Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 6 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Rochman Achwan
German: LAP Lambert, 2011
338.04 ROC w
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
M. Furqon I. Hanief
"ABSTRACT
The intent of this thesis is to explain "The Changing of the American Capitalism in the New Deal Era 1933-1939". As we know, after the Great Crash of Stock Market in October 1929, there were many changes in all facets of American life. This thesis focuses on the changes in 1930s, which were indicated that the New Deal's policies aimed at restoring the damaged economy but at the same time, introduced some significant modification.
There are two books, which explore key facets of this topic, The Big Change by Frederick Lewis Allen and American and Free Enterprises by Henry C. Dethloff. Allen's book talked about the transformation in America from 1900-1950. He looks at the political, social and economic powers which changed the American standard of living and America's way of thinking. Dethloff's book discusses the evolution of American capitalism, based on a historical economic approach. Dethloff examines capitalism in America from the colonial era up to the present days. Both of these authors accept the idea that there were notable alterations in the American "system" in the 1930s.
The distinction between these books and my thesis reveals the character of the American capitalism by analyzing Roosevelt's New Deal policies as a response to the Great Depression, and by assessing the "system" impacts of those policies. William E. Luchtenburg, in his book Roosevelt and The New Deal, contends that Roosevelt's deed changed American life. This thesis elaborates this theme by assessing the social, political, and economic perspectives on changing American values during this era.
In order to analyze the changing of American capitalism in the New Deal era, this thesis shows the dialogue between the government, the elite and the people. The government and the elite processed the New Deal policies, which, in turn, altered the American capitalism, and the people as the object and the impact of the policies.
Library research has been conducted in order to examine relevant resources for this study. Textbooks, statistical data, especially in economics, politics, social field and monographs on the New Deal have been taken as main guide. The topic is handled through a qualitative approach, based on economical, political, and social perspectives. An economic perspective is used to explore certain New Deal issues and ideas especially policies related to pump priming, budget spending-budget balancing, gold standardization, banking and monetary, production resources and their impacts.
A political perspective is used to assess the government's interference in range of matters. Also the relation among groups, such as the lefts, the conservatives, is examined. It is also important to see how Roosevelt could gain support for his brand of government interference without seeming to destroy capitalism itself.
The social perspective describes the overall social impact of New Deal programs and look at how the New Deal generated support from laborers, farmers, blacks and other disadvantageous groups.
In addition, this thesis discusses the changing of American values in Capitalism term, based on American thought perspectives. These perspectives lead us to look how far the New Deal policies prompted change in American capitalism during this era.
This thesis examines the aims of the first New Deal policies and their impact in American social life. It discusses six kinds of New Deal policy areas, including agriculture, banking and monetary policy, social relief and security, labor relation, unemployment, capital and industrial regulations. The discussion specifies policies and programs, which provides the main characters of the first New Deal policies.
Then it handles the aims of the Second New Deal policies and their impact in American social life. It draws upon the same six major areas of policies and programs and also looks at the differences and the programs. It also looks at the differences and consistencies in the objectives of both sets of New Deal policies.
"
1990
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Alfado Agustio
"Kejadian krisis ekonomi 2008 yang melanda negara-negara global termasuk Indonesia, mendorong Bank Indonesia dan pemerintah perlu mempersiapkan tindakan antisipatif dalam menjaga stabilitas pasar keuangan dan perekonomian. Atas dasar tersebut, penelitian ini berupaya mengukur respon instrumen di pasar keuangan dan perekonomian akibat gejolak ekonomi global.
Variabel nilai tukar rupiah dan indeks saham merupakan variabel yang mewakili pasar keuangan, sementara variabel indeks produksi mewakili perekonomian. Untuk variabel global, penulis memilih fed fund rate, volatility index dan harga minyak global. Penelitian ini menggunakan metode Vector Error Correction Model Exogenous Variable (VECM-X).
