Ditemukan 83849 dokumen yang sesuai dengan query
Winda Ayu Febriyanti
"Penelitian ini membahas tentang ada atau tidaknya pengaruh antara tingkat kesadaran muslim terhadap kehalalan merek bernuansa islami dan bahan kandungan dalam produk terhadap minat beli umat muslim di Depok. Pengumpulan data menggunakan teknik accidental sampling secara offline. Dari pengumpulan dan pengolahan data dengan program IBM SPSS Statistic 22 yang dilakukan terhadap 100 responden masyarakat kota Depok dapat ditemukan bahwa merek bernuansa islami memiliki pengaruh signifikan terhadap minat beli konsumen muslim sedangkan tingkat kesadaran terhadap kehalalan dan bahan kandungan dalam produk tidak memiliki pengaruh yang signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa di Indonesia masyarakat muslimnya belum terlalu sadar akan kehalalan dan belum peduli terhadap bahan kandungan dari produk yang dikonsumsinya dan sebagai gaya hidup Di Indonesia juga ditemukan bahwa jika pelaku industri khususnya pabrik non muslim ingin diterima oleh konsumen muslim Indonesia maka dengan menampilkan brand bernuansa islami konsumen muslim di Indonesia akan percaya bahwa produk tersebut halal mengandung bahan yang aman untuk mereka konsumsi dan mampu meningkatkan minat beli mereka.
This study aimed to investigate the influence muslim's halal awareness islamic brand and product ingredient toward the purchase intention of Muslims in Depok. Data collected using a convenience sample techniques and delivered offline From the collection and processing of data by IBM SPSS Statistics 22 program conducted on 100 respondents from Depok city community. We can be found that the Islamic brand has significant influence toward muslim's purchase intention while the halal awareness and the product ingredients does not have a significant effect. This fact said In Indonesia the Indonesia's muslim is not aware of the halal and they do not care about the product ingredients from what they consume In Indonesia also found that if the industry especially non muslim's manufacturer wants to be accepted by Indonesia's muslim consumers then by displaying. Islamic brand Indonesia's muslim consumers in Indonesia will believe that the product is halal contain ingredients that are safe for their consumption and able to increase their purchase intention."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2016
S61642
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Redo Nugroho
"Tingginya permintaan pangan halal memberikan peluang bagi produsen pangan halal khususnya di Indonesia untuk memperluas pasarnya baik di dalam negeri maupun luar negeri. Saat ini, halal tidak lagi didefinisikan sebagai kewajiban agama, tetapi dianggap sebagai standar pilihan bagi umat Islam dan non-Muslim di seluruh dunia, sehingga sangat potensial untuk menjangkau konsumen non-Muslim sebagai pasar baru makanan halal, termasuk makanan kemasan. Tujuan dari tugas akhir ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen non muslim dalam pembelian kemasan makanan berlogo halal. Responden penelitian adalah masyarakat non muslim yang pernah membeli makanan kemasan berlogo halal di Jabodetabek. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Structural Equation Modeling (SEM) dengan menggunakan software Lisrel 8.8 untuk menganalisis pengaruh faktor perseptual yang berhubungan dengan keselamatan, kesehatan, norma subyektif dan persepsi pengendalian perilaku terhadap sikap. Selain itu, peneliti juga menganalisis pengaruh faktor sikap, norma subyektif, persepsi pengendalian perilaku, sertifikasi halal dan faktor promosi pemasaran terhadap niat beli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya faktor safety, health, dan perceived behavioral control yang mempengaruhi sikap, sedangkan faktor sikap, sertifikasi halal dan promosi pemasaran yang mempengaruhi niat membeli.
