Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 83 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Azlul Fadhly Oka
"Penggunaan sel surya sebagai sumber catu daya bagi divais elektronik masih dibatasi cuaca dan pergantian siang malam. Di lain pihak, meskipun sangat menjanjikan, pemanfaatan energi dari sinyal RF (Radio Frequency) masih dibatasi rendahnya level daya yang tersedia. Penggunaan dua sumber ini sebagai sumber catu daya bagi satu divais elektronik berpotensi menghasilkan sumber catu daya yang mendukung portability, mobility dan availability.
Sistem RF energy harvesting dari sinyal RF frekuensi GSM 900 MHz menggunakan rangkaian voltage multiplier sebagai rectifier dan amplifier. Sistem charger berbasis sel surya menggunakan rangkaian voltage regulator untuk menghasilkan nilai tegangan yang stabil. Tegangan DC digunakan untuk men-charging baterai handphone.

Solar cell-based electronic applications are still limited by the availability of sunlight during the day time. While this is not a problem for RF (Radio Frequency) energy, it‟s low power availabilty in the free space is the major issue that most applications must deal with. Using these two ambient energy sources to power the same device could lead to power sources that support portability and mobility applications.
This thesis proposes a design of RF energy harvesting system from 900 MHz GSM signal with voltage multiplier circuit to rectify and amplify the input signal. The solar cell-based system with voltage regulator is required in the system to produce a stable value of DC voltage from solar cell. The produced DC voltage will be used to charge a mobile phone.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2011
S1080
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Eko Riyanto Sutomo
"Penggunaan frekuensi radio sebagai sarana telekomunikasi telah berkembang dengan pesat, khususnya di wilayah Jakarta. Penggunaan kanal frekuensi radio di wilayah Jakarta dapat dikatakan sangat, padat mengingat setiap kanal alokasi frekuensi radio pada setiap layanan yang diperuntukkan diwilayah Jakarta digunakan dan dimanfaatkan secara keseluruhan. Kondisi kepadatan penggunaan frekuensi radio di wilayah Jakarta tersebut menuntut adanya suatu layanan, pengawasan dan pengendalian terhadap penggunaan frekuensi radio dari pemerintah.
Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas I Jakarta (Balai Monitor Jakarta) sebagai Unit Kerja Pemerintah mempunyai peran yang sangat penting dalam memberikan layanan, pengawasan dan pengendalian penggunaan frekuensi radio di wilayah Jakarta. Potensi gangguan dan pelanggaran penggunaan frekuensi radio serta kemampuan monitoring, pengukuran dan validasi penggunaan frekuensi radio, maka Balai Monitor Jakarta perlu menyiapkan suatu strategi untuk memperbaiki kinerja layanan, pengawasan dan pengendalian penggunaan frekuensi radio menuju kinerja operasional yang optimal.
Dari hasil analisis terhadap organisasi Balai Monitor Jakarta dengan menggunakan eTOM di dapat hasil bahwa untuk dapat menghasilkan kinerja operasional yang optimal, maka perlu diusulkan penambahan satu Seksi pada struktur organisasi Balai Monitor Jakarta, penambahan formasi SDM sebanyak 46%. Dengan strategi menajemen dengan menggunakan BSC menunjukkan terjadi kenaikan anggaran sebesar 46% bagi belanja pegawai dan operasional serta penyediaan call centre dan loket pelayanan pengaduan penggunaan frekuensi radio.
Dengan strategi baru tersebut, diharapkan Balai Monitor Jakarta dapat memberikan kinerja operasional yang optimal dalam rangka layanan, pengawasan dan pengendalian penggunaan frekuensi radio di wilayah Jakarta.

