Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 172908 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Kiki Amalia Tazkiyah
"Usaha untuk menjelaskan pengaruh karakteristik sosio-demografis pada kepedulian lingkungan sering dilakukan oleh survey-survey international, namun tak ada satupun yang berusaha mengobservasi pada pekerjaan spesifik pemulung. Dalam keadaan tersebut, penelitian ini mengukur pengaruh karakter sosiodemografis pada kepedulian lingkungan melalui penggunaan clustered sample dari 72 pemulung di Daerah Tanggerang Selatan.
Hasil temuan tersebut memperlihatkan kelas sosial, ideologi politik, dan residensi, kepedulian lingkungan diantara pemulung dirangking pengaruh tertingginya adalah kelas sosial (terdiri dari pendidikan dan pemasukan). Dikontrol dengan umur dan jenis kelamin, kelas sosial adalah satu-satunya variabel dalam temuan ini yang berlaku (signifikan) di tingkat populasi.

Efforts to examine the effects of socio-demographic characteristics on environmental concern have often been conducted by international surveys, none of which attempted to observe a specific occupation of scavengers. In this sense, this study measured the effects of socio-demographic characteristics on environmental concern by applying a multistage sampling to attain 72 respondents of scavengers in Tangerang Selatan.
The results found that out of social class, political ideology, and residence, environmental concern among these scavengers ranked the highest effect from social class (constituted by education and income). Controlled by age and sex, social class was the only variable which has enough evidence to proof that it is significant in the population level.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2012
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Ahmad Naufal
"Seiring bertumbuhya demografi di Indonesia, tingkat konsumsi masyarakat juga turut meningkat menyebabkan kenaikan produksi sampah tiap tahunnya. Hal tersebut membuat pemerintah mengeluarkan regulasi yang mewajibkan produsen makanan dan minuman untuk beralih menggunakan kemasan yang mudah terurai, terbuat dari bahan daur ulang, dan pemanfaatkan kembali sampah. Salah satu perusahaan yang berinovasi di tengah regulasi kemasan ramah lingkungan adalah Plepah Indonesia. Plepah merupakan perusahaan manufaktur kemasan ramah lingkungan yang menggunakan pelepah pinang yang dijadikan wadah makanan pengganti styrofoam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh attitude, environmental concern, personal norms, dan willingness to pay terhadap minat beli kemasan ramah lingkungan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui teknik purposive sampling pada 120 responden yang didapatkan melalui kuesioner daring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa attitude, environmental concern, personal norms, dan willingness to pay memiliki pengaruh terhadap minat beli kemasan ramah lingkungan.

Along with the growing demographics in Indonesia, the level of public consumption has also increased causing an increase in waste production each year. This prompted the government to issue regulations requiring food and beverage manufacturers to switch to using packaging that is easily decomposed, made from recycled materials, and reuse waste. One company that is innovating in the midst of environmentally friendly packaging regulations is Plepah Indonesia. Plepah is an environmentally friendly packaging manufacturing company that uses areca palm fronds as food containers to replace Styrofoam. This study aims to determine the effect of attitude, environmental concern, personal norms, and willingness to pay on the intention to buy environmentally friendly packaging. The research used a quantitative approach through a purposive sampling technique on 120 respondents who were obtained through an online questionnaire. The results of the study show that attitude, environmental concern, personal norms, and willingness to pay have an influence on the intention to buy environmentally friendly packaging."
