Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 140640 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Dewanti
"Spina bifida merupakan salah satu penyakit kongenital pada anak berupa kegagalan penutupan tulang belakang. Salah satu tindakan dalam mengatasi spina bifida adalah pembedahan. Masalah utama yang muncul pada anak dengan pembedahan adalah nyeri akut. Karya ilmiah akhir ini bertujuan untuk memberikan gambaran asuhan keperawatan pada anak spina bifida dengan menerapkan teknik guided imagery dalam mengatasi nyeri paska pembedahan.
Penerapan teknik guided imagery yang telah dilakukan pada anak post op rekonstruksi meningokel (spina bifida) selama 4 hari diperoleh hasil penurunan skala nyeri dari 7 menjadi 1. Pemberian teknik guded imagery pada anak dengan spina bifida menjadi upaya untuk menghilangkan atau menurunkan skala nyeri yang diderita oleh anak pasca pembedahan rekonstruksi meningokel.

Spina bifida is one of the congenital diseases in children in the form of failure of closure of the spine. One of the interventions in dealing with spina bifida is surgery. Acute pain often becomes a major problem on the children after surgery. The aim of this paper was to describe nursing care in children with spina bifida by applying guided imagery technique to decrease pain after surgery.
Implementation of guided imagery technique that have been conducted in children after meningocele reconstruction surgery for 4 days showed the reduction of pain scale from 7 to 1. Giving guided imagery technique for children with spina bifida should be addressed to eliminate or decrease pain scale suffered by the children with spina bifida after meningocele reconstruction surgery.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2013
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Adhitya Wijayanti
"Karya ilmiah akhir ini bertujuan untuk memberikan gambaran asuhan keperawatan pada anak cedera kepala dengan menerapkan teknik relaksasi slow deep breathing dalam mengatasi nyeri kepala. Pada anak cedera kepala diperlukan intervensi keperawatan yang menunjukkan prognosis baik dengan penurunan skala nyeri. Slow deep breathing merupakan tindakan yang disadari untuk mengatur pernapasan secara dalam dan lambat yang dapat menimbulkan efek relaksasi. Hasil dari penerapan intervensi yang telah dilakukan pada anak cedera kepala selama 4 hari dengan diagnosa keperawatan nyeri akut dapat diatasi yang dibuktikan dengan adanya penurunan skala nyeri dari 4 menjadi 1.

This paper aimed to describe nursing care in children with head injury by applying slow deep breathing technic to deacrease head pain. Children with head injury need for nursing interventions to obtain good prognosis by decreasing pain scale. Slow deep braething is an action to contol the breathing in slow and deep way that can provide relaxation. The results of interventions application to children with head injury during 4 days with head pain can be solved and proven by decreasing of pain scale from 4 to 1.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2013
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Siti Nurhayati
"Hidrosefalus merupakan keadaan yang disebabkan gangguan keseimbangan antara produksi dan absorpsi cairan serebrospinal dalam sistem ventrikel otak. Pembedahan merupakan cara yang efektif dalam mengatasi penyakit ini mulai dari pemasangan sampai dengan pelepasan pirau ventrikuloperitoneal. Nyeri merupakan salah satu masalah keperawatan yang dapat muncul pasca pembedahan. Penulisan karya ilmiah akhir ini bertujuan untuk memberi gambaran asuhan keperawatan pada klien anak usia sekolah yang mengalami hidrosefalus dengan salah satu intervensinya adalah terapi bermain permainan elektronik, distractor nyeri. Hasilnya menunjukkan penurunan skala nyeri. Rekomendasi dari karya ilmiah ini adalah menjadikan terapi bermain yang variatif sebagai salah satu Standar Operasional Prosedur (SOP) di pelayanan.

