Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 217158 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Yudhie Kurnia Moeljanto
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2005
TA3095
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Yudhie Kurnia Moeljanto
"PT Indosat Tbk merupakan perusahaan operator penyedia jasa seluler berbasis GSM yang hingga saat ini masih terus mengembangkan bisnis seluler tersebut dengan baik. Sebagai salah satu operator terbesar di Indonesia kepuasan pelanggan atas kualitas pelayanan adalah sangat penting sehingga banyak kiat yang dilakukan PT Indosat Tbk dalam memenuhi harapan tersebut. Di sisi lain merujuk kepada upaya yang dilakukan PT Indosat Tbk disadari bahwa dalam pengembangan bisnis tersebut mempunyai risiko yang cukup tinggi untuk kelangsungan kinerja perusahaan. Sehubungan dengan itu, PT Indosat Tbk khususnya bidang pemasaran perlu melakukan antisipasi terhadap risiko-risiko yang hendak timbul agar kestabilan perusahaan tetap tenjaga.
Dengan menggunakan metode pengendalian dan pengolahan risiko yang tepat, dimaksud adalah pengendalian secara fisik maupun secara keuangan dihaarapkan kendala dari situasi internal maupun eksternal, baik terhadap asset perusahaan maupun kompetitor bisnis dapat diminimalisasikan. Identifikasi dan pengolahan risiko terhadap ragam kegiatan maupun kebijakan yang hendak dilakukan sangatlah penting dilakukan kajian karena dengan melakukan penganalisaan terhadap risiko-risiko dapat menghindari maupun memperkecil tingkat risiko yang ada, sehingga menghasilkan suatu strategi yang tepat dalam meminimalisasikan kerugian yang dapat berdampak pada kestabilan bisnis seluler PT Indosat Tbk.
Dari penerapan metode pengendalian dan pengolahan risiko terhadap kerugian pada risiko jenis kegiatan promosi untuk peluncuran produk dengan melakukan strategi pengalihan risiko kepada pihak ketiga (dalam hal ini adalah Pcmsahaan Asuransi), hasil yang didapat diantaranya PT Indosat Tbk dapat menghemat biaya untuk penanggulangan risiko kerugian yang timbul sehingga PT Indosat Tbk tidak dihadapkan kepada kerugian yang lebih besar dalam melakukan kegiatan bisnis seluler berbasis GSM.

PT lndosat Tbk is a GSM-based Cellular Service Provider Operator Company that is continuously developing its cellular business. As one of the biggest cellular operators in Indonesia, customer fulfillment is highly significant for PT Indosat Tbk and therefore the company has been doing many means to carry out such expectations. With all the efforts, PT lndosat Tbk realizes there are high point risks for the company's continuity of performance.
The company's Marketing Department needs to anticipate all possible risks in order to maintain its stability by using the Right Controlling and Processing Method, which Consists of physical and financial controls in an attempt to internal or external constraints in regards to the company's assets or competing businesses. Identification and processing of risks on various activities or policies that are to be conducted pr implemented are very essential for analysis in order to avoid or minimize the level of risks so as to produce the right strategy in minimizing losses that may have an effect on PT Indosat Tbk's cellular business stability.
From the application of controlling methods and risk processing concerning loss on promotion activities for product launching by implementing the risk-transfer strategy to a third party (in this case would be an Insurance Company), has produced results where one of them is the ability of PT lndosat Tbk to cut down on the cost of risk-handling of loss on a bigger scale in conducting its GSM-base cellular business."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2005
T16117
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Era Trie Murwaty
"Di dalam laporan magang ini dibahas tentang aktivitas pengendalian pada proses bisnis pengeluaran PT X yang terbagi atas empat subproses, yaitu pembelian, pemrosesan hutang, pembayaran, dan pengelolaan data vendor. Konsultan melakukan pekerjaan lapangan untuk mengumpulkan informasi terkait proses bisnis pengeluaran di PT X dalam rangka konsultasi penerapan Internal control over Financial Reporting (ICoFR). Kemudian Konsultan membuat pemetaan aktivitas pengendalian di setiap subproses untuk mengetahui akun laporan keuangan yang dipengaruhi secara signifikan. Konsultan juga mengidentifikasi risiko salah saji yang mungkin timbul pada proses bisnis pengeluaran PT X, dan memberikan rekomendasi yang relevan.

