Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 184907 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Yustia Istiarni
"Kanker prostat merupakan penyakit keganasan yang sering menyerang laki-laki di area perkotaan. Faktor resiko yang menyebabkan timbulnya kanker prostat di area perkotaan diantaranya faktor familial, usia, pola makan, dan kadar hormon testosteron. Masalah keperawatan yang menjadi fokus dalam karya ilmiah ini adalah inkontinensia urin. Salah satu intervensi yang dilakukan untuk mengatasi inkontinensia urin yaitu latihan kegel.
Tujuan dari penulisan karya ilmiah ini adalah untuk menganalisis intervensi latihan kegel pada pasien Adeno CA Prostat untuk meningkatkan kekuatan otot dasar panggul. Secara kognitif pasien dapat memahami dan melakukan latihan kegel, namun belum dapat mengontrol inkontinensia urin karena keterbatasan waktu intervensi. Pemantauan khusus perlu diberikan pada pasien dengan inkontinensia urin selama melakukan latihan kegel untuk meningkatkan kekuatan otot dasar panggul.

Prostate cancer is the common malignant disease in men that occurs in urban areas. Risk factors which cause prostate cancer in urban areas include the familial factor, age, diet, and testosterone level. The nursing problem which becomes a concern of this paper is urinary incontinence. One of the nursing interventions to overcome urinary incontinence is kegel exercises.
The objective of this paper was to analyze the intervention of kegel exercises in a patient with Adeno CA Prostate to strengthen the pelvic floor muscle. The patient has shown the understanding of how to do the kegel exercise and the purpose of the exercise, yet the patient has not been able to control urinary incontinence due to the limited period of the intervention. Specific monitoring should be given to the patient with urinary incontinence during kegel exercises to strengthen the pelvic floor muscle.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2016
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Lubis, Esra Devi Tarida
"Fraktur merupakan dampak yang paling sering terjadi akibat kecelakaan lalu lintas. Pengobatan fraktur yang tidak adekuat dapat menyebabkan penyatuan tulang nonfungsional yang disebut malunion. Studi kasus ini menganalisis asuhan keperawatan dan intervensi discharge planning pada pasien fraktur malunion yang disertai hiperlipidemia dan hiperurisemia. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa discharge planning pada pasien fraktur malunion meningkatkan pengetahuan pasien tentang perawatan pasca operasi ankle arthrodesis yaitu non weight bearing dan diet rendah purin, rendah lemak serta tinggi protein. Rekomendasi untuk mengoptimalkan discharge planning yaitu meningkatkan pengetahuan perawat dan pembuatan media discharge planning.

Fractures are the most frequent impacts of traffic accidents. Inadequate treatment of fractures can lead to a non-functional bone union called malunion. This case study analyzed nursing care and discharge planning intervention in a patient with malunion fracture accompanied with hyperlipidemia and hyperuricemia. The results of this case study found that discharge planning can improve patient education about post-operative care ankle arthrodesis is non-weight bearing and low purine, low fat and high calcium diet in the patient with malunion fracture. Optimization discharge planning can be done by increasing nurse’s knowledge and make discharge planning media.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2016
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Hesti Munawaroh
"Fraktur merupakan salah satu masalah perkotaan akibat cedera fisik. Penatalaksanaan fraktur patologis cukup kompleks dan mengakibatkan imobilisasi yang lama. Tingkat kemampuan mobilisasi pasien pasca total hip replacement dapat ditingkatkan melalui therapeutic exercise yang meliputi latihan range of motion, angkle pump, quads statis dan gluteal statis, serta latihan ambulasi menggunakan alat bantu yang telah diajarkan selama masa rawat.
Hasil latihan menunjukkan meningkatnya kemampuan mobilisasi secara bertahap dan aman. Therapeutic exercise merupakan latihan efektif untuk meningkatkan mobilisasi dan mendukung ambulasi. Perawat perlu meningkatkan pengetahuan dan kemampuan melakukan therapeutic exercise untuk meningkatkan mobilisasi dan dibarengi peningkatan status kesehatan dengan perbaikan masalah kesehatan pasca THR.

