Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 94247 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Eka Riski Ningtiyas
"ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk memeriksa kembali adanya efek kontraproduktif pengurangan penawaran tenaga kerja sebagai dampak dari pemberian Raskin. Estimasi dampak dilakukan dengan kombinasi metode Difference-in-Difference dan Propensity Score Matching. Dari hasil estimasi ditunjukkan bahwa pemberian Raskin memiliki dampak signifikan pada penurunan rata-rata jam kerja kepala rumah tangga,khususnya laki-laki. Sedangkan pemberian bantuan pangan Raskin tidak memiliki dampak signifikan pada rata-rata perubahan jam kerja pada istri dan anak. Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa pemberian Raskin memiliki efek kontraproduktif terhadap penawaran tenaga kerja berupa pengurangan jam kerja. Namun tidak ditemukan bukti yang cukup untuk mengatakan bahwa pemberian Raskin menyebabkan orang malas bekerja

ABSTRACT
This study aims to examine the existence of counterproductive effects of Raskin program on labor supply. The impact evaluation is done by a combination of Difference in Difference and Propensity Score Matching methods. The estimation results shown that Raskin has a significant impact on decreasing of household rsquo s head working hours , especially on male. While in the other hand, Raskin doesn rsquo t have a significant impact on working hours changes on wife and child. Based on these findings, it can be concluded that Raskin has a counterproductive effect on labor supply , but there is no evidence to say Raskin makes people lazy"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2018
T50969
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Eka Riski Ningtiyas
"ABSTRACT
This study aims to examine the existence of counterproductive effects of Rice For Poor (Raskin) program on labor supply. The impact evaluation is done by a combination of Difference-in-Difference and Propensity Score Matching methods. The estimation results shown that Raskin has a significant impact on decreasing of households head working hours, especially on male. Based on these findings, it can be concluded that Raskin has a counterproductive effect on labor supply, but there is no evidence to say Raskin makes people lazy."
Jakarta: Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS), 2018
330 JPP 2:2 (2018)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Leo Brandto Purbadi Sri Margono
"Program Raskin bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran Rumah Tangga Sasaran melalui pemenuhan sebagian kebutuhan pangan yaitu beras. Bila tujuan ini tercapai maka besaran pengeluaran RTS untuk konsumsi beras dan pangan akan berkurang. Berkurangnya pengeluaran ini menghasilkan selisih pengeluaran yang dapat dimanfaatkan oleh RTS untuk dapat lebih memenuhi kebutuhan keluarga pada sektor lain. Kebijakan pemberian subsidi harga beras ini secara jangka pendek akan langsung bermanfaat bagi masyarakat miskin untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dasarnya.
Metode pengolahan data yang digunakan adalah regresi dengan variabel dummy dan menggunakan data yang bersifat cross section dari Susenas bulan Maret tahun 2013. Variabel terikat adalah pengeluaran konsumsi per kapita. Variabel bebas adalah dummy dari status penerimaan Raskin. Variabel kontrol menggunakan dummy dari tingkat pendidikan kepala rumah tangga, pekerjaan kepala rumah tangga dan status penguasaan bangunan tempat tinggal.
Berdasarkan hasil regresi dan analisa maka dapat disimpulkan bahwa Program Raskin yang telah dilaksanakan sejak tahun 1998 ini berpengaruh besar pada pengeluaran akan konsumsi pangan pada rumah tangga yang menerima Raskin yaitu sebesar Rp 87.766,91. Pada rumah tangga sasaran yaitu rumah tangga miskin yang berada pada desil 1-3, pengaruh penerimaan Raskin hanya Rp 11.959,79. Artinya kebijakan pemerintah ini tercatat cukup berpengaruh dalam membantu RT memenuhi kebutuhan pangannya tetapi belum cukup untuk menanggulangi kemiskinan pada rumah tangga yang menjadi sasaran Program Raskin.

