Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 21 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Agus Setiawan
"Penelitian dengan judul "Persepsi Mahasiswa terhadap Implementasi Mata Ajaran Keperawatan Komunitas di Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia" , menggunakan 51 responden mahasiswa yang merupakan sekelompok angkatan atau kelas di Fakultas ilmu Keperawatan Universitas Indonesia. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner atau angket persepsi mahasiswa terhadap implementasi mata ajaran keperawatan komunitas yang meliputi rencana pengajaran, isi materi dan proses pembelajarannya.
Metode pengumpulan data yang digunakan adalah total sampling yaitu sekelas atau seangkatan mahasiswa yang pada saat pengambilan data barn melewati atau menyelesaikan mata ajaran keperawatan komunitas baik materi maupun praktek lapangan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa terhadap implementasi mata ajaran keperawatan komunitas adalah baik. Untuk menindaklanjuti penelitian ini direkomendasikan untuk dilakukan penelitian pada kelas lain, terutama setelah terjadi adanya perubahan kurikulum menjadi kurikulum profesiners di mana fase akademik dan fase profesi atau praktek lapangan dipisahkan."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2000
LP-Pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
cover
"Komunitas dipandang sebagai target pelayanan kesehatan, yang bertujuan mencapai
kesehatan komunitas melalui peningkatan kesehatan dan kerjasama sebagai suatu mekanisme untuk mempermudah pencapaian tujuan bagi komunitas tersebut.
Peran serta komunitas tersebut diartikan sebagai suatu proses dimana individu,
keluarga dan komunitas bertanggung jawab atas kesehatannya sendiri, dengan berperan
sebagai pelaku kegiatan upaya peningkatan kesehatannya berdasarkan azas kebersamaan dan kemandirian.
Didalam praktek keperawatan komunitas pendekatan ilmiah yang digunakan adalah
proses keperawatan komunitas yang terdiri dari tahapan pengkajian, perumusan diagnosis
keperawatan komunitas, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.
Pada kenyataannya belum semua tenaga keperawatan komunitas memberikan
pelayanan sesuai konsep, hal ini antara Iain karena pemahaman yang belum sama tentang
konsep dasar keperawatan komunitas dan perannya dalam keperawatan komunitas. Dengan makalah ini diharapkan dapat memandu mahasiswa dalam melakukan asuhan keperawatan komunitas."
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2007
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Wahit Iqbal Mubarak
Jakarta: Sagung Seto, 2005
610.73 WAH p
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Moch Aspihan
"Pekerja merupakan kelompok berisiko mengalami masalah kesehatan yakni gangguan muskuloskeletal. Perawat Spesialis Komunitas mempunyai peran untuk mencegah terjadinya masalah tersebut. Karya Ilmiah Akhir ini membahas penerapan intervensi inovatif Ergonomik Partisipatif Berjenjang pada kelompok pekerja di PT X. Hasil intervensi menunjukkan peningkatan pengetahuan kader kesehatan kerja dari rata-rata 60 (SD: 8,16) menjadi 85,0; peningkatan keterampilan ergonomik dari 55 (SD=5,77) menjadi 77,50; peningkatan kemampuan supervisi dan umpan balik dari rata-rata 52 (kurang) menjadi 67,5 (cukup). Terjadi peningkatan pengetahuan pekerja dari rata- rata 67,9 (SD = 8,73) menjadi 87,7; sikap pekerja dalam kategori sedang, peningkatan keterampilan ergonomik pekerja dari rata-rata 49,3 (SD = 8,28) menjadi 71,4; peningkatan kelenturan otot dan fleksibilitas sendi pekerja dari rata-rata 64,5 (SD=9,29) menjadi 85, 92. Terjadi peningkatan perilaku keluarga pekerja (pengetahuan, sikap dan ketrampilan) dalam mencegah gangguan muskuloskeletal. Intervensi ini disarankan menjadi program pengembangan upaya kesehatan bagi pihak dinas kesehatan, puskesmas dan perusahaan.

