Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 89 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Muhammad Nanda Romaska
"ABSTRAK
Penelitian ini menjelaskan mengenai pemikiran Roman Jacobson dalam ilmu linguistik.
Kehadiran Roman Jacobson dalam upaya menjembatani kesenjangan antara linguistik strukturan
Amerika dan Eropa sangat berarti, dengan pemikiran yang dipelopori olehnya mengenai
linguistik fungsional. Gagasan Jacobson merupakan pengembanan dari pemikiran-pemikiran
aliran Praha. Selain fungsi linguistic sebagai ciri khas sekolah praha, ia juga menyoroti fugsi
fungsi unsur dan fungsi fungsi aktifitas linguistik itu sendiri.

ABSTRACT
This study describes the thinking of Roman Jacobson in linguistics. The presence of Roman
Jacobson in an effort to bridge the gap between the linguistic structure of America and Europe
is very meaningful, with thoughts pioneered by him regarding functional linguistics. Jacobsons
idea was the development of the ideas of the Prague school. In addition to the linguistic function
as an example of praha school, he also highlighted the function of elemental functions and
functions of the linguistic activity itself."
2018
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Rizki
"Imperatif digunakan tidak hanya untuk komando (perintah) dalam bahasa Rusia. Imperatif juga digunakan untuk menunjukkan permintaan, dorongan bertindak, tuntutan, nasihat, dan rekomendasi. Penelitian ini mengkaji ragam imperatif yang terdapat pada dialog film Дорога На Берлин (Doroga Na Berlin) ‘Dalam Perjalanan Menuju Berlin’. Teori yang digunakan adalah teori morfologi Kuz’mina (2017), Kuznecova (2010), dan Maltzoff (1994). Tujuan dari penelitian adalah menunjukkan ragam-ragam imperatif. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif. Hasil penelitian ini adalah lima dari enam ragam imperatif, yaitu komando, dorongan bertindak, permintaan, tuntutan, dan nasihat yang ditemukan pada 69 variasi imperatif ; dan ragam imperatif komando (perintah) mendominasi karena konteks percakapan didominasi oleh prajurit dalam situasi perang.
Imperatives are applied not only for commands in Russian language. Imperatives can be applied for requests, inducements to an action, demands, advices, and suggestions. This research studies the variety of imperatives presented in the dialogues of the film Дорога На Берлин (Doroga Na Berlin) ‘On the Road to Berlin’. The theories used are the morphological theories by Kuznecova (2010), Kuz’mina (2017) and Maltzoff (1994). The aim of this research is to show varieties of imperatives. The method used in this research is the descriptive method. The results are five out of six varieties of imperatives, which are commands, inducements to an action, requests, demands, and advices are applied in 69 varieties of imperatives; and the commands dominates since the context is the soldiers in a war situation."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2024
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Monica Dian Adelina
"Sentralisme Demokratik pertama kali dipakai di Rusia sebagai dasar pemerintahan negara pada masa Lenin. Sistem ini dipilih karena di dalamnya terdapat apa yang disebut dengan ?kebebasan berdiskusi dan kesatuan aksi? yang dianggap Lenin paling sesuai sebagai dasar pemerintahan negara. Sentralisme Demokratik menjadi semacam doktrin resmi bagi pemimpin Uni Soviet setelah Lenin. Sistem ini sempat hilang pada masa Nikita Khruschev namun kembali ditegaskan dalam Konstitusi Soviet 1977 pada masa Leonid Brezhnev. Pada masa Mikhail Gorbachev dan Boris Yeltsin, sistem ini benar-benar hilang dan digantikan oleh sistem Demokratik Liberal. Sentralisme Demokratik baru kembali digunakan pada masa Vladimir Putin. Sistem ini terbukti berhasil mengatasi krisis ekonomi yang terjadi sejak runtuhnya Uni Soviet.
Democratic centralism has been used at the first time in Russia as the basic of governance in the Lenin era. This system has been choosen because it?s contains "freedom in discussion and unity in action" that Lenin considered most appropriate as a basic for state government. Democratic centralism becomes such as official doctrine for Soviet leaders after Lenin. This system doesn?t exist during the Nikita Khruschev era but during the Leonid Brezhnev era, it?s listed in 1977 Soviet Constitution. At Mikhail Gorbachev and Boris Yeltsin era, this system is completely doesn?t exist and replaced by the Liberal Democratic system. This system once again used in the Vladimir Putin era. In fact, this system has been success to fix economic crisis after the fall of Soviet Union."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2009
S15098
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Afifah Nur Fariha
"Penelitian ini membahas upaya-upaya pembentukan citra Rusia sebagai negara yang ramah terhadap penganut agama Islam melalui kanal berita dan media sosial milik Russia Beyond The Headlines (RBTH) Indonesia yang dapat dikategorikan sebagai nation branding. Tujuan dari penelitian ini adalah menemukan bentuk-bentuk upaya pembentukan citra positif Rusia dalam hal menghargai keberadaan agama Islam sebagai agama terbesar kedua setelah Kristen Orthodoks. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan metode analisis konten, salah satu metode yang berhubungan dengan metode kepustakaan. Melalui metode tersebut ditemukan upaya pembentukan citra positif Rusia sebagai negara ramah muslim dapat terlihat dari artikel-artikel yang disajikan dalam kanal berita daring yang juga sering dibagikan melalui media sosial milik RBTH Indonesia. Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa topik yang paling banyak dibahas adalah perayaan hari besar islam, sikap perlawanan Rusia terhadap terorisme atau ISIS termasuk dalam konflik Suriah, dan program pariwisata halal yang sedang digencarkan oleh negara tersebut.

