Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 11 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Monica Hikmawaty
"Suatu reksa dana merupakan sebuah bentuk portofolio yang dibentuk oleh manajer investasi. Terdapatnya faktor-faktor Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Suku Bunga Bebas Risiko (SBI) dan Nilai Tukar Rupiah (Kurs) yang memiliki pengaruh besar terhadap kinerja reksa dana. Ketiga faktor ini akan mempengaruhi return yang akan dihasilkan oleh reksa dana, maupun risiko yang akan ditimbulkannya. Hal ini sangat erat kaitannya dengan kinerja reksa dana itu sendiri yang akan diukur melalui return yang akan dihasilkan. Tujuan dari penelitian ini yang ingin dicapai adalah untuk mengetahui peringkat kinerja reksa dana terbaik selama periode 2001-2003 dengan menggunakan metode Sharpe's Measure, Treynor's Measure, dan Jensen's Measure dan untuk mengetahui pengaruh return Indeks Harga Saham Gabungan, return Suku Bunga Bebas Risiko dan return Nilai Tukar Rupiah terhadap kinerja reksa dana terbaik yang diukur dengan metode Sharpe's Measure, Treynor's Measure, dan Jensen's Measure.
Penelitian ini mengambil sample 40 reksa dana yang terdaftar yaitu selama tahun 2001 sampai dengan 2003. Dari masing-masing reksa dana tersebut akan dihitung return dari risiko-nya. Kemudian setelah didapatkan variable-variabel yang dibutuhkan untuk pcnghitungan kinerja reksa dana, maka dilakukan evaluasi kinerja portofolio dengan menggunakan metode evaluasi kinerja reksa dana yaitu Sharpe's Measure, Treynor's Measure, dan Jensen's Measure. Dilanjutkan dengan melakukan pengukuran dan pengujian untuk mengetahui signifikansi pengaruh Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Suku Bunga Bebas Risiko (SBI) dan Nilai Tukar Rupiah (Kurs) terhadap kinerja reksa dana yang dihitung dengan 3 metode. Dalam pengukuran dan pengujian ini digunakan analisis regresi linier berganda, dimana untuk mengukur kinerja digunakan 3 metode yaitu Sharpe's Measure, Treynor's Measure, dan Jensen's Measure yang merupakan variabel dependen (Y) dan faktor-faktor Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Suku Bunga Bebas Risiko (SBI) dan Nilai Tukar Rupiah (Kurs) sebagai variabel independen (X).
Setelah diperoleh kinerja terbaik sctiap bulannya untuk masing masing metode, akan diteliti seberapa besar pengaruhi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Suku Bunga Bebas Risiko (SBI) dan Nilai Tukar Rupiah (Kurs). Dengan confidence interval 90%, diperoleh kesimpulan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja reksa dana yang dievaluasi dengan Treynor's Measure, dan Jensen's Measure, Suku Bunga Bebas Risiko (SBI) hanya mempengaruhi kinerja reksa dana yang dievaluasi dengan metode Jensen's Measure serta Nilai Tukar Rupiah (Kurs) berpengaruh secara signifikan pada kinerja reksa dana yang dievaluasi dengan metode Sharpe's Measure dan Treynor's Measure."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2004
T14798
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mahdi
"Selama tiga tahun terakhir, reksa dana menjadi instrumen pasar modal yang paling agresif. Tahun 2004 yang lalu merupakan tahun cemas bagi perkembangan reksa dana di Indonesia dimana dana kelolaan reksa dana hingga akhir Desember 2004 mencapai 100,9 triliun. Hal ini menenjukan bahwa para investor di tahun 2004 lebih tertarik menanamkan investasinya pada jenis investasi reksa dana dimana return yang dihasilkan lebih besar dibandingkan dengan investasi lainnya seperti deposito. Namun di tahun 2005, sejak awal tahun hingga akhir tahun terjadi redemption (pencairan dana besar-besaran) yang mengakibatkan dana kelolaan sampai akhir Desember 2005 tinggal 28,3 triliun. Hal ini menjadi pertanyaan besar bagi para investor, apakah reksa dana masih bisa dijadikan alternatif instrumen investasi yang menarik dan aman bagi investor. Pemilihan jenis reksa dana menjadi sangat menentukan berapa besarnya risiko dan hasil yang bisa didapat dari investasinya. Banyak