The high demand for halal food provides opportunities for halal food producers, especially in Indonesia, to expand their market both domestically and abroad. Currently, halal is no longer defined as a religious obligation, but is considered the standard of choice for Muslims and non-Muslims around the world, so it has great potential to reach non-Muslim consumers as a new market for halal food, including packaged food. . The purpose of this final project is to determine the factors that influence non-Muslim consumers in purchasing food packaging with the halal logo. Research respondents are non-Muslim people who have bought packaged food with the halal logo in Jabodetabek. The analysis used in this research is Structural Equation Modeling (SEM) using Lisrel 8.8 software to analyze the influence of perceptual factors related to safety, health, subjective norms and perceptions of behavior control on attitudes. In addition, researchers also analyzed the influence of attitudinal factors, subjective norms, perceptions of behavior control, halal certification and marketing promotion factors on purchase intention. The results showed that only safety, health, and perceived behavioral control factors influenced attitudes, while attitudes, halal certification and marketing promotion factors influenced purchase intentions."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas IndonesiaE, 2019
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Asih Untari
"
ABSTRACTSkripsi ini mengacu kepada penelitian yang pernah dilakukan peneliti di Malaysia dengan sampel konsumen non-Muslim dari berbagai daerah di Malaysia. Tujuan skripsi adalah mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen non-Muslim dalam melakukan pembelian makanan kemasan berlogo halal. Data dikumpulkan melalui self-admistrated questionna. Responden penelitian adalah masyarakat non-Muslim yang pernah membeli makanan kemasan berlogo halal. Analisis yang digunakan dalam penelitian adalah Structural Equation Modelling (SEM) menggunakan SmartPLS untuk menganalisis pengaruh faktor attitude, subjective norm, perceived behavioral control, halal logo dan halal marketing pada purchase intention dan purchase behavior. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya faktor subjective norm, halal logo dan halal marketing yang mempengaruhi purchase intention yang kemudian mempengaruhi purchase behavior. Sedangkan perceived behavioral control hanya mempengaruhi langsung purchase behavior.
ABSTRACTThis research is adopted from previous study conducted by Malaysian researcher using non-Muslim consumer sample from various regions in Malaysia. The objective of this research is to determine factors those affecting purchase behavior of non-Muslim consumers on halal packaged food. Data was collected from self-adminstrated questionnaire from non-Muslim consumers who have purchased halal packaged food. A Structural Equation Modelling (SEM) using SmartPLS is used to analyze the effect of attitude, subjective norm, perceived behavioral control, halal logo and halal marketing on purchase intention and purchase behavior. This research finds that only subjective norm, halal logo and halal marketing that affect purchase intention which later affects purchase behavior. Meanwhile perceived behavioral control only directly affects purchase behavior."
2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Widyarini Sekar Adhiningrum
"Saat ini industri halal atau syariah sedang berkembang pesat di seluruh dunia, seperti pada sektor makanan, keuangan, fesyen, farmasi, kosmetik, media dan rekreasi, serta pariwisata. Makanan menjadi salah satu sektor yang paling menarik lantaran istilah makanan halal identik dengan budaya Muslim. Meski demikian, makanan halal telah memiliki tempatnya tersendiri bagi kalangan masyarakat non-Muslim, termasuk di Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Makanan halal dinilai sejalan dengan jaminan kesehatan konvensional. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk meneliti faktor yang memengaruhi konsumen non-Muslim di Indonesia dalam melakukan pembelian kembali makanan dari restoran halal berbahan daging. Responden dalam penelitian ini adalah masyarakat non-Muslim yang berusia lebih dari 17 tahun dan pernah melakukan pembelian setidaknya dua kali dalam setahun terakhir pada makanan berbahan daging dari restoran halal. Penelitian ini menggunakan software SmartPLS 3 untuk melihat pengaruh halal food knowledge, attitude, subjective norm, dan perceived behavioral control terhadap repurchase intention makanan restoran halal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa halal food knowledge tidak berpengaruh secara langsung terhadap repurchase intention. Sedangkan attitude, subjective norm, dan perceived behavioral control berpengaruh langsung terhadap repurchase intention. Ketiganya juga memediasi hubungan halal food knowledge dengan repurchase intention.
