Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 157195 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Sri Murtiningsih
"Manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya akan mengolah sumber alam sehingga menghasilkan barang (produk positif) dan limbah (produk negatif), limbah tersebut dibuang ke alam kembali. Pertambahan penduduk serta semakin maju dan meningkatnya pendapatan per kapita maka kebutuhan hidup manusia akan meningkat, ini berarti kebutuhan sumber alam akan meningkat pula. Dalam memenuhi kebutuhan sumber alam yang meningkat tersebut diusahakan penggunaan sumber alam secara efisien dan mengusahakan persediaan sumber alam lebih banyak, antara lain dengan pemanfaatan kembali limbah. Dengan pemanfaatan kembali limbah, maka limbah tidak seluruhnya di buang kembali ke alam yang berakibat tidak baik tetapi sebagian dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku produksi maupun langsung dipakai kembali. Peran serta pemulung sebagai dasar mata rantai pengumpulan limbah yang akan dimanfaatkan kembali untuk di daur ulang maupun langsung dipakai kembali.
Pemulung di Jakarta sebagian besar diorganisir lapak dan sebagian kecil bekerja sendiri, bekerja mengelompok bersama teman satu daerah asal. Cara kerja ini merupakan organisasi usaha dari sekelompok orang yang bekerjasama untuk mencapai tujuan tertentu yaitu memperoleh hasil pungutan sampah lebih banyak.
Masalah pokok yang diteliti adalah mana yang lebih menguntungkan dilihat dari produktivitas kerjanya, pemulung yang diorganisir atau kah yang tidak diorganisir oleh lapak.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran cara kerja pemulung yang diorganisir lapak dan produktivitas. kerjanya, gambaran cara kerja pemulung yang tidak diorganisir lapak dan produktivitas kerjanya, apakah ada perbedaan ke dua cara kerja tersebut serta mana yang lebih menguntungkan dilihat dari produktivitas kerjanya.
Hipotesis penelitiannya adalah organisasi usaha pemulung tidak berpengaruh terhadap produktivitas kerjanya.
Untuk mengetahui produktivitas kerja pemulung, dilakukan penelitian dengan cara pengamatan dan penimbangan hasil kerja pemulung selama 14 hari, serta diambil pula data kuestioner, wawancara dan observasi langsung sebagai data penunjang.
Pengujian hipotesis dengan cara analisis statistik menggunakan uji t terhadap produktivitas kerja pemulung dan perbedaan hasil kerjanya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa organisasi usaha pemulung berpengaruh terhadap produktivitas kerja pemulung, dimana pemulung yang bekerjanya diorganisir lapak mempunyai produktivitas kerja yang lebih besar dibanding pemulung yang tidak diorganisir lapak.
Diperlukan ketegasan kebijaksanaan pemerintah tentang keberadaan pemulung di Jakarta, instansi mana yang bertanggung jawab dalam penanganan pembinaan pemulung ini serta perlu pengelompokan pemulung dengan jumlah yang lebih kecil sehingga mempermudah pembinaan dan merupakan kekuatan dalam pemasaran barang.

In his efforts to fulfill his needs, man exploits the resources of nature through which he produces the products which he requires to sustain his living (positive products), as well as waste (negative products). The produced waste is eventually deposited back to nature. Population increase, progress and rise of Gross National Product (GNP) have further increased the life needs of man and in turn, he requires a still bigger amount of natural resources.
In order to fulfill the increasing need for natural resources, it is necessary to adopt effective exploitation methods and to take measures so as to secure adequate replenishment of natural resources, among others through their recycling and reusage. As such, the produced waste is not entirely returned to nature, which may produce unfavorable impacts, but instead some of it is recycled into the necessary raw materials or is immediately reused. In this instance, waste-pickers are an indispensable link within the chain of waste recycling and reusage.
In Jakarta, most waste-pickers work as organized groups and only a small number of them work independently, or form small groups that are based on their respective districts of origin. Essentially, these organizations or groups have the objective of securing a bigger waste-collection for their members.
The present thesis investigates which of the two types of waste-pickers, the organized or the unorganized, has the highest productivity.
The study is conducted with a view to obstain a picture of the method of working and productivity of organized and unorganized waste-pickers, their differences and to evaluate which of the two is the most advantageous.
