Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 145396 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Rizky Amelia
"Pekerjaan merupakan hal penting untuk seseorang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya, namun lapangan pekerjaan yang tersedia tidak sesuai dengan jumlah pelamar yang ingin mendapatkan pekerjaan. Adanya perkembangan moda transportasi yang mengarah pada sebuah transportasi berbasis online justru membuka adanya lapangan pekerjaan baru. Penelitian ini bermaksud untuk melihat bahwa peran jaringan offline dirasa penting bagi seseorang unutk memperoleh sebuah pekerjaan tersebut, walaupun pekerjaan itu menerima rekrutmen online. Studi ini menemukan bahwa suatu jaringan sosial dapat berperan untuk mendorong seseorang dalam memperoleh suatu pekerjaan dalam konteks masyarakat jaringan yang membuat kesejahteraan ekonomi sesorang semakin besar melalui peningkatan pada ekonomi. Peran jaringan juga dapat meningkatkan solidaritas sosial dengan sesama rekan seprofesi. Peneliti memilih daerah Jakarta, karena kasus yang akan diangkat dalam penelitian ini merupakan fenomena yang baru dan sedang terjadi di Jakarta, sehingga penelitian ini berada di Jakarta. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam dengan menetapkan beberapa kriteria dalam pemilihan informan, berdasarkan kriteria tersebut informan yang sesuai dapat dipilih dan dijadikan sebagai narasumber dalam penelitian ini.
Job is necessary so that people can fulfill their needs, but the job availability is not in accordance with the number of applicants. The development of transportation nowadays that leads to online based transportation actually opens jobs. This research heads for understanding that roles of offline network is important for people who would like to apply for the jobs although the company has online recruitment. This study finds that social network plays a role to lead someone to get a job in terms of the network society that enhances someone economic welfare through the development of economy. The role of network could also enhance social solidarity for people who have the same jobs. Researcher chose Jakarta because a case that would be pointed is a new phenomenon and is happening in Jakarta so that the research would be conducted in Jakarta. Researcher used qualitative approach by doing interview, before doing the interview researcher determined some criterion to choose the informants. The chosen informants would be chosen as interviewees for this research."
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2016
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Nurizati
"Di era perdagangan bebas saat ini semua jenis industri akan bersaing, baik produk merek lokal maupun internasional. Namun terdapat perusahaan pemula yang memproduksi merek lokal mampu berkembang dan menembus pasar internasional. Penulis memandang perusahaan tersebut memiliki jaringan sosial yang luas dengan berbagai macam jenis industri maupun organisasi lain. Argumen utama studi ini adalah individu atau organisasi yang memiliki posisi di rongga struktur memainkan peran penting dalam mendorong perkembangan perusahaan. Posisi tersebut dapat menghubungkan antara kelompok yang tidak terhubung satu sama lain dan mendorong tumbuhnya jaringan bisnis yang lebih luas. Studi ini berupaya memperkaya prinsip jaringan sosial yang dikemukakan oleh Granovetter. Berbeda dengan argumen pada studi-studi sebelumnya yang menyatakan bahwa kunci sukses perkembangan perusahaan karena adanya strategi manajemen perusahaan dan budaya organisasi yang baik, inovasi produk, dan berjejaring dengan kelompok yang memproduksi produk lokal lainnya. Studi ini mengungkapkan bahwa adanya aktor di posisi strategis yang dapat menghubungkan perusahaan ke berbagai jenis industri dan organisasi lain. Sehingga perusahaan dapat terhubung dengan jaringan yang lebih luas lagi dan mendorong perkembangan perusahaan. Jaringan sosial yang dibangun oleh perusahaan memiliki peran dalam menciptakan suatu produk, meningkatkan kualitas dan inovasi produk, serta pemasaran produk melalui kerja sama dengan berbagai jenis organisasi atau industri lainnya. Melalui metode kualitatif dalam bentuk studi kasus, data dikumpulkan dengan wawancara mendalam, observasi, dan data sekunder yang terkit.
