance di kalangan konsumen khususnya pada nasabah BCA, mengingat layanan ini sudah diluncurkan sejak tahun 2001. Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Sinkkonen, Ct at pada tahun 2007 mengemukakan bahwasanya terdapat resistensi konsumen dalam mengadopsi layanan mobile banking. Model yang digunakan pada penelitian ini mengacu kepada teori innovation resistence yang diajukan oleh Ram dan Sheth pada tahun 1989. Innovation resistance dipengaruhi oleh dua faktor penghalang yaitu functional barrier dan psychological barrier. Functional barrier terdiri atas usage barrier, value barrier dan risk barrier, dimana faktor psychological barrier dibagi atas tradition barrier, image barrier, dan information barrier. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor barrier mana yang memiliki pengaruh signifikan terhadap resistensi pada layanan mobile banking di Indonesia pada umumnya dan di Jakarta pada Khususnya. Objek yang digunakan pada penelitian ini ialah nasabah BCA berumur 17 tahun atau lebih yang tidak atau belum pemah menggunakan layanan mobile banking dari bank manapun. Terdapat 14 indikator yang digunakan untuk mengukur faktor-faktor yang dapat mempengaruhi resistensi. Penelitian ini menggunakan metode analisis faktor eksploratori dalam mengelompokkan setiap dimensi menjadi faktor baru mengacu kepada model awal. Uji analisis varian faktor tunggal (ANOVA) kemudian digunakan untuk menguji signifikansi dan tingkat pengaruh masing-masing faktor dalam mempengaruhi resistensi pada mobile banking. Hasil analisis faktor membentuk lima faktor baru yang dikategorikan sebagai usage barrier, value barrier, risk barrier, tradition barrier, dan information barrier. Dari hasil uji ANOVA diperoleh beberapa hasil yaitu: kelima faktor secara bersama-sama memiliki pengaruh signifikan terhadap resistensi, namun secara parsial hanya faktor risk barrier yang memiliki pengaruh secara signifikan. Pada uji pengaruh faktor interaksi, diperoleh hasil bahwa kehadiran usage barrier bersama-sama value barrier memiliki pengaruh yang signifikan terhadap resistensi, demikian pula pada interaksi antara usage barrier bersama tradition barrier, risk barrier bersama tradition barrier, dan faktor usage barrier bersama information barrier. Kesimpulan yang diambil dari penelitian ini yaitu faktor keamanan menjadi hal yang harus diperhatikan terlebih dahulu bagi pemasar dalam mengatasi masalah resistensi nasabah terhadap mobile banking di Indonesia pada umumnya. Masalah persepsi mengenai tingkat resiko yang tinggi dapat diatasi melalui strategi komunikasi yang bersifat edukatif, yang disinergikan dengan pengembangan struktur jaringan sistem yang lebih aman dan handal. Secara lebih lanjut juga diperlukan pendekatan informatif, penyempurnaan user interface, dan peningkatan added value dalam upaya mereduksi resistensi."
Depok: Universitas Indonesia, 2008
T24729
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Utami Darma Setiawati
"Saat ini semakin banyak perusahaan yang melakukan aktivitas diluar negara asalnya. Peningkatan aktivitas internasional tersebut membuat perusahaan mengirimkan pegawainya ke luar negeri. Bekerja di lingkungan baru akan menimbulkan masalah jika pegawai tersebut-atau disebut ekspatriat-tidak dapat menyesuaikan diri. Hal tersebut dapat menyebabkan ketidakpuasan kerja dan kurangnya komitmen terhadap perusahaan sehingga pada akhirnya akan menimbulkan keinginan untuk meninggalkan negara tempatnya bekerja (Naumann, Widmier, & Jackson, 2000).
