Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 18 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Irpan Ripandi
"Pekojan merupakan bagian dari kawasan kota Tua Jakarta yang telah ditetapkan statusnya sebagai cagar budaya oleh Gubernur DKI Jakarta. Namun demikian penetapan itu tidak memuat nilai penting apa yang menjadi dasar penetapannya sebagaimana diatur dalam UU CB 2010. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi nilai penting yang terkandung di dalam setiap bangunan, menetapkan peringkatnya dan karakter budayanya. Teknik  penelitiannya menggunakan pendekatan kualitatif dengan cara studi pustaka dan lapangan, wawancara dengan pihak terkait, dan perbandingan arsitektural sehingga dapat menentukan nilai penting dan peringkat pada tiap bangunan. Hasil kajian menunjukkan bahwa bangunan-bangunan yang ada memenuhi syarat untuk ditetapkan sebagai cagar budaya  karena memiliki salah satu atau kombinasi dari nilai-nilai sejarah, ilmu pengetahuan, agama, dan kebudayaan. Kajian ini dapat memberi kontibusi bagi upaya menentukan kebijakan pelestarian bangunan-bangunannya secara tepat.

Pekojan is part of the Kota Tua Jakarta area which has been designated as a cultural heritage by the Governor of DKI Jakarta. However, the stipulation does not contain the significance value that becomes the basis for its determination as stipulated in the 2010 law of cultural heritage. This research is intended to identify the significance values contained in each building, determine its level of significance and cultural character. The research technique uses a qualitative approach through literature and field studies, interviews with related stakeholders, and architectural comparisons so that it can determine the significance and level of significance of each building. The results of the study show that the existing buildings meet the requirements to be designated as cultural heritage because they have one or a combination of historical, scientific, religious, and cultural values. This study can contribute to the effort to determine the appropriate policies for the preservation of buildings."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2020
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Adang Sujana
"ABSTRAK
Penelitian tesis ini dipusatkan pada permasalahan Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya berdasarkan Pertimbangan Otoritas Pemangku Kepentingan yang dimulai dengan identifikasi kawasan kota lama, menemukan nilai penting, dan mendapatkan peluang pemanfaatan yang berdasarkan nilai penting tersebut. Hasil dari analisis nilai penting dan peluang pemanfaatan itu digunakan sebagai landasan dalam pengelolaan kawasan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui tahap-tahap pengumpulan data, analisis data hingga interpretasi. Prosedurnya mengikuti urutan pengumpulan data, reduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan atau membangun interpretasi.Hasil penelitian tesis ini berupa perencanaan Model Konseptual Pengelolaan Kawasan Kota Lama Makassar berdasarkan Pertimbangan Otoritas Pemangku Kepentingan. Kawasan Kota Lama Makassar perlu penataan disegala aspek, yaitu penataan pengelolaan berupa penataan kelembagaan, hukum, manajeman pemangku kepentingan, dan pelestarian. Diperlukan pula penataan fisik atau warisan budaya tangible, yaitu berupa penataan lingkungan dan bangunan. Demikian pula penataan warisan budaya intangible dan kegiatan-kegiatan pariwisata dan ekonomi. Semua langkah pengelolaan ini harus didukung oleh semua pemangku kepentingan, yang dilanjutkan dengan koordinasi yang berkesinambungan. Pemangku kepentingan melakukan perannya masing-masing dengan selalu berkoordinasi. Tentunya yang mampu menggerakkan semua langkah ini adalah pihak Pemerintah, baik itu Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kota sebagai leading sector pengelolaan Kawasan Kota Lama Makassar.