In an era of free trade nowadays, all kinds of industries will compete, whether they are local or international companies. This study focuses on a growing start-up company produces goods with a local brand and capable of reaching international market. The author sees that this company has an extensive social network with various other industries or organizations. The main argument of this study is that an individual or an organization that fills a position in structural holes plays an important role in pushing the company towards development. This position creates a connection between groups that were formerly not connected to and pushes the creation of broader network of business. This study tries to enrich concepts of social network put forward by Granovetter. This is in contrast to previous studies which established theses that good management strategy and organizational culture, product innovation, and networking with fellow local manufacturer are the keys success in company development. It reveals that an existence of an actor in strategic positions can connect his or her company to many kinds of industries and other organization, resulting in broader company development. Social network developed by the company has a role in creating a product, improving quality and innovation of product, and marketing of product through partnership with various other organizations or industries. Through qualitative methods in a form of case study, data were collected through in-depth interview, observations, and other related secondary data."
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2016
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
A. Malina Az Zahra
"ABSTRAK
Manusia adalah makhluk yang bergerak berdasarkan kebutuhannya dalam hidup.
Dalam rangka pemenuhan kebutuhan, manusia memerlukan sumber daya yang
jumlahnya terbatas. Kondisi ini membuat kompetisi menjadi suatu keniscayaan
yang sulit dielakkan. Untuk meraih sumber daya yang diinginkan, manusia tidak
bergerak secara individual melainkan melalui kerjasama dengan berbagai manusia
lainnya hingga membentuk suatu jaringan sosial. Kegiatan pasar kaget telah
menempati kawasan perumahan Grand Depok City selama lebih dari enam tahun.
Jaringan sosial yang terbentuk dari kompetisi penguasaan lahan di kawasan yang
ditempati pasar kaget terbagi menjadi dua pengelompokan yang saling
berlawanan yaitu “pro pasar kaget” dan “kontra pasar kaget”. Keduanya
menghubungkan individu di dalamnya dengan “koordinasi” melalui pengaktifan
persamaan dan perbedaan dalam rangka persiapan kerja sama untuk meraih
sumber daya lahan. Hal ini dilihat melalui penelusuran interaksi sosial yang
tergambarkan melalui pertukaran barang/jasa yang terjadi di dalamnya.
Barang/jasa yang ditawarkan dalam proses pertukaran memiliki nilai yang
disepakati oleh orang-orang yang melakukan transaksi. Interaksi yang melibatkan
pertukaran ini membentuk ikatan di antara para pelaku meskipun tidak semua
ikatan menjadi setara tetapi juga hubungan yang hierarkis seperti hubungan
patron-klien. Para aktor bisa terhubung dengan aktor lainnya melalui lebih dari
satu jenis hubungan bahkan yang hierarkis dan yang setara sekaligus sehingga
menghasilkan hubungan multipleksitas.

ABSTRACT
Human acts as he fulfills his needs in life. Fulfillment of a need requires a
resource which amount is limited. This condition makes competition becomes
inevitable. To achieve the desired resource, humans did not move individually
except through cooperation with various other human beings to form a social
network. Pasar kaget activity has been occupying Grand Depok City residential
area for over six years. The social network that is formed from the competition of
land mastery in the area of the market is divided into two opposite groupings,
namely “pro pasar kaget” and “contra pasar kaget”. Both groupings connect
individuals in it with “coordination” through activation of similarity and
dissimilarity in order to prepare the cooperation to reach the resources. This has
been seen by tracking social interactions that are captured through exchange of
goods/services within it. Goods/services offered in the exchange process has a
value that is aggreed by the transacting parties. Interactions that involved this
exchange generated ties among the actors although not all ties becomes equivalent
but also the hierachical relations such as patron-client relations. The actors could
connect with other actors through more than one kind of relationship even
hierarchical and solidarity simultaneously so that it produce multiplexity
relationship."
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2014
S57532
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Al Habsyi
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran consumer hope dalam menjelaskan hubungan perceived value dengan goal attainment, satisfaction, trust, dan commitment serta pengaruh moderasi customer goal attainment terhadap hubungan consumer hope dengan satisfaction, trust, dan commitment pada konteks pembelian melalui ritel online. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penduduk Indonesia berusia 18 tahun ke atas dan sering membeli produk fashion atau beauty secara online selama setahun terakhir. Data yang berhasil dikumpulkan adalah sebanyak 943 responden yang kemudian diolah menggunakan metode structural equation modeling (SEM). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perceived brand value quality, price, social, dan emotional memiliki peran penting terhadap consumer hope. Penelitian ini juga menunjukkan consumer hope berperan penting terhadap konsekuensi positif hubungan konsumen-brand. Selain itu, goal attainment juga terbukti memoderasi secara positif hubungan antara consumer hope dan customer commitment namun tidak pada customer satisfaction dan customer trust. Saran manajerial dan penelitian selanjutnya dibahas dalam penelitian ini.

