Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 45575 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Sri Ulumi Badrawati
"Amerika Serikat, sebagaimana telah kita ketahui, merupakan negara besar dengan keragamannya yang menjadi ciri khas negara ini. Salah satu unsur ke agaman tersebut adalah, kesusasteraan dan kebudayaan masyarakat kulit hitam ('black'). Kesusasteraan masyarakat kulit hitam ini memiliki pembabakan yang berbeda dengan pembabakan kesusasteraan Amerika. Dalam pembabakannya, kesusasteraan masyarakat kulit hitam ini dibagi atas enam periode. Dua diantaranya akan berhubungan dengan skripsi ini, adalah: periode Asimilasi (1945-1955) dan periode Pergerakan Seni (1955-1975). Pada periode Asimilasi, para penulis kulit hitam, yang sebelumnya sudah mulai menunjukkan keinginan untuk membaur dengan arus kesusasteraan Amerika, semakin meninggalkan identitas serta pengalaman bangsa atau rasnya. mereka cenderung mengambil bahan penulisan dari pengalaman bangsa kulit putih.Awal tahun 1950an."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1986
S14171
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2004
S4513
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2008)
S11051
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Evi Setyarini
"Tesis ini berjudul Representasi Tokoh Timur Dalam Novel Gai-Jin Karya James Clavell. Tujuan tesis ini adalah melihat bagaimana tokoh-tokoh Timur direpresentasikan dalam sebuah novel yang ditulis oleh pengarang Barat, serta mencari ideologi yang ada dalam representasi tersebut. Caranya adalah dengan memilih tokoh-tokoh Barat dan Timur dari semua tokoh yang ada dalam Gai-Jin. Tokoh-tokoh ini kemudian dikelompokkan dan dibahas satu persatu dalam kaitannya dengan representasi tokoh Timur, dan dicari ideologi apa yang beroperasi di balik representasi itu.
Kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa dalam representasi tokoh Timur pada novel Gai-Jin superioritas Barat atas Timur lebih dominan. Dominasi ini ditunjukkan dengan halus dan dengan berbagai cara oleh pengarang.

How Oriental Characters Are Represented in James Clavell's Gai-JinThe title of this thesis is Representasi Tokoh Timur Dalam Novel Gai-Jin Karya James Clavell, or How Oriental Characters Are Represented in James Clavell's Gai-Jin. The purpose of the thesis is to examine the wary Oriental characters are represented in a novel written by an Occidental author, and to pinpoint the ideology working within the representation. In order to do so, a number of both Occidental and Oriental characters have been chosen out of all the characters in Gai-Jin. These characters are then categorized and analyzed in relation to how Oriental characters are represented, in search of the ideology operating behind the representation.
The conclusion is that in Gai-Jin Occidental superiority over the Orient can be seen through the representation of the Oriental characters. The author in subtle and various ways shows the superiority."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2003
T11340
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Banyak pembaca novel Portrait of a Lady karya Henry James yang mempertanyakan akhir kisah Isabel Archer, sang tokoh utama, yang memilih untuk kembali ke suami yang tidak dicintainya. Tidak sedikit yang menyimpulkan bahwa dengan kembali, Isabel membiarkan dirinya dikuasi oleh kekuasaan patriarki, yang dilambangkan oleh Osmond, suaminya. Skripsi ini bertujuan untuk menyanggah anggapan tersebut. Penulis, dalam skripsi ini, berusaha untuk menunjukkan sosok Isabel sebagai seorang eksistensialis yang berusaha mencari esensinya. Dan hanya dengan kembali ke Osmond, Isabel kemudian berhasil menemukannya. Teori eksistensialisme Sartre dalam bukunya, Being and Nothingness, dan esai yang ditulisnya, _Existentialism is a Humanism,_ kemudian menjadi hal yang paling tepat dalam menjelaskan pilihan Isabel. Ada 4 konsep yang diambil penulis untuk menganalisa karakter Isabel dan tokoh-tokoh lainnya dalam novel, yaitu Esensi dan Eksistensi, bad faith, being-for-others dan kebebasan dan tanggung jawab."
