Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Astried Yustika Rini
"Tesis ini menganalisis mengenai penyusunan dan penetapan strategi pemasaran RS.Otorita Batam sebagai unit pelaksana teknis Badan Pengusahaan Kawasan Batam, yang di identifikasi melalui faktor internal dan faktor eksternal serta melalui analisis TOWS. Metode yang dipakai dalam penelitian ini merupakan penelitian operasional dengan disain cross sectional. Hasil penelitian dilakukan dengan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi yaitu faktor internal dan eksternal RS.Otorita Batam, didapatkan bahwa RS.Otorita Batam saat ini berada pada posisi yang lemah dan terancam.
RS.Otorita Batam telah berusaha menyusun rencana strategisnya namun dalam bentuk yang masih sangat sederhana, belum ada penetapan segmentasi, target pasar serta positioningnya secara tertulis. Ke depan RS.Otorita Batam harus dapat menyusun dan mengimplementasikan suatu strategi pemasaran jika tidak mau tertinggal dengan Rumah Sakit lain yang ada di Pulau Batam dan sekitarnya.

This thesis analyzes the preparation and adoption of RS.Otorita Batam marketing strategies as a technical implementation unit of Badan Pengusahaan Kawasan Batam, which was identified through internal and external factors as well as through the TOWS analysis. The method used in this research is operasional research with cross sectional study. The results of research carried out by identifying the factors that affect the internal and external factors of RS.Otorita Batam, and obtained that are currently in a weak position and threatened.
RS.Otorita Batam has tried to make the strategic plan of but in a form that is still very simple, there is no determination in segmentation, target market and its positioning in a written form. Looking ahead RS.Otorita Batam should be able to formulate and implement a marketing strategy if RS.Otorita Batam do not want lto be left behind by other hospitals in Batam Island and surrounding areas."
Depok: Universitas Indonesia, 2011
T31705
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Yustika Rini
"Tuberkulosis paru dapat menyebabkan perubahan permeabilitas lapisan pleura akibat aktivitas inflamasi mycobacterium tuberculosis sehingga terjadinya akumulasi cairan di rongga pleura dan mengganggu pengembangan paruparu. Karakteristik efusi pleura ditemukan sebanyak 87% dari 119 kasus efusi pleura disebabkan oleh penyakit pada rongga toraks (lokal) seperti TB. Sesak napas manifestasi klinis paling umum namun sering melemahkan dan secara signifikan mengganggu kualitas hidup. Latihan napas dapat menjadi salah satu intervensi keperawatan mandiri untuk mengurangi sesak napas. Karya ilmiah akhir ners ini akan menganalisis asuhan keperawatan pasien Ny AA (46 tahun) dengan masalah keperawatan pola napas tidak efektif dengan intervensi latihan napas Bubble Positive Expiratory Pressure. Cara kerja Bubble Positive Expiratory Pressure membuat gelembung dalam air diharapkan membuat tekanan positif yang menahan saluran udara dan membantu lebih banyak udara masuk dan keluar dari paru-paru. Trend perubahan fungsi pernapasan setelah melakukan Bubble Positive Expiratory Pressure dapat terlihat dengan sesak napas dari skala 7/10 menjadi 4/10, frekuensi napas dari 24x/menit menjadi 20x/menit, adanya penggunaan otot bantu napas menjadi minimal, dan tipe pernapasan dari nasal kanul 5 liter/menit dengan Spo2 96% menjadi room air dengan Spo2 98%. Latihan napas Bubble Positive Expiratory Pressure dapat menjadi intervensi keperawatan mandiri yang dapat dilakukan pada pasien dengan masalah paru-paru.
......Pulmonary tuberculosis can cause changes in the permeability of the pleural layer due to the inflammatory activity of Mycobacterium tuberculosis, resulting in fluid accumulation in the pleural cavity and disrupting lung development. Characteristics of pleural effusion found as much as 87% of 119 cases of pleural effusion caused by diseases of the thoracic cavity (local) such as TB. Shortness of breath is the most common clinical manifestation but is often debilitating and significantly impairs quality of life. Breathing exercises can be one of the independent nursing interventions to reduce shortness of breath. This final scientific paper will analyze the nursing care of the patient Mrs. AA (46 years) with nursing problems with ineffective breathing patterns with Bubble Positive Expiratory Pressure breathing exercises. How Bubble Positive Expiratory Pressure works by creating bubbles in the water is expected to create positive pressure that holds the airways and helps more air in and out of the lungs. The trend of changes in respiratory function after doing Bubble Positive Expiratory Pressure can be seen with shortness of breath from a scale of 7/10 to 4/10, respiratory rate from 24x/minute to 20x/minute, minimal use of accessory muscles, and type of breathing from nasal cannul 5 liters/minute with oxygen saturation 96% to room air with oxygen saturation 98%. Bubble Positive Expiratory Pressure breathing exercises can be an independent nursing intervention that can be done in patients with lung problems."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2022
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library