Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 161543 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Heru Santoso
"This study explores the effect of consumer confidence in the impact of housing market wealth and stock market wealth on private consumption for a panel of 10 Asian countries. This study using quarterly data from 2010 1st quarter to 2017 4th quarter and applies panel FMOLS method to assess long-term relationship between variables. The results show that the inclusion of consumer confidence changes the previous impact of housing market wealth and stock market wealth on consumption. Particularly, the interaction term between consumer confidence and housing market wealth has a positive significant impact on consumption, which is different from the previous insignificant impact of housing market wealth on consumption. On the other hand, the interaction term between consumer confidence and stock market wealth has a negative significant impact on consumption, which is different from the previous positive significant impact of stock market wealth on consumption. In addition, the supplementary findings show: (1) countries with higher financial sector development have stronger housing market and stock market wealth effect than from countries with lower financial sector development; (2) countries with higher income level have stronger housing market and stock market wealth effect than from countries with lower income level.

Studi ini mengeksplorasi pengaruh kepercayaan konsumen terhadap wealth effect dari pasar perumahan dan pasar saham terhadap tingkat konsumsi di 10 negara Asia. Studi ini menggunakan data triwulanan dari 2010 kuartal pertama hingga 2017 kuartal keempat dan menggunakan metode panel FMOLS untuk melihat hubungan jangka panjang antar variabel. Hasil studi menunjukkan bahwa kepercayaan konsumen mengubah wealth effect dari pasar perumahan dan pasar saham terhadap tingkat konsumsi. Interaksi dari kepercayaan konsumen dan wealth effect dari pasar perumahan memiliki dampak positif yang signifikan terhadap konsumsi, berbeda dari dampak sebelumnya yang tidak signifikan dari wealth effect pasar perumahan terhadap konsumsi. Di lain sisi, interaksi antara kepercayaan konsumen dan wealth effect dari pasar saham memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap konsumsi, berbeda dari dampak sebelumnya yang positif dan signifikan dari wealth effect pasar saham terhadap konsumsi. Selain itu, studi ini menunjukkan: (1) negara-negara dengan perkembangan sektor keuangan yang lebih tinggi memiliki wealth effect dari pasar perumahan dan pasar saham yang lebih kuat dibandingkan negara-negara dengan perkembangan sektor keuangan yang lebih rendah; (2) negara-negara dengan tingkat pendapatan yang lebih tinggi memiliki wealth effect dari pasar perumahan dan pasar saham yang lebih kuat dibandingkan negara-negara dengan tingkat pendapatan yang lebih rendah. "
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2019
T52873
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Adi Lesmana
"Fenomena penurunan tarif pajak perusahaan pada banyak negara dalam rangka menarik investor asing telah menjadi bahan diskusi yang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris apakah penurunan tarif pajak perusahaan mempengaruhi arus masuk investasi langsung luar negeri, dan faktor-faktor apa saja yang paling efektif dalam meningkatkan arus masuk investasi tersebut. Melalui pendekatan model efek tetap, model efek acak, dan model data panel dinamis, dengan data 28 negara Asia selama tahun 1999 – 2014, kami menyimpulkan bahwa tarif pajak perusahaan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap investasi langsung luar negeri. Investasi langsung luar negeri akan merespons setiap penurunan 1% tarif pajak perusahaan dengan peningkatan arus masuk sebesar 4,56%. Kami juga menyimpulkan bahwa selain faktor kebijakan pajak, faktor keterbukaan ekonomi, ukuran pasar, ukuran pasar, inefisiensi energi, manufaktur, dan nilai tukar juga efektif dalam meningkatkan arus masuk investasi langsung luar negeri.

The phenomenon of corporate tax rate reduction in many countries to attract foreign investors has been an interesting subject. This study aims to provide empirical evidence on whether the corporate tax rate (CTR) reduction affects foreign direct investment (FDI) inflows and the most effective factors in increasing FDI inflows. Using the fixed effect model, random effect model, and dynamic panel data model, with 28 Asian countries from 1999 to 2014, we find that CTR has a significant negative effect on FDI. FDI inflows will increase by 4,56% responding to a 1% CTR reduction. We also find that tax policies, economic factors, market size, energy efficiency measures, manufacturing, and exchange rates also play an important role in attracting FDI inflows."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2021
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rama Vandika Daniswara
"Pasar keuangan, baik di pasar uang maupun pasar saham, mendapat sorotan yang meningkat setelah GFC (Krisis Keuangan Global) 2007. Meski belum tentu menjadi sumber atau pemicu utama KKG, pasar saham memainkan peran utama dalam memperburuk krisis dan menyebarkan krisis lebih luas lagi. Beberapa penelitian telah beralih ke variabel makroekonomi dalam menjelaskan volatilitas dan harga pasar saham. Penelitian ini menggunakan ARDL untuk variabel makroekonomi yang berpengaruh terhadap volatilitas pasar saham, dan BEKK-GARCH untuk volatilitas spillover. Jangka waktunya adalah 2009-2019. Inflasi, suku bunga, VIX, CCI berpengaruh positif terhadap volatilitas pasar saham, sedangkan imbal hasil obligasi jangka panjang berpengaruh negatif terhadap volatilitas pasar saham. Koefisien dan standar deviasi meninggalkan ruang untuk interpretasi ke nilai sebenarnya. Komposit pasar saham Indonesia memiliki korelasi dan kovarians nilai pasar yang kuat dengan Thailand dan Filipina, dan volatilitas spill-over yang kuat dengan Singapura dan Filipina.