This research discusses the efforts of image formation of Russia as a muslim-friendly country through news website and social media belonging to Russia Beyond the Headlines (RBTH) Indonesia that can be categorized as a nation branding. The purpose of this study was to find forms of forming a positive image of Russia in terms of respecting the existence of Islam as the second largest religion after Orthodox Christianity. This research is a qualitative research that uses content analysis method, one of the methods related to the library method. Through this method, it found that the effort to establish a positive image of Russia as a muslim-friendly country can be seen from the articles presented in their online news website which are often shared too through RBTH Indonesia's social media. The results of this study prove that the most discussed topics are about the the celebration of Islamic holidays, Russian resistance to terrorism or the ISIS group including in Suriah conflicts and the halal tourism program being intensified by the country"
Fakultas Ilmu Pengatahuan Budaya Universitas Indonesia, 2019
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Astri Nur Khusna
"ABSTRAK
Artikel ini menganalisis kritik sosial dalam novel У войны не женское лицо (U vojny ne zenskoe lico) Tidak Ada Wajah Perempuan dalam Perang, khususnya yang berkaitan dengan perempuan. Kritik sosial tersebut dilihat melalui tokoh dan penokohan. Metode penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan deskriptif-analitik. Perolehan data didapatkan melalui studi pustaka. Hasil penelitian menemukan ada tiga kritik sosial, yaitu kritik terhadap stigma perempuan yang lemah, penggoda pria, dan konsekuensi pernah berperang. Seluruh kritik tersebut ditujukan kepada masyarakat Soviet yang masih menilai posisi perempuan di sosial masyarakat lebih rendah dibandingkan dengan posisi pria. Simpulan penelitian adalah Aleksievič telah berhasil menuliskan kisah yang tidak pernah terdengar sebelumnya tentang perempuan Soviet di Perang Dunia II dengan tujuan mengkritik perang tersebut.

ABSTRACT
This article is analyzing social critic in novel У войны не женское лицо (U vojny ne zenskoe lico) The Unwomanly Face of War, which is mainly related to women. The social critic is seen through character and characterization. Research method is qualitative with phenomenology and descriptive-analytic approach. The data used is obtained from literature studies. The results of the research found that there are three social critics, that is critic to the stigma of women are weak, men s teaser and the consequent of joined the war. All of the critics written for the Soviet society, that still judging that women position in the social society is lower than the men s one. The research concludes that Aleksievič successed in writing the untold stories of Soviet women in the World War II with the aim to critic the war itself."
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2019
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Sofhia Miranda Safredi
"Penelitian ini membahas komik sebagai media propaganda, khususnya komik Superputin! oleh Sergey Kalenik yang diterbitkan secara digital pada tahun 2010. Superputin! merupakan komik fiksi dan fantasi, tetapi komik ini merefleksikan realita yang terjadi di Rusia melalui teks, dialog, dan gambar di dalamnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi peran komik sebagai media hiburan to entertain dan fungsi komik sebagai media propaganda di Federasi Rusia khususnya menggunakan komik Superputin!, dari tahun 2010 hingga 2018. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan metode analisis semiotika, yang digunakan untuk menganalisis penggunaan frasa, klausa, atau kata dalam sebuah teks. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tanda verbal dalam komik Superputin! berupa teks dialog dan tanda nonverbal dalam komik terdiri dari gambar, ekspresi fasial, dan simbol. Tanda dan pertanda yang ditemukan dalam komik Superputin! memiliki pesan-pesan propaganda yang berkaitan dengan realitas di Federasi Rusia. Penulis menyimpulkan persepsi yang dibentuk oleh Kalenik adalah Putin merupakan pemimpin yang kuat, Putin yang mampu menghadang segala problematika yang muncul di Rusia bahkan di dunia, Putin yang tidak terkalahkan.

