Ditemukan 110996 dokumen yang sesuai dengan query
Dina Nurdiana
"Pengekangan fisik merupakan salah satu intervensi yang sering digunakan di instalasi gawat darurat (IGD) dimana karakteristik umum pasien yang datang mengalami penurunan kesadaran dan perubahan perilaku. Kondisi tersebut rentan terjadi pada pasien lanjut usia (lansia), terlebih pada situasi akut akibat infeksi Corona Virus Disease-2019 (COVID-19). Studi ini mengeksplorasi pengekangan fisik pada lansia perempuan berusia 75 tahun dengan COVID-19 yang datang ke IGD akibat desaturasi oksigen dan penurunan kesadaran. Pasien berhasil dipasangkan akses intravena, selang makan, dan kateter urin yang bertujuan untuk pemberian medikasi, nutrisi, dan pemantauan keseimbangan cairan. Pasien diberikan pengekangan fisik untuk membatasi pergerakan ekstremitas atas untuk mencegahnya mengganggu perawatan dan mencabut selang-selang tersebut. Intervensi pengekangan fisik berhasil membuat pasien lebih kondusif saat diberikan medikasi dan nutrisi sehingga pasien lebih cepat stabil. Namun, pengekangan menimbulkan jejas kemerahan pada lengan dan infiltrasi cairan infus, sehingga diperlukan pemantauan secara berkala terhadap respon dan kondisi bagian tubuh yang terpasang pengekang fisik. Pengambilan data dilakukan melalui observasi saat pasien dirawat di IGD. Intervensi pengekangan fisik akan lebih efektif apabila dilakukan sesuai dengan indikasi, hasil pemantauan didokumentasikan pada formulir pengekangan fisik, serta dibutuhkan adanya panduan spesifik terhadap pengurangan penggunaan atau deeskalasi pengekangan fisik.
Physical restraint is one of a commonly used interventions in emergency care, where the patients are mostly admitted with altered consciousness level and behavioral changes. Older adults are vulnerable to those acute symptoms especially those who are infected with Corona Virus Disease-2019 (COVID-19). This study explores the use of physical restraint on 75 years-old elderly woman in emergency department (ED) with COVID-19, low oxygen saturation, and altered consciousness status. Both of her wrists were restrained and nurse can finally inserted IV catheter, nasogastric tube, and urinary catheter for medication, feeding, and fluid balance monitoring. Restraints were used as a preventive measure so she could not self-removing any invasive tubes and interrupting the treatment. Restraints were effective to develop a condusive environment for the patient to receive medication and food in order to stabilize her. But, restraints left soreness on her skin and infiltration on the intravenous catheter area, therefore this intervention needs regular monitoring towards patient’s response and restrained extremities. Data were collected from observation during the treatment in ED. Physical restraint would be more effective if it is based on the right indication, monitored and documented on the restraint monitoring form, and a specific guidelines from institution is needed to reduce the use of restraint."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2021
PR-pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Muhammad Adriel Ghifary
"Latar belakang: Kematian pasien lansia dengan COVID-19 di ICU memiliki angka yang tinggi. Pandemi COVID-19 menjadi kendala bagi penerapan perawatan akhir hayat pada lansia dengan COVID-19 yang dirawat di ICU karena adanya pembatasan interaksi antara pasien dengan keluarga pasien. Gambaran kasus: Pasien merupakan seorang lansia berusia 82 tahun berjenis kelamin laki-laki dengan diagnosis COVID-19 derajat kritis, diabetes mellitus tipe 2, hipertensi, serta demensia. Observasi dilakukan terhadap perawatan akhir hayat pada pasien dan keluarga pasien. Perawatan utama pada pasien berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar pasien dan kenyamanan pasien. Pasien tidak dapat dilibatkan secara langsung karena kondisi dalam pengaruh sedasi. Keterlibatan keluarga dilakukan melalui media gawai karena keluarga tidak bisa dihadirkan langsung kepada pasien untuk mencegah transmisi virus. Kesimpulan: Komunikasi dan interaksi melalui gawai kurang optimal dalam memfasilitasi kebutuhan spiritual akhir hayat pasien dan keluarga, sementara perawat tidak dapat menggantikan peran keluarga.
