Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 63208 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Inna Muttaqina
"Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh antara insider ownership, institutional investor, shareholder dispersion, firm size, asset structure, firm profitability dan tax rate terhadap kebijakan hutang perusahaan manufaktur di Bursa Efek Jakarta. Penelitian ini dilakukan terhadap 29 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta khususnya pada industri manufaktur antara tahun 2002 hingga 2006. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode regresi Iinier berganda yang menguji apakah variabel-variabel independen mempunyai pengaruh terhadap variabel dependen. Variabel independen yang digunakan yaitu insider ownership, institutional investor, shareholder dispersion, firm size, asset structure, firm profitability dan tax rate. Sedangkan variabel dependen yang digunakan adalah kebijakan hutang. Setelah melalui serangkaian pengujian pemilihan metode estimasi dan uji asumsi klasik antara lain uji multikoleniaritas, heteroskedastisitas dan autokorelasi, teryata tidak ditemukan asumsi yang tidak memenuhi pengujian asumsi klasik. Dengan demikian dalam penelitian ini tetap difokuskan kepada variabel insider ownership, institutional investor, shareholder dispersion, tim size, asset structure, firm profitability dan tax rate terhadap kebijakan hutang. Setelah melalui pengujian hipotesa dengan uji t-test maka didapatkan bahwa insider ownership berpenganih negatif signifikan, institutional investor dan firm size berpengaruh positif tidak signifikan, shareholder dispersion dan firm profitability memiliki pengaruh negatif yang tidak signifikan, asset structure berpengaruh positif signifikan dan tax rate tidak memiliki pengaruh dengan kebijakan hutang. Berdasarkan hasil uji keseluruhan variabel independen terhadap variabel dependen uji-F menunjukkan adanya pengaruh dan signifikan terhadap kebijakan hutang. Hal ini mendukung penelitian sebelumnya yang telah dilakukan oleh Moh’d, et.al. Titman dan Wessel (1988) dan Jensen, et al.(l992).

The purpose of this study is to examine the influence of insider ownership, institutional investor, shareholder dispersion, firm size, asset structure, firm profitability and tax rate on debt policy. This study was conducted in 29 _firms listed in Jakarta Stool: Exchange in 2002-20001 Hypothesis testing is used to examine the impact of independent variable on dependent variable. The independent variable use in this study are insider ownership, institutional investor, shareholder dispersion, firm size, asset structure. firm profitability and tax rate while the dependent one is debt policy. Classical assumption test shows that there is no multicollinearity, autocorrelation and heteroskedasticity among those independent variable in the regression model. Thought the the test hypothesis testing we have result, which proved that insider ownershhz have negatively significant, institutional investor and _#rm size have positively signyicant, shareholder dispersion and frm profitability have negativebv insignificant, asset structure have positiveha significant and tax rate does not influence on debt policy. Based on the result testing independent variables on dependent variables (F-test) indicates that there is significant influence on debt policy. This funding support the previous studies held by Mohd et al. (1998), Tittnan and Wessel (1988) and Jensen, et al. (1992) "
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2008
T33933
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
"Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi apakah terdapat pengaruh yang signifikan peran komisaris independen dan audit komite dalam penentuan struktur pembiayaan perusahaan. Model penelitian menggunakan regresi linier simultan. Pengujian dilakukan terhadap perusahaan manufaktur yang telah go public dengan pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Hasil pengujian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif antara keberadaan komisaris independen dengan tingkat leverage perusahaan. Hubungan tersehut menunjukkan peran komisaris independen dalam upaya
mengurangi risiko gagal bayar atas utang jangka panjang perusahaan. Namun demikian tidak diperoleh bukti yang signifikan bahwa keheradaan komisaris independen dapat mengurangi permasalahan agensi dengan adanya kepemilikan managerial. Keberadaan komite audit dapat mengurangi insentif manager melakukan tindakan-tindakan oportunistik dalam penentuan struktur pembiayaan perusahaan. Hasil penelitian ini juga menemukan bahwa leverage dapat menjadi alternatif monitoring terhadap kepemilikan managerial."
JBPPK 7:2 (2014)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Devita Aryasari
"Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh antara insiders ownership, institutional investors, insiders and institutional dispersion, firm growth, firm size, asset structure, firm profitability dan tax rate terhadap kebijakan hutang. Penelitian ini dilakukan terhadap 21 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta pada tahun 2001 hingga 2003.
