Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 193435 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Rininta Irientantya
"ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara motivasi pekerja dan kepuasan pekerja, dengan pengaruh pendidikan dan kesesuaian pekerjaan sebagai efek moderasi. Hubungan dan efek antara pekerja di dua negara, Indonesia dan Belanda juga akan ditentukan.Berikutnya, penelitian ini juga akan menjelaskan bagaimana motivasi pekerja memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap motivasi pekerja, namun tidak memiliki efek yang lebih besar atau lebih rendah antara pekerja Indonesia dan Belanda. Selanjutnya, kesesuaian pendidikan dengan pekerjaan tidak memoderasi hubungan antara motivasi pekerja dan kepuasan pekerja.

ABSTRACT
The purpose of this research is to find out the relationship between workers motivation and workers satisfaction, with the effect of education and occupation match as moderation effect between the relationships. The relationship and the effect between workers in two countries, Indonesia and Netherlands will also be determined. Later on, this paper would also explain that workers motivation has positive significant influence to workers motivation, but does not have greater or lower effect between Indonesian and Dutch workers. Further, the education occupation match does not moderate the relationship between workers motivation and workers satisfaction."
2017
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Daffa Rasendriya
"Program Kartu Prakerja merupakan inisiasi yang dilaksanakan oleh pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kompetensi/keterampilan kerja dan kewirausahaan. Semenjak berjalan dari tahun 2020, Prakerja terbukti menjadi solusi mengatasi pengangguran dan juga meningkatkan keterampilan melalui pelatihan yang diberikan dengan berbasis digital. Adanya isu pengangguran yang masih didominasi oleh lulusan pendidikan vokasi menjadi tantangan bagi Indonesia dalam menghasilkan lulusan yang siap kerja. Dengan demikian keberadaan program pelatihan Kartu Prakerja membuka peluang untuk mengakomodir para lulusan yang masih menganggur ataupun ingin meningkatkan keterampilan bekerja. Hasil analisis menemukan bahwa penerima Pelatihan Prakerja memiliki hubungan yang signifikan dalam meningkatkan partisipasi bekerja dan meningkatkan upah, dengan hasil yang secara spesifik lebih besar pada penerima berpendidikan vokasi dibandingkan dengan pendidikan umum dalam berpartisipasi kerja baik itu di sektor formal ataupun sebagai entrepreneur. Selain itu, ditemukan juga hubungan yang signifikan dalam meningkatkan upah terkhusus untuk penerima yang berpendidikan vokasi. Adanya faktor kemampuan transisi sekolah ke pekerjaan yang lebih baik bagi pendidikan vokasi dapat menjadi alasan tidak ditemukannya hubungan yang signifikan terhadap kenaikan upah pada penerima yang berpendidikan umum.

The Pre-Employment Card Program is an initiative implemented by the Indonesian government to improve work competencies/skills and entrepreneurship. Since running from 2020, the program has proven to be a solution to overcome unemployment and also improve skills through digitally-based training. The issue of unemployment, which is still dominated by vocational education graduates, is a challenge for Indonesia in producing graduates who are ready to work. Thus the existence of the Pre-Employment Card training program opens up opportunities to accommodate graduates who are still unemployed or want to improve their work skills. The results of the analysis found that Pre-Employment Training recipients have a significant relationship in increasing work participation and increasing wages, with results that are specifically greater for vocational education recipients compared to general education in participating in work either in the formal sector or as an entrepreneur. In addition, there is also a significant relationship in increasing wages specifically for vocational-educated recipients. The existence of a better school-to-work transition ability factor for vocational education could be the reason for the lack of a significant relationship to wage increases for general education recipients."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sembiring, Steffi Riahta
"Prevalensi obesitas pada penduduk dewasa terus mengalami peningkatan. Secara umum, obesitas disebabkan ketidakseimbangan antara energi yang masuk dan yang keluar dalam waktu yang lama. Bekerja merupakan kegiatan yang menghabiskan banyak waktu di kehidupan manusia. Seorang pekerja menggunakan lebih dari sepertiga waktunya dalam sehari di tempat kerja, sehingga faktor pekerjaan memengaruhi kebiasaan makan dan aktivitas mereka, yang dapat mengakibatkan kelebihan berat badan dan obesitas Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan sektor pekerjaan dan jam kerja dengan kejadian obesitas pada pekerja di Indonesia. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Indonesian Family Life Survey (IFLS) tahun 2014.
Hasil analisis dengan metode regresi logistik biner menunjukkan bahwa sektor pekerjaan dan jam kerja memiliki hubungan yang signifikan dengan obesitas pada pekerja. Pekerja di sektor jasa dan industri memiliki kecenderungan lebih besar untuk mengalami obesitas dibanding pekerja di sektor pertanian. Selain itu jam kerja yang lebih panjang juga meningkatkan kecenderungan mengalami obesitas. Kejadian obesitas pada pekerja juga dipengaruhi secara signifikan oleh pola konsumsi, kebiasaan merokok, umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, status perkawinan, dan penggunaan tenaga/usaha fisik dalam pekerjaan.

