Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 148218 dokumen yang sesuai dengan query
cover
David Daniel Nanulaitta
"ABSTRAK
Penelitian mengenai pengelolaan Commercial Record Center ini telah dilakukan di PT.Multifilling Mitra Indonesia, Cikarang, pada bulan April 2001, tujuannya ialah untuk mengetahui lay-out ruang penyimpanan, sarana dan fasilitas yang digunakan, sumber daya manusia yang dimiliki dan pelayanan yang diberikan.
Pengumpulan data dilakukan melalui tiga metode yaitu dengan melakukan wawancara dengan para staff serta mengadakan pengamatan langsung ke lapangan, kemudian melalui kuesioner yang dibagikan kepada konsumen PT.MMI sebagai respopnden. Cara penyusunan kuesioner, pembentukan kerangka sampel dan pemilihan sampel dijelaskan.
Hasilnya menunjukkan bahwa 100% konsumen menganggap perlu didirikannya jasa usaha Commercial Record Center. Faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen untuk menggunakan jasa Commercial Record Center yang dikelola oleh PT. MMI karena perusahaannya bonafid dan terpercaya (36%), faktor lingkungan yang aman (32%) faktor biaya tidak terlalu rendah dan mengurangi cost invest (18% ), dan sisanya sejumlah 14% karena faktor lokasi dan jarak tempuh yang dekat, karena masih dalam satu group, dan faktor teknis disebabkan telah adanya kesadaran untuk menyimpan rekod sebagai aset yang penting.
Jasa Commercial Record Center pada masa sekarang ini sangat dibutuhkan bagi perusahaan-perusahaan yang memiliki aktifitas dan tingkat volume rekod yang tinggi, untuk dapat menata dan menyimpan rekod tersebut dibutuhkan tempat dan manajemen rekod yang baik. Jasa ini memberikan alternatif pilihan untuk menyimpan, menata dan mengelola rekod yang dimiliki oleh perusahaan_-perusahaan tersebut, tetapi untuk meningkatkan daya gunannya diperlukan usaha-usaha seperti perlunya pengelolaan yang tepat dan professional baik SDM maupun sarana dan pelayanannya, perlunya pengembangan jasa usaha ini diberbagai daerah untuk memenuhi kebutuhan akan penyimpanan rekod di daerah, pengelola harus lebih banyak memberikan informasi baik melalui media koran, televisi atau radio tentang keberadaannya agar dapat diketahui oleh khalayak banyak tentang jasa usahanya dan pentingnya penyimpanan rekod, perlunya peningkatan SDM untuk mengantisipasi kemajuan teknologi dan adanya era perdagangan bebas yang memungkinkan terciptanya rekod dalam jumlah besar dan beraneka ragam media penciptaanya, perlunya sertifikat ISO (International Standard Organization) atau saran dari ANRI sehingga mutu dari pelayanan yang ada semakin meningkat dan kepercayaan konsumen semakin bertambah, tidak saja di Indonesia tetapi di dunia Internasional.

"
2001
S15234
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Adinda Marianti
"Penelitian ini mengenai pengelolaan critical records yang berada di perpustakaan Unocal Geothermal of Indonesia, Ltd, pada bulan Juli 2005, tujuannya ialah untuk mengideniifikasi pengelolaan tersebut melalui proses penangkapan (capture), registrasi (registration), klasifkasi (classification) dan penyimpanan (storage) berdasarkan standar ISO 15489 : 2001 Information and documentation --Records Management- dan memberikan penambahan kerangka sistem berdasarkan standar tersebut. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dengan standar ISO 15489:2001, dan didukung oleh wawancara serta penyebaran kuesioner. Cara penyusunan kuesioner, penentuan sampel dan populasi dijelaskan. Hasil menunjukkan bahwa sistem pengelolaan critical records yang sedang berjalan di perpustakaan Unocal Geothermal of Indonesia, Ltd. belum sesuai dengan standar ISO 15489 dan memerlukan pembenahan untuk memudahkan temu kembali. Untuk meningkatkan daya guna temu kembali critical records di perpustakaan Unocal Geothermal of Indonesia, Ltd. diperlukan usaha-usaha sebagai berikut: (1) Melakukan pembenahan records system (sistem rekod) dengan memberikan keterangan yang telah diberikan pada kerangka system (2) Mensosialisasi prosedur pengelolaan critical records pada setiap pencipta rekod (3) Aktif dalam menangkap (capture) rekod yang diciptakan perusahaan (4) Membuat pengawasan pola kata (5) Melakukan perluasan subyek dalam pengindeksan (6) Memberikan metode penyimpanan yang disesuaikan dengan sarana temu kembali sehingga dapat melakukan akses cepat (quick access)."