Nowadays, the halal or sharia industries are developing rapidly throughout the world, such as in food, finance, fashion, pharmaceuticals, cosmetics, media and recreation, and tourism sector. Food is one of the most attractive sectors because the term halal food is related to Muslim culture. However, halal food has its place for non-Muslims, including in Indonesia where the majority of the population are Muslims. Halal food is in accordance with conventional health insurance. Therefore, the objective of this study is to determine the factors that influence repurchase intention of non-Muslim consumers in Indonesia for meat-based food from halal restaurants. Respondents in this study are non- Muslims whose age more than 17 years who had purchased meat-based food from halal restaurants at least twice in the past year. This study used SmartPLS 3 software to see the effect of halal food knowledge, attitude, subjective norm, and perceived behavioral control on repurchase intention of food from halal restaurants. The results showed that halal food knowledge has no direct effect on repurchase intention. Meanwhile, attitude, subjective norm, and perceived behavioral control have direct relationship with repurchase intention. The three also mediate the relationship between halal food knowledge and repurchase intention."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2021
S-Pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Laudza Rakin Taufiq
"
ABSTRAKTingginya permintaan terhadap produk kosmetik halal memberikan peluang bagi produsen kosmetik, khususnya di Indonesia, untuk memperluas pasar mereka di dalam negeri maupun di luar negeri. Saat ini, halal tidak lagi hanya diartikan sebagai kewajiban agama, tetapi sudah dianggap sebagai standar pilihan baik bagi konsumen Muslim maupun non-Muslim di seluruh dunia, sehingga terdapat potensi yang besar untuk menjangkau konsumen non-Muslim sebagai pasar baru untuk produk kosmetik halal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi konsumen non-Muslim dalam melakukan pembelian produk kosmetik halal. Responden dalam penelitian ini adalah konsumen non-Muslim yang pernah membeli dan menggunakan produk kosmetik halal di Indonesia. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian adalah Structural Equation Modelling (SEM) menggunakan software Lisrel 8.8 untuk menganalisis pengaruh faktor persepsi terkait safety pada attitude, dan juga faktor Theory of Planned Behavior (attitude, subjective norm, perceived behavioral control) dan 4Ps Marketing Mix (product, price, promotion, dan place) sebagai variabel yang memengaruhi repurchase intention produk kosmetik halal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor safety memengaruhi attitude, dan dari empat bauran pemasaran, hanya product dan promotion yang memengaruhi repurchase intention pada konsumen non-Muslim dalam pembelian produk kosmetik halal.
ABSTRACTThe high demand for halal cosmetic products provides opportunities for cosmetic manufacturers, especially in Indonesia, to expand their markets domestically and global. At present, halal is no longer only interpreted as a religious obligation, but has been considered a standard of choice for both Muslim and non-Muslim consumers worldwide, so there is great potential to reach out to non-Muslim consumers as a new market for halal cosmetic products. The purpose of this study was to determine the factors that influence non-Muslim consumers in purchasing halal cosmetic products. Respondents in this study are non-Muslim consumers who have bought and used halal cosmetic products in Indonesia. The analytical method used in this research is Structural Equation Modeling (SEM) using Lisrel 8.8 software to analyze the influence of perception factors related to safety on attitude, and also Theory of Planned Behavior factors (attitude, subjective norm, perceived behavioral control) and 4Ps Marketing Mix (product, price, promotion, and place) as variables that influence the repurchase intention of halal cosmetic products. The results showed that the safety factor affects attitude, and from the 4Ps Marketing Mix, only product and promotion affect the repurchase intention of non-Muslim consumers toward purchasing halal cosmetic products."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Aghnia Putriningrum
"Atribut ramah halal merupakan indikator penting untuk memenuhi kebutuhan wisatawan Muslim. Hal ini diperlukan dalam pengembangan pariwisata ramah halal, terutama bagi destinasi dengan mayoritas penduduk non-Muslim. Destinasi non-Muslim mungkin akan kesulitan dalam menyediakan atribut ramah halal karena mayoritas penduduknya tidak menerapkan nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Namun, perkembangan wisatawan Muslim mendorong destinasi non-Muslim untuk mengembangkan atribut ramah halal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh atribut ramah halal terhadap destination image, customer engagement, dan loyalitas wisatawan Muslim Indonesia. Survei daring dilakukan kepada wisatawan Muslim Indonesia yang pernah mengunjungi Singapura, Bangkok, atau Tokyo dalam dua tahun terakhir. Analisis data pada penelitian ini menggunakan software SPSS dan AMOS dengan metode pengolahan data Structural Equation Modelling (SEM) untuk menguji variabel penelitian terhadap 408 responden. Hasil penelitian memperlihatkan atribut ramah halal berpengaruh positif terhadap destination image, customer engagement, dan loyalitas wisatawan Muslim Indonesia. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa customer engagement memediasi hubungan antara destination image dan loyalitas, serta terdapat peran moderasi dari kelompok destinasi (Singapura, Bangkok, dan Tokyo) dalam hubungan di antara variabel.