Background: Elderly patients with COVID-19 in ICU have a high mortality rate. COVID-19 pandemic creates an obstacle in implementing end-of-life care for the elderly with COVID-19 in ICU because there is a limitation of interaction between patients and their families. Case illustration: A 82 years old male patient with diagnosis critical level COVID-19, type 2 diabetes mellitus, hypertension, and dementia. The focus of the observation is for the end-of-life care to the patient and his family. The primary interventions for the patient are basic needs support and patient comfort. The patient cannot be directly involved because he is under sedation. The family involvement is done with the help of gadget devices because they cannot meet the patient to prevent virus transmission. Conclusion: Communication and interaction using devices cannot optimally facilitate patient and family’s spiritual needs at the end-of life, while the nurses cannot replace the family roles."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2021
PR-pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Ratri Utami
"
ABSTRAKHambatan mobilitas fisik merupakan masalah keperawatan yang sering dikeluhkan pada lansia dengan post stroke. Stroke berdampak pada kemampuan beraktivitas dan mobilisasi lansia. Peningkatan aktivitas berupa latihan aktivitas fisik menjadi salah satu intervensi yang dapat diberikan. Studi kasus ini bertujuan memaparkan hasil proses keperawatan dengan tindakan home based physical activity. Lansia berusia 70 tahun dengan riwayat post stroke sembilan tahun, tinggal di STW KB Ria Pembangunan. Lansia mengalami hemiparase dextra yang berdampak kesulitan beraktivitas dan membutuhkan pengasuh. Diagnosa utama yang diangkat adalah hambatan mobilitas fisik. Intervensi yang diberikan merupakan latihan aktivitas fisik yang telah diberikan dua kali dalam sepekan, dengan durasi 15-20 menit melalui daring. Hasil menunjukan latihan aktivitas fisik mampu meningkatkan keseimbangan dan daya tahan lansia. Perubahan dilihat berdasarkan skor BBT dan kriteria hasil pada rencana keperawatan. Dengan demikian, prosedur home based physical activity dapat diterapkan sebagai rutinitas lansia dengan post stroke disertai atau tidak kelemahan pada sebagian tubuh.
ABSTRACTImpaired physical mobility is a nursing problem that is often complained by elderly with post stroke. Stroke affects the ability to move and to do physical activity in elderly. Increased activity by physical activity exercises becomes one of the interventions that can be administered. This case study aims to show the results of the nursing process with a home-based physical activity. A 70 years old elderly with a nine-year post-stroke history, staying at STW KB Ria Pembangunan, Cibubur. The history of dextra hemiparase has an impact on difficulty to do some activities so that requires a caregiver. The primary diagnosis is impaired physical mobility. The intervention physical activity exercise has been administered twice a week, with a duration of 15-20 minutes through online. Results showed physical activity exercises improve the balance and durability of the elderly. Changes are seen based on the BBT score and the outcome criteria on the nursing plans. Thus, the procedure of home based physical activity can be applied as an elderly routine with post stroke with or without weakness in the part of the body."
2020
PR-pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Heydon, J. D.
