Ditemukan 216754 dokumen yang sesuai dengan query
Yumna Maisara
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik konsumen dan presentasi produk secara online pada pembelian impulsif produk pakaian pada generasi Z di Tiktok Shop. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode Partial Least Square (PLS) yang diolah menggunakan software SmartPLS 3.0. Penelitian ini menguji 180 data yang diperoleh dari pengguna Tiktok usia 17 hingga 27 tahun yang pernah melakukan pembelian produk pakaian di Tiktok Shop dalam waktu enam bulan terakhir. Pengolahan data penelitian ini menggunakan metode Structural Equation Modelling (SEM). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa adanya hubungan positif nilai hedonis dan nilai simbolis yang dirasakan dari pakaian terhadap kecenderungan belanja pakaian impulsif, kecenderungan impulsif memiliki pengaruh positif terhadap pembelian impulsif pakaian online. Namun, presentasi pakaian secara online ditemukan tidak memperkuat hubungan positif (atau tidak memiliki efek moderasi) antara kecenderungan pembelian dan pembelian impulsif secara aktual pada produk pakaian.
This study aims to determine the effect of consumer characteristics and online product presentation on impulse purchases of apparel products by generation Z at Tiktok Shop. This research is a quantitative study using the Partial Least Square (PLS) method which is analyzed using SmartPLS 3.0 software. This study examined 180 data obtained from Tiktok users aged 17 to 27 who have purchased clothing products at Tiktok Shop within the last six months. The data processing of this research used the Structural Equation Modeling (SEM) method. The results of this study indicate that there is a positive relationship of perceived hedonic value and symbolic value of apparel on impulsive apparel shopping tendency, impulsive tendency has a positive influence on impulsive purchase of online apparel. However, online apparel presentation was found not to strengthen the positive relationship (or have no moderating effect) between impulsive shopping tendencies and actual impulse purchases of apparel products."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Chiara Azura Hanifah
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi dorongan pembelian impulsif produk pakaian pada TikTok live stream shopping. Untuk memahami hal tersebut, penelitian mengadopsi kerangka Stimulus-Organism-Response yang menjelaskan bagaimana lingkungan eksternal dapat memengaruhi perilaku individu melalui keadaan afektif dan kognitif mereka. Pengumpulan data dilakukan kepada 277 responden di Indonesia yang pernah menonton penjualan produk pakaian pada TikTok live stream shopping. Data dianalisis menggunakan metode PLS-SEM dengan software SmartPLS 3.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa streamer attractiveness, trustworthiness, dan expertise memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap perceived enjoyment. Kemudian, product usefulness, purchase convenience, dan product price memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap perceived usefulness. Selanjutnya, perceived usefulness secara positif memengaruhi perceived enjoyment, dan kedua variabel organism tersebut memengaruhi dorongan pembelian impulsif produk pakaian pada TikTok live stream shopping.
This study is aimed to identify factors affecting the urge of clothing products impulsive buying on TikTok live stream shopping. To understand that behavior, this study adapted the Stimulus-Organism-Response (S-O-R) Framework that explains how external stimuli affects an individual's behavior through their affective and cognitive state. Data collection was conducted on 277 respondents in Indonesia who had watched clothing products sale on TikTok live stream shopping. Data was analyzed using the PLS-SEM method with SmartPLS 3.0 software. The result of this study shows that streamer attractiveness, trustworthiness, and expertise have a positive and significant effect on perceived enjoyment. Then, product usefulness, purchase convenience, and product price have a positive and significant effect on perceived usefulness. Furthermore, perceived usefulness positively affects perceived enjoyment, and those two organism have a significant and positive effect on the urge of clothing products impulsive buying on TikTok live stream shopping."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Ayuning Puji Widya W.
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dari online impulsive buying dalam perspektif impulse shopper dan system users. Impulse buying merupakan pembelian yang tidak direncanakan yang merupakan hasil dari perbandingan dari niat awal pembelian dengan apa yang benar-benar dibeli. Dengan perkembangan teknologi maka pola pembelian pun juga sedikit banyak bergeser ke arah digital dengan memanfaatkan gawai. Penelitian ini berusaha melihat faktor mana saja yang dinilai signifikan dalam mempengaruhi konsumen sehingga melakukan pembelian tiba-tiba. Faktor dari online impulse buying sendiri dapat dilihat dari flow experience, perceived usefulness, dan trust.