Hydrocephalus is a symptom which is the result of balance disorder of production and absorption cerebrospinal fluid in brain ventricle system. Surgical is an effective way to solve this case begin with the entering until removal vp shunt. Pain is one of nursing problems of post operation. The objective of this study was to ascertain the effect if electronic game therapy in decreasing pain scale in a school age child with hydrocephalus who had been through an electronic game of pain distraction therapy. Result of this study indicated that there is an effect in decreasing pain scale. This study suggest that a health care institution should considered this therapy to be applied in nursing service.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2013
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Sidabutar, Triulan Agustina
"Pneumonia adalah penyakit pembunuh nomor satu balita di seluruh dunia Tingginya faktor risiko pneumonia yang terdapat di perkotaan menjadikan pneumonia menjadi masalah kesehatan di perkotaan. Karya ilmiah bertujuan untuk memberi gambaran asuhan keperawatan yang telah diberikan pada anak pneumonia di RSUP Fatmawati dan mengidentifikasi pengaruh tindakan keperawatan aktivitas bermain meniup "tiupan lidah".
Hasil yang diperoleh setelah pemberian aktivitas bermain meniup "tiupan lidah" pada anak pneumonia yaitu anak mengalami peningkatan status oksigenasi. Aktivitas bermain meniup "tiupan lidah" dapat dijadikan sebagai salah satu tindakan keperawatan dengan menggunakan permainan terapeutik pada anak pneumonia.

Pneumonia is the number one killer disease in children under five in the world. High pneumonia risk factors founded in urban make pneumonia as a public health problem. This scientific paper is aimed to give description about nursing care for children with pneumonia in Fatmawati Hospital and indentify the effect of blowing games activity "puff the tongue".
The result shows the enhancement of oxygenation status after play blowing games activity "puff the tongue" in children with pneumonia. Blowing games activity "puff the tongue" can be used as a nursing action as therapeutic games in children with pneumonia.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2013
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Ade Kurniah
"Karya ilmiah akhir ini bertujuan untuk memberikan gambaran asuhan keperawatan pada anak dengan atresia ani pre dan postoperasi tutup kolostomi, dengan aplikasi terapi musik untuk mengurangi nyeri. Atresia Ani merupakan kelainan bawaan (kongenital), dimana tidak adanya lubang anus. Perawatan pre dan postoperasi tutup kolostomi menimbulkan nyeri pada anak. Salah satu intervensi untuk meminimalkan nyeri tersebut dengan menggunakan terapi musik.
Terapi musik merupakan salah satu penatalaksanaan nyeri nonfarmakologis. Nyeri post operasi dan tindakan invasif perlu penanganan untuk meminimalkan rasa sakit yang dirasakan anak. Hasil dari penerapan intervensi terapi musik yang telah dilakukan pada anak atresia ani selama 3 hari untuk mengurangi nyeri terbukti efektif menurunkan skala nyeri klien dari skala nyeri 5 menjadi 3 dengan menggunakan FLACC postoperative pain scale.

This final scientific work aims to provide an overview of nursing care to children with pre and postoperative atresia ani closed colostomy, with the application of music therapy to reduce pain. Atresia ani is a congenital abnormality, where there is no anal duct. Operative procedur to treat this congenital abnormality causes the children pain.
Music therapy can be used to minimize the pain. Music therapy is one of the non-pharmacological pain management. Music therapy proved reduce the pain effectively to from scale of 5 to 3 with the using of FLACC postoperative pain scale.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2013
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Robiyatul Adawiyah, supervisor
"Hidrosefalus adalah adanya peningkatan cairan serebrospinal (CSS) otak yang disebabkan ketidakseimbangan antara produksi dan absorpsi CSS atau sumbatan pada ventrikel otak. Penurunan kapasitas adaptif merupakan masalah utama pada anak hidrosefalus. Pemberian posisi elevasi kepala 15 sampai 30 derajat ialah intervensi keperawatan yang aman dan mandiri. Karya tulis ini menggambarkan dampak pemberian posisi elevasi kepala 15 sampai 30 derajat pada anak dengan hidrosefalus untuk menstabilkan tekanan intrakranial (TIK) dan memelihara stabilitas CSS. Intervensi ini dilakukan pada anak selama tiga hari. Maka direkomendasikan untuk memberikan posisi elevasi kepala 15 sampai 30 derajat pada anak dengan hidrosefalus untuk menstabilkan perubahan TIK.

