Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 13 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Alma Aqila Hansa
"Dalam era digital yang semakin berkembang, khususnya setelah pandemi, penggunaan platform e-commerce untuk berbelanja online meningkat pesat di Indonesia, dengan tren live streaming shopping menjadi salah satu inovasi terbaru yang menarik perhatian konsumen. Namun, meskipun popularitasnya meningkat, kegiatan berbelanja melalui live streaming di e-commerce Indonesia sering menghadapi berbagai masalah yang mengganggu kepercayaan konsumen yang merupakan salah satu elemen kunci dalam membentuk niat pembelian dan keterlibatan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kepercayaan konsumen dan perilaku pembelian aktual di live streaming ecommerce. Teori socio-technical dan teori trust transfer digunakan untuk mengidentifikasi hubungan faktor social enabler dan technical enabler terhadap kepercayaan konsumen dan perilaku pembelian aktual. Penelitian ini dilakukan dengan 785 responden yang dianalisis menggunakan PLS-SEM, dan dilanjutkan dengan wawancara kualitatif dengan 30 responden yang dianalisis melalui content analysis untuk mendukung hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor social enabler, yaitu active control, two-way communication, dan synchronicity, serta faktor technical enabler seperti visibility affordance dan guidance shopping affordance, terbukti meningkatkan kepercayaan terhadap platform, streamer, dan produk. Aspek technical enabler lainnya, yaitu metavoicing affordance, tidak berpengaruh signifikan terhadap trust in streamer. Kepercayaan pada streamer juga terbukti mempengaruhi kepercayaan pada produk, sesuai dengan teori trust transfer. Niat pembelian dalam live streaming juga terbukti dipengaruhi oleh consumer trust dan kemudian berpengaruh terhadap actual purchase. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi penyedia layanan live streaming, terkhusus pihak pengembangnya, mengenai aspek live streaming apa saja yang berpengaruh dalam meningkatkan kepercayaan dan perilaku pembelian konsumen.

In the rapidly evolving digital era, particularly following the pandemic, the use of ecommerce platforms for online shopping has increased in Indonesia, with the trend of live streaming shopping emerging as one of the latest innovations capturing consumer attention. However, despite its growing popularity, live streaming shopping in Indonesian e-commerce frequently encounters various issues that undermine consumer trust—one of the key elements in shaping purchase intentions and consumer engagement. This study aims to identify the factors influencing consumer trust and actual purchasing behavior in live streaming ecommerce. Socio-technical theory and trust transfer theory are employed to identify the relationships between social enablers and technical enablers and their impact on consumer trust and actual purchasing behavior. The research involved 785 respondents analyzed using PLS-SEM, followed by qualitative interviews with 30 respondents analyzed through content analysis to support the findings. The results indicate that social enablers, such as active control, two-way communication, and synchronicity, as well as technical enablers like visibility affordance and guidance shopping affordance, significantly enhance trust in the platform, streamer, and product. Another technical enabler aspect, metavoicing affordance, does not have a significant effect on trust in streamer. Trust in the streamer also influences trust in the product, in line with trust transfer theory. Purchase intentions in live streaming are shown to be affected by consumer trust, which subsequently impacts actual purchases. These findings are expected to provide valuable insights for live streaming service providers and developers regarding the aspects of live streaming that influence consumer trust and purchasing behavior"
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Linda Nurul Oktavianty
"Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh dari keinformatifan, efektivitas, dan hiburan terhadap niat pembelian dan kepuasan yang dimediasi oleh kondisi flow pengunjung toko online Lazada Indonesia dengan konsep model stimulusorganism-response (SOR) yang diperkenalkan oleh Mehrabian dan Russel (1978). Responden penelitian ini berjumlah 160 orang yang telah mengunjungi situs tersebut. Model penelitian menggunakan 7 hipotesis dan diuji oleh metode analisis jalur (path analysis).
Hasil penelitian menyatakan bahwa efektivitas dan hiburan (stimulus) mempunyai pengaruh langsung terhadap flow (organism), begitu pula pengaruh tidak langsung keduanya terhadap niat pembelian dan kepuasan (responses). Namun keinformatifan (stimulus) tidak mempunyai pengaruh langsung terhadap flow maupun pengaruh tidak langsung terhadap niat pembelian dan kepuasan. Sedangkan pada jurnal penelitian, terdapat pengaruh langsung antara variabel-variabel stimulus terhadap flow dan pengaruh tidak langsung variabel-variabel stimulus kepada variabel-variabel responses.

