Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 109997 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Dina Nurpita Suprawoto
"Ventilasi mekanik berfungsi untuk menyelamatkan kehidupan, namun ventilasi mekanik merupakan tindakan invasif yang menimbulkan ketidaknyamanan berupa kecemasan, agitasi, dan rasa nyeri. Nyeri berdampak negatif pada tumbuh kembang anak. Tujuan penulisan karya ilmiah ini untuk memberikan gambaran asuhan keperawatan nyeri akut pada anak dengan ventilasi mekanik melalui identifikasi nyeri dan tingkat sedasi dengan instrumen Comfort Behaviour Scale dengan pendekatan Teori Kenyamanan Kolcaba. Terdapat lima kasus anak yang terpasang ventilasi mekanik yang mengalami nyeri dan diberikan asuhan keperawatan melalui pendekatan teori kenyamanan Kolcaba.
Aplikasi teori kenyamanan Kolcaba terbukti efektif memberikan kenyamanan anak dengan ventilasi mekanik yang mengalami nyeri meliputi konteks kenyamanan fisik, psikospiritual, sosiokultural, dan lingkungan. Instrumen Comfort Behaviour Scale terbukti valid dan reliabel dalam mengukur tingkat sedasi serta dapat digunakan untuk tingkat nyeri anak dengan ventilasi mekanik. Instrumen ini dapat digunakan perawat dalam pengkajian nyeri dan tingkat sedasi anak yang terpasang ventilasi mekanik sehingga memudahkan dalam manajemen nyeri dan sedasi.

Mechanical ventilation serves as live saving, but mechanical ventilation is an invasive procedure that causes discomfort in the form of anxiety, agitation, and pain. Pain has a negative impact on child development. The purpose is to provide an overview of acute pain nursing care for children with mechanical ventilation through identification of pain and sedation levels with a Comfort Behavior Scale instrument based on Kolcaba Comfort Theory approach. There were five cases of children with mechanical ventilation who experienced pain and were given nursing care through the Kolcaba comfort theory approach.
The application of the Kolcaba comfort theory has proven to be effective in providing comfort for children with mechanical ventilation who experience pain including the context of physical, psychospiritual, sociocultural, and environmental comfort. The Comfort Behavior Scale instrument proved to be valid and reliable in measuring the level of sedation and can be used for measuring pain in children with mechanical ventilation. This instrument can be used by nurses in the assessment of pain and the level of sedation of children who have mechanical ventilation that makes it easier for pain and sedation management.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2019
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Tri Sakti Widyaningsih
"Karya Ilmiah Akhir ini memberikan gambaran tentang pelaksanaan Program Residen Ners Spesialis Keperawatan Anak dalam bentuk kegiatan praktik Residensi I dan II. Karya Ilmiah Akhir ini bertujuan untuk memberikan gambaran aplikasi teori comfort Kolcaba dalam asuhan keperawatan pada anak dengan peningkatan suhu tubuh dan pencapaian kompetensi baik sebagai praktisi, pendidik, advokat, pengelola dan peneliti selama praktik residensi. Menurut comfort Kolcaba, peningkatan suhu tubuh merupakan salah satu gangguan pemenuhan kebutuhan rasa nyaman fisik yang berkaitan erat dengan kebutuhan rasa nyaman psikospiritual, sosiokultural dan lingkungan. Intervensi yang dilakukan adalah memonitor status hemodinamik, menganjurkan keluarga untuk selalu berada di samping pasien, mengajarkan keluarga dalam pemberian kompres air hangat dan mengatur suhu ruangan sesuai suhu tubuh pasien. Salah satu inovasi yang dilakukan adalah mengukur suhu tubuh dengan menggunakan termometer timpani dimana residen menerapkan salah satu kompetensi perawat spesialis sebagai ranah pengembangan profesional sekaligus memberikan kebutuhan rasa nyaman dan mencegah trauma pada anak.