This study aims to determine the role of consumer hope in explaining the relationship of perceived value with goal attainment, satisfaction, trust, and commitment as well as the impact of customer goal attainment moderation on the relationship of consumer hope with satisfaction, trust, and commitment in the context of purchasing through online retail. The sample used in this study is that Indonesian citizens aged 18 years and over and often buy fashion or beauty products online for the past year. Data were collected from 943 respondents who were then processed using structural equation modeling (SEM). The results of this study indicate that perceived brand value quality, price, social, and emotional have an important role in consumer hope. This study also shows that consumer hope plays an important role in the positive consequences of consumer-brand relationship. In addition, goal attainment is also proven to positively moderate the relationship between consumer hope and customer commitment, but not to customer satisfaction and customer trust. Managerial implications and further research are discussed in this study.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia , 2020
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Bunga Ghassani
"[Pertumbuhan social networking sites (SNSs) telah memunculkan paradigma baru dari e-commerce yang disebut social commerce (s-commerce). Social commerce merupakan cabang dari e-commerce yang memungkinkan konsumen untuk dapat saling berinteraksi dengan difasilitasi oleh media sosial maupun interaksi sosial antar konsumen. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh karakteristik social commerce (s-commerce) yang terdiri dari reputation, size, information quality, transaction safety, communication, economic feasibility, WOM referrals terhadap consumer's trust dan trust performance (purchase
intentions dan WOM intentions) dengan menggunakan studi kasus Groupon Indonesia yang merupakan situs s-commerce berbentuk group-buying. Responden dari penelitian ini adalah orang-orang yang sudah pernah membuka/browsing
situs Groupon Disdus/Groupon Indonesia dalam kurun waktu 2 (dua) tahun terakhir, namun belum pernah melakukan pembelian pada situs s-commerce tersebut. Metode pengolahan data yang digunakan adalah Structural Equation
Modelling (SEM). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa reputation, information quality, transaction safety dan communication tidak memiliki pengaruh positif terhadap consumer's trust. Sedangkan, size, economic feasibility
dan WOM referrals memiliki pengaruh positif terhadap consumer's trust. Kemudian, consumer's trust memiliki pengaruh positif terhadap purchase intentions dan WOM intentions.

The growth of social networking sites (SNSs) has given rise to a new paradigm of e-commerce called social commerce (s-commerce). Social commerce is a subset of e-commerce which enables consumers to interact each other via social media or even by social interaction among them. This study aims to analyze the effects of social commerce's (s-commerce) characteristics which consist of reputation, size, information quality, transaction safety, communication, economic feasibility, WOM referrals towards consumer's trust and trust performance (purchase
intentions and WOM intentions) on group-buying site (Groupon Indonesia) as the case study. Respondents of this research are those who have browsed Groupon Disdus/Groupon Indonesia site within the last two (2) years, but have never made any purchasement on this site. Structural Equation Modeling (SEM) is used to process the data. The results of this research show that reputation, information
quality, safety and communication transaction have no positive effects on consumer's trust. Meanwhile, size, economic feasibility and WOM referrals have positive effects on the consumer's trust. Furthermore, the consumer's trust has positive effect on both purchase intentions and WOM intentions.;The growth of social networking sites (SNSs) has given rise to a new paradigm of e-commerce called social commerce (s-commerce). Social commerce is a subset of e-commerce which enables consumers to interact each other via social media or even by social interaction among them. This study aims to analyze the effects of social commerce's (s-commerce) characteristics which consist of reputation, size, information quality, transaction safety, communication, economic feasibility,
