Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 7 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Aprilia Dewita Putri Satyana
"AWGG Consulting Group diminta oleh Netflix, Bega Cheese, dan sebuah perusahaan swasta yang membeli perusahaan Delta/Signal untuk memberikan rekomendasi terkait isu-isu strategis yang sedang dihadapi oleh ketiga perusahaan tersebut. Dalam makalah ini, strategi Netflix dan Bega Cheese saat ini akan dianalisa dan mereka akan diberikan rekomendasi untuk di masa yang akan datang dengan menggunakan instrumen strategi dan konsep yang relevan. Sedangkan untuk perusahaan swasta yang membeli perusahaan Delta/Signal, penilaian terhadap keefektifan pengembangan strategi, implementasi, dan pemantauan di perusahaan Delta/Signal dengan menggunakan metode kartu skor berimbang sebagai alat pengukur kinerja akan diberiakan. Sebagai tambahan, evaluasi terhadap Siemens – sebuah perusahaan yang melakukan praktik-praktik tidak etis untuk memperoleh kinerja tingi – akan tercakup di dalam makalah ini untuk mengeksplorasi impikasi-implikasi etis dari strategi yang digunakan perusahaan Delta/Signal dan saran berdasarkan pelajaran yang diambil dari Siemens akan di berikan.

AWGG Consulting Group was approached by Netflix, Bega Cheese, and a private company that purchased Delta/Signal Company in order to provide advice on the strategic issues facing their organisations. In this research paper, the current strategies of Netflix and Bega Cheese will be analysed and they will be given recommendations for the future with the use of relevant strategy tools and concepts. As for the private company that purchased Delta/Signal Company, an assessment of the effectiveness of strategy development, implementation, and monitoring at Delta/Signal Company using balanced scorecard method as the performance measurement tool will be provided. Additionally, an evaluation of Siemens – a company which engaged in unethical practices to achieve high performance – will also be included in this research paper to explore the ethical implications of the Delta/Signal Company’s strategy and advice on the learned lessons from Siemens will be given.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2016
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Sinta Dewi Kusuma Wardhani
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2009
T27266
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Widhayat Rudhi Windarta
"ABSTRAK
Balanced Scorecard yang umumnya diterapkan pada perusahaan besar, dirancang penerapannya pada perusahaan kecil dan menengah (small and medium enterprise (SME)). Langkah pertama adalah melakukan analisis SWOT dengan pendekatan kuantitatif untuk menentukan strategi generik perusahaan. Langkah kedua adalah melakukan analisis SWOT dengan pendekatan kualitatif untuk memperoleh gambaran lebih detail dari strategi generiknya. Langkah kedua ini menghasilkan strategi strenghts-opportunities (SO), weaknesses-opportunities (WO), strenghts-threats (ST), dan weaknesses–threats (WT). Strategi tersebut diterjemahkan menjadi sasaran strategis dalam perspektif BSC. Penerjamahan strategi SWOT menjadi sasaran strategis BSC dilakukan dengan mengakomodasi misi, visi, nilai dan strategi perusahaan. Perspektif yang digunakan adalah financial, customer, internal business process, dan learning and growth. Selanjutnya adalah merancang peta strategi, kemudian melengkapi sasaran strategis dengan pengukuran, target, dan inisiatif. Usulan lengkap BSC meliputi peta strategi, sasaran strategis, pengukuran, target, dan inisiatif. Usulan tersebut mengakomodasi kondisi perusahaan agar mampu menerapkannya.