ABSTRACT
This thesis research focuses on the issue of Management of Heritage Areas based on Stakeholder Authority Considerations that begin with identification of old urban areas, finding significance values, and gaining valuable utilization opportunities based on these significance values. The results of significance value analysis and utilization opportunities will be used as a basis for the management of the area.The study used a qualitative approach through the stages of data collection, data analysis to interpretation. The procedure follows the sequence of data collection, data reduction, presenting data, and drawing conclusions or constructing interpretations.The result of this thesis research is planning of Conceptual Model of Management of Old Town Area of Makassar based on Stakeholder Authority Consideration. Makassar Old City area needs to be arrangement in all aspects, namely arrangement of management in the form of institutional arrangement, law, management of stakeholders, and conservation. Also needed physical arrangement or tangible cultural heritage, namely the arrangement of the environment and buildings. Similarly, the arrangement of intangible cultural heritage and tourism and economic activities. All these management steps should be supported by all stakeholders, followed by continuous coordination. Stakeholders do their respective roles by always coordinating. Of course, capable of moving all these steps is the government, be it the central government and local government as the leading sector management of the old city of Makassar."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2018
T49968
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Fadhil Falah
"Penelitian ini berupaya mempertanyakan bagaimana nilai penting pada Mausoleum milik Keluarga van Motman yang merupakan sebuah bangunan arsitektur makam yang terletak di Dramaga, Kabupaten Bogor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menambah pengetahuan mengenai nilai-nilai penting yang dimiliki oleh Mausoleum Keluarga van Motman dan mengidentifikasi karakteristik dan gaya arsitekturnya. Penelitian ini menggunakan metode yang dikemukakan oleh Pearson dan Sullivan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Mausoleum Keluarga van Motman merupakan bangunan yang kental dengan budaya Eropa serta memiliki nilai penting yang sesuai dengan UU Cagar Budaya, yaitu nilai sejarah, nilai ilmu pengetahuan, nilai pendidikan, nilai agama, dan nilai kebudayaan. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai pertimbangan untuk mengajukan Mausoleum Keluarga van Motman sebagai cagar budaya.

This research seeks to question the significance of the van Motman Family Mausoleum, an architectural mausoleum located in Dramaga, Bogor Regency. The purpose of this research is to increase knowledge about the significance values possessed by the Mausoleum of the van Motman Family and identify its architectural characteristics and styles . This research uses the method proposed by Pearson and Sullivan. The results of this research show that the Mausoleum of the van Motman Family is a building that is thick with European culture and has important values in accordance with the Cultural Heritage Law, namely historical value, scientific value, educational value, religious value, and cultural value. This research is expected to be useful as a consideration to propose the van Motman Family Mausoleum as a cultural heritage."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Penelitian Tentang studi komunitas makroepifit di Kampus UI Depok
telah dilakukan pada bulan September 2007. Penelitian dilakukan untuk
mengetahui komposisi jenis makroepifit, kelimpahan makroepifit pada wilayah
utara dan wilayah selatan di Kampus UI Depok, serta perbandingan
kelimpahan makroepifit pada berbagai strata pohon (basal, batang dan
kanopi). Pengambilan data dilakukan pada pohon sebagai habitat
makroepifit di wilayah utara dan selatan Kampus UI Depok. Data yang
diambil berupa data komposisi jenis, frekuensi, kerapatan dan penutupan
tajuk makroepifit dari setiap pohon pada setiap strata pohon (basal pohon,
batang dan kanopi). Analisis data dilakukan dengan melihat jumlah jenis,
frekuensi relatif, kerapatan relatif, penutupan tajuk relatif, indeks nilai penting,
indeks Sorensen, uji - t, dan hubungan antara faktor abiotik dan kerapatan
makroepifit dengan menggunakan korelasi Spearman. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa makroepifit yang ada di Kampus UI Depok terdiri dari 4
famili dan 12 jenis. Drymoglossum piloselloides adalah jenis makroepifit yang
memiliki kelimpahan terbesar di dalam komunitas makroepifit di wilayah utara
Kampus UI Depok. Drymoglossum piloselloides dan Pyrrosia lanceolata
adalah jenis makroepifit yang memiliki kelimpahan besar di dalam komunitas
makroepifit di wilayah selatan Kampus UI Depok. Bagian batang pohon
berperan paling besar sebagai habitat makroepifit di Kampus UI Depok.
Kelimpahan makroepifit di wilayah selatan lebih besar dibandingkan di
iv
wilayah utara karena suhu, kelembapan, dan intensitas cahaya di wilayah
selatan lebih sesuai untuk pertumbuhan makroepifit dibandingkan di wilayah
utara."