Flow experience dapat dijelaskan oleh dimensi concentration, perceived control, dan perceived enjoyment dan juga dapat dilihat dari pengaruh variabel web skills dan challenges. Perceived usefulness dapat dilihat dari pengaruh variabel website design dan trust. Sementara itu, trust dapat dijelaskan oleh dimensi benevolence, competence, dan integrity. Penelitian ini berhasil mengumpulkan 433 responden dengan kriteria pernah mengalami pembelian impulsif di situs belanja. Pengolahan data di penelitian ini menggunakan metode Partial Least Square PLS . Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya flow experience yang mempengaruhi secara positif dari online impulse buying.
This research aims to determine the factors of online impulsive buying in the perspective of impulse shopper and system users. Impulse buying is an unplanned purchase which is the result of a comparison between the initial intentions of purchase with what is actually purchased. With the development of technology, the pattern of purchase was also a bit much shift toward digital by utilizing the device. This study tried to see which factors are considered significant in influencing consumers to make a sudden purchase. Factors of online impulse buying itself can be seen from flow experience, perceived usefulness, and trust. Flow experience can be explained by the dimensions of concentration, perceived control, and perceived enjoyment and can also be seen from the variables of web skills and challenges. Perceived usefulness can be seen from variables of website design and trust. Meanwhile, trust can be explained by the dimensions of benevolence, competence, and integrity. This research succeeded in collecting 433 respondents with the criteria of having experienced in impulsive purchased on shopping sites. Data processing in this research using Partial Least Square PLS method. The results show that only the flow experience that affects positively from online impulse buying. "
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Ardhini Risfa Jacinda
"Tingginya tingkat persaingan antara penyedia e-wallet adalah salah satu faktor yang mempengaruhi persaingan antara penyedia e-wallet. Persaingan harga adalah strategi penetapan harga yang terkait dengan peran negatif harga. Dalam studi sebelumnya, ditemukan bahwa peran negatif harga yang terdiri dari mavenisme harga, kesadaran nilai, kesadaran harga dan kecenderungan penjualan mempengaruhi perilaku pembelian impulsif. Meningkatnya perkembangan e-wallet juga mempengaruhi pola konsumsi generasi sekarang yang memiliki banyak kebutuhan untuk pengembangan teknologi dan digitalisasi termasuk e-wallet. Semakin banyak dompet elektronik adalah salah satu alat pembayaran tertinggi yang digunakan oleh generasi milenial. Perilaku pembelian impulsif yang bergerak dari emosi, perasaan, keinginan, dan rasionalitas dapat terjadi pada semua orang di latar belakang apa pun.
Penelitian ini ingin mengetahui apakah harga mavenisme, kesadaran nilai, kesadaran harga, kecenderungan jual dan kecenderungan kupon dapat memengaruhi pembelian impulsif pada milenium sebagai pengguna e-wallet GO-PAY dan apakah tingkat religiusitas juga dapat memengaruhi perilaku pembelian impulsif ini. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengguna GO-PAY yang beragama Islam dan generasi milenial, total 338 responden. Penelitian ini menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan mengolah data kuesioner yang memiliki skala Likert 1-6 menggunakan SPSS 22 dan Lisrel 8.80. Studi ini menemukan bahwa harga mavenisme dan kecenderungan penjualan mempengaruhi pembelian impulsif secara signifikan dan negatif. Sedangkan kesadaran nilai dan kesadaran harga mempengaruhi pembelian impulsif secara signifikan dan positif. Sedangkan kecenderungan kupon kupon dan religiusitas tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku pembelian impulsif.