The use of radio frequencies as a means of telecommunications have grown rapidly, especially in Jakarta. The use of radio frequency channels in the Jakarta area are fully utilized, that each radio frequency channel allocation in each designated region of Jakarta service is used and exploited as a whole. The use of radio frequency density conditions in the Jakarta region demands a service, monitor and control over the use of radio frequencies from the government.
The First Class Radio Spectrum Monitoring Office of Jakarta (Jakarta Monitoring Office), as the Government's Agency has an important role in providing services, monitoring and controlling the use of radio frequencies in the Jakarta area. Potential for interference and violation of the use of radio frequencies and the ability of monitoring, measurement and validation of the use of radio frequencies, The Jakarta Monitoring Office need to prepare a strategy to improve the performance of services, monitoring and controlling the use of radio frequency become to the optimum operational performance.
From the analysis of the organization of the Jakarta Monitoring Office by using the eTom, it can result an important point, that to be able to generate optimal operational performance, it is necessary for the addition of a section on the organizational structure of the Jakarta Monitoring Office and the addition of human formation as much as 46%. In addition, management strategies using BSC showed an increase in the budget by 46% for personnel expenditure and operations and the provision of call center and complaint service counter use of radio frequencies.
Based on that strategies, it is expected that Jakarta Monitoring Office can deliver the optimum operational performance in the context of services, monitoring and controlling the use of radio frequencies in the Jakarta area.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2012
T31820
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Wahyu Adi Dana Prasodjo
"Perkembangan teknologi telekomunikasi khususnya di bidang radio sangatlah cepat, tanpa mengenal batas ruang dan waktu. Salah satu trend yang berkembang saat ini adalah teknologi Radio Frequency ldentification (RFID). RF1D adalah istilah umum yang digunakan untuk mendeskripsikan sebuah sistem yang mampu mengirimkan identitas (dalam bentuk nomor unit yang unik) sebuah objek secara nirkabel dengan menggunakan gelombang radio.
Teknologi RFID tersebut mempunyai potensi yang sangat besar untuk diimplementasikan di Indonesia terutama di bidang perindustrian dan perdagangan serta berbagai strategis lainnya, oleh sebab itu regulator harus secara bijaksana menanggapi kemunculan teknologi tersebut yang selama ini belum pernah dibahas secara khusus mengenai standarisasi persyaratan teknis dan penetapan frekuensi kerja.
Untuk itu penelitian ini akan menganalisa standardisasi implementasi perangkat Radio Frequency Identification (RF1D) di Indonesia baik mengenai persyaratan teknis dan kemungkinan pengalokasian frekuensinya dengan melakukan perbandingan antara standar teknologi tersebut dengan standar internasional dan beberapa peraturan yang telah diterapkan pada negara-negara lain dengan mempertimbangkan kondisi yang ada di Indonesia, serta jika memungkinkan perangkat teknologi tersebut dapat diproduksi oleh industri telekomunikasi dalam negeri dalam upaya meningkatkan produksi lokal.

The development of communication technology especially in radio is very fast regardless of time and space. One kind of trend in communication technology development is Radio Frequency Identification (RFID) technology. RFID is general terminology that is used to describe a kind of system which able to send identity (in form of specific number) of an object in wireless by using radio wave.
RFID technology has a potentiality to be implemented in Indonesia in many strategic areas, especially in industrial and trading area. That's why the regulatory has to be wise in dealing with this kind of technology. Since the standardization of technical requirement and working frequency never been discuss specifically.
In order of that, this examination (thesis) will be analyzing about the standardization on set of Radio Frequency Identification (RFID) implementation in Indonesia, both in technical requirement and possibility frequency allocation, by making comparison between RFID technology standard with the international standard and some regulations which has been implemented in other countries by considering Indonesia condition nowadays, also if it is possible set of RFID technology can be produced by local telecommunication industry in order to improve local production.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2006
T16886
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Agus Wibowo
"Masalah utama dari kecelakaan lalu lintas sebagian besar disebabkan oleh human error (kesalahan atau kecerobohan pengemudi) lemahnya mekanisme control rendahnya kesadaran, dan kedisiplinan aparat dan pengguna Jalan.
Dalam beberapa tahun terakhir ini teknologi ldentifikasi berbasis frekuensi radio (Radio Frequency Identification) berkembang dengan pesat. Hal ini diakibatkan oleh beberapa hal salah satu di antaranya adalah besar kebutuhan aplikasi untuk konsumen dengan menggunakan teknologi.
Sistem identifikasi otomatis pengemudi dengan menggunakan teknologi RFID yang dipadukan dengan aplikasi SMS, dibangun untuk mengurangi adanya peluang supir penganti pada armada angkutan dan memonitoring mobilitas armada kendaraan dengan menggunakan GPS.