Financial markets, both in the money market and the stock market, received increased attention after the GFC (Global Financial Crisis) 2007. While not necessarily main source or trigger of the GFC, the market played a major role in the crisis and spread the crisis even more. Several studies have turned to macroeconomic variables in explaining volatility and stock market prices. This study uses ARDL for macroeconomic variables that affect stock market volatility, and BEKK-GARCH for spillover volatility. The term is 2009-2019. Inflation, interest rates, VIX, CCI have a positive effect on stock market volatility, while long-term bond yields have a negative effect on stock market volatility. The coefficients and standard deviations leave room for interpretations of their true values. The Indonesian stock market composite has strong market correlation and covariance values with Thailand and the Philippines, and strong spill-over volatility with Singapore and the Philippines."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indinesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Armanita Kusumaningrum
"ABSTRAK
Dugaan bahwa kebijakan liberalisasi perdagangan dapat menciptakan seleksi pasar telah menjadi sorotan peneliti di negara berkembang. Dugaan teoritis menunjukkan dengan meningkatnya kompetisi akibat liberalisasi perdagangan, perusahaan yang kurang produktif akan terdorong keluar dari pasar, dan sebagai akibatnya, sumber daya produksi akan berpindah ke perusahaan yang lebih produktif. Studi ini menguji hipotesis tersebut dengan cara menganalisis korelasi antara tingkat produktivitas dan market share perusahaan setelah perubahan tarif impor barang final. Dengan menggunakan data mikro tingkat perusahaan, studi ini menemukan peningkatan korelasi antara Total Factor Productivity perusahaan dan pangsa pasar setelah penurunan tarif impor barang final di sektor manufaktur Indonesia pada periode tahun 1998-2013. Hasil empiris ini mendukung gagasan bahwa liberalisasi perdagangan dapat meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya di proses produksi.

ABSTRACT
The idea that trade liberalization can generate a market selection has been an interest for researchers in developing countries. Theoretically, trade liberalization-induced competition can benefit the high-productive firms but lead the low-productive ones out of market. The implication of the selection is the more efficient use of resources. This study examined the firm-level data of productivity and market share from Indonesian Manufacturing Firms Data from the 2000 -2013 period and found an increased positive correlation between the firms total factor productivity and its output share after import tariff decreases. The empirical findings supports the benefit from trade liberalization in terms of resource use.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2017
T52478
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Bayu Dwi Putra
"Penelitian ini secara empiris menguji Hipotesis Pasar Adaptif pada pasar saham Asia Tenggara dengan menguji tingkat prediktabilitas return menggunakan data indeks penutupan harian selama 30 tahun periode penelitian, mulai Januari 1988 s.d. Desember 2017. Penelitian ini menggunakan tiga versi bootstrap dari Variance Ratio Test pada return index, yaitu Chow Denning Test (1993) dan Joint Sign and Joint Rank Test oleh Wright (2000). Lebih lanjut, penelitian ini juga mengkaji tingkat prediktabilitas return dengan menggunakan moving windows secara bulanan dan juga menguji hubungan antara tingkat prediktabilitas return dengan kondisi pasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada periode yang memiliki tingkat pengembalian yang dapat diprediksi, tetapi ada juga periode yang tidak memiliki tingkat pengembalian yang dapat diprediksi. Riset juga membuktikan bahwa kondisi pasar memiliki korelasi dengan prediktabilitas return, namun demikian setiap pasar saham bereaksi berbeda terhadap kondisi pasar tertentu. Oleh karena itu, penelitian ini menunjukkan hasil yang sejalan dengan Hipotesis Pasar Adaptif dan bahwa setiap pasar saham beradaptasi secara berbeda terhadap kondisi pasar tertentu. Implikasinya, penelitian ini menyarankan agar investor melihat masing-masing pasar saham secara independen karena masing-masing pasar memiliki tingkat prediktabilitas return yang berbeda dan juga tingkat korelasi yang berbeda dengan kondisi pasar.