Metode penelitian yang digunakan yaitu metode regresi linier berganda yang menguji apakah variabel - variabel independen mempunyai pengaruh terhadap variabel dependen. Variabel independen yang digunakan yaitu insiders ownership, institutional investors, insiders and institutional dispersion, firm growth, firm size, asset structure, firm profitability dan tax rate, sedangkan variabel dependen yang digunakan adalah kebijakan hutang.
Setelah melalui serangkaian pengujian asumsi klasik multikolinieritas, heteroskedastisitas dan autokorelasi, ternyata tidak ditemukan asumsi yang tidak memenuhi pengujian asumsi klasik. Dengan demikian dalam penelitian ini tetap difokuskan pada variabel insiders ownership, institutional investors, insiders and institutional dispersion, firm growth, firm size, asset structure, firm profitability dan tar rate terhadap kebijakan hutang.
Setelah melalui pengujian hipotesa dengan uji t-test maka didapatkan bahwa insiders and institutional dispersion, firm size dan asset structure berpengaruh positif dan signifikan terhadap kebijakan utang sedangkan firm profitability berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kebijakan utang, insiders ownership dan tax rate berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kebijakan utang, institutional investors dan firm growth berpengaruh negatif dan tidak signifikan dengan kebijakan utang. Berdasarkan hasil uji keseluruhan variabel independen terhadap variabel dependen (uji-F) menunjukkan adanya pengaruh dan signifikan terhadap kebijakan utang. Hal ini mendukung penelitian sebelumnya yang telah dilakukan oleh Mohd, et al, Titman dan Wessel (1988) dan Jensen, el al. (1992).

The purpose of this study is to examine the influence of insider ownership, institutional investors, insiders and institutional dispersion, firm growth, firm size, asset structure, firm profitability and tax rate on debt policy. This study was conducted in 21 firms listed in Jakarta Stock Exchange in 2000 - 2003.
Hypothesis testing is used to examine the significance or insignificance of independent variables influence on the dependent variable. The independent variable use in this study are insiders ownership, institutional investors, insiders and institutional dispersion, firm growth, firm size, asset structure, firm profitability and tar rate while the dependent one is debt policy.
Classical assumption test shows that there is no multicollinearity, autocorrelation and heteroscedastisity among those independent variables in the regression model.
Through the t-test hypothesis testing, we have results, which proved that insiders and institutional dispersion, firm size, asset structure have positive and significant influence on debt policy, firm profitability influence debt policy negatively and significantly on debt policy, insiders ownership and tax rate influence debt policy positively and insignificantly on debt policy while institutional investors and firm growth influence debt policy negatively and insignificantly on debt policy. Based on the result testing independent variables on dependent variable (F-test) indicates that there is significant influence on debt policy. This finding support the previous studies held by Mohd, et al. (1998), Titman and Wessel (1988) and Jensen, et al. (1992).
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2006
T18489
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sheila Liviani
"Penelitian ini bertujuan untuk menguji model keseimbangan teori keagenan pada pengaruh kebijakan utang dan kebijakan dividen terhadap kepemilikan manajerial dalam perusahaan sektor manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Struktur kepemilikan dalam perusahaan-perusahaan di Indonesia cenderung terkonsentrasi. Kondisi ini berbeda dengan penelitian terdahulu yang banyak dilakukan di negara yang struktur kepemilikannya cenderung tersebar. Model keseimbangan menyatakan bahwa terdapat trade-off antar suatu mekanisme pengawasan dan pengendalian dengan mekanisme lainnya, yaitu pengaruh kebijakan utang terhadap kepemilikan manajerial dan kebijakan dividen terhadap kepemilikan manajerial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan fixed effect logistic regression model untuk menganalisis data. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 1.060 observasi dari 106 perusahaan sektor manufaktur di Indonesia selama periode 2004-2014. Penelitian ini menemukan bahwa kebijakan utang berpengaruh negatif signifikan terhadap tingkat kepemilikan manajerial, seperti yang diprediksi oleh model keseimbangan teori keagenan. Penelitian ini juga menemukan bahwa kebijakan dividen memiliki pengaruh positif tidak signifikan terhadap tingkat kepemilikan manajerial, yang mana menolak model keseimbangan teori keagenan dalam pengaruh kebijakan dividen terhadap kepemilikan manajerial.
"
Universitas Pelita Harapan. Fakultas Ekonomi, {s.a.}
338 DEREMA 11:1 (2016)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Steffanie Natalia Rolasni
"ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh efektifitas dewan komisaris,
kepemilikan institusional, dan kepemilikan keluarga terhadap kebijakan hutang.
Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adala..li 312 perusahaan non
keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2011 dan 2012.