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2007
S13923
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Anton Sutandio
"Dalam tesis ini, saya melakukan analisis pembacaan dekonstruktif dari empat novel karya Stephen King dalam konteks ideologi rasisme dan anti-rasisme. Saya tertarik melakukan analisis ini karena pendekatan dekonstruksi merupakan suatu pendekatan postsrukturalisme yang dinilai kontroversial. Selain itu, saya tertarik menerapkannya disebabkan oleh sifatnya yang `membangkang' terhadap paradigma-paradigma lama (dalam hal ini di negara Barat), sehingga banyak dikecam oleh pendekatan-pendekatan konvensional yang sudah ada. Empat novel yang saya pilih adalah IT, The Dark Tower II: The Drawing of the Three, The Green Mile dan Bag of Bones. Saya memilih empat novel ini dari kurang lebih 50 novel-novel King karena peranan tokoh-tokoh kulit hitam di dalamnya dominan dalam keseluruhan penceritaan, sehingga representasi mereka menarik untuk dianalisis.
Selain penggunaan pendekatan dekonstruktif, saya juga menerapkan satu teori sosiologi, terutama yang berhubungan dengan orang-orang kulit hitam dan orang-orang kulit putih, sebagai acuan dalam melakukan analisis. Didalamnya terdapat istilah representasi dan stereotipe yang merupakan dua istilah umum yang berkaitan erat dengan hubungan sosial antara orang-orang kulit hitam dengan orang-orang kulit putih.
Pendekatan lain yang saya terapkan dan juga berperan dalam analisis adalah pendekatan kajian budaya, terutama yang berhubungan dengan pemilihan novel populer. Ideologi juga merupakan konsep atau kategori penting dalam kajian budaya. Untuk menjelaskan istilah ideologi yang saya gunakan, saya meminjam definisi ideologi dari Anthony Fasthope dan Ben Agger, kemudian dihubungkan dengan analisis tesis.
Setelah menyelesaikan analisis pembacaan dekonstruktif empat novel yang dipilih dalam konteks ideologi rasisme dan anti-rasisme, saya berpendapat bahwa pendekatan dekonstruktif adalah suatu pendekatan yang menarik dan menantang untuk dilakukan. Saya berpendapat pendekatan ini telah memberikan warna baru dalam keragaman jenis kritik sastra yang telah ada.

In this thesis, I would like to do the analysis of deconstructive reading in four novels of Stephen King, in racism and anti-racism context. I am interested in doing this analysis because the deconstruction approach which is chosen is one of the post structuralism critical approaches that is considered to be controversial. One of the reasons is that one of its characteristics that `rebels' against the old-established paradigms (especially in the West). Later on, this caused criticism from other more conventional existed approaches. The four novels that have been chosen are IT,The Dark Tower II: The Drawing of the Three, The Green Mile and Bag of Bones. I chose these particular four novels out of about fifty novels written by King, for the reason that the roles of the black characters in these novels are quite dominant, thus their representation is interesting to analyze.
Besides the use of deconstructive approach, I also apply a sociology theory, particularly about the relation between the blacks and the whites. There are two significant terms in it, which are used in the analysis. They are representation and stereotype.
Another approach applied that also play important roles in the analysis is the cultural studies approach. This approach is particularly related to the popular novels which are chosen, and the ideology, which are ones of important concepts or categories in cultural studies. To explain the term ideology used, I borrow the definition from Anthony Easthope and Ben Agger, which later connected with the analysis.
