Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 8 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Mochamad Wardhi Fachri
"ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara ciri kepribadian Big Five Factor yang terdiri dari lima domain dan faktor demografis yang meliputi usia, masa kerja, tingkat pendidikan serta jenis kelamin dengan tiap dimensi dan total keseluruhan kesiapan untuk berubah. Penelitian dilakukan dengan metode pendekatan kuantitatif dengan tipe penelitian ex post facto (field study) dan metode penelitian within subject design dengan menggunakan instrumen alat ukur berupa kuesioner RFCQ-II dan IPIP-NEO yang diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia. Penelitian ini melibatkan 62 orang responden yang berasal dari suatu perusahaan yang akan menghadapi rencana perubahan struktur perusahaan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa hanya salah satu dimensi dari kesiapan untuk berubah yang dapat diprediksi secara bersama-sama oleh kepribadian Big Five Factor dan faktor demografis. Dimensi tersebut ialah personal valence, dimana personal valence berhubungan dengan faktor demografis masa kerja dan ciri kepribadian neuroticism dari Big Five Factor.

ABSTRACT
The objective of this research is to investigate the relationships between Big Five Factor personality trait that consist of five domains and demographic factors that comprise of age, tenure, education level, and gender with total readiness for change and each dimensions. The research be held with the quantitative method through ex post facto (field study) of research type and within subject design of research method and utilize the instruments both of RFCQ-II and IPIP-NEO which have modified in to Indonesian. The research involved 62 respondents that come from a company, which has taken a change in their structure. The result has shown that only one dimension of readiness for change that could predict simultaneously by both of Big Five Factor personality trait and demographic factor. The dimension is personal valence, which have relationship with tenure and neuroticism of Big Five Factor personality trait."
2008
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Handaru Sandy
"Studi tentang dampak keragaman sosial terhadap perekonomian telah banyak dilakukan dengan data antar negara sejak tahun 1990-an. Sementara itu, jumlah studi dengan data dalam suatu negara relatif sedikit dan mayoritas dilakukan di negara maju. Sejauh ini, studi-studi dalam suatu negara menemukan bahwa keragaman sosial berdampak positif terhadap gaji atau pendapatan. Penelitian ini mencoba melihat dampak keragaman sosial terhadap pendapatan khususnya melalui aspek kepribadian individu dengan menggunakan Indonesia sebagai studi kasus. Analisis mempergunakan teknik regresi cross-sectional dan sibling regression dengan menggunakan data dalam sebuah negara. Hasil estimasi menunjukkan bahwa keragaman etnis dan agama terindikasi berpengaruh negatif terhadap pendapatan melalui faktor kepribadian. Keragaman etnis terindikasi berpengaruh negatif terhadap extraversion dan opennesss. Keragaman agama juga terindikasi berpengaruh negatif terhadap extraversion. Selain itu extraversion, conscientiousness dan openness berhubungan positif dengan pendapatan; sementara neuroticism berhubungan negatif dengan pendapatan.

Research about the impact of social diversity on economic growth have been done using between-countries data since 1990s. Meanwhile, studies using within-countries data are relatively scant and majority are done in developed countries. So far, studies using within-countries data found that social diversity has positive effect on wage or income. This study tries to look at the impact of social diversity on income, especially through individual personality using Indonesia as a case study. The analysis uses cross-sectional regression and sibling regression using within country data. Estimation result shows that ethnic and religion diversity have negative impact on income. Ethnic diversity has negative impact on extraversion and openness. Religion diversity also has negative effect on extraversion. Furthermore extraversion, conscientiousness, and openness have positive effect on income; while neuroticism has negative effect on income. After many robustness check, the impact of social diversity on personality should be interpreted as partially causal."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2019
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Shaskia Yasmin Susthira
"ABSTRAK
Penelitian ini berfokus pada ada atau tidaknya peranan trait kepribadian dalam preferensi tujuan wisata pada wisatawan. Penelitian ini menggunakan Big Five Model (McCrae & Costa, 1962) untuk melihat trait kepribadian wisatawan yang kemudian dihubungkan dengan preferensi tujuan wisata mereka yang terbagi menjadi tujuan wisata alam dan tujuan wisata budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain non-eksperimental. Analisis data menggunakan statistika deskriptif, korelasi chi-square, t-test dan logistic regression. Sampel penelitian yang digunakan sebanyak 147 wisatawan yang berada pada usia dewasa muda, yaitu 20-40 tahun (Papalia, 2007) Dari analisis data, disimpulkan bahwa terdapat peranan dari trait kepribadian, terutama pada faktor agreableness. Selain itu juga terdapat hasil penemuan lain yang menunjukan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dengan preferensi tujuan wisata, peranan usia dalam preferensi tujuan wisata dan skor rata-rata wisatawan yang memilih ke wisata alam lebih tinggi dibanding yang memilih wisata budaya pada faktor agreableness.