investor yang ingin menempatkan dananya pada reksa dana saham, tapi masalah yang dihadapi mereka adalah bagaimana cara mengukur kinerja dari masing-masing reksa dana saham tersebut. Berdasarkan hal tersebut, dilakukanlah penelitian untuk menganalisis kinerja reksa dana saham yang ada di Indonesia sehingga layak untuk dijadikan alternatif investasi. Sampel yang diambil merupakan perusahaan yang menawarkan reksa dana saham untuk periode 2003 sampai dengan 2005. Sedangkan data-datanya didapat dari BAPEPAM, Bank Indonesia dan Bursa Efek Jakarta. Kemudian dari data-data tersebut diolah dan diperoleh hasil penelitian bahwa selama kurun waktu 2003 sampai 2005, reksa dana reksa dana saham yang terbaik adalah reksa dana Si Dana Saham yang memiliki nilai Sharpe sebesar 0.583042 (22% diatas kinerja market 0.477710). Pada periode ini terdapat enam reksa dana yang memiliki nilai Sharpe diatas market. Selain reksa dana Si Dana Saham, masih ada reksa dana Rencana Cerdas (0.582370), Dana Megah Kapital (0.555640), Citireksadana Ekuitas (0.499665), Mawar (0.486986), dan Panin Dana Maksima (0.481414).
Reksa dana saham dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif investasi yang menguntungkan walaupun ada beberapa reksa dana saham yang harus dihindari untuk berinvestasi karena memiliki kinerja yang kurang baik. Berdasarkan dari basil penelitian ini, reksa dana saham yang memiliki kinerja terbaik dengan menggunakan Sharpe Measure adalah reksa dana Si Dana Saham. Namun dengan catatan hahwa kondisi dan risiko yang ada sama dengan periode penelitian. Investor sebaiknya melakukan investasi pada reksa dana saham yang memiliki kinerja diatas kinerja market dengan memperhatikan juga risiko dari tiap-tiap reksa dana saham tersebut seperti yang telah diteliti diatas. Di samping itu pula harus dihindari reksa dana yang kinerjanya berada dibawah market.

During three last years, mutual fund becomes the most aggressive capital market instrument. In the last 2004 represent the gold year for growth of mutual fund in Indonesia where total fund until December 2004 reaching 100, 9 trillion. This involve investors in 2004 more interested to invest at mutual fund where return bigger than deposit. But in 2005 since early year-end year happened redemption and make fund to the last December 2005 only 28, 3 trillion. This becomes the big question for investors, what is mutual fund still interesting as investment instrument alternative for investor. Choosing type of mutual fund become very determining how big is the risk and result can be obtained from its investment. A lot of investor wishes to place its fund at equity fund, but the problem how to measure the performance from each the equity fund, based on that, a research to analyze the performance of equity fund in Indonesia as an alternative investment. The sample represents the company offering equity fund for the period of 2003 to 2005. While its data from BAPEPAM, Bank of Indonesia and Jakarta Stock Exchange. Then from the data, the result of research during 2003 until 2005, the best equity fund is Si Dana Saham with Sharpe value 0.583042 ( 22% above market performance 0.477710). Also in this period there are six equity funds with Sharpe value above market. Besides Si Dana Saham, there are Rencana Cerdas (0.582370), Dana Megah Kapital (0.555640), Citireksadana Ekuitas (0.499665), Mawar (0.486986), and Panin Dana Maksima (0.481414). Equity Fund can be made as one of beneficial alternative investment although there are some Equity fund must he avoided for the investment because under performance.
From this research result, the best equity fund by using Sharpe Measure is Si Dana Saham. But with the note that existing risk and condition is equal to research period. Investor should invest at equity fund with performance above market by paying attention to the risks from every equity fund such as have been checked above. Besides that, investor should avoid equity fund with performance below/under market."
