Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 132 dokumen yang sesuai dengan query
cover
M. Zainal Abidin
"Proyek bangunan industri, pola pengadaannya seringkali di tenderkan dengan design construc (D/C), permasalahannya waktu persiapan untuk menyiapkan penawaran relatif pendek; sehingga memungkinkan kurang akurasinya estimasi biayanya. Karena estimasi total biaya, biaya komponennya dan gambar design dilakukan secara bersamaan pada fase design rough yang masih kasar. Dengan waktu yang relatif singkat tersebut harus memutuskan estimate total nilai penawaran kontrak proyek sehingga berpotensi mengalami resiko kesalahan dalam proses estimasi biaya untuk memenangkan tender dan mendapatkan profit pelaksanaan proyek Bagaimana untuk mendapatkan keakuratan kinerja total profit dan efisiensi komponen biaya estimasi dari hasil aktual yang diukur dari 65 data proyek di Jabotabek dan Surabaya untuk pelaksanaan tahun 1995-2003.
Penelitian ini ditujukan untuk mendapaikan berapa nilai range estimasi komponen biaya perlu dialokasikan (US$/m2) untuk mendapatkan efisiensi komponen biaya dan menjamin tercapainya profit yang maksimal. Analisa pemodelan regresi hubungan antara kinerja efisiensi komponen biaya dengan estimasi biaya komponen biaya dilakukan dengan bantuan software SPSS dan simulasi pemodelan efisiensi dan estimasi masing-masing komponen dilakukan dengan bantuan software Crystall ball, adapun optimasi estimasi komponen biaya terhadap kinerja efisiensi total yang maksimal pada model hubungan efisiensi total dengan estimasi componen biaya dengan konstrain range estimasi komponen biaya dan total biaya total per m2 nilai lower bound dari nilai mean dan upper dari nilai estimasi yang memiliki efisiensi dengan probabilistik maksimal dari simulasi menggunakan software Opquest dan Lingo, hasilnya diperoleh range masing-masing estimate komponen biaya berdasarkan data rencana dan realisasi untuk setiap luasan (US$/m2) masing-masing komponen sebesar: Temporary work (28.76-41.51)U$/m2, Earth Work (4.55-6.71) U$/m2, Piling (8.22-11 .64)U$/m2 , Concrete (18.41-24.94) U$/m2, Forming (4.64- 6.83) U$/m2, Steel bar (12.63-17.34) U$Im2, Steel Structure (29.53-36.89)US/m2, Finishing (60.19-76.77)U$/m2, MIE work (75.36-94.48)U$/m2, eksternal work (20.69-26.68 )U$/m2, other work (36.26 53.91) U$/m2, dan total biaya (290-390) U$/m2 dan memberikan probabilistik efisiensi total maksimimal (3.84-5.09)% disamping target profit awalnya, dengan standart deviasi (0.11-0.16)."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2004
T14751
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Haryadi Syamsu Hudaya
"Faktor-faktor utama penyebab pembengkakan biaya terdiri. faktor internal dan eksternal. Dengan analisa statistic kinerja dan analisa pendekatan resiko pada proyek-proyek yang telah lampau (telah selesai) kemudian dimodelkan dengan regresi dengan bantuan SPSS dan disimulasikan dengan perangkat lunak Crystali ball dapat diperoleh karakteristik-karakteristik yang berguna untuk perbaikan estimasi dan pelaksanaan proyek-proyek yang akan datang.
Dari data yang telah dianalisa diperoleh hasil statistik adalah kontrak pekerjaan struktur mempunyai kinerja paling buruk yaitu 96 % dan yang paling baik adalah kontrak finishing & ME mempunyai kinerja 104 %, berdasarkan pola pelaksanaan maka pola full swakelola mempunyai kinerja paling buruk 71 % dan paling baik dengan pola full subkontraktor kinerja 108 %. Item pekerjaan paling buruk kinerja adalah pekerjaan dinding, tanah, beton, bekisting dan besi masing-masing 91 %, 91 %, 94 %, 94 % dan 96 %, sedang paling baik adalah pekerjaan ME, Water proofing, sanitair, realing yaitu 108 %, 108 %, 108 %, 106 % kesemua pekerjaan tersebut umumnya full subkontraktor. Berdasarkan wilayah kinerja luar jawa paling buruk yaitu 97 %, untuk kepemilikan proyek tidak terdapat angka signifikan namun kinerja kepemilikan swasta masih dibawah 100 %, berdasarkan ukuran skala proyek proyek besar dan kompleks paling buruk kinerjanya 98 %. Dan terakhir dari segi peruntukan bangunan proyek pusat. Perbelanjaan mempunyai kinerja yang paling buruk 95 % paling baik untuk jenis peruntukan fasilitas umum, sekolah, gudang yaitru101 %.