The contents of the report are about control activities in expenditure business process at PT X, consist of purchasing, processing account payables, processing disbursement, and maintaining supplier master file. Consultant collects the information related to expenditure business process at PT X while fieldwork in order to consult Internal Control over Financial Reporting (ICoFR) implementation. Then, Consultant made a mapping of control activities to its significant account in financial statement. Consultant also identified possible misstatement risk of expenditure business process, and made some relevant recommendations to PT X."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2012
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Mohammad Rifky Adrian
"Energi merupakan suatu komoditi utama yang menjadi penggerak kehidupan bagi hampir seluruh sektor kehidupan Namun adanya pandemi COVID-19 membuat distribusi kebutuhan energi mengalami perubahan dimana terjadi penurunan secara signifikan, namun untuk sektor energi terbarukan justru mengalami kenaikan terutama untuk saat ini. Geotermal merupakan salah satu energi terbarukan yang memiliki potensi sangat besar di Indonesia. Pada penelitian ini terdapat dua skema model bisnis yaitu steam direct sales dan electricity sales yang penggunaannya terbagi pada dua jenis lingkup pengembangan yaitu reservoir dan PLTP. Berdasarkan hasil perhitungan keekonomian dengan melihat nilai NPV, IRR, PBP, dan PI diketahui bahwa kedua skema layak untuk digunakan dalam pengembangan energi geotermal di Indonesia. Untuk mendukung hasil perhitungan keekonomian, dilakukan analisis resiko dengan menggunakan metode Monte Carlo terlihat bahwa kedua skema memiliki nilai derajat keyakinan terhadap nilai NPV, IRR, PI, dan waktu PBP yang memenuhi parameter. Dengan melihat analisis keekonomian dan didukung dengan analisis risiko, diketahui bahwa skema terbaik yang layak untuk dilaksanakan adalah skema steam direct sales karena memenuhi semua parameter keekonomian serta hasil derajat keyakinan terhadap nilai NPV, IRR, PBP, dan PI diatas 90% serta memberikan revenue yang cukup menjanjikan dibandingkan dengan skema electricity sales. Berdasarkan analisis sensitivitas terlihat bahwa harga jual listrik dan steam serta production capacity merupakan komponen paling berpengaruh pada penelitian ini.

Energy is a major commodity that drives life for almost all sectors of life. However, the COVID-19 pandemic has changed the distribution of energy needs, where there has been a significant decline, but for the renewable energy sector, it has increased, especially at this time. Geothermal is a renewable energy that has enormous potential in Indonesia. In this study, there are two business model schemes, namely steam direct sales and electricity sales, the use of which is divided into two types of development scope, namely reservoir and PLTP. Based on the results of economic calculations by looking at the NPV, IRR, PBP, and PI values, it is known that both schemes are feasible for use in the development of geothermal energy in Indonesia. To support the results of economic calculations, a risk analysis was carried out using the Monte Carlo method. Both schemes have a degree of certainty in the NPV, IRR, PI, and PBP values ??that meet the parameters. By looking at the economic analysis and supported by risk analysis, it is known that the best scheme that is feasible to implement is the steam direct sales scheme because it meets all economic parameters and results in the degree of confidence in the NPV, IRR, PBP and PI values ??above 90% and provides sufficient revenue. promising compared to the electricity sales scheme. Based on the sensitivity analysis, the selling price of electricity and steam and also production capacity are the most influential factors in this study."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ridha Ramadhansyah
"Menjaga ketersediaan layanan sistem informasi erat kaitannya dengan perencanaan contingency. Business impact analysis (BIA) merupakan tahap awal dalam melakukan perencanaan contingency. Dari data internal audit TI organisasi studi kasus, PT XYZ, kegiatan BIA belum dilakukan. Hal ini mengindikasikan ketidaksesuaian kegiatan perencanaan contingency yang dilakukan organisasi. Penelitian ini bertujuan melakukan BIA untuk salah satu sistem informasi organisasi yaitu web portal ABC. Hasil dari BIA nantinya akan digunakan untuk melakukan penilaian perencanaan contingency saat ini. Penelitian ini menggunakan standar kerja dari NIST 800-34 rev.1 Contingency Planning Guide for Federal Information Systems. Standar tersebut memiliki pedoman untuk melakukan BIA kemudian memetakan hasil dari BIA menjadi kontrol perencanaan contingency yang digunakan untuk menilai kondisi perencanaan contingency sistem saat ini. Hasil pelaksanaan BIA menunjukkan web portal ABC memiliki tingkat dampak yang tinggi. Sedangkan hasil dari penilaian kontrol perencanaan contingency menunjukkan masih banyak kegiatan perencanaan contingency yang belum dilakukan dan belum sesuai. Hal ini menunjukkan bahwa perencanaan contingency sistem saat ini belum sesuai dengan standar contingency NIST 800-34 rev.1.