The high level of competition between e-wallet providers is one of the factors affecting competition between e-wallet providers. Price competition is a pricing strategy that is related to the negative role of prices. In a previous study, it was found that the negative role of prices consisting of price mavenism, value awareness, price awareness and sales trends influence impulsive buying behavior. The increasing development of e-wallets also affects consumption patterns of the current generation that have many needs for technological development and digitalization including e-wallets. More and more electronic wallets are one of the highest payment instruments used by millennials. Impulsive buying behavior that moves from emotions, feelings, desires, and rationality can occur to anyone in any background. This study wants to find out whether the price of mavenism, value awareness, price awareness, selling tendencies and coupon tendencies can influence impulsive purchases in the millennium as a GO-PAY e-wallet user and whether the level of religiosity can also influence this impulsive buying behavior. The sample used in this study was GO-PAY users who were Muslim and millennial generation, totaling 338 respondents. This study uses Structural Equation Modeling (SEM) by processing questionnaire data which has a 1-6 Likert scale using SPSS 22 and Lisrel 8.80. This study found that the price of mavenism and the tendency of sales affect impulsive purchases significantly and negatively. Whereas value awareness and price awareness affect impulsive purchases significantly and positively. While the tendency of coupons and religiosity coupons do not have a significant influence on impulsive buying behavior."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Mustika Hayati
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh browsing dan usage Intensity terhadap urge to purchase dan impuls purchase di Instagram Bisnis dengan moderasi jenis kelamin, usia, dan pendapatan. Sampel penelitian ini adalah pengguna aktif aplikasi instagram yang pernah melakukan pembelian secara impulsif di aplikasi instagram dalam kurun waktu 1 satu bulan terakhir. Data diolah dengan metode analisis Structural Equation Modelling SEM dengan software LISREL 8.8 untuk menguji hipotesis penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa browsing tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap impulse purchase namun memiliki pengaruh signifikan terhadap urge to purchase sedangkan usage intensity memiliki pengaruh signifikan terhadap urge to purchase dan impulse purchase. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa pengaruh moderasi yaitu jenis kelamin, usia, dan pendapatan yang memberi pengaruh signifikan pada pembelian impulsif hanya jenis kelamin saja.
This study aims to determine the effect of browsing and usage intensity towards urge to purchase and impulse purchase in Instagram Business with the moderation of gender, age, and income. The sample of this research are active user of instagram application ever made impulsive purchase in instagram application within the last 1 one month. The data were processed by Structural Equation Modeling SEM method with LISREL 8.8 software to test the research hypothesis. The results showed that browsing has no significant effect on impulse purchase but has a significant influence on urge to purchase while usage intensity has a significant influence on urge to purchase and impulse purchase. The results also show that the effect of moderation ie sex, age, and income that gives a significant influence on impulsive purchases only gender type made a significant change. "
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Nindyan Patari Hangganararas
"Penelitian ini bertujuan menelaah faktor-faktor yang mendorong impulsive buying behavior pada konsumen blind box di Indonesia, serta meninjau peran moderasi price consciousness dalam hubungan antara curiosity dan pembelian impulsif. Untuk itu, studi ini mengadopsi kerangka Stimulus-Organism-Response (S-O-R) yang memandang stimulus eksternal (fashion involvement, store atmosphere, perceived novelty, surprise) memicu organisme internal berupa curiosity, yang selanjutnya menghasilkan respons berupa pembelian impulsif. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring kepada 266 responden Generasi Z dan Milenial yang pernah membeli blind box dalam enam bulam terakhir, kemudian dianalisis dengan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) menggunakan SmartPLS. Hasil menunjukkan bahwa keempat stimulus eksternal berpengaruh positif terhadap curiosity, dan curiosity secara signifikan mendorong pembelian impulsif. Selain itu, price consciousness terbukti memoderasi hubungan curiosity‐pembelian impulsif secara negatif, yakni semakin tinggi kesadaran harga konsumen, semakin lemah dorongan curiosity untuk melakukan pembelian impulsif. Temuan ini memperkuat penerapan S-O-R dalam konteks blind box dan menegaskan pentingnya price consciousness sebagai “rem” psikologis dalam strategi pemasaran. Implikasi praktis mencakup rekomendasi bagi pemasar untuk menyeimbangkan unsur kejutan dan nilai estetika dengan kebijakan harga yang transparan, guna menstimulasi curiosity sekaligus menjaga perilaku konsumsi yang bertanggung jawab.