Population of workers are at risk of musculoskeletal health problems. Community nurses specialist have a role to prevent such problems. This final scientific discusses the application of innovative interventions Levelling Participatory Ergonomics in the group of workers at PT X. Intervention results showed an increase in knowledge of occupational health workers from an average of 60 (SD: 8.16) to 85.0; improved ergonomics skills of 55 (SD = 5.77) to 77.50, an increase ability of supervision and feedback from an average 52 (less off attitude) to 67.5 (enough attitude). An increase in knowledge of workers from en average 67.9 (SD = 8.73) to 87.7; attitudes of workers in the medium category, improved ergonomics skills of workers on average 49.3 (SD = 8.28) to 71, 4; increased muscle and joint flexibility of worker from the average 64.5 (SD = 9.29) to 85, 92. An increase in workers' family behavior (knowledge, attitude and skills) in preventing musculoskeletal disorders. This intervention is recommended to program development efforts for the company's health, public health and health services.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2013
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Koernia Nanda Pratama
"[ABSTRAK
Karakteristik perkembangan remaja adalah selalu mencoba sesuatu hal yang baru bersama kelompoknya dan mudah dipengaruhi oleh hal-hal yang negatif, salah satunya adalah perilaku merokok. Perawat spesialis komunitas memiliki peran melakukan upaya pencegahan masalah tersebut. Gerakan Remaja Anti Rokok (GERAK) merupakan salah satu strategi intervensi keperawatan komunitas untuk mencegah terjadinya masalah tersebut. Penulisan karya ilmiah ini bertujuan memberikan gambaran pelaksanaan GERAK dalam asuhan keperawatan komunitas, melalui integrasi Teori Manajemen, HBM, TTM, HPM dan CSHM pada remaja di SMPN S Kota Depok. Metode yang digunakan adalah dengan menghitung sampel kemudian pengambilan data dengan kuisioner dan kemudian di analisis. Hasil intervensi menunjukan peningkatan signifikan p-value (0,000), peningkatan pengetahuan siswa (0,02%), sikap (0,01%) dan tindakan (0,11%). Strategi intervensi GERAK dapat diaplikasikan untuk melakukan upaya pencegahan risiko penyalahgunaan perilaku merokok pada remaja di sekolah.

ABSTRACT
The Characteristics of adolescent development is always trying new things with his group and easily influenced by negative things, one of which is smoking behavior. Specialist community nurses have a role to do prevention efforts such problems. Youth movement refused smoking (GERAK) is one of a community nursing intervention strategy to prevent the occurrence of such problems. The aim of this paper was to provide the description of implementation of (GERAK) in community nursing care, through the integration of Theory of Management, HBM, TTM, HPM, and CSHM, on teenagers in Junior High School S Depok City. The method used was to calculate the sample then taking of data by questionnaire and then analyzed. The result of intervention showed a significant improvement (p-value = 0,000), increased of the students knowledge (0,02%), attitudes (0,01%) and the action (0,11%). GERAK intervention strategies can be applied as a prevention of abuse smoking behavior in adolescents at schools.;The Characteristics of adolescent development is always trying new things with his group and easily influenced by negative things, one of which is smoking behavior. Specialist community nurses have a role to do prevention efforts such problems. Youth movement refused smoking (GERAK) is one of a community nursing intervention strategy to prevent the occurrence of such problems. The aim of this paper was to provide the description of implementation of (GERAK) in community nursing care, through the integration of Theory of Management, HBM, TTM, HPM, and CSHM, on teenagers in Junior High School S Depok City. The method used was to calculate the sample then taking of data by questionnaire and then analyzed. The result of intervention showed a significant improvement (p-value = 0,000), increased of the students knowledge (0,02%), attitudes (0,01%) and the action (0,11%). GERAK intervention strategies can be applied as a prevention of abuse smoking behavior in adolescents at schools., The Characteristics of adolescent development is always trying new things with his group and easily influenced by negative things, one of which is smoking behavior. Specialist community nurses have a role to do prevention efforts such problems. Youth movement refused smoking (GERAK) is one of a community nursing intervention strategy to prevent the occurrence of such problems. The aim of this paper was to provide the description of implementation of (GERAK) in community nursing care, through the integration of Theory of Management, HBM, TTM, HPM, and CSHM, on teenagers in Junior High School S Depok City. The method used was to calculate the sample then taking of data by questionnaire and then analyzed. The result of intervention showed a significant improvement (p-value = 0,000), increased of the students knowledge (0,02%), attitudes (0,01%) and the action (0,11%). GERAK intervention strategies can be applied as a prevention of abuse smoking behavior in adolescents at schools.]"