WOM referrals towards consumer's trust and trust performance (purchase intentions and WOM intentions) on group-buying site (Groupon Indonesia) as the case study. Respondents of this research are those who have browsed Groupon Disdus/Groupon Indonesia site within the last two (2) years, but have never made any purchasement on this site. Structural Equation Modeling (SEM) is used to process the data. The results of this research show that reputation, information quality, safety and communication transaction have no positive effects on consumer's trust. Meanwhile, size, economic feasibility and WOM referrals have positive effects on the consumer's trust. Furthermore, the consumer's trust has positive effect on both purchase intentions and WOM intentions., The growth of social networking sites (SNSs) has given rise to a new paradigm of
e-commerce called social commerce (s-commerce). Social commerce is a subset
of e-commerce which enables consumers to interact each other via social media
or even by social interaction among them. This study aims to analyze the effects of
social commerce?s (s-commerce) characteristics which consist of reputation, size,
information quality, transaction safety, communication, economic feasibility,
WOM referrals towards consumer's trust and trust performance (purchase
intentions and WOM intentions) on group-buying site (Groupon Indonesia) as the
case study. Respondents of this research are those who have browsed Groupon
Disdus / Groupon Indonesia site within the last two (2) years, but have never
made any purchasement on this site. Structural Equation Modeling (SEM) is used
to process the data. The results of this research show that reputation, information
quality, safety and communication transaction have no positive effects on
consumer's trust. Meanwhile, size, economic feasibility and WOM referrals have
positive effects on the consumer's trust. Furthermore, the consumer's trust has
positive effect on both purchase intentions and WOM intentions.]
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2016
S61840
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"The economic importance of social interactions not mediated by the market has long been recognized. However, it is only the emergence of network analysis that has supplied a useful method of study. The editors have performed a signal service by their anthology of important articles. They have covered all the major studies and represented well the rapid emergence of a new and important field, to which they have been among the most significant contributors.' - Kenneth Arrow, Stanford University, US.This comprehensive two-volume set brings together important contributions providing fundamental economic analyses of social networks and the central roles they play in many facets of our lives."
Northampton: An Elgar research collection, 2013
302.4 ECO
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Ghrawiraharto Wicaksono
"ABSTRAK
Saat ini kondisi pengemudi ojek daring di Indonesia mengalamai eksploitasi oleh perusahaan dalam bentuk target pencapaian, tarif,dan waktu kerja fleksibel--sehingga tidak memiliki proteksi berupa jaminan kesehatan, pendidikan, dan lainnya. Kondisi ini menyebabkan pengemudi ojek daring belum memiliki status pekerjaan yang jelas. Upaya pengorganisasian secara otonom yang bersifat informal dipilih sebagai siasat sekaligus adaptasi untuk memproteksi dari resiko pekerjaannya. Studi-studi terdahulu berpandangan bahwa pengemudi ojek daring sebagian memilih ikut dalam situs daring, sementara yang lainnya dibentuk berdasarkan bantuan dari elemen masyarakat sipil. Berbeda dengan studi terdahulu, artikel ini melihat proses adaptasi pengemudi ojek daring dalam komunitas dan serikat buruh dalam memperjuangkan hak pengemudi kepada perusahaan dan pemerintahan. Aktivitas tersebut merupakan sebuah cara dari lembaga informal dan formal menyesuaikan norma baru dalam sebuah kerangka institusi. Penelitian ini berpendapat terdapat dua usaha yang dilakukan pengemudi ojek daring yakni mewujudkan komunitas dan ikut organisasi perburuhan. Dengan mengikuti komunitas dan serikat buruh, tercipta sebuah mekanisme yang digunakan untuk menyesuaikan dengan kondisi institusional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara mendalam. Subjek penelitian ini adalah pengemudi ojek daring yang sudah setahun bekerja atau lebih. Lokasi penelitian ini terbatas di daerah Jakarta Timur dengan dua kelompok wadah komunitas di Jakarta Timur serta serikat buruh SPDT FSPMI.

