Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 148396 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Putri Rezkini
"Studi deskriptif ini bertujuan untuk mengevaluasi tatalaksana pasien sindrom Apert di senter kami dan memperhitungkan pendapat orang tua pasien sindrom Apert untuk evaluasi luaran dan urutan pengobatan. Observasi dilakukan pada tiga pasien dengan sindrom Apert yang sudah menjalani pembedahan kraniofasial dan tangan pada periode Januari 2012-November 2018 saat mereka sedang bermain untuk dinilai fungsi tangan, tampilan kraniofasial dan juga penampilan secara umum. Video rekaman kemudian dipertontonkan terhadap kelompok subjek kedua yang merupakan 12 orang tua pasien Apert untuk dievaluasi dengan dipandu wawancara mendalam oleh peneliti. Kelompok subjek orang tua ini diwawancara terkait penentuan keputusan tatalaksana pada pasien Apert, dan 75 persen menyatakan lebih memrioritaskan pembedahan tangan dari pembedahan kraniofasial, sementara 25 persen mengutamakan pembedahan kraniofasial dilakukan sebelum pembedahan tangan. Sepuluh subjek (83.33 persen) tidak berencana melakukan operasi pembedahan sindaktili pada kaki anak mereka kecuali bila mengganggu proses berjalan. Hanya 2 subjek (16.67 persen) mempertimbangkan untuk pembedahan mid-face advancement. Sebagian besar orang tua (66.67 persen) berpendapat penampilan wajah pasien di video cukup memuaskan namun area sepertiga tengah wajah masih mungkin membutuhkan koreksi. Semua orang tua setuju bahwa tangan dengan lima jari tampak sangat baik dan fungsi tangan cukup baik. Rekonstruksi klinodaktili bukan merupakan hal yang diprioritaskan bagi sebagian besar orang tua.

This descriptive study aims to evaluate the treatment management for Apert syndrome patients in our center and take Apert syndrome patients parents  opinion  into account on the treatment outcome and treatment orders. Three Apert patients that have undergone craniofacial surgery(s) and hand surgery(s) during January 2012-November 2018 were observed and recorded during their play to observe the hand function, craniofacial appearance and general appearance. The video recordings was then showed to another group consisted of 12 parents of Apert children to be evaluated by a guided in-depth interviews. Parents were also interviewed regarding the treatment decision for their children born with Apert, and 75 percent of the parents prioritize the hand surgery over the craniofacial surgery while the 25 percent prioritize the craniofacial surgery to be performed first. Ten subjects (83.33 percent) do not plan to have feet syndactyly release for their children unless it interferes with the walking. Only 2 subjects (16.67 percent) consider to have mid-face advancement surgery. Most of the parents (66.67 percent) found the childrens facial appearance in the videos are satisfactory but the midface still have some place for reconstruction. All parents agree that five-digits hand looked very well and the hand functions are acceptable. The clinodactyly was not a priority to be reconstructed for most of the parents."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2018
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Guntur Utama Putera
"Latar Belakang: Giant Cell Tumor (GCT) adalah tumor yang sering mengenai individu berusia 20-45 tahun. Penatalaksanaan GCT radius distal adalah untuk menghilangkan massa tumor sepenuhnya dan mempertahankan pergelangan tangan. Beberapa metode rekonstruksi dapat dilakukan seperti arthrodesis total, Free Vascularized Fibular Graft (FVFG) atau Non-Vascularized Fibular Graft (NVFG), dengan prosedur rekonstruksi terutama melibatkan artroplasti atau arthrodesis pergelangan tangan parsial. Penelitian ini disusun untuk mengetahui perbandingan luaran fungsional pasien rekonstruksi GCT radius distal menggunakan teknik FVFG, NVFG, dan arthrodesis. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain studi potong lintang yang menilai keluaran. post operasi dan tidak pada subjek tidak terdapat perlakuan khusus pada pasien. Pengambilan data akan dilakukan di RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakara, dan dilaksanakan pada bulan Juli 2020 – Juli 2021. Populasi target pada penelitian ini yaitu pasien yang telah didiagnosis dengan GCT tulang distal radius dan telah dilakukan operasi penyelamatan ekstrimitas beserta prosedur rekonstruksi berupa NVFG atau FVFG atau arthrodesis. Hasil : Terdapat 21 pasien GCT radius distal di RSCM pada penelitian ini yang termasuk kriteria inklusi dan di ikutkan dalam proses analisis data. Jumlah subjek laki-laki adalah 12 orang dan perempuan 9 orang (rasio 4:3). Golongan usia yang paling banyak adalah 21-30 tahun (33,3%). Tidak didapatkan hubungan yang bermakna di antara ketiga prosedur tersebut dengan luaran fungsional pasien (p = 0,49). Namun apabila dilihat dari rerata skor MSTS yang terbaik adalah metode FVFG dengan skor 24,4. Rerata FVFG lebih baik bila dibandingkan dengan arthrodesis 23,2 dan NVFG 23,18. Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan luaran fungsional dari tatalaksana operasi penyelamatan ekstremitas pada pasien dengan GCT tulang distal radius yang dilakukan prosedur NVFG, FVFG, dan arthrodesis.