This study aims to know the relationships between informativeness, effectiveness, and entertainment toward purchase intenton and satisfaction mediated by flow of consumers in Lazada Indonesia online store using the stimulus-organism-response (SOR) concept model introduced by Mehrabian and Russel (1978). This study using 160 respondents who has been visiting Lazada Indonesia website. The model has 7 hypotheses and had tested using path analysis method.
The results declare that effectiveness and entertainment (stimulus) have direct effect toward flow (organism) and indirect effect toward purchase intention and satisfaction (responses). But informativeness does not has any direct nor indirect effect towards them. Whereas, in main reference journal, the three stimulus variables have direct effect toward flow as organism variable and indirect effect toward two responses variables.
"
Depok: Fakultas Eknonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2014
S57908
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
I Gede Mahatma Yuda Bakti
"Label kualitas merupakan salah satu atribut produk yang dianggap penting dalam proses keputusan pembelian. Meski demikian, studi mengenai peran label kualitas masih jarang dilakukan dan beberapa temuan menghasilkan temuan yang kontradiktif. Untuk mengisi kesenjangan yang ada dalam literatur, penelitian ini bermaksud untuk mengkaji pengaruh label kualitas terhadap sikap konsumen (kualitas produk dan niat membeli) dalam mengambil keputusan pembelian produk, tergantung pada brand familiarity dan keterlibatan produk.
Penelitian ini dilakukan dengan 2 studi eksperimen. Desain eksperimen studi 1 yaitu 2 (label kualitas: ada vs tanpa label) x 2 (Brand familliarity : familiar vs unfamiliar) dengan eksperimen between- and within-subject. Partisipan studi 1 diperoleh sebanyak 155 mahasiswa S1 Universitas Indonesia. Sedangkan, desain eksperimen studi 2 yaitu 2 (label kualitas: ada vs tanpa label) x 2 (keterlibatan produk : tinggi vs rendah) dengan eksperimen between- and within-subject. Partisipan studi 2 diperoleh sebanyak 266 mahasiswa S1 Universitas Jendral Soedirman.
Hasilnya menunjukan bahwa pengaruh label kualitas terhadap persepsi kualitas produk dan niat membeli produk tergantung pada brand familiarity. Hal yang sama, pengaruh label kualitas terhadap persepsi kualitas produk dan niat membeli produk tergantung pada keterlibatan produk.

Quality label is one of the attributes of the products that are considered important in the purchase decision process. However, studies on the role of the quality label is rarely conducted and some of the findings resulted in contradictive findings. To fill the existing gap in the literature, this study intends to examine the effect of quality label on consumer attitudes (product quality and purchase intention) in making purchasing decisions of products, depends on brand familiarity and product involvement.
This research was conducted with two experimental studies. Experimental design of study 1 was 2 (quality label : present vs not present) x 2 (brand familiarity: familiar vs unfamiliar) with a between- and within-subject experiments. Participants of study 1 was obtained as many as 155 bachelor students from University of Indonesia. Meanwhile, experimental design of study 2 was 2 (quality label : present vs not present) x 2 (product involvement: high vs low) with a between- and within subject experiments. Participants of study 2 was obtained as many as 266 bachelor students from Jenderal Soedirman University.
The result shows that the effect of quality label on perceived product quality and intention to buy the product depends on brand familiarity. Similarly, the effect of quality label on perceived product quality and intention to buy the product depends on product involvement.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2015
T43810
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Marlyandri Andini Putri
"Merek "Urban Decay" merupakan salah satu merek kosmetik mewah yang cukup terkenal di pasar internasional. Ciri khas brand 'Urban Decay' high-end dan eksklusif menyasar generasi milenial. Penelitian ini menjelaskan pengaruh Kredibilitas Opinion Leader, Kredibilitas Merek, Norma Subyektif, Sikap Merek, Terhadap Niat Membeli Kosmetik Lipstik Merek 'Urban Decay' (Survei: Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Indonesia).
Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan teknik pengambilan sampel adalah sensus atau total sampling, dengan jumlah sampel penelitian yang diolah sebanyak 230 responden. Data penelitian diperoleh dengan menyebarkan kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi berganda (regresi linier berganda) yang diolah dengan menggunakan aplikasi statistik SPSS 24.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial opini pemimpin, norma subyektif, sikap merek berpengaruh signifikan terhadap niat beli kosmetik lipstik merek Urban Decay. Variabel yang memberikan pengaruh paling kuat dan paling signifikan terhadap niat beli kosmetik lipstik merek Urban Decay adalah norma subjektif. Kemudian diikuti oleh variabel opini leader, kemudian sikap terhadap merek.