Hydrocephalus is an increased cerebrospinal fluid (CSF) of the brain caused by an imbalance of CSF production and absorption or obstruction in brain ventricles. Decreased intracranial adaptive capacity is main nursing care problem for this client. Head up 15 to 30 degrees position is safe and independent nursing care. This paper aims to describe impact result of head up 15 to 30 degrees position in children with hydrocephalus to stabilize intracranial pressure (ICP) changes and maintain stability of cerebral perfusion fluid. This intervention was performed for a child in 3 days. It is recommended to provide head up 15 to 30 degrees position in children with hydrocephalus to stabilize ICP changes.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2015
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Maryati
"Penumonia menjadi penyebab utama kematian balita. Penulisan Karya Ilmiah Akhir Ners ini bertujuan memberi gambaran asuhan keperawatan pada balita dengan pneumonia. Berdasarkan hasil pengkajian pada klien dengan pneumonia didapatkan tanda dan gejala demam, batuk, pilek, sesak, pernafasan cuping hidung, frekuensi pernafasan meningkat, hasil laboratorium leukositosis, serta gambaran foto thorak terkesan gambaran pneumonia. Intervensi tepid water sponge adalah salah satu tindakan mandiri perawat untuk menurunkan gejala demam. Evaluasi menunjukan bahwa tindakan tepid water sponge yang disertai dengan pemberian antipiretik adalah tindakan efektif untuk menurunkan demam pada anak. Karya ilmiah ini memberikan saran bagi perawat rumah sakit agar mengoptimalkan tindakan tepid water sponge untuk menurunkan demam pada anak dan penerapanya dapat melibatkan keluarga.