ABSTRAK
Balanced Scorecard is generally applied to large enterprises, designed its application in small and medium enterprises (SMEs). The first step is to conduct a SWOT analysis with a quantitative approach to define a generic strategy of the company. The second step is to conduct a SWOT analysis with a qualitative approach to obtain a more detailed picture of the generic strategies. This second step is generating strategies strenghts-opportunities (SO), weaknesses-opportunities (WO), strenghts-threats (ST), and weaknesses-threats (WT). The strategy is translated into strategic objectives in the perspective of the BSC. Translation SWOT strategy into strategic objectives BSC must be done to accommodate the mission, vision, values ​​and strategy of the company. The perspective used are financial, customer, internal business process, and learning and growth. Next step is to design a strategy map, then complete the strategic targets with measurements, targets and initiatives. The proposal includes a complete BSC strategy maps, strategic objectives, measures, targets, and initiatives."
Jakarta: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2014
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Akprilini Mustikawati
"Tesis ini membahas gambaran tentang kinerja rawat inap Rumah Sakit ABC melalui pendekatan balanced scorecard (BSC). Desain penelitian adalah analitik deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan untuk mendukung hasil yang diperoleh juga dilakukan pendekatan kualitatif dengan melakukan wawancara, telaah dokumen mengenai empat perspektif pada Balanced Scorecard.
Hasil penelitian tahun 2013-2017 menunjukkan : (1).Perspektif keuangan : rata-rata tingkat pertumbuhan pendapatan rawat inap tidak ideal, rata-rata tingkat pengeluaran biaya ideal, perbandingan pendapatan dan pengeluaran ideal, (2). Perspektif pelanggan : kepuasan pasien rawat inap tidak ideal, retensi pelanggan tidak ideal, akuisi pelanggan tidak ideal, (3). Perspektif proses bisnis internal : BOR tidak ideal, AvLOS tidak ideal, BTO ideal, TOI tidak ideal, NDR ideal, GDR ideal, pertumbuhan pasien rawat inap ideal, (4) Perspektif pertumbuhan dan pembelajaran : kepuasan karyawan tidak ideal, turn over karyawan ideal, akses terhadap pendidikan dan pelatihan tidak ideal.
Saran secara umum hendaknya Rumah Sakit ABC mengukur kinerjanya dengan menggunakan pendekatan balanced scorecard, yang efektif dalam mengukur kinerja rumah sakit secara komprehensif, efektif dan dapat mengidentifikasi masalah-masalah yang ada, serta dapat membantu manajemen rumah sakit untuk menentukan langkah-langkah perbaikan demi meningkatkan kinerja rumah sakit khususnya kinerja rawat inap.

This thesis discusses the description of hospitalization performance of ABC hospital through balanced scorecard (BSC) approach. The research design is descriptive analytical with quantitative approach and to support the results obtained also conducted qualitative approach by conducting interviews, study documents on four perspectives on Balanced Scorecard.
The results of the year 2013-2017 show : (1). Financial perspective : average inpatient income growth is not ideal, average cost of spending is ideal, ratio income and expenditure is ideal, (2). Customer perspective: inpatient satisfaction is not ideal, customer retention is not ideal, customer acquisition is not ideal, (3). Internal business process perspective: BOR is not ideal, AvLOS is not ideal, BTO is ideal, TOI is not ideal, NDR is ideal, GDR is ideal, inpatient growth is ideal, (4) Perspective of growth and learning : employee satisfaction is not ideal, turn over employee is ideal, access to education and training is not ideal.
General advice should ABC Hospital measure its performance by using balanced scorecard approach, which is effective in measuring hospital performance comprehensively, effectively and can identify problems, and can assist hospital management to determine improvement measures to improve performance hospitals especially inpatient performance.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2018
T50356
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Evy Febrina Nurpeni
"Klinik Eksekutif merupakan program diferensiasi yang dilakukan oleh RS Hermina Depok untuk pelayanan rawat jalan, dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan pada pasien dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan Rumah Sakit. Sejak pertama kali diresmikan pada bulan Desember 2012 kinerja Klinik Eksekutif belum mencapai standar yang diharapkan. Tesis ini membahas tentang rencana pemasaran Klinik Eksekutif RS Hermina Depok dengan menggunakan pendekatan Balanced Scorecard (BSC). Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian operasional dengan pendekatan metode kualitatif. Pada tahap pertama penelitian dilakukan analisis situasi terhadap kinerja marketing, segmentasi pasar, dan positioning Klinik Eksekutif, dengan mengumpulkan data primer melalui wawancara mendalam dan survey pada pasien rawat jalan sedangkan data sekunder dilakukan dengan telaah dokumen. Tahap kedua adalah melakukan CDMG (Consencus Decision Making Group) dengan manajemen RS Hermina Depok untuk merumuskan formulasi strategi. Terakhir atau tahap ketiga dirumuskan suatu rencana aksi pemasaran dengan menggunakan pendekatan BSC.