The most frequent problem of urban health is fractures due to physical injuries. The management of pathological fracture is complex and leads to prolong immobilization. Patients ability level after total hip replacement surgery can be enhanced by therapeutic exercise that includes range of motion, ankle pump, quads and gluteal static exercise, and ambulatory exercises using walker in rehabilitation phase while hospital stays.
The results of exercise show patients ability had increased gradually and secure to perform mobilizations. Therapeutic exercise is an effective exercise to improve mobilization and support ambulation. Nurses need to improve their knowledge and ability to perform therapeutic exercise as treatment of mobilization and be accompanied by improved patient health status from potential health problems after total hip replacement.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2018
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Shopiati Merdika Nugraha
"Tuberkulosis adalah penyakit yang sering muncul pada masyarakat miskin perkotaan. Spondilitis Tuberkulosis merupakan komplikasi dari TB yang dapat menyebabkan perubahan struktur dan kekuatan tulang belakang dengan resiko kelumpuhan dan cedera tulang belakang dan biasanya ditandai dengan gejala awal nyeri. Nyeri tersebut diakibatkan pertumbuhan abnormal kuman Tuberkulosis yang menjadi massa pada tulang belakang dan menyebabkan tertekannya jaringan saraf spinal. Treatment Operasi debridemen akan mengakibatkan nyeri pasca operasi dilakukan. Peran perawat dalam mengatasi masalah nyeri tersebut adalah dengan edukasi manfaat pemasangan spinal brace, sehingga klien tidak takut akan terjadi nyeri saat melakukan mobilisasi. Setelah dilakukan intervensi, pengetahuan klien bertambah, nyeri klien berkurang dan dapat melakukan mobilisasi.

Tuberculosis is a disease that often occurs in the poor urban. Spondylitis tuberculosis a complication of of TB that can cause the sea and strength of the spine with risk paralysis and spinal cord injury and usually characterized by the initial symptoms of pain. The pain caused by an abnormal growth germ tuberculosis who into a mass on the spinal cord and cause pressured nerve tissue spinal. Treatment operation debridement will result in pain postoperative do. The role of nurse in to overcome the problem of pain was to education benefits the installation of spinal brace, that clients not afraid will happen pain on do mobilization. After conducted intervention, knowledge client?s increase, pain client?s reduced and can do mobilization."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2016
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Tika Widowati
"Diabetes melitus tipe 2 adalah penyakit tidak menular yang banyak ditemui di kawasan perkotaan. Faktor risiko penyakit tersebut di wilayah perkotaan antara lain obesitas, penurunan aktivitas, dan tingkat stres. Glukosa darah yang tidak terkontrol dalam waktu yang berkepanjangan akan menimbulkan komplikasi jangka panjang, salah satunya, yaitu masalah kaki. Salah satu bentuk intervensi aktivitas fisik yang dapat diberikan kepada penderita diabetes melitus tipe 2 antara lain senam kaki. Senam kaki bermanfaat untuk melancarkan peredaran darah dan mencegah terjadinya komplikasi kaki yang masih jarang diterapkan di rumah sakit.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis intervensi senam kaki untuk menurunkan glukosa darah dan meningkatkan sensitivitas kaki pasien diabetes melitus tipe 2 di Lantai 5 Utara, Gedung Teratai, RSUP Fatmawati. Hasil analisis intervensi menunjukan aktivitas fisik khususnya senam kaki efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah hingga 36 mg/dl. Intervensi keperawatan berupa senam kaki perlu dilakukan pada pasien dengan diabetes mellitus sebelum pemberian terapi medikasi.