This Final Scientific Paper provides an overview of the implementation of the Resident Program Specialist Nurses in the form of practical activities Residency I and II. This Final Scientific aims is in order to provide an overview Comfort Kolcaba Theory Application of children nursing care by increased body temperature and achievement of competency either as a practitioner, educator, advocate, manager and researcher during practice residency. According to Kolcaba comfort theory, increasing body temperature is one of the comfortable sense of fulfillment disorders are strongly associated with physical comfort needs psikospiritual, sociocultural and environmental. Interventions need to be done is to monitor hemodynamic status, advised the family to accompanied the patient, the family teaches the provision of warm water compress and maintain the room's temperature according the patient's body temperature. One inovation need to be done is measure the body temperature using a thermometer tympanic where residents apply one domain competence as a specialist nurse professional development needs as well as providing a sense of comfort and prevent trauma to child."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2014
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Yeni Iswari
"Karya ilmiah ini menjelaskan tentang aplikasi Comfort Theory (Kolkaba) pada anak dalam pemenuhan rasa nyaman nyeri di ruang non infeksi. Penerapan Comfort Theory Kolkaba ini dilaksanakan pada 5 kasus kelolaan yang berbeda untuk memenuhi kebutuhan rasa nyaman nyeri yang berfokus pada faktor fisik, psikospiritual, lingkungan dan sosial. Pemenuhan rasa nyaman nyeri sangat penting bagi anak yang di rawat dengan kanker. Tindakan keperawatan untuk memenuhi rasa nyaman tersebut di laksanakan secara mandiri, kolaborasi dan pendidikan kesehatan, sehingga diharapkan klien mencapai rasa nyaman relief, ease, dan transcendence. Ners spesialis keperawatan anak menerapkan tindakantindakan keperawatan pada klien, diperlukan dukungan dan kerjasama yang baik antara tim kesehatan, anak dan orang tua, sehingga pemberian asuhan keperawatan menjadi optimal.

This final assignment explains about the application of Kolkaba’s Comfort Theory in children with in the fulfillment of a sense of comfort in the pain of noninfectious pediatric ward. Application of Comfort Theory Kolkaba was held on 5 different cases managed to meet the comfort needs of pain that focus on physical factors, psikospiritual, environmental and social. Fulfillment of a sense of comfort is very important for the pain in hospitalized children with cancer. Nursing actions to meet the comfort is carried on independently, collaboration and health education, so expect the client to achieve a sense of comfort relief, ease, and transcendence. Specialist nurses apply the nursing child nursing actions on the client, required the support and good cooperation between the health teams, children and parents, thus providing nursing care to be optimal.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2012
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Ita Pursitasari
"Kanker menimbulkan masalah pada anak baik fisik maupun psikologis.Teori kenyamanan Kolcaba memberikan arahan dalam pemenuhan rasa nyaman pada pasien anak kanker dengan masalah fatigue. Karya ilmiah ini bertujuan untuk menganalisis penerapan teori kenyamanan Kolcaba pada 5 kasus kelolaan sebagai upaya mengoptimalisasi pemberian asuhan keperawatan pada anak kanker yang menjalani kemoterapi dengan masalah fatigue. Asuhan Keperawatan dilakukan berdasarkan tahapan kenyamanan, yaitu pengkajian (kenyamanan fisik, psikospiritual, sosiokultural dan lingkungan), merumuskan diagnose keperawatan, menetapkan intervensi (berdasarkan standard comfort, coaching dan comfort food for the soul), implementasi dan evaluasi. Teori kenyamanan Kolcaba dapat diterapkan pada anak kanker dengan masalah fatigue. Hal ini perlu diterapkan pada kasus yang lebih besar

Cancer provokes physical and psychological problems. Kolcaba's comfort theory gives direction in fulfilling comfort feeling in children with cancer that have fatigue issue. This case study aims is to analyze application of Kolcaba comfort in 5 cases of management theory regarding optimizing nursing care for children with cancer that having chemotherapy and fatigue issue. Nursing care was applied based on comfort level such as assessment (physical comfort, psychospiritual, sociocultural and environmental), nursing diagnoses , determine interventions (based on comfort standards, coaching and comfort food for the soul), implementation and evaluation. Kolcaba comfort theory mau apply for children with cancer that having fatigue issue. Experience of children with cancer that have been hospitalized because of fatigue issue could be explored. This needs to be applied to a larger case."
Jakarta: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2020
SP-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Rifka Putri Andayani
"