In most of the case root cause of the road accidents mainly are human error (drivers) lack of control mechanism, low awareness and discipline from both regulatory and drivers.
In recent years the identification technology base on radio frequency ( Radio Frequency Identification ) growth very rapidly. This growth due to an increasing needs of some RFI application for customers.
Automatic identification system with RFID technology combinig with SMS application developed to reduce the utilization of driver's replacement and to monitored the mobility of fleet transport wtth the GPS."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2007
T21265
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Komunikasi radio 2 meteran adalah komunikasi radio amatir yang pada umumnya digunakan untuk komunikasi lokal. Di Indonesia, alokasi untuk amatir VHF 2 meteran ini adalah 144-146 MHz dan 146-148 MHz. Meskipun demikian, komunikasi pada frekuensi ini dapat menjangkau jarak jauh melalui pemantulan oleh lapisa E sporadis di ionosfer. Jarak komunikasi VHF yang dapat dilakukan tergantung pada frekuensi yang digunakan, dan frekuensi maksimum lapisan E sporadis (foEs). Untuk foEs = 6 MHz, komunikasi dapat dilakukan dengan jarak 5000 km, dengan mengarahkan antena sehingga sudut elevasi gelombang radionya 2.29 derajat dan menempatkan antena minimal 10 meter dari permukaan tanah."
621 DIRGA 8 (1-4) 2006
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
"Untuk mengoptimalkan jaringan komunikasi radio HF (SSB) di instansi pemerintah daerah Kalimantan Timur, diperlukan analisis untuk pemilihan frekuensi kerjanya. Bagian Sandi dan Telekomunikasi Provinsi Kalimantan Timur telah meminta LAPAN memberikan referensi frekuensi-frekuensi kerja untuk komunikasi di lingkungannya. Dari hasil analisis menggunakan prediksi frekuensi untuk semua sirkit, diperoleh alokasi frekuensi yang dapat digunakan di lingkungan Provinsi Kalimantan Timur. Analisis dilakukan di bulan Januari sampai Desember, untuk tingkat aktivitas matahari rendah, menengah, dan tinggi, dan menyesuaikannya dengan daftar alokasi frekuensi. Karena kpomunikasi di kantor pemerintah dilakukan terutama pada jam kerja, disarankan untuk menggunakan dua alokasi, yaitu 4000-4.063 MHz dan 6.765-7000 MHz.
"
621 DIRGA 8 (1-4) 2006
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Fahdly Hijrah Saputra
"Fakta bahwa masih banyak perusahaan-perusahaan yang menggunakan pencatatan kehadiran karyawan secara manual, yaitu dengan menggunakan buku pencatatan kehadiran pada saat masuk maupun selesai waktu kerja. Mengurangi efisiensi dan keakurasian perusahaan dalam mengoptimalisasi produktivitas mereka.
Tugas akhir ini bertujuan untuk merancang sebuah prototype sistem absensi RFID yang terintegrasi dengan database untuk mendukung program peningkatkan sikap disiplin karyawan sebagai langkah awal dari peningkatkan kinerja kerja perusahaan secara keseluruhan.
Prototipe RFID attendance sistem ini terdiri dari beberapa komponen utama, yaitu tag yang akan digunakan sebagai pengganti ID card dan reader yang digunakan untuk membaca informasi menyangkut kehadiran karyawan, integrasi database pada system ini akan memungkinkan data untuk langsung disimpan secara otomatis ke dalam database.
Hasil dari tugas akhir ini adalah sebuah prototipe dari RFID attendance sistem yang memiliki fungsi untuk menyimpan data kehadiran karyawan, dengan jarak baca maksimum 2 cm dengan peluang keberhasilan 1 dan interval waktu pembacaan minimum 2 detik untuk melakukan fungsinya secara optimal.