Raskin program aims to reduce the burden of Target Households expenditure through partial fulfillment of the need for food that is rice. When this goal is reached, the amount of expenditure RTS for rice and food consumption will be reduced. Reduced spending produces excess expenditure that can be utilized by the RTS to be able to better meet the needs of families in other sectors. Policy of subsidizing rice prices in the short term will directly give benefit for the poor to meet the basic needs of their consumption.
Data processing method uses regression with dummy variables and use cross section data, Susenas March 2013. The dependent variable is per capita consumption expenditure. The independent variable is a dummy of acceptance status Raskin. Control variables use dummy of educational level of household head, household head job and home tenure status.
Based on the results of the regression and analysis, it can be concluded that Raskin which has been implemented since 1998 have a big impact on food consumption expenditure in households who receive Raskin, that is 87.766,91 rupiah. On the target households, which are poor households who are in deciles 1-3, the effect of acceptance Raskin only 11.959,79 rupiah. This means that government policy is recorded quite influential in helping households meet their food needs but not enough to reduce poverty in households that were subjected to Raskin."
Jakarta: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2014
T43288
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Wiwiek Setiowati
"ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan program raskin di Kabupaten Tabanan Provinsi Bali. Tujuan lain dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi keberhasilan / kegagalan dalam pelaksanaan program raskin berdasarkan kerangka teori Van Meter dan Van Horn.Pendekatan dan teknik yang digunakan adalah pendekatan post-positivisme dengan metode pengumpulan data kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui, wawancara dan studi literatur. Jenis penelitian ini adalah penelitian Eksplanatif, dimana akan dilakukan eksplorasi dan analisis atas fakta mengenai pelaksanaan program raskin di Kabupaten Tabanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum pelaksanaan program raskin di Kabupaten Tabanan sudah sesuai dengan arahan Pedoman Umum Raskin. Disisi lain, masih ada beberapa indikator keberhasilan program raskin yang belum terpenuhi secara optimal seperti indikator tepat sasaran, tepat kualitas dan tepat administrasi. Tingkat pemahaman pelaksana implementasi terhadap standar dan sasaran program raskin menjadi faktor utama yang mempengaruhi pencapaian keberhasilan program raskin di Kabupaten Tabanan. Kurangnya pemahaman menyebabkan tidak terpenuhinya indikator keberhasilan 6 enam tepat seperti yang diamanatkan dalam ldquo;Pedoman Umum Raskin rdquo;.Kata kunci : Raskin, Imlementasi Kebijakan Publik, faktor yang mempengaruhi Implementasi Kebijakan

ABSTRACT
This research is aimed to analyze the implementation of the Raskin program in Tabanan District, Bali Province. Another aim of this research is to identify several factors influencing the success failure in the implementation of the Raskin program based on Van Meter rsquo s and Van Horn rsquo s theoretical framework. In this research, the post positivist approach to qualitative data collection methods is used. The data collection is conducted through interview as well as literature study. The research it categorized as an eksplanatif study, as it explored and analyzes the fact regarding the implementation of the Raskin program in the Tabanan district. The results showed that, generally, Raskin program implementation is in conformity with the government. On the other hand, there are success indicators of Raskin program which has not optimally fulfilled, namely, right indicators on target, quality, quantity and administration. The level of implementor rsquo s understanding toward the standard and target of Raskin program is the main factor affecting the achievement of the program success. The lack of understanding led to the unsuccess of their attempts to complete meet 6 key performance indicators directed on ldquo Raskin General Guideline rdquo ."
2016
T46914
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rakhmat
"Kebijakan pendistribusian Raskin yang telah ditetapkan pemerintah di tingkat nasional kenyataannya mengalami perubahan di tingkat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dinamika pendistribusian raskin di tingkat lokal, dampak pendistribusian Raskin di tingkat lokal dalam upaya pemenuhan kebutuhan pokok RTS dan implikasi pendistribusian raskin di tingkat lokal terhadap aspek keadilan distributifnya.
Hasil penelitian kualitatif ini menunjukkan bahwa dinamika yang terjadi dapat dilihat dari munculnya berbagai aturan yang mengatur pendistribusian raskin di tingkat lokal. Selanjutnya, pendistribusian raskin di tingkat lokal berdampak pada upaya pemenuhan kebutuhan pokok yang belum optimal. Selain itu, pendistribusian raskin di tingkat lokal berimplikasi pada belum terwujudnya keadilan distributif.