Luka tekan adalah kerusakan terlokalisir pada bagian kulit atau jaringan dibawahnya sebagai akibat dari tekanan dan gesekan yang terus menerus sehingga terjadi iskemia, nekrosis, yang dapat meluas secara radial hingga lapisan jaringan yang lebih dalam. Tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah untuk memberikan gambaran mengenai pemenuhan kebutuhan pada anak yang mengalami kerusakan integritas kulit melalui penerapan reposisi dengan pendekatan Teori Kenyaman Kolcaba. Terdapat lima kasus anak yang dirawat di ruang infeksi yang diberikan asuhan keperawatan dengan pendekatan Teori Kenyamanan Kolcaba. Aplikasi Teori Kenyamanan Kolcaba dapat menjamin kenyamanan pada anak yang mengalami kerusakan integritas kulit melalui empat konteks kenyamanan yaitu kenyamanan fisik, psikospiritual, lingkungan, dan sosiokultural. Penerapan reposisi setiap 2 jam terbukti efektif terhadap peningkatan skor Braden Q dan mencegah terjadinya luka tekan pada anak. Perawat diharapkan mampu melakukan deteksi dini terhadap kerusakan integritas kulit menggunakan Skala Braden Q dan menerapkan reposisi setiap 2 jam pada anak dengan tetap memperhatikan kenyamanan anak untuk meningkatkan kualitas hidup pada anak yang mengalami kerusakan integritas kulit.

 


A pressure injury is localized damage to the skin or tissue beneath as a result of continuous pressure and friction wgich lead to ischemia and necrosis. This injury may extend radially to a deeper layer of the tissue. The purpose of this paper is to provide an overview of needs fulfillment of the children who have damaged skin integrity through the application of repositioning and integrate the Kolcaba Theory of Comfort. There were five cases of children treated in the infectious room who were given nursing care with the Kolcaba’s Comfort Theory. The Application of Kolcaba’s Comfort Theory can ensure comfort in a child who has damaged skin integrity according to four comfort contexts: physical, psychospiritual, environmental, and sociocultural comfort. The application of repositioning every two hours proved effective against increase Braden Q scores and preventing the occurrence of pressure injury in children. Nurses are expected to be able to detect early damage of the skin integrity using the Braden Q Scale and apply the reposition every two hours as well as paying attention to the child's comfort to improve the quality of life in children who have damaged skin integrity.

 

"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2019
SP-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Atika Dranesia
"Kondisi gawat darurat pada anak membutuhkan penanganan yang cepat dan tepat serta pendekatan yang sesuai dengan perkembangan anak untuk mengatasi masalah kenyamanan pada anak. Kondisi ruangan gawat darurat yang ramai dan asing memicu timbulnya perilaku distress pada anak serta menimbulkan ketidaknyamanan. Modifikasi lingkungan dengan konsip atraumatic care dirancang dengan menggunakan prinsip Teori Kenyamanan Kolcaba. Penerapan evidence based nursing (EBN) dilakukan dengan metode quasy experiment dengan pendekatan post test only non equivalent control group. Intervensi yang diterapkan berupa modifikasi ruangan gawat darurat dengan menambahkan gambar menarik pada ruangan terutama di tiang infus. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 93 anak dengan teknik non probability sampling dengan metode purposive sampling. Hasil analisis bivariat menunjukkan ada perbedaan yang bermakna perilaku distress antara kelompok kontrol dan intervensi menurut persepsi orangtua (p=0,003) serta menurut pengamatan perawat (OSBD-R) (p<0,001). Dengan demikian pemberian asuhan keperawatan dengan konsep atraumatic care dapat membantu mengatasi masalah gangguan kenyamanan pada anak di ruang gawat darurat.