Background: Giant Cell Tumor (GCT) is a tumor that often affects individuals aged 20- 45 years. Management of the distal radius GCT is to completely remove the tumor mass and preserve the wrist. Several reconstruction methods can be performed such as total arthrodesis, Free Vascularized Fibular Graft (FVFG) or Non-Vascularized Fibular Graft (NVFG), with the reconstructive procedure primarily involving arthroplasty or partial wrist arthrodesis. This study was structured to compare the functional outcomes of patients with distal radius GCT reconstruction using FVFG, NVFG, and arthrodesis techniques. Method: This study is an analytic study with a cross-sectional design that assesses outcomes. postoperatively and not on the subject there is no special treatment for the patient. Data collection will be carried out at Cipto Mangunkusumo General Hospital, Jakarta, and will be held in July 2020 – July 2021. The target population in this study are patients who have been diagnosed with GCT of the distal radius and have undergone extremity rescue surgery along with reconstruction procedures in the form of NVFG or FVFG or arthrodesis. Result: There were 21 distal radius GCT patients at the RSCM in this study which included the inclusion criteria and were included in the data analysis process. The number of male subjects was 12 people and 9 female subjects (4:3). The most common age group is 21-30 years (33.3%). There was no significant relationship between the three procedures and the patient's functional outcome (p = 0.49). However, when viewed from the average MSTS score, the best is the FVFG method with a score of 24.4. The mean FVFG was better when compared to arthrodesis 23.2 and NVFG 23.18. Conclusion: There was no difference in the functional outcome of limb salvage surgical management in patients with GCT of the distal radius who underwent NVFG, FVFG, and arthrodesis procedures."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2022
SP-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Vigy Ayu Tantri Soetopo
"ABSTRAK
Pada masa sekarang, komputer telah mulai menjadi alat untuk menyampaikan
bahan-bahan pelajaran. DI dalam komputer bahan-bahan pelajaran disampaikan dalam
bentuk, yang disebut, program ajar (courseware). Program ajar dapat berupa teks-teks
bacaan, gambar-gambar diam maupun bergerak, suara maupun kombinasi atau gabungan
dari semua unsur-unsur diatas. Sebagai alat penyampai program ajar yang berupa teksteks
bacaan, komputer memiliki keterbatasan, yaitu dalam hal banyaknya karakter (huruf,
simbol-simbol lain) yang dapat ditampilkan dalam satu layar tampllan. DIsebutkan bahwa
kepadatan teks seharusnya tidak meleblhi 60 % dari keseluruhan layar komputer.
Kepadatan tampllan teks 25 % diasumsikan merupakan kepadatan yang paling ideal untuk
terjadinya proses pengolahan informasi secara mendalam. Hal ini disebabkan karena
dengan kepadatan yang demikian, teks bacaan tidak dipenuhi oleh terlalu banyak ide
sekunder. Dengan demikian, pengguna (user) program ajar diharapkan akan mudah
menemukan ide utama dari teks bacaan yang ditampilkan pada layar. Dan selanjutnya
dapat meningkatkan kemungkinan {possibility) ide utama tersebut diolah secara lebih
mendalam. Namun demikian, pembatasan tampilan teks tersebut menyebabkan program
ajar terpenggal-penggal ke dalam sekian kali tampilan teks. Maka, terdapdt kemungkinan bahwa seorang pengguna akan "tersesat" di dalam teks-teks bacaan. maupun kesulitan
dalam mencari teks-teks yang ingin dibacanya. Adanya kedua pemyataan yang saling
tidak mendukung tersebut menimbulkan pertanyaan apakah yang sebenamya terjadi dalam
proses pengolahan Informasi tersebut diatas. Apakah kepadatan tampilan teks berperan
dalam mendorong digunakannya strategl mendalam pada keglatan membaca ?