Executive Clinic is basically new differention program of Hermina Private Hospital in Depok for out patient to enhance services quality to patient and thus increasing revenue of the hospital. Since the very beginning of establishment in December 2012, performance of the clinic has yet reached the expected target. This thesis covers marketing plan for this Executive Clinic using Balanced Scorecard (BSC) approach. The reaearch has been done through operational basis on qualitative approach. First stage of the reaseach has been done by analysing the clinic over the performance of marketing, market segmentation, and the positioning through collecting primary data by in-depth interview and direct survey to out patient while secondary data was collected through observing document in place.The second stage is conducting CDMG (Consencus Decision Making Group) with the management of Hermina Private Hospital to formulize the best strategy. The last stage is to determine marketing action plan with BSC approach."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2014
T41866
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Anies S.M. Basalamah
"Kementerian pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi mencanangkan agar pada tahun 2024 aparatur sipil negara bisa berkualitas hebat atau biasa disebut "berkelas dunia" . akan tetapi kondisi ASN saat ini beserta peraturan-peraturan yang mengatur ASN sangatlah tidak mendukung sehingga mengubah ASN dari kondisi saat ini menjadi berkelas dunia hanya dalam tempo enam tahun adalah utopis. dalam penelitian yang menggunakan metode deskriptif analitis ini penulis menunjukkan bahwa jika dilakukan serangkaian langkah menggunakan balanced scorecard (BSC), maka hal itu tidaklah utopis bahkan dapat direalisasikan. akan tetapi karena enam tahun untuk mengubah manusia tidaklah mudah, penulis menyarankan agar selain merealisasikan kegiatan-kegiatan yang disebutkan dalam penelitian ini juga kementerian pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi mengadopsi atau mencontoh praktik-praktik baik yang sudah ada di kementerian/ lembaga ataupun pemerintah daerah."
Jakarta: Biro Hukum dan Komunikasi Informasi Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, 2018
320 JPAN 8 (2018)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Sebayang, Rischa Agitta
"Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) merupakan organisasi yang berbeda dari organisasi laba di mana organisasi ini menghadapi tantangan kompleks dan lingkungan yang dinamis dalam mencapai tujuannya. LSM tidak hanya berfokus pada pencapaian misi sosial mereka tetapi juga harus mempertimbangkan kinerjanya dalam semua aspek dan mengevaluasi keberhasilan dalam mencapai target. Penelitian ini merupakan studi kasus pada LSM berbasis anak, yang terdiri atas 8 cabang sebagai Decision Making Unit (DMU). Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan meningkatkan kinerja organisasi
menggunakan metode Balanced Scorecard (BSC) dan Data Envelopment Analysis (DEA). BSC diaplikasikan terlebih dahulu untuk menentukan strategi organisasi untuk empat perspektif (pelanggan/pemangku kepentingan, keuangan, proses internal dan kapasitas organisasi) kemudian model DEA dikembangkan untuk mengevaluasi efisiensi organisasi dan menemukan benchmarking dan pembelajaran perbaikan antara unit dalam organisasi. Model BSC dan DEA yang terintegrasi ini menghasilkan peningkatan kinerja potensial untuk setiap perspektif BSC. Untuk membangun hubungan antara strategi pada kerangka BSC, Interpretive Structural Modelling (ISM) digunakan untuk menghasilkan 11 target strategis. Perhitungan DEA menghasilkan tolak ukur untuk setiap perspektif sehingga DMU yang tidak efisien dapat belajar dari DMU yang efisien. Penelitian ini menghasilkan 10 potensi perbaikan.

Non-Government Organization (NGO) differs from the for-profit organization which faces the complex challenge and dynamic environment to achieve their objectives. This organization not only focus on achieving their social mission but also must consider their
performance in all aspect and evaluate their success in reaching targets. This research is a case study in a child-based NGO, consisting of 8 branches as Decision Making Unit (DMU). This research aims to measure and improve organization performance using Balanced Scorecard (BSC) and Data Envelopment Analysis (DEA) method. BSC is applied first to define organizational goals in terms of four perspectives
(customer/stakeholder, financial, internal process and organizational capacity) then DEA models are developed to evaluate efficiency in organizations and find out benchmarking and improvement learning between a unit in the organization. Integrated BSC and DEA, found potential performance improvement for each BSC perspectives. To construct the relationship between strategies on the BSC framework, Interpretive Structural Modelling (ISM) is used and produces 11 strategic targets. DEA calculation produces benchmark for each perspective, so inefficient DMUs can learn from them. This research also provides 10 potential improvements.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library