Universitas Indonesia, 2007
S31472
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Danke Muhammad Iqbal
"Studi ini membahas interpretasi nilai-nilai penting cagar budaya pada Goedang Ransoem dan pemanfaatannya. Dalam manajemen sumber daya arkeologi/budaya, salah satu kriteria dalam mengelola cagar budaya adalah nilai-nilai penting yang terkandung dalam cagar budaya atau sumber daya arkeologi itu sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui nilai-nilai penting yang ada pada Goedang Ransoem
untuk dijadikan rujukan tambahan alasan dijadikannya Goedang Ransoem sebagai cagar budaya, dan menjadikan nilai-nilai penting tersebut sebagai acuan dalam
pemanfaatan Goedang Ransoem sebagai upaya pelestarian cagar budaya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif serta metode komparatif. Hasil penelitian menjelaskan bahwa Goedang Ransoem memiliki lima nilai-nilai penting
cagar budaya berupa nilai sejarah, nilai ilmu pengetahuan, nilai ekonomi, nilai pendidikan, dan nilai integritas. Pemanfaatan yang saat ini dilakukan sudah tepat dengan membuat Goedang Ransoem sebagai museum untuk dimanfaatkan dalam bidang pendidikan, kebudayaan dan pariwisata. Kemudian kedepannya Goedang Ransoem juga sudah terdapat beberapa rencana pemanfaatan lebih lanjut yang sudah disesuaikan dengan nilai-nilai penting Goedang Ransoem

This study discusses the interpretation of the important values of cultural heritage in
the Goedang Ransoem and their use. In archaeological/cultural resource management,
one of the criteria in managing cultural heritage is the important values contained in the cultural heritage or archaeological resources itself. The purpose of this research is to find out the important values that exist in Goedang Ransoem to be used as an
additional reference for the reasons for making Goedang Ransoem as cultural heritage and to make these important values a reference in the use of Goedang Ransoem as an effort to preserve cultural heritage. The method used in this research is descriptive analysis and comparative methods. The results of the study explain that Goedang
Ransoem has five important cultural heritage values in the form of historical values, scientific values, economic values education values, and integrity values. The use that is currently being carried out is appropriate by making the Goedang Ransoem a
museum to be used in the fields of education, culture, and tourism. Then in the future,
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2020
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Kristian Briantama
"Penelitian ini dilakukan untuk menjawab permasalahan yang dihadapi oleh Hutan Kota Patriot Bina Bangsa dan Taman Kota Bekasi yaitu tidak adanya data komunitas pohon dan serapan karbon serta estimasi kebutuhan pohon untuk menyerap karbondioksida kendaraan bermotor. Penelitian ini dilakukan di bulan Januari--Mei 2021. Pengambilan sampel pohon menggunakan metode purposive sampling dengan petak bujur sangkar ukuran 20x20 meter. Pengambilan sampel kendaraan bermotor menggunakan metode survey dan dilakukan di Jalan Ir. H. Juanda selama dua minggu. Hubungan antara niai penting pohon dan serapan karbon ditentukan menggunakan analisis regresi linear dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian ini menunjukkan hubungan yang sangat kuat antara nilai penting pohon dan serapan karbon di Hutan Kota Patriot Bina Bangsa dan sedang di Taman Kota Bekasi. Estimasi kebutuhan pohon yang dipenuhi yaitu sebesar 3.093 pohon dengan rata-rata diameter setinggi dada 0,31 m.

This research was conducted to answer the problems faced by the Patriot Bina Bangsa Urban Forest and Bekasi City Park, namely the absence of tree community data and carbon sequestration and the estimation of tree needs to absorb carbon dioxide from motor vehicles. This research was conducted in January-May 2021. Sampling of trees using purposive sampling method with a square plot measuring 20x20 meters. Sampling of motorized vehicles using the survey method and conducted on Jalan Ir. H. Juanda for two weeks. The relationship between tree importance value and carbon sequestration was determined using linear regression analysis with a 95% confidence level. The results of this study indicate a very strong relationship between the importance value of trees and carbon sequestration in the Patriot Bina Bangsa City Forest and medium in Bekasi City Park. Estimated tree needs that are met are 3093 trees with an average diameter of 0.31 m at breast height."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2022
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hasna Alya
"Heritage Rest Area Banjaratma merupakan bentuk pengembangan Pabrik Gula Banjaratma dengan konsep adaptasi dan revitalisasi. Hingga diresmikan sebagai rest area pada tahun 2019, Pabrik Gula Banjaratma masih berstatus Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB). Penelitian ini mengulas tentang kesesuaian bentuk adaptasi dan revitalisasi Pabrik Gula Banjaratma terhadap UU No.11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya dan persepsi nilai-nilai penting Pabrik Gula Banjaratma. Metode yang digunakan adalah metode penelitian arkeologi yang meliputi tujuh tahapan, antara lain formulasi, implementasi, pengumpulan data, pengolahan data, analisis, interpretasi, dan publikasi. Tujuan penelitian ini untuk menunjukan perubahan Pabrik Gula Banjaratma dari masa ke masa melalui penerapan adaptasi, revitalisasi, dan kesesuaiannya dengan UU No.11 Tahun 2010, serta menjelaskan pengaruh pengembangan Pabrik Gula Banjaratma terhadap nilai penting yang telah diidentifikasi. Penelitian ini membuktikan bahwa bentuk adaptasi dan revitalisasi Pabrik Gula Banjaratma sesuai dengan prinsip-prinsip pada UU No.11 Tahun 2010. Berdasarkan 99 responden yang terdiri dari pengelola, pedagang, dan pengunjung, sebagian besar sangat setuju atau setuju bahwa Heritage Rest Area Banjaratma memiliki nilai penting bagi sejarah, pengetahuan, pendidikan, kebudayaan, sosial, dan ekonomi. Persepsi positif masyarakat terhadap nilai penting tersebut menunjukkan bahwa pengembangan Pabrik Gula Banjaratma melalui adpatasi dan revitalisasi tidak menyebabkan penurunan nilai-nilai pentingnya.