Seseorang dianggap menggunakan strategl mendalam ketika membaca bila la
melakukan pengolahan terhadap teks bacaan sampai ke tahap melakukan Interpretasi.
Untuk dapat mengetahui apakah seorang melakukan pengolahan informasi secara
mendalam atau tidak adalah dengan melakukan analisa terhadap proses penelusuran
informasi atau terhadap proses berpikir orang tersebut selama membaca teks-teks yang
berbeda dalam hal kepadatan tampilannya. Selain itu juga dengan melakukan analisa
terhadap faktor-faktor lain yang diasumsikan mempengaruhi cara seseorang melakukan
pengolahan informasi. Penelitian Inl secara khusus difokuskan pada siswa-siswi SMU yang
berusia 15-16 tahun.
Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasikan strategi mendalam
yang digunakan siswa-siswi SMU ketika membaca program ajar yang kepadatan
tampilannya 25 % dan 60 %. Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk menelaah faktorfaktor
lain yang menyebabkan seseorang menggunakan atau tidak menggunakan strategi
pengolahan yang mendalam. Yaitu dengan melihat peran Locus of Control, Kemampuan
Umum dan Pengetahuan Terdahulu terhadap pola penggunaan strategi mendalam.
Penelitian ini melibatkan 37 orang siswa dan siswi salah satu SMUdi Jakarta. Ke-37
siswa-siswi tersebut dibagi ke dalam dua kelompok dan diberikan program ajar (yang
berupa teks bacaan) dengan kepadatan yang berbeda. Satu kelompok diberi teks dengan
kepadatan tampilan 25 % dan kelompok yang lain diberi teks denga kepadatan tampilan 60 /o. Agar dapat ditelusuri proses berpikirnya selama menggunakan program ajar tersebut.
mereka diminta untuk mengungkapkan semua yang ada dalam pikirannya selama
mengeijakan tugas tersebut. Metode ini dikenal sebagal metode think-aloud (berpikir
keras). Sedangkan alat untuk mengukur LOG yaitu menggunakan skala Nowicki-Strickland
Internal External Control, dan untuk mengukur Kemampuan Umum digunakan Tes
Standard Progressive Matrices. Pengetahuan terdahulu siswa-siswl diidentiflkasi dengan
menggunakan serangkalan pertanyaan esai yang mencakup keseluruhan teks bacaan.
Penelltian ini berhasil mengidentifikasi 5 macam strategi mendalam. yaitu Strategi
Penyimpulan, Strategi Verifikasi, Strategi Elaborasi, Strategi Pembayangan dan Strategi
Problem Hipotesa. Hampir semua siswa menggunakan strategi mendalam ketika membaca
teks yang diberikan, hanya 2 orang yang terlihat tidak melakukan pengolahan secara
mendalam. Dalam penelltian ini, variasi kepadatan tampilan teks ditemukan tidak
menimbulkan perbedaan dalam pola penggunaan strategi mendalam. Namun faktor lain
yaitu pengetahuan terdahulu Justru berperan dalam menimbulkan pola pengolahan yang
berbeda.
Penelitian lanjutan kiranya perlu dilakukan, namun dengan menggunakan sampel
yang lebih banyak. Disamping itu program ajar yang akan diberikan pada siswa hendaknya
disusun secara lebih seksama dengan menggunakan teknik-teknik penyusunan tampilan
teks yang telah ada."
