Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 18 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Iki Sari Dewi
"ABSTRAK
Skripsi ini mengkaji tentang pengaruh dari service fairness terhadap emosi dan behavioral intentions di restoran. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang menggunakan metodologi survey. Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa ada pengaruh positif dari price fairness dan outcome fairness terhadap emosi positif Sedangkan ada pengaruh negatif dari price fairness dan procedural fairness terhadap emosi negatif Selanjutnya penelitian ini juga membuktikan bahwa ada pengaruh positif dari emosi positif terhadap behavioral intentions Penemuan ini menjadi hal yang penting untuk membantu manajemen restoran untuk bisa mengatur restoran dan hubungan dengan konsumen dengan lebih baik.

ABSTRACT
This research investigates the effect of service fairness on emotions and behavioral intentions in restaurants This is a descriptive research using survey as a methodology The result of this research suggests that price fairness and outcome fairness have positive effect towards positive emotions while price fairness and procedural fairness have negative effect towards negative emotions Moreover this research also proves that there is a positive effect of positive emotions towards behavioral intentions This finding is a pivotal point to equip restaurant management in managing their restaurants and relationship with customers."
2013
S52725
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yunita Rahmadina
"Salah satu penyebab konflik dalam berbagai bidang kehidupan adalah keadilan (Van den Bos, 2003). Konflik keluarga yang tidak terselesaikan dengan baik dapat menimbulkan perilaku anti sosial, ketidakdewasaan dan tingkat percaya diri yang rendah pada remaja (Montemayor dalam Rice, 1990). Karena itu, penelitian ini ingin mengetahui hubungan antara persepsi fairness dan konflik antara remaja akhir dengan orang tua. Melalui penelitian ini diharapkan orang tua maupun remaja dapat mempunyai pengetahuan yang memadai mengenai penyebab konflik, sehingga dapat menghindari terjadinya efek negatif dari konflik yang tidak terselesaikan dengan baik.
Penelitian dengan tipe ex post facto field study ini, melibatkan 110 responden remaja akhir yang sedang berkuliah, bukan anak tunggal dan tinggal di wilayah Jabodetabek. Data diambil dengan menggunakan kuesioner yang terdiri dari dua skala. Skala pertama adalah skala untuk mengukur intensitas konflik antara orang tua dan anak yang berisi 28 item pernyataan. Skala kedua merupakan skala untuk mengukur persepsi fairness responden yang terdiri dari 37 item pernyataan. Hubungan antara kedua variabel diketahui melalui tes Pearson. Hasilnya, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi fairness dengan konflik.

One of major cause of conflict in everyday life is justice. Family conflicts that do not resolved well can cause antisocial behavior, immatureness, and low self esteem in adolescent (Montemayor in Rice, 1990). This research aims to find out the relationship between perceived fairness and conflict with parents in late adolescent. In hope that both of the parents as well as the adolescence can have proper knowledge of conflict causes to avoid negative effects of poorly resolved conflict.
This ex post facto field study involved 110 late adolescence. All of respondent are attending college, not the only child in the family and live in Jabodetabek area. To acquire data, researcher uses a questioner consist of two scale. The first scale use to measure conflict intensity between respondent and their parents consists of 28 items. The second scale use to measure perceived fairness consists of 37 items. Pearson test is used to measure the relationship between conflict and perceived fairness. The result is no significant connection between the two variables.
"
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2007
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"The vast number of restaurant entrepeneur incite such an intense competitiveness which leads to diversity in practising marketing strategy, one factor that needs to be brought in to attention is pricing, which has become a sensitive subject in the time of global crisis. When something is overpriced, consumer will easily walk away , and when it is low-priced, a doubt about quality will aries . Price of a product or a service will, more often than not , affect consumer's buying decision. Thus it is important for company to be able to place an acceptable price. Yet so far only few researche evaluated"price acceptance" as consequence of customer satisfaction. This research aims to assess the relationship between price fairness, customer satisfaction, loyalty, and price acceptance in a service company. Questionnaires were distributed to respondents by the self-administered questionnaire method and total of 187 completed questionnaries were used in the analysis. The data was then analzed using structural equation modeling. Three of five hypotheses were supported and two others were not supported. This paper alson provides the implications for theoritical and managerial and offers directions for future research. "
JUEKBIS
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
"ABSTRAK
One of the Javanese's highest cultures is the creation of cultural wisdom that conveys the concept of fairness as expressed in propositions as well as cultural expressions. This research aims to revive the memories of Javanese cultural wisdom especially those related to fairness. Based on the propositions, the objective of this research is to identify the
concept of fairness behavior in Javanese culture. This resear
ch is qualitative. The data were collected from text books
and literary texts validated by in-depth interviews as well as
forum group discussions. The data corpuses were analyzed
by using componential and taxonomic analysis. Through semantic and pragmatic analysis, the fairness concept in
Javanese culture can be identified.