The research's hypothesis is that the organization of waste-pickers does not affect their work productivity.
In order to assess the productivity of waste-pickers, studies have been conducted through field observations and weighing the collected waste for 14 days, as well as by data collection through questionnaires and interviews, and through direct observations of relevant supporting data.
The hypothesis has been tested through statistical analysis of the waste-pickers work productivity and the different amount of their collections.
The research's result indicates that the organization of waste-pickers have a considerable influence on their productivity with the organized waste-pickers having a greater productivity compared to those who are not organized.
It has been observed that the Government needs to formulate a more decisive and clearly defined policy as to the presence of waste-pickers in Jakarta and as to which offices are responsible for the development of waste-pickers. It is also necessary to limit the number of waste-pickers within each organization or group so as to facilitate their coaching and development as well as to further secure a better marketing of their products."
Jakarta: Universitas Indonesia, 1990
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Elind Sekar Indah
"Perusahaan yang berada dalam sistem perekonomian nasional dan perekonomian dunia tidak Iepas dari pengaruh ekonomi dunia yang ditandai dengan adanya perubahan-perubahan yang sulit diramalkan, persaingan yang semakin ketat, dan isu-isu Iainnya dalam mencari dan mempertahankan peluang pasar. Dalam kondisi seperti ini, salah satu tantangan yang harus dihadapi perusahaan adalah produktivitas. Tinggi rendahnya produktivitas ditentukan atau dipengaruhi oleh faktor kemauan bekerja (motivasi) dari para pekerja.
Motivasi kerja merupakan suatu variabel yang harus mendapat perhatian pihak perusahaan, karena dengan motivasi kerja yang tinggi setiap pekerja bisa mencapai produktivitas sesuai dengan harapan pihak perusahaan. Motivasi kerja itu sendiri bersumber dari berbagai faktor antara lain ialah rancangan pekerjaan, dalam hal ini karakteristik pekerjaan, dan iklim organisasi.
Karakteristik pekerjaan memiliki lima dimensi yang terdiri dari variasi ketrampilan, identitas tugas, signifikansi tugas, otonomi, dan umpan balik. Kehadiran kelima dimensi inti karakteristik pekerjaan ini dapat menimbulkan kondisi psikologis kritis pada individu pekerja yang menuntun pada penumbuhan motivasi kerja. Sedangkan iklim organisasi sebagai suatu Iingkungan internal perusahaan dalam bentuk peraturan, kebijakan pimpinan, prosedur serta cara pelaksanaan kegiatan perusahaan, relatif bersifat tetap dan dialami setiap pekerja dalam dimensi-dimensi otonomi individual, tinggi rendahnya posisi pada struktur, orientasi imbalan, perhatian dan kehangatan serta dukungan, serta perkembangan dalam kemajuan. Sebagai lingkungan perusahaan, maka iklim organisasi dapat mempengaruhi motivasi kerja.
Kemudian, pemasalahan pokok yang harus dijawab dalam penelitian ini adalah bagaimanakah pengaruh karakteristik pekerjaan terhadap motivasi kerja; bagaimanakah pengaruh iklim organisasi terhadap motivasi kerja; serta bagaimanakah pengaruh karakteristik pekerjaan dan iklim organisasi secara bersama-sama terhadap motivasi kerja. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk memperoleh infomlasi berdasarkan data empiris mengenai besaran dan arah pengaruh karakteristik pekerjaan dan iklim organisasi terhadap motivasi kerja.