1997
S2725
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mohammad Ogiee Rakha Fauzan
"Pertambahan penduduk merupakan fenomena yang tidak dapat dihindarkan. Di Indonesia sendiri terdapat kurang lebih 271 juta jiwa dan 56% diantaranya tinggal di pulau Jawa (Badan Pusat Statistik, 2014). Hal ini menyebabkan intensitas aktivitas antropogenik meningkat, sehingga mengakibatkan limpasan limbah yang besar yang dibuang ke sistem sungai. Pencemaran ini dapat ditemukan baik di kolom air maupun di sedimen yang telah terakumulasi dalam jangka waktu yang lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi polutan di sungai-sungai perkotaan yang berada di wilayah Jabodetabek, menganalisis hubungan antara penggunaan lahan dan kualitas sungai dan memberikan rekomendasi mengenai opsi remediasi yang akan dilaksanakan. Pengambilan data dilakukan dengan mengambil sampel yang berada di hulu Sungai Ciliwung dan beberapa titik yang tersebar di wilayah Jabodetabek. Pengujian yang dilakukan meliputi parameter organik dan unsur logam berat. Parameter organik berupa DO, TN, TP, TOC, pH, suhu dan TSS. Hasil analisis tata guna lahan dan jarak garis lurus setiap pengambilan sampel ke bagian hilir Sungai Ciliwung dikaitkan dengan data yang telah diperoleh dari pengujian sampel. Analisis logam berat dilakukan dengan menghitung nilai indeks geoakumulasi, dimana komposisi logam berat pada setiap titik pengambilan sampel dibandingkan dengan nilai latar belakang atau hulu Sungai Ciliwung. Ditemukan adanya unsur-unsur seperti Mn, Cr, Ni, Eu, Mo, Yb dan Re yang menjadi beban pencemaran terbesar di lokasi tersebut. Setelah melalui perhitungan indeks geoakumulasi, ditemukan bahwa Sungai Mookervart tergolong pencemaran ekstrim. Sehingga Sungai Mookervart menjadi pilihan utama dalam melakukan pemulihan melalui metode remediasi. Metode remediasi yang disarankan adalah pengerukan atau dredging karena geometri Sungai Mookervart cenderung kecil. Secara teknis, pengerukan Sungai Mookervart sepanjang 2,16 km akan menelan biaya sekitar 8 miliar rupiah dan membutuhkan waktu 10 hari untuk menyelesaikan perbaikan.

Population growth is an unavoidable phenomenon. In Indonesia alone there are approximately 271 million people and 56% of them live on the island of Java (Central Bureau of Statistics, 2014). This causes the intensity of anthropogenic activity to increase, resulting in large waste runoff being discharged into the river system. This pollution can be found both in the water column and in sediments that have accumulated over a long period of time. This study aims to identify pollutants in urban rivers located in the Greater Jakarta area, analyze the relationship between land use and river quality and provide recommendations on remediation options to be implemented. Data collection was carried out by taking samples in the upper reaches of the Ciliwung River and several points scattered in the Greater Jakarta area. The tests carried out include organic parameters and heavy metal elements. Organic parameters in the form of DO, TN, TP, TOC, pH, temperature and TSS. The results of the land use analysis and the straight line distance of each sampling to the lower reaches of the Ciliwung River are associated with the data that has been obtained from sample testing. Heavy metal analysis was carried out by calculating the geoaccumulation index value, where the composition of heavy metals at each sampling point was compared with the background value or the upstream of the Ciliwung River. It was found that the presence of elements such as Mn, Cr, Ni, Eu, Mo, Yb and Re which became the biggest pollution burden at that location. After going through the calculation of the geoaccumulation index, it was found that the Mookervart River is classified as extreme pollution. So that the Mookervart River becomes the main choice in carrying out recovery through the remediation method. The recommended remediation method is dredging or dredging because the geometry of the Mookervart River tends to be small. Technically, dredging the 2.16 km Mookervart River would cost around IDR 8 billion and take 10 days to complete the repairs."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2019
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Stevan Hendrawan Lodo
"Ditjen SDPPI sebagai pengelola dan pengatur spektrum frekuensi radio harus dapat mempertahankan kinerja layanannya dalam menetapkan frekuensi radio untuk microwave link yang permohonannya semakin meningkat dari tahun ke tahun. Untuk itu perlu dilakukan evaluasi untuk mengukur kepuasan pengguna layanan atau kinerja layanannya. Menggunakan KepMenPan No: KEP/25/M.PAN/2/2004 tentang pedoman umum penyusunan indeks kepuasan masyarakat (IKM) unit pelayanan instansi pemerintah ada 14 unsur yang relevan, valid dan reliabel dilakukan untuk menilai kepuasan pemohon izin serta 11 unsur pelayanan ditambahkan dalam penilaian berdasarkan dari perbaikan proses perizinan, perkembangan teknologi informasi dan rekomendasi pengawasan eksternal dengan menggunakan metode survey, gap analysis dan in-dept interview.