Pneumonia is to be the main cause of infant death. Final Scientific Writing nurses aims to give an overview of nursing care in children with pneumonia. Based on the results of the assessment on a client with pneumonia found the signs and symptoms of fever, cough, cold, breathless, nostril breathing, increased respiratory rate, leukocytosis laboratory results, as well as an overview of photos thoracic impressed pneumonia. Intervention tepid water sponge is one nurse independent action to reduce fever. Evaluation shown that tepid water sponge action coupled with antipyretic treatment is effective measures to reduce fever in children. This paper provided advice to nurses in order to optimize tepid water sponge action to reduce fever on children and their applicability can involve the family.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2014
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Nurussafitri Laila Anawati
"[ABSTRAK
Sindrom nefrotik merupakan masalah ginjal yang sering terjadi pada anak.
Sindrom nefrotik ditandai dengan manifestasi klinis yang khas seperti proteinuria,
hipoalbuminemia, edema, dan hiperlipidemia. Edema sebagai salah satu
menifestasi klinis dari sindrom nefrotik menandakan bahwa anak mengalami
masalah keperawatan berupa kelebihan volume cairan. Karya ilmiah ini bertujuan
untuk memberikan gambaran dan analisis asuhan keperawatan pada An. A yang
mengalami masalah kelebihan volume cairan. Hasil dari intervensi keperawatan
yang telah dilakukan menunjukkan bahwa pemantauan cairan secara tepat mampu
mengatasi masalah kelebihan volume cairan, yang ditandai dengan berkurangnya
edema, penurunan berat badan dan lingkar abdomen. Pemantauan cairan yang
akurat pada klien dengan masalah kelebihan volume cairan sebaiknya dilakukan
untuk mencegah kelebihan atau defisit volume cairan berlebih dalam tubuh.ABSTRACT Nephrotic syndrome is the most common kidney problem in children. Clinical
manifestation of nephrotic syndrome is proteinuria, hypoalbuminemia, edema,
and hyperlipidemia. Edema is a sign that the child has fluid volume excess. This
case study aimed to describe and analyze nursing intervention in Child A with
fluid volume excess. The result showed that an accurate fluid monitoring was
effective to solve fluid volume excess problem and the child showed less edema,
decreased body weight and abdominal girth. An accurate fluid monitoring for the
client with fluid volume excess problem should be given to prevent volume excess
or deficit of body fluid, Nephrotic syndrome is the most common kidney problem in children. Clinical
manifestation of nephrotic syndrome is proteinuria, hypoalbuminemia, edema,
and hyperlipidemia. Edema is a sign that the child has fluid volume excess. This
case study aimed to describe and analyze nursing intervention in Child A with
fluid volume excess. The result showed that an accurate fluid monitoring was
effective to solve fluid volume excess problem and the child showed less edema,
decreased body weight and abdominal girth. An accurate fluid monitoring for the
client with fluid volume excess problem should be given to prevent volume excess
or deficit of body fluid]"
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2015
PR-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Neneng Surastiningsih
"[ABSTRAK
Pneumonia merupakan salah satu penyebab kematian anak terbanyak kedua setelah kasus Diare. Tingginya faktor risiko pneumonia yang terdapat di perkotaan menjadikan pneumonia menjadi masalah kesehatan di perkotaan. Karya ilmiah ini bertujuan untuk memberi gambaran asuhan keperawatan yang telah diberikan pada anak dengan Pneumonia dan mengidentifikasi pengaruh tindakan postural drainage. Hasil yang diperoleh setelah pemberian tindakan postural drainage yang terangkai dalam fisioterapi dada yaitu menunjukkan adanya peningkatan status oksigenasi, sehingga pemberian tindakan keperawatan berupa postural drainage perlu dilakukan untuk mengatasi masalah keperawatan bersihan jalan napas tidak efektif pada anak dengan pneumonia sesuai indikasi.ABSTRACT Pneumonia is the second most common cause of death of children after cases of diarrhea. Pneumonia becomes a part of urban public health problems because of its highly risk factor. The aims of this paper is to give description (to describe) about nursing care of children with Pneumonia and to identify the effectiveness application of postural drainage. The result showed that there is an increase in oxygenation state of client, which applied postural drainage and chest physiotherapy. Recommendation and to identify of this paper is postural drainage needs to be applied in combination with chest physiotherapy in order to solve the nursing diagnosis: airway clearance ineffective in children with Pneumonia as indicated.;Pneumonia is the second most common cause of death of children after cases of diarrhea. Pneumonia becomes a part of urban public health problems because of its highly risk factor. The aims of this paper is to give description (to describe) about nursing care of children with Pneumonia and to identify the effectiveness application of postural drainage. The result showed that there is an increase in oxygenation state of client, which applied postural drainage and chest physiotherapy. Recommendation and to identify of this paper is postural drainage needs to be applied in combination with chest physiotherapy in order to solve the nursing diagnosis: airway clearance ineffective in children with Pneumonia as indicated., Pneumonia is the second most common cause of death of children after cases of diarrhea. Pneumonia becomes a part of urban public health problems because of its highly risk factor. The aims of this paper is to give description (to describe) about nursing care of children with Pneumonia and to identify the effectiveness application of postural drainage. The result showed that there is an increase in oxygenation state of client, which applied postural drainage and chest physiotherapy. Recommendation and to identify of this paper is postural drainage needs to be applied in combination with chest physiotherapy in order to solve the nursing diagnosis: airway clearance ineffective in children with Pneumonia as indicated.]"
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2015
PR-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Fina Devy Aryanti
"Cedera kepala pada anak akibat dari kecelakaan merupakan salah satu masalah pada masyarakat perkotaan. Salah satu penanganan pada cedera kepala yaitu dengan pembedahan yang dapat mengakibatkan gangguan rasa nyaman berupa nyeri. Karya ilmiah akhir ini bertujuan untuk memberikan gambaran asuhan keperawatan cedera kepala pada anak dengan menerapkan terapi musik audio visual untuk mengatasi nyeri paska pembedahan. Penerapan terapi musik audio visual ini diterapkan selama lima hari diperoleh hasil penurunan skala nyeri dari 6 menjadi 1. Selain itu, terapi musik audio visual juga efektif menurunkan nyeri pada prosedur lainnya seperti perawatan luka, pelesasan drainase dan jahitan operasi. Terapi musik audio visual ini sangat direkomendasikan untuk mengurangi nyeri pada anak paska pembedahan. Oleh karena itu, diharapkan ruang rawat dapat menerapkan terapi musik audio visual dengan menyediakan DVD musik anak-anak.

Head injury among children caused by accident is one of the urban problems. One of the treatments for this injury is by performing surgery which can cause discomfort, specifically pain. This paper aims to show how to care children experiencing head injury by playing audio visual music therapy to reduce the pain after the surgery. After giving this audio visual music therapy for 5 days, the scale of the pain decreases from 6 to 1. Moreover, the children do not feel pain or worry when the surgical dressing is changed or when the drainage and suture are taken off if the music is played."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2014
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>