Semua variabel global diposisikan sebagai variabel eksogen, sementara nilai tukar rupiah, indeks saham dan indeks produksi merupakan variabel endogen. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa, respon pasar keuangan dan perekonomian cukup tinggi akibat adanya gejolak dari ekonomi global. Ini menjadi landasan bagi pemerintah untuk menyusun kebijakan guna menjaga stabilitas pasar keuangan dan perekonomian Indonesia."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2018
T52083
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Andrinof
"Setelah terjadi penurunan harga minyak di pasaran dunia awal tahun 1980-an Indonesia mulai memperluas sektor-sektor ekonomi yang diserahkan kepada mekanisme pasar. Pada batas tertentu, perubahan sikap terhadap mekanisme pasar itu telah membuat daya saing dan produktifitas sektor ekonomi nonmigas Indonesia meningkat mulai menjelang pertengahan tahun 1980-an. Namun, secara keseluruhan peningkatan daya saing tadi belum optimal karena pemerintah masih memiliki sikap mendua dalam menerima sistem ekonomi pasar. Sikap mendua tersebut terlihat dari kebijakan-kebijakan protektif yang diberikan terhadap subsektor atau komoditas tertentu, dan terhadap kelompok usaha tertentu.
Kebijakan-kebijakan protektif tadi tidak terlepas dari kekosongan institusi-institusi yang diperlukan bagi pemberlakuan sistem ekonomi pasar yang baik dan kekosongan institusi-institusi politik yang demokratis. Hingga berakhirnya kekuasaan pemerintahan Orde Baru pada bulan Mei 1998, baik institusi ekonomi pasar maupun institusi-institusi politik yang demokratis di Indonesia masih jauh dari memadai. Kecuali dengan kemajuan pada institusi pasar modal, institusi-institusi pada pasar uang maupun pasar barang dan jasa masih banyak kelemahan dan kekurangan. Institusi yang mencegah persaingan usaha tidak sehat hampir tidak ada. Bank Indoensia sebagai Bank Sentral, juga berada pada posisi subordinat dari pemerintah (eksekutif). Sementara, institusi-institusi yang mengatur eksternalitas dan memerangi praktek-praktek korupsi juga sangat tidak memadai.
Goncangan harga minyak kedua yang terjadi pada tahun 1986, di satu sisi makin mendorong pemerintah Indonesia meningkatkan jumlah sektor-sektor ekonomi yang diliberalisasi dan dideregulasi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Upaya tersebut memang berhasil membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia melesat tinggi melebihi rata-rata pertumbuhan tahunan sebelumnya. Namun memasuki fase ini, pemerintah Indonesia bukan saja tidak memperlihatkan upaya serius untuk membangun institusi-institusi ekonomi pasar, tetapi juga membiarkan perekonomian Indoensia tumbuh tinggi di atas kondisi bubble economy. Akibatnya, kondisi perekonomian Indonesia sejak akhir tahun 1980-an hingga sebelum krisis juga berhadapan dengan ancaman persoalan sosial yang berpotensi merusak pertumbuhan ekonomi yang sudah tinggi tadi.
Ancaman persoalan sosial tadi memang tidak semuanya disumbangkan oleh persoalan ekonomi, melainkan juga konsekuensi dari sistem politik dan kebijakan-kebijakan pembangunan sosial yang dibuat pemerintah. Tetapi, kajian ini melihat, kesemuanya itu secara bersama-sama merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi keberlanjutan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Besarnya angka kemerosotan ekonomi Indonesia setelah dilanda krisis tahun 1997 dan sulitnya memulihkan krisis tersebut jika dibanding dengan kemampuan negara-negara lain yang sama-sama dilanda krisis, menunjukkan bahwa keberlanjutan pertumbuhan ekonomi Indonesia juga ditentukan oleh dukungan institusi politik, dan struktur serta perilaku sosial masyarakatnya. Dengan kata lain, bagi Indonesia, pertumbuhan ekonomi tinggi yang berkelanjutan tergantung juga kepada sejauhmana negara mengeluarkan panduan kebijakan yang tepat, dan sejauhmana kesungguhan pemerintah bersama lembaga legislatif membuat kebijakan-kebijakan untuk mewujudkan institusi-institusi yang diperlukan oleh sistem ekonomi pasar yang baik, lebih menyempurnakan lagi institusi-institusi politik, dan membuat kebijakan-kebijakan pembangunan sosial guna mewujudkan iklim sosial yang nyaman sebagai salah satu syarat dari iklim investasi yang baik."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2004
T13217
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Stiglitz, Joseph E.
New York: W.W. Norton, 2006
337 STI m
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
"This year marks the 60th anniversary of the founding of both the Republic of Korea (ROK) and the Democratic People's Republic of Korea (DPRK).During the course of inter-Korean relations,Seoul and Pyongyang have pursued various reunification policies in line with the domestic and international changes of the corresponding time perriods...."
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library