2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dinda Salsabila Afifah
"Sampah produk sekali pakai merupakan masalah yang menjadi perhatian dunia saat ini. Tanpa disadari, proses pembentukan sampah sangat erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari individu. Hal ini sangat tidak sesuai dengan peran muslim sebagai khalifah yang bertugas menjaga bumi. Produk menstruasi ramah lingkungan merupakan salah satu produk inovasi yang muncul demi mengurangi potensi penumpukan pembungan sampah plastik sekali pakai. Dengan menggunakan extended model of theory of planned behavior, penelitian ini akan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku intensi pembelian terhadap produk menstruasi ramah lingkungan oleh wanita muslim. Sampel dipilih dengan kriteria wanita beragama Islam, berusia 15-49 tahun, berdomisili di Indonesia, pernah mendengar produk menstruasi ramah lingkungan dan pernah menggunakan produk menstruasi ramah lingkungan. Kuesioner disebar secara online dengan jumlah responden terkumpul sebanyak 304 orang. Analisis data menggunakan metode Covariance Based-Structural Equation Modelling (CB-SEM). Hasil penelitian menunjukkan attitude towards the behavior yang dipengaruhi environmental knowledge dan environmental concern mempengaruhi purchase intention pada produk menstruasi ramah lingkungan. sedangkan intrinsic religiosity ditemukan tidak berhasil dalam mempengaruhi purchase intention.

Single-use plastic is becoming a nation concern these days. Unconsciously, our daily life is closely related to waste production. As Muslim, Allah made us as a khalifah, the protector of the earth, waste production is far expected as Muslim behavior. One of the innovation that came up to reduce the use of single-use plastic is a reusable menstrual products. Using the extended model of theory of planned behavior, this research is trying to analyze the factors that affecting muslim woman purchase intention on reusable menstrual product. Sample selected with purposive sampling with criteria of muslim woman, aged 15-49, living in Indonesia and familiar with reusable menstrual product or ever used it. Questionnaire is being distributed online and it has collected 304 respondents. This reseach method is covariance based-structural equation modelling. From this research we found that attitude towards the behavior influenced by environmental knowledge and environmental concern significantly positive affect muslim woman purchase intention on reusable menstrual product. Meanwhile, we couldn’t find intrinsic religiosity effect on muslim woman attitude and purchase intention.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Andithio Khairifatan
"ABSTRAK
Studi ini membahas mengenai peran kesadaran lingkungan yang dimiliki masyarakat Universitas Indonesia terhadap perilaku berkendara mereka. Hubungan perilaku tersebut diprediksi dengan bantuan model theory of planned behavior (TPB) dengan mengikutsertakan variabel kebiasaan berkendara dalam model. Pengujian dilakukan dengan menggunakan structural equation modeling (SEM). Ditemukan adanya hubungan kesadaran lingkungan dengan keinginan masyarakat Universitas Indonesia secara umum untuk menggunakan transportasi umum. Selain itu, terdapat hubungan negatif kebiasaan berkendara masyarakat Universitas Indonesia yang menggunakan transportasi pribadi dengan keinginannya untuk menggunakan transportasi umum. Studi ini merekomendasikan pendekatan koersif untuk menekan kebiasaan berkendara pengguna transportasi pribadi agar beralih ke transportasi umum.

ABSTRACT
This study discusses the role of the environmental concern of University of Indonesia society on their commuting behavior. The behavioral relationship is predicted with the help of the theory of planned behavior (TPB) while including driving habits variable to the model. There is a relationship between environmental concern and intention to use public transportation in the society of Universitas Indonesia, found in this study using the structural equation modeling (SEM) method. Furthermore, this study also finds a negative relationship between the driving habits of Universitas Indonesia people, particularly those who use private transportation, in their intention to use public transportation. Therefore, this study recommends a coercive approach to suppress the driving habits of private transportation users and switch to public transportation."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dhenita sary RM
"ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah nilai altruistik ( environmental concern ) dan nilai egoistik ( Health concern ) yang dimiliki oleh konsumen berpengaruh terhadap attitudes dan purchase intentions pada produk-produk makanan dan minuman yang menggunakan kemasan eco-friendly. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif untuk melakukan analisisnya hal dilakukan untuk mengukur seberapa besar pengaruh nilai altruistik dan nilai egoistik terhadap attitudes dan purchase intentions konsumen. Data yang diperoleh didapatkan dari 265 responden dari beberapa wilayah Indonesia. Dalam pengolahan data penelitian ini menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan AMOS 26. Hasil penelitian ini menunjukan jika nilai altruistik sangat mempengaruhi attitude dan purchase intentions konsumen, yang berarti ketika konsumen sangat peduli dengan lingkungannya maka attitude dan purchase intentions terhadap produk makanan dan minuman dengan kemasan eco-friendly akan positif atau semakin memiliki niat untuk membeli dan menggunakan produk makanan dan minuman dengan kemasan yang ramah lingkungan.