Dari hasil perhitungan diperoleh nilai IKM sama dengan 77,37 mutu pelayanannya mempunyai nilai B atau berarti kinerja unit pelayanan baik. Empat sektor rekomendasi yang dapat dilakukan Ditjen SDPPI untuk peningkatan kinerja layanannya, yaitu sektor sumber daya manusia, sektor sistem yang diberikan oleh pemberi layanan baik infrastruktur maupun aplikasi, sektor prosedur, aturan dan kebijakan serta informasi, pengaduan dan penganan masalah.

Ditjen SDPPI as an organizer and regulator of radio spectrum frequency for microwave link must be able to maintain the performance of its services in assign a radio frequency to microwave links that petition is increasing from year to year. It is necessary for an evaluation to measure user satisfaction or performance of services. Using KepMenPan No: KEP/25/M.PAN/2/2004 about general guidance of customers satisfaction index (IKM) to government service unit, there are 14 elements that are relevant, valid and reliable performed to assess the satisfaction of the applicant as well as 11 service elements added in based assessment of the licensing process improvement, information technology developments and recommendations of external oversight by using a survey, gap analysis and in-depth interviews methods.
From the calculations, IKM (customer satification index) is 77,37 and the grade is B (good). That grade means government services works good. Four sectors recommendation to do Ditjen SDPPI for performance improvement services, they are the human resources sector, the system of services providers in infrastucture and application, procedures, rules and policies sector, and informative, complaint and problem handling sector.
"
Jakarta: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2014
T39129
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sinaga, Paulina Klara Fransiska
"ABSTRAK
Tesis ini meneliti perbandingan penggunaan strategi Persuasi Compliance
Gaining dan kepatuhan dalam wawancara pemeriksaan yang dilakukan oleh
pemeriksa di BPK RI. Dari lima strategi Compliance Gaining tersebut, akan
dianalisa apakah terdapat perbedaan ketika digunakan oleh pemeriksa untuk
meperoleh kepatuhan dalam wawancara pemeriksaan dan apakah terdapat
perbedaan tingkat kepatuhan yang diperoleh oleh pemeriksa ketika menggunakan
kelima strategi tersebut dalam wawancara pemeriksaan, dengan menggunakan uji
One Way Anova. Pengumpulan data dilakukan terhadap 100 orang pemeriksa di
BPK RI dengan menggunakan kuesioner skala Likert. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara kelima strategi Compliance
Gaining yaitu strategi rewarding, punishing, expertise, impersonal commitments,
dan strategi personal commitments. Strategi yang paling sering digunakan oleh
auditor BPK RI dalam melakukan wawancara pemeriksaan adalah strategi
personal commitments. Tidak terdapat perbedaan tingkat kepatuhan dalam
wawancara pemeriksaan jika menggunakan strategi Compliance Gaining. Strategi
rewarding, punishing, expertise, impersonal commitments, dan personal
commitments memberikan tingkat kepatuhan yang sama ketika digunakan dalam
wawancara pemeriksaan

ABSTRACT
This thesis examined The Comparison using Compliance Gaining
Persuasion Strategy and the Compliance of Audit Interview done by the auditors
of BPK RI. From the five Compliance Gaining Strategy, would be analyzed
whether there are difference when used by auditors for compliance in an audit
interview and whether there are difference in the level of compliance obtained by
the auditors when using this five strategy in an audit interview, using One Way
Anova analysis. Data collection carried out on 100 auditors of BPK RI by using
Likert Scale questionaire. The result showed that there were differences between
the five strategies Compliance Gaining the strategy rewarding, punishing,
expertise, impersonal commitments, and personal commitments. Strategy most
commonly used by the auditors of BPK RI is personal commitments strategy.