Bisa ngrumangsani is the main principle of fairness in Javanese propositions and covers two sub-ordinates propositions, i.e. self-restraint and appreciation for others. Each of these two sub-ordinate propositions covers four sub-ordinate propositions referring to action, character, desire, and competence. All of these propositions are sustained by the other proposition creating a whole concept of fairness. The results of this research are expected to serve as groundwork on how the education of national character building relating to fairness behavior can be realized. "
[Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia;Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat UI, Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Universitas Indonesia], 2011
J-pdf
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Evi Endriani Jabar
"ABSTRAK
Tujuan dilakukanya penelitian untuk mengetahui pengaruh Reward Fairness dan
Relationship terhadap Komitmen Organisasi dan untuk menemukan dan
merancang sebuah program intervensi yang tepat dan efektif untuk mengatasi
permasalahan Komitment Organisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah
metode kuantitatif dengan desain retrospektif-prospektif. Retrospektif-prospektif
desain merupakan penelitian yang berfokus pada fenomena masa lalu dan
mengkajinya untuk perbaikan di masa datang melalui sebuah intervensi. Data
penelitian diambil dari 103 responden dengan menggunakan alat ukur
Organizational Commitment Questionaire (OCQ) dengan cronbach alpha (α)
OCQ = .808 dan Organizational Diagnostic Questionaire (ODQ) dengan nilai α =
.925. Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan signifikan antara reward
fairness dengan komitmen organisasi yaitu sebesar (r = .732). Secara bersama
reward fairness dan relationship memberikan kontribusi pengaruh sebesar (r =
.501) sedangkan secara terpisah relationship memiliki hubungan yang tidak
signifikan dengan komitmen organisasi. Analisis data penelitian menggambarkan
bahwa peningkatan reward fairness dapat memprediksi peningkatan komitmen
organisasi karyawan. Intervensi yang dirancang pada penelitian adalah
Pengembangan Progam Performance Management. Program pengembangan
performance management system ini meliputi beberapa aktivitas seperti; (1)
melakukan analisa jabatan dan uraian kerja ( Job Description), (2) menyusun
Performance Standards bagi karyawan tenaga pengajar dan non pengajar (3)
Melakukan Workshop yang berhubungan dengan sistem performance
management dan (4) melakukan pilot project.

Abstract
This study investigated whether reward fairness and relationship influence
employees? organization commitment. This research is aimed to find out and
design an appropriate and effective intervention program to improve organization
commitment. This research is a quantitaive research with retrospectiveprospective
design. Retrospective-prospective design focus on past phenomenon
on and study it to the future with an intervention. Organizational Commitment
Questionaire (OCQ) with α = .808 and Organizational Diagnositic Questionaire
(ODQ) with α = .925 are used to gather primary data. The result indicates that
there is significant correlation between reward fairness and organizational
commitment with the correlation (r = .732.). Collectively, reward fairness and
employees relationship give contribution ( r = .501) to organization commitment,
while separetely relationship doesn?t have significant contribution on
organization commitment. This study used Developing Performance Management
Program as the intervention to increase organization commitment. The
intervention involves several activities such as; (1) job analyzing adn job
description analysis. (2) making employees? for educative employees and non
educative employees (3) having performance appraisal workshop and conducting
pilot project."