Beberapa literatur menjelaskan bahwa faktor-faktor pekerjaan dan non¬pekerjaan dapat mempengaruhi kepuasan kerja, komitmen organisasi dan keinginan untuk meninggalkan negara tempat ekspatriat tersebut bekerja. Dengan kata lain, faktor-faktor tersebut dapat memoderasi hubungan antara ketiga variabel diatas. Faktor-faktor pekerjaan meliputi role conflict, role ambiguity, dan karakteristik pekerjaan (yang terdiri dari skill variety, task identity, task significance, dan autonomy). Sedangkan salah satu faktor non-pekerjaan adalah LMX yaitu hubungan antara ekspatriat dengan bawahan yang dikenal baik olehnya.
Karya akhir ini membahas rnengenai efek moderasi faktor pekerjaan dan leader-member exchange (LMX) terhadap hubungan antara kepuasan kerja dan komitmen organisasi dengan keinginan ekspatriat untuk meninggalkan Indonesia. Sampel yang diambil adalah ekspatriat yang bekerja di perusahaan perusahaan multinasional di Indonesia. Sekitar 25% kuesioner berhasil dikumpulkan kembali oleh penulis. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan general linear model (GLM) untuk mengetahui apakah terdapat efek moderasi terhadap hubungan antara kepuasan kerja dan komitmen organisasi dengan keinginan ekspatriat untuk meninggalkan Indonesia.
Hasil yang ditemukan dari pengujian hipotesis adalah role ambiguity memiliki efek moderasi terhadap hubungan antara kepuasan kerja dan komitmen organisasi dengan keinginan ekspatriat untuk meninggalkan Indonesia. Role ambiguity juga berpengaruh langsung secara positif terhadap keinginan untuk meninggalkan Indonesia. Penemuan lainnya adalah adalah adanya efek moderasi role conflict terhadap hubungan antara kepuasan kerja dengan keinginan ekspatriat untuk meninggalkan Indonesia. LMX juga memiliki efek moderasi terhadap hubungan antara komitmen organisasi dengan keinginan ekspatriat untuk meninggalkan Indonesia.
Saran yang dapat diberikan untuk perusahaan yang akan mengirimkan pegawainya untuk melakukan penugasan internasional adalah diperlukannya penjelasan terperinci mengenai pekerjaan di tempat baru, baik mengenai hak-hak yang akan diterima calon ekspatriat dan kewajiban-kewajiban yang harus dilakukannya. Selain memberikan informasi yang relevan, perusahaan juga seharasnya memberikan pelatihan kepada calon pegawai yang akan dikirim ke luar negeri.
Saran untuk penelitian yang akan datang adalah digunakannya faktor-faktor non-pekerjaan sebagai variabel moderasi antara hubungan antara kepuasan kerja dan komitmen organisasi terhadap keinginan ekspatriat untuk meninggalkan Indonesia. Selain itu, didalam penelitian responden yang paling banyak ditemui adalah responden laki-laki (74%) sehingga sebaiknya untuk selanjutnya dapat memfokuskan pada keinginan ekspatrriat wanita untuk meninggalkan negara tempatnya bertugas.

Today many companies are having activities outside their home countries. The increasing international activities make those companies to send their employees abroad. Working in a new environment would be a problem if the employees-or expatriates-cannot adjust themselves. It will lead to job dissatisfaction and lack of commitment and at the end will initiate intention to leave the host country.
Some literatures explain that job and non-job factors may influence the relationship among job satisfaction, organizational commitment, and expatriates' intention to leave. In other words, those factors may moderate the above mentioned variables. Job factors include role conflict, role ambiguity, and job characteristics (comprises skill variety, task identity, task significance, and autonomy). Meanwhile one of non-job factors is leader-member exchange (LMX) which is the relationship between expatriate and local employee.
The thesis is discussing about the moderation effect of job factors and LMX on the relationship between job satisfaction and organizational commitment and intention to leave Indonesia. The sample of this research is expatriates who work in multinational companies in Indonesia. Around 25% questionnaires are completed and returned. Hypotheses test was conducted using general linear model (GLM) to find out the moderation effect of job factors and LMX on job satisfaction and organizational commitment and intention to leave.