Penelitian ini menemukan bahwa efektifitas dewan komisaris berpengaruh negatif
terhadap penggunaan hutang. Hal ini menunjukkan adanya efek substitusi antara
dewan komisaris dan penggunaan hutang sebagai mekanisme monitoring.
Kepemilikan institusional terbukti berpengaruh negatif terhadap tingkat hutang,
sedangkan kepemilikan keluarga memiliki hubungan positif dengan kebijakan
hutang.

ABSTRACT
The purpose of this study i:; to investigate the effectiveness of board
commissioners, institutional ownership, and family ownership on the debt policy.
TI1e sample used in this study are 312 non finance companies listed in Indonesia
Stock Exchange for the year 2011 and 2012. This study found that the
effectiveness of board commissioners have negative effect on the debt leverage.
Tiris study show there is substitution effect between board commissioners and
debt leverage as monitoring mechanism. Institutional ownership proved to have
negative effect on the debt leverage, while family ownership proved to have
positive effect with debt leverage."
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2014
S53139
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hutapea, Winda Damaiyanti
"Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti apakah komponen-komponen CG tingkat perlindungan tcrhadap hak pemegang saham, tingkat perlakuan yang adil untuk sernua pemegang saham, tingkat pengungkapan pemsahaan, tanggung jawab dewan komisaris, proporsi kepemilikan terbcsar, dan tingkat hutang mempengaruhi kemungkinan texj adinya RPT atau tidak. Penelitian ini juga mencliti apakah komponen-komponen CG, proporsi kepemilikan, tingkat hutang dan size semakin mempengaruhi kemungkinan tenjadinya RPT yang a priori merugikan.
Hasil dari penelitian dengan sampel RPT dan non RPT menunjukkan bahwa komponen-komponen CG tidak mempengaruhi kemungkinan terjadinya RPT. Temuan ini mungkin disebabkan kamna RPT dapat berpengamh positif atau negatif terhadap nilai perusahaan, dan jika pengaruh tersebut sama kuatnya, maka CG menjadi tidak berpengaruh terhadap kemungkinan tmjadinya RPT. Atau temuan ini juga dapat mengindikasikan bahwa CG belum secara efektifbenjalan dalam perusahaan-perusahaan di Indonesia. Demikian pula dengan variabel total CG yang menggambmkan praktek CG secara keseluruhan suatu perusahnan tidak mempengaruhi kemungkinan texjadinya RPT. Proporsi kepemilikan tcrbesar mempcngaruhi kemlmgkinan teqiadinya RPT secara positif, karena dengan kepemilikan yang besar maka semakin mudah mercka melakukan RPT.
Hasil penelitian ini juga mcncmukan tingkat humng tidak secara negatif mempengamhi kcmungkinan terjadinya RPT, melainkan mempengaruhi secara positif terhadap kemungkinan teljadinya RPT. Tcmuan ini merupakan anomali yang mengindikasikan bahwa kreditur di Indonesia kurang melakukan pengawasan terhadap RPT.
Pengujian kedua yang dilakukan dengan menggunakan sampel RPT yang apriori merugikan dan tjdak merugikan menemukan bahwa peran dan tanggung jawab dewan signifikan mempengaruhi secara negatif kemungkinan tenjadinya RPT memgikan. Jadi semakin efektif peran dan tanggung jawab dcwan komisaxis maka semakin kecil kemungkinan tmjadinya RPT yang mezugikan karena dewan komisaris tersebut akan scmakin mengawasi dan mengatur konflik kcpentingan yang potensia] dari manajemen, anggota dewan dan pemegang saham, termasuk Salah mengglmakan aset perusqhaan dan pclanggaran dalam RPT. Variabel kornponen CG tingkat perlakuan yang adil unluk semua pemegang saham mempengaruhi secara negatif dan signiiikan tcrhadap kemungkinan teljadinya RPT yang merugikan. Hal ini karena pcrusahaan akan melakukan transaksi yang tidak hanya menguntungkan bcberapa pihak saja dalam pcrusahaan, tetapi juga memperhatikan hak dad pemegang saham minoritas.
Hasil pengujian menemukan proporsi kepernilikan terbesar mempenganzhi kemungkinan texjadinya RPT yang a priori merugikan secara negatifi Temuan ini berarti bahwa semakin besar proporsi kepemilikan terbesar suatu perusahaan malca semakin kecil kemungkinan perusahaan melakukan RPT yang a priori merugikan.
Hasil pengujian kedua menemukan juga bahwa tingkat hutang tidak signiiikan mempengaruhi kemungkinan terjadinya RPT yang cendemng merugikan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa di Indonesia peran pengawasan dari pihak ekstemal perusahaan bclum secara efektif mempengaruhi kernungkinan tenjadinya RPT baik yang ocnderung merugikan maupun yang ocnderung tidak merugikan.