ABSTRACT
This study aimed to see whether the altruistic value (environmental concern) and the egoistic value (health concern) contributed by consumers to attitudes and purchase intentions on food and beverage products that use environmentally friendly packaging. This study uses a quantitative approach to carry out an analysis of the things carried out to measure the value of altruistic valuations and self-centered values of consumer attitudes and purchase intentions. Data obtained were obtained from 265 respondents from several regions in Indonesia. In processing this research data using Structural Equation Modeling (SEM) with AMOS 26. The results of this study indicate altruistic value greatly af ects the attitudes and intentions of consumer purchases, which refers to the compilation of consumers very concerned with their environment, the attitudes and purchase intentions towards food and beverage products with Environmentally friendly packaging will be positive or purchase intention to buy and use food and beverage products with environmentally friendly packaging."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fani Masani
"ABSTRAK
Kepedulian lingkungan merupakan sikap yang menunjukkan perhatian terhadap lingkungan seperti memelihara dan memperbaiki lingkungan. Perilaku pengelolaan sampah suatu tindakan atau wujud nyata dalam mengendalikan atau mengurus sampah yang dilakukan oleh seseorang, pada penelitian ini yaitu di tingkat rumah tangga Kepedulian lingkungan berpengaruh pada perilaku pengelolaan sampah. Penelitian ini bertujuan untuk 1 menganalisis tingkat kepedulian lingkungan di tingkat rumah tangga sikap memelihara dan memperbaiki , 2 menganalisis perilaku pengelolaan sampah reduce, reuse, dan recycle pada rumah tangga, dan 3 menganalisis pengaruh tingkat kepedulian lingkungan di tingkat rumah tangga pada perilaku pengelolaan sampah. Penelitian ini dilakukan di Kota Serang, Banten. Jumlah sampel yang digunakan yaitu sebanyak 145 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner, wawancara, observasi, dan studi literatur. Data dianalisis secara deskriptif dan dengan menggunakan uji regresi liniear sederhana dan berganda. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa tingkat kepedulian di Kota Serang secara keseluruhan yaitu kategori baik sekali dengan persentase sebesar 20 , kategori baik 80 , dan kategori cukup baik dan tidak baik memiliki persentase sebesar 0 . Perilaku pengelolaan sampah rumah tangga di Kota Serang berada pada kategori baik sekali dengan persentase 6,2 , baik 15,2 , cukup baik 51,7 , dan tidak baik 26,9 . Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa secara keseluruhan kepedulian lingkungan tidak berpengaruh pada perilaku pengelolaan sampah, karena nilai signifikansi lebih dari 5 atau 0,05. Hasil ini merupakan hasil agregat dari perilaku pengelolaan sampah. Saran untuk penelitian yaitu dilakukannya kegiatan penyuluhan, pembimbingan, dan pendampingan tentang pengelolaan sampah secara 3R oleh pihak Pemkot kepada masyarakat Kota Serang, terutama untuk reduce dan reuse, serta menghidupkan kembali bank sampah yang ada agar masyarakat terbiasa untuk mereduksi sampah rumah tangga mereka.