This study examines the drivers of impulsive buying behavior among blind box consumers in Indonesia and investigates the moderating role of price consciousness in the curiosity–impulsive buying relationship. Employing the Stimulus-Organism-Response (S-O-R) framework, external stimuli (fashion involvement, store atmosphere, perceived novelty, and surprise) are proposed to trigger an internal organism response (curiosity), which in turn generates the behavioral response of impulsive buying. Data were collected via an online questionnaire from 266 Gen Z and Millennial respondents who had purchased blind boxes within the past six months and analyzed using Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) in SmartPLS. Results indicate that all four external stimuli positively influence curiosity, and curiosity significantly drives impulsive buying behavior. Furthermore, price consciousness negatively moderates the curiosity–impulsive buying link, such that higher price awareness weakens curiosity’s effect on impulsive purchases. These findings reinforce the applicability of the S-O-R framework in the blind box context and highlight price consciousness as a psychological “brake” within marketing strategies. Managerial implications recommend that marketers balance elements of surprise and aesthetic appeal with transparent pricing policies to stimulate curiosity while promoting responsible consumer behavior."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Iqbal Alizar Fadillah
"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku pembelian impulsif konsumen produk skincare Garnier di TikTok Shop serta meneliti perbedaan impulsivitas antara konsumen perempuan dan laki-laki. Menggunakan pendekatan Stimulus-Organism-Response (SOR), penelitian ini menguji pengaruh faktor-faktor dalam live streaming seperti social interaction, streamer’s style, gratification, gamification, dan visualization terhadap perceived hedonic value (PHV), yang kemudian memediasi perilaku pembelian impulsif (impulsive buying behavior/IBB) dan keterikatan pengguna (user stickiness/US). Selain itu, penelitian ini juga menguji peran moderasi gender pada pengaruh PHV dengan IBB dan US. Data dikumpulkan melalui survei online terhadap 361 responden yang pernah melakukan pembelian produk Garnier melalui fitur live streaming TikTok Shop. Analisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) menunjukkan bahwa social interaction, gratification, dan gamification berpengaruh positif dan signifikan terhadap PHV, yang selanjutnya mendorong pembelian impulsif dan keterikatan pengguna. Namun, streamer’s style dan visualization tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap PHV. Perceived hedonic value terbukti menjadi mediator yang signifikan dalam pengaruh antara faktor stimulus dengan perilaku pembelian impulsif dan user stickiness. Selain itu, gender berperan sebagai moderator yang signifikan pada pengaruh PHV dan IBB, dimana perempuan memiliki tingkat impulsivitas lebih tinggi dibandingkan laki-laki, namun tidak berpengaruh signifikan pada pengaruh PHV dan user stickiness. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi strategi pemasaran digital dalam livestreaming e-commerce, khususnya untuk segmentasi berdasarkan gender. Penelitian juga menyarankan peningkatan fitur interaksi sosial, gamifikasi, dan pengalaman emosional untuk meningkatkan loyalitas dan pembelian impulsif konsumen skincare di platform TikTok Shop.
This study aims to analyze the impulsive buying behavior of skincare consumers, specifically for the Garnier brand on TikTok Shop, and to examine whether female consumers exhibit higher impulsivity than males. Utilizing the Stimulus-Organism-Response (SOR) framework, this research investigates the effects of live streaming factors such as social interaction, streamer’s style, gratification, gamification, and visualization on perceived hedonic value (PHV), which subsequently mediates impulsive buying behavior (IBB) and user stickiness (US). Additionally, the moderating role of gender on the relationship between PHV and both IBB and US is examined. Data were collected via an online survey involving 361 respondents who had previously purchased Garnier skincare products through TikTok Shop’s live streaming feature. Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) analysis revealed that social interaction, gratification, and gamification significantly and positively affect PHV, which in turn drives impulsive buying behavior and user stickiness. Conversely, streamer’s style and visualization showed no significant effect on PHV. Perceived hedonic value serves as a significant mediator between stimulus factors and both impulsive buying and user stickiness. Gender moderates the relationship between PHV and impulsive buying behavior, with females demonstrating higher impulsivity than males, while no significant moderation effect was found for PHV and user stickiness. These findings offer valuable insights for digital marketing strategies in livestream e-commerce, especially for gender-based segmentation. The study recommends enhancing social interaction features, gamification elements, and emotional shopping experiences to boost customer loyalty and impulsive purchases within the skincare category on TikTok Shop."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Aisha Ardelia Putri