The prevalence of obesity in the adult population continues to increase. In general, obesity is caused by an imbalance between energy intake and expenditure for a long time. Work is an activity that spends a lot of time in human life. A worker uses more than a third of his time in the day at work, so work factors affect their eating habits and activities, which can lead to overweight and obesity. Therefore, this study aimed to determine the relationship between job sector and working hours with the incidence of obesity in Indonesia workers. The data used in this study is the 2014 Indonesian Family Life Survey (IFLS).
The results of the analysis with binary logistic regression method indicate that the job sector and working hours have a significant relationship with obesity in workers. Workers in the service and industry sectors have a greater tendency to be obese than workers in the agricultural sector. Longer working hours increase the tendency to be obese. The incidence of obesity in workers is also significantly affected by consumption patterns, smoking habits, age, gender, education level, marital status, and the use of physical labor at work."
Depok: Universitas Indonesia, 2019
T53610
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Freddy Suryadi
"Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara followership dan kepuasan kerja pada buruh. Pengukuran followership menggunakan kuesioner followership yang telah dimodifikasi (Kelley, 1992) dan pengukuran kepuasan kerja menggunakan alat ukur Minnessota Satisfaction Questionnaire versi pendek (Weiss, Dawis, England, dan Lofquist, 1967). Partisipan berjumlah 95 buruh pabrik di PT.X. Hasil penelitian menunjukan hubungan positif yang signifikan antara followership dan kepuasan kerja (r = 0.431; p =0.000, signifikan pada L.o.S 0.01).
Artinya, semakin tinggi followership, maka semakin tinggi kepuasan kerja. Selain itu, gambaran followership buruh rata-rata tergolong dalam tingkat sedang, begitu juga dengan kepuasan kerja yang tergolong puas. Berdasarkan hasil tersebut, followership pada buruh perlu ditingkatkan lagi terutama dimensi active engagement yang paling besar hubungannya dengan kepuasan kerja, dengan cara melibatkan buruh pada tugas-tugas untuk mencapai tujuan dan hasil bersama.

This research was conducted to find the correlation between followership and job satisfaction in factory workers. Followership was measured using a modification instrument of followership questionnaire (Kelley, 1992) and job satisfaction was measured using a short form of Minnessota Satisfaction Questionnaire (Weiss, Dawis, England, and Lofquist, 1967). The participant of this research are 95 workers in PT.X. The main results of this research show that followership positively correlated significantly with job satisfaction (r = 0.431; p =0.000, significant at L.o.S 0.01).
The implication of this study is,the higher followership leads to higher their job satisfaction. Furthermore, followership and job satisfaction in factory workers showing a mid result. Based on these results,employee needs to improved on followership, primarily in active engagement dimension which has the bigger correlation with job satisfaction, by involving workers in the tasks to achieve a shared goal or outcome.
"
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2013
S46702
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dhien Citra Ganeshty
"Mahasiswa di perguruan tinggi menemui tantangan maupun kemunduran akademik sehari-hari yang harus mereka hadapi. Tantangan dan kesulitan akademik di perguruan tinggi berbeda dari jenjang pendidikan sebelumnya. Penelitian ini menggunakan perspektif Self-Determination Theory dan bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat kontribusi dari motivasi external regulation, introjected regulation, identified regulation, dan motivasi intrinsik dalam memprediksi academic buoyancy. Sampel penelitian adalah 463 mahasiswa S1 Universitas Indonesia perempuan = 75. Metode penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan analisis statistik Regresi Berganda.
Alat ukur yang digunakan untuk mengukur motivasi yakni menggunakan The Academic Self-Regulation Scale Vansteenkiste, Sierens, Soenens, Luyckx, Lens, 2009, sedangkan untuk mengukur academic buoyancy digunakan alat ukur Academic Buoyancy Scale Martin Marsh, 2008. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi motivasi introjected regulation, maka semakin rendah academic buoyancy. Selain itu, semakin tinggi motivasi identified regulation dan motivasi intrinsik, maka semakin tinggi pula academic buoyancy. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa motivasi yang berasal dari dalam diri individu dapat memprediksi perilaku yang adaptif dalam menghadapi tantangan dan kemunduran akademik sehari-hari.