Meskipun bebcrapa komponen CG secara signitikan mempengaruhi kemungkinan tcnjadinya RPT, tetapi praktek CG secara keseluruhan suatu perusahaan tidak mempengaruhi kemungkinan tezjadinya RPT.
Kata Kunci: transaksi hubungan istimcwa (related party transaction/RPT), struktur
kepemilikan terbesar, corporate governance, tingkat hutang
The objective of this study is to invwtigate whether the Corporate Govemance (CG) components, rights of shareholders, equitable treatment of shareholders, disclosure and tranparency, responsibilities of the board, majority ownership proportion, and leverage affecting the probability of RPT occur or not. This study also investigate whether the CG components, ownership proportion, and leverage more affecting the probability of RPT that a priori to expropriate occur.
The finding of this study with RPT and non RPT sample show that CG components does not aiiecting the probability of RPT occur. This linding might because of RPT can affecting corporate value in a positive or negative way, and if the influence have the same strength, then CH becomes not affecting the probability of RPT occur.
The same result was happen when this study using total CG as variable that show corporate CG implementation as a whole. Majority ownership proportion positively affecting the probability of RPT occur, because with a large ownership then it become easier for them to conduct RPT.
This study were also find that leverage not negatively affecting the probability of RPT occur, but positively affecting the probability of RPT occur. This finding is an anomaly that indicating the lack monitoring of creditors in Indonesia against RPT.
Second test using RPT a priori expropriate and not expropriate sampel find that the responsibilities of the board are negatively affecting the probability of RPT a priori exporpriate occur. the more effective the role and responsibilities of the board, then more less the probbaility of RPT that a priori expropriate occur because the board control and manage the potensial conlliet of interest from managemeng directors and shareholders, including the violation on RPT.
Equitable treatment of shareholders negatively affecting the probability of RPT that a priori expropriate occur, because the corporate will conduct the transaction that benefit all parties on firm.
This study also find that majority ownership negatively affecting the probability of RPT that a priori expropriate occur. This finding means that more larger the ownership on the lirm, more less the probability the limi conduct RPT that a priori expropriate.
The second test also lind that leverage not affecting the probability of RPT that a priori expropriate occur, so it can be conclude that external monitoring in Indonesia from external parties not yet eifectively affecting the probability of RPT that a priori expropriate and not expropriate occur. For this second test, even some of the CG components were significantly affecting the probability of RPT that a priori expropriatc occur, but the implementation of CG as a whole does not affecting the probability of RPT that a priori cxpropriate occur.
Keywords: related party transaction (RPT), majority ownership proportion, corporate.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2008
T-pdf
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Agustina Dyah Wijayanti
"ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah
1. Mengetahui pengaruh ownership structure dan life cycle perusahaan terhadap
leverage
2. Mengetahui pengaruh ownership structure dan life cycle perusahaan terhadap
perubahan leverage
3. Mengetahui pengaruh perubahan ownership structure dan life cycle
perusahaan terhadap perubahan leverage"
2012
T31456
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Mohammad Fatah
"Struktur kepemilikan merupakan salah satu faktor yang berpengaruh kuat pada tata kelola perusahaan, dimana pada kepemilikan pemegang saham pengendali yang memiliki hubungan dengan rasio hutang dalam sebuah perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh struktur kepemilikan (controlling shareholder ownership) terhadap rasio hutang (book leverage, book value of debt, dan market value of debt). Penelitian ini menggunakan model data panel sejumlah 415 observasi dari sampel perusahaan yang bergerak di sektor manufaktur (industri dasar dan kimia, industri lain-lain, dan industri barang konsumsi) pada periode 2008 hingga 2012.
Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Controlling shareholder ownership memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap rasio hutang perusahaan yang diproksikan dengan book leverage, (2) Controlling shareholder ownership memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap rasio hutang perusahaan yang diproksikan dengan book value of debt, (3) Controlling shareholder ownership memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap rasio hutang perusahaan yang diproksikan dengan market value of debt.

The ownership structure is one of the factors that impact on the corporate governance, where the ownership of controlling shareholders has a relationship with firm's debt ratio. This study aims to analyze the effect of ownership structure (controlling shareholder ownership) to debt ratio (book leverage, book value of debt and market value of debt). This study uses panel data of 415 observation of manufacturing sector (basic and chemical industries, miscellaneous industries, and consumer goods industries) in the period of 2008 to 2012.