After finishing the deconstructive reading of the four novels chosen in the context of racism and anti-racism ideology, I am of the opinion that deconstructive reading is a very challenging and interesting approach. I also believe that this approach has contributed a new insight to the variety of literary criticisms.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2003
T7174
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mirta Alisjahbana
"James Baldwin is a Negro writer who has received sufficient public interest. He is regsrded as one of the Negro leaders and as a spokesman for his people, because of his unique and vivid descriptions of the Negro situation in the United States. His polemic essays have been an important factor in helping; him attain recognition as a writer.I have chosen James Baldwin as a subject of study for my thesis, because Baldwin is very interesting in that he has been either overpraised or fiercely attacked as a literary writer It is very difficult to evaluate a contemporary writer, particularly because we tend to rely on the criticisme of established critics in juding a piece of work. The influence of established critics often makes us reluctant to form our own opinions and to differ from them seems sacrilegious. Yet people interested in literature should form opinions of their own. The controversy between the opinions of critics about Baldwin's literary writings has stimulated metto write this thesis as an excercice in evaluating an autner independently.In this paper I a-so want to analyze Baldwin as a Negro writer. His writings are naturally influenced"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1968
S14133
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Parwati Kramadibrata
"Naturalisme pada periode 1860-1900 berkembang di Amerika akibat dua hal penting. Pertama, adanya pengaruh Eropa, kedua, keadaan sosial dan budaya Amerika yang berubah akibat perkembangan ekonomi, ilmu pengetahuan dan teknologi. Keadaan sosial dan budaya yang berubah ini menjadi patokan kritik sosial.Stephen Crane yang hidup pada periode ini, dan yang karya-karyanya diterbitkan juga pada periode ini, termasuk pengarang naturalis. Dalam empat karyanya, yaitu Male: A Girl Of The Streets, The Red Badge Of Courage, The Open Boat dan The Blue Hotel, terkandung ide naturalisme. Dalam Maggie: A Girl Of The Streets ciri naturalisme terlihat dart pengaruh lingkungan terhadap perkembangan hidup seseorang, ketergantungan seseorang terhadap lingkungannya, dan nasib tokoh-tokoh cerita yang seolah-olah telah digariskan"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1982
S14183
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tisna Prabasmoro
"Tujuan tesis ini adalah menunjukkan permasalahan identitas dan kritik sosial yang dilakukan Baldwin, yang nampak pada beberapa esai, interview dan salah satu novelnya. Dari perspektif Kajian Budaya yang mendiskusikan pentingnya wacana identitas kelompok marginal, saya menemukan bahwa kritik-kritik Baldwin tersebut mempromosikan kesadaran orang Afrika Amerika akan hak-hak sipilnya sekaligus mendorong mapannya agenda identitas. Kritik yang merupakan suatu ajakan, usulan, atau anjuran kepada orang lain untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu telah dilakukan bertahun-tahun lamanya. Dalam sejarah orang Afrika Amerika kritik diikuti perjuangan-perjuangan sosial untuk mendapatkan hak-hak mereka dan menunjukkan keberatan - keberatan mereka terhadap bentuk-bentuk alienasi yang termanifestasi dalam prasangka, rasisme dan diskriminasi. Praktek-praktek tersebut diformulasikan dan secara tidak manusiawi dikukuhkan oleh kekuatan hukum kelompok ras kulit putih. Bagi Baldwin kritik-kritiknya tidak hanya perihal dirinya atau kelompok-kelompok ia berasal, namun juga termasuk didalamnya kelompok-kelompok yang menerima pengalaman-pengalaman alienasi yang lain yang juga menderita karena ketidakadaannya pengakuan.