The Banjaratma Heritage Rest Area is a form of development of the Banjaratma Sugar Factory with the concept of adaptation and revitalization. Until it was inaugurated as a rest area in 2019, the Banjaratma Sugar Factory still had the status of Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB). This research reviews the suitability of the form of adaptation and revitalization of the Banjaratma Sugar Factory to UU No. 11 of 2010 concerning Cultural Heritage and the perception of the important values of the Banjaratma Sugar Factory. The method used is an archaeological research method which includes seven stages, including formulation, implementation, data collection, data processing, analysis, interpretation and publication. The aim of this research is to show changes in the Banjaratma Sugar Factory from time to time through the implementation of adaptation, revitalization and compliance with UU No. 11 of 2010, as well as explaining the influence of the development of the Banjaratma Sugar Factory on the important values that have been identified. This research proves that the form of adaptation and revitalization of the Banjaratma Sugar Factory is in accordance with the principles of UU No. 11 of 2010. Based on 99 respondents consisting of managers, sellers and visitors, the majority strongly agree or agree that the Banjaratma Heritage Rest Area has important value for history, knowledge, education, culture, social and economic matters. The community's positive perception of these important values shows that the development of the Banjaratma Sugar Factory through adaptation and revitalization has not caused a decline in its important values."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Alfa Alauddin Arrisaputra
"Bangunan Landhuis Tjililitan merupakan salah satu peninggalan rumah Landhuis peninggalan Kolonial Belanda yang telah didirikan sejak abad ke-18. Kondisi bangunan Landhuis Tjililitan saat ini tidak terawat. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi nilai penting yang terdapat pada bangunan Rumah Besar Cililitan (Landhuis Tjililitan) dan menjelaskan upaya pelindungan cagar budaya yang dapat dilakukan terhadap bangunan Landhuis Tjililitan. Metode penelitian yang digunakan mengacu pada penelitian cagar budaya yang dikemukakan oleh Pearson dan Sullivan (1995) dengan penyesuaian dengan tidak melakukan analisis perbandingan. Hasil dari penelitian ini adalah bangunan Landhuis Tjililitan memiliki beberapa nilai penting antara lain nilai sejarah, nilai pendidikan, nilai ilmu pengetahuan, dan nilai kebudayaan. Nilai penting yang terkandung dapat menjadi dasar pertimbangan bagi penetapan bangunan Landhuis Tjililitan sebagai cagar budaya. Kemudian, penelitian ini juga mengemukakan upaya-upaya pelindungan cagar budaya yang dapat dilakukan terhadap banguna Landhuis Tjililitan

The Landhuis Tjililitan building is one of the remains of the Dutch Colonial Landhuis house which was founded in the 18th century. The current condition of the Landhuis Tjililitan building is not maintained. Therefore, the purpose of this study is to identify the significant values contained in the Landhuis Tjililitan building and explain the efforts to protect cultural heritage that can be carried out for the Landhuis Tjililitan building. The research method used refers to the cultural heritage research proposed by Pearson and Sullivan (1995) with adjustments by not carrying out a comparative analysis. The results of this study are that the Tjililitan Landhuis building has several significant values including historical values, educational values, scientific values, and cultural values. The significant values contained can be the basis for consideration for the designation of the Landhuis Tjililitan building as a cultural heritage. Then, this study also suggests efforts to protect cultural heritage that can be carried out on the Tjililitan Landhuis building."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Kinanti Ayu Dwi Putri
"Galeri Nasional Indonesia (GNI) sebagai sebuah museum seni rupa kontemporer bertanggung jawab dalam melaksanakan fungsi dan tugas museum yaitu mengkomunikasikan koleksi pada masyarakat melalui pameran, salah satunya adalah pameran tetap berjudul “Monumen Ingatan: Modernitas Indonesia dan Dinamikanya dalam Koleksi Seni Rupa Galeri Nasional Indonesia”. Penelitian ini ditulis untuk mengkaji nilai penting koleksi pada pameran tetap tersebut dan upaya yang dilakukan oleh konservator GNI dalam melestarikan koleksinya melalui kegiatan konservasi dengan menggunakan metode penelitian oleh Pearson dan Sullivan. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa lima koleksi lukisan yang mewakili lima periodisasi perkembangan seni rupa di Indonesia memiliki nilai penting dalam bidang sejarah dan ilmu pengetahun. Proses pelestarian koleksi lukisan tersebut dilakukan melalui upaya pencegahan dengan pembersihan umum, mengatur suhu dan kelembapan relatif, kontrol bangunan, pengecekan fisik lukisan, dan pengaturan intensitas cahaya. Sedangkan upaya perbaikan melalui restorasi yang sebagai contoh dilakukan terhadap lukisan “Jacqueline en robe de taffetas” (1926) karya Albert Andre dibahas melalui teori restorasi oleh Cesare Brandi.

