Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 9 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Amelia Kristiani
"Periodontitis merupakan salah satu bentuk penyakit periodontal, dan merupakan Kelanjutan dari keradangan gingival yang meluas kejaringan periodontal dibawahnya. Tidak semua keradangan gingiva akan berkembang menjadi Periodontitis. Penelitian terakhir menunjukkan bahwa adanya kuman spesifik di daerah sub gingiva dan defek pertahanan seluler berhubungan erat dengan bermacam-macan penyakit periodontal. Perawatan periodontitis dilakukan dengan tujuan untuk menghilangkan kuman penyebab penyakit. Perawatan periodontitis yang dilakukan adalah secara mekanis dam pengobatan dengan antibiotik, tetapi pengobatan ini tidak dapat menghilangkan seluruh kuman di dasar poket. Dengan adanya keterbatasan ini aka dipilih beberapa bahan alternatif seperti asam sitrat untuk menunjang kaberhasilan perawatan.
Pemakaian antibiotik, secara systemik cukup efektif untuk menghilangkan kuman penyebab periodontitis, tetapi efek sampingnya besar, sehingga akhir-akhir ini dipakai Cara Aplikasi lokal seperti aplikasi metronidazole untuk mengurangi gejala klinik dan mengobati periodontitis, karena efek sampingnya lebih kecil dan efektifitas untuk membunuh kuman lebih besar. Juga pemakaian asam sitrat dapat memberikan efek demineralisasi, membersihkan permukaan akar gigi dari plak dan kalkulus, menghilangkan kuman serta endotoksin dari permukaan cementum serta menghambat migrasi perekatan epithel kearah apikal.
Penelitian terdahulu dilakukan untuk melihat efek aplikasi lokal metronidazole dan asam sitrat terhadap perawatan penyakit periodontal, belum parnah ada penelitian pengobatan kombinasi aplikasi lokal asam sitrat dengan metronidazole untuk perawatan penyakit periodontal. Maka di dalam penelitian ini akan diteliti efek kesembuhan penyakit periodontal dengan aplikasi lokal kombinasi asam sitrat dengan metronidazole."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, 1998
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"[Latar Belakang:Stres dapat diimplikasikan sebagai faktor risiko terhadap penyakit periodontal, yang dapat dilihat melalui kadar Interleukin-1β (IL-1 β). Tujuan: Menganalisa hubungan stres akademik terhadap status penyakit periodontal berdasarkan kadar IL-1β pada mahasiswa FKG UI program profesi. Material dan metode:Pemeriksaan Dental Environtmental Stress (DES), indeks periodontal (indeks modifikasi Russel), dan kadar IL-1β dengan ELISA assay terhadap 38 subjek. Hasil:Perbedaan bermakna pada hubungan antara status penyakit periodontal dengan kadar IL-1βmahasiswa profesi dokter gigiFKG UIKesimpulan:Terdapat hubungan antara status penyakit periodontal dengan kadar IL-1β, namun hubungannya dengan stres akademik belum dapat dibuktikan.
, Introduction: Stress condition was implicated as one of risk factor to periodontal disease, that can be assesed by Interleukin-1β (IL-1β) level.Objectives: To analyzethe relationship between academical stress to periodontal status and IL-1β. Material and methods: 38 subjects were measuredfor perceived stress using The Dental Environment Stress (DES); periodontal condition using modified Russel periodontal index, and level of IL-1β in GCFusing ELISA assay.Results:A significant differences was only showed in the relationship between IL-1βto periodontal status. Conclusion:There is a relationship between IL-1β level to periodontal status, but not to academic stress.
]"
Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, 2014
SP-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
"[Latar Belakang: Hormon kortisol dalam cairan krevikular gingiva belum banyak diteliti. Tujuan: Menganalisis hubungan stres akademik terhadap status penyakit periodontal melalui kadar kortisol pada mahasiswa program spesialis FKG UI. Material dan metode: Pemeriksaan Graduate Dental Environtmental Stress (GDES), indeks periodontal (indeks periodontal modifikasi Russel), dan kadar kortisol dengan ELISA assay terhadap 38 subjek. Hasil : Tidak terdapat hubungan antara stres akademik dengan kadar kortisol (p=0,431), stres akademik dengan status penyakit periodontal (p=0,727), dan kadar kortisol dengan status penyakit periodontal mahasiswa spesialis FKG UI (p=0,347), Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara stres akademik dengan status penyakit periodontal melalui kadar kortisol.