Results showed that: (1) Controlling shareholder ownership has a positive and significant effect on the firm's debt ratio which is proxied by book leverage, (2) Controlling shareholder ownership has a positive and significant effect on the firm's debt ratio which is proxied by the book value of debt, (3) Controlling shareholder ownership has a positive and significant effect on the company's debt ratio which is proxied by the market value of debt.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2014
S54783
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Buddi Wibowo
"As an agent of shareholders, manager should maximize shareholders' wealth instead of her own benefit. However, manager may not manage firm's resources efficiently and chase her own interest at shareholders' cost. To minimize this agency problem, shareholder should monitor manager behavior strictly enough. How strictly shareholder monitoring activities influenced by firm's ownership structure. Diffused ownership structure causes low shareholder power to monitor manager and bad financial performance at next stage. Relationship between ownership structures of the firm and financial performance has been tested empirically by many researchers. This paper tow depth investigation for Indonesian case."
2006
MUIN-XXXV-5-Mei2006-13
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
I Made Dodi Narindra
"Sebagai bagian terpenting dari penilaian perusahaan, profitabilitas telah menjadi ukuran standar untuk dipakai sebagai proksi dari kinerja perusahaan. Banyak penelitian berusaha mengungkapkan faktor-faktor yang memengaruhi profitabilitas perusahaan dari waktu ke waktu seiring dengan dinamisnya dunia usaha.
Tugas dari manajemen adalah memaksimalkan profitabilitas perusahaan. Konsistensi dari manajemen untuk tetap menjalankan perusahaan sesuai dengan kepentingan pemilik adalah wujud dari good corporate governance. Penelitian ini memfokuskan pada bagaimana pengaruh dari konsentrasi kepemilikan saham dan ukuran perusahaan terhadap profitabilitas perusahaan publik di Indonesia dan seberapa besar pengaruh pemegang saham terhadap tingkat efisiensi perusahaan.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh dari pemegang saham pada perusahaan publik di Indonesia terhadap kinerja perusahaan. Dengan menggunakan data panel dari konsentrasi kepemilikan saham dan rasio keuangan perusahaan untuk 190 perusahaan publik di Indonesia dalam periode tahun 1999-2004 , dilakukan analisa untuk mengetahui apakah konsentrasi kepemilikan saham dan ukuran perusahaan memiliki pengaruh terhadap profitabilitas perusahaan di Indonesia. Dalam menganalisa data, digunakan metode rerata set untuk mendapatkan rata-rata profitabilitas pada masing-masing kelompok perusahaan berdasarkan klasifikasi struktur kepemilikan dan ukuran perusahaan yang telah dibuat.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa tingginya konsentrasi kepemilikan saham dan ukuran perusahaan di Indonesia tidak menunjukkan perbedaan rata-rata yang signifikan untuk profitabilitas RDA. Namun terdapat perbedaan yang signifikan dari rata-rata profitabilitas NPM menurut klasifikasi konsentrasi kepemilikan sahamnya dan ukuran perusahaan, dengan kepemilikan dominan terbukti memiliki peran besar dalam memberikan pengaruh yang lebih bail( terhadap profitabilitas perusahaan. Dari semua variabel yang terpilih sebagai variabel penjelas, leverage merupakan faktor terpenting dalam memengaruhi profitabilitas pada perusahaan publik di Indonesia

Profitability is a very important aspect of business. The task of management is maximization of profit. The management consistency to run firm on behalf of owner's interests is the implication of good corporate governance. This paper is, focused to the influence of ownership concentration and size of the firm on firm profitability in Indonesia public firms.
Management objective is to maximize firm's profitability. Conducting good corporate governance on behalf pf owner's interest would drive firm to be consistent to pursue firm's objective. This study focus on how ownership concentration and scale of the firm influence on firm's profitability. For some extend, ownership concentration would influence the efficiency of the firm.
This study investigates the effect of large block shareholders on publicly listed firms in Indonesia by examining the impact of different patterns of ownership structure on performance. Using a panel data of ownership concentration and accounting ratio of 190 public firms in Indonesia for 1999-2004 period, I analyze weather large block holder and size of the firm are related to firm profitability. Cell mean model is used to analyze the collected data in order to obtain profitability mean of each group of firm in terms of ownership and size of the firm.
The result evidence that highly concentrated of ownership in Indonesia and size of the firm are not significantly affect firm's return on assets (ROA). On the contrary, other performance measurement, ?VP Ad, is found significantly different for each of classified firms in terms of ownership and size of the firm. From all chosen explanatory variables, leverage is the most influencing variable on firm profitability.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2006
T20274
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>