Depok: Universitas Indonesia, 2006
T18557
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ali Ridho
"Reksa dana syariah adalah reksa dana yang pengelolaannya berdasarkan pada prinsip-prinsip Islam. Hampir sama dengan reksa dana konvensional, yang membedakan reksa dana syariah adalah adanya proses seleksi (screening process) dan adanya proses pembersihan (cleansing) dari riba. Disain penelitian ini adalah, menghitung kinerja historis reksa dana campuran dengan menggunakan risk adjusted return yaitu, indeks sharpe, treynor dan jensen untuk periode 5 tahun (jangka panjang). Setelah itu, hasil kinerja tersebut dibuat peringkat dan dibandingkan untuk kemudian dianalisa. Penelitian ini menggunakan data bulanan NAB reksa dana, JII, IHSG serta tambahan berupa tingkat suku bunga SBI.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peringkat 1, 2 dan 3 untuk indeks sharpe, periode tahun 2003 sampai dengan 2007 diperoleh, Schroder Dana Prestasi, Schroder Dana Terpadu dan Bahana Dana Selaras. Indeks treynor dan jensen, peringkat 1, 2 dan 3 diperoleh oleh reksa dana yang sama, yaitu: reksa dana Simas Satu, Sam Dana Berkembang dan PNM Syariah. Analisis perbandingan rata-rata kinerja reksa dana syariah dan konvensional periode tahun 2003-2007, untuk indeks sharpe, treynor dan jensen, tidak berbeda secara signifikan pada alpha 5%.

Syaria mutual fund is a kind of mutual fund managed at the core of Islamic principles. Indeed, at some points, there are quite similarities between sharia and konventional mutual fund. What makes it differs from the second, merely, concerning screening process in choosing the units of invesment, and cleansing from interset. The design of this research is to calculate the mutual funds historical performent whit used indexs risk adjusted return sharpe, treynor and jensen for period five year (the long time). After that, the result of both performent is then make ranking and compared to be analyzed. This research uses monly NAV mutual funds, indexs JII, IHSG, with additional data in the form of SBI interest rate.
The result of the research indicates that ranking of 1, 2, and 3 for sharpe index, for the year 2003-2007, got by Schroder Dana Prestasi, Schroder Dana Terpadu and Bahana Dana Selaras, for treynor and jensen indexs ranking 1, 2 and 3 got by at some points mutual fund, is a kind Simas Satu, Sam Dana Berkembang and PNM Syariah. For comparative analisis of syaria mutual fund and conventional mutual fund at 2003-2007 for sharpe, treynor and jensen indexs, it is not significant different at alpha 5%."
Depok: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2008
T24316
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Dinda Novitri Muliani
"Meningkatnya kebutuhan hidup seiring dengan meningkatnya nilai inflasi di indonesia, mengakibatkan butuhnya investasi yang dapat memberikan keuntungan lebih dari nilai inflasi. Hal ini membuat investor berupaya mencari investasi selain deposito sehingga membuat perkembangan industri reksa dana menjadi pesat di Indonesia. Penelitian ini menggunakan model Treynor Mazuy bertujuan untuk bisa memberikan gambaran megenai kemampuan market timing dan stock selection para manajer investasi.
Dari hasil Uji Time Series yang dilakukan untuk bisa menggambarkan kemampuan market timing dan stock selection manajer investasi secara keseluruhan, didapatkan hasil hampir semua manajer investasi mempunyai kemampuan market timing yang buruk. Sementara kemampuan mereka dalam melakukan stock selection jauh lebih baik, tapi hanya memberikan nilai tambah yang sedikit terhadap excess return portofolio pada manajer investasi tersebut.

The growing needs of life along with increasing inflation in Indonesia resulted in the quickness of investment that can provide an advantage over inflation. This makes investors seek investments that can improve their finances, thus making the development of the mutual fund industry to be fast in indonesia. This research employs Treynor Mazuy model to figure up the market timing and stock selection ability of the fund manager.
The result of the Time series test of this model, we could find out that almost all fund managers in Indonesia have bad market timing ability. They have much better stock selection ability, even though the ability has small effect for their excess return portfolio.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2012
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Devi Larasati PM.