Data penelitian diperoleh dengan menggunakan kuesioner Job Diagnostic Survey, kuesioner iklim organisasi, dan kuesioner motivasi kerja, yang diberikan kepada 124 pekerja operator PT. Dian Semangat lnsani. Pengolahan dan analisis data menggunakan komputer program SPSS (Statistical Package for Social Sciences) versi 11.5, untuk analisis korelasi, dan analisis regresi ganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh karakteristik pekerjaan terhadap variabel motivasi adalah tidak secara langsung tetapi melalui suatu pengalaman psikologis yaitu kondisi psikologis kritis yang menuntun pada perubahan motivasi dan perilaku pekerja. Sedangkan dari setiap dimensi variabel karakteristik pekerjaan, ada satu dimensi (yaitu: dimensi otonomi) yang memiliki hubungan negatif dan tidak signifikan terhadap dimensi tanggung-jawab pekerjaan. Variabel iklim organisasi pun memiliki hubungan yang positif dan signifikan terhadap motivasi kerja.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, pihak manajemen perlu mempertahankan rancangan pekerjaan yang memungkinkan para pekerja merasa termotivasi sehingga dapat meningkatkan kinerja dan produktivitas. Di samping itu, kondisifltas iklim organisasi juga perlu dipelihara karena berkaitan erat dengan motivasi kerja yang dirasakan pekerja."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2006
T22383
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dwi Maulina Putri
"Bekerja tidak hanya menyediakan untuk kebutuhan material, tetapi makna dari pekerjaan dapat memenuhi rasa kepuasan dalam bekerja yang berdampak pada kinerja sesesorang. Kinerja SDM sangat dibutuhkan dalam menggerakkan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh tingkat orientasi kerja terhadap kepuasan kerja dan pengaruhnya pada kinerja karyawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data survei terhadap 100 karyawan MDP di PT.Net Mediatama Indonesia.
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara orientasi kerja dan kepuasan kerja dengan kekuatan hubungan yang lemah, serta terdapat pula hubungan antara kepuasan kerja dan kinerja karyawan dengan kekuatan hubungan yang kuat. Ditemukan adanya kecendrungan karyawan yang berorientasi solidaristik mempunyai motivasi untuk membangun jaringan sosial dan mencari pengalaman. Selanjutnya dimensi kepuasan hubungan memiliki hubungan yang paling kuat dengan dimensi kerjasama, karena dengan kerjasama tim yang baik, karyawan mampu mencapai target perusahaan.

Working does not only provide material needs, but the meaning of work could give a satisfaction which may influence one?s performance. HR performance is strongly needed in running an organization. This study aims to find out the effect of the level of work orientation on job satisfaction and its influence on the performance of employees. This study uses quantitative approach by analyzing further the 100 data survey collected from the MDP employees in PT.Net Mediatama Indonesia.
The result of this study shows that there is a relationship between work orientation and job satisfaction with the force of weak ties, and there is also a relationship between job satisfaction and job performance with the strong relationship. It is found that there is a tendency that the employees who are solidaristic oriented have the motivation to build social network and search for experiences. Furthermore, the dimensions of relationship satisfaction has the strongest tie with the dimensions of cooperation, because with a great teamwork, the employee will be able to achieve the targets of the company.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2015
S60982
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Cyntara Vardani
"Pentingnya kesetaraan gender di tenaga kerja telah mempengaruhi bagaimana perusahaan mempresentasikan dirinya di pandangan publik. Salah satu cara untuk mengevaluasi kesetaraan gender dalam sebuah perusahaan adalah melalui Corporate Social Responsibility (CSR) . Untuk karya ilmiah berikut, penulis mengidentifikasi pola bagaimana perusahaan multinasional mengelola kesetaraan gender di negara yang berbeda-beda . Untuk memperkuat karya ilmiah berikut, sebuah studi kasus digunakan berdasarkan perusahaan multinasional berprestasi seperti Unilever. Unilever berhasil mengoperasi lebih dari 190 negara, dan dari negara-negara tersebut, sebagian dari subsidiary tersebut telah mempublikasikan unconsolidated laporan tahunan. Negara tersebut termasuk India, Indonesia, Nigeria dan Pakistan. Melalui laporan tahunan, Unilever berambisi untuk menerapkan Unilever Sustainable Living Plan (USLP) yang merupakan model bisnis yang mencakupi masalah kesetaraan gender. Unilever telah mengimplementasikan terapan yang berbeda-beda terkait cara mendekati kesetaraan gender di negara subsidiary tersebut. Berdasarkan laporan tersebut penulis dapat melihat pola yang telah diterapkan oleh Unilever. Dalam durasi 10 tahun, laporan tahunan tersebut mempresentasikan perubahan atau perkembangan terhadap kesetaraan gender dalam perusahaan tersebut. Walaupun data dalam laporan tahunan Unilever meliputi semua isu sebagai perusahaan multinasional, Unilever tidak secara spesifik membahas materi mengenai kesetaraan gender. Maka dari itu, data yang terkumpulkan merupakan sebuah generalisasi akan kesetaraan gender oleh Unilever.