Dengan analisa korelasi, regresi dan simulasi Monte Carlo hubungan antara kinerja dengan faktor-faktor sumber resiko yang mempengaruhinya, diperoleh hubungan model antara kinerja pekerjaan plafon yang dipengaruhi oleh variabel manajemen kerja dan pola pelaksanaan, pekerjaan cat dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah dan pekerjaan beton dipengaruhi oleh manajemen kerja dan konsultan pengawas, sedangkan untuk kinerja total seluruh item pekerjaan dipengaruhi oleh variabel lingkungan dan kebijakan pemerintah. Hasil simulasi pekerjaan plafon, cat, dan beton diperoleh rentang penyimpangan biaya untuk lower berturut-turut 5.885 %. - 30.27 %, -23.57 % dan upper berturut-turut + 18.155 %, + 24.03 % + 11.71 %."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2005
T15402
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Harahap, Army Howard
"Pembangunan hotel adalah salah satu jenis dari sekian banyak pembangunan gedung, baik secara nasional maupun Internasional. Pembangunan hotel di Indonesia khususnya di Jakarta sangatlah pesat, sehingga membantu serta mempunyai peranan dalam laju perekonomian negara. Selain ltu pembangunan hotel sebagal aktivitas manusia dalam melakukan kegiatannya dalam meningkatkan ekonomi manusia itu sendiri, sehingga pertumbuhan hotel bisnis menimbulkan persaingan yang sangat ketat di sektor perhotelan. Persaingan dalam bisnis perhotelan mendorong semangat dalam hal konstruksi. Hal ini diharapkan menjadi pertimbangan dalam membangun sebuah hotel mulai dari tahap perancangan sampai ke pelaksanaan yang bertujuan mengejar biaya seefisien mungkin, mutu yang terbaik dengan waktu sesuai yang disyaratkan. Dalam konstruksi bangunan hotel melibatkan para pihak yaitu pemilik, pemerintah, kontraktor, konsultan perencana, dan konsultan manajemen konstruksi.
Dalam penelitian ini diteliti peran manajemen konstruksi dalam hal pengaruh tingkat penguasaan manajemen value dan manajemen sumber daya (material, peralatan dan manusia) yang diambil dari Construction Management Body Of Knowledge(CMBOK by Haltenhoff) dengan kegiatan-kegiatan manajemen konstruksi pada tahap pelaksanaan konstruksi bangunan hotel terhadap kinerja biaya.
Dari penelitian didapatkan 3 variabel yaitu, (i) Penguasaan value management tentang tahap penjadwalan kerja, (ii) Penguasaan material management tentang identitas dan pengkodean material/peralatan, (iii) Penguasaan human resource material tentang kemampuan sumber daya fisik (manusia,material dan peralatan) sangat berkorelasi (berhubungan) dengan kegiatan-kegiatan Manajemen Konstruksi (i) Jadwal pengadaan material, tenaga dan peralatan, (ii) Mengawasi pemakaian bahan dan peralatan-peralatan pada tahap pelaksanaan konstruksi bangunan hotel dan ke lima variabel tersebut terbukti sangat berpengaruh dalam peningkatan kinerja proyek, dalam hal ini kinerja biaya.

Construction of hotel building is one type of many building construction types. It is happened both in national area and international area. Construction of hotel building in Indonesia especially in Jakarta is increasing recently. It has important role to the growing economy of Indonesia. On the other hand, growth of the number of hotel building construction has been increasing the business competition in the sector of hotel services. Competition in the business of hotel services becomes major consideration to determine whether to build a new hotel building. And it has been pushing the efficiency level, quality requirements and time requirement of the construction activities of hotel building construction. Construction of hotel building involves some stakeholders, who are: the owner, the government, the contractor, the engineering design consultant and the construction management consultant.