The results show that role ambiguity has a moderation effect in the relationship between expatriates' job satisfaction and organizational commitment and intention to leave as well as positively relates to intention to leave. Role conflict also moderates the relationship between expatriates' job satisfaction and intention to leave.
Another finding that LMX has a moderation effect in the relationship between organizational commitment and expatriates' intention to leave There are some recommendations for companies which want lo send their employees abroad. First, they need to provide detail descriptions about the job in the new workplace, both rights and obligations. Next is employees' training prior to their international assignment.
For future research, non job factors could be used as the moderator variable in the relationship between expatriates' job satisfaction, organizational commitment, and intention to leave. The respondent for this thesis is dominated by male expatriates. Future research should focus on predicting the intention to leave among female expatriates."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2007
T19697
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
R.Dinur Krismasari
"Tesis ini membahas pelaksanaan transformasi organisasi Polres Metro Bekasi dalam upayanya untuk merubah dari institusi militer menuju institusi publik yang berbasis Pemolisian Masyarakat (Polmas) dengan bantuan Japan International Cooperation Agency (JICA). Penelitian ini adalah penelitian dengan desain deskriptif. Hasil penelitian enyarankan bahwa untuk mencapai suksesnya transformasi secara utuh maka Polres Metro Bekasi perlu merancang kembali visi dan misi Polmas, menciptakan pola kerja yang kondusif untuk melakukan tindakan yang cepat dan tepat serta membangun sistim pola kerja dan manajemen kinerja yang dapat mendorong suksesnya pelaksanaan Polmas. Upaya ini dapat dilakukan dengan membangun mekanisme pendelegasian kewenangan, penyediaan sarana dan prasarana yang memadai serta memberikan kepercayaan secara utuh terhadap para anggota.

The focus of this study is to assess the implementation of organizational transformation of Police Resort Metro Bekasi as part of their efforts to change from military police institution into a community policing based public institution with the assistance from the Japan International Cooperation Agency (JICA). This research is using a descriptive approach through questionnaires collected. The research is suggested that to make a complete successful transformation, it is important re-creating a vision of community policing, formulation a better work environment so that every personnel enable to take action immediately and appropriately, and building an effective performance and human resources management system so that in line with community policing. Countermeasures that can be developed such as building an appropriate delegation of responsibility and authority, provision supporting facilities and infrastructure as well as building trust of police personnel."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2009
T26505
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Diah Suryaningtyas
"Penelitian ini dilakukan untuk melihat apakah ada pengaruh antara penyimpangan perilaku organisasi dengan interaksi yang dilakukan karyawan, yaitu: interaksi karyawan dengan pimpinannya, interaksi karyawan dengan rekan sekerjanya yang diukur melalui kekompakan dan kohesivitas tim, serta apakah ada pengaruh dari konflik keluarga dengan pekerjaan terhadap timbulnya penyimpangan perilaku organisasi di dua Instansi Pemerintah, yaitu Kepolisian Negara RI (Polri) dan Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) sebagai organisasi yang berorientasi pada pelayanan masyarakat. Hasil analisis menunjukkan tidak ada pengaruh dari hubungan atasan - bawahan terhadap penyimpangan perilaku organisasi. Analisis juga menujukkan adanya korelasi negatif antara kohesivitas tim terhadap penyimpangan perilaku organisasi. Sedangkan konflik keluarga - pekerjaan berkorelasi positif terhadap penyimpangan perilaku organisasi. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa untuk organisasi yang berbeda, penyimpangan perilaku organisasi yang terjadi dapat dipengaruhi oleh hal yang berbeda pula.