ABSTRACT
Environmental concern is an attitude that shows concerns to environment such as maintaining and improving the environment. Behavior of solid waste management of an action or concrete manifestation in controlling or taking care of garbage done by someone, in this research it rsquo s at household level. Environmental concern influences on behavior of household waste management. This study aims to 1 analyze the level of environmental concerns at household level attitude to maintain and improve , 2 analyze the behavior of household waste management reduce, reuse, and recycle in household, and 3 analyze the influence of environmental concern at the household level on its waste management behavior. This research was conducted in Serang City, Province of Banten. The number of samples that were used are 145 people. The data were collected by questionnaire, interview, observation, and literature study. Data were analyzed descriptively and by using simple and multiple liniear regression test. The results showed that the level of environmental concern in Serang City as a whole are a very good category with a percentage of 20 , 80 good category, and good enough and not good category to have a percentage of 0 . The behavior of household waste management in Serang City is in excellent category with the percentage in 6,2 , good category in 15,2 , good enough category in 51,7 , and not good category in 26,9 . The result of regression analysis shows that overall environmental concern has no effect on behavior of household waste management, because the significance value is more than 5 or 0,05. That result is an aggregate from behavior of household waste management. Suggestions for research are by doing some activities such as counselling, guidance, and mentoring in 3R household waste management by the City Government to the citizen of Serang City, especially in reduce and recycle, and revitalize the existing waste bank so that the citizen will be used to reduce their household waste.
"
2018
T49189
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Alifia Indah Nur Lestari
"Tulisan ini menganalisis bagaimana penerapan dari asas kelangsungan usaha yang lahir dari Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (UUK-PKPU) sebagai sarana bagi debitor untuk melanjutkan usahanya. Tulisan ini juga membahas mengenai kondisi insolvensi pada debitor yang dapat dijadikan rujukan bagi majelis hakim sebelum menjatuhkan pailit. Tulisan disusun dengan menggunakan metode doktrinal. Lebih lanjut, penerapan dari going concern dalam UUK-PKPU memungkinkan usaha milik debitor tetap dijalankan meskipun telah dinyatakan pailit. Penerapan dari going concern dalam UUK-PKPU memberikan kewenangan bagi kurator atau kreditor melalui persetujuan panitia kreditor untuk melangsungkan usaha debitor. Sementara itu, kondisi debitor yang telah dinyatakan pailit berada di kondisi insolvensi, sehingga tidak mampu untuk membayarkan utangutangnya kepada kreditor. Majelis hakim yang memutus perkara pailit masih terbatas terhadap pemenuhan syarat pailit dalam ketentuan UUK-PKPU. Tulisan ini akan membahas mengenai penerapan dari going concern dan kondisi insolvensi pada debitor yang telah dinyatakan pailit melalui perbandingan dengan Amerika Serikat. Penulis membandingkan dua putusan dalam menganalisis terkait going concern dan kondisi insolvensi yaitu Putusan Nomor 1262 K/Pdt.SusPailit/2022 dan Putusan Nomor 1434K/Pdt.Sus.Pailit/2020. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kewenangan untuk going concern terhadap usaha debitor atas persetujuan dari panitia kreditor atau izin dari hakim pengawas berdasarkan UUK-PKPU. Akan tetapi, majelis hakim dapat mempertimbangkan mengenai parameter dari going concern sebelum menjatuhkan pailit. Sementara itu, insolvency test belum diatur di Indonesia, sehingga majelis hakim keliru untuk mempertimbangkan mengenai implementasi dari kondisi insolvensi.

This thesis analyzes the principle of going concern in Law Number 37 of 2004 on Bankruptcy and Suspension of Obligation for Payments of Debts (UKK-PKPU) is implemented as a means for debtors to continue their business. Furthermore, this thesis also discusses the debtor’s insolvency condition which can be used as a reference for the panel of judges before bankruptcy. In this regard, this article is prepared using the doctrinal method. The application of going concern in UUK-PKPU allows the debtor's business to continue running even though the debtor has been declared bankrupt. However, the implementation of the principle going concern in the UUKPKPU gives the curator or creditor the authority through the approval of a creditor committee to carry on the debtor’s business. Meanwhile, the debtors who have been declared bankrupt are in a state of insolvency so