The distribution policy of the raskin (subsidized rice) program set by the central government changes at the local level. This study aims to explain the dynamics of raskin distribution at the local level, its impact on fulfilling the basic needs for target households (RTS), and its implication on distributive justice. This research employs qualitative approach.
The results show that the dynamics can be observed from the various rules in managing the raskin distribution at the local level. Furthermore, the local distribution seems to reduce the program?s potential to fulfill the basic needs of RTS and to improve distributive justice."
2015
D2079
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ratri Handayani
"ABSTRAK
ANALISIS MANAJEMEN SISTEM INFORMASI PADA PROGRAM SUBSIDI BERAS BAGI MASYARAKAT BERPENDAPATAN RENDAH RASKIN DI KABUPATEN WONOGIRI PROVINSI JAWA TENGAH Tesis ini membahas tentang manajemen sistem informasi pada Program Subsidi Beras bagi Masyarakat Berpendapatan Rendah Raskin di Kabupaten Wonogiri Provinsi Jawa Tengah. Program Raskin memiliki target 6T, yaitu Tepat Sasaran, Tepat Harga, Tepat Jumlah, Tepat Mutu, Tepat Waktu, dan Tepat Administrasi. Untuk mencapai target Tepat Sasaran, diperlukan data sasaran Program Raskin yang akurat dan update. Sampai dengan tahun 2015 data PPLS 2011 masih digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan Program Raskin. Manajemen sistem infromasi yang baik dapat mendukung pemutakhiran data Program Raskin, salah satunya adalah melalui manajemen data. Manajemen data meliputi kegiatan administrasi sampai dengan kegiatan teknis dalam menangani data. Elemen pendukung meliputi sumber daya manusia serta sarana dan prasarana, sangat diperlukan untuk dalam kegiatan manajemen data, sehingga data yang dihasilkan lebih berkualitas. Metode penelitian menggunakan pendekatan Post-Positivisme, dengan menggunakan acuan teori Data Management dalam menganalisis data hasil dari wawancara. Penelitian ini diawali dengan teori manajemen sistem informasi, kemudian dalam pengumpulan data berdasarkan teori yang digunakan untuk menganalisis, yaitu teori data management meliputi proses data management, elemen-elemen data managements, dan kualitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen sistem infromasi pada pelaksanaan Program raskin di Kabupaten Wonogiri masih belum optimal. Rencana manajemen data Program Raskin terkendala pada dana atau anggaran, sehingga pemenuhan sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan manajemen data masih belum terpenuhi. Manajemen data dalam Program Raskin salah satunya adalah untuk pemutakhiran data sasaran RTS-PM. Secara prosedur, sudah diatur dalam Pedoman Umum Raskin dan Juknis Raskin, namun secara sistem belum terbangun dan belum terintegrasi.

ABSTRACT
ANALYSIS MANAGEMENT INFORMATION SYSTEM IN RICE SUBSIDY PROGRAM FOR LOW INCOME HOUSEHOLD RASKIN IN WONOGIRI, CENTRAL JAVA The focus of this study is management information systems at the Rice Subsidy Program for Low Income Household Raskin in Wonogiri Regency, Central Java. Raskin has 6 targets, i.e Right Target, Right Price, Right Quantity, Right Quality, Right Time, and Right Administration. To achieve the target Right Target, the necessary target data Raskin must be accurate and updated. Until 2015, data PPLS 2011 is still used as a reference in the implementation of Raskin. Management system information can support data updating Raskin, one of which is through data management. Data management includes administrative activities to the technical activities in handling data. Supporting elements include human resources and infrastructure, is needed for the data management activities, so that the data produced higher quality. The research method uses the approach of Post Positivism, by referring to the theory of Data Management in analyzing the data results of interview. This study begins with the theory of management information systems, and data collection is based on the theory used to analyze, the theory of data management includes the process of data management, data elements management, and data quality. The results showed that the implementation of the management system information on Raskin Program in Wonogiri still not optimal. Data management plan Raskin constrained in funding or budget, so that the fulfillment facilities and infrastructure to support the data management remain unaddressed. Data management in Raskin one of which is to update the target data RTS PM. Procedurally, it is set in the general guidelines and technical guidelines for Raskin implementation, but the system has not been built, yet has a database, and has not been integrated. Key words Raskin, Data Management, Data Quality, Wonogiri "
2017
T46850
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Objectives of the study are : (a) analysis of effectiveness of implementation of Raskin Program in the year of 2007, (b) analysis of poor families (RTM)'s perception on the perspective of increasing normative price of raskin, and (c) formulation of recommendation for more effective implementation of the Raskin rogram. The study reveals that the program is less effective. In all study areas, RTMs paid a much higher price for raskin that its normative rice quota (10 Kgs/RTM/month) It is also found that RTMs were willing to pay if the government increased the normative price of raskin . However , their willingness to pay is subject to two conditions, namely (a) the newly-established normative price is the price at RTMs hose and (b) monthly quota is raised to 20 Kgs/RTM/month as previously. To make the program more effective, this study recommends the government to develop a village - level system control for the Raskin program , to raise monthly rice quota of RTM and its normative price and to share the program's cost with distric-level governments."
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Agustin Wahyu Setyawati
"Dalam penelitian ini ingin diketahui apakah stok modal sosial individu mampu memengaruhi status bekerja seseorang dalam pasar kerja. Secara khusus, penelitian ini ingin mempelajari pengaruh modal sosial, yaitu network dan trust, terhadap partisipasi bekerja dengan upah, terhadap besaran upah, dan terhadap jam kerja. Data yang digunakan adalah data Susenas kor-modul tahun 2006.
Variabel network dan trust dari data ini dibentuk melalui analisis falctor. Analisis dilakukan dengan tiga model. Dua model dijalankan dalam satu prosedur two-step Hackman. Kedua model ini adalah model partisipasi bekcrja dengan upah melalui analisis probit dan model besaran upah melalui analisis regresi berganda dengan metode OLS. Model ketiga, yaitu model jam kerja, dibangun melalui model Tobit.
Hasil pcnelitian memmjukkan bahwa network memengaruhi partisipasi individu untuk bekerja dengan upah, memepengaruhi besaran upah, dan memengaruhi jam kerja baik di desa maupun di kota. Variabel trusz mempengaruhi besaran upah, tetapi pengaruhnya tidak signifikan terhadap partisipasi bekerja dengan upah dan terhadap jam kerja.