This study is intended to see the influence of factors in employee interactions: interactions with leaders, measured by the leader - member exchange (LMX); interactions between employee, measured by team cohesiveness (TC); and interaction in the family, measured by family - work conflict (FWC) to organizational misbehavior (OMB), in two govemmental organization: Indonesian National Police and National Search and Rescue Agency as they has public Service orientation. The result shows that there is no influence between the leaders - member exchange to organizational misbehavior. Analysis also shows negative correlation between team cohesiveness with organizational misbehavior in National Search and Rescue Agency but shows otherwise in Indonesia National Police. There is also influence from family - work conflict to organizational misbehavior, and the correlation value is positive. Analysis also shows that for different organization, there might be different variables that influence organizational misbehavior."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2009
T26599
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Hyacintha Susanty Yahya
"ABSTRAK
Kebutuhan dan kelangkaan karyawan bertalenta bagi pertumbuhan perusahaan kini semakin dirasakan perusahaan-perusahaan di dunia. Pengembangan karyawan bertalenta pun kini menjadi pokok perhatian utama perusahaan, khususnya pada jenjang eksekutif sebagai pimpinan tingkat tinggi perusahaan. PT X pada dasarnya telah memiliki sistem pengembangan manajemen talenta yang baik, namun masih terdapat beberapa hal yang perlu disempurnakan dalam tataran praktek implementasinya. Tinjauan dan analisis tesis terbagi menjadi tiga: proses identifikasi, pengembangan dan evaluasi terhadap hasil pengembangan eksekutif bertalenta pada PT X. Dalam penelitian kualitatif diperoleh beberapa temuan menarik yang berasal dari responden dari peserta, observer dan penanggung jawab pelaksana. Dalam proses identifikasi eksekutif bertalenta, ditemukan bahwa proses seleksi yang ada ternyata belum mampu menghasilkan talent pool executive yang sesungguhnya. Dalam proses pengembangan ditemukan walau pengembangan secara in-class telah dilakukan dengan sangat baik, namun ternyata efektifitas pengembangan eksekutif justru terletak pada pengembangan non-in-class. Dan dalam proses evaluasi ditemukan bahwa eksekutif bertalenta yang dihasilkan selama ini ternyata belum memenuhi harapan manajemen terhadap mereka. Di akhir penulisan, integrasi dan penyempurnaan program-program pengembangan menjadi usulan rekomendasi terhadap pengembangan eksekutif bertalenta pada PT X.

ABSTRACT
The needs and scarcity of talent employee to grow the company become urgent and important matters in the world. Nowadays talent development becomes the company focus in human resource area. Basically PT X already has a good talent development system, but there are some items to be improved according to the implementation practices. The analysis is divided into three process: identification, development, and evaluation to the executive development in PT X. Some interesting things were found in the qualitative research that has been done with the respondent from the participants, observers and person in charge for the development process. In the identification process, it was found that the current selection process still could not produce the real executive talent pool. In the development process, although PT X was already very good in running the in-class program approach, but the executive development effectiveness did not depend on the in-class program, but on the non-in-class program. In the evaluation process, it was found that the executive talent development result has not met management expectation. At the end, a systematic program integration approach was recommended for the improvement of the current executive talent development in PT X.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2009
T27207
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Putri Murwani Handayani
"Bekerja di lembaga NGO dianggap bukan sekedar masalah seberapa besar gaji yang didapat, akan tetapi lebih pada motivasi untuk melakukan lebih pada masyarakat.  Karyawan di NGO bergabung dengan berbagai alasan namun penghargaan dan kepuasan psikologis merupakan motif penting untuk menjadi sukarelawan. Penelitian ini akan menguji hubungan antara volunteer motivation, perceived  organizational support, employee well-being dan organizational commitment pada pada Non-Government Organization (NGO) bidang kesehatan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai metode pengumpulan data yang akan dibantu oleh Departemen SDM di beberapa NGO di Indonesia dalam pendistribusiannya. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Structural Equation Modeling (SEM). Total responden penelitian ini berjumlah 206 orang responden dari berbagai NGO di bidang kesehatan di Indonesia. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa v olunteer motivation tidak terbukti berpengaruh signifikan terhadap organizational commitment. Volunteer motivation juga tidak terbukti berpengaruh signifikan terhadap employee well-being. perceiverd organizational support berpengaruh positif terhadap organizational commitment dan employee well-being. Employee well-being berpengaruh positif terhadap organizational commitment.