Depok: Universitas Indonesia, 2005
S14898
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rachmad Hasani
"Dokumen bagi perusahaan adalah bukti atas adanya perusahaan tersebut. Sebuah dokumen dapat berarti beragam, bisa berupa keuntungan, bisa berupa aset, bisa berupa beban atau bisa juga berupa bencana. Arti sebuah dokumen bagi sebuah perusahaan tergantung pada bagaimana dokumen yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut dikelola. Pengelolaannya bisa diserahkan pada pusat rekod komersial atau perusahaan tersebut mempunyai pusat rekod sendiri. Sebuah pusat rekod perusahaan secara fisik terlihat hanya menangani dokumen, tetapi pada dasarnya keberadaan sebuah pusat rekod adalah untuk melayani kebutuhan informasi pemakainya. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pendapat pemakai terhadap dokumen yang dikelola oleh pusat rekod perusahaan PT PALYJA yaitu Central Archive. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran dan manfaat Central Archive berdasarkan pendapat dari pengguna Central Archive. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi/pengamatan terhadap obyek dan subyek yang diteliti, wawancara secara tidak terstruktur dengan inforrnan dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh informan mengetahui bahwa Central Archive penting tetapi belum merasakan manfaatnya karena pengelolaan Central Archive belum optimal. Central Archive PT PALYJA perlu dikelola dengan lebih baik."
Depok: Universitas Indonesia, 2005
S15720
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hudzaifah Rahman
"Pusat informasi kompas merupakan sebuah lembaga informasi yang menyimpan dan mengelola arsip berita elektronik. Arsip berita elektronik yang dikelola merupakan arsip yang tidak dapat dihapuskan karena memiliki nilai komersil dan memiliki nilai sejarah terkait konten dari berita tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan memiliki tujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan arsip berita elektronik pada pusat sumber informasi kompas dan mengidentifikasi kendala yang dihadapi oleh pusat informasi kompas dalam mengelola arsip berita elektronik. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dilakukan dengan wawancara dan observasi terhadap informan yang berjumlah lima orang yang dipilih berdasarkan kegiatan pengelolaan arsip berita elektronik dan hasil pemanfaatan arsip berita elektronik.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengelolaan arsip berita elektronik memiliki perbedaan dengan pengelolaan arsip elektronik karena dalam pengelolaan arsip berita elektronik tidak dilakukan tahap retensi. Dalam melakukan pengelolaan arsip berita elektronik, pusat informasi kompas menghadapi hambatan pada masalah teknis, seperti teknologi yang terbatas untuk sebuah sistem pengelolaan arsip berita.

Kompas Information Center is an information center that store and manage electronic news archive. Kompas Information Center store and manage electronic news archive that can rsquo t be eliminated or deleted because it contain a commercial and historical value that related with the electronic news archive. This research has been done to gives a description about how Kompas information center manage their electronic news archive and to identify the difficulties that their dealing with. This study is a qualitative study with a descriptive design. The research data that include in this study were obtained by interview and observation with five informant who are related to electronic news archive management and utilization activity.This study shows that electronic news archive management activity is different than electronic archive management activity because there is no retention in the electronic news archive management activity. Kompas Information Center has some techincal difficulties in managing the electronic news archive."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2016
S64123
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rika Kurniawaty
"Arsip adalah salah satu sumber informasi yang sangat penting untuk menunjang proses kegiatan administrasi dan manajemen. Arsip dinamis inaktif adalah bagian dari arsip dinamis yang frekwensi penggunaannya untuk penyelenggaraan administrasi sudah menurun.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis pengelolaan arsip dinamis inaktif di unit-unit kerja IAIN Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik penelitian menggunakan wawancara dan observasi, sedangkan analisis data menggunakan metode deskriptif.
Hasil penelitian ini memberikan gambaran tentang kondisi pengelolaan arsip dinamis inaktif di IAIN Mataram. Penelitian dimaksudkan untuk memberikan masukan dan manfaat bagi lembaga untuk lebih memperhatikan kondisi pengelolaan arsip dinamis di unit kerja, khususnya arsip dinamis inaktif agar tercapai efektivitas dan efisiensi pengelolaan kearsipan IAIN Mataram sebagai lembaga perguruan tinggi.