Type 2 diabetes mellitus is a noncommunicable diseases that is mostly found in urban areas. The risk factors of diabetes in urban areas are obesity, decreased activity, and stress levels. Uncontrolled blood glucose in a prolonged time will cause long-term complications, one of them is foot problems. One of physical exercise intervention that can given to diabetes mellitus is foot exercise. Foot exercise can help blood circulation and prevent foot complication that is rarely applied at the hospital.
This study aimed to analyze the foot exercise intervention to improve blood glucose and increase patient’s foot sensitivity with type 2 diabetes mellitus at 5th North Floor, Teratai Building, Fatmawati Hospital. The analysis of foot exercise intervention for diabetes patient shows that it can lower the blood glucose levels down to 36 mg/dl. Nursing intervention such as foot exercise is necessary to be given before medication therapy administration in diabetes mellitus.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2014
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Ariyanto
"Kanker ginjal merupakan penyakit keganasan yang mulai meningkat angka kejadiannya di daerah perkotaan. Akibat invasi dan pertumbuhan sel kanker yang semakin membesar dapat menekan jaringan atau organ sekitar ginjal. Hal ini sering mengakibatkan keluhan nyeri pada pasien dengan kanker ginjal. Sebagai penyakit dengan progresivitas lambat, kanker menyebabkan nyeri yang bersifat kronis, sehingga pengunaan obat analgesik dalam jangka waktu perlu dipertimbangkan karena akan meningkatkan efek toksisitas terhadap organ. Maka dari itu diperlukan manajemen nyeri non farmakologik.
Tujuan penulisan ini adalah untuk melakukan analisis evidence based mengenai teknik manajemen nyeri non farmakologik khususnya teknik relaksasi dan teknik distraksi. Hasil dari latihan teknik relaksasi dan distraksi yang dilakukan secara terus-menerus dapat mengatasi rasa nyeri klien dengan kanker ginjal baik pra bedah maupun paska bedah.

Kidney cancer is a malignant disease which the incidence began to increase in urban areas. The growth and invasion of cancer cells can suppress the tissues or organs around the kidney. This often results in complaints of pain in patients with kidney cancer. As a disease with a slow progression, cancer causes chronic pain, so the use of analgesic drugs in the long period needs to be considered because it will increase the effect of toxicity to organs. Because of that, it is required nonpharmacologic pain management.
The purpose of this paper is to analyze evidence based of non-pharmacologic pain management techniques, especially relaxation techniques and distraction techniques. Results of relaxation and distraction exercises are performed regularly can overcome the pain of kidney cancer both pre and post surgical clients.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2014
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Sarto
"ABSTRAK
Ca buli merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat perkotaan, faktor resiko pada individu perkotaan meliputi lingkungan, gaya hidup dan asupan makanan yang mengandung amin aromatik, benzena, dan zat karsinogen lainnya. Karya ilmiah akhir ini bertujuan untuk memberikan gambaran asuhan keperawatan pada ca buli dengan kateterisasi post TURBT. Pencegahan infeksi saluran kencing pada pasien dengan kateterisasi irigasi dilakukan dengan cara perawatan kateter perhari serta teknik aseptik dalam intervensi keperawatan. Perawatan dengan menggunakan chlorhexidin 2% mampu mencegah komplikasi infeksi akibat kateter.

ABSTRACT
Bladder cancer is the most problem people who live in city, environment, smoke and lifestyle is risk factor who get bladder cancer. This paper aims to show how to care patient with bladder cancer on bladder irrigation with cathteter. To prevention cathteterisation associated urinary tract infection by doing care of cathteter everyday using chlorhexidin 2%. To reduce urinary tract infections.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2017
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Fitriayu Yulianti Priyono
"Nyeri merupakan salah satu keluhan dominan yang sangat mengganggu klien dengan kanker payudara metastasis tulang belakang hingga mengganggu aktivitas dan istirahat klien. Asuhan keperawatan dilakukan pada tanggal 7 Mei hingga 2 Juni 2014 untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan klien. Penulisan ilmiah ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektifitas implementasi tindakan mandiri keperawatan terutama pada masalah nyeri kronis, risiko cedera, dan hambatan mobilitas fisik. Asuhan keperawatan yang diberikan berupa teknik relaksasi napas dalam, latihan pergerakkan sendi, dan penggunaan orthosis. Setelah dilakukan implementasi didapatkan hasil yang positif bagi klien. Risiko masalah yang mungkin terjadi pada klien tidak terjadi dan tidak terdapat perburukan pada kondisi klien.