Maintain the availability of information systems services closely related to contingency planning. Business impact Analysis (BIA) is an early stage in contingency planning. From IT Audit's internal data PT XYZ, BIA activities have not been carried out. This condition indicates discrepancy of contingency planning activities by the organization. This research aims to perform BIA for one of the organization's information system which is a web portal ABC. The results of the BIA will be used to assess the current contingency planning. This research uses a standard work of NIST 800-34 Rev.1 Contingency Planning Guide for Federal Information Systems. The standard has guidelines for BIA then map the results of the BIA into contingency planning controls that are used to assess the condition of the current system of contingency planning. The BIA results indicate the web portal BIA ABC has a high level of impact. And the results of the contingency planning assessment indicate there are still a lot of contingency planning activities that have not been done and is not appropriate. This shows that the current system of contingency planning is not in accordance with the NIST 800-34 standard contingency Rev.1.
"
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2014
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Akhmad Indra
"Dibandingkan dengan negara-negara Asia lainnya, Indonesia termasuk diantara negara yang terburuk dalam hal implementasi corporate governance, karena itu tidak mengherankan jika krisis ekonomi di Indonesia termasuk yang paling berat.
Perbankan nasional sebagai garda terdepan dalam menghadapai volatilitas nilai tukar justru telah menjadi pendorong memburuknya perekonomian akibat sangat minimnya penerapan prinsip - prinsip corporate governance terutama dalam pengelolaan risiko.
Tidak berbeda dengan bank lainnya, implementasi corporate governance dalam pengelolaan Bank BNI juga lemah. Karena itu dalam proses rekapitalisasi Bank BNI, negara-negara donor yang diwakili oleh IMF sangat concern akan pelaksanaan implmentasi corporate governance di Bank BUMN tersebut.
Bahkan akibat ketidak sepahaman antara Bank BNI di satu pihak dan IMF di pihak lain dalam mendefinisikan corporate governance secara operasional, Rekapitalisasi Bank BNI sempat mengalami beberapa kali penundaan. Hal ini dapat terjadi akibat belum adanya rumusan ideal dari implementasi corporate governance di Indonesia serta berbagai kendala lapangan yang dihadapi.
Luasnya cakupan yang dapat dikatagorikan kedalam corporate governance, menyebabkan sudut pandang masing-masing pihak terhadap implementasi corporate governance juga berbeda-beda. Oleh karena itu guna memudahkan manajemen perusahaan di Indonesia dalam merumuskannya dipandang perlu untuk membuat pendekatan yang mudah di pahami.
Salah satu pendekatan yang cukup representatif dan telah teruji baik secara teori maupun praktek dalam manajemen perbankan intemasional adalah melalui pendekatan peran stakeholders.
Untuk itu, dengan fokus penelitian pada peran masing-masing stakeholders dalam pengelolaan risiko di Bank BNI, penulis mencoba untuk merumuskan bagaimana sebenarnya implementasi corporate governance di Indonesia, serta berbagai kendala yang dihadapi jika peran tersebut diimplementasikan. Pemilihan pengelolaan risiko sebagai area implementasi di dasari oleh pengalaman perbankan dalam menghadapi volatilitas pasar pada tahun 1997.
Untuk memudahkan pelaksanaan analisa, maka terlebih dahulu dirumuskan seperti apa peran yang dianggap ideal. Perumusan ini dilakukan dengan mencontoh pelaksanaan corporate governance pada perbankan di negara-negara maju dengan melakukan berbagai penyesuaian agar sesuai dengan infrastruktur yang ada di Indonesia. Pelaksanaan analisa sendiri dilakukan dengan dua tahap. Tahap pertama adalah membandingkan partisipasi stakeholders di Bank BNI dengan peran ideal seperti yang telah dirumuskan sebelumnya, sedangkan berikutnya di analisa bagaimana sebaiknya pengambilan keputusan dilaksanakan agar sesuai dengan prinsip-prinsip corporate governance.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa di samping faktor yang controlable oleh manajemen, masih terdapat banyak kendala/permasalahan yang diluar kemampuan perusahaan untuk mengatasinya, kondisi ini tentunya tidak hanya menghambat pelaksanaan corporate governance di Bank BNI namun juga seluruh perbankan. Sebagai contoh misalnya adalah permasalahan perundang-undangan. Guna memperbaiki posisi Indonesia agar tidak lagi menjadi negara yang buruk dalam implementasi corporate governance maka diharapkan pemerintah (eksekutif, legeslatif dan yudikatif) dapat mendorong terciptanya infrastruktur seperti yang dibutuhkan."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2001
T3070
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rizal Munadi
"Dalam kurun sepuluh tahun terakhir, pertumbuhan bisnis dan industri satelit menunjukkan perkembangan yang sangat cepat. Peluncuran dan kapasitas satelit terus meningkat sesuai dengan kebutuhan jasa telekomunikasi sateIit. Salah satu operator satelit di Indonesia, PT SATELINDO, memulai mengoperasikan jasa ini dengan menyewa transponder secara temporer pada satelit PALAPA B2P dan kemudian meluncurkan dan mengoperasikan dua satelit sendiri, PALAPA C1 dan C2_ Dalam pengoperasiannya, satelit C1 mengalamigangguan sehingga, PT SATELINDO hanya mengoperasikan satu satelit, PALAPA C2. Jasa telekomunikasi satelit yang dilayani menggunakan C-band dan Ku-band untuk area cakupan pemakaian domestik, regional dan internasional.
Bisnis satelit merupakan bisnis yang mempunyai risiko yang tinggi. Dalam semua tahapan bisnis satelit, dari desain hingga pengoperasian mempunyai risiko yang perlu diantisipasi. Kegagalan satelit C1 merupakan kasus yang perlu dianlisipasi bagaimana risiko dapat mempengaruhi bisnis sate|it. Untuk itu, diperlukan upaya dukungan manajemen dalam meminimalisasi kemungkinan yang tidak diharapkan dengan melakukan analisis risiko. Aspek risiko ini dapat dinilai terhadap beberapa indikator, diantaranya clari Sumber Daya Manusia, Teknologi, Lingkungan, Teknis Pengoperasian SateIit.
Dalam makalah ini, analisis dilakukan terhadap aspek teknologi dan aspek Iingkungan, yaitu stabilitas dan regulasi. Analisis kuesioner dengan respondennya karyawan direktorat satelit PT SATELINDO memberikan suatu pola penanganan risiko sesuai clengan kriteria yang telah ditetapkan. Hasil analisis, metode risiko yang dapat digunakan pada bisnis salelit pada kasus PT SATELINDO adalah asuransi dan pengenda|ian.

In last ten year, satellite business and industries growth shows a faster development. Satellite launch and capacity increase as a good demand in satellite telecommunication services. One of satellite operators in Indonesia, PT SATELINDO, starts to operate this services by leasing temporary transponder from PALAPA B2P satellite and soon launch and operate by their own satellite, PALAPA C1 and C2. In its operations, PALAPA C1 had failure to operate until its life time end, thus PT SATELINDO only operate one satellite, PALAPA C2. ln their operation, PT SATELINDO offers satellite telecommunication services using C-band and Ku-band for domestic, regional and international coverage area.
Satellite business is a business with high risk. In all satellite business steps, from design to operational have to anticipate any risk possibilities. Satellite C1 failure is a case how the risk could influence the satellite business. For that reason, supporting management style to minimize any worst possibilities that could influence the business by doing risk analysis. These risk aspect could be assessing toward some indicators such as Human Resources, Technology, Environment, Satellite Operation Engineering.
In this paper, the analysis is done only to environmental aspect, stability and regulation and technology aspect. Questionnaire analysis with respondent from employee of Satellite directorate PT SATELINDO gives a risk exposure pattern by using definite criteria. The result of this analysis, we could use risk method for satellite business in case of PT SATELINDO such as, Insurance, and Prevention.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2000
T4768
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
R. Apip Miptahudin
"Pada tahun 2006 pertumbuhan bisnis operator telekomunikasi di Indonesia mengalami saturasi. Hal ini mendorong operator untuk mengimplementasikan layanan data berbasis teknologi 3G yang diramalkan akan kembali meningkatkan pertumbuhan dan diperkuat oleh kajian akademis yang mengindikasikan layaknya bisnis ini diimplementasikan. Hingga tahun 2013, pertumbuhan bisnis industri ini tidak terjadi dan tidak sesuai dengan hasil peramalan. Tesis ini bertujuan melakukan evaluasi kelayakan implementasi layanan 3G di operator telekomunikasi Indonesia pada tahun 2006-2013 khususnya PT Indosat Tbk, untuk penguatan teori atau asumsi yang digunakan dalam peramalan Indosat. Penelitian ini menggunakan data aktual annual report operator tahun 2006-2013 yang sudah dipublikasikan dan data peramalan pihak ketiga yang dijadikan acuan dan diolah dalam penelitian sebelumnya. Hasil evaluasi kelayakan implementasi 3G pada bisnis telekomunikasi seluler di indonesia tahun 2006-2013 dapat memperkuat teori dan asumsi yang dipergunakan dalam penelitian tersebut.

In 2006 growth in the Indonesian telecommunications operators experiencing saturation. This prompts the operator to implement 3G technology-based data services are Peramalan to again increase growth and reinforced by academic studies that indicate a business like this is implemented. Until the year 2013, the growth of this industry is not the case and not in accordance with the results of Peramalaning. This thesis aims to evaluate the feasibility of the implementation of 3G services in telecom operators in Indonesia in 2006-2013, especially PT Indosat Tbk, for strengthening the theory or assumptions used in the previous study. This study uses actual data carrier in 2006-2013 annual report that has been published and the data Peramalaning third parties referenced and has been treated in previous research. The results of the evaluation of the feasibility of the implementation of 3G mobile telecommunications business in Indonesia in 2006-2013 to strengthen the theory and assumptions used in the study."
Jakarta: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2014
T42881
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Purba, Imam Purnama
"Analisa mengenai penerapan audit berbasis risiko (Risk Based Audit) oleh kepatuhan intemal pada perusahaan bank dengan studi kasus pada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dalam tesis ini dilakukan dengan cara sebagai berikut: (1) Menganalisa terhadap tahapan risk assessment dalam risk based audit (2) Menganalisa terhadap identifikasi dan kesesuaian risk factor yang digunakan
sebagai representasi indikator-indikator dalam menetapkan tingkat risiko dari auditable activities. (3) Menganalisa terhadap perhitungan risk score dalam risk based audit. Kepatuhan internal BNI menggunakan pengertian dan maksud review dengan lebih luas, maka terminologi review menjadi dapat disamakan dengan audit dan bukan dalam pengertian yang terbatas sebagai bagian dari prosedur audit lagi
Analysis on risk based audit implementation by intemal compliance in the company bank, case study in PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk in this thesis was performed by the following means: (1) Analyzing risk assessment stage in risk based audit (2) Analyzing the identification and appropriateness of risk factor used as indicators represcntative in determining risk level of the auditable activities (3) Analyzing risk score calculation in risk based audit. For the internal compliance BNI uses the understanding and meaning of review in broader term thus review terminology may be equalized with audit and not in its limited meaning as part of another audit procedure."
Jakarta: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2009
T-pdf
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>