they are unable to pay their debts to creditors. The panel of judges who decide on bankruptcy cases are still limited in fulfilling the bankruptcy requirements in the UUKPKPU provisions. This article will discuss the application of going concern and insolvency conditions for debtors who have been declared bankrupt through comparison with the United States. This article compares two decisions in analyzing going concern and insolvency conditions in Decision Number 1262 K/Pdt.Sus-Pailit/2022 and Decision Number 1434 K/Pdt.Sus.Pailit.2020. The research of this article shows that the authority to going concern for the debtor’s business with approval from the creditor committee or permission from the supervisory judge through UUK-PKPU. However, the panel of judges can consider the parameters of the going concern before declaring bankruptcy. Meanwhile, the insolvency test has not been regulated in Indonesia, so the panel of judges was wrong to consider the implementation of insolvency. "
Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dwi Listiana
"ABSTRACT
Asas kelangsungan usaha merupakan salah satu asas dalam Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang UUK- PKPU. Di dalam Penjelasan Umum UUK-PKPU, pengertian asas kelangsungan usaha adalah memungkinkan perusahaan debitor yang prospektif tetap dilangsungkan. Berdasarkan pengertian tersebut, asas kelangsungan usaha di Indonesia diberikan dalam konteks perusahaan yang telah dinyatakan pailit. Seharusnya penerapan asas kelangsungan usaha dimaknai secara lebih luas yang juga meliputi keseluruhan proses penjatuhan putusan pailit. Hal ini bertujuan agar hukum kepailitan tidak hanya semata- mata melindungi kepentingan kreditor untuk mendapatkan pembayaran atas piutangnya, tapi juga melindungi hak debitor terutama debitor yang masih solven. Oleh karena itu, penelitian ini membahas mengenai penerapan asas kelangsungan usaha di Indonesia berdasarkan Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang melalui perkara kepailitan dalam Putusan Nomor 13/Pdt.Sus-Pailit/2017/Pn.Jkt.Pst dan juga membahas mengenai penerapan asas kelangsungan usaha di Amerika Serikat berdasarkan United States Bankruptcy Reform Act of 1978.

ABSTRACT
The principle of going concern is one of the principles in Law Number 37 of 2004 on Bankruptcy and Suspension of Obligation for Payment of Debts UUK PKPU. In the General of UUK PKPU, the definition of going concern principle is that enable a prospective company of the debtor to survive. Based on this definition, going concern principle in Indonesia is given in the context of companies that have been declared bankrupt. Supposedly the implementation of going concern principle is interpreted more broadly which also covers the whole process of bankruptcy ruling. It is intended that the law of bankruptcy is not merely to protect the interests of creditors to get payment of their receivables, but also to protect the right of debtor, especially the debtor who is still solvent. Therefore, this study discusses the implementation of the going concern principle in Indonesia based on Law Number 37 of 2004 on Bankruptcy and Suspension of Obligation for Payment of Debts through bankruptcy case Verdict Number 13 Pdt.Sus Pailit 2017 Pn.Jkt.Pst and also discuss about the implementation of going concern principle in United States based on United States Bankruptcy Reform Act of 1978.
"
2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Meutia Safira
"Pada Agustus 2017 Direktorat Pengendalian Aplikasi Informatika Subdirektorat Pengendalian Konten Internet menciptakan layanan pengaduan masyarakat terkait konten negatif yang diberi nama Aduan Konten. Layanan Aduan Konten tersebut dibuat dengan mengedepankan segi transparansi setelah layanan pengaduan masyarakat sebelumya yaitu Trust Positif dan Lapor.go.id dianggap belum cukup efektif dan memenuhi dari berbagai aspek seperti transparansi dan laporan pemrosesan. Namun, setelah diimplementasikan layanan Aduan Konten ini juga memiliki berbagai permasalahan seperti aplikasi Aduan Konten yang sudah tidak dapat lagi digunakan sehingga saat ini layanan Aduan Konten hanya dapat diproses melalui web aduankonten.id, email, serta beberapa media sosial. Hal tersebut melatarbelakangi penelitian yang bertujuan untuk menganalisis efektifivitas media sosial twitter @aduankonten dalam mendukung program Gerakan Nasional Literasi Digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data mix-methods melalui survey, wawancara mendalam, dan studi kepustakaan. Teori utama yang digunakan adalah teori Efektivitas Sistem Informasi oleh DeLone and McLean (2003). Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas media sosial twitter untuk mewujudkan program Gerakan Nasional Literasi Digital masuk ke dalam kategori efektif.