ABSTRACT
Currently online motorcycle taxi drivers are exploited by companies in the form of achievement targets, rates, and flexible work times. Online motorcycle taxi drivers have no protection from companies in the form of health insurance, education and others. This condition causes online motorcycle taxi drivers not to have clear employment status. Organizing efforts are autonomously chosen as a tactic to protect the risk of their work. Previous studies held that online motorbike drivers partially opted for online sites while others were formed based on the involvement of civil society. In contrast to the foregoing, this study looks more at the adaptation process for online motorcycle taxi drivers in communities and trade unions to fight for the rights of drivers to companies and governments. This activity is a way of informal and formal institutions adjusting new norms in an institutional framework. This study argues that there are two attempts by online motorcycle taxi drivers to realize the community and join labor organizations. By following communities and trade unions, a mechanism is created that is used to adapt to institutional conditions. This study uses a qualitative approach with in-depth interview data collection techniques. The subjects of this study were online motorcycle taxi drivers who had worked a year or more. The location of this study is limited to the East Jakarta area with two community groups in East Jakarta and the FSPMI SPDT trade union.
"
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2018
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Feby Febrina
"Perkembangan teknologi membawa perkembangan komunikasi interpersonal , salah satunya online dating yang digunakan untuk mencari pasangan. Menggunakan pendekatan kualitatif, dengan studi literatur dan observasi yang dilakukan kepada 1 pasangan, perempuan WNI berusia 21tahun dan laki-laki WNA berusia 26 tahun, penulisan ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat bagaimana pelaku online dating mengurangi ketidakpastian dalam menjalankan komunikasi hubungan interpersonalnya. Hasil penulisan menemukan bahwa atraksi interpersonal diantara keduanya lebih cenderung kepada faktor personal. Semakin tinggi uncertainty yang dirasakan, semakin sedikit self-disclosure yang dilakukan. Peningkatan pada uncertainty reduction juga terjadi seiring meningkatnya uncertainty.

The development of technology brings interpersonal communcation developments, one of them is online dating that used for seeking partners. Using a qualitative approach, with literature study and observation, that had been done to a couple, 21 years old Indonesian young woman and 26 years old Dutch young Man, this writing aims to see how online dating participant reducing the uncertainty in their interpersonal communication and relationship. The result is that interpersonal attraction between them more likely to be personal factors. The higher the perceived level of uncertainty, the lower self-disclosure is done. The increase in uncertainty reduction also occurred with increasing uncertainty.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2014
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Heidy Octaviani Rachman
"ABSTRACT
Lingkup kajian Arsitektur bukan hanya membahas mengenai lingkungan yang terbangun. Jauh lebih esensial, Arsitektur merupakan seni meruang. Pemahaman mengenai ruang ini membawa seorang sosiolog, Henri Lefebvre, mendefinisikan ruang lebih dalam. Menurutnya, ruang adalah hasil dari aktivitas sosial. Namun di abad ke-21 ini, kehadiran teknologi cukup banyak mengintervensi aktivitas manusia. Kehadiran teknologi bukan hanya mempermudah aktivitas tetapi juga merubah produk ruang sosial. Dari pengamatan terhadap kasus ojek daring, dapat kita simpulkan bahwa benar teknologi yang membantu aktivitas manusia ternyata dapat merubah pembentukan ruang yang terjadi dari segi mental maupun fisik. Ruang sosial terbentuk karena aktivitas sosial masyarakat biasanya terbebas dari konflik, karena secara tidak sadar ataupun disadari terjadi negosiasi ruang. Berbeda dengan ruang sosial yang terbentuk atas bantuan teknologi, ia bisa berkembang dalam waktu yang relatif cepat, tetapi bisa menimbulkan pro dan kontra dari masyarakat sekitar karena kehadirannya yang tidak murni melalui aktivitas sosial.

ABSTRACT
The scope of Architecture study is not only discuss about built environment. More essential, Architecture is art of spatiality. An understanding of space brings a sociologist Henri Lefebvre, defining deeper about space. According to him, the space is the result of social activity. In the 21st century, the presence of sufficient technology intervenes human activity. The presence of technology not only facilitate the activity but also change the product of social space. From the observation of the online taxibike case, we can conclude that the technology that helps human activities, can change the formation of the space that occurs in mental and physical. Social space which formed by community social activities are usually free of conflict, because they shaped consciously or unconsciously by negotiation of space. Unlike the social space which is formed by help of technology, it can develop quickly, but it can be the pros and cons of the surrounding community because his presence is not purely through social activities."
2017
S66057
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>