Halal-friendly attributes are an important indicator to meet the needs of Muslim tourists. This is necessary in developing halal-friendly tourism, especially for non-Muslim destinations. Non-Muslim destinations may find it difficult to provide halal-friendly attributes since they do not implement Islamic values in their daily lives. However, the development of Muslim tourists encourages non-Muslim destinations to develop halal-friendly attributes. This study aims to see the effect of friendly attributes on destination image, customer engagement, and loyalty of Indonesian Muslim tourists. The survey was conducted on Indonesian Muslim tourists who have visited Singapore, Bangkok, or Tokyo in the last two years. The data were analyzed using SPSS and AMOS with the Structural Equation Modelling (SEM) method to test the relationship among the research variables using 408 respondents. The results showed that halal-friendly attributes positively influence destination image, customer engagement, and loyalty of Indonesian Muslim tourists. The results also showed that customer engagement mediates the relationship between destination image and loyalty, and there is a moderating role of destination groups (Singapore, Bangkok, and Tokyo) in the relationship between variables."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Sela Melenia Puspa A
"Daerah wisata ramah muslim di Indonesia semakin berkembang seiring dengan peningkatan jumlah populasi umat muslim. Indonesia merupakan salah satu negara terbaik yang menyediakan wisata ramah muslim tingkat dunia. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, menyatakan akan terus mengembangkan daerah wisata ramah muslim yang dapat menyediakan layanan dan fasilitas untuk wisatawan muslim, namun tidak lepas dari wisatawan non-Muslim. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa perbandingan persepsi wisatawan muslim dan non-Muslim terhadap revisit intention. Pada penelitian ini juga menggunakan variabel moderasi religious faith untuk wisatawan muslim dan non-Muslim. Peneliti melakukan pengambilan sampel data menggunakan self-administered questionnaire dan mendapatkan 285 responden yang diolah menggunakan SEM-PLS dengan software SmartPLS 4.0. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi bagi pelaku industry pariwisata untuk memaksimalkan potensi dan keunggulan yang dimiliki oleh provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Barat, dan Sulawesi Selatan.