2012
T31121
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Diana Fajarwati
"Skripsi ini membahas penerapan good corporate governance dengan prinsip-prinsip seperti: fairness, transparency, accountability serta responsiveness. Penerapan prinsip-prinsip good corporate governance memiliki peranan penting dalam memaksimumkan nilai perusahaan dengan membentuk sistem manajemen yang mendukung dan memajukan kreatifitas dan kewirausahaan yang berkualitas. Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan prinsip-prinsip good corporate governance di lingkungan internal Perum Bulog Jakarta.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Berdasarkan penggunaan waktu, penelitian ini termasuk ke dalam penelitian cross sectional. Berdasarkan manfaatnya, penelitian ini termasuk penelitian murni. Hasil akhir dari penelitian ini yaitu prinsip-prinsip good corporate governance telah diterapkan di lingkungan Perum Bulog namun masih banyak hal yang perlu diperbaiki.

This paper discusses the implementation of good corporate governance principles such as fairness, transparency, accountability and responsiveness. Application of the principles of good corporate governance has an important role in maximizing corporate value by establishing a management system that promotes and supports creativity and the entrepreneurial quality. The study aims to determine how the application of the principles of good corporate governance in the internal environment Bulog Jakarta.
The research uses a qualitative approach to the type of descriptive research. Based on the use of time, this study included the cross-sectional study. Based on its benefits, this study included pure research. Final results from this study form a picture of knowledge about the application of the principles of good corporate governance in terms of transparency, accountability, responsibility and fairness.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2011
S579
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Ben Abdallah
"Penelitian ini meneliti mengenai pengaruh service quality dan price fairness terhadap student satisfaction di KKI FEUI dan Psikologi UI. Responden dalam penelitian ini berjumlah 100 mahasiswa yang dibagi menjadi 50 mahasiswa KKI FEUI dan 50 mahasiswa KKI Psikologi UI. Analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi berganda, untuk mengetahui pengaruh antara service quality (empathy, assurance, responsiveness, reliability, dan tangibleness) terhadap student satisfaction, dan price fairness terhadap student satisfaction.
Berdasarkan hasil analisis, di dapatkan bahwa terdapat pengaruh positif antara price fairness terhadap student satisfaction. Pada variabel service quality hanya empathy dan tangibleness yang berpengaruh signifikan terhadap student satisfaction. Didapatkan juga bahwa price fairness lebih berpengaruh terhadap student satisfaction dibandingkan dengan sercive quality.

This study will analyze of the effects of service quality and price fairness on student satisfaction in KKI FEUI and KKI Psikologi UI. To obtain the appropriate data for the research 100 respondents were asked to fill the questionnaire these respondents were devided into two groups 50 KKI FEUI and 50 KKI Psikologi UI. This study uses multiple reggresion, it will assess the impact of service quality toward student satisfaction and the impact of price fairness torwards student satisfaction.
The result indicates that price fairness has positive impact on student satisfaction. On service quality, the only variables that have positive and significant effect are empathy and tangibleness. Moreover, it also indicates that price fairness has more significant impact towards student satisfaction compared of service quality.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2013
S52945
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Agus Suhartono
"Analisa unjuk kerja penggunaan skema kontrol N15T dan skema kontrol ERICA dalam satu jaringan ATM untuk layanan Available Bit Rate (ABR) dengan simulasi sudah dilakukan. Analisa penggunaan kedua skema kontrol tersebut dilakukan dengan menggunakan sebuah model topologi jaringan ATM point to point, Dengan topologi jaringan tersebut, kedua skema control dikonfigurasikan dalam 1 6 skenario konfigurasi jaringan.
Berdasarkan hasil simulasi dan analisa, skenario konfigurasi 16 menghasilkan throughput paling besar yaitu 99.30% dari ideal throughput sedangkan skenario konfigurasi 11 memberikan hasil throughput paling kecil yaitu 94.03% dari ideal throughput. Nilai Fairness index paling besar dihasilkan oleh skenario konfigurasi 12 yaitu 0.9930 dan paling kecil dihasilkan oleh skenario konfigurasi 2 yaitu 0.9755.