The "Urban Decay" brand is one of the most well-known luxury cosmetic brands in the international market. The distinctive feature of the high-end and exclusive 'Urban Decay' brand is targeting the millennial generation. This research explains the influence of Opinion Leader Credibility, Brand Credibility, Subjective Norms, Brand Attitude, Towards the Intention to Buy Lipstick Cosmetics Brand 'Urban Decay' (Survey: Student of the Faculty of Communication Sciences, University of Indonesia).
The research methodology uses a quantitative approach and the sampling technique is census or total sampling, with the number of research samples processed as many as 230 respondents. The research data were obtained by distributing questionnaires and analyzed using multiple regression (multiple linear regression) which was processed using the SPSS 24 statistical application.
Based on the results of the study showed that partially the opinion of the leader, subjective norms, and brand attitude have a significant effect on the purchase intention of Urban Decay brand lipstick cosmetics. The variable that has the strongest and most significant influence on the purchase intention of Urban Decay lipstick cosmetics is the subjective norm. Then followed by the opinion variable leader, then the attitude towards the brand.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Salwa Jamal
"TikTok Shop, sebagai social commerce nomor satu di Indonesia, menghadirkan pengalaman baru dalam berbelanja secara online melalui live streaming shopping. Ini memungkinkan aktivitas jual beli dilakukan secara real time yang kemudian menjadi faktor online purchase intention. Salah satu toko yang mengadaptasi teknik ini dan berhasil adalah merek produk fashion lokal Swepo. Swepo berhasil memaksimalkan seluruh fitur live streaming shopping dengan memanfaatkan event Hari Belanja Online Nasional untuk meningkatkan penjualannya. Makalah ini dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana fenomena live streaming shopping dimanfaatkan melalui strategi komunikasi pemasaran merek produk fashion lokal Swepo. Qualitative Content Analysis digunakan sebagai metodologi pada analisis ini. Hasil analisis menunjukkan bahwa online purchase intention meningkat melalui interactivity, perceived credibility, perceived attractiveness, argument quality, dan price awareness yang tumbuh akibat kemampuan komunikasi host dalam berinteraksi dengan penonton.

TikTok Shop, as the number one social commerce in Indonesia, presents a new experience in shopping online through live streaming shopping. This allows buying and selling activities to be carried out in real time which then becomes a factor of online purchase intention. One store that has adapted this technique and been successful is local fashion brand Swepo. Swepo managed to maximize all of its live streaming shopping features by taking advantage of the National Online Shopping Day event to increase its sales. This paper aims to find out how the phenomenon of live streaming shopping is exploited through the marketing communication strategy of the local fashion brand Swepo. Qualitative Content Analysis is used as the methodology in this analysis. The results of the analysis show that online purchase intention increases through interactivity, perceived credibility, perceived attractiveness, argument quality, and price awareness which grows due to the host's communication skills in interacting with the audience."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2023
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Claresta Octavia Artanti
"Efek negara asal dan etnosentrisme konsumen sering digunakan dalam penelitian tentang produk kasat mata (tangibel). Dengan perkembangan teknologi di dunia hiburan dan perubahan besar-besaran dalam masyarakat, perkembangan industri subscription video on demand tidak bisa diabaikan, terutama ketika merek-merek besar mulai beroperasi di skala global dan menggunakan strategi hyper-local untuk menarik konsumen. Disney+ Hotstar memperluas cakupannya dengan memasuki pasar Indonesia, dengan menawarkan konten lokal Indonesia bersamaan dengan konten franchise Hollywoodnya untuk ditonton dan dipromosikan secara intens sejak iklan pertama. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu apakah efek negara asal, dalam hal ini untuk konten dan platform, serta etnosentrisme konsumen memiliki pengaruh terhadap niat beli berlangganan Disney+ Hotstar. Riset ini menggunakan teori planned behavior, juga mengikutsertakan citra merek dan perceived price. Survei dilakukan pada 107 responden. Analisa data dilakukan dengan metode PLS-Structural Equation Modeling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perceived price dan sikap pada konten Indonesia muncul sebagai faktor-faktor yang paling berpengaruh pada niat beli dengan efek negara asal dan etnosentrisme konsumen tidak memiliki pengaruh signifikan. Komponen-komponen dari teori planned behavior yaitu sikap, subjective norm, dan perceived behavioral control, juga dibuktikan tidak memiliki pengaruh signifikan. Hasil yang diperoleh penelitian ini bertujuan untuk menambah literatur mengenai hiburan daring dan faktor-faktor yang mempengaruhi niat belinya. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk mempertajam pemahaman tentang bagaimana efek negara asal dan etnosentrisme konsumen berperan dalam industri hiburan digital.