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2015
SP-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Stanhope, Marcia
Jakarta: EGC, 2008
610.734 3 STA b
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Budi Santoso
"Remaja merupakan kelompok berisiko terhadap masalah kesehatan sehingga perlu mendapat perhatian khusus. Salah satu masalah yang sering dijumpai pada remaja adalah penyalahgunaan NAPZA. Perawat Spesialis Komunitas mempunyai peran dalam mencegah penyalahgunaan NAPZA, salah satu bentuk intervensi keperawatan komunitas yang digunakan adalah peer konselor. Karya Ilmiah Akhir ini bertujuan untuk meningkatkan pemberdayan siswa melalui peer konselor untuk mencegah risiko penyalahgunaan NAPZA pada siswa SMK TJ di Kelurahan Ratujaya Depok. Hasil kegiatan ini didapatkan bahwa terjadi perubahan perilaku siswa yaitu peningkatan pengetahuan dari rerata 65 menjadi 80, sikap dari rerata 60 menjadi 75 dan kognitif skill dari rerata 45 menjadi 70. Selain itu telah terbentuk struktur peer konselor di SMK TJ yang terdiri dari 12 siswa yang telah dilakukan pembinaan selama 12 kali pertemuan. Karya Ilmiah Akhir ini menyimpulkan peer konselor merupakan bentuk intervensi efektif yang dapat diaplikasikan dalam pencegahan penyalahgunaan NAPZA di sekolah. Untuk itu peer konselor perlu dikembangkan dan dilakukan pembinaan lebih lanjut terhadap pelayanan kesehatan remaja terkait pencegahan penyalahgunaan NAPZA.

Adolescence is who ones population at risk with their health problems, so they must have specific attention. One's of the population that met in population adolescence is drug abuse. The nurse specialist community health nursing have role in drug abuse prevention, ones of nursing intervention in community that used to reduce that problems is peer counselor. This study purpose to improve empowerment students with peer counselor, to prevent risk for drug abuse at senior high school 'TJ' Ratujaya in Depok. The study result changed behaviors students with increased knowledge (mean 60 to 80), increased attitude (mean 60 to 70) and kognitive skill (mean 45 to 70). The result from this study shows peer councelor is effectively intervention applied to prevent drug abuse in school. These result are expected that peer counselor should be developed and sustained with health care in adolescence related to prevent drug abuse."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2010
T-Pdf
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Arozamati Wa`Ozaro Lase
"Remaja berperilaku merokok merupakan kelompok risiko baik dari segi ekonomi dan kesehatan. Remaja berisiko merokok dipengaruhi oleh beberapa faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berkontribusi terhadap remaja berisiko merokok. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dengan sampel penelitian berjumlah 149 orang remaja yang memiliki orang tua merokok.
Hasil penelitian menemukan faktor yang berkontribusi terhadap remaja berisiko merokok adalah pengetahuan, gengsi, pengaruh teman, pengaruh iklan, sumber dana untuk merokok dan perhatian orangtua. Diskusi untuk mengurangi risiko merokok pada remaja perlu dilakukan pemberian informasi yang terus-menerus, kerjasama dengan orangtua dalam mengasuh anak remaja.
Penelitian ini merekomendasikan kepada pelayanan kesehatan untuk mengembangkan edukasi sesama teman dalam peer group untuk mengurangi perilaku merokok pada remaja.