ABSTRACT
The focus of this study is to find the role of personality traits in tourist destination preference. This study is using the Big Five Model (McCrae & Costa, 1962) for tourist personality to correlate with tourist destination wich divided into two types, nature tourist destination and culture tourist destination. This study is using quantitative approach with non-experimental design. Descriptive statistics, chisquare, t-test and logiztic regression will be used to analyze the information gathered. The sample of this study involved of 147 young adulthood tourists, between 20-40 years old (Papalia, 2007). The results of this study is there is a role from personality trait in tourist destination preference, especially for agrableness factor. Beside, the result of this study also found there is a correlation between education and tourist destination preference, the role of age in tourist destination preference and there is a different mean score in agreableness factor between tourist who chosed nature destination and culture destination."
2009
S3608
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Lawinasarita
"Perkembangan ilmu pengetahuan menuntut mahasiswa untuk mencari proses pembelajaran yang mampu memenuhi kebutuhan spesifik mereka. Dalam konteks ini, mahasiswa dituntut untuk memiliki pendekatan belajar yang lebih individual agar dapat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan terbaru. Kehadiran ChatGPT berperan sebagai sarana alat pembelajaran personal yang memberikan dampak besar bagi kehidupan mahasiswa. Penelitian ini ingin melihat peran dari trait kepribadian terhadap fleksibilitas kognitif mahasiswa pengguna ChatGPT. Partisipan penelitian adalah 209 mahasiswa sarjana (S1) yang aktif menggunakan ChatGPT dengan rentang usia 17 hingga 24 tahun. Alat ukur dalam penelitian ini merupakan Cognitive Flexibility Inventory (CFI) dan Mini IPIP. Metode yang digunakan merupakan regresi linear berganda untuk melihat peran trait kepribadian (extraversion, agreeableness, conscientiousness, neuroticism, dan openness to experience) terhadap fleksibilitas kognitif. Hasil menunjukkan bahwa agreeableness dan openness to experience berperan secara positif dan neuroticism berperan secara negatif dalam memprediksi fleksibilitas kognitif. Ini membuktikan bahwa trait kepribadian tertentu memiliki peran dalam memprediksi fleksibilitas kognitif pengguna ChatGPT. Oleh karena itu, saran dari penelitian ini mendorong mahasiswa untuk memaksimalkan potensi diri dengan menggunakan ChatGPT, terutama untuk mengasah kemampuan berpikir secara fleksibel dan adaptif.

The advancement of knowledge requires students to seek learning processes that can meet their specific needs. In this context, students are required to have a more individualized learning approach to keep up with the latest developments in knowledge. The presence of ChatGPT serves as a personal learning tool that has a significant impact on students' lives. This study aims to examine the role of personality traits on the cognitive flexibility of ChatGPT users among students. The participants in this study were 209 undergraduate students (S1) who actively use ChatGPT, ranging in age from 17 to 24 years old. The measurement tools used in this study were the Cognitive Flexibility Inventory (CFI) and Mini IPIP. The method used was multiple linear regression to examine the role of personality traits (extraversion, agreeableness, conscientiousness, neuroticism, and openness to experience) on cognitive flexibility. The results showed that agreeableness and openness to experience positively predicted cognitive flexibility, while neuroticism negatively predicted cognitive flexibility. This proves that certain personality traits play a role in predicting the cognitive flexibility of ChatGPT users. Therefore, this study suggests that students maximize their potential by using ChatGPT, especially to hone their flexible and adaptive thinking skills."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sibarani, Jules R.M.
"Perkembangan asuransi jiwa di Indonesia masih jauh tertinggal jika dibandingkan dengan negara-negara lain, khususnya di kawasan Asia Tenggara. Hal ini disebabkan beberapa faktor seperti adanya anggapan di kalangan masyarakat Indonesia bahwa jika berpartisipasi dalam agen asuransi jiwa berarti turut menggadaikan jiwa, tidak tahunya konsep berasuransi jiwa pada masyarakat Indonesia, rendahnya pendapatan masyarakat Indonesia dan sebagainya. Konsep menggunakan agen asuransi jiwa dirasakan sangat panting bagi kalangan industri asuransi jiwa, selain itu dalam pemasaran langsung produk asuransi jiwa peranan agen dirasa penting sekali karena masyarakat Indonesia yang belum memiliki semangat berasuransi (Insurance Minded).