"Tujuan penelitian ini adalah mengukur kinerja reksa dana saham di Indonesia pada periode Januari 2007 hingga Desember 2011. Pengukuran kinerja dilakukan dengan menggunakan Jensen?s Alpha Model dan Fama-French Three Factor Model. Pada penelitian ini dilakukan pengelompokkan reksa dana saham menjadi beberapa portofolio berdasarkan ukuran perusahaannya (size) dan nilai book-to-market dari saham-saham yang tergabung dalam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Hasil penelitian dengan kedua model di atas menunjukkan bahwa secara keseluruhan reksa dana saham memiliki kinerja yang lebih tinggi (outperform) dari kinerja pasar. Faktor ukuran perusahaan dan nilai ­book-to-market tidak mempengaruhi tingkat pengembalian reksa dana saham. Lebih lanjut, penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata reksa dana saham di Indonesia memuat saham dengan kapitalisasi yang kecil dan saham dengan nilai book-to-market yang rendah (growth stocks).

This study aims to examine the performance of equity mutual fund in Indonesia from January 2007 to December 2011. The performance?s measurements used are the Jensen?s Alpha and Fama-French Three Factor Models. This study classified the equity mutual fund into several portfolios based on size and book-to-market value of the stocks listed in Jakarta Composite Index (JCI).
The result of the Jensen?s Alpha and Fama-French Three Factor Models indicated that overall equity mutual fund are outperformed the market performance. The size and book-to-market are not significant factors in explaining equity fund returns. The results further indicate that the average equity fund in Indonesia holds smaller market capitalization stocks and smaller book-to-market value (growth stocks).
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2013
S43984
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Simandjuntak, Rohana Dumaria
"Penulisan karya akhir ini mengulas tentang pelatihan produk Reksa Dana Mandiri Investa pada saat terjadi redemption besar-besaran sejak Februari sampai dengan Juli 2005 dan pembelajaran apa yang dapat diambil dari kasus redemption ini. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan masukan kepada pihak manajemen Bank mandiri mengenai upaya-upaya yang dapat dilakukan apabila hal yang sama terjadi di masa yang akan datang.
Melalui penrlitian ini terdapat 2 (dua) pokok masalah yang dibahas yaitu (1) koordinasi dalam kegiatan pernasaran Reksa Dana Mandiri Investa dan (2) proses pelatihan produk Ref:sa Dana Mandiri Investa.
Dalam kasus redemption Reksa Dana Mandiri Investa ini, yang terjadi adalah kurangnya koordinasi antara pemilik produk yaitu dalam hal ini Invesment Product Department dengan ujung tombak pemasaran yaitu para frontliner di Cabang. Selain itu, juga tidak tersosialisasinya dengan baik produk terbaru yang telah dihasilkan sejak Oktober 2004 yaitu dalam hal ini 3 (tiga) jenis produk Reksa Dana lainnya yang terdiri dari Reksa Dana Pasar Lang, Reksa Dana Sahara dan Reksa Dana Campuran.
Proses pelatihan produk ini sangat panting karena berfungsi untuk memberikan informasi terkini tentang produk Reksa Dana yang ditawarkan oleh dank Mandiri. Apabila pelatihan ini berjalan baik, pada saat suku bunga SBI mulai merambat naik, para pemodal berdasarkan informasi dari frontliner bisa mengalihkan investasinya dari Reksa Dana Pendapatan Tetap ke jenis Reksa Dana lainnya sehingga kerugian dari para pemodal bisa diminimalisir dark redemption besar-besaran sebagaimana yang terjadi selama periode Februari sampai dengan April 2005 tersebut bisa diminimalisir."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2006
T18353
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yudhi Kurniawan
"ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi atas kinerja reksa dana saham yang dipilih dengan menggunakan strategi data historikal Nilai Aktiva Bersih NAB per unit selama periode 2010 2015 yaitu
menggunakan data 52 week high, prior 6 month return dan abnormal return empat faktor carhart harian 6 bulan terakhir dari reksa dana bersangkutan dan untuk mengetahui apakah holding period mempengaruhi imbal hasil yang diterima investor. Reksa dana diperingkat setiap bulan selama periode pengamatan yaitu tahun 2010 sampai dengan tahun 2015 menggunakan data historikalnya dengan strategi 52 week high, prior 6 month return, dan abnormal return empat faktor carhart kemudian dihitung ratarata return yang dihasilkan setiap portofolio winner dan looser dengan masa holding period 1 sampai 12 bulan. Kinerja masing-masing portofolio dengan masing-masing strategi diukur dengan melihat raw return Sharpe Ratio dan Treynor Measure. Strategi memilih reksa dana dengan data historikal abnormal return empat faktor carhart menghasilkan return tertinggi dari semua strategi, juga mempunyai nilai Sharpe ratio dan Treynor measure yang tertinggi untuk holding period selama 6 bulan. Dalam penelitian terlihat bahwa reksa dana yang terpilih dalam portofolio winner belum tentu menghasilkan return secara individu reksa dana lebih baik dari yang lain. Penelitian menunjukkan bahwa holding period mempengaruhi return yang didapat oleh investor