College students meet academic challenges and setbacks on a daily basis that they have to face. Those academic challenges and difficulties are different than the previous education levels. This research is using Self Determination Theory perspective and aimed to examine the contibution of motivation external regulation, introjected regulation, identified regulation, and intrinsic motivation to predict academic buoyancy. The sample of this study is 463 undergraduate college students in University of Indonesia female 75 The research method of this study is quantitative method, with statistical analyses of Multiple Regression.
The measurement of motivation was using The Academic Self Regulation Scale Vansteenkiste, Sierens, Soenens, Luyckx, Lens 2009, and the measurement of academic buoyancy was using Academic Buoyancy Scale Martin Marsh, 2008. The results indicate that the higher introjected regulation, the lower academic buoyancy. Furthermore, the higher identified regualtion and intrinsic motvation, the higher academic buoyancy. The implication of this study is that intrinsic motivation which derived from within oneself can predict adaptive behavior in the face of everyday academic challenges and setbacks.
"
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Debby Azizah Debryana
"Skripsi ini menelusuri pengaruh dari peran pemerintah melalui kebijakan kebudayaan terhadap perkembangan kewirausahaan kreatif dari tahun 1990 sampai 2016. Teori koevolusi dan teori institusional merupakan basis teori dari analisis ini. Data kualitatif sekunder akan digunakan untuk melakukan studi kasus secara eksploratif. Tujuan utama dari skripsi ini adalah untuk menjelaskan bagaimana dan sampai sejauh mana kebijakan kebudayaan yang diformulasikan oleh pemerintah dapat berinteraksi dengan wirausahawan kreatif di tiap negara. Studi ini menunjukkan bahwa koevolusi yang terjadi di kedua negara dipengaruhi oleh beberapa faktor yang secara spesifik dimiliki tiap negara, seperti situasi perkembangan negara dan prioritas akan industri kreatif.

This paper explores the influence of government roles through cultural policy towards the development of creative entrepreneurship from 1990 until 2016. Co evolutionary theory and institutional theory will be the theoretical basis for the analysis. Qualitative secondary data will be utilized to conduct this exploratory case study. The main objective of this thesis is to explain how and to what extent the cultural policy made by the government can interact with the creative entrepreneurs in each country. The study showed that the coevolution that occurs in both countries are affected by several country specific factors such as the countrys development situation and prioritization of creative industry.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sastriani Zoula
"Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan pola komunikasi antara anak dan ibu yang sedang melanjutkan pendidikan di program ekstensi Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia dengan motivasi belajar ibu. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan melibatkan 60 mahasiswa yang berstatus sebagai ibu bekerja dan telah mempunyai anak yang dipilih dengan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 70.6% ibu dengan pola komunikasi fungsional memiliki motivasi belajar tinggi.
Hasil uji Chi Square menyatakan terdapat hubungan yang bermakna antara hubungan pola komunikasi dengan motivasi belajar (p= 0.000, α= 0.05). Penelitian ini memberikan implikasi supaya hasil penelitian ini dijadikan evidence base dalam membuat rencana asuhan keperawatan keluarga terkait pola komunikasi keluarga khususnya pada keluarga yang ibunya sedang melanjutkan pendidikan sekaligus bekerja.