Pentingnya peranan agen asuransi jiwa dalam memasarkan produk asuransi jiwa sayangnya masih belum diiringi dengan kualitas agen asuransi jiwa yang memadai khususnya di Indonesia. Kualitas agen asuransi jiwa ini berdampak pada rendahnya unjuk kerja agen asuransi jiwa di Indonesia sehingga menimbulkan angka turn over yang cukup tinggi. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi unjuk kerja. Faktor yang mempengaruhi unjuk kerja khususnya pada tenaga penjualan adalah faktor kepribadian dan motivasi
Pada penelitian ini ingin diketahui apakah faktor kepribadian model lima faktor (Big Five) dan motivasi kebutuhan McClelland berperan terhadap unjuk kerja penjualan, khususnya pada unjuk kerja agen asuransi jiwa. Adapun teori yang digunakan di sini yaitu teori kepribadian Model Lima Faktor (Big Five) yang dikemukakan oleh Lewis R. Goldberg dan teori motivasi kebutuhan yang dikemukakan oleh McClelland serta teori unjuk kerja yang dikemukakan oleh Borman dan Motowidlo yang kemudian diaplikasikan pada unjuk kerja agen asuransi jiwa oleh McManus dan Kelly
Sudah banyak penelitian yang mengkaji hubungan antara kepribadian Big Five dengan unjuk kerja maupun motivasi kebutuhan McClelland terhadap unjuk kerja namun dari sekian banyak penelitian tersebut masih ditemukan kesamaan maupun perbedaan. Selain itu, penelitian mengenai hubungan kepribadian Big Five dan motivasi kebutuhan McClelland secara bersamaan terhadap unjuk kerja khususnya unjuk kerja agen asuransi jiwa menurut peneliti belum pemah dilakukan. Hal ini menimbulkan ketertarikan peneliti untuk menggunakan kedua teori yang cukup terkenal ini dan kemudian dikaitkan dengan unjuk kerja agen asuransi jiwa. Dari literatur yang ada dikatakan bahwa hubungan kepribadian dengan motivasi masih jarang sekali dilakukan khususnya dalam disiplin Psikologi Industri dan Organisasi.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan hanya kepribadian Extraversion saja yang berperan terhadap unjuk kerja agen asuransi jiwa, sedangkan kepribadian Agreeableness, Conscientiousness, Emotional Stability, dan Openness to Experience Intellect tidak berperan terhadap unjuk kerja agen asuransi jiwa. Ketiga kebutuhan McClelland juga ditemukan tidak berperan terhadap unjuk kerja agen asuransi jiwa. Pada penelitian ini juga dikaji mengenai kelima model kepribadian Big Five dan ketiga kebutuhan McClelland terhadap unjuk kerja task dan unjuk kerja contextual agen asuransi jiwa dan hubungan antara kepribadian Big Five dengan ketiga kebutuhan McClelland. Selain itu ditemukan pula korelasi yang signifikan antara kepribadian Extraversion, kepribadian Agreeableness dan kepribadian Openness to Experience I Intellect dengan kebutuhan berprestasi I Need for Achievement, kebutuhan berafiliasi I Need for Affiliation dan kebutuhan berkuasa I Need for Power.
Selain itu dalam penelitian ini juga ditemukan skor kebutuhan berkuasa I Need for Power agen asuransi jiwa pria ternyata lebih tinggi daripada agen asuransi jiwa wanita sedangkan kebutuhan berprestasi I Need for Achievement dan kebutuhan berafiliasi I Need for Power tidak terdapat perbedaan skor antara agen pria dan wanita. Demikian pula halnya dengan agen yang menikah dan belum menikah tidak ditemukan adanya perbedaan skor pada ketiga kebutuhan motivasi McClelland tersebut."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2005
T18610
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Kristina R. Pratiwi
"Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbandingan profil kepribadian Five-Factor Model Personality Traits (FFM) pada gay dan pria heteroseksual. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan jumlah 106 responden yang semuanya berkelamin laki-laki, 51 responden dengan orientasi seksual heteroseksual dan 55 berorientasi gay. Peneliti menggunakan kuesioner adapatasi dari NEO Personality Inventory-Revised untuk mengukur profil individu dalam Neuroticism, Extraversion, Openness to Experience, Agreeableness, dan Conscientiousness. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa terdapat perbedaan profil yang signifikan antara kedua orientasi seksual. Neuroticism tinggi pada gay, Agreeableness tinggi pada pria heteroseksual, dan pada ketiga dimensi lainnya tidak ditemukan perbedaan. Beberapa kelemahan dari penelitian ini ialah kuesioner yang dianggap peneliti masih perlu beberapa perbaikan dan juga metode pengambilan data oleh peneliti yang kurang memberikan privacy pada responden. Untuk penelitian yang akan datang, peneliti menganjurkan agar kuesioner diperbaiki dan digunakan untuk distribusi responden yang lebih luas.