ABSTRACT
The purpose of this study is to evaluate the performance of mutual funds that selected using strategies 52 week high the prior 6 month return and abnormal return four daily Carhart four factor in the last 6 months of the mutual funds during period 2010 2015 and to get information about whether the holding period affects returns received by investors. Mutual funds are rated every month during the observation period 2010 to 2015 using their historical data base on strategies of 52 week high the prior 6 month return and abnormal return four factor Carhart, then calculated the average return generated from each portfolio winner and looser with holding period of 1 to 12 months. The performance of each portfolio with each strategy was measured by looking at raw returns Sharpe Ratio and Treynor Measure. Strategy for choosing mutual funds with historical data of the abnormal return Carhart four factor produces the highest returns of all strategies it also has the highest value of the Sharpe ratio and Treynor measure for the holding period of 6 months. In this study it appears that mutual funds in winner portfolio does not necessarily produce a return of individual mutual funds better than others and the study also shows that the holding period affect the return earned by investors"
2016
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Khamim Hudori
"Hal mendasar yang membedakan reksa dana syariah dengan reksa dana konvensional terletak pada pengelolaan portofolio investasinya. Reksa dana syariah melakukan screening process dan cleansing dari hal yang riba, dan hal lain yang diharamkan oleh Islam. Model pengolahan data dalam penelitian ini dilakukan dengan pendekatan indeks sharpe, treynor, jensen, appraisal ratio, m2 measure, dan t2 measure lalu membuat pemeringkatan kinerja reksa dana tersebut. Proses berikutnya membandingkan rata-rata kinerja reksa dana saham dan campuran konvensional dengan syariah untuk periode Januari 2012 sampai dengan April 2015 kemudian dilakukan analisis. Penelitian ini menggunakan data bulanan NAB/UP reksa dana, JII, IHSG, dan tingkat suku bunga SBI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja reksa dana konvensional dan syariah selama periode tahun 2012-2015 tidak berbeda secara signifikan pada level α 5%.

The fundamental difference between Islamic and conventional mutual funds is the managing of their investment portfolio. Islamic mutual funds conducts screening process and cleansing from riba and any other elements that are forbidden by Islam. The data processing model of this research is done with sharpe, treynor, jensen index, appraisal ratio, m2 measure, and t2 measure approach, then the performance of the mutual funds is ranked. Next, the average of equity and balanced conventional mutual fund performance is compared and analyzed with Islamic mutual fund from January 2012 until April 2015 period. This research uses monthly data of NAB/UP mutual funds, JII, IHSG, and SBI interest rate. The result shows that the performance of conventional mutual funds and Islamic in 2012-2015 period are not significantly different at the α level of 5%."
Depok: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2015
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tanellia Soraya Nursyafitrie
"Reksa dana syariah muncul di Indonesia pada tahun 1997 dan menjadi instrumen investasi favorit bagi investor. Reksa dana syariah memiliki pertumbuhan yang cepat dalam TNA sebesar 285,40% dari 2013 hingga 2018 yang lebih unggul dari reksa dana konvensional dengan pertumbuhan hanya 157,17% di dalam periode yang sama. Reksa dana syariah juga berkembang pesat di negara dengan mayoritas penduduk Muslim serta negara yang memiliki sistem keuangan syariah yang maju, bahkan mampu mengungguli kinerja dari reksa dana konvensional dan benchmark. Meskipun mayoritas penduduk Indonesia adalah Muslim, reksa dana syariah tidak memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan reksa dana konvensional di pasar Indonesia. Penelitian ini juga membahas terkait asosiasi antara fund-flow dengan kinerja untuk reksa dana kovensional dan syariah berjenis saham dan campuran. Penelitian membuktikan bahwa di pasar Indonesia, fund-flow dan kinerja berhubungan negatif dan convex positif.