In August 2017 the Directorate of Information Application Control Sub-directorate of Internet Content Control created a public complaint service related to negative content called Aduan Konten. Aduan Konten was made by promoting transparency after the previous public complaint service, Trust Positive and Lapor.go.id, wasn’t considered yet effective enough and fulfilled various aspects such as transparency and report processing. However, after the Aduan Konten service is implemented, it has various problems such as the Aduan Konten’s application that can not longer be used so that the Aduan Konten service can only be processed through the web aduankonten.id, email, and some social media. These are the background of research that aims to analyze the effectiveness of social media Twitter @aduankonten in supporting the SiBerkreasi National Digital Literacy Movement program. This research used a quantitative approaches with data collection techniques mix-methods through surveys, in-depth interviews, and literature studies. The main theory used is the Information Systems Effectiveness theory by DeLone and McLean (2003). The results showed that the effectiveness of the social media Twitter to realize the Digital Literacy National Movement program into the effective category"
Depok: Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dami Lail Hanifah
"Kepailitan merupakan salah satu jalan yang dapat ditempuh untuk menyelesaikan permasalahan utang piutang antara debitor dan para kreditor, upaya kepailitan yang demikian sering juga ditempuh oleh para kreditor terhadap perusahaan-perusahaan pertambangan batubara yang ada di Indonesia. Hal demikian wajar adanya, namun di antara pailitnya perusahaan-perusahaan tambang tersebut, ada kurator yang mengupayakan agar perusahaan pertambangan batubara yang telah dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga Indonesia tersebut tetap dilanjutkan olehnya (going concern) demi meningkatkan nilai harta pailit guna melunasi utang-utang yang dimiliki oleh debitor pailit tersebut. Akan tetapi, upaya going concern tersebut ialah bertentangan dengan hukum, karena berdasarkan Pasal 33 ayat (3) UUD 1945, serta asas dan ketentuan yang terkandung di dalam UU Pertambangan Mineral dan Batubara, dan juga teori tentang barang yang mengandung makna kepentingan publik (public interest) berupa public ownership, diketahui bahwa batubara merupakan sumber daya alam tak terbarukan milik bangsa Indonesia atau dalam hal ini ialah milik seluruh rakyat Indonesia, yang penggunaan dan pemanfaatannya tidaklah boleh berorientasi kepada kepentingan individu atau golongan semata, namun harus berorientasi kepada kepentingan bangsa untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Maka dari itu, batubara yang masih ada di dalam perut bumi Indonesia ataupun yang iuran produksi atau royaltinya belum dibayarkan lunas sebelum perusahaan pertambangan batubara tersebut dinyatakan pailit tidaklah dapat dianggap sebagai kekayaan dari debitor pailit dalam konteks kekayaan yang sudah ada maupun dalam konteks kekayaan yang baru akan ada di kemudian hari selama berlangsungnya kepailitan.

Bankruptcy is one of the options for resolving debt problems between debtors and creditors. In Indonesia, creditors occasionally file for bankruptcy against coal mining companies. This is understandable, but among the bankruptcies of these mining companies, there is a curator who strives for the coal mining company that has been declared bankrupt by the Indonesian Commercial Court to be continued by him (going concern) that one may increase the value of the bankrupt assets in order to pay off the bankrupt debtor's debts. On the other hand, this type of going concern exercise is against the law, because it is based on Article 33 paragraph (3) of the 1945 Constitution, as well as the principles and provisions of the Mineral and Coal Mining Law, along with the theory about goods that contain the meaning of public interest, in the form of public ownership, it is well known that coal is a non-renewable natural resource that belongs to the Indonesian people, or in this case, to the entire Indonesian people, and that its use and utilization should not be oriented solely to the interests of individuals or groups, but must be oriented to the interests of the nation for the maximum benefit and prosperity of the people. As a result, coal that is still in Indonesia's bowels or whose production fees or royalties have not been paid in full before the coal mining company is declared bankrupt cannot be considered the bankrupt debtor's wealth in the context of existing assets or new assets to be acquired at a later date during the course of the bankruptcy."
Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>