The aim of this study is to examine a comparison between gay's and heterosexual's personality profiles in Five-Factor Model Personality Traits. This study is quantitative study with the total of 106 subjects, 51 subjects were men who have sexual orientation as heterosexual and the other 55 subjects were gay men. The study used NEO Personality Inventory-Revised adaptation questioner, which designed to measure individual profile on Neuroticism, Extraversion, Openness to Experience, Agreeableness, and Conscientiousness. The result of the study revealed that there was significant profile difference between two sexual orientations. Neuroticism was high on gay, Agreeableness high on heterosexual men, and no significant differences on the other three dimensions. There were several limitations in the study. First, the questioner needs to be revised because several items did not valid measuring the five dimensions of traits. Second, the method of the study was failed to give subjects privacy while responding to the questioner. For future research, the researcher suggested a revised to the questioner and use broader range of subjects study."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2007
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ahmad Cyrill Fahd Zulnahar
"Tujuan laporan ini adalah untuk menilai efektivitas kelompok workshop kami menggunakan model efektivitas kelompok akademis terpilih serta faktor-faktor sesuai yang mempengaruhi efektivitas tersebut. Efektivitas kelompok yang sudah dievaluasi terhadap model IMOI yang dikembangkan Ilgen et al. (2005) membuahkan hasil yang baik dan memuaskan – performa yang kuat sampai sebelum pengakhiran. Faktor-faktor yang membangun efektivitas adalah keragaman budaya (diversity) dan kepribadian anggota (member personality) yang meningkatkan kreativitas dan kerukunan kelompok (group harmony). Faktor-faktor yang mengurangi efektivitas adalah kesusahan komunikasi antarbudaya (cultural communication strain) dan kemalasan sosial (social loafing) yang mengakibatkan othering (menganggap beda/lain secara budaya) dan ketidakseimbangan performa. Anjuran untuk perbaikan efektivitas kelompok diantaranya adalah pendalaman hubungan antar-anggota melalui kegiatan team-building serta membangun simetri informasi antar-anggota guna menghindari ketidakseimbangan performa.

The purpose of this report is to evaluate the effectiveness of my workshop team against select scholarly models and contributory factors appropriate to the evidence at hand. Team effectiveness evaluated against IMOI model as developed by Ilgen et al. (2005) yielded mostly favourable results and milestones – a strong performance until just before the finishing phase. Key constructive factors to effectiveness are diversity and member personality contributing to creativity and group harmony. Key detractive factors are cultural communication strain and social loafing contributing to “othering” and performance asymmetry. Recommendations for team effectiveness improvement include deepening of interpersonal bonds through teambuilding activities and reinforcing information and resources symmetry to minimise the chances of perceived dispensability forming."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2022
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Helliyani Esterina Hakh
"Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan trait kepribadian The Big Five Factor dengan kematangan karir di SMA. Dalam penelitian ini, kematangan karir diukur menggunakan CDI (Career Developmental Inventory) dikembangkan oleh Super & Thompson (1979) yang telah diadaptasi dan dimodifikasi oleh peneliti. Trait kepribadian diukur menggunakan Short form for the IPIP-NEO (International Personality Item Pool Representation of The NEO PI-R) yang telah diadaptasi oleh Safitri (2007), kemudian dimodifikasi oleh Amalia (2008), dan dimodifikasi kembali oleh peneliti. Penelitian ini merupakan penelitian ex-post facto dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data. Partisipan penelitian ini adalah 267 siswa SMA kelas XI. Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik analisis korelasi berganda pada SPSS 17.0. Nilai F diperoleh sebesar 13,134 (p<.000) dan nilai R sebesar .453 yang berarti bahwa variabel trait kepribadian The Big Five Factor secara bersama-sama berhubungan dengan Kematangan Karir pada siswa SMA. Disamping itu juga ditemukan adanya hubungan yang signifikan antara trait extraversion dengan kematangan karir siswa SMA.
The purpose of this research was to know the correlation between personality trait, The Big Five Factor and career maturity in high school student. In this research, survey of career maturity using CDI (Career Developmental Inventory) developed by Super and Thompson (1979), which adapted and modificated by researcher. Survey of personality traits using Short form for the IPIP-NEO (International Personality Item Pool Representation of The NEO PI-R), adapted by Safitri (2007), modificated by Amalia (2008), and re-modificated by researcher. This research is ex-post facto research and using questionnaire as a data collect tool. The participant in this research was 267 2nf grader high school student. The data was analized by multiple correlation technique on SPSS 17.0. The result shown that there were significant correlation between personality trait, The Big Five Factor and Career Maturity in high school student with F value shown as 13,134 (p <.000) and with R value (coefficient correlation) .4S3. Significant relationships have also been obtained between extraversion and career maturity in high school student."
2010
S3653
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library