, Background : Relationship between stress and periodontitis with cortisol hormone in crevicular gingival fluid have not been studied. Objective : Analyzed relationship between academical stress spesialist students to periodontal status in relation to level of cortisol hormone in gingival crevicular fluid. Material and Methods : 38 subjects examined stress by Graduate Dental Environment Stress; periodontal condition by modified Russel periodontal index, levels of hormone cortisol by ELISA. Result : Relationship between stress and periodontitis (p=0,727), stress and cortisol hormone (p=0,431), cortisol hormone and periodontitis (p=0,347) were not significant. Conclution : No relationship between stress, periodontitis, and level of cortisol hormone.
]"
Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, 2014
SP-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Wita Anggraini, translator
"[Latar Belakang: Objektifitas rasio akar-mahkota gigi klinis dan konvergensi akar gigi. Tujuan: Menentukan rasio akar-mahkota gigi klinis dan tipe konvergensi akar gigi molar pertama yang menyebabkan trauma oklusi. Material dan Metode: Metode Lind (1972) dan metode baru untuk menentukan konvergensi akar gigi. Hasil: Rasio >1,51= baik; 1-≤1,50= cukup baik; 0,51-0,99= buruk; ≤0,50=sangat buruk. Ada hubungan antara gabungan rasio akar-mahkota gigi klinis dan konvergensi akar gigi dengan kegoyangan gigi (rs:0,302), lamina dura, (rs: 0,211), resesi gingiva bukal (rs: 0,245), kehilangan perlekatan (rs: 0,233). Kesimpulan: Ada hubungan antara rasio akar mahkota gigi yang tidak seimbang disertai konvergensi akar gigi dengan trauma oklusi. , Background: An objective assessment of clinical root-crown ratio and root convergence. Objective: To determine the clinical root-crown ratio and root convergence type of first molar which cause trauma from occlusion. Materials and Methods: Method of Lind (1972) and a new method to determine the root convergence. Results: The ratio >1.51=good; 1-≤1.50= pretty good; 0.51-0.99= poor; ≤ 0.50= very bad. There is a relationship between the combined of clinical root-crown ratio and root convergence with tooth mobility (rs: 0.302), lamina dura, (rs: 0.211), buccal gingival recession (rs: 0.245), loss of attachment (rs: 0.233). Conclusion: There is a relationship between the combine of clinical root-crown ratio and root convergence with trauma from occlusion. ]"
Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, 2014
SP-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Tri Rahayu Oktaviani
"[Latar belakang: Peran laktoferin sebagai biomarker dalam penegakan diagnosis penyakit periodontitis masih belum memadai. Tujuan: Menganalisis kadar laktoferin pada penderita periodontitis kronis dan periodontitis agresif. Bahan dan Metoda: Penelitian analitik pada 27 subjek, usia 19-76 tahun, penderita periodontitis kronis dan periodontitis agresif dilakukan pemeriksaan indeks OHIS. Sampel laktoferin diambil dari saliva dan dideteksi kadarnya dengan uji ELISA. Hasil: Rata-rata jumlah kadar laktoferin saliva periodontal sehat sebagai kontrol, periodontitis kronis dan periodontitis agresif adalah 17,93 +/- 11,72 ng/ml, 40,80 +/- 4,52 ng/ml dan 71,29 +/- 15,58 ng/ml. Terdapat perbedaan bermakna kadar laktoferin ini terbukti pada penghitungan langsung maupun secara statistik (p=0,000). Kesimpulan: Kadar laktoferin saliva pada periodontitis kronis lebih rendah dari periodontitis agresif. Laktoferin dapat dijadikan salah satu indikator dalam penegakan diagnosis penyakit periodontal., Background: The play role of lactoferrin as biomarker in diagnostic of chronic periodontitis still has controversies. Purpose: To analyze lactoferrin in chronic and aggressive periodontitis patient. Material and method: OHIS index of 27 subject, 19-76 years old, chronic and aggressive patients were measured. Lactoferrin sample collected from salivary and detected using ELISA method. Result: The mean of salivary lactoferrin levels in healthy patients, chronic and aggressive periodontitis are 17,93 +/- 11,72 ng/ml, 40,80 +/- 4,52 ng/ml and 71,29 +/- 15,58 ng/ml (p=0,000). Significant differences of salivary lactoferrin have been proved by direct quantification and statistical analysis. Conclusion: The salivary lactoferrin level in chronic periodontitis is lower than aggressive periodontitis. Lactoferrin could become as one of indicators in periodontal disease diagnostic.]"
Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, 2014
SP-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Billy Martin
"[Latar Belakang: Kuantitas fimA bakteri Porphyromonas gingivalis pada akumulasi plak periodontitis kronis perokok belum pernah diteliti di Indonesia. Tujuan: Menganalisis kuantitas fimA bakteri Porphyromonas gingivalis pada akumulasi plak periodontitis kronis perokok. Material dan metode: Pemeriksaan Poket Periodontal, Status Merokok, Indeks Plak, dan ekspresi fimA dengan RT-PCR terhadap 37 subjek. Hasil : Tidak terdapat perbedaan ekspresi fimA pada periodontitis kronis perokok dengan bukan perokok pada poket 4 mm (p=0.522), 5 mm (p=0.181) dan 6 mm (p=1.000). Indeks plak perokok lebih buruk dibandingkan dengan bukan perokok (PI 1-3=40,51%). Kesimpulan: Tidak ada perbedaan kuantitas fimA Porphyromonas gingivalis pada akumulasi plak periodontitis kronis perokok., Background : Porpyhromonas gingivalis fimA quantity in plaque accumulation of smoker with chronic periodontitis haven’t been studied in Indonesia. Objective : Analyzing Porpyhromonas gingivalis fimA quantity in plaque accumulation of smoker with chronic periodontitis. Material and Methods : Pocket Deph (PD), Smoking Status, Plaque Index, and RT PCR fimA quantity examination of 37 subject. Result : fimA quantity difference between smoker and non smokers in 4 mm PD (p=0.522), 5 mm PD (p=0.181) and 6 mm PD (p=1.000) wasn’t significant. Smoker has higher plaque index compare to non smoker (PI 1-3=40,51%). Conclution : There was no differences of fimA quantity in smoker with chronic periodontitis.]"
Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, 2014
SP-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Marie Louisa
"[Latar Belakang: Merokokmempengaruhi peran host danbakteridalam patogenesis periodontitis kronis. Tujuan: Menganalisis efek merokok terhadap kebersihan mulut, perdarahan gingiva, dan jumlah bakteri P. gingivalis. Materi dan metode: Tiga puluh satu subjek laki-laki diperiksa indeks plak (PI), kalkulus (KI), kebersihan mulut (OHI-S), dan perdarahan papilla (PBI) kemudian diambil plak subgingiva untuk dihitung jumlah bakteri P. gingivalis. Hasil: Skor PI, KI, OHI-S, PBI, dan prevalensi bakteri P.gingivalis perokok lebih tinggi namun peningkatannya tidak bermakna. Kesimpulan: Merokok tidak mempengaruhi kebersihan mulut, perdarahan gingiva, dan jumlah bakteri P.gingivalis pada periodontitis kronis., Introduction: Smoking affects host and bacteria roles in chronic periodontitis. Objectives: Analyzing smoking effects towards oral hygiene, gingival bleeding, and P. gingivalis prevalence. Material and methods: Thirty one male subjects were examined with plaque(PI), calculus (CI), oral hygiene (OHI-S), and papilla bleeding index (PBI). Sub-gingival plaque was taken to quantify P. gingivalis. Results: Smokers had higher PI, CI, OHI-S, PBI score, and P. gingivalis was more prevalent, though the differences were not significant. Conclusion: Smoking does not affect oral hygiene, gingival bleeding, and P. gingivalis prevalence in chronic periodontitis. ]"
Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, 2014
SP-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Angelia Melia Tjokrovonco
"Latar belakang: Terapi regeneratif pada kerusakan tulang vertikal telah memberikan hasil yang memuaskan, tetapi kerusakan horizontal masih menjadi tantangan bagi klinisi.