The National Gallery of Indonesia (GNI) as a contemporary art museum plays a responsible role in carrying out the functions and duties of the museum, namely communicating the collection to the public through exhibitions, one of which is the permanent exhibition entitled "Monuments of Memory: Indonesian Modernity and its Dynamics in the Fine Arts Collection of the National Gallery of Indonesia” . This research was written to examine the important values of the collection at the permanent exhibition and the efforts made by GNI conservators to preserve the collection through conservation activities using research methods by Pearson and Sullivan. The results of this research show that five painting collections representing five periodizations of the development of fine arts in Indonesia have important value in the fields of history and science. The process of preserving the painting collection is carried out through preventative efforts by general cleaning, regulating temperature and relative humidity, controlling buildings, physically checking paintings, and regulating light intensity. Meanwhile, efforts to repair through restoration, for example carried out on the painting "Jacqueline en robe de taffetas" (1926) by Albert Andre, are discussed through restoration theory by Cesare Brandi."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2024
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Adam Naufal Andrifi
"Bangunan dengan nilai-nilai kebudayaan dan juga nilai penting lainnya sudah sepatutnya dilindungi bila mengacu kepada UU No.11 Tahun 2010. Penelitian ini berfokus untuk menggali nilai lareh Bodi-Chaniago sebagai nilai kebudayaan rumah gadang ini dan juga nilai-nilai penting lainnya dalam upaya melestarikan dan melindungi nilai-nilai tersebut. Dalam menjawab permasalahan ini, dilakukan metode penelitian yang diperkenalkan oleh James Deetz yang terdiri dari tiga langkah yakni, observasion (observasi), description (deskripsi), dan explanation (eksplanasi). Hasil penelitian menunjukan bahwa Rumah Gadang Datuak Kamang Mudiak Mangkudun di Nagari Mudiak memiliki nilai lareh Bodi-Chaniago sebagai nilai kebudayaannya serta nilai-nilai lainnya menurut UU No.11 Tahun 2010. Selain itu bangunan ini juga memenuhi empat syarat pengangkatan sebuah bangunan menjadi cagar budaya menurut UU No.11 Tahun 2010. Dapat disimpulkan bahwa Rumah Gadang Datuak Mangkudun di Nagari Kamang Mudiak patut dilestarikan dan dilindungi secara hukum karena sudah memenuhi persyaratan-persyaratan produk hukum yang berlaku.

Buildings with cultural values and other important values should be protected when referring to Law No.11/2010. This research focuses on exploring the value of lareh Bodi-Chaniago as a cultural value of this rumah gadang and also other important values in an effort to preserve and protect these values. In answering this problem, a research method introduced by James Deetz is carried out which consists of three steps, namely, observation, description, explanation. The results showed that Rumah Gadang Datuak Kamang Mudiak Mangkudun in Nagari Mudiak has the value of lareh Bodi-Chaniago as its cultural value and other values according to Law No.11 of 2010. In addition, this building also fulfills the four requirements for the appointment of a building to become a cultural heritage according to Law No.11 of 2010. It can be concluded that Rumah Gadang Datuak Mangkudun in Nagari Kamang Mudiak should be preserved and legally protected because it meets the requirements of applicable legal products."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>