Country of origin effect and consumer ethnocentrism often used in research to study about tangible products. With the latest development of technology in entertainment and a major shift occured in society, development of subscription video on demand industry cannot be overlooked, especially when big brands start to operate in a global scale, and use hyper-local strategies to attract consumers. Disney+ Hotstar expands its wings to enter Indonesian market, with its offer of serving local Indonesian contents alongside its premium Hollywood franchise contents to watch, intensely promoted since its first advertised. This research aims to find out whether product's country of origin effect, in this term is for both content and platform, and consumer's ethnocentrism has any impact towards their purchase intention of subscribing Disney+ Hotstar. This research utilizes theory of planned behavior, as well as brand image and perceived price. A survey was conducted with 103 respondents. Data were analyzed with PLS-Structural Equation Modeling method. Results show that perceived price and attitude towards Indonesian contents appears as the two most significant variables on influencing purchase intention, while country of origin effect and consumer ethnocentrism has none. Components of theory of planned behavior, such as subjective norm and perceived behavioral control were proven has no significant influence on purchase intention. Results obtained from this research aims to enrich literatures of online entertainment and its factors to influence purchase intention. Further research is suggested to refine the understandings of how country of origin effect and consumer ethnocentrism sits in the digital entertainment industry."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Raditya Hanif Yudha Prathama
"Sejak pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada tahun 2018, BNPL memiliki tren yang pesat terutama jika dibandingkan dengan kartu kredit yang memiliki konsep sejenis dengannya. Walaupun begitu, apabila dibandingkan dengan metode pembayaran lain di e-commerce seperti digital wallet, virtual account, transfer bank, dan cash on delivery, penggunaan BNPL masih kurang unggul. Berangkat dari permasalahan tersebut, peneliti terdorong untuk mengeksplorasi faktor affordance yang memengaruhi minat bertransaksi menggunakan BNPL yang dimiliki oleh e-commerce. Hal ini dilakukan dengan menggunakan technology affordance theory (affordance theory—teori yang menjelaskan mengenai faktor yang dimiliki suatu artefak TI yang dapat dirasakan oleh seseorang) dan teori Technology Acceptance Model. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan exploratory sequential method. Pada penelitian kualitatif dilakukan pencarian affordance dari BNPL yang dimiliki oleh e-commerce melalui wawancara bersama 10 pengguna BNPL. Hasil wawancara diolah menggunakan thematic analysis sehingga terbentuk tema-tema yang digunakan untuk pembentukan model penelitian. Selanjutnya, peneliti menyebarkan kuesioner secara daring dan mendapatkan total 334 data responden yang valid. Data yang didapatkan kemudian diuji menggunakan PLS-SEM. Melalui hasil penelitian, didapatkan bahwa faktor affordance, yaitu informativeness, convenience, security, monetary benefit, dan immediate resource memiliki pengaruh terhadap minat bertransaksi menggunakan BNPL yang dimiliki oleh e-commerce. Namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat satu faktor affordance, yaitu financial management yang tidak terbukti memengaruhi minat bertransaksi menggunakan BNPL yang dimiliki oleh e-commerce. Di sisi lain, perceived ease of use tidak terbukti memengaruhi attitude seseorang terhadap BNPL.

Since it was introduced in 2018, BNPL had a rapid growth, outpacing credit cards that have a similar concept. Despite its popularity, compared to other payment methods in ecommerce such as, digital wallet, bank transfer, virtual account and Cash on Delivery, BNPL usage still lags behind. Based on this problem, researchers are encouraged to explore the affordance that influences purchase intention using BNPL in e-commerce. This study used technology affordance theory (which explains factors or features given by IT artifacts that can be perceived by someone) and Technology Acceptance Model. This research is conducted using mixed method, specifically exploratory sequential method approach. The qualitative research conducted to explore affordance of BNPL in e-commerce through interviews with 10 BNPL’s users. The result of the interview was then processed using thematic analysis to find potential themes used for the research model. Researchers distributed questionnaires online and got 334 valid respondent data. The research model was tested quantitatively using the PLS-SEM method. The result found that affordance factors such as informativeness, convenience, security, monetary benefit and immediate resource have been proven to influence purchase intention using BNPL in e-commerce. However, the study did not find a relationship between financial management affordance and purchase intention using BNPL in e-commerce. The result also showed that perceived ease of use don’t have significant relationship with individual attitude towards BNPL."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sri Wahyuni
"Penelitian ini mengidentifikasi pengaruh faktor inovasi (keaslian, kemasan, produk, dan proses) terhadap niat pembelian produk kerajinan tangan Nusantara. Berdasarkan data 386 responden yang pernah membeli kerajinan tangan dalam 1 tahun terakhir dan diolah menggunakan SEM-PLS, inovasi produk dan proses terbukti berpengaruh signifikan terhadap niat pembelian, sementara keaslian dan kemasan tidak berpengaruh signifikan. Rata-rata skor inovasi keaslian dan kemasan menunjukkan bahwa keduanya belum diadopsi secara optimal. Nilai R Square sebesar 0,307 menunjukkan bahwa 30,7% variasi dalam niat pembelian dapat dijelaskan oleh variabel inovasi yang diuji. Temuan ini memberikan wawasan bagi pengrajin dan pemasar untuk meningkatkan daya saing produk kerajinan Indonesia di pasar global.