Emergency conditions in children require fast and appropriate handling and approaches that are appropriate for the child's development to overcome the child's comfort problems. The condition of a crowded and unfamiliar emergency room triggers distress in children and causes discomfort. Environmental modification with the concept of emergency care is designed using the Kolcaba Comfort Theory principle. The application of evidence based nursing (EBN) is done by the quasy experiment method with a post test only non equivalent control group approach. The intervention was implemented in the form of modification of the emergency room by adding interesting images to the room, especially on the infusion pole. The number of samples in this study were 93 children with non probability sampling techniques with purposive sampling method. The bivariate analysis showed that there were significant differences in distress behavior between the control and intervention groups according to parental perceptions (p = 0.003) and according to nurses' observations (OSBD-R) (p <0.001). Thus the provision of nursing care with the concept of atraumatic care can help overcome the problem of comfort disorders in children in the emergency room."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2019
SP-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Orpa Diana Suek
"Permasalahan yang sering muncul dalam merawat klien dengan ventilasi mekanik di PICU adalah masalah keperawatan ketidakefektifan bersihan jalan napas. Salah satu teori keperawatan yang dapat diaplikasikan di ruang perawatan intensif adalah Model Konservasi Myra E. Levine yang mempunyai 3 konsep dasar yaitu konservasi, adaptasi dan keutuhan (wholeness). Tahapan proses keperawatan yang dilakukan adalah melakukan pengkajian, merumuskan trophicognosis dan hypothesis yang tepat, mengimplementasikan rencana dan melakukan evaluasi terhadap setiap respon organismik klien yang bertujuan untuk membantu klien beradaptasi selama dalam perawatan dan mencapai wholeness sebagai seorang individu yang unik. Intervensi yang dapat dilaksanakan untuk mempertahankan bersihan jalan napas yang efektif, antara lain fisioterapi dada, penghisapan lendir, humidifikasi, inhalasi, dan mobilisasi. Peran Ners Spesialis Keperawatan Anak selama merawat anak dengan ventilasi mekanik adalah sebagai praktisi, pendidik, advokat dan peneliti. Ners Spesialis Keperawatan Anak diharapkan terus mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang keperawatan untuk meningkatkan kualitas asuhan keperawatan pada klien dan keluarga.

Nursing problem that often arises in caring of pediatric patient with mechanical ventilation at PICU is ineffectiveness of airway clearance. One of the nursing theories that can be applied in intensive care unit is Myra E. Levine Conservation Model which has 3 basic concepts. Those concepts are conservation, adaptation and wholeness. Stages of the nursing process are assesment, formulate appropriate trophicognosis and hypothesis, implementing the intervention and evaluating every client organismic response that is aimed to help clients adapting during the treatment and achieving wholeness as a unique individual. Interventions that can be implemented to maintain an effective airway clearance are chest physiotherapy, mucus suction, humidification, inhalation, and mobilization. The Role of Ners Specialist of Pediatric Nursing for caring of a pediatric patient with mechanical ventilation is as practitioner, educator, advocate and researcher. Ners specialist of pediatric nursing are expected to continue develop knowledge and technology in the field of nursing to improve the quality of nursing care to clients and families."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2013
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Reni Ilmiasih
"Pasien yang dilakukan pembedahan hampir seluruhnya mengalami nyeri. Nyeri yang dialami oleh pasien pasca pembedahan dapat mempengaruhi kestabilan hemodinamik dan dapat menurunkan imunitas tubuh sehingga mengganggu proses penyembuhan. Tujuan dari karya akhir ilmiah ini adalah untuk memberikan gambaran penerapan teori keperawatan Comfort Kolcaba dan pendekatan Family Centered Care dalam mengatasi nyeri pada anak pasca pembedahan laparatomi. Penerapan teori comfort dalam melakukan asuhan keperawatan pada pasien pasca pembedahan dapat meningkatkan kepuasan keluarga dan efektif menurunkan nyeri pada pasien nyeri yang dipengaruhi faktor kecemasan. Aplikasi teori comfort yang ada belum menggunakan ceklist comfort karena perawatan difokuskan pada masalah nyeri sehingga evaluasi yang dipilih menggunakan skala nyeri FLACC dan VAS. Teori comfort dapat diaplikasikan terutama pada pasien yang mengalami nyeri ringan dan pasien dengan peningkatan skala nyeri yang dipengaruhi kecemasan.