The increasing social pressure has intensified the importance of gender equality in the workforce which is causing companies to be tread carefully in how they present themselves in the public’s eye. One way to evaluate a company’s gender equality is through Corporate Social Responsibilities (CSR). For this research, I aim to identify MNCs patterns in approaching gender equality within an array of different countries, in particular, how approaches might differ when encountering foreign countries. For this research, Unilever is chosen as a real-life case example. Unilever operates over 190 countries, where India, Indonesia, Nigeria, and Pakistan are among the subsidiaries that publishes unconsolidated report. Through the span of 10 years observation, Unilever’s annual report has claimed to be involved in creating a gender-balanced workforce through its Unilever Sustainable Living Plan (USLP) business model. For each subsidiary, Unilever has implemented this business plan as it is globally accepted and made further adjustments that could be accepted locally. Although information from the annual report has been collected, it only provides a generalized idea on gender equality for the company and not specific information that is provided for the public’s knowledge."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2019
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Ivy Carolyne
"Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah Psychological Capital (PsyCap) memoderasi hubungan antara ketidakamanan pekerjaan dan kinerja yang dihasilkan oleh karyawan perusahaan Start-up di Jakarta. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 106 partisipan dari perusahaan Start-up yang berbeda. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan Job Insecurity Scale (2010), Task Performance Scale (2017), dan Psychological Capital Questionnaire (2007). Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan program SPSS dan PROCESS MACRO Hayes. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa PsyCap memoderasi hubungan antara ketidakamanan pekerjaan dan kinerja yang dihasilkan oleh karyawan perusahaan Start-up di Jakarta.

This study aimed to examine whether Psychological Capital (PsyCap) moderates the relationship between job insecurity and performance on Start-up employees in Jakarta. The participants in this study were 106 participants from different Start-up companies. The instruments in this study were Job Insecurity Scale (2010), Task Performance Scale (2017), and Psychological Capital Questionnaire (2007). Data analysis was carried out using the SPSS and PROCESS MACRO Hayes program. The results of this study indicated that PsyCap moderated the relationship between job insecurity and performance."
2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
I.B. Denny Ary Djodhi
"Tenaga kerja memegang peranan penting dalam meningkatkan produktivitas. Banyaknya kemerosotan produksi disebabkan oleh tenaga kerja yang kurang termotivasi. Hal ini dikarenakan oleh faktor pemberian kompensasi yang tidak memadai. Salah satu cara untuk menggerakkan karyawan agar bersedia aktif melaksanakan tugasnya adalah dengan pemberian kompensasi berbentuk materi maupun non materi dan cenderung diterima secara tepat sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Karyawan di PT. X merasa adanya ketidakadilan pada sistem pemberian kompensasi, dimana karyawan yang memiliki produktivitas tinggi merasa disamakan dengan karyawan yang produktivitasnya biasa-biasa saja. Selain itu juga adanya pengurangan fasilitas kantor yang diberikan kepada para pekerja. Dari adanya permasalahan tersebut maka dalam tesis ini dibuat penelitian dengan mengambil judul : ? Pengaruh Kompensasi terhadap Produktivitas Kerja Karyawan ( Studi Kasus pada PT. X ) ?.
Tujuan dari penulisan ini adalah untuk melihat gambaran kompensasi dan produktivitas di PT. X dan juga pengaruh kompensasi terhadap produktivitas. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan alat ukur berupa kuesioner yang item-item pertanyaan didasarkan pada beberapa referensi tentang pengukuran kompensasi dan produktivitas. Analisa dilakukan secara deskriptif untuk melihat gambaran kompensasi dan produktivitas, sedang untuk melihat pengaruh kompensasi terhadap produktivitas dilakukan dengan uji korelasi Kanonik.
Hasil dari analisa menunjukan bahwa gambaran kompensasi yang dipandang kurang oleh karyawan PT. X adalah masalah kompensasi langsung. Untuk pengaruh kompensasi terhadap kinerja, hanya jenis kompensasi non-finansial yang berpengaruh positif terhadap kinerja pada level staff biasa. Namun pada level senior staff kompensasi tidak berpengaruh terhadap produktivitas. Untuk kompensasi finansial dalam penelitian ini tidak berpengaruh tehadap produktivitas, baik di level staff maupun di level senior staff.