Untuk konfigurasi dengan komposisi dan posisi skema kontrol N15T dan skema kontrol ERICA seperti skenario konfigurasi 6 dan 11, pengubahan posisi skema kontrol NIST dengan skema kontrol ERICA (konfigurasi 11 menjadi konfigurasi 6) meningkatkan throughput sebesar 4.15% dari 94.0396 menjadi 98.18%.
Hasil pembobotan berdasarkan nilai throughput dan nilai fairness index dari 16 skenario konfigurasi, diperoleh skenario konfigurasi dengan kategori best case mempunyai nilai bobot 0,9867, middle case dengan nilai bobot 0.9783 dan worst case dengan nilal bobot 0.9642.
Hasil pembobotan unjuk kerja untuk menentukan kestabilan berdasarkan nilai throughput dan nilai fairness index hasil simulasi tahap 2, menghasilkan nilai bobot rata-rata untuk konfigurasi best case sebesar 0.9784, middle case sebesar 0.9728 dan worst case 0.9491. Dari hasil pembobotan ini, konfigurasi best case mempunyai unjuk kerja yang stabil dengan throughput rata-rata sebesar 98.8596 dari throughput ideal.

Performance analysis of usage of both ERICA and NIST control scheme in an ATM network for ABR service has been performed. The analysis of usage of those two control scheme was performed in a point to point ATM network topology model. Both of control schemes was configure in 16 configuration scenarios.
Based on the simulation and analysis results, the 16' configuration scenario giving the biggest throughput, that is 99.30% from expected throughput, while the 11" configuration scenario giving the smallest throughput (=94.03% from expected). The biggest of fairness index value giving by 12h (=0.9930) configuration scenario, while the smallest of fairness index value giving by 2' configuration scenario (=0.9755).
The configuration was arranged by ERICA and N15T control scheme like a 1st and 16th scenario, replacing the position each other (l 1" to be 16=h configuration) enhance about 4, 15% of throughput.
Three category of selected scenario configuration based on the throughput and fairness index value; labeled best case, middle case and worst case.
Performance stability of three category best case, middle case and worst case was decided by rank of the throughput and fairness index value of part two simulation results. The best case configurations have good stability with 98.85% from expected throughput."
2000
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Inne Rachmaty Hardjanto
"ABSTRAK
Corporate governance adalah suatu konsep yang dikenal sebagai keterkaitan
antara kepemilikan suatu organisasi perusahaan dan manajemen serta peranan
keterkaitan dan tanggungiawab pada pihak-pihak yang terkait langsung maupun tidak
langsung pada perusahaan stake holder responsibility. Corporate governance yang
efektif akan membentuk sistem check and balance atas pengendalian suatu
perusahaan sehingga dapat meminimalkan peluang terjadinya penyimpangan dan
salah urus dalam pengelolaan perusahaan. Sistem corporate governance yang sehat
memberi perlindungan terhadap para pemegang saham dan pihak kreditur sehingga
mereka bisa meyakinkan dirinya akan perolehan kembali investasinya dengan wajar.
Prospektus merupakan alat marketing perusahaan sebagai emiten di pasar modal
untuk mengkomunikasikan keberhasilan dan prospek usahanya juga sebagai dasar
pengambilan keputusan para pemegang saham dalam menanamkan modalnya.
Prospektus yang mencerrninkan prinsip-prinsip corporate governance mencerminkan
suatu perusahaan concern akan sistem manajemen yang baik yang menerapkan
corporate governance dalam sistem dan operasinya. Tentunya Prospektus yang
didalamnya mencerminkan corporate governance sangat dibutuhkan dalam dunia
usaha saat ini tidak saja untuk menarik minat investor dalam menanamkan modalnya
juga untuk memberikan kepastian bagi investor bahwa dana investasinya digunakan
secara tepat, selain itu perusahaan itu sendiri menjamin sistem pengelolaan
perusahaan yang baik, transparan, jujur dan bertanggung jawab.
Evaluasi terhadap prospekus perusahaan di Indonesia dilakukan untuk melihat
dan mengkaji apakah prinsip-prinsjp corporate governance telah tercermin atau
disajikan dalam prospektus perusahaan di Indonesia pada saat ini. Penelitian
dilakukan terhadap 20 buah prospektus dan perusahaan yang melakukan penawaran
umum selarna periode Januari 2000 ? April 2001.