Pain is one of the main problems perceived by breast cancer patients with spinal metastases that interferes with client’s activity and rest. Nursing care was conducted on May 7 to June 2, 2014 to increase the comfort and safety of clients. This report aims to identify the effectiveness of the implementations of nursing, especially on the chronic pain, risk of injury, and impaired physical mobility. The implementation given are relaxation techniques, range of motions exercises, and the use of orthosis. There are positive results from the implementation. The risk of problems that may occur on the client did not happen and there is no deterioration in the condition of the client.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2014
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Ani Aryanti
"Diabetes melitus merupakan penyakit degeneratif yang ditandai dengan gejala hiperglikemia akibat defisiensi insulin maupun resitensi insulin. Kejadinnya terus meningkat terutama di perkotaan yang disebabkan karena adanya perubahan gaya hidup seperti pola makan tidak sehat, kurang aktivitas, merokok, konsumsi alkohol, dan stress. Penulisan ini bertujuan untuk menganalisis asuhan keperawatan pada pasien diabetes melitus. Salah satu intervensi yang diberikan yaitu senam kaki diabetes. Intervensi senam kaki diabetes dilakukan selama lima hari, pasien menunjukkan merasa lebih nyaman dan sensitivitas kaki meningkat. Dengan demikian, senam kaki diabetes perlu dilakukan pada pasien diabetes melitus baik di rumah sakit maupun di rumah untuk mengurangi risiko komplikasi ulkus kaki diabetik.

Diabetes mellitus is a degenerative disease characterized by hyperglycemia due to insulin deficiency or insulin resistant. The incidence of diabetes mellitus rapidly increase through years, especially in urban areas due to the change in lifestyle such as unhealthy diet, less activity, smoking, alcohol consumption, and stress. This paper aimed to analyze the result of foot exercise intervention in diabetes mellitus patient. Foot exercise was given for five days. The result showed an increase foot sensitivity and patient felt more comfortable. Therefore, diabetic foot exercise must be done by diabetic patients either in the hospital or at home to reduce the risk of ulcus diabetic foot.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2016
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Adhitya Lazuardi
"Analisis Implementasi Asuhan Keperawatan dengan Pendekatan Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan dan Intervensi Hipnosis pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 dengan Gangguan Pola Tidur di Ruang Rawat Inap Lantai 6 Utara Gedung Teratai RSUP Fatmawati rdquo;Angka kejadian diabetes melitus meningkat setiap tahunnya. Neuropatik merupakan komplikasi tersering diabetes melitus yang ditandai dengan adanya nyeri yang memburuk pada malam hari sehingga menyebabkan masalah gangguan tidur. Intervensi yang dapat digunakan untuk mengatasi gangguan tidur adalah terapi hipnosis. Hipnosis adalah proses membimbing klien untuk relaks. Karya ilmiah ini bertujuan memberikan gambaran asuhan keperawatan pada pasien DM dengan gangguan pola tidur akibat nyeri neuropati dengan intervensi Hipnosis. Intervensi ini diterapkan selama 3 hari dengan durasi 20 menit. Hasil evaluasi didapatkan adanya peningkatan kualitas tidur. Oleh karena itu intervensi hipnosis ini sangat direkomendasikan untuk diterapkan di pelayanan keperawatan. Kata Kunci : Diabetes mellitus, neuropati, tidur, hipnosis

Analysis of Urban Health Clinical Nursing Practice on Type 2 Diabetes Mellitus Patient Who Experience sleep patterns Disruption through Hipnosis Intervention in 6th North Floor Fatmawati Central General Hospital rdquo The incidence of diabetes mellitus is always increasing every year. Neuropathic is a common complication of diabetes mellitus that characterized by pain which worsened at night and causing sleep problems. One of the interventions that can be used to treat sleep disorders is hypnosis therapy. Hypnosis is the guiding processthat help client to relax. This paper aims to provide an overview of nursing care in diabetic patients with sleep disorders due to neuropathy pain with hypnosis intervention. This intervention is applied for 3 days and the duration of interventionis 20 minutes. The result shows a good improvements in the sleep quality of the patient. Therefore hypnosis therapy intervention is highly recommended to be applied in nursing services. "
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2016
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>