This research investigated the roles of the construction management consultant in term of the effect of its understanding level of value management and resource management (consist of: materials, equipments and workforces) adopted from the Construction Management Body of Knowledge (CMBOK) towards the construction management activities in construction phase of hotel building In term of project cost.
This research found that there are three variables, which are: first, understanding level of value management on work scheduling; second, understanding of material management on the identification and coding of materials; and third, understanding of human resource management on abilities of physical resources (i.e.: labors, materials and equipments). These three variables have significant correlation to two activities of construction management, which are: first, procurement scheduling of materials, labors, and equipments and second, control of usage of materials and equipments on the construction phase of hotel building construction. These five variables proved to have contribution to the cost performance of hotel building construction.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2006
T16171
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ansori Hasan
"Proyek Ketenaga listrikan di Indonesia merupakan suatu yang amat penting dalam pertumbuhan ekonomi, dimana pertumbuhan penggunaan tenaga listrik lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi itu sendiri. Salah satu sumber energi listrik yang banyak dipakai di Indonesia saat ini adalah Energi Listrik Tenaga Diesel yang singkatnya disebut PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel).
Pada pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel seringkali timbul resiko terjadinya penurunan kinerja waktu ataupun keterlambatan proses pelaksanaan konstruksi, sehingga menyebabkan penurunan efektifitas, baik itu waktu maupun biaya. Penelitian ini bertujuan mencari faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya penurunan kinerja waktu konstruksi pada proyek PLTD, yaitu pada proyek yang telah dilaksanakan oleh PT. PLN (Persero).
Hasil penelitian diharapkan dapat memberi masukan untuk penentuan tindakan korektif dan preventif terhadap faktor-faktor tersebut sehingga dapat meningkatkan kinerja waktu yang menyebabkan proses konstruksi berlangsung secara lebih efisien. Hasil dari kajian literatur dan kuisioner yang disebarkan ke responden yang mempunyai pengalaman di proyek PLTD di luar pulau Jawa diolah dan dianalisa secara statistik, sehingga dapat mengidentifikasikan 17 faktor resiko yang signifikan mempengaruhi penurunan kinerja waktu proses konstruksi PLTD.
Hasil akhir penelitian menyimpulkan bahwa faktor penentu yang mempengaruhi kinerja waktu pelaksanaan pekerjaan konstruksi PLTD adalah faktor keterlambatan pengiriman material dan keterlambatan pekerjaan beton."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2005
T16073
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Listinia Rozana
"Indonesia sebagai negara berkembang memiiiki karakter khusus dalam bidang konstruksinya. Di dalam negara berkembang, konstruksi adaiah proses tenaga kerja yang intensif. Produktivitas konstruksi sangat bergantung pada performa tenaga kerja dimana matenai dan peraiatan di negara berkembang umumnya impor sehingga hal tersebut tidak dapat dikontrol secara langsung. Umumnya produkiivitas langsung diterjemahkan sebagai biaya dan secara iangsung sebagai keuntungan dan kerugian kontraktor, dimana sekitar 20-25% biaya sektor konstruksi jalan, digunakan untuk biaya tenaga kerja. Di dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi, produktiyitas tenaga kerja dapat dilihat dan waktu kerjanya. Waktu keria yang terjadi dapat dibagi menjadi waktu yang dipakai secara efektif, waktu yang dipakai secara tidak efektif dan waktu yang dipakai dengan tidak bekerja. Perspektif unik ini merupakan perspektif peneliti yang berbeda dengan perspektif kontraktor secara umum. Produktivitas tenaga kerja menjadi didasarkan atas waktu keria yang tersedia (total waktu keria kurang waktu terlambat yang tidak dapat dihindari) dan waktu kena efektif (waktu kerja yang tersedia dikurang waktu terlambat yang dapat dihindari). Waktu-waktu yang terjadi selama proses kerja disebut sebagai elemen waktu kerja.