London: Butterworth, 1971
343.42 HEY r
Buku Teks Universitas Indonesia Library
Isnah Ariyanti
"Pasien ESRD yang menjalani hemodialisis merupakan kelompok yang rentan terkena infeksi di masa pandemi ini. Ketika pasien terkonfirmasi COVID-19, pasien harus menjalani isolasi dan hemodialisis di unit khusus COVID-19. Akan muncul berbagai respon dan dampak bagi pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi secara mendalam tentang pengalaman pasien yang menjalani hemodialisis dan terkonfrimasi COVID-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi dengan metode wawancara mendalam. Partisipan berjumlah 15 orang dari RS Universitas Hasanuddin yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Terdapat 5 tema yang dihasilkan dalam penelitian ini yaitu respon emosi saat terkonfirmasi COVID-19, dampak yang dialami pasien saat terkonfirmasi COVID-19 dan menjalani isolasi, perbedaan yang dialami saat menjalani isolasi dan HD COVID-19, support system dan harapan terhadap ruang perawatan isolasi dan HD COVID-19. Temuan tersebut menunjukkan bahwa pasien yang menjalani hemodialisis dan terkonfirmasi COVID-19 memerlukan bantuan dan dukungan dari penyedia layanan kesehatan di unit hemodialisis khususnya unit hemodialisis khusus COVID-19 untuk mengatasi berbagai masalah dan dampak akibat terkonfirmasi. Perawat perlu berperan aktif untuk melakukan pengkajian secara holistik dan evaluasi secara terus menerus dan berkelanjutan agar dapat memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dalam memenuhi kebutuhan pasien
Hemodialysis patients were a susceptible group to get infection during pandemic. When a patient was confirmed COVID-19, the patient must undergo isolation and hemodialysis in a special COVID-19 unit. There would be various responses and impacts for the patient. The purpose of this study was to explore in depth the experiences of patients undergoing hemodialysis and confirmed COVID-19. This study used a phenomenological approach with in-depth interviews. There were 15 participants from Hasanuddin University Hospital who were selected through purposive sampling technique. There are 5 themes generated in this study, emotional responses when confirmed COVID-19, the impact experienced by patients when confirmed COVID-19 and undergoing isolation, differences experienced when undergoing isolation and HD COVID-19, support system and expectations for the isolation room.and HD COVID-19. These findings indicate that patients undergoing hemodialysis and confirmed COVID-19 require assistance and support from health care providers in the hemodialysis unit, especially in the COVID-19 hemodialysis unit for to overcome various problems and impacts of being confirmed. Nurses need to play an active role in conducting holistic assessments and evaluations continuously in order to provide comprehensive nursing care in meeting patient needs."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia , 2022
T-pdf
UI - Tesis Membership Universitas Indonesia Library
"Patient satisfaction was one thing that was very important in reviewing the quality of health services, including health center. Measuring patient satisfaction can be used to evaluate the quality of health services. In this study the dimensions related to health service user satisfaction, were in terms of reliability, assurance, tangible, emphaty and responsiveness. The purpose of this research was to know the level in district of outpatient services and inpatient care at district health center Sidoarjo."
BUPESIK
Artikel Jurnal Universitas Indonesia Library
Zeffry
"Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis berbagai penyebab ketersisihan pedagang Arab oleh pedagangCina selama kurun waktu 30 tahun (1960-1990) yang didasarkan atas pengamatan lapangan, di empat wilayah Jakarta. Penelitian ini dimaksudkan untuk memberi kontribusi pada pengembangan disiplin limu Sejarah, Sosiologi, dan Antropologi, khususnya yang berkaitan dengan masalah perubahan sosial yang terjadi pada masyarakar perkotaan, dan lebih khusus lagi pada suatu komunitas masyarakat tertentu. Penelitian ini juga akan memperlihatkan bahwa fenomena perubahan sosial yang terjadi di Jakarta dalam kurun waktu tertentu dapat dijadikan bahan perbandingan untuk melihat berbagai gejala sejenis di kola lain.
Penelitian in, menggunakan model penelitian kualitatit. Perubahan sosial yang terjadi pada pedagang Arab maupun Cina harus disadari bukanlah fenomena yang berdiri sendiri, akan tetapi mempunyai keterkaitan baik secara langsung maupun tidak dengan penyebab lainnya. Beberapa alasan ketersisihan itu, antara lain, datangnya etnis Cina dari beberapa daerah yang membuka toko di sekitar lokasi pedagang Arab, kaum muda Arab sedikit yang berkeinginan untuk meneruskan usaha dari orang tuanya, adanya dominasi produk dan penyalur yang dilakukan oleh etnis Cina, dan beralihnya para pedagang Arab ke niaga dagangan lain."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2002
LP-Pdf
UI - Laporan Penelitian Universitas Indonesia Library
Novendra
"Tesis ini membahas tingkat kepuasan pasien terhadap mutu pelayanan kesehatan sesudah pemaparan hasil survei kepuasan awal. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan model non randomized pretest-postest control group design. Dimana penelitian diadakan di Instalasi Gawat Darurat RSUD Cengkareng sebagai rumah sakit eksperimen dan RSUD Tarakan sebagai rumah sakit control. Data kepuasan pasien dianalisa dengan menggunakan diagram kartesius. Hasil survei awal diumpan balikkan kepada RS Eksperimen dalam bentuk pemaparan, sedangkan kepada RS Kontrol tidak dilakukan pemaparan. Berdasarkan hasil dari penelitian tersebut, oleh karenanya manajemen RSUD Cengkareng dapat mengkomunikasikan secara terus menerus sistem mutu layanan dalam proses pelayanan.