This study identifies the influence of innovation factors (authenticity, packaging, product, and process) on the purchase intention of Nusantara handicraft products. Based on data from 386 respondents who had purchased handicrafts in the past year, analyzed using SEM-PLS, product and process innovations were found to have a significant influence on purchase intention, while authenticity and packaging showed no significant impact. The average scores for authenticity and packaging innovation indicate that these factors have not been optimally adopted. The R Square value of 0.307 demonstrates that 30.7% of the variation in purchase intention can be explained by the tested innovation variables. These findings provide valuable insights for artisans and marketers to enhance the competitiveness of Indonesian handicraft products in the global market."
Jakarta: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2025
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Shoffan Ardhika Wijoyo
"Untuk mencapai kesuksesan dalam diferensiasi produk, perusahaan menghabiskan jutaan dolar setiap tahunnya untuk menandatangani selebriti guna mendukung kontrak dukungan terhadap merek, sebagai sumber efek yang memainkan peran penting dalam komunikasi persuasif. Berdasarkan teori kredibilitas sumber dan teori diferensiasi produk, penelitian ini menguji hubungan kausal antara kredibilitas endorser, sikap merek, kredibilitas merek dan niat pembelian perusahaan yang menerapkan strategi dukungan selebriti.
Data penelitian diolah menggunakan PLS-SEM. Hasilnya menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara semua konstruksi yang dihipotesiskan. Oleh karena itu, selain memiliki selebriti yang baik untuk mendukung iklan yang berorientasi pada pelanggan, kredibilitas selebriti sama pentingnya dalam meningkatkan sikap merek, kredibilitas merek dan niat membeli.

To achieve product differentiation, companies spend millions of dollars annually in signing celebrities to endorse their brands rsquo endorsement contracts, as source effects that play an important role in persuasive communications. Based on source credibility theory and product differentiation theory, this study examines the causal relationship between endorser credibility, brand attitude, brand credibility and purchase intention of companies that adopt a celebrity endorsement strategy.
The research data is run by PLS SEM. The results indicate that positive relationships exist between all the hypothesized constructs. Therefore, in addition to having a favorable celebrity to endorse a customer oriented advertisement, the credibility of the celebrity is as important in enhancing brand attitude, brand credibility and purchase intention.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2017
S70046
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fethin Damayanti
"Indonesia merupakan negara muslim terbesar di dunia, namun peminat kosmetik yang belum bersertifikat halal masih cukup tinggi, khususnya asal Korea Selatan. Oleh kerena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi intensi pembelian kembali produk kosmetik yang belum bersertifikat halal pada konsumen muslim Indonesia. Kerangka penelitian ini berdasarkan pada stimulus-organism-response (SOR) model. Dari 259 sampel yang diteliti pada penelitian ini, menghasilkan bahwa celebrity endorsement berpengaruh secara positif terhadap attitude dan brand image. Kemudian brand image juga berpengaruh positif terhadap intensi pembelian kembali produk kosmetik yang belum bersertifikat halal. Sedangkan attitude tidak berpengaruh pada intensi pembelian kembali kosmetik yang belum bersertifikat halal. Dan religiusitas tidak dapat memoderasi hubungan antara attitude dan intensi pembelian kembali.

Indonesia is the largest Muslim country in the world. However, cosmetic enthusiasts without halal certification are still relatively high, especially from South Korea. Therefore, this study aims to analyze the factors influencing the intention to repurchase cosmetic products that have not been halal-certified among Indonesian Muslim consumers. This research framework is based on the stimulus-organism-response (SOR) model. Of the 259 samples studied in this study, it was found that celebrity endorsement positively affects attitude and brand image. The brand image also has a positive effect on the intention to repurchase cosmetic products that are not yet halal certified. Meanwhile, attitude does not affect the intention to repurchase cosmetics that are not yet halal certified. And religiosity cannot moderate the relationship between attitude and repurchase intention."
Depok: Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>