Working in a Non-Governmental Organization (NGO) is considered not only about a how much earned salary, but rather about the motivation to do more with the community. Employees in non-profit organizations join for various reason but psychological appreciation and satisfaction are important motives for volunteering. This study will examine the relationship between volunteer motivation, perceived organizational support, employee well-being and organizational commitment in NGO for health sector in Indonesia. This study used a questionnaire as a data collection methdo which would be assisted by HR Department in several NGO in Indonesia to be distrubuted. The data analysis method in this study is Structural Equation Modeling (SEM). The total respondents of this study were 206 respondents from various NGO in the health sector in Indonesia. The results of this study indicate that Volunteer motivation did not prove to have a significant effect on Organizational Commitment. Volunteer motivation also did not prove to have a significant effect on Employee Well-Being. Organizational Support has a positive effect on Organizational Commitment. Organizational Support also has a positive effect on Employee Well-Being. Finally, Employee Well-Being has a positive effect on Organizational Commitment."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2019
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ryan Saputra Alam
"ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap Life Satisfaction pada pekerja garmen di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data yang didapatkan dari tim peneliti aying yang dilakukan oleh Tim Riset Universitas Indonesia (UI), Tufts University (TU) dan Real-Time Analystics (RTA) Vietnam diambil menggunakan metode survey. Sebanyak 2794 pekerja garment yang tersebar pada lima provinsi di Indonesia menjadi sampel dalam penelitian ini. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan metode structural equation model (SEM). Hasil group discussion digunakan untuk mendukung hasil penelitian yang telah dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa psychological empowerment berpengaruh positif terhadap Life Satisfaction serta adanya hubungan positif yang signifikan dari workload terhadap life satisfaction. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa Work-family Conflict tidak memediasi hubungan workload dengan life satisfaction pada pekerja garmen.


ABSTRACT


This study aims to examine the relationship of psychological empowerment, Workload, Work-family Conflict, and Life Satisfaction on garment workers in Indonesia. Respondents on this study used as many as 2794 garment workers spread across five provinces in Indonesia. Hypothesis testing was conducted using the structural equation model (SEM) method with the LISREL 8.8 application. The results showed that psychological empowerment had a positive effect on life Satisfaction and there was no significant relationship of workload to life satisfaction. In addition, the results of the study also show that Work-family Conflict not  mediates the workload relationship with life satisfaction on garment workers.

"
2019
T53708
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dimas Fidel Fikriansyah
"Penelitian ini meneliti tentang pengaruh kecerdasan emosional terhadap kepuasan kerja tenaga kesehatan di wilayah Jabodetabek yang dimediasi oleh adaptasi stress-coping style (cognitive-appraisal, problem-solving, dan emotion-focused coping style). Penelitian dilakukan terhadap 287 responden tenaga kesehatan saat pandemi Covid-19, di wilayah Jabodetabek. Analisis uji struktural penelitian ini menggunakan metode analisis Structural Equation Modelling (SEM) yang menghasilkan kesimpulan bahwa 2 dari 4 dimensi kecerdasan emosional yakni self-emotion appraisal dan use of emotion tidak memiliki pengaruh secara langsung terhadap kepuasan kerja. Namun, apabila dimediasi dengan gaya adaptasi terhadap stres (stress coping style) problem solving coping style maka pengaruh kecerdasan emosional signifikan terhadap kepuasan kerja. Sedangkan kedua jenis stress coping style lainnya yakni: cognitive-appraisal coping dan emotion focused coping, tidak memediasi pengaruh dimensi dimensi kecerdasan emosional terhadap kepuasan kerja. Hasil temuan penelitian membuktikan bahwa kemampuan individu dalam memecahkan suatu permasalahan yang dihadapi dapat memediasi kecerdasan emosional terhadap kepuasan kerja tenaga kesehatan di wilayah Jabodetabek saat pandemi Covid-19 berlangsung.