Record is one of the very important information resources in supporting administrative and management activities. Inactive record is a record that is referenced fewer than ten times a year.
This research has some purposes in identifying and analyzing management inactive record in departments in State Islamic Institute of Mataram. This research uses qualitative approaches with interview and observation for data gathering, and descriptive method for technique analysis.
The result of this research gives description about management inactive record condition in State Islamic Institute of Mataram and intended to give input for development benefit for the institute. The input is about management record, especially management in inactive record to be more effective and efficient.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2009
T25885
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Purwanto Putra
"Penelitian ini membahas tentang Kerja Sama Pengembangan Sistem Manajemen Rekod di Departemen Knowledge Management PT Rekayasa Industri yang mendeskripsikan proses kerja sama yang melibatkan tim konsultan dan tim PT Rekayasa Industri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi ini, dengan para informan yang ditentukan berdasarkan purposive sampling ini dilakukan pada Mei 2013-Desember 2013. Hasil temuan penelitian menunjukkan, bahwa pada dasarnya pengembangan Sistem Manajemen Rekod di PT Rekind, didasarkan pada kebutuhan praktis yaitu pertimbangan beban ekonomi yang timbul untuk penyimpanan rekod di offsite storage. Proses kerja sama di PT Rekind, antara tim konsultan dengan tim PT Rekind berlangsung dalam tiga tahapan, yaitu tahap pra kerja sama, tahap proses kerja sama, dan tahap pasca kerja dan menghasilkan kesimpulan sementara hasil kerja sama. Setiap individu dari anggota tim yang saling bekerja sama memiliki pemahaman dan kepentingan yang berbeda-beda terhadap pengalamanan kerja sama pengembangan sistem manajemen rekod. Kerja sama yang berlangsung melalui proses interaksi, merupakan arena untuk saling berbagi dan berharap untuk mendapatkan pengetahuan baru, membangun hubungan sosial yang sinergis dan, saling menukar modal yang dimiliki. Hasil dari kerjasama pengembangan sistem manajemen rekod berupa seperangkat produk tools sistem manajemen rekod yang terdiri atas kebijakan/policy, prosedur, dan petunjuk teknis (works instruction) Sistem Manajemen Rekod.

This study discusses the development cooperation Record Management System in the Department of Knowledge Management PT Rekind. This research uses qualitative approach with phenomenological method. The method for a collect of data is interviews, observation, focus groups discussion and document analysis. The informants choosen with purposive sampling was conducted in May 2013 - December 2013. This research found, basically the Record Management System development in PT Rekind, over which the practical needs of economic considerations in offsite storage costs. The process of cooperation in the development of the record management system, involve between the consultant team and team of PT Rekind take place in three phases, namely pre cooperation, stage of the process of cooperation, collaboration and the post explaining the tentative conclusions in collaboration. Each individual team members working together and understanding different interests of the cooperation of experience developing record management system, cooperation takes place through a process of interaction, an arena for sharing and hope to gain new knowledge, build synergistic relationships and social capital exchange. Results of development cooperation records management system a set of tools record management system which consists of a policy, procedures, and works instruction Record Management System."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2014
T39248
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Naufal Pratama
"Arsip inaktif merupakan bagian penting dari sistem pengelolaan dokumen perusahaan karena meskipun frekuensi penggunaannya rendah, arsip ini tetap memiliki nilai guna administratif, hukum, dan sejarah yang harus dijaga. Di PT. Z, pengelolaan arsip inaktif menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam memastikan praktek penataan dan penyimpanan arsip sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan, seperti Per ANRI Nomor 9 Tahun 2018. Permasalahan seperti ketidaksesuaian sarana penyimpanan, keterbatasan sumber daya manusia, dan pencampuran ruang penyimpanan arsip teknik dan nonteknik menjadi hambatan yang dapat mengganggu efektivitas serta efisiensi pengelolaan arsip. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus di pusat arsip PT. Z. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan pihak terkait. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi proses, kendala, dan tingkat kesesuaian praktik pemeliharaan arsip inaktif dengan standar kearsipan nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum proses pemeliharaan arsip inaktif di PT. Z telah mengacu pada pedoman kearsipan nasional, khususnya dalam hal penataan fisik arsip, pengelolaan informasi, dan penyusunan daftar arsip. Namun, masih ditemukan beberapa kendala utama, yaitu penggunaan boks arsip yang belum sesuai standar ANRI, keterbatasan sumber daya manusia, serta penyatuan ruang penyimpanan arsip teknik dan nonteknik yang berdampak pada efisiensi dan efektivitas pengelolaan arsip. Kesimpulannya, meskipun PT. Z telah menerapkan praktik pemeliharaan arsip inaktif sesuai pedoman yang berlaku, diperlukan perbaikan pada aspek sarana penyimpanan, penambahan dan pelatihan sumber daya manusia, serta pemisahan ruangpenyimpanan arsip berdasarkan jenisnya. Rekomendasi dari penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengelolaan arsip di PT. Z dan menjadi contoh praktik baik bagi perusahaan lain, khususnya di sektor konstruksi.