Penelitian yang berkaitan dengan elemen waktu ketika teiah menunjukkan bahwa 40-60% dari waktu harian tipikal konstruksi adaiah waktu non produkiif. Sedangkan khusus untuk pekerjaan fasilitas umum. waktu non produktifnya sekitar 65%. Prosentase waktu non produktif tersebut dapat diartikan sebagai potensi untuk peningkatan produktivitas sebagaimana yang teiah diteiltl dalam proyek pekeriaan Jalan di Indonesia oleh Construction industiy Training & Study (CiTS; 2003). Dalam penjelasan yang lebih detail dalam penelitian tersebut, dibahas tentang beberapa paket pekerjaan (work breakdown structure) dalam proyek jalan. Dalam satu paket pekerjaan tersebut diukur elemen waktu non produktif yang terjadi selama berlangsungnya pekerjaan jalan di beberapa wilayah di Indonesia sehingga didapatkan prosentase elemen waktu non produktif yang terjadi dalam satu paket pekerjaan. Elemen waktu kerja non produktif sebagai potensi untuk peningkatan produktivitas tenaga kerja tersebut telah diukur namun diperiukan tindak Ianjut daiam langkah yang lebih jelas atas terjadinya elemen waktu kerja non produktif tersebut iindak lanjut pengukuran tersebut dapat berupa tindakan korektif dan preventif dan setiap elemen waktu keria non produktif yang terjadi."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2005
T16049
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ina Damayanti Kusumawardani Mirza
"Produktivitas merupakan hal penting dalam peningkatan konstruksi Dan sumberdaya merupakan komponen penting dalam peningkatan produktivitas selaln teknologi dan alat. Oleh karena ilu dlperlukannya identifikasi terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas tanaga kerja pada proyek konstruksi jalan dengan harapan dengan diketahuinya faktor-faktor yang mempengaruhi akan meningkatkan produktivitas tenaga kerja pada proyek konstruksi jalan, dikarenakan faktor-faktor yang teridentitikasi dapat terlebih dahulu diambil tlndakan untuk mengalihkan, mengecilkan, atau menghindari resiko-resiko yang mungkin timbul.
Pada penelitian ini, identitikasi sumber-sumber resiko terhadap produktivitas tenaga kerja dilakukan dengan kuisioner survey. Untuk mendapatkan variabel variabel yang paling mempengaruhi produktivitas tenaga keria pada proyek konstruksi ialan dengan perkerasan kaku. Analisa Statistik selanjutnya dilakukan pada data yang talah berhasil dikumpulkan. Selain itu iuga dilakukan analisa guna mendapatkan risk ranking dan risk level. Lalu dilakukan analisa korelasi, dan regresi untuk mendapatkan model.
Berdasarkan analisa survey dan pengolahan data dengan analisa statistik, didapatkan risk ranking dan risk level, kemudian penulis memvalidasi 10 variabel terbesar yang tarmasuk dalam risk ranking dan wawancara pakar. Dan setelah dilakukan analisa korelasi , dan regresi. dldapatkan bahwa ketersediaan material dan peralatan yang paling mempengamhi prnduklivitas tenaga keria proyekjalan dngan perkerasan kaku.
Ketersediaan alat dan material berkorelasi tinggi terhadap besarnya produklivitas tenaga kerja selama proyek berialan. Perlu adanya tindakan praventif dan korektlf action yang mengacu pada faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas tenaga kerja, guna peningkatan produktivitas tenaga kerja proyek konstruksi jalan."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2005
T16048
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Talaohu, Apriyani
"Pada saat ini sektor konstruksi mulai menyadari pentingnya pengelolaan sumber daya manusia untuk meningkatkan kinerja perusahaan, tetapi masih harus menghadapi banyak kesuiitan dalam pelaksanaan manajemen dan pengembangan sumber daya manusianya. Terdapat beberapa hal yang merupakan penyebab terjadinya kesulitan tersebut. Pertama, tingkat pendidikan rata-rata pekerja sektor konstruksi lebih rendah dibandingkan banyak sektor lain.
Kedua, tidak tetapnya jumlah tenaga kerja yang digunakan karena kebutuhan tenaga kerja yang berubah-ubah di proyek sehingga Iebih banyak digunakan buruh tidak tetap. Angka penyerapan tenaga kerja di sektor konstruksi selama tahun 2004-2006 diperkirakan mencapai 6,1 juta orang. Dalam kurun waktu tiga tahun itu, akan dibangun ratusan kilometer jalan tol, serta ribuan jalan raya umum di lintas selatan Pulau Jawa dan berbagai daerah di luar Jawa. Termasuk di dalamnya pembangunan jalan di kawasan perbatasan. Jika proyek itu berjalan lancar, pertumbuhan sektor riil akan ikut meningkat.