This study examines the influence of emotional intelligence on job satisfaction of health workers in the Greater Jakarta area mediated by stress coping style (cognitive appraisal, problem solving, and emotion focused coping style). This study was conducted during the quarantine period due to the Covid 19 pandemic, which examined 287 respondents who live in the Greater Jakarta area, using the Structural Equation Modeling (SEM) analysis method. The results showed that 2 of 4 emotional intelligence dimensions which are self emotion appraisal and use of emotion did not have a direct effect on job satisfaction. However, if 4 emotional intelligence dimensions are mediated by problem solving coping, it will significantly influenced job satisfaction. Meanwhile, emotional intelligence has a significant influence on 3 stress coping styles which of them are cognitive appraisal coping, problem solving coping, and emotion focused coping. This study found that only problem solving coping that has a significant direct effect on job satisfaction of health workers of 3 stress coping styles that used in covid-19 outbreak."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Qomaruzzaman
"Penelitian karya akhir dengan judul "Implementasi dan Asesmen Perubahan Budaya Perusahaan PT. Pupuk Kalimantan Timur" mi merupakan penelitian pertama yang dilakukan untuk menggali budaya perusahaan yang telah terbentuk selama 30 tahun sejak berdirinya perusahaan PT. Pupuk Kalimantan Timur. Oleh karena itu, penelitian mi difokuskan pada penelusuran elemen-elernen budaya perusahaan yang telah tumbuh dan berkembang serta melakukan asesmen untuk mengetahui tipe budaya yang dominan saat mi serta harapan di masa yang akan datang. E1enen-elemen budaya perusahaan yang diteliti meliputi Asumsi Dasar, Nilai (Values), Artefak dan Simbol yang telah ada saat mi. Adapun asesmen dilaksanakan dengan menggunakan metoda yang dikembangkan oleh Cameron & Quinn (2(i06) berupa kuesioner "Organizational Culture Assessment Instrument (OCAI)". Sejauh mi Pupuk Kaltim telah mengimplementasikan budaya perusahaan dengan memiliki asumsi dasar yang selalu diteruskan kepada pam karyawan baru sebagaimana tertera di dalam moto perusahaan, yaitu : Kami hadir dengan semangat pionir, Kami kuat ditempa oleh tantangan, Kami maju dengan karya bermutu. Nilai-nilai (values) perusahaan juga telah dimiliki, yaitu : Unggul, Tangguh, dan Bersatu, yang memiliki arti sebagai berikut : unggul berarti memiliki semangat kompetisi yang tinggi untuk menghasilkan produk dan jasa yang berkualitas, tangguh berarti kuat dalam menghadapi segala tantangan dengan dilandasi semangat kepioniran dan bersatu berarti bersama-sama untuk mencapai tujuan. Contoh artefak yang dapat dilihat antara lain adalah logo perusahaan (corporate identity,), merek dagang produk, pakaian dinas harian dan seragam produk. Semua artefak itu memiliki arti masing-masing sebagai makna dari simbol budaya perusahaan.Adapun hasil asesmen budaya perusahaan yang dilakukan terhadap para karyawan dan pimpinan perusahan diperoleh kesimpulan bahwa pimpinan maupun karyawan sependapat bahwa tipe budaya perusahaan Pupuk Kaltim yang dominan saat ml adalah Clan dan Hierarchy. Sedangkan untuk tipe budaya yang diharapkan di masa datang adalah Adhocracy dan Market. Mengingat pimpinan maupun karyawan memiliki kesamaan pandang, maka diharapkan dalam proses perubahan budaya perusahaan tidak mengalami hambatan atau resistensi. Selanjutnya untuk memulai proses perubahan pada individu dan organisasi, ada 7 (tujuh) Iangkah yang perlu dijalankan, yaitu : Mengklarlfikasi Makna (Clarifying meaning), Mengidentifikasi Cerita (Identjfring stories), Menentukan Inisiatif Strategis (Determining strategic initiatives), Mengidentifikasi Kebrhasi1an Kecil (Identfying small wins), Menentukan Ukuran, Cara Mengukur, dan Batas Waktu Pengukuran (Craft metrics, measures, and milestones), Komunikasi dan Simbol (Communication and symbols) dan Pengembangan Kepemimpinan (Leadership Development) Sedangkan dalam menghadapi perubahan budaya di masa datang, perlu diberikan pembekalan keterampilan manajerial yang sesuai dengan tipe budaya Adhocracy dan Market kepada para manajer sebagai agen perubahan, yaitu keterampilan manajerial Adhocracy Culture yang meliputi Managing Innovation Managing the Future, Managing Continuous Improvement serta keterampilan manajerial Market Culture yang meliputi Managing Competitiveness, Energizing Employee dan Managing Customer Service."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2008