This thesis explore about the rate of customer?s satisfaction to the quality of heath services after the presentation of the beginers satisfaction survey?s result. This research done by the experimental coalition with non-randomized pretest-postest control group design model. The research established at Cengkareng Hospital Emergency Room as experimental hospital and at Tarakan Hospital as control hospital. The data which has been collected that analyzed by using cartesius. The beginers of survey result that use as feedback then give to the experimental hospital in the form of presentation, in other hand to the control hospital give without presentation. Accordance to the result, thus RSUD Cengkareng Management can communicate continuously the quality service system in the service process."
Depok: Universitas Indonesia, 2010
T31711
UI - Tesis Open Universitas Indonesia Library
Dinda Dwi Kartika
"Corona virus disease atau Covid-19 adalah sebuah penyakit jenis baru yg menyebar hingga ke berbagai negara di dunia sejak awal 2020, termasuk Indonesia yang hingga saat ini angka kematiannya mencapai 130 ribu jiwa. Penyakit ini menyerang sistem pernafasan manusia yang ditandai dengan adanya desaturasi oskigen yang terjadi secara cepat. Pasien yang datang ke Instalasi Gawat Darurat cenderung memiliki keluhan sesak dengan ditandai adanya penurunan satursi dan peningkatn laju pernapasan. Desaturasi oksigen yang terjadi pada pasien covid dapat meningkatkan mortlitas Laporan kasus ini bertujuan untuk menggambarkan tanda-tanda vital pada pasien covid-19 saat pertama datang ke IGD. Hasil yg didapatkan dari laporan kasus ini, masalah utama pada pasien ialah sebanyak 55% pasien menunjukkan saturasi oksigen < 90% saat pertama kali datang ke IGD. Dan sebanyak 95% pasien memiliki laju pernapasan > 30 menit. Pada frekuensi nadi dan tekanan darah, nilai median masih berada pada rentang normal. Setelah pemberian suplementasi oksigen perbedaan tampak pada nilai saturasi oksigen yang menunjukkan perbaikan dan perbaikan laju pernapasan. Namun, sebanyak 3 pasien (6%) masih menunjukkan nilai saturasi < 90%. Berdasarkan hasil tersebut masalah utama pasien covid-19 ialah masalah oksigenasi, dan tidak semua pasien berespon terhadap pembeian suplementasi oksigen. Hal ini menunjukkan pentingnya pemantuan tanda-tanda vital pada pasien covid-19 untuk melihat efektivitas terapi dan deteksi dini perburukan
Corona virus disease or Covid-19 is a new type of disease that has spread to many countries in the world since early 2020, including Indonesia, where until now the death rate has reached 130 thousand people. Covid-19 affects the human respiratory which is characterized by decrease in oxygen saturation rapidly. Patients who come to the Emergency Department tend to have complaints of shortness of breath with decreasing in saturation and increasing in respiratory rate. Oxygen desaturation that occurs in covid-19 patients can increase mortality. This case report aims to describe the vital signs of COVID-19 patients when they first come to the Emergency room. The results obtained from this case report, the main problem in patients is that as many as 55% of patients showed oxygen saturation <90% when they first came to the ER. And as many as 95% of patients have a respiratory rate > 30 minutes. In pulse rate and blood pressure, the median value is still in the normal range. After administering oxygen supplementation the difference was seen in the improvement of oxygen saturation and respiratory rate. But, there are 3 patients (6%) showed oxygen saturation below 90%. It shows that not all patients respond to oxygen supplementation. Based on these results, most of the COVID-19 patients experienced oxygen desaturation. This shows the importance of monitoring vital signs in COVID-19 patients to see the effectiveness of therapy and early detection of worsening."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2021
PR-pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Hewitt, Paul G.
San Francisco: Pearson - Addison Wesley, 2008
500.2 HEW c
Buku Teks Universitas Indonesia Library