The fact that there are still many companies use manual recording for employee attendance; i.e. attendance book every time employee come and leave; reduce significantly the chances of accuracy and efficiency to the effort of the companies to optimize their productivity.
The objective of this final project is to design and develop a prototype of RFID attendance system which is integrated with database system. Using such a system will definitely increase the discipline attitude of the employees which in the long run will improve the overall performance.
The prototype of RFID attendance system consists of several main components such as tags that will be used as a replacement of id cards, and reader that will read the information related to the employees attendance. The integrated database will allow the system to automatically store data directly to the database.
The result of this final project is a prototype of RFID attendance system which has a function to store employee?s attendance data, with a maximum reading range of 2 cm, with success probability of 1 and requires a minimum interval between readings of 2 seconds in order to achieve an optimal functionability."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2008
S40520
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Ferdiansyah
"Telah dibuat Prototype sistem pemantauan bus kuning (bus kampus) yang terkoneksi dengan jaringan internet. Sistem ini menggunakan teknologi Radio Frequency Identification (RFID) untuk melakukan identifikasi terhadap setiap bus yang lewat. Sistem ini menggunakan embedded system RCM 3750 berbasis microprocessor Rabbit 3000 yang telah terintegrasi dengan Ethernet port. Ethernet port berfungsi untuk menghubungkan sistem dengan jaringan internet. Sistem ini dilengkapi dengan kemampuan berkomunikasi dengan menggunakan protocol TCP/IP yang merupakan standar jaringan internet.
Hasil menunjukan sistem ini mampu melakukan identifikasi dan juga mampu mengirim data dan menerima data ke databases server. Dengan sistem ini pemantauan akan dapat dilakukan secara real time melalui media website. Pengguna bus kuning juga dapat melihat perkiraan posisi terakhir bus kuning dan rekapitulasi data pemantuan secara cepat.

It has been made a prototype for the Yellow Bus (campus bus) Monitoring System which is connected with internet network. This system uses Radio Frequency Identification (RFID) technology to identify each bus that passed. This system uses embedded system RCM 3750 that based on microprocessor Rabbit 3000 and has integrated with the Ethernet port. Ethernet port has a function to connect the system with internet network. This system is completed with the ability to communicate using TCP/IP protocol which is the standard for internet network.
The result from the experiment shows that this system has an ability to identify, send data and receive data to databases server. With this system, monitoring of Yellow Bus can be done in real time by website media. The user of Yellow Bus can know the last estimation of the Yellow Bus position and the recapitulation monitoring data quickly.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2006
S28883
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mardhin Phasla
"Telah dibuat rancangan sistem kunci pintu elektronik dengan memanfaatkan fasilitas RFID (Radio Frequency Identification) dan Bluetooth eb500. Pada sistem ini pemakai dapat membuka pintu dengan terlebih dahulu memasukkan nomor PIN pemakai, kemudian jika benar pemakai dianjurkan untuk mendekatkan kartu RFID miliknya pada sensor RFID. Nomor serial RFID akan terlihat pada LCD jika kartu benar maka pintu akan terbuka. Data serial kartu yang terbaca pada LCD akan dikirimkan oleh Bluetooth eb 500 menuju PC. Data yang terkirim akan diolah sebagai database dengan menggunakan pemrograman visual basic 6.0 dan MY SQL.

Has been done The arrangement of electronic key door system by using The RFID (Radio Frequency identification) and Bluetooth eb 500. At this system the user can open door by entry the user?s PIN number, then if true, the user is commanded to near the RFID Tag to the RFID sensor. The serial number of RFID will be looked at the LCD if the card is right then the door will be opened. The card serial data which is read at the LCD will be sent by Eb 500 to PC (Personal Computer). The sent data will be processed as database by using the programming of visual basic 6.0 and MY SQL."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2009
S29407
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9   >>