Employee hold important factor in increasing productivity in the company. Many decreasing productivity in the company related to employee that have less motivation. One of this factor is compensation that is given by company to the employee is not appropriate. Solution to make the employee active in doing their jobs is by giving material and inmaterial compensation. This compensation will motivate the employee in doing their jobs and increasing their working spirit.
Employee in PT. X feel company treat them unfair related to compensation matter, the employee has high productivity is treated the same as the employee has low productivity. Besides that, the company decreasing their office facility. From that matter, this thesis research take " The Impact of Compensation to Employee Productivity ( Case Studies in PT. X ) as its title.
The purpose of this research is to get know about compensation system and productivity in PT. X and to find the impact of compensation to employee productivity. This research use quantitative methode with questioner as a tool that the item questions base on some references about compensation and productivity. We use descriptive analysis to see compensation and productivity matter, and for relation between compensation and productivity is examined by canonic correlation. Besides that, the human resources data from PT. X. is use as reference in analysis.
The result of hyphoteses examine is used as resource to develop framework compensation model that could increase productivity. The analyst result show that, according to the employee, the problem of compensation in PT. X is direct compensation. Only non-financial compensation that has positive impact to lower level staff productivity. In spite of that, in senior level, compensation has no impact in their productivity. This research show that financial compensation have no impact to lower level staff and even to senior staff productivity.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2007
T23296
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Soewono
"Produktivitas bagi suatu organisasi sangatlah terkait pada dua unsur yaitu unsur teknis dan unsur manusia. Oleh karena itu, maka pembinaan dan pengembangan pegawai yang dilakukan tidak hanya meliputi aspek teknis saja akan tetapi juga meliputi pembinaan terhadap aspek-aspek psikologis seperti peningkatan motivasi dan budaya organisasi.
Motivasi dan budaya organisasi sangat penting dalam hubungannya dengan produktivitas kerja. Motivasi yang tinggi akan mendorong pegawai untuk bekerja secara disiplin dan budaya organisasi merupakan falsafah yang mendasari kerja untuk mencapai keberhasilan yang pada gilirannya akan mendorong peningkatan produktivitas kerja. Dalam kaitan inilah, maka penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui kondisi motivasi, budaya organisasi dan produktivitas kerja pegawai.
Sedangkan secara khusus penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan korelasi antara motivasi dan budaya organisasi terhadap produktivitas kerja pegawai.
Populasi ponelitian adalah seluruh pegawai Biro Keuangan dan Tata Usaha BUMN yang berjumlah 121 orang, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan penyebaran kuisioner dalam bentuk angket berjumlah 44 orang sampel dan diperoleh hasil bahwa kondisi motivasi pegawai di Biro Keuangan dan Tata Usaha BUMN cenderung baik, didasarkan pada indikator faktor motivator dan faktor hygienes . Kondisi budaya organisasi secara keseluruhan cenderung baik didasarkan dari seluruh indikator yaitu orientasi kualitas, keterbukaan, sistem imbalan, pembelajaran, dan kebersamaan. Kondisi produktivitas kerja berdasarkan pengukuran keseluruhan aspek indikator yaitu tindakan konstruktif, percaya pada din sendiri, bertanggung jawab, memiliki rasa cinta terhadap pekerjaan, mempunyai pandangan kedepan, mampu mengatasi persoalan, dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan yang berubah-ubah, mempunyai kontribusi positip terhadap lingkungannya, dan memiliki kekuatan untuk mewujudkan potensinya cenderung baik. Terdapat hubungan yang positip dan signifikan antara faktor motivator dan faktor hygienes dengan produktivitas kerja pegawai, demikian juga dengan budaya organisasi hubungan yang positip dan sangat signifikan dari seluruh indikator budaya organisasi dengan produktivitas kerja pegawai."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2002
T 10802
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mauled Mulyono
Jakarta: Bumi Aksara, 1993
333.79 MAU p
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
"Ketersediaan dan kecukupan infrastruktur berfungsi sebagai pendukung kegiatan dunia usaha dan juga merupakan bagian integral dari pengembangan dunia usaha dengan berbagai kegiatan investasi di daerah....."
JUILABI
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>