There is no difference in the level of compliance in the audit interview if using
Compliance Gaining strategy. Strategy rewarding, punishing, expertise,
impersonal commitments, and personal commitments provide the same level of
compliance when used in the audit interview"
2016
T46688
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Achtarizka Yasmine Fattiya
"ABSTRAK:
Skripsi ini menganalisis penerjemahan subtitle yang ditinjau baik dari aspek teknis, maupun aspek linguistik. Penelitian kualitatif ini terfokus pada hasil penerjemahan bukan pada proses pembuatan terjemahan. Hasil aspek teknis dan aspek linguistik terjemahan subtitle dalam wawancara ini menunjukkan bahwa beberapa hal tidak terpenuhi keoptimalannya baik dari aspek teknik maupun linguistiknya. Ketidakoptimalan dari aspek teknis terdapat pada masalah ruang yang terkait dengan baris, waktu yang terkait dengan durasi tampilan, dan terkahir ketidaksesuaian peletakkan subtitle. Ketidakoptimalan dari aspek linguistik terdapat pada masalah pemenggalan klausa dan kondensasi penerjemahan.
ABSTRACT:
This thesis intends to analyse the subtitle translation‟s optimum which is reviewed from both technical and linguistic aspects. This qualitative research focuses on the result of the translation, and not on the process of the translation‟s making. The result indicates that the translation of the subtitle in this interview shows that there are some parts which are not fully optimalized, from both technical and linguistic aspects. The suboptimum of technical aspect is shown from the space problem which is related to line, time with the duration of timing in and out, and lastly, the placing of the subtitle. In addition, the suboptimum of linguistic aspect can be seen from cutting of the clauses and condensation of the translation."
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2014
S55682
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rainey Ahmad Fajri Putranta
"Pendahuluan: Kanker serviks stadium IVB terdiri dari 2% kasus kanker serviks diseluruh dunia. Berdasarkan panduan yang ada, tatalaksana kanker serviks IVB bersifat paliatif. Radioterapi lokoregional dosis lengkap menjadi salah satu modalitas yang mungkin berperan dalam tatalaksana kanker serviks IVB. Sintasan keseluruhan kanker serviks IVB adalah 18% dalam 5 tahun. Sintasan keseluruhan dipengaruhi berbagai faktor prognostik. Studi ini menilai peran radioterapi lokoregional dosis lengkap pada kasus kanker serviks IVB dilihat dari sintasan keseluruhan dibandingkan dengan terapi lain sesuai pedoman, serta faktor prognostik untuk sintasan keseluruhan dari kanker serviks IVB. Metode: Studi ini menggunakan desain kohort retrospektif pada pasien kanker serviks IVB di Instalasi Pelayanan Terpadu Onkologi Radiasi (IPTOR) RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta (RSCM) pada tahun 2017 hingga yang menyelesaikan terapi pada April 2022. Analisis data menggunakan SPSS versi 27 dan Microsoft Excel. Faktor prognostik dinilai dengan uji multivariat cox-regression, sedangkan peran radioterapi lokoregional dosis lengkap dinilai dengan uji log-rank dan grafik Kaplan-meier. Dilakukan analisis subgrup pada pasien yang dilakukan radioterapi lokoregional untuk menilai peran brakiterapi dan kemoterapi konkuren. Studi ini sudah memperoleh persetujuan dari Komisi Etik Penelitian Kesehatan RSCM. Hasil: Terdapat 23 pasien pada lengan radioterapi dosis lengkap dan 52 pasien yang diberikan terapi lain. Radioterapi lokoregional dosis lengkap meningkatkan median sintasan keseluruhan hingga 15 bulan (22 vs 7 bulan, p=0.001), begitu juga dengan kemoterapi dosis penuh yaitu 14 bulan (22 vs 8 bulan, p=0.033). Brakiterapi dapat meningkatkan sintasan keseluruhan hingga 15 bulan (p=0.004). Radioterapi dosis lengkap (HR=0.24, p<0.001, 95%CI 0.11-0.55), kemoterapi dosis penuh (HR=0.13, p<0.050, 95%CI 0.02-1.00), dan hemoglobin <11g/dL (HR=2.44, p=0.022, 95%CI 1.14-5.21) merupakan faktor prognostik terhadap sintasan keseluruhan pada pasien kanker serviks IVB. Kesimpulan: Studi ini merupakan studi pertama di Indonesia yang membahas keluaran radioterapi lokoregional dosis lengkap pada sintasan keseluruhan pasien kanker serviks IVB. Radioterapi lokoregional dosis lengkap dengan brakiterapi (dilanjutkan dengan kemoterapi dosis penuh) dapat meningkatkan sintasan keseluruhan dan dapat menjadi salah.