Tujuan Penelitian: Mengevaluasi penggunaan kitosan, kitosan RGD, dan kombinasi PDL cell sheet terhadap peningkatan densitas radiografis tulang alveolar dengan kerusakan tulang horizontal
Metode dan Bahan: Total sampel berjumlah 16 yang dibagi menjadi empat kelompok perlakuan, yaitu kitosan, kitosan RGD, kitosan PDL cell sheet, dan kitosan RGD PDL cell sheet. Evaluasi radiografis dilakukan empat minggu setelah bedah regeneratif.
Hasil: Hasil substraksi densitas radiograf tulang alveolar kelompok kitosan 7,31 10,27; kitosan RGD 16,70 13,17; kitosan PDL cell sheet 19,34 21,46; kitosan RGD PDL cell sheet 21,97 7,85.
Kesimpulan: Penggunaan kitosan, kitosan RGD, kitosan dan PDL cell sheet, serta kitosan RGD dan PDL cell sheet memiliki potensi meningkatkan densitas tulang alveolar.

Background: Regenerative therapy in vertical bone defect has been shown to be satisfactory, but horizontal defect remains a challenge for clinicians.
Objective: Evaluate the use of chitosan, chitosan RGD, and combination of PDL cell sheet to increase radiographic density of alveolar bone with horizontal bone defect.
Method and Material: Total samples were 16 and divided into four treatment groups Chitosan, Chitosan RGD, Chitosan PDL cell sheet, and Chitosan RGD PDL cell sheet. Radiographic evaluation was performed four weeks after regenerative surgery.
Result: Alveolar bone radiograph density substraction in chitosan group is 7,31 10,27 chitosan RGD group is 16,70 13,17 chitosan PDL cell sheet group is 19,34 21,46 chitosan RGD PDL cell sheet group is 21,97 7,85.
Conclusions: Chitosan, chitosan RGD, chitosan PDL cell sheet, and chitosan RGD PDL cell sheet application have potential to increase the bone density.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, 2017
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Media Sukmalia Adibah
"ABSTRAK
Latar Belakang: Perawatan implan dental sudah berkembang menjadi pilihan yang dapat diterima luas masyarakat. Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut Fakultas Kedoketran Gigi Universitas Indonesia sudah melaksanakan perawtan implan gigi sejak tahun 2009 dan belum ada evaluasi mengenai implan gigi tersebut. Porphyromonas gingivalis diketahui menjadi salah satu bakteri yang sering digunakan dalam evaluasi jaringan periimplan.
Tujuan: Mengevaluasi jaringan periimplan melalui kuantifikasi bakteri Porphyromonas gingivalis.
Material dan metode: Dua puluh sembilan sampel implan gigi, lima sampel gigi sehat serta tujuh sampel periodontitis diambil plak subgingiva untuk menghitung Porphyromonas gingivalis melalui Real Time PCR.
Hasil: Tidak ada perbedaan bermakna antara kuantitatif P. gingivalis pada sampel periimplan dengan gigi sehat. Terdapat perbedaan bermakna antara kuantitatif P. gingivalis periimplan dengan sampel periodontitis.
Kesimpulan: Kuantitatif P.gingivalis gigi sehat menyerupai dengan level kuantitatif pada jaringan periimplan.

ABSTRACT
Background: Dental implants has an excellent results in terms of survival and success rates of oral rehabilitation. Rumah Sakit Khusus Gigi Mulut Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Indonesia (RSKGM FKG UI) is one of leading dental hospital which offer dental implant since 2009 and yet there is no evaluation of dental implant treatment.
Aim: The aim of this study was to evaluate periimplant tissue by quantification of bacteria Porphyromonas gingivalis. Materials and Methods: Twenty nine samples periimplant were taken from patient in Periodontal Clinic RSKGM FKG UI. All implants were placed from 2009-2014. Plaque samples were obtained in each dental implant using implant probe. Baseline group was measured in healthy teeth and periodontitis teeth which samples plaque were also taken respectively. All samples were subjected to microbiological analysis using quantification of bacteria Porphyromonas gingivalis with real time PCR.
Results: There were no significant differences in number of P. gingivalis between the periimplant groups compared to healthy tooth group (P value >0.05). Meanwhile, there were significant differences between the periimplant group compared to periodontitis teeth (P value < 0.05).
Conclusion: Quantification of P.gingivalis in periimplant has a similar result to healthy teeth."
2017
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library