Evaluasi tersebut menggunakan kerangka dan prinsip- prinsip corporate
governance sebagai berikut:
1. Fairness
Yang mencakup evaluasi terhadap prinsip hak-hak pemegang saham, persamaan
perlakuan terhadap para pemegang saham, komposisi kepemilikan, komunikasi, hak
suara (voting right), dan dividen.
2. Transparency
Tranparency ini merupakan prinsip corporate governance yang memuat kerangka
prinsip corporate governance yaitu tui uan perusahaan, tujuan penawaran urnurn, kegiatan
usaha perusahaan, kinerja perusahaan, informasi keuangan, resiko usaha, strategi
perusahaan, prospek usaha perusahaan, rencana dan target perusahaan, teknologi,
penelitian dan pengembangan (R&D), dan budaya perusahaan.
3. Accountability
Prinsip ini terdiri dan sistem pengawasan, balance of power, struktur organisasi,
kepengurusan dan pengawasan, kompetensi eksekutif puncak, kebijakan remunerasi
eksekutif puncak, sisteni pengangkatan eksekutif puncak, penilaian kineija eksekutif
puncak perusahaan.
4. Responsibility
Evaluasi terhadap prinsip responsibility meliputi evaluasi terhadap, hukwn dan
peraturan, masalah hukum, pegawai perusahaan, sistern remunerasi pegawai perusahaan,
sistem pengadaan pegawai (rekruitment), pengembangan pegawai, hubungan perusahaan
dengan pegawai, lingkungan, dan sosial kemasyarakatan.
Dan keranglia corporate governance diatas, evaluasi tethadap 20 prospektus
dilakukan dengan penilaian kuantitatif yang disusun kedalam kategori miai sebagai
berikut: Antara baik sampai dengan baik sokali (81-100), secLang sa.rnpai balk (61-80),
kurang sampai sedang (41-60), Sangat kurang sampai kurang (21-40) dan tidak ada
sarnpai kurang (O-20).
Dari hasil penilaian tersebut didapat bahwa prinsip fairness memperoleh nilai
sebesar 48 dalam anti penyajiannya antara kurang sampal sedang, prinsip tranparency
meridapat nilai 70 yang berarti sedang sampai baik, prinsip accountability memperoleh
nilai rata-rata keseluruhan 40 berarti sangat kurang hingga kurang dan prinsip
responsibility mendapat nilai rata-rata keseluruhan 62 yaltu antara sedang sanipai baik.
Karya tulis ini ditutup dengan saran-saran bagi perbaikan dalarn penyusunan
sebuah prospektus. Saran-saran tersebut mencakup saran untuk memperhatikan prinsip
prinsip corporate governance dalam prospektus sesuai dengan kerangka corporate
governance yang telah dijadikan acuan evaluasi yang dirasa masili kurang penyajiannya
dalani suatu prospektus..
"
2001
T2450
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
M. Olgiano Paellorisky
"ABSTRACT
The allocation of Village Fund as stipulated in the Minister of Finance Regulation number 49/PMK.07/2016, i.e. basic allocation (alokasi dasar) 90% and formula allocation (alokasi formula) 10%, could be considered as unequal because of poor attention to the indicators of poverty and development of each village. Basic allocation relates to the same amount of allocation per village, while formula allocation refers to an allocation based on the number of populations in poverty, size of area, and infrastructure price index. This article aims to investigate the ideal allocation proportion of village funds. Methods used in this study were a correlation and the analytical hierarchy process. The results show a stronger correlation between village fund and poverty and development indicators if more money is allocated in the formula allocation. However, an inequality of allocation ratio and larger fund are needed to achieve the program's targets. Based on the weighted value of the expert group perception, the proposed formula for the ratio of basic allocation (alokasi dasar) and formula allocation (alokasi formula) is 10:90. With this formula, it is expected that poverty and development can be more quickly resolved. So, the purpose of the Village Fund as mandated by Law Number 6/2014 could be achieved."
Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Dalam Negeri, 2019
351 JBP 11:1 (2019)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>