Adolescent smoking behavior is a risk group in economics terms and health. Adolescents at risk of smoking is influenced by multiple factors. This study aims to determine the factors that contribute to adolescent smoking risk. This study used cross sectional method with the study sample numbered 149 teenagers have parents smoked.
Results found the factors that contribute to adolescent smoking is a risk of knowledge, prestige, influence of friends, the influence of advertising, the source funding for smoking and parental attention. Discussions to reduce the risk of smoking in adolescents need to be giving information constantly, cooperation with parents in parenting adolescents.
This research recommends that health services to develop education fellow friends in the peer group to reduce smoking behavior in adolescents.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2012
T31904
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Taufik Hidayat
"Remaja merupakan kelompok berisiko terhadap masalah yang berhubungan dengan kesehatan reproduksi Mudahnya paparan media pornografi dan kurangnya layanan kesehatan reproduksi di sekolah menyebabkan terjadinya perilaku hubungan seksual pranikah terus meningkat Perawat Spesialis Komunitas mempunyai peran untuk mencegah terjadinya masalah tersebut Karya Ilmiah Akhir ini bertujuan memberikan gambaran konseling kesehatan reproduksi berbasis IT KB IT sebagai bentuk intervensi keperawatan komunitas untuk meningkatkan kesehatan reproduksi remaja di SMP F Kelurahan Cisalak Pasar.
Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 27 7 sikap 4 7 dan praktik 4 Rerata 90 siswa menyatakan KB IT bermanfaat KB IT dapat diaplikasikan dalam upaya pencegahan masalah kesehatan reproduksi di sekolah KB IT disarankan menjadi program pengembangan dan pembinaan pihak sekolah puskesmas dan dinas kesehatan Kata Kunci KB IT Remaja Kesehatan reproduksi Keperawatan Komunitas Daftar Pustaka 108 1956 ndash 2012.

The youth is at risk aggregate for problems related to reproductive health Easy exposure to pornography media and lack of reproductive health services in school lead to increase premarital sexual behavior Community Specialist nurses have role to prevent such problems This final scientific paper aims to provide an overview of IT based counseling on reproductive health as a form of community nursing intervention to improve the adolescents rsquo reproductive health at F Junior High School Cisalak Pasar.
The results show an increasing trend by 27 7 for knowledge activities 4 7 for attitude and 4 for practice The mean 90 of students stated they got benefits from KB IT To conclude KB IT can be applied to prevent reproductive health issues in schools Furthermore KB IT is suggested to be development program and coaching by school Community Health Center and district health office."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2013
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Taufik Hidayat
"Remaja merupakan kelompok berisiko terhadap masalah yang berhubungan dengan kesehatan reproduksi. Perawat Spesialis Komunitas mempunyai peran untuk mencegah terjadinya masalah tersebut. Karya Ilmiah Akhir ini bertujuan memberikan gambaran konseling kesehatan reproduksi berbasis IT (KB-IT) sebagai bentuk intervensi keperawatan komunitas untuk meningkatkan kesehatan reproduksi remaja di SMP F Kelurahan Cisalak Pasar. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 27,7 %; sikap 4,7 %; dan praktik 4%. Rerata 90% siswa menyatakan KB-IT bermanfaat. KB-IT dapat diaplikasikan dalam upaya pencegahan masalah kesehatan reproduksi di sekolah. KB-IT disarankan menjadi program pengembangan dan pembinaan pihak sekolah, puskesmas dan dinas kesehatan.

The youth is at risk aggregate for problems related to reproductive health. Community Specialist nurses have role to prevent such problems. This final scientific paper aims to provide an overview of IT-based counseling on reproductive health as a form of community nursing intervention to improve the adolescents’ reproductive health at F Junior High School, Cisalak Pasar. The results show an increasing trend by 27.7% for knowledge activities; 4.7% for attitude and 4% for practice. The mean 90% of students stated they got benefits from KB-IT. To conclude, KB-IT can be applied to prevent reproductive health issues in schools. Furthermore, KB-IT is suggested to be development program and coaching by school, Community Health Center and district health office."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2013
SP-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3   >>