Penelitian ini bertujuan untuk mencari metode perencanaan alokasi tenaga kerja konstruksi tingkat manajerial engineering pada proyek jalan. Teknik Pengumpulan data yang digunakan adalah survey. Metode analisa yang digunakan adalah analisas statistik dengan bantuan SPSS untuk mencari nilai mean, f-nodus dan standar deviasi yang dapat dipakai untuk mengetahui jumlah dan kualifikasi tenaga kerja tingkat manajerial ngineering pada proyek jalan dan analisa dengan menggunakan matrik untuk mencari struktur organisasi proyek.
Penelitian ini menghasilkan struktur organisasi proyek untuk nilai proyek antara Rp.10M - Rp.50M, struktur organisasi untuk nilai proyek antara Rp.50 - Rp.100M dan stmktur organisasi untuk nilai proyek diatas Rp.100M. Dan juga alokasi berupa jumlah dan kuaiiiikasi tenaga kerja tingkat manajerial/engineering pada proyek jalan di perusahaan skala besar."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2005
T16047
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Praritama
"Pembangunan proyek Konstruksi Flyover merupakan salah satu alternatif untuk menanggulangi masalah kemacetan khususnya di Kota Jakarta. Dan pada pelaksanaan proyek konstruksi flyover tersebut sering ditemukan permasalahan yang serius seperti permasalahan keterlambatan waktu penyelesaian proyek. Dimana faktor-faktor yang menyebabkan keterlambatan pada proyek konstruksi flyover dipengaruhi oleh dua pihak yang terkait yaitu : Pihak Internal I Pihak kontraktor (Pelaksana Proyek Konstruksi ) dan Pihak Ekstemal (Pihak Owner, perencana, Supervisi dan faktor kaeadaan alam).
Faktor-faktor yang yang mempengaruhi kinerja kontraktor (material, tenaga kerja , peralatan, metode konstruksi dan lain-lain). Pada penelitian ini penulis membahas mengenai sumber resiko apa saja yang menyebabkan keterlambatan proyek konstruksi flyover di DKI Jakarta, mengingat tahun-tahun ke depan akan banyak di bangun proyek konstruksi flyover. Pada tahun 2002-2007 Pemerintah sudah membangun proyek konstruksi flyover sekitar 7 proyek dari 10 proyek.
Pada penelitian ini penulis mempunyai kesirnpulan bahwa sumber resiko yang disebabkan oleh kontraktor : keterlambatan mobilisasi perlatan, kesalahan dari metode konstruksi dan banyaknya perlatan yang tidak layak pakai, sedangkan sumber resiko yang disebabkan diluar pihak kontraktor adalah masalah pembebasan lahan, rencana dan spesifikasi yang tidak sempuma dan keterlambatan dalam proses persetujuan gambar kerja, sehingga nantinya dapat membuktikan hipotesa penelitian yaitu : mendapatkan prespektif tentang sumber resiko yang menyebabkan keterlambatan pada proyek konstruksi flyover maka tindakan korektif dan preventif dapat dirlancang untuk meningkatkan kinerja proyek."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2005
T16052
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Aritonang, Jerry Silado
"Pertumbuhan industri jasa konstruksi yang sangat pesat setelah krisis ekonomi tahun 1997 memberikan peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi. Hal ini memberikan dampak positif bagi persaingan usaha jasa konstruksi terutama konstruksi bangunan gedung bertingkat di Indonesia. Dimana setiap perusahaan konstruksi yang ingin mengerjakan suatu proyek harus melakukan perencanaan dan pengendalian yang cermat dalam hal metode konstruksi, penjadwalan, pemilihan subkontraktor, biaya material dan sebagainya sehingga semua risiko yang menimbulkan dampak negatif terhadap biaya, waktu dan mutu dapat diminimalkan. Dalam mengantisipasi segala risiko keterlambatan waktu yang sering terjadi pada pelaksanaan pekerjaan konstruksi, dilakukan beberapa cara mengalokasikan risiko dimana salah satunya adalah mengalokasikan kepada subkontraktor spesialis. Akan tetapi masih sering terjadi keterlambatan waktu terutama dalam pelaksanaan pekerjaan finishing lantai dan dinding kulit luar bangunan. Hal ini disebabkan oleh kurang jelinya kontraktor utama dalam mengidentifikasi variabel risiko yang menjadi penyebab keterlambatan waktu penyelesaian pekerjaan tersebut. Mengingat hal tersebut maka dilakukan penelitian untuk mengidentifikasikan sumber risiko serta tindakan koreksi yang harus dilakukan untuk mengeliminir risiko terutama pada pelaksanaan pekerjaan finishing lantai dan dinding kulit luar pada proyek bangunan gedung bertingkat di Jakarta.