This study empirically tests the Adaptive Market Hypothesis on the Southeast Asian stock market by testing the return predictability using daily closing index data for 30 years of the study period, from January 1988 s.d. December 2017. This study uses three bootstrap versions of the Variance Ratio Test on the return index, namely the Chow Denning Test (1993) and the Joint Sign and Joint Rank Test by Wright (2000). Furthermore, this study also examines the level of return predictability by using moving windows on a monthly basis and also examines the relationship between the level of return predictability and market conditions. The results show that there are periods that have a predictable rate of return, but there are also periods that have no predictable rate of return. Research also proves that market conditions have a correlation with the predictability of returns, however, every stock market reacts differently to certain market conditions. Therefore, this study shows results that are in line with the Adaptive Market Hypothesis and that each stock market adapts differently to certain market conditions. The implication, this research suggests that investors look at each stock market independently because each market has a different level of return predictability and also a different level of correlation with market conditions."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Retno Puspita Kadarman Wicaksono
"Perilaku herding terjadi ketika investor mengabaikan informasi yang dimiliki dan mengimitasi perilaku investor lainnya. Tujuan dari studi ini untuk melihat pengaruh kebijakan moneter BI dan The Fed terhadap perilaku herding di pasar modal Indonesia. Beta Herding digunakan sebagai pengukuran level perilaku herding dan VECM digunakan untuk melihat hubungan kebijakan moneter perilaku herding. Hasil studi menyatakan bahwa kebijakan moneter konvensional dan non-konvensional BI memiliki pengaruh yang kecil terhadap perilaku herding di pasar modal, sedangkan perilaku herding terjadi akibat guncangan kebijakan moneter The Fed, terutama pada periode GFC. Hal ini menggambarkan kredibilitas BI dan The Fed dalam membentuk ekspektasi dan sentimen investor.

Herding behavior occurs when investor suppressed their own information and imitate other’s action. The aim of this study is to analyze the effect of monetary policy on herding behavior in Indonesia stock market. Beta Herding was used as the measure of herding behavior and VECM was used to analyze the relationship between monetary policy and herding behavior. This study indicated that both BI monetary policy had small effect on herding behavior, while it is affected by Fed monetary policy shocks, especially on GFC period. This also capture the credibility of BI and The Fed in managing investor expectation and sentiment."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2021
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Riza Patwarani
"Penelitian menginvestigasi herding di enam negara Asia (Indonesia, Singapura, Taiwan, China, Hong Kong, India) selama periode pra, COVID-19, dan pasca COVID-19 pada 2 Januari 2019 hingga 30 September 2023 dengan Cross-Sectional Absolute Deviation (CSAD), regresi polinomial. Dampak herding terhadap volatilitas model GARCH (1,1) dan asimetri selama pasar bearish atau bullish dengan variable dummy juga diteliti. Hasilnya herding ditemukan di Indonesia, China, Taiwan, dan Singapura dan cenderung menguat ketika COVID-19 dan post COVID-19. Herding juga terbukti berpengaruh terhadap volatilitas dan asimetri atau lebih kuat ketika pasar sedang bearish. Hasil diharapkan bisa digunakan investor menerapkan strategi herding dan pemerintah mengantisipasi bubble burst