The purpose of this study is to examine the relationship between the communication pattern of son and mother who continues study at extension programme of Nursing Faculty in Indonesia University and learning motivation. This study is using cross sectional design. Sampling technique using total sampling method produces 60 samples.
The results showed that 70.6% mothers who use functional communication have a high learning motivation. Based on chi square test, there was a significant relationship between communication pattern and learning motivation (p= 0.000, α= 0.05). This research has implication for nursing care planning to be used as evidence base in family communication pattern esspecially for family with a working mother who continues study.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2013
S46562
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Bayu Novendra
"Greenpeace Indonesia berdasarkan data resmi pemerintah terkait sebelas perkara perdata kasus pembalakan hutan dan lahan menyatakan pada tahun 2012-2018 belum ada satu pun kasus kebakaran hutan dan lahan yang dibayar oleh perusahaan dengan total ganti rugi mencapai 18,959 triliun. Dari contoh diatas dapat dilihat bahwa ganti rugi terkait dengan kasus lingkungan hidup, bukanlah ganti rugi yang sedikit dan banyak perusahaan yang kemudian mengalami permasalahan judgment proof (insolvensi). Permasalahan insolvensi tersebut sesungguhnya dapat ditanggulangi dalam hal Indonesia memiliki sistem asuransi lingkungan hidup yang sehat dengan didukung sistem hukum penegakan hukum yang ideal. Kenyataanya hingga saat ini pengguna asuransi lingkungan hidup di Indonesia masih minim dibandingkan dengan potensi pasar asuransi lingkungan hidup Indonesia yang sesungguhnya sangat besar. Penelitian ini akan membahas mengenai asuransi lingkungan hidup di Indonesia dengan dibandingkan dengan Amerika Serikat dan Belanda melalui penelitian yuridis normatif dengan melakukan studi kepustakaan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa asuransi lingkungan hidup di Amerikat Serikat menjadi produk yang luas dipergunakan oleh para pelaku usaha yang melakukan pengelolaan lingkungan hidup, tidak seperti di Indonesia yang masih minim. Padahal, berdasarkan peraturan perundang-undangan yang ada di Indonesia untuk pengelola limbah B3 dan ketenaganukliran wajib memiliki asuransi lingkungan hidup. Berbeda dengan di Indonesia, Amerika Serikat dan Belanda memilih kebijakan wajib jaminan keuangan lingkungan hidup (bukan wajib asuransi lingkungan hidup). Berkaitan dengan perbedaan kebijakan terkait asuransi lingkungan hidup ini, penelitian ini berkesimpulan bahwa pemberlakuan wajib jaminan keuangan lebih baik dari pada pemberlakuan asuransi wajib. Selain itu ditemukan juga salah satu penyebab terbesar dari tidak optimalnya penggunaan asuransi lingkungan hidup di Indonesia adalah karena implementasi atau penerapan penegakan hukum lingkungan Indonesia yang masih buruk, penelitian ini kemudian berusaha menyelesaikan permasalahan tersebut dengan membandingkan dan belajar dari pemberlakuan asuransi lingkungan hidup di Amerika Serikat dan Belanda.

Greenpeace Indonesia, based on official government data related to eleven civil cases of forest and land logging cases, stated that in 2012-2018 there has not been a single case of forest and land fires paid by the company with a total compensation of 18.959 trillion. From the example above, it can be seen that compensation related to environmental cases is not a small amount of compensation and many companies then experience problems of judgment proof (insolvency). The problem of insolvency can actually be overcome if Indonesia has a healthy environmental insurance system supported by an ideal law enforcement system (substance, structure, and legal culture). In fact, up to now, users of environmental insurance in Indonesia are still minimal compared to the potential of the Indonesian environmental insurance market, which is actually very large. This study will discuss environmental insurance in Indonesia compared to the United States and the Netherlands through normative juridical research by conducting a literature study. The results of this study indicate that environmental insurance in the United States is a product that is widely used by business actors who carry out environmental management, unlike in Indonesia which is still minimal. Whereas, based on the existing laws and regulations in Indonesia, B3 and nuclear waste managers are required to have environmental insurance. In contrast to Indonesia, the United States and the Netherlands choose a mandatory environmental financial security (not mandatory environmental insurance). In connection with the differences in policies related to environmental insurance, this study concludes that the application of mandatory financial security is better than the application of mandatory insurance. In addition, it was also found that one of the biggest causes of the non-optimal use of environmental insurance in Indonesia is due to the poor implementation of Indonesian environmental law enforcement, this research then tries to solve this problem by comparing and learning from the implementation of environmental insurance in the United States and the Netherlands,"
Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Gultom, Samantha Agnesia Lidya Br.
"Transisi dari ekonomi berbasis sumber daya fisik ke ekonomi berbasis pengetahuan telah mendorong para peneliti untuk mencari cara-cara baru untuk mengukur aset tak berwujud, seperti intelletual capital. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh intellectual capital terhadap profitabilitas perusahaan dan peranan latar belakang pendidikan pengaruh dalam pengaruh intellectual capital profitabilitas perusahaan perbankan yang terdaftar di bursa efek Indonesia periode 2018-2022. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari situs resmi dari perusahaan yang menjadi anggota sampel. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah sebanyak 47 bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Metode value added intellectual coefficient (VAIC) digunakan untuk mengukur nilai tambah dari intellectual capital. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan regresi data panel untuk menganalisis pengaruh intellectual capital terhadap profitabilitas perusahaan dan menganalisis pengaruh latar belakang pendidikan direktur utama terhadap hubungan antara intellectual capital dengan profitabilitas perusahaan. Temuan menunjukkan bagaimana elemen-elemen modal intelektual mempengaruhi profitabilitas perusahaan. Penelitian ini menemukan bahwa IC berpengaruh positif dalam meningkatkan ROA dan ROE perusahaan perbankan yang terdaftar di bei, kemudian hasil analisis data menunjukkan bahwa latar belakang pendidikan direktur utama memperkuat pada hubungan antara modal intelektual (IC) dan profitabilitas perusahaan, yang diukur dengan return on asset (ROA) tetapi tidak untuk return on equity (ROE). Penelitian ini merupakan salah satu dari beberapa penelitian yang menganalisis peran moderasi dari latar belakang pendidikan direktur utama dalam hubungan IC dan profitabilitas perusahaan dalam konteks negara berkembang.