Inactive records are an essential part of a company’s document management system because, despite their low frequency of use, they retain significant administrative, legal, and historical value that must be preserved. At PT. Z, the management of inactive records presents unique challenges, particularly in ensuring that the arrangement and storage practices comply with prevailing regulations such as ANRI Regulation Number 9 of 2018. Issues such as non-standard storage equipment, limited human resources, and the merging of storage spaces for technical and non-technical records hinder the effectiveness and efficiency of records management. This research employed a qualitative method with a case study approach at the PT. Z records center. Data collection was conducted through direct observation, in-depth interviews with relevant personnel. The collected data were analyzed descriptively to identify processes, obstacles, and the degree of compliance of inactive records maintenance practices with national archival standards. The findings show that, in general, the process of maintaining inactive records at PT. Z has referred to national archival guidelines, especially in terms of physical arrangement, information management, and the preparation of records lists. However, several key issues remain, such as the use of archival boxes that do not comply with ANRI standards, limited human resources, and the combined storage of technical and non-technical records, all of which impact the efficiency and effectiveness of records management. In conclusion, although PT. Z has implemented inactive records maintenance practices in accordance with existing guidelines, improvements are needed in storage facilities, the recruitment and training of human resources, and the separation of storage spaces based on record types. The recommendations from this research are expected to enhance the quality of records management at PT. Z and serve as a model of good practice for other companies, particularly in the construction sector."
Depok: Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nasution, Muhammad Ansyari Tantawi
"ABSTRAK
Penelitian ini membahas rencana pencegahan bencana di Unit Pelayanan Kearsipan
FIB UI. Evaluasi yang dilakukan meliputi analisis risiko yang ada dan
mengidentifikasi indikator – indikator yang berkemungkinan menyebabkan
bencana. Penelitian ini menggunakan metode penelitian studi kasus dengan
pendekatan kualitatif. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa Unit Pelayanan
Kearsipan FIB UI tidak berisiko terhadap faktor alam melainkan berisiko dari
sistem dan kegiatan yang telah dilakukan. Berdasarkan temuan itu maka penelitian
ini menyarankan untuk membentuk komite mitigasi bencana dalam Unit Pelayanan
Unit Pelayanan Kearsipan FIB UI sehingga rencana pencegahan bencana yang
dilakukan efektif dan efisien. Pola pencegahan bencana yang ada harus diubah agar
reaktif melainkan aktif disetiap saat baik sebelum bencana terjadi maupun ketika
bencana terjadi dan memberikan pelatihan kepada para staf yang baru bekerja di
Unit Pelayanan Kearsipan FIB UI

ABSTRACT
The Focus of this study is the disaster prevention plan in Faculty of Humanity
Archive Sevices Unit / Record Center in University of Indonesia. The coverage of
disaster prevention plan evaluating are risk analysis and identification each
indicators which possible to trigger disaster. This study use case study method with
qualitative approach. Result of this study reveal that record center never face nature
risk, but will face systemic risk from its activity and system which have formed.
Based on this result Faculty of Humanity Record Center must establish disaster
control plan committee for efficient and affective disaster prevention plan. Disaster
prevention design must be changed from reactive action to be active action on
before until after disaster occurence. Record center have to make training for new
staff for better disaster prevention"
Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2014
S57472
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Fahri Maihesa
"ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan ruang
penyimpanan arsip di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dan kendala apa saja
yang dialami oleh staf pusat arsip inaktif Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode kualitatif.
Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan studi
pustaka. Informan dalam penelitian ini adalah staf Sub Bagian Tata Usaha dan
Kearsipan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Teknik wawancara yang digunakan
adalah unstructured interview. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa bagaimana
pengelolaan ruang penyimpanan arsip di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai tidak
sesuai dengan pedoman atau standar yang berlaku. Hal ini terjadi karena
kurangnya pemahaman dan tidak lengkapnya peralatan yang sesuai dengan
standar. Kendala yang terdapat di dalam kegiatan penyimpanan adalah lokasi
pusat arsip inaktif, peralatan serta pemahaman staf kearsipan. Perlunya perbaikan
terhadap bagaimana pengelolaan ruang penyimpanan arsip agar kendala dapat
diatasi dan kegiatan penyimpanan menjadi lebih baik dan efektif

ABSTRACT
This study aims to determine how the management of records storage in the
Directorate of Customs and Excise and any constraints experienced by archival’s
staff of the Directorate of Customs and Excise. This study use a descriptive
approach with qualitative methods. Data was collected by interview, observation,
and literature. Informants in this study are staff of Sub Division of Administration
and Archives Directorate of Customs and Excise. Interview techniques used are
unstructured interviews. These results indicate how the management of records
storage in the Directorate of Customs and Excise is not accordance with the
applicable guidelines or standards. This happens due to the complete lack of
understanding and not according to the standard equipment. Constraints in the
storage activity is the location of inactive records center, equipment and lack of
understanding in archival’s staff. The management of recods storage improvement
are needed, so that obstacles can be resolve and storage activities become more
effective"
Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2014
S57462
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Marcellino Ivan Kristadi
"Sebagai negara dengan sistem presidensial, Indonesia memiliki presiden yang berhak untuk melakukan restrukturisasi pada kabinet. Terpilihnya Presiden Prabowo Subianto sebagai Presiden Republik Indonesia mengakibatkan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) dibubarkan pada Kabinet Merah Putih sehingga arsip Kemenko Marves harus diselamatkan. Agar penyelamatan arsip berjalan secara prosedural, lembaga kearsipan yakni Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) membina sekaligus membuat pedoman penyelamatan arsip secara nasional yakni Peraturan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia Nomor 46 Tahun 2015 tentang Penyelamatan Arsip Penggabungan atau Pembubaran Lembaga Negara dan Perangkat Daerah. Oleh karena itu, dilakukan penelitian dengan pendekatan kualitatif, pengumpulan melalui studi dokumentasi, observasi, dan wawancara, serta analisis data melalui penetapan data, pengumpulan data, pereduksian data, dan pembentukan rangkaian data-data tersebut menjadi model eksplanatif (penjelasan proses dari masing-masing kegiatan penyelamatan arsip) yang bertujuan untuk menganalisis implementasi peraturan tersebut dalam penyelamatan arsip Kemenko Marves menurut sudut pandang tiga lembaga yakni Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko IPK), ANRI, dan Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi peraturan tersebut dalam penyelamatan arsip pascapembubaran Kemenko Marves hanya terlaksana secara parsial pada tahap verifikasi dan peraturan itu sendiri tidak mengatur aspek yang ada dalam penyelamatan arsip, seperti pihak yang membuat surat pembentukan tim penyelamatan arsip.

Indonesia’s presidential system grants the president authority to restructure the cabinet. Following his election, President Prabowo Subianto dissolved the Coordinating Ministry for Maritime and Investment Affairs (Kemenko Marves), requiring the proper acquisition of its official records as part of the national archival heritage. The National Archives of Indonesia (ANRI), as the national archival authority, is mandated to oversee this process through regulations such as the Head of National Archives of Indonesia Regulation Number 46 of 2015 about Acquisition of Records from Merged or Dissolved State Institutions and Regional Governments. As a result, this can be researched with qualitative approach using document analysis, observation, and interviews, was conducted to examine the implementation of this regulation in the Kemenko Marves case from the perspectives of ANRI, the Coordinating Ministry for Infrastructure and Regional Development (Kemenko IPK), and the Coordinating Ministry for Food Affairs (Kemenko Pangan). The findings showed that implementation was only partially carried out, particularly at the verification stage, and the regulation itself lacks clarity on essential aspects, such as which stakeholders are responsible for issuing the decree to form the records acquisition team. This regulatory gap poses challenges to the coordinated and systematic preservation of state records during institutional changes."
Depok: Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>