The objective of this research is to study whether an individual stock of social capital affects an individuals working status in the labor market. Specifically, this study assesses the effect of social capital on whether or not an individual is working for wage, on the amount of wages and on working hours. The data used is 2006 SUSENAS core-module data. Network and trust variables 'fiom this data are constructed by factor analysis.
The analysis is conducted with three models. Two models were estimated in one procedure of two-step Heckman. These two models are working with wage participation model using probit analysis and the wage model using multiple regression analysis by OLS method. The third model, working hour model, is a Tobit model.
The results show that network influences the participation of individuals to work for wages, influences the amount of wages, and influences working hours either in rural or urban. The variable trust only affects the amotmt of labor wage but it has no effect on working for wage participation and working hour."
Depok: Universitas Indonesia, 2010
T33366
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Meutia Lestari
"Krisis ekonomi yang terjadi sejak 1998 telah menimbulkan dampak yang begitu luas dan berkepanjangan. Salah satu dampak darl krlsis tersebut adalah daya beli rumah tangga miskin yang semakin menuron sehingga kualitas pangan pangan yang dikonsumsi juga menurun. Program Beras Untuk Rumah Tangga Miskin atau lebih dikenal "
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2010
T20976
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Maureen Sadhana
"Kerawanan pangan erat kaitannya dengan kemiskinan, penduduk yang miskin tidak dapat memenuhi kebutuhan pokok terutama beras yang akan meningkatkan garis kemiskinan. Untuk mencegah kerawanan pangan dan kemiskinan, pemerintah membuat kebijakan publik di bawah Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat yaitu Program Raskin (Beras Untuk Keluarga Miskin). Raskin diberlakukan di setiap daerah, salah satunya di Kota Bogor yang tercatat sebagai pagu terendah di Jawa Barat. Hal ini disebabkan oleh pendistribusian Raskin yang tidak sesuai dengan perencanaan distribusi. Penelitian bertujuan untuk menjelaskan manajemen distribusi Raskin di Kecamatan Bogor Selatan yang memiliki RTS-PM terendah dengan salah satu kelurahan yang termasuk sebagai wilayah tertinggal, yaitu Kelurahan muarasari. Metode penelitian ini adalah post-positivist dengan tujuan penelitian deskriptif. Hasil dari penelitian dari manajemen distribusi di Kelurahan Muarasari, Raskin tidak memenuhi indikator 6 Tepat dikarenakan perencanaan yang kurang baik.

Food insecurity related to poverty, poor people who cannot afford fulfill the basic needs such as rice, will increase the poverty line. To address food insecurity and poverty, the government made a policy under Coordinating Ministry for People's Welfare which is Raksin Program (Rice for The Poor Family). Raskin implemented in each area, including Bogor City as the city with the lowest Raskin ceiling in West Java. That is because the irregularities distribution of Raskin often not in accordance with the plan. The study aimed to describe the Raskin distribution management in Village Muarasari, Sub-District South Bogor, Bogor City that lagging in its distribution. The approach used for the research is post-positivist and the purpose is descriptive. The results of this study is the distribution management in Village of Muarasari, Raskin has not met the six right elements because of unfavorable planning.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2014
S55687
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>