This research discusses comics as a propaganda media, specifically Superputin! comic by Sergey Kalenik which was published digitally in 2010. Superputin! comic is a fiction and fantasy comic, yet this comic reflects the reality that happens in Russia through text, dialogue, and images in it. The purpose of this study was to explore the role of comics as an entertainment media to entertain and the function of comics as a propaganda medium in the Russian Federation specifically using the comic Superputin! From 2010 until 2018. This is a qualitative research that uses semiotic analysis methods, whereas used to analyze the use of phrases, clauses, or words in a text. It concludes that the verbal sign in the comic Superputin! consists of dialogues of texts and nonverbal signs in comics consisting of images, facial expressions, and symbols. Signifier and Signified found in the Superputin! comic have propaganda messages related to reality in the Russian Federation. Writer conclude the perception formed by Kalenik is that Putin is a strong leader, Putin is able to confront all the problems that arise in Russia even in the world, Putin is invincible."
Fakultas Ilmu Pengatahuan Budaya Universitas Indonesia, 2019
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Vennesa Naomi Wayoan
"ABSTRAK
Penelitian ini membahastentang balet Rusia dan pengaruh persebarannya di Indonesia. Penelitian ini menggunakan teori Soft Poweroleh Joseph S Nye dalam buku The Future Of Power (2011) dan Rusifikasi dari Geoffrey Hasking dalam buku Russia: People And Empire, 1552-1917 (1997). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan bahwa kondisi sosial politik Indonesia dan Rusia mempengaruhi persebaran balet yang ada di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan teknik wawancara, yang ditunjang pula dengan metode studi pustaka. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa persebaran balet di Indonesia dipengaruhi oleh hubungan sosial politik Indonesia dan Rusia pada masa Orde Lama dengan Uni Soviet hingga Era Reformasi.

ABSTRACT
This research explains about Russian ballet and the influence it is of development ballet in Indonesia. This research uses Soft Power theory of Joseph S Nye in his book The Future Of Power (2011) and Rusification of Geoffrey Hasking in his book Russia: People And Empire, 1552-1917 (1997). Also, the main purpose of this writing is to prove that the social and political situation in Indonesia and Russia might have influenced the distribution of Ballet in Indonesia. This research mainly based on a qualitative sources, using interview technique and literature review.
The results of study prove that the spreading of Ballet in Indonesia affected by the relationship of social political between Indonesia and Russia in Old Order Era until the Era of Reformation in Indonesia."
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2019
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Talitha Dian Palupi
"ABSTRAK
Artikel ini menjelaskan penerapan strategi Perang Hibrida oleh Rusia terhadap Ukraina pada periode 2014-2018. Agresi Rusia terhadap Ukraina dimulai sejak tahun 2014 dilihat sebagai bentuk peperangan modern nonkonvensional, yang diidentifikasi sebagai Perang Hibrida. Bentuk dari peperangan ini dianalisis sebagai jenis baru konfrontasi global dan krisis keamanan. Oleh karena itu, muncul pertanyaan bagaimanakah Rusia menerapkan
strategi Perang Hibrida terhadap Ukraina sebagai upaya untuk meraih tujuan politiknya. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode studi kasus milik Robert Yin dan konsep Perang Hibrida dari Hoffman, Cullen serta Kjennerud. Penelitian ini menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2014 sampai 2018 Rusia melakukan agresi dan serangan terhadap Ukraina di berbagai bidang, yaitu politik, militer, ekonomi, informasi dan sosial masyarakat. Data yang digunakan pada penelitian ini merupakan pidato, pernyataan dan wawancara resmi Presiden Ukraina Petro Poroshenko periode 2014-2018 yang memuat agresi dan serangan Rusia terhadap Ukraina.

ABSTRACT
This article explains the implementation of Russian Hybrid War strategy against Ukraine in 2014-2018. Russian aggressions against Ukraine since the beginning of 2014 are viewed as a form of a modern and un-conventional warfare, which identified as Hybrid War. The form of this warfare was analyzed as a new type of global confrontation and security crisis. Therefore, it raises a question how Russia implements its Hybrid War strategy against Ukraine as an attempt to achieve its political goals. This research uses case study method of Robert Yin and performed by using the Hybrid War concepts of Hoffman, Cullen and Kjennerud. This research shows that throughout 2014 to 2018 Russia carried out aggressions and attacks on Ukraine in various fields, which are politic,
military, economy, information and socio-community. The data used in this study are speeches, statements and official interview of Ukrainian President Petro Poroshenko in 2014-2018 which mentioned the Russian aggressions and attacks on Ukraine."
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2019
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Hafiz Amrulloh
"ABSTRAK
Artikel ini menjelaskan bagaimana pengaturan dan pemaknaan kata depan от (ot) di dalam bahasa Rusia dengan menggunakan teori morfologi Savko, teori kata depan Kalinina serta teori kata depan от (ot) Pulkina & Terrence Wade. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif yang ditulis dengan teknik deskriptif analitis. Teknik perolehan data yang digunakan adalah teknik kepustakaan dengan sumber data utama untuk analisis adalah karya sastra berjudul Санькя (Sankja) Karya Zakhar Prilepin. Hasil penelitian menyebutkan bahwa kata depan от (ot) meskipun hanya menguasai satu kasus, yakni kasus genetif, namun kata depan tersebut memiliki delapan makna leksikal yang berbeda.

ABSTRACT
This article explains how is the arrangement and meaning of the Russian preposition от (ot) by using morphological theory of Savko, preposition theory of Kalinina and от (ot) preposition theory of Pulkina & Terrence Wade. This research uses qualitative method and is written using analytical-descriptive. Library
research are used to gather information and the Russian literature of Zakhar Prilepin Санькя (Sankja) is a main source to analyze the lexical meaning of от (ot) preposition. The result of this article shows that the от (ot) preposition has eight types of the lexical meanings, even tough it only affiliated with genitive case."
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2019
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9   >>