T23036
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Elok Savitri Pusparini
"ABSTRAK
Peningkatan intensitas environmental uncertainty dan stakeholder pressures terhadap bisnis ramah lingkungan pada negara berkembang seperti Indonesia, menuntut organisasi untuk memberikan respon terhadap tekanan yang berasal dari pihak eksternal sebagaimana diskusi yang mengakomodasi literatur tentang dinamika perubahan lingkungan dan literatur stakeholder ke dalam ranah Strategic Management. Dengan menggunakan model yang mengintgrasi Institutional Theory, Resource Dependence Theory, Resource-based Theory dan Behavioral Theory of The Firm, penelitian ini mengukur bagaimana industri perhotelan di Indonesia merespon terhadap ketidakpastian lingkungan yang tinggi, tekanan terhadap bisnis ramah lingkungan, dan bagaimana Organizational Cognition memainkan peran dalam menentukan keputusan organisasi untuk mengimplementasikan Proactive Environmental Strategy. Organisasi merespon perubahan eksternal dengan memperhitungkan faktor sumber daya dan kapabilitas internal. Secara bersama-sama, faktor eksternal dan internal akan membawa pengaruh terhadap organizational performance. Hasil temuan dari penelitian ini mengindikasikan bahwa persepsi manajer hotel terhadap faktor lingkungan dan tekanan yang datang dari elemen-elemen stakeholder memiliki pengaruh positif dalam keputusan untuk mengimplementasi Proactive Environmental Strategy, sementara peran mediasi Organizational Cognition yang menjembatani faktor Environmental Uncertainty, Stakeholder Pressure, dan Strategic Capabilities menunjukkan hasil yang berbeda. Penelitian ini juga menemukan pengaruh positif dan signifikan dari Proactive Environmental Strategy terhadap Organizational Performance. Merujuk pada hasil yang didapat, penelitian ini memberikan kontribusi bagi perkembangan teoritis dalam konteks Strategic Management, implikasi manajerial, implikasi kebijakan terkait industri perhotelan di Indonesia, dan saran untuk penelitian yang akan datang.

ABSTRACT

The increasing prominence of environmental uncertainties and stakeholder pressure on environmental sustainability activities in developing countries such as Indonesia, as made organizations respond to pressures from external and internal groups that can be explained toward the stakeholder literature in strategic management. Using a model that integrates institutional theory, resource dependence theory, resource-based theory and behavioral theory of the firm, this study examines how Indonesias hotel industry responds to environmental sustainability pressures, how the external and internal factors play a major role in defining environmental proactiveness as a proxy of strategic response upon the pressures, and its impact on a firms performance. The findings of this study indicate that environmental uncertainties, stakeholder pressures, along with organizational strategic capabilities perceived by hotel managers have a positive impact on hotels proactive environmental strategy implementation through the mediating effect of organizational cognition. This study also finds a strong and positive relationship between the proactive environmental strategy implementasion and organizational performance. Drawing from the results, research contributions are developed upon theoretical implication, managerial implication, policy implication, and future avenues of inquiries for researchers."
2018
D2752
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>