Construction industry given significant growth for economic development after monitary crisis in 1997. This sector driven positively effort for the competitiveness in Indonesia construction industry especially in building construction. Every construction company needs to be have a good planning and monitoring for achieving project goals which is cost, time and quality. In order to achieving project goals, they need to control every risks that could be happen usually in construction method, scheduling, material costs, subcontractor performance, etc. In order to maintaining and anticipating the risks in project, they need to allocated the risks by making a contract with subcontractor specialist. Eventhough they give it to the specialist subcontractor, they still have delaying time during construction works. This could be happened because they don?t have good capability to identified the risks, that can make time overrun. This thesis want to tell us about, how to maintain subcontractors performance so they can improve their ability to help main contractor achieving project goals and also giving corrective action list for treating risk factor delaying time during construction works ."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2006
T24379
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Izin Hendri Riyatno
"Proyek engineering proqunenment dan contruction EPC dilaksanakan dengan melibatkan banyak pihak dan memakai berbagai macam sumber daya. dan juga menghadapi banyak masalah ketidakpastian dan risiko. jika terjadi. mempunyai dampak terhadap kinerja proyek dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor risiko di tahap engineering yang niempengaruhi kinerja biya pada proyek LPC dari sisi kontraktor. Proses didalam manajemen risiko proyek adalah identifikasi faktor-faktor risiko. analisa risiko. evaluasi risiko. dan tindakan mengelola risiko).
Penelitian untuk mengetahui faktor-faktor risiko dilakukan secara kualitatif. dengan menganalisis data persepsi !ang didapat dari kuisioner dengan responden tim engineering atau team inti proyek perusahaan EPC yang ada di Indonesia dan yang mempunyai pengalaman dalam projek EPC. analisa data diolah dengan mendapatkan prioritaslrangking faktor dan dilakukan analisa levelrisiko.
Hasil analisa data dengan AHP dan analisa level risiko menunjukkan ada lima belas faktor risiko Lltama di tahap engineering j anng berpengaruh terhadap kinerja biaya proyek EPC j,ang terbagi dalam 6 kelonipok faktor, yaitu : proses desain, sumber daya, kebutuhan pemilik, ketersediaan waktu, performa. Tindakan pencegahan dan koreksi dari kelima belas faktor dominan tersebut yang didapat dari pakar dan referensi digunakan sebagai masukan terhadap prosedur engineering yang tersedia. sehingga dampak dari faktor-faktor risiko tersebut dapat di analisir.

Engineering. Procurement. and Constrruction projects (EPC) there involved with many people and used a lot of resources. faced a lot of uncertainty and risk. which we happened. would be impact the performance of the project.
This research objective is to identify the risk factors that influenced cost performance on engineering phase of EPC project. from the contractor's point of view. The project risk management processes are risk factor identification, the risk analysis, risk evaluation, risk response or risk treatment.
The risk factors research try to find out qualitatively, by analyzing the perception data as the result of the questioners to the engineering tim. the core team of the EPC project and whorn had the experienced in EPC project. Risk Analysis quantified tlie risk variable fro111 the questioner result, and then the data will be processed with the
Analytic Hierarchy Process (AHP) i11 order to have the priority factor. There are tifteen main risk factor that influence cost performance of EPC pro-ject divided on 6 (six) category : Design process. resources. client needs. site survey. time availability. engineering team performance. Preventive action and correction to be taken as per experts and reference shall be used as input for establish engineering procedure. so that influence of risk factor shall be minimized."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2008
T24458
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>