Islamic mutual funds emerge in Indonesia since 1997 and become a favourite investment instruments for investors. Islamic mutual funds have a rapid growth in TNA of 285.40% from 2013 to 2018 which is superior to conventional mutual funds with growth of only 157.17% in the same period. Islamic mutual funds are also growing rapidly in countries with Muslim populations and countries that have advanced Islamic financial systems, also able to outperform conventional mutual funds and its benchmarks. Despite the majority of populations are Muslims, Islamic mutual funds do not have a better performance than conventional mutual funds in Indonesian market. This study also discusses the associations between the fund-flow and the performance of conventional and Islamic stocks and mixed funds. Evidence suggests that in the Indonesian market, the fund-flow and performance are negative and convex positive."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2019
T53881
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ziyan Muhammad Farhan
"ABSTRAK
Return NAB indeks reksa saham syariah dalam rentang waktu beberapa tahun terakhir selalu dibawah dari return NAB indeks reksa dana saham konvensional. Oleh karena itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tahun 2015 mengeluarkan peraturan yang memberikan privilegebagi keuangan syariah di Indonesia untuk mengembangkan produk reksa dana global syariah. Dengan diversifikasi portofolio yang lebih luas, maka produk ini diharapkan dapat meminimalkan risiko sehingga bisa menjadi keunggulan komparatif pada produk keuangansyariah. Return yang dihasilkanpun berkembang sangat pesat dan kompetitif dibanding produk reksa dana saham lainnya, hingga pernah mencapai rentang 10%-30% per tahun. Dari fakta tersebut, paper ini berusaha melihat apa saja faktor makroekonomi harian global yang mempengaruhi return NAB reksa dana global syariah, serta menguji performa masing-masing produk menggunakan Fama French 4 Factors Model, untuk mengetahui apakah manajer investasi terkait hanya luck atau skill dalam membukukan return tersebut. Menggunakan data dari Thomson Reuters dan Kenneth Frech, hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa market return, VIX, Dollar Index, dan US Treasury Bills secara signifikan mempengaruhi return NAB dari reksa dana global syariah, sementara US Credit DefaultSwap cenderung tidak memiliki signifikansi terhadap return NAB reksa dana global syariah. Selain itu, berdasarkan framework Fama French ditemukan bahwa keseluruhan produk reksa dana global syariah mendapatkan predikat skill dari analisismenggunakanfour-factor alpha dant(α) t-StatisticAlpha

ABSTRACT
The return of Net Asset Value (NAV) of the Sharia Mutual Fund Index in the last few years has always been below under the return of NAV of Conventional Mutual Fund Index in Indonesia. Consequently, the Indonesia Financial Services Authority (OJK) in 2015 issued a new policy that gives privilege for Islamic finance in Indonesia to expand its products,in term of Islamic global mutual fund. With wider diversification of portfolios across countries, the product is expected to able to minimize the financial risk so that it would be a comparative advantage for Islamic finance products. The return generatedis growing rapidly and more competitive than the other mutual fund products. From those facts, this paper aims to see what global daily macroeconomic factors that influence the return of Islamic global mutual funds NAV, and also to examine the performance of each products using Fama-French 4 Factors Model to find out if the investment managers did it out of luck or skill in getting a return. Using data from Thomson Reuters and Kenneth French, the result in this research are that market return, VIX, dollar index, and US treasury bills significantly affect the return of Islamic global mutual funds NAV, while for US Credit Default Swap has the tendency to be not significant on the return of Global Islamic Mutual Funds NAV. Afterward, all the Islamic global mutual fund products get the skill predicate basedon analysis usingfour-factor alphaandt t-StatisticAlpha."
2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>