Adalah permasalahan identitas yang Baldwin harus alami dan coba untuk utarakan melalui tulisan-tulisannya. Adalah juga permasalahan rasisme, diskrimnasi dan prasangka yang tidak menguntungkan yang telah menjadi praktek-praktek umum dalam komunitas yang terpinggirkan yang sebenarnya turut memberi andil dalam kehidupan Amerika saat ini. Pada tesis ini saya meneliti kritik-kritik sosial yang menunjukkan alasan-alasan Baldwin akan keberatan dan penolakannya terhadap bentuk-bentuk alienasi tersebut. Tesis ini menganalisis keterlibatan beberapa teori, persepsi kebudayaan dan pengalaman-pengalam historis yang mempengaruhi pengertian bagaimana seorang Afrika Amerika seperti James Baldwin didefinisikan secara rasial. Secara khusus tesis ini meneliti cara-cara Baldwin mendefinisikan dirinya dalam tatanan sejarah yang mengopresinya. Orang-orang Afrika Amerika telah mengalami the Middle Passage, perbudakan dan perang-perang orang kulit putih. Mereka juga pernah mengalami berada pada suatu kondisi yang tidak hanya meniadakan ras dan teori-teorinya, tetapi juga yang mempromosikan stereotip-sterotip orang hitam atau menyembunyikan identitas mereka.

The purpose of the thesis is to show James Baldwin's problems of identity and social critiques that come up in a number of his essays and interviews as well as one of his novel. From a cultural studies perspective that discusses the notion of identity in marginal discourses, I find that Baldwin's critiques promote civil rights awareness among African Americans and push forward the agenda for identity establishment. Critique as a means of inviting, proposing or recommending other people to attain certain objectives has been exercised in an inordinate length of time. In the history of African Americans, critique is ensued by forces of social struggles to claim the rights as to raise formidable objections to the forms of alienation manifested in and by, among others, prejudice, racialism and discrimination. Such practices are formulated and inhumanely bolstered by the dominating while race and their law. For Baldwin, his critiques are not only about himself or the crowds he belongs to. His critiques embrace the different experiences of alienation shared by the different marginalized groups of people undergoing absence of self-recognition.
It is the problem of identify that Baldwin has to endure and try to speak out about through his writings. It is the problem of racialism and discrimination, as well as unfavorable prejudices, which have become common practices in marginalized communities, that in fact have given shapes and colors to what America today. In this thesis, I examine the social critiques in some of James Baldwin's works that display grounds of his objection to and rejection of the alienation. It analyzes the implications of selected theoretical formulations, cultural perspectives, and historical experiences that influence notions on how an African American like James Baldwin is racially defined Specifically, my work investigates the way James Baldwin engages the task of self-definition in the face of an oppressive history. African Americans have experienced the Middle Passage, slavery, and white wars. They have also endured environment denying the existence of their race as well as racialized theories that have either promoted Black stereotypes or obscured African American identity.
"
Jakarta: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2005
T15063
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Puti Bungsu Z. Mamdy
"Lev Nikolaevic Tolstoj dalam kesusastraan Rusia merupakan pengarang realis yang banyak mengetengahkan permasalahan sehari-hari. Salah satu tema yang dapat diangkat dalam novel Cetireimoe Caacmbe /Semejnoe Scast'e/ Keluarga Bahagia (1859) adalah peran gender. Tolstoj menggambarkan berbagai permasalahan gender yang terdapat dalam kehidupan. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk menunjukan berbagai pemasalahan gender yang terdapat dalam novel C'emeunoe Caacmbe /Semejnoe Scast'e/ Keluarga Bahagia. Permasalahan gender akan dianalisis melalui tokoh dan penokohan Masa dalam dua aspek, yakni perempuan dalam keluarga dan perempuan dalam lingkungan sosial. Sesuai dari hasil analisis yang telah dilakukan, tokoh utama belum mewakili sosok feminis. Hal tersebut terlihat dari pilihan akhir dari tokoh utama tersebut adalah kembali ke keluarga seutuhnya. Sesuai fungsi karya sastra merupakan media komunikasi yang menjembatani realitas dan idealisme pengarang, maka dalam novel ini Tolstoj menggambarkan bahwa perempuan seharusnya mengabdikan diri sepenuhnya untuk keluarga."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2007
S15043
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>