"Lanskap ritel terus mengalami perubahan seiring dengan berkembangnya inovasi digital dan pergeseran perilaku konsumen, yang mendorong kemunculan TikTok Shop sebagai salah satu platform e-commerce terkemuka di kalangan generasi muda Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi perilaku pembelian konsumen selama flash sale produk kecantikan di TikTok Shop. Fokus utama penelitian adalah untuk mengkaji bagaimana persepsi nilai yang terdiri dari nilai harga, fungsional, emosional, dan sosial, mempengaruhi niat beli dan pembelian aktual. Penelitian ini juga mengeksplorasi bagaimana tekanan waktu dan keterlibatan produk membentuk hubungan tersebut. Data dikumpulkan melalui eksperimen daring yang melibatkan 126 partisipan yang telah membeli produk kecantikan di TikTok Shop dalam tiga bulan terakhir, berusia 18 hingga 34 tahun, dan berdomisili di wilayah Jabodetabek. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen 2x2 serta analisis regresi moderasi dengan bantuan SPSS untuk menguji hipotesis yang diajukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai emosional menjadi prediktor yang kuat terhadap niat beli ketika konsumen memiliki keterlibatan tinggi terhadap produk dan tidak berada dalam tekanan waktu. Sebaliknya, nilai harga, fungsional, dan sosial tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap niat beli. Tekanan waktu terbukti mengurangi pengaruh nilai emosional, sehingga memperlemah keputusan yang didorong oleh emosi. Meskipun efek moderasi ini tidak signifikan di tiap kelompok, hasilnya signifikan pada model keseluruhan. Ketika konsumen berada dalam tekanan waktu dan memiliki keterlibatan rendah terhadap produk, nilai harga dan emosional justru berpengaruh signifikan terhadap niat beli, yang bertentangan dengan hipotesis awal yang memprediksi pengaruh lebih kuat pada keterlibatan tinggi. Terakhir, niat beli terbukti secara signifikan memengaruhi pembelian aktual, terutama pada konsumen yang mengalami tekanan waktu tinggi dan keterlibatan produk yang tinggi.
The retail landscape is constantly evolving, with digital innovation and shifting consumer behavior accelerating the rise of TikTok Shop as one of the leading e-commerce platforms for young Indonesians. This study investigates the factors that influence consumers’ purchase behavior during beauty flash sales on TikTok Shop. It focuses on how perceived value, consisting of price, functional, emotional, and social value, affects purchase intention and actual purchase. The study also explores how time pressure and product involvement shape these relationships. Data were collected through an online experiment involving 126 participants aged 18 to 34, living in the Greater Jakarta area (Jabodetabek), who had purchased beauty products on TikTok Shop within the past three months. A 2x2 experimental design and moderated regression analysis using SPSS were employed to test the hypotheses. The results show that emotional value became a strong predictor of purchase intention when consumers were highly involved and not under time pressure. In contrast, price, functional, and social value did not significantly influence purchase intention in any condition. Time pressure was found to reduce the influence of emotional value, weakening emotionally driven decisions. While this moderating effect was not significant within individual groups, it was significant in the overall model. When consumers were under time pressure and had low involvement with the product, both price and emotional value significantly influenced purchase intention, contradicting the original hypotheses that expected stronger effects under high involvement. Finally, purchase intention significantly predicted actual purchase, particularly among consumers experiencing both high time pressure and high product involvement."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Indah Hurun Hayana
"Penggunaan internet yang semakin luas dengan munculnya e-commerce telah mengakibatkan perubahan pada pola belanja konsumen. Perubahan pola belanja konsumen saat ini yang banyak menggunakan e-commerce ternyata telah membuka peluang bagi para konsumen untuk melakukan pembelian impulsif secara online. Beberapa peneliti melaporkan bahwa banyak konsumen online melakukan pembelian impulsif. Namun pembahasan tentang pembelian impulsif online dan berbagai aspeknya yang masih perlu untuk digali, peneliti bermaksud untuk meneliti secara empiris hubungan langsung dan tidak langsung faktor/rangsangan eksternal yaitu rangsangan website, rangsangan pemasaran, dan rangsangan situasional serta hubungan langsung dan efek moderasi religiusitas intrinsik dan ekstrinsik terhadap perilaku pembelian impulsif online muslim di Indonesia saat menggunakan e-commerce Shopee. Penelitian ini didesain menggunakan pendekatan kuantitatif dengan basis data survei. Metode analisis kuantitatif yang digunakan adalah partial least squares structural equation modeling (PLS-SEM). Penggunaan metode PLS-SEM ditujukan untuk menganalisis faktor stimulus eksternal dan religiusitas terhadap kecenderungan pembelian impulsif ketika menggunakan aplikasi belanja online “Shopee” pada muslim Indonesia dengan pendekatan Stimulus-Organism-Response (SOR). Penelitian ini menemukan bahwa rangsangan pemasaran yaitu atribut harga, religiusitas intrinsik dan religiusitas ekstrinsik mempengaruhi pembelian impulsif online. Pembelian impulsif online muslim di Indonesia saat menggunakan e-commerce Shopee juga dipengaruhi oleh rangsangan website yaitu kualitas dari website dan rangsangan situasional yaitu variasi pilihan barang secara tidak langsung yang dimediasi oleh penjelajahan hedonis. Selain itu juga terdapat efek moderasi dari religiusitas intrinsik yang dapat melemahkan dan religiusitas ekstrinsik yang dapat memperkuat hubungan penjelajahan hedonis terhadap pembelian impulsif online muslim di Indonesia saat menggunakan e-commerce Shopee.