Patients who undergo surgery almost entirely feel pain. Pain experienced by patients after surgery could affect the stability of hemodynamic and decrease the body's immunity which can interrupt the healing process. The purpose of this study is to provide an overview of the application of nursing theory Comfort Kolcaba and Family Centered Care approach in dealing with post-surgical pain in children laparotomy. The application of the comfort theory in performing nursing care to patients after surgery can improve family satisfaction and effectively reduce pain in patients which influenced by anxiety. Recently, the application of comfort theory has not been implementing of an evaluation using a checklist comfort because the treatment is focused on the problem so that the evaluation of selected pain using the VAS pain scale and FLACC. Comfort theory can be applied, especially in patients with mild pain and increase pain scale which influenced by anxiety."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2013
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Ramadhaniyati
"Distres pernapasan merupakan suatu gangguan pulmonal yang mengacu pada kondisi hipoksemia dan kegagalan pernapasan Angka kematian akibat kondisi distres pernapasan tergantung pada etiologinya dan dilaporkan angka kematian dapat mencapai 40 sampai 75 Karya ilmiah ini menggambarkan penerapan model Konservasi Levine pada pasien anak dengan masalah distres pernapasan yang dirawat di ruang intensif Beberapa masalah keperawatan yang ditemukan antara lain gangguan pertukaran gas ketidakefektifan pola napas dan ketidakefektifan bersihan jalan napas Masalah keperawatan tersebut diatasi melalui peran perawat anak terutama Ners Spesialis Keperawatan Anak untuk meningkatkan adaptasi pasien terhadap kondisi distres pernapasan dan mencapai wholeness Peran lainnya yang dilakukan oleh residensi keperawatan anak antara lain adalah peran sebagai pengelola asuhan keperawatan peran pendidik serta peran peneliti dan agen perubah

Respiratory distress is a pulmonary disorder refers to the condition of hypoxemia and respiratory failure The death rate due to respiratory distress conditions depending on the etiology and the mortality rates report can reach 40 to 75 This scientific paper describes the application of Levine Conservation Model in children with respiratory distress problems that treated in intensive care unit Some major nursing problems were found such as impaired gas exchange ineffective breathing pattern and ineffective airway clearance Those problems are addressed by the role of pediatric nurses especially by Ners Specialist of Pediatric Nursing which is to improve adaptation to respiratory distress condition and achieving the wholeness The other roles that have been done by a Pediatric Nursing Residencies include the role as manager of nursing care the role of educators as well as the role of investigators and change agents
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2013
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Jayanti Dwi Puspitasari
"Pendahuluan: Hospitalisasi merupakan peristiwa yang membuat traumatik bagi anak, terlebih pada anak yang dirawat di ruang PICU. Anak yang dirawat di PICU berisiko tinggi mengalami kerusakan integritas kulit karena mengalami imobilitas dan terpasang banyak alat kesehatan. Tujuan studi kasus ini adalah untuk memberikan gambaran pencegahan risiko terjadinya kerusakan integritas kulit pada anak melalui pengkajian kulit dengan menggunakan instrumen Braden QD dengan pendekatan model konservasi Levine. Pengkajian dilakukan berdasarkan konservasi Levine terhadap lima kasus terpilih yang berisiko mengalami kerusakan integritas kulit. Hipotesis, intervensi dan respon organismik ditujukan untuk mencapai adaptasi serta membuat klien mencapai keutuhan (wholeness). Pengkajian dengan menggunakan instrument Braden QD terbukti efektif mencegah terjadinya cedera tekan.

Background: Hospitalization has become a traumatic event particularly in pediatric patients in pediatric intensive care unit (PICU). Pediatric patients who were admitted in PICU have a risk for impaired skin integrity particularly for those who had immobility and under medical treatment devices. This case study aimed at describing the risk prevention of impaired skin integrity in pediatric patients by skin assessment using Braden QD Scale through a Levine Conservation Model approach. Skin assessment was performed based on this Levin s model amongst five selected cases which have the risk for impaired skin integrity. Hypothesis, intervention, and organismic response were addressed to achieve an adaptation and eventually reached the patients wholeness. The skin assessment using Braden QD Scale was effective in preventing the pressure injury."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2019
SP-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>