Introduction: Stage IVB (metastatic) cervical cancer comprises 2% of cervical cancer cases worldwide. Based on existing guidelines, the principal intent for stage IVB cervical cancer is palliative therapy. Complete dose locoregional radiotherapy is one of the modalities that may play a role in metastatic cervical cancer management. The 5-year overall survival of stage IVB cervical cancer is 18%. Various prognostic factors influenced overall survival. This study assessed the role of complete-dose locoregional radiotherapy in cases of metastatic cervical cancer in terms of overall survival compared to other therapies according to guidelines, as well as prognostic factors for overall survival of IVB cervical cancer. Methods: This study used a retrospective cohort design in IVB cervical cancer patients at the Instalasi Pelayanan Terpadu Onkologi Radiasi (IPTOR) RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta (RSCM) in 2017 until completing therapy in April 2022. Data analysis was conducted using SPSS version 27 and Microsoft Excel. Cox-regression multivariate analysis is used to assess prognostic factors. The log-rank test and Kaplan-meier chart defined the role of complete-dose locoregional radiotherapy on overall survival. Subgroup analysis was performed on patients undergoing locoregional radiotherapy to assess the role of brachytherapy and concurrent chemotherapy. This study has received approval from the RSCM Health Research Ethics Commission. Results: 23 patients in the complete-dose radiotherapy arm & 52 others got other therapies. Complete-dose locoregional radiotherapy increased overall survival to 15 months (22 vs 7 months, p=0.001), as did full-dose chemotherapy, by 14 months (22 vs 8 months, p=0.033). Brachytherapy increased overall survival by up to 15 months (p=0.004). Complete-dose radiotherapy (HR=0.24, p<0.001, 95%CI 0.11-0.55), full-dose chemotherapy (HR=0.134, p<0.050, 95%CI 0.018-1.000), and hemoglobin <11g/dL (HR=2.44), p=0.022, 95%CI 1.14-5.21) are prognostic factors for overall survival in cervical cancer patients with IVB. Conclusion: This is the first study in Indonesia to discuss the outcome of complete-dose locoregional radiotherapy on the overall survival of IVB cervical cancer patients. Complete-dose locoregional radiotherapy with brachytherapy can improve overall survival. This therapy (followed by full-dose chemotherapy) can be considered as a new option for therapeutic modality for metastatic cervical cancer mangement."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2023
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Ilham
"Dalam penelitian ini dianalisis wawancara Presiden Soekarno dengan wartawan Belanda pada pertengahan bulan Oktober tahun 1966 di istana Bogor. Wawancara ini dilakukan oleh Willem Oltmans, seorang jurnalis asal Belanda yang memiliki hubungan dekat dengan Soekarno. Wawancara dianalisis secara semiotis dengan menjabarkan makna tanda-tanda yang tersurat ataupun yang tersirat dan mengaitkanya dengan teori dan momen-momen sejarah sebagai gambaran hubungan bilateral republik Indonesia – Belanda pada tahun 1966. Penelitian ini menggambarkan bagaimana Hubungan Bilateral antara Indonesia dan Belanda di tengah panasnya perang dingin dan peralihan orde lama ke orde baru. Analisis wawancara ini bermuara pada kesimpulan Soekarno menunjukan kekuatanya di masa lemah kekuatan politiknya dan usahanya untuk mendapatkan dukungan dari Belanda.