The transition from a physical resource-based economy to a knowledge-based economy has encouraged researchers to look for new ways to measure intangible assets, such as intellectual capital. This study aims to test and analyze the effect of intellectual capital on company performance and the role of educational background in the influence of intellectual capital on the performance of banking companies listed on the Indonesia stock exchange for the period 2018-2022. This study uses secondary data obtained from the company's official website which is a sample member. The number of samples in this study was 47 banks listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX). The value-added intellectual coefficient (VAIC) method is used to measure the added value of intellectual capital. This study uses quantitative methods with panel data regression to analyze the effect of intellectual capital on company performance and the effect of the CEO's educational background on the relationship between intellectual capital and company performance. The findings show how elements of intellectual capital affect financial performance. We discover that IC improves the ROA and ROE of Listed Banks in Indonesia, and the results indicate that the educational background of the managing director has a varying impact on the relationship between intellectual capital (IC) and company performance, as measured by return on assets (ROA) but not to return on equity (ROE). This study is unique in its analysis of how the educational background of a CEO affects the relationship between intellectual capital (IC) and firm profitability in developing countries."
Jakarta: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2023
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhamad Fadlin Ananta
"Penelitian ini dilakukan untuk melihat hubungan antara social comparison dan motivasi berprestasi pada mahasiswa di Indonesia. Partisipan penelitian ini adalah 488 mahasiswa program sarjana dan diploma dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Social comparison diukur dengan menggunakan INCOM oleh Gibbons dan Buunk (1999). Motivasi berprestasi diukur dengan menggunakan AMS-R oleh Lang dan Fries (2006). Hasil penelitian menunjukkan bahwa social comparison dimensi ability tidak berkorelasi secara signifikan dengan motivasi berprestasi dimensi hope of success, namun berkorelasi secara positif dan signifikan dengan dimensi fear of failure. Social comparison dimensi opinion berkorelasi secara positif dan signifikan dengan motivasi berprestasi dimensi hope of success dan dimensi fear of failure. Dari hasil tersebut, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan untuk melihat pengaruh antara kedua variabel itu.

This study was conducted to investigate the correlation between social comparison and achievement motivation among college students. The participants were 488 undergraduate and diploma students from various universities in Indonesia. Social comparison was measured by INCOM, constructed by Gibbons and Buunk (1999). Achievement motivation was measured by AMS-R, constructed by Lang and Fries (2006). The results show that social comparison?s ability dimension is not significantly correlated with hope of success dimension of achievement motivation, but positively and significantly correlated with the fear of failure dimension. Social comparison's opinion dimension is positively and significantly correlated with achievement motivation's hope of success dimension and fear of failure dimension. Based on these findings, further research is suggested to find the effect between these two variables.
"
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2016
S63429
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>