A study examined herding behavior in six Asian countries (Indonesia, Singapore, Taiwan, China, Hong Kong, India) from January 2, 2019, to September 30, 2023, using Cross-Sectional Absolute Deviation and polynomial regression. It analyzed herding's impact on GARCH (1,1) model volatility and asymmetry during bearish or bullish markets, with dummy variables. Herding was identified in Indonesia, China, Taiwan, and Singapore, strengthening amid COVID-19 and post-COVID-19. It notably affected volatility and asymmetry, especially in bearish markets. Findings offer insights for investors implementing herding strategies, aiding governments in proactively addressing potential bubble bursts."
Jakarta: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2024
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Audrie Prabowo
"[Tingkat sinkronisitas harga saham dengan pergerakan pasar saham di
Indonesia sabagai emerging market mempengaruhi tingkat likuiditas saham.
Penelitian ini menggunakan data tahun 2000-2014 di Pasar Saham Indonesia dan
menemukan pengaruh comovement imbal hasil saham dengan pergerakan pasar
terhadap likuiditas saham. Pada 3 ukuran likuiditas saham, yaitu Amihud illiquidity,
zero return, dan Rupiah volume, penelitian ini menemukan hubungan likuiditas
dengan comovement imbal hasil dan risiko sistematik saham. Namun, penelitian ini
gagal menemukan pengaruh sinkronisitas harga saham dengan likuiditas yang diukur
Roll’s spread. Penggunaan ukuran Roll’s spread pada Pasar Saham Indonesia yang
weak-form melanggar asumsi penggunaan ukuran likuiditas tersebut., The level of stock price synchronicity with market movement affects liquidity
level. Using yearly data of Indonesia Capital Market from 2000-2014, this research
found the effect of stock return comovement toward stock liquidity. Three Liquidity
measure (Amihud illiquidity, zero return, and Rupiah volume) used in this research
found the relationship between liquidity and systematic risk. Furthermore, this
research has failed to find the effect of stock price synchronicity toward liquidity
measured by Roll’s spread. This insignificant statistical result is caused by the use of
this liquidity measure in weak-form capital market (Indonesia) which not fulfilled the
assumptions to use Roll’s spread as transaction cost proxy.]"
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2014
S60497
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Msy. Nourma Yunita Sari
"Studi mengenai aglomerasi ekonomi sudah cukup banyak dibahas dalam literatur. Akan tetapi, studi yang menunjukkan hubungan kausal di negara berkembang, yang didominasi oleh sektor informal dan pekerja dengan skill yang rendah, masih terbatas. Salah satu kendalanya, pada keterbatasan data longitudinal dan data ukuran perkotaan yang belum dapat menggambarkan kepadatan ekonomi. Untuk melengkapi gap literatur, studi ini memperbaiki ukuran kota menjadi urban dan suburban, yang mencerminkan arus commuting, dengan menggunakan data Landscan 2010 dan 2015 sehingga dapat menggambarkan ukuran kepadatan ekonomi yang lebih baik dan mengurangi bias akibat measurement error. Secara empiris, hubungan kausal antara ukuran kota terhadap premium pasar tenaga kerja individu diperoleh dengan menggunakan skor indeks risiko kejadian gempa dan ukuran kekasaran kabupaten sebagai instrument variable (IV) dan penggunaan industri fixed effect untuk mengatasi masalah endogenitas dalam mengestimasi parameter. Hasil menunjukkan bahwa kepadatan kota dua kali lebih besar, meningkatkan upah sebesar 53 persen. Hasil ini lebih tinggi dari sebagian besar literatur lainnya, yang disebabkan sampel hanya meliputi wilayah perkotaan dan penggunaan ukuran kepadatan yang lebih presisi dibandingkan berdasarkan batas administratif, sehingga masalah bias akibat measurement error sangat mungkin diatasi dengan baik.

The study of economic agglomeration has been widely discussed in the literature. However, studies that show causal relations in developing countries, which are dominated by the informal sector and workers with low skills, are still limited. The constraints are limitation of longitudinal data and urban size data, which cannot yet describe economic density. To complete the literature gap, this study improves the size of cities to become urban and suburban, reflecting the flow of commuting, using the 2010 and 2015 Landscan data to measure economic density better and reduce bias due to measurement errors. Empirically, using this density and using the 2SLS estimation technique with instrument variables in the form of earthquake risk and ruggedness measures and using industry and occupation fixed effect, the result of a city twice as large can increase wages 53 percent. This result is higher than most other literature because the sample only covers urban areas. The use of density measurements is more precise than based on administrative boundaries, so the problem of bias due to measurement error is very likely to be adequately resolved."
Depok: Universitas Indonesia, 2020
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Juanito Gunawan
"Tesis ini membahas keberadaan Dogs of the Dow pada bursa saham Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode terminal value, Jensen?s alpha, Sharpe ratio, Treynor ratio, information ratio dan batting ratio. Penulis menemukan bahwa Dogs of the Dow mengalahkan performa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), sebagai benchmark pasar, pada periode 2006 s/d 2011. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa portofolio dogs yang dibentuk dari sampel IHSG memiliki performa yang paling baik dibandingkan dogs yang diambil dari indeks BISNIS-27 dan LQ-45. Penelitian ini berkontibusi terhadap literatur behavorial finance dengan memberikan bukti nyata keberadaan anomali pasar.

This thesis studies the existence of Dogs of the Dow in Indonesia stock market. This research uses terminal value method, Jensen's Alpha, Sharpe ratio, Treynor ratio, information ratio dan batting ratio. I find that Dogs of the Dow outperform Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), as market benchmark, for period 2006 to 2011. Further analysis indicates that dogs portfolio chosen from IHSG has better performance than dogs portfolio chosen from BISNIS-27 and LQ45 index. This study contributes to behavorial finance literature by giving empirical evidence of market anomaly."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2012
T34695
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>