The widespread use of the internet with the emergence of e-commerce has resulted in changes in consumer shopping patterns. Changes in consumer shopping patterns today, which use a lot of e-commerce, have opened up opportunities for consumers to make online impulsive buying. Several researchers report that many online consumers make impulse buying. However the discussion about online impulsive buying and its various aspects still need to be explored, the researcher intends to empirically examine the direct and indirect relationships of external factors/stimuli, such as website stimuli, marketing stimuli, and situational stimuli as well as direct relationships and moderating effects of intrinsic and extrinsic religiosity on online impulse buying behavior of Muslims in Indonesia when using Shopee e-commerce. This study was designed using a quantitative approach with a survey database. The quantitative analysis method used is partial least squares structural equation modeling (PLS-SEM). The use of the PLS-SEM method is intended to analyze external stimulus factors and religiosity towards impulse buying tendencies when using the online shopping application "Shopee" for Indonesian Muslims using the Stimulus-Organism-Response (SOR) approach. This study found that marketing stimuli (price attributes), intrinsic religiosity and extrinsic religiosity has a direct effect on online impulsive buying. Muslim online impulsive buying in Indonesia when using Shopee e-commerce are also influenced by website stimuli (quality of the website) and situational stimuli (variety of selection) indirectly mediated by hedonic browsing. In addition, there is also a moderating effect of intrinsic religiosity which can weaken and extrinsic religiosity which can strengthen the relationship of hedonic browsing of online impulse buying of Muslims in Indonesia when using Shopee e-commerce."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Muhammad Naufal Yugapradana
"Tujuan dari studi ini adalah untuk meneliti bagaimana atribut produk pada situs belanja baju lokal dapat mempengaruhi pembelian secara impulsif melalui perilaku browsing. Data riset ini diperoleh dengan teknik sample convenience sampling dan warga Jabodetabek menjadi sampelnya. Tes hipotesis dilakukan menggunakan structural equation modeling (SEM) yang diolah oleh software LISREL 8.5. Terdapat tiga atribut produk yang dibahas pada riset ini. Atribut produk yang dibahas adalah banyaknya pilihan, harga dan panca indera. Riset ini menemukan bahwa atribut produk mempunyai pengaruh terhadap perilaku browsing secara utilitarian dan perilaku browsing secara hedonis.
Hasil dari riset menunjukkan bahwa perilaku browsing secara hedonis memungkinkan terjadinya pembelian secara impulsif, sedangkan perilaku browsing secara utilitarian tidak menyebabkan pembelian secara impulsif. Hasil juga menunjukan bahwa perilaku browsing secara utilitarian dan hedonic menengahi hubungan antara atribut produk dan pembelian secara impulsif. Hasil yang didaptkan dari penelitian diharapkan dapat berguna untuk penelitianpenelitian berikutnya dan diharapkan agar situs belanja lokal dapat meningkatkan kualitas dari fitur mereka dan mereka dapat mengetahu lebih dalam bagaimana perilaku dari konsumen lokal.
The purpose of this research is to analyze the effect of product attributes on apparel eimpulse buying through the behavior of website browsing on local shopping website. Convenience sampling was used and residents of the Greater Jakarta (Jabodetabek) are used as samples for this research. The hypothesis are tested using structural equation modelling (SEM) using LISREL 8.5. There are three product attributes that is discussed in this research. Those product attibutes includes variety of selection, price attribute, ans sensory attribute. The research discover that the product attributes have an effect on the utilitarian browsing behavior and hedonic browsing behavior.The result shows that hedonic browsing behavior encourages impulse buying while utilitarian browsing behavior did not and that utilitarian and hedonic browsing behavior fully mediates the relationship between product attributes and e-impulse buying. The findings in this research are usefull for further research in this topic and also benefits local website to help them know how can they improve features of their website and know how local consumer behaves."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2014
S-Pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library