This study analyze President Soekarno's interview with a Dutch journalists in mid-October 1966 in the Bogor palace. This interview was conducted by Willem Oltmans, a Dutch journalist who had a close relation with Soekarno. The interview is analyzed from the semiotic perspective by describing the meaning of the signs and linking them with the historical situations of the bilateral relation between the Republic of Indonesia and the Netherland in 1966, during thecold war and the transition of the old and the new era. The analysis of this interview led to the conclusion of Soekarno’sstrength during his weak periods of his political position and his attempts to get support from the Netherland."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2019
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Tomu Juliani
"Latar belakang: Kondisi badai sitokin atau hiperinflamasi pada COVID-19 dapat berakibat fatal pada pasien. Inflamasi juga dapat menyebabkan gangguan koagulasi. Rasio netrofil limfosit (RNL) dan rasio platelet limfosit (RPL) telah diketahui dapat menjadi penanda inflamasi pada beberapa penyakit. Status koagulasi pasien dapat dilihat dari parameter nilai D-dimer. Peran penanda hayati yang dapat menggambarkan keadaan tromboinflamasi pada pasien COVID-19 tersebut perlu ditelaah lebih lanjut.
Tujuan penelitian: Mengetahui hubungan nilai RNL, RPL dan D-dimer terhadap luaran tatalaksana pasien COVID-19 terkonfirmasi di RSUP Persahabatan.
Metode penelitian: Analisis observasional kohort retrospektif terhadap pasien COVID-19 terkonfirmasi yang dirawat di RSUP Persahabatan secara total sampling diperoleh dari bulan Maret sampai dengan Juli 2020. Kami meninjau 214 rekam medis pasien COVID-19 terkonfirmasi yang memenuhi kriteria inklusi.
Hasil penelitian: Rerata usia pasien pada penelitian ini adalah 54,35 tahun, didominasi oleh laki-laki sebanyak 60,7%. Status gizi pasien paling banyak adalah normal sebesar 54,7%. Proporsi pasien yang memiliki komorbid sebanyak 65,4%. Komorbid yang paling banyak adalah hipertensi, kedua adalah diabetes melitus. Derajat penyakit paling banyak adalah berat-kritis sebanyak 76,1%, diikuti sedang 20,1%, ringan 3,7%. Median lama rawat adalah 12 hari. Pasien meninggal sebanyak 60 orang (28%). Nilai median RNL, RPL dan D-dimer awal pasien adalah 5,75 (0,68-81,5), 243,5 (44,7-1607) dan 1140 (190-141300), secara berurutan. Terdapat hubungan antara nilai RNL (p=0,000), RPL (0,013) dan D-dimer (0,032) terhadap luaran pasien.
Kesimpulan: Nilai RNL, RPL dan D-dimer awal perawatan pasien COVID-19 terkonfirmasi di RSUP Persahabatan berhubungan dengan luaran tatalaksana pasien.

Backgrounds: Cytokine storm or hyperinflammation in COVID-19 can cause fatal outcome for patients. Imflammation also can cause hypercoagulation. Neutrophil lymphocyte ratio (NLR) and platelet lymphocyte ratio (PLR) have already known as inflammation marker in several diseases. Coagulation status in patients could be measured by D-dimer value. The role of biomarkers for that thromboinflammation in COVID-19 should be explored.
Aims: to know the association between NLR, PLR and D-dimer value with confirmed COVID-19 patients’ outcome in Persahabatan hospital, Jakarta
Methods: We performed observational retrospective cohort analysis of confirmed COVID-19 patients hospitalized in Persahataban hospital. Subjects by means of total sampling were confirmed COVID-19 patients between March till July 2020. We reviewed the medical record of 214 patients whom met the inclusion criteria.
Results: Mean age of patients in this study were 54,35 years old, dominated by males (60,7%). Most of the patients were with normal nutritional status (54,7%) and presented with comorbidity (65,4%). Diabetes melitus was the most frequent comorbidity, second was hypertension. Disease severity was severe to critical in 76,1% patients, 20,1% in moderate cases and 3,7% in mild case. Length of hospital stay was 12 days. Death patients were 60 (28%). The median of initial NLR, PLR and D-dimer value were 5,75 (0,68-81,5), 243,5 (44,7-1607) dan 1140 (190-141300), respectively. There were an association between NLR (p=0,000), PLR (0,013) and D-dimer value (p=0,032) with patients’ outcome.
Conclusions: There were association between NLR, PLR and D-dimer value on admission with confirmed COVID-19 patients’ outcome in Persahabatan hospital.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2020
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>