The development of Muslim-friendly tourist destinations in Indonesia is growing in line with the increasing Muslim population. Indonesia is one of thebest countries that provides world-class Muslim-friendly tourism. The Ministry of Tourism and Creative Economy of the Republic of Indonesia states that it will continue to develop Muslim-friendly tourist areas that can provide services and facilities for Muslim travelers while also welcoming non-Muslim tourists. This research was conducted to analyze the comparative perceptions of Muslim and nonMuslim tourists towards revisit intention. The study also incorporates the moderating variable of religious faith for both Muslim and non-Muslim tourists. The researcher collected data samples using a self-administered questionnaire and obtained 285 respondents, which were analyzed using SEM-PLS with SmartPLS 4.0 software. The findings of this research can be used as a reference for tourism industry practitioners to maximize the potential and advantages of West Java, Central Java, East Java, DKI Jakarta, West Nusa Tenggara, West Sumatra, and South Sulawesi provinces."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Galih Adri Sahasika
"Industri halal merupakan salah satu industri yang berkembang paling pesat di pasar global. Hal ini didukung dengan pertumbuhan populasi muslim yang tinggi menjadikan industry halal semakin menjanjikan. Dalam industry halal, peran logo halal memainkan peran penting terutama pada sector makanan halal. Muslim secara umum diperintah untuk selalu mengkonsumsi makanan yang halal. Dengan adanya logo halal konsumen muslim bisa mengidentifikasi mana yang telah menerapkan Syariah Islam dan mana yang belum sehingga mereka bisa mengetahui produk siapa yang aman untuk di konsumsi. Pada kenyataannya konsumen dari industri halal tidak hanya orang muslim saja tetapi ada juga konsumen non muslim. Penelitian ini ingin mengidentifikasi pengaruh dari logo halal pada reputasi yang dirasakan, kepercayaan pelanggan dan loyalitas pelanggan pada restoran cepat saji. Penelitian ini juga ingin mengidentifikasi perbedaan antara kedua kelompok konsumen yaitu konsumen muslim dan non muslim dengan menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM).
The halal industry is one of the fastest growing industries in the global market. This is supported by the high Muslim population growth which makes the halal industry more promising. In the halal industry, the role of the halal logo plays an important role especially in the halal food sector. Muslims in general are ordered to always consume halal food. With the halal logo, Muslim consumers can identify which ones have implemented Islamic Sharia and which have not, so they can find out whose products are safe for consumption. In fact consumers of the halal industry are not only Muslims but there are also non-Muslim consumers. This study wants to identify the effect of the halal logo on perceived reputation, customer trust and customer loyalty in fast food restaurants. This study also wants to identify the differences between the two groups of consumers namely Muslim and non-Muslim consumers by using the Structural Equation Modeling (SEM) method."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Baiq Hofian Andriana
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi perilaku pembelian konsumen muslim di Indonesia. Penelitian terbagi menjadi dua bagian yaitu situasi A dan B. Situasi A menggambarkan responden membeli makanan di kantin yang belum memiliki sertifikasi halal, sedangkan pada situasi B responden membeli makanan pada brand internasional yang belum memperoleh sertifikasi halal. Menggunakan pendekatan kuantitatif yang mengumpulkan 150 responden pada setiap bagian dengan menggunakan desain penelitian deskriptif. Masyarakat beragama Islam dan memiliki usia diatas 17 tahun menjadi subjek dari penelitian ini. Analisis yang digunakan adalah Structural Equation Model (SEM), menggunakan software Smart-PLS. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan situasi A terkait halal awareness, dan attitude berpengaruh terhadap purchase intention. Pada situasi B, halal awareness berpengaruh positif terhadap purchase intention sedangkan attitude tidak berpengaruh. Halal certification pada dua situasi berpengaruh negatif terhadap purchase intention, dan purchase intention berpengaruh positif terhadap buying behavior.
This research aims to identify the factors influencing the purchasing behavior of Muslim consumers in Indonesia. The study is divided into two parts, namely Situation A and Situation B. Situation A depicts respondents buying food from a canteen without halal certification, while in Situation B, respondents purchase food from an international brand without halal certification. A quantitative approach was used, gathering 150 respondents for each part through a descriptive research design. The subjects of this study were individuals who were Muslims and above 17 years old. The analysis employed Structural Equation Model (SEM) using Smart-PLS software. Based on the research findings, it was revealed that in Situation A, halal awareness and attitude had an impact on purchase intention. In Situation B, halal awareness had a positive impact on purchase intention, while attitude did not have an impact. Halal certification had a negative influence on purchase intention in both situations, and purchase intention had a positive impact on buying behavior."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Mahmud, Musthafa
Bandung: Risalah, 1